AKSIOMA : Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika
Not a member yet
382 research outputs found
Sort by
PENGEMBANGAN BAHAN AJAR MATEMATIKA SEBAGAI SARANA PENGEMBANGAN KREATIVITAS BERPIKIR
Keberhasilan pembelajaran, dipengaruhi banyak faktor, antara lain model pembelajaran, strategi pembelajaran, media pembelajaran, dan juga bahan ajar atau materi pelajaran. Bahan ajar yang disusun mempunyai prisip relevansi, konsistensi dan kecukupan, sehingga masih memberi ruang siswa untuk mengembangkan penalaranya. Menentukan cakupan atau ruang lingkup materi pembelajaran, perlu memperhatikan jenis materi yang akan disampaikan, berupa aspek koqnitif ( fakta, konsep, prinsip, prosedur), atau aspek afektif, ataukah aspek psikomotorik. Kata kunci : Bahan ajar, media pembelajaran, kreativitas berpiki
EKSPERIMENTASI PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE TEAMS ASSISTED INDIVIDUALIZATION DAN THINK PAIR SHARE DITINJAU DARI KEAKTIFAN SISWA KELAS VIII SMP NEGERI SEKABUPATEN GROBOGAN
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah: (1) Penggunaan pembelajaran tipe TAI menghasilkan prestasi belajar yang lebih baik dibandingkan pembelajaran menggunakan metode pembelajaran kooperatif tipe TPS; (2) Siswa yang mempunyai keaktifan tinggi menghasilkan prestasi yang lebih baik dari pada siswa yang mempunyai keaktifan sedang dan rendah, dan siswa yang mempunyai keaktifan sedang menghasilkan prestasi yang lebih baik dari pada siswa yang mempunyai keaktifan rendah. Berdasarkan uji hipoteris diperoleh kesimpulan bahwa: (1) Metode pembelajaran kooperatif tipe TAI menghasilkan prestasi belajar matematika yang lebih baik dibandingkan metode pembelajaran kooperatif tipe TPS pada materi bangun ruang (Fa = 9.064 dengan Ftabel = 3.882 ). (2) prestasi belajar matematika siswa yang memiliki keaktifan belajar tinggi lebih baik daripada siswa yang mempunyai keaktifan belajar yang sedang dan rendah, dan prestasi belajar matematika siswa yang memiliki keaktifan belajar sedang lebih baik daripada siswa yang mempunyai keaktifan belajar rendah. (Fb = 53.298 dengan Ftabel = 3.034). (3) Metode pembelajaran kooperatif tipe TAI menghasilkan prestasi belajar lebih baik dibandingkan metode pembelajaran tipe TPS pada siswa dengan keaktifan belajar tinggi, sedang dan rendah (Fab = 0.739 dengan Ftabel = 3.034).Kata kunci : Teams Assisted Individualization, Think Pair Share, Keaktifan Sisw
PENELUSURAN PROSES BERPIKIR KRITIS DALAM MENYELESAIKAN MASALAH MATEMATIKA BAGI SISWA DENGAN KEMAMPUAN MATEMATIKA TINGGI
Penelitian ini merupakan penelitian eksploratif dengan pendekatan kualitatif yang bertujuan untuk memperoleh profil proses berpikir kritis siswa SMA dalam menyelesaikan masalah matematika bagi siswa dengan kemampuan matematika tinggi. Hal ini berarti penelitian yang dilakukan bertujuan untuk mengungkap terjadinya proses berpikir siswa, yaitu proses?é?á berpikir kritis dalam menyelesaikan masalah matematika ?é?ábagi siswa dengan kemampuan matematika tinggi. Penelitian ini menghasilkan profil proses berpikir kritis siswa dalam menyelesaikan masalah matematika bagi siswa dengan kemampuan matematika tinggi, sebagai berikut: (1) memahami masalah, subjek mengidentifikasi fakta-fakta dalam masalah matematika dengan jelas dan logis, serta merumuskan pokok-pokok permasalahan dengan cermat, maka subjek sudah menggunakan proses berpikir kritis. Pada tahap ini, subjek dapat menjawab pertanyaan peneliti dengan lancar dan tepat serta memberikan alasan yang logis, hal ini menunjukkan bahwa data atau informasi yang ada pada permasalahan sudah dipahami. Selain mengetahui apa yang diketahui dan apa yang ditanyakan, subjek juga mengetahui data atau informasi yang ada pada masalah, (2) rencana penyelesaian, pada tahap mengindentifikasi langkah rencana penyelesaian subjek penelitian tidak mengalami hambatan. Demikian juga pada tahap mengungkap ?é?ákonsep/aturan yang akan digunakan untuk menyelesaikan subjek sudah dapat mengaitkan dengan fakta yang ada, sehingga dengan segera menemukan aturan dengan tepat. Namun subjek belum berusaha mencari alternatif lain untuk menyelesaikan masalah tersebut,?é?á (3) pelaksanaan rencana, dalam memilih metode/mengungkap teorema dapat dilakukan dengan tepat dan dengan pertimbangan yang logis dan subjek tidak memerlukan waktu lama untuk mengingat teorema-teorema?é?á yang sudah dikenal sebelumnya. Dalam proses perhitungan, subjek dapat mengerjakan dengan benar dan relatif cepat, hal ini menunjukkan bahwa prosedur berpikirnya sudah cukup baik, dan (4) memeriksa kembali, subjek telah melakukan evaluasi tentang langkah-langkah dalam menyelesaikan dengan seksama, karena subjek mencoba kembali langkah-langkahnya satu persatu dengan cermat. Subjek penelitian meyakini kebenaran jawaban akhir,?é?á karena telah melakukan perhitungan ulang dan hasilnya tetap sama. Dalam hal ini subjek penelitian sudah dapat membedakan antara kesimpulan yang didasarkan pada logika yang valid?é?á dan tidak valid.Berdasar hasil penelitian ini, maka profil proses berpikir kritis siswa dapat diimplementasikan dalam pembelajaran matematika khususnya dalam menyelesaikan masalah matematika, juga dapat digunakan sebagai dasar penelitian lebih lanjut yang bersifat verifikasi dan modifikasi. ?é?á Kata kunci: berpikir kritis,masalah matematika, kemampuan matematik
EFEKTIVITAS PENGGUNAAN MODEL PEMBELAJARAN TWO STAY TWO STRAY TERHADAP PENINGKATAN KUALITAS PEMBELAJARAN MATEMATIKA SISWA SMK NEGERI 8 SEMARANG DALAM MATERI INTEGRAL
Mata pelajaran matematika di SMK Negeri 8 Semarang sampai saat ini masih dianggap oleh sebagian besar siswa sebagai mata pelajaran yang sulit dipahami dan menjenuhkan, sehingga hasil belajar siswa kurang memuaskan. Oleh karena itu guru perlu mengusahakan pembelajaran yang lebih menarik dan bervariasi dalam memilih model pembelajaran yang efektif sesuai dengan situasi dan kondisi dari siswa dan materi yang diajarkan. Permasalahan dalam penelitian tindakan kelas ini adalah apakah pembelajaran matematika dengan penggunaan model pembelajaran two stay two stray dapat meningkatkan kualitas pembelajaran matematika siswa SMK Negeri 8 Semarang? Tujuan dari penelitian ini adalah untuk meningkatkan kualitas proses dan hasil belajar matematika siswa SMK Negeri 8 Semarang melalui penggunaan model pembelajaran two stay two stray. ?é?áPenelitian tindakan kelas ini dilakukan melalui 2 siklus dan pada setiap siklus meliputi kegiatan perencanaan , pelaksanaan tindakan , observasi dan refleksi. Yang menjadi subjek pada penelitian tindakan kelas ini adalah siswa kelas XII RPL1?é?á SMK Negeri 8 Semarang pada tahun pelajaran 2011/2012 sedang objeknya adalah pembelajaran materi integral pada mata pelajaran Matematika yang diajarkan dengan menggunakan model pembelajaran two stay two stray. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada akhir siklus kedua rata-rata hasil belajar 81,29 , ketuntasan hasil belajar 88,57% dan persentase aktivitas siswa dalam proses pembelajaran 85%. Hasil ini menunjukkan bahwa ketuntasan hasil belajar ?óÔÇ??Ñ 85% dan aktivitas siswa dalam proses pembelajaran ?óÔÇ??Ñ 80%, yang berarti sudah ada peningkatan kualitas pembelajaran matematika siswa SMK Negeri 8 Semarang melalui penggunaan model pembelajaran two stay two stray. ?é?á Kata Kunci : kualitas pembelajaran matematika, model pembelajaran two stay two stray, ?é?á?é?á?é?áhasil belajar
RUANG FUNGSI MUSIELAK-ORLICZ TIPE BOCHNER
Fungsi Musielak-Orlicz merupakan fungsi Orlicz dengan beberapa syarat tambahan yang berlaku, yang kemudian membentuk suatu ruang fungsi Musielak-Orlicz. Ruang fungsi Musielak-Orlicz dibangkitkan oleh suatu modular yang mempunyai sifat konveks. Penambahan syarat tertentu pada ruang fungsi Musielak-Orlicz membentuk suatu ruang fungsi Musielak-Orlicz tipe Bochner L?ÅÔÇó (?ÅÔé¼,X). ?é?áSelanjutnya, ditunjukkan bahwa ruang fungsi Musielak-Orlicz tipe Bochner merupakan ruang linear dan juga ruang bernorma dengan norma ||.|| : L?ÅÔÇó (?ÅÔé¼,X) ?óÔÇáÔÇÖR, dengan ||f|| = ?óÔÇóÔÇÿ||f (.)||x?óÔÇóÔÇÿ?ÅÔÇó, untuk setiap f ?Å?à L?ÅÔÇó (?ÅÔé¼,X). ?é?á. Berikutnya, ditemukan bahwa ruang fungsi Musielak-Orlicz tipe Bochner ini juga merupakan ruang Banach. Kata Kunci: ruang fungsi Musielak-Orlicz, modular konveks, dan ruang Banac
PEMBELAJARAN MATEMATIKA DENGAN BANTUAN SOFTWARE MATHEMATICA UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR MATEMATIK MAHASISWA CALON GURU MATEMATIKA (Studi Eksperimen pada Mahasiswa Calon Guru Matematika di IKIP PGRI Semarang)
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kenyataan bahwa pembelajaran matematika di berbagai jenjang pendidikan di Indonesia yang cenderung menggunakan paradigma lama sehingga hasil belajar peserta didik bisa dikatakan kurang memuaskan. Padahal di era kemajuan teknologi seperti sekarang ini dukungan software-software grafis sangat melimpah dan dapat dimanfaatkan sebagai upaya untuk meningkatkan hasil belajar matematik peserta didik. Dalam hal ini salah satu software yang dapat digunakan adalah software mathematica. Software ini dapat digunakan antara lain untuk melakukan komputasi matematika, baik untuk perhitungan numerik maupun simbolik; visualisasi grafik fungsi dimensi-dua dan dimensi-tiga; pemprograman, pemodelan matematika dan simulasi; dan analisis statistik dan visualisasi data dalam bentuk tabel dan?é?á grafik. Subjek dalam penelitian ini adalah mahasiswa semester V Program Studi Pendidikan Matematika FPMIPA IKIP PGRI Semarang Provinsi Jawa Tengah yang mengikuti mata kuliah Aljabar, terdiri dari dua kelompok sampel dengan sampling secara acak kelompok (cluster random), dengan perincian satu kelas sebagai kelompok eksprimen dan satu kelas sebagai kelompok kontrol. Pada kelompok eksperimen diberikan pembelajaran dengan bantuan software mathematica, sedangkan kelompok kontrol mendapatkan pembelajaran ekspositori. Untuk mengetahui hasil belajar terhadap kedua kelompok penelitian tersebut diberikan tes awal (pretes) dan tes akhir (postes), dan untuk mengetahui bagaimana aktivitas mahasiswa selama pembelajaran dengan bantuan software mathematica, terhadap siswa pada kelompok eksperimen dilakukan pengamatan selama proses pembelajaran. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa terjadi peningkatan hasil belajar matematik mahasiswa secara signifikan melalui pembelajaran dengan pendekatan open-ended. Berdasarkan hasil pengamatan, kualitas aktivitas siswa selama pembelajaran dengan pendekatan open-ended sangat baik dalam aspek kegiatan yang relevan dengan kegiatan pembelajaran. Hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa peningkatan hasil belajar matematik mahasiswa yang mendapat pembelajaran dengan bantuan software mathematica lebih tinggi secara signifikan dibandingkan siswa yang mendapatkan pembelajaran ekspositori. ?é?á Kata Kunci: Hasil belajar matematik, Pembelajaran matematika, software mathematica
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN TIPE COOPERATIVE INTEGRATED READING AND COMPOSITION (CIRC) DENGAN METODE PEMECAHAN MASALAH BERBANTUAN LEMBAR KERJA KELOMPOK UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA
Salah satu permasalahan pendidikan yang dihadapi oleh bangsa Indonesia dewasa ini adalah rendahnya kualitas pendidikan pada setiap jenjang dan satuan pendidikan khususnya pendidikan dasar dan menengah. untuk meningkatkan kualitas pendidikan nasional antara lain melalui berbagai pelatihan dan pengantar kualitas guru, penyempurnaan kurikulum, pengadaan buku dan alat pelajaran. Maupun perbaikan sarana dan prasarana pendidikan. Dalam pembelajaran matematika, khususnya materi menyelesaikan soal cerita pada pokok bahasan Kubus dan Balok selama ini belum memperoleh hasil yang memuaskan dan,masih banyak siswa SMP yang belum mamahami isi dan maksud dari soal cerita pada pokok bahasan kubus dan balok tersebut. Hal tersebut mungkin disebabkan oleh beberapa hal seperti media belajar yang kurang efektif, materi yang dirasakan sulit untuk diikuti, metode pengajaran yang masih perlu diperbaikil dan serta kurangnya minat belajar siswa. Dengan memperhatikan kemampuan peserta didik dalam menyelesaikan soal latihan yang diberikan oleh guru, pada bagian ini masih banyak siswa yang belum memahami dan mengalami kesulitan untuk menyelesaikan soal cerita pada pokok bahasan Kubus dan Balok Untuk itu perlu ditingkatkan melalui penerapan atau praktik langsung pada benda konkret dan siswa sering diberi latihan soal cerita dengan benar. Permasalahan yang muncul adalah apakah dengan model pembelajaran tipe Cooperative Integrated Reading and Composition ?é?á(CIRC) dapat meningkatkan hasil belajar dan keaktifan belajar mateamatika siswa SMP Negeri 1 Semarang. Adapun tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui meningkat atau tidaknya hasil belajar siswa dan keaktifan belajar mateamatika siswa SMP Negeri 1 Semarang. Subyek penelitian tindakan kelas ini adalah siswa kelas VIII B semester II SMP Negeri 1 Semarang tahun pelajaran 2009/2010, pada pokok bahasan kubus dan balok.?é?á?é?á?é?á Berdasarkan analisis hasil penelitian diperoleh ketuntasan belajar secara klasikal dari siklus I sebanyak 71% sedangkan pada siklus II sebanyak 97%. Dengan demikian mengalami peningkatan sebesar 26%. Dari hasil observasi terhadap keaktifan siswa dari siklus I ke siklus II mengalami peningkatan sebesar 4,94% dan untuk observasi kerja guru dengan menggunakan model pembelajaran tipe CIRC dari siklus I ke siklus II meningkat sebesar 10,23%. Berdasarkan hasil angket siswa terhadap pembelajaran dengan model CIRC, menunjukkan bahwa siswa merasa senang dan mudah menerima serta bisa mengikuti pembelajaran matematika pada pokok bahasan kubus dan balok. Dengan demikian, pembela jaran dengan menggunakan model pembelajaran tipe CIRC dengan metode pemecahan masalah dapat meningkatkan hasil belajar dan keaktifan belajar matematika siswa. Kata Kunci : CIRC, Pemecahan Masalah, Lembar kerja Kelompok,Matematik
PENERAPAN KALKULUS STOKASTIK PADA MODEL OPSI
Opsi merupakan salah satu pilihan investasi yang mampu mengakomodasikan keinginan investor untuk dapat menanmkan modalnya dengan resiko kecil, sehingga opsi ini cocok diterapkan di negara dengan ekonomi yang tidak stabil. ?é?á?é?á?é?á?é?á?é?á?é?á?é?á?é?á?é?á?é?á?é?á Dalam penelitian ini, melalui penerapan teori-teori kalkulus stokastik akan dibahas modeal persamaan harga yang diturunkan dari nilai aset suatu perusahaan yang merupakan refleksi dari kepemilikan saham dan bon perusahaan dengan perubahan harga saham mengikuti asumsi Black dan Scholes. Disamping itu juga diturunkan model harga opsi melalui present value ekspetasi selisih antara nilai strike price dengan harga saham pada saat t ?é?á Kata Kunci : Opsi, stokastik, Black dan Schole
PEMBUATAN PROPOSISI SENDIRI SEBAGAI MODEL PENINGKATAN KEMAMPUAN BELAJAR MANDIRI DAN BERPIKIR RASIONAL
Buku teks sebagi sebuah karya memuat ide-ide dan gagasan dari penulisnya termasuk di dalamnya gaya bahasa yang digunakannya. Pembaca cenderung mengingat informasi bila berhasil mengindentifikasi dan menggunakan struktur penulis daripada ia menggunakan struktur yang berbeda. Penulisan kembali informasi yang diperolah dengan bahasa sendiri akan membentuk suatu proposisi baru yang lebih sesuai dengan gaya bahasa dan pemadatan informasi yang diperoleh. Penulisan kembali proposisi sebagi bentuk pemahaman struktur pengetahuan yang baik yang terdapat dalam ingatan pembaca dapat meningkatkan atau menuntun pembaca untuk mendapatkan kembali informasinya. ?é?á Kata Kunci: Buku Teks, proposisi sendiri, balajar mandiri, berpikir rasiona
STRATEGI MEMBANGUN METAKOGNISI SISWA SMA DALAM PEMECAHAN MASALAH MATEMATIKA
Saat ini guru dalam mengevaluasi pencapaian hasil belajar hanya memberikan penekanan pada tujuan kognitif tanpa memperhatikan dimensi proses kognitif, khususnya pengetahuan metakognitif dan keterampilan metakognitif. Akibatnya upaya-upaya untuk memperkenalkan metakognisi dalam menyelesaikan masalah matematika kepada siswa sangat kurang atau bahkan cenderung diabaikan.Oleh karena itu, salah satu aspek dimensi pengetahuan dan keterampilan yang menarik untuk dikaji lebih mendalam, khususnya dalam pembelajaran matematika adalah aspek metakognisi. Metakognisi merupakan kesadaran tentang apa yang diketahui dan apa yang tidak diketahui. Sedang strategi metakognisi merujuk kepada cara untuk meningkatkan kesadaran mengenai proses berpikir dan pembelajaran yang berlaku sehingga bila kesadaran ini terwujud, maka seseorang dapat mengawal pikirannya dengan merancang, memantau dan menilai apa yang dipelajarinya. Metakognisi memiliki peranan penting dalam mengatur dan mengontrol proses-proses kognitif seseorang dalam belajar dan berpikir, sehingga belajar dan berpikir yang dilakukan oleh seseorang menjadi lebih efektif dan efisien. dengan mengembangkan kesadaran metakognisinya, siswa terlatih untuk selalu merancang strategi terbaik dalam memilih, mengingat, mengenali kembali, mengorganisasi informasi yang dihadapinya, serta dalam menyelesaikan masalah. Melalui pengembangan kesadaran metakognisi, siswa diharapkan akan terbiasa untuk selalu memonitor, mengontrol dan mengevaluasi apa yang telah dilakukannya Guru dapat membangun kesadaran metakognisi siswa, sehingga siswa mengetahui dan menyadari kekurangan maupun kelebihan dan dapat merencanakan,?é?á mengontrol dan mengevaluasi apa yang akan dan telah dikerjakan. Kata kunci : metakognis