AKSIOMA : Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika
Not a member yet
    382 research outputs found

    FAKTOR PENDUKUNG DAN FAKTOR PENGHAMBAT YANG DIHADAPI GURU MATEMATIKA DI SMA NEGERI 6 CIREBON DALAM MELAKSANAKAN KINERJA BERDASARKAN STANDAR KOMPETENSI GURU

    Get PDF
    Guru adalah elemen kunci dalam sistem pendidikan, oleh karena itu guru matematika harus memiliki pemahaman yang mendasar dan komprehensif tentang regulasi dan substansinya yang telah ditetapkan oleh pemerintah. Kinerja yang baik merupakan tolak ukur tingkat keberhasilan guru matematika dalam menjalankan tugasnya. Guru perlu merancang kegiatan pembelajaran yang dapat memperbaiki kualitas pembelajaran. Agar kinerja guru matematika terstandar dan terarah adalah dengan berpedoman pada Standar Kualifikasi akademik dan Kompetensi Guru. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan faktor pendukung dan faktor penghambat yang dihadapi guru matematika di SMA Negeri 6 Cirebon dalam melaksanakan kinerja berdasarkan standar kompetensi guru. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan deskripstif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat beberapa faktor pendukung dan faktor penghambat sehingga guru matematika pada khususnya di SMA Negeri 6 Cirebon dalam melaksanakan kinerja yang sesuai dengan standar kompetensi belum maksimal. Kata kunci : Kinerja guru matematika, Standar kompetensi

    PEMBELAJARAN DISCOVERY LEARNING MENGGUNAKAN TANGRAM GEOGEBRA UNTUK MENEMUKAN LUAS PERSEGI

    Get PDF
    Pembelajaran discovery learning sejalan dengan pandangan konstruktivisme yang dapat membantu siswa mengkonstruk pengetahuannya sendiri melalui sebuah kegiatan penemuan. Oleh karena itu perlu disajikan contoh pembelajaran discovery learning yang bertujuan untuk menemukan suatu konsep penemuan luas. Dengan discovery learning siswa akan dihadapkan pada suatu keadaan yang menggugah keinginan mereka untuk bereksplorasi. Dalam eksplorasi tersebut membutuhkan alat peraga atau media yang tepat agar siswa dapat mencoba, mengamati, bernalar, dan mengemukakan gagasan tentang ide-ide matematis. Dengan menggunakan software GeoGebra siswa akan belajar membuat tangram sebagai objek eksplorasi dalam pembelajaran discovery learning. Kata Kunci: Discovery Learning, Tangram, GeoGebr

    PENGEMBANGAN BAHAN AJAR MATEMATIKA SMK BERBASIS SOFTWARE GEOMETERS SKETCHPAD DENGAN PENDEKATAN ETHNOMATHEMATIC

    Get PDF
    Penelitian ini berjudul ?óÔé¼?ôPengembangan Bahan Ajar Matematika SMK Berbasis Software Geometers Sketchpad dengan Pendekatan Ethnomathematic?óÔé¼?Ø. Permasalahan yang muncul dalam penelitian ini adalah ?óÔé¼?ôBagaimana proses pengembangkan bahan ajar Matematika SMK Berbasis Software Geometers Sketchpad dengan pendekatan matematika realistik yang teruji valid??óÔé¼?Ø.Tujuan yang ingin dicapai melalui penelitian ini adalah untuk mengetahui proses pengembangan bahan ajar Matematika SMK Berbasis Software Geometers Sketchpad dengan pendekatan Ethnomathematic hingga bahan ajar tersebut mendapat pengakuan valid oleh para ahli di bidangnya. Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan. Perangkat yang dikembangkan adalah bahan ajar Matematika SMK Berbasis Software Geometers Sketchpad dengan pendekatan Ethnomathematic. Model pengembangan bahan ajar yang digunakan adalah dengan memodifikasi model 4-D. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah metode observasi. Data yang diperoleh akan dianalisis secara diskriptif sehingga diperoleh gambaran tentang proses pengembangan bahan ajar hingga diperoleh bahan ajar yang teruji valid secara isi oleh para validator yang ahli dibidangnya. Dari hasil penelitian dapat disimpukan bahwa pengembangan bahan ajar Matematika SMK dengan model 4-D telah sesuai dengan pendekatan Ethnomathematic. Selain itu, bahan ajar telah memenuhi kriteria/valid, yaitu validator ahli materi dengan skor rata-rata 77,50?é?á dan validator ahli media komputer dengan skor rata-rata 82,66. Hasil penelitian ini dapat digunakan sebagai masukan bagi guru-guru untuk menjadikan alternatif dalam pelaksanaan pembelajaran?é?á Matematika SMK sesuai kurikulum 2013. Kata Kunci: Ethnomathematic, Geometers Sketchpad, Matematika SM

    TINGKAT KEPUASAN MAHASISWA TERHADAP LAYANAN TUTORIAL ONLINE MATA KULIAH KURIKULER MATEMATIKA SMA

    Get PDF
    Melihat kondisi tutorial online di UPBJJ-UT Semarang masih dijumpai beberapa kendala yaitu 1) mahasiswa merasa tidak mantap ketika proses perkuliahan dilakukan secara online, mereka lebih suka perkuliahan dilakukan secara face to face (tatap muka). 2) mahasiswa UPBJJ-UT Semarang sebagian besar adalah guru-guru di pedesaan yang sampai saat ini masih lemah dalam penguasaan ICT (Information Computer Technology), sehingga bagi mereka tutorial online menjadi tidak menarik. 3) sebagian besar mahasiswa UPBJJ-UT Semarang masih sedikit yang memiliki seperangkat komputer/laptop untuk proses tutorial online. 4) keterbatasan sarana prasarana komputer dan jaringan internet di wilayah UPBJJ-UT Semarang yang tergolong terpencil, yang belum berjalan secara maksimal. Untuk itu perlu dilakukan penelitian tentang kepuasan mahasiswa terhadap layanan pembelajaran online yang telah berjalan selama ini. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen jenis ex post facto (Kerlinger, 1993) yang bertujuan untuk pengaruh tutorial online terhadap prestasi belajar mahasiswa pada mata kuliah materi kurikuler matematika SMA yang memenuhi kriteria efektif. Untuk keperluan memenuhi kriteria efektif, diperlukan instrumen penelitian yang meliputi pembelajaran tutorial online mahasiswa berkaitan dengan tingkat kepuasan layanan dan hasil belajar mahasiswa, kemudian data yang diperoleh diolah dengan analisis inferensial. Hasil penelitian: (1) dihasilkan produk media online berbasis blog yang berisi materi matematika SMA dan angket online dan tes online. (2) diketahui tingkat kepuasan mahasiswa terhadap layanan tutorial online berbasis ProProfs di UPBJJ-UT Semarang lebih dari 70% responden menyatakan puas terhadap layanan tutorial online melalui blog yang dibuat sendiri. (2) diketahui hasil belajar mahasiswa dengan adanya tutorial online di UPBJJ-UT Semarang mengalami peningkatan yang signifikan dengan rata-rata nilai mahasiswa lebih dari 75 . Kata kunci: tingkat kepuasan mahasiswa, pembelajaran online, Kurikuler matematika SMA

    ANALISIS PROFIL MULTIPEL REPRESENTASI MAHASISWA PADA MATA KULIAH ANALISIS RIIL BERDASARKAN PRINSIP-PRINSIