AKSIOMA : Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika
Not a member yet
382 research outputs found
Sort by
KEEFEKTIFAN MODEL INQUIRY DENGAN PEMANFAATAN ALAT PERAGA DIBANDINGKAN DENGAN CD INTERAKTIF TERHADAP KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH
Kegiatan belajar yang sesuai dengan perkembangan dan perubahan paradigma pendidikan harus mampu mensinergikan ranah kognitif, afektif dan psikomotor secara bersamaan, tidak hanya menempatkan peserta didik sebagai objek yang harus mengikuti seluruh keinginan guru, tetapi mampu membuka dialog dan komunikasi aktif antara peserta didik dan guru. Penelitian dilakukan di SMP N 1 Wonosobo dengan rancangan penelitian menggunakan Quasi- Experimental sedangkan teknik pengambilan sampel menggunakan random sampling. Rata-rata kemampuan pemecahan masalah peserta didik pada kelas eksperimen 78,325 lebih baik dibandingkan dengan rata-rata kemampuan pemecahan masalah pada kelas kontrol 72,0526. Ini menunjukan bahwa model inkuiri dengan pemanfaatan alat peraga lebih memberikan kontribusi terhadap kemampuan pemecahan masalah bila dibandingkan dengan CD interaktif. Hal ini disebabkan oleh keterbatasan perangkat komputer di SMP negeri 1 Wonosobo yang mengakibatkan pembelajaran menggunakan CD interaktif hanya dilakukan secara klasikal. Ini berpengaruh terhadap keaktifan peserta didik selama pembelajaran, dimana nantinya juga akan berpengaruh terhadap kemampuan pemecahan masalah peserta didik. Selain itu, kondisi peserta didik pada kelas kontrol yang sebagian besar tidak memiliki komputer di rumah menyebabkan mereka tidak mampu mengulang pembelajaran yang telah dilakukan di sekolah, sedangkan peserta didik yang menggunakan model inkuiri dengan pemanfaatan alat peraga dapat mengulang pembelajaran dirumah karena alat praga dapat diperoleh dari lingkungan sekitar mereka. Hal ini berpengaruh terhadap tingkat pemahan peserta didik yang pada akhirnya juga berpengaruh pada kemampuan pemecahan masalah peserta didik. Kata kunci: Inquiry, Alat Peraga, CD Interaktif, Pemecahan Masala
PENERAPAN METODE BELAJAR KOOPERATIF TYPE TEAM ASSISTED INDIVIDUALIZATION UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS X TEKNIK KOMPUTER JARINGAN RINGAN-1 SMK NEGERI 5 SEMARANG DALAM MENYELESAIKAN TRIGONOMETRI
Penelitian ini secara umum bertujuan untuk memberi pemecahan kesulitan yang dihadapi siswa kelas X TKR-1(Teknik Komputer Jaringan-1) SMK Negeri 5 Semarang dalam meyelesaikan soal-soal matematika yang berkaitan dengan trigonometri, dengan menggunakan metode belajar kooperatif type Team Assisted Individualization. Sementara ini pembelajaran matematika di SMK yang sudah berjalan adalah dengan pendekatan pembelajaran berbasis kompetensi (competency-based learning training) yang dikemas secara moduler, dengan harapan siswa dapat menyelesaikan materi pembelajaran sampai tuntas (mastery). Pembelajaran sebelum dilakukan penelitian menggunakan metode belajar diskusi kelompok, dan pemberian tugas. Dengan menggunakan metode belajar diskusi kelompok dan pemberian tugas hasil belajar siswa kelas X TKJ-1 belum menunjukan hasil sesuai harapan, ini ditunjukan oleh hasil tes formatif pertama siswa yang tuntas 15 siswa atau 45,45% dari 33 siswa dan nilai rata-rata kelas 62,70.Hasil penelitian pada siklus 1, hasil belajar siswa meningkat ini ditunjukan oleh banyaknya siswa yang tuntas pada tes formatif kedua, ada 22 siswa dari 33 siswa atau 66.67% dan nilai rata-rata kelasnya 73,79. Pada siklus 2, hasil belajar siswa juga meningkat jika dibanding dengan hasil belajar siklus 1, ini di tunjukan oleh hasil belajar siswa pada tes formatif ketiga yang tuntas ada 27 siswa dari 33 siswa atau 81,82% dan nilai rata-rata kelasnya 75, 81. Pada siklus 3, hasil belajar siswa menunjukan peningkatan yang signifikan jika dibanding dengan hasil belajar pada siklus 1 dan siklus 2, ini ditunjukan oleh hasil tes formatif keempat siswa yang tuntas ada 30 siswa dari 33 siswa atau 90,91% dan nilai rata-rata kelasnya 79,30. Kata Kunci: hasil belajar matematika, metode belajar kooperatif Type Team Assisted Individualization
PENGEMBANGAN PERANGKAT PEMBELAJARAN MATEMATIKA HUMANISTIK BERBASIS KONSTRUKTIVISME BERBANTUAN E-LEARNING MATERI SEGITIGA KELAS VII
Tujuan penelitian ini adalah untuk menghasilkan perangkat pembelajaran matematika humanistik berbasis konstruktivisme berbantuan E-learning materi segitiga kelas VII yang valid, mendeskripsikan hasil penggunaan perangkat pembelajaran matematika humanistik berbasis konstruktivisme berbantuan E-learning pada materi segitiga kelas VII, mengetahui keefektifan Pembelajaran matematika humanistik berbasis konstruktivisme berbantuan E-Learning pada materi segitiga kelas VII Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan perangkat menggunakan model 4-D (model Thiagarajan) yang telah dimodifikasi . Subyek penelitian ini adalah peserta didik kelas VII semester genap SMP Negeri 2 Limpung tahun pelajaran 2009/2010. Data penelitian diperoleh melalui: (1) lembar observasi, (2) tes kemampuan prestasi belajar, dan (3) angket. Teknik analisis data yang dilakukan meliputi analisis data statistik deskriptif dan analisis statistik inferensi. Hasil penilaian yang diberikan oleh validator menunjukkan bahwa perangkat pembelajaran matematik humanis berbasis konstruktivisme berbantuan e-learning adalah valid. Berdasarkan data angket respon siswa dan respon yang mempunyai tanggapan positif serta hasil pengamatan keterlaksanaan pembelajaran konstruktivisme yang baik maka perangkat pembelajaran matematik humanis berbasis konstruktivisme berbantuan e-learning adalah praktis. Pembelajaran materi segitiga dengan pembelajaran matematika humanistik berbasis konstruktivisme berbantuan E-learning efektif berdasarkan (1) uji ketuntasan klasikal nilai rata-rata hasil prestasi belajar peserta didik kelas eksperimen mencapai ketuntasan secara klasikal dan untuk uji ketuntasan individual tercapai dengan proposi 80% siswa tuntas secara individual. (2) ?é?áuji banding diperoleh prestasi belajar kelas eksperimen lebih baik dibandingkan dengan kelas kontrol. (3) uji pengaruh nilai sig pada kolom ANOVA adalah 0,028 dimana 0,028 5% yang berarti keaktifan peserta didik dengan prestasi belajar peserta didik memiliki hubungan yang berarti. ?é?á Kata Kunci : Humanistik, Kontruktivisme, E-learnin
EKSPERIMENTASI PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STUDENT TEAM ACHIEVEMENT DIVISION (STAD) DAN JIGSAW TERHADAP PRESTASI BELAJAR MATEMATIKA PADA MATERI POKOK SEGIEMPATDITINJAU DARI GAYA BELAJAR PESERA DIDIK SMP NEGERI KABUPATEN BLORA
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: 1) manakah pembelajaran yang menberikan prestasi belajar lebih baik antara model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw, STAD, atau Konvensional. 2) manakah yang mempunyai prestasi belajar yang lebih baik, peserta didik yang memiliki gaya belajar visual, auditorial, atau kinestetik. 3) pada masing-masing katagori gaya belajar, manakah yang memberikan prestasi belajar yang lebih baik antara model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw, STAD atau konvensional. 4) pada masing-masing jenis model pembelajaran, manakah yang mempunyai prestasi belajar lebih baik, peserta didik yang memiliki gaya belajar visual, auditorial atau kinestatik.Kesimpulan dari penelitian ini adalah, 1) pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw memberikan prestasi belajar sama baik dengan pembelajaran kooperatif tipe STAD. Pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw dan STAD memberikan prestasi belajar yang lebih baik daripada pembelajaran konvensional. 2) prestasi belajar peserta didik yang mempunyai gaya belajar visual lebih baik daripada prestasi belajar peserta didik yang mempunyai gaya belajar auditorial maupun kinestetik, dan prestasi belajar peserta didik yang mempunyai gaya belajar auditorial sama baik dengan prestasi belajar peserta didik yang mempunyai gaya belajar kinestetik. Kata kunci : Gaya Belajar, Prestasi Belajar, Pembelajaran Kooperatif, Jigsaw, STAD, Konvensional
MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR MATEMATIKA MELALUI METODE KOOPERATIF MODEL LEARNING TOGETHER PADA SISWA KELAS VIIC TAHUN PELAJARAN 2009/2010
Penelitian ini merupakan penelitian tindakan (action research), karena penelitian dilakukan untuk memecahkan masalah pembelajaran di kelas. Permasalahan yang diangkat dalam penelitian ini yaitu pertama bagaimanakah peningkatan prestasi belajar siswa dengan diterapkannya metode kooperatif model Learning Together pada siswa kelas VIIC tahun pelajaran 2009/2010? , kedua bagaimanakah pengaruh metode kooperatif model Learning Together terhadap motivasi belajar siswa kelas VIIC tahun pelajaran 2009/2010?. Subjek penelitian ini adalah peserta didik kelas VIIC SMP Negeri 21 Semarang tahun pelajaran 2009/2010 yang berjumlah 22 siswa. Observasi dibagi dalam dua siklus yaitu siklus 1 dan 2, dimana masing-masing ?é?ásiklus dikenai perlakuan yang sama (alur kegiatan yang sama) dan membahas satu sub-pokok bahasan yang diakhiri dengan tes formatif di akhir masing siklus. Berdasarkan hasil penelitian dapat diketahui bahwa metode kooperatif model Learning Together memiliki dampak positif dalam meningkatkan prestasi belajar siswa yang ditandai dengan peningkatan ketuntasan belajar siswa dalam setiap siklus, yaitu siklus I (54,54%) dan siklus II (94,45%). Penerapan metode kooperatif model Learning Together mempunyai pengaruh positif, yaitu ditunjukan dengan meningkatnya aktivitas belajar siswa dari siklus I ke siklus II dan antusiasme siswa untuk mengikuti pembelajaran dengan metode kooperatif model Learning Together semakin meningkatkan motivasi belajar siswa. Beberapa saran yang dapat peneliti berikan terkait dengan hasil penelitian diantaranya sebelum melaksanakan metode kooperatif model Learning Together guru hendaknya dapat menyesuaikan ketersediaan waktu dengan materi yang akan dipelajari, sehingga topik yang dipilih sesuai dengan metode kooperatif model Learning Together. Selain itu guru hendaknya lebih sering melatih siswa dengan kegiatan berbagai metode pengajaran, walau dalam taraf yang sederhana, dimana siswa nantinya dapat menemukan pengetahuan baru, memperoleh konsep dan keterampilan ?é?á Kata Kunci : Prestasi Belajar, Learning Togethe
PENGGUNAAN MODEL PEMBELAJARAN GENERATIF (MPG) UNTUK MENINGKATKAN PEMAHAMAN KONSEP PADA MAHASISWA JURUSAN PENDIDIKAN MATEMATIKA
Penggunaan Model pembelajaran bertujuan untuk meningkatkan proses pembelajaran agar menjadi lebih bermakna bagi peserta didik. Adanya variasi dalam model-model pembelajaran yang ada, maka mahasiswa akan terhindar dari kejenuhan selama mengikuti pembelajaran. Bahkan sebaliknya, diharapkan para mahasiswa meningkat motivasi belajarnya sehingga muncul ide-ide kreatif dan mampu berfikir kritis tanpa mengabaikan konsep-konsep keilmuan yang dipelajarinya. Fenomena proses pembelajaran di kelas selama ini, salah satunya, adalah kurang variatifnya dosen dalam menerapkan model-model Akibatnya mahasiswa menjadi kurang bergairah dalam belajar dan tidak memunculkan ide-ide kreatif. Untuk dapat memunculkan ide-ide kreatif dan berpikir kritis para mahasiswa harus terlebih dahulu memahami konsep-konsep yang menjadi dasar keilmuannya. Selama ini pembelajaran konsep keilmuan khususnya pada jurusan pendidikan matematika yang sangat ?é?ámudah terlupakan. Diperlukan model pembelajaran lain yang mampu meningkatkan pemahaman mahasiswa terhadap konsep-konsep matematika. Salah satunya adalah melalui Model Pembelajaran Generatif. Model pembelajaran ini dikembangkan berdasarkan bahwa pengetahuan dibangun sendiri oleh mahasiswa yang diarahkan untuk mengkonstruksi fakta-fakta yang dimiliknya seperti membangun ide tentang suatu fenomena atau membangun arti untuk suatu istilah dan juga membangun strategi untuk sampai pada sebuah kesimpulan yang tepat. Dengan demikian, melalui penggunaan model pembelajaran generatif mahasiswa dapat meningkatkan pemahamannya terhadap konsep matematika. ?é?á Kata Kunci : Model Pembelajaran generatif, Pemahaman Konsep
PENINGKATAN KUALITAS PEMBELAJARAN TRIGONOMETRI MELALUI MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM POSING TIPE PRE SOLUTION POSING SECARA BERKELOMPOK BERBASIS KARAKTER BANGSA
Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas yang bertujuan meningkatkan kualitas pembelajaran trigonometri dan menanamkan nilai-nilai yang menjadi karakter bangsa melalui model pembelajaran problem posing tipe pre solution posing secara kelompok berbasis Karakter bangsa pada mahasiswa IKIP PGRI Semarang Jurusan Matematika semester 2. Pada penelitian ini akan digunakan 2 siklus, yang masing-masing siklus terdiri dari 4 tahap yaitu (a)Persiapan, (b) Penerapan Metode, (c) Observasi dan Interprestasi (d) Analisis dan refleksi untuk rencana berikutnya. Dari hasil penelitian ketuntasan belajar klasikal pada siklus 1 diperoleh 77,42 %?é?á dan ketuntasan belajar klasikal yang diperoleh pada siklus 2 mampu mencapai 93,55%. Dari hasil tersebut menunjukkan dengan pembelajaran trigonometri melalui model pembelajaran problem posing berbasis karakter bangsa ini ?é?ádapat; (1) meningkatkan kualitas pembelajaran yang berimbas pada peningkatan prestasi belajar siswa, (2) Meningkatkan minat mahasiswa untuk belajar matakuliah Trigonometri, dan (3) Menanamkan nilai-nilai karakter bangsa. ?é?á Kata kunci : Kualitas pembelajaran, Model pembelajaran problem posing, Karakter bangs
POTENSI PROGRAM CABRI 3D UNTUK MENDUKUNG PEMBELAJARAN GEOMETRI ANALIT DI PERGURUAN TINGGI
In IKIP PGRI semarang especially lecturer mathematic and fisic programe,?é?á I think not more lecturer?é?á use software mathematic programe to improve creativity student,?é?á many student can not visuality many problem mathematic, especially about geometri topic. At this research get population is student grade 3 and ?é?áclass 3B is sample. Many student very interesting to practice with cabri 3D software because they are not use before. After practice software many student think that software cabri 3D very important to visualitiy intersection two or more in geometri analit topic. After post test geometri analit, 3B class get average value 76,40 more good than average value all class is 70,25. And than motivation dan creativity student in class experiment get 73,24% more good compare regular class is 68,30% following questioner test APKG IKIP PGRI Semarang. I hope with cabri 3D programme can make many lecturer, teacher and student like mathematic lesson especially geometri analit topic. Keyword: Cabri 3D, creativity, mathematic learning, visuality and exploration
UPAYA MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA DENGAN MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM SOLVING PADA MATERI LUAS DAN VOLUME BANGUN RUANG SISI LENGKUNG KELAS IX D DI SMP NEGERI 33 SEMARANG
Matematika merupakan ilmu yang bersifat universal. Agar tujuan pembelajaran tercapai maka guru matematika perlu berinovasi dan memilih metode pembelajaran yang tepat. Apakah penggunaan model pembelajaran problem solving pada materi bangun ruang sisi lengkung dapat meningkatkan hasil belajar peserta didik kelas IX D di SMP Negeri 33 Semarang?. ?é?á?é?áMasalah dalam penelitian ini adalah mengapa siswa selalu mengalami kesulitan dalam menentukan luas dan volume bangun ruang sisi lengkung, maka siswa beranggapan bahwa matematika itu sulit dan membingungkan. Pada penelitian ini model pembelajaran yang dipilih adalah Problem Solving. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan hasil belajar peserta didik?é?á pada?é?á materi?é?á bangun ruang?é?á sisi lengkung di kelas IX D dengan menggunakan model pembelajaran problem solving.?é?á Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas. Populasi penelitian adalah semua siswa kelas IX SMPN 33 Semarang tahun pelajaran 2009/2010, dan sebagai sampel diambil satu kelas secara acak,?é?á sebagai kelompok eksperimen?é?á diberi pembelajaran problem solving. Variabel yang dikaji adalah aktivitas, motivasi dan hasil belajar. Data diperoleh melalui: (1) observasi, (2) angket, dan (3) tes kemampuan kognitif. Hasil penelitian menunjukan: Pada siklus I. Nilai minimum aktivitas sebesar 35 atau 58%, sedangkan nilai maksimumnya aktivitas sebesar 58 atau 97%. Rata-rata aktivitas siswa pada siklus I adalah 48 atau 80 %. hasil belajar siswa mempunyai nilai terendahnya 60 tertinggi 90, rata-ratanya 77. Dari 38 siswa yang tuntas secara individual 33 siswa, sedang 5 siswa belum tuntas. Secara klasikal ketuntasan hasil belajar siswa pada siklus Isebesar 86,8%. ?é?á?é?áPada siklus dua?é?á diperoleh skor?é?á?é?á minimum aktivitas sebesar 39 atau 65%. Sedangkan nilai maksimum aktivitas sebesar 59 atau 98%, motivasi mempunyai nilai minimum sebesar 39 atau 65%.?é?á ?é?ánilai maksimum motivasi sebesar 59 atau 98%. Rata-ratanya 53 atau 88%. Dari 38 semua siswa yang mencapai batas ketuntasan secara individual maupun klasikal. Sedangkan hasil belajar siswa minimal 66 dan maksimal 100. Rata-ratanya 85.?é?á Dari siklus I dan II terdapat peningkatan ketuntasan belajar dari 86,8% menjadi 100%.Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa pembelajaran matematika dengan menggunakan Model Problem Solving dapat meningkatkan aktivitas, motivasi dan hasil belajar siswa pada materi bangun ruang sisi lengkung di kelas IX D. Kata Kunci : Problem Solving, Luas dan Volume Bangun Ruang Sisi Lengkung
PEMBELAJARAN MATEMATIKA MENGGUNAKAN MODEL PEMBELAJARAN RESOURCE BASED LEARNING
Resource Based Learning (RBL) atau belajar berdasarkan sumber adalah suatu proses pembelajaran yang langsung menghadapan siswa dengan suatu atau sejumlah sumber belajar secara individu atau kelompok dengan segala kegiatan yang bertalian dengan sumber belajar. Pembelajaran Matematika menggunakan model RBL bisa dilakukan dengan Memanfaatkan sepenuhnya segala sumber informasi sebagai sumber bagi pelajaran matematika; memberi pengertian kepada siswa tentang luas dan keaneka ragamnya sumber-sumber informasi yang dapat di manfaatkan untuk belajar matematika; bisa untuk mengganti aktivitas siswa dalam belajar matematika tradisional dengan belajar matematika aktif; bisa meningkatkan motivasi belajar matematika; memberi kesempatan kepada siswa untuk belajar matematika menurut kecepatan dan kesanggupan masing-masing.Lebih fleksibel dalam penggunakan waktu dan ruang belajar matematika.serta berusaha mengembangkan kepercayaan akan diri sendiri. Dalam memilih model pembelajarn yang akan digunakan dalam proses pembelajara matematika guru perlu menyesuaikan dengan pokok bahasa yang di akan disajian, dan guru perlu mengembangkan serta meningkatkan kreatifitasnya, sehingga?é?á proses pembelajaran?é?á matematika yang terjadi lebih bervariasi. Kata Kunci : Pemebelajaran, Matematika, Resource Based Learnin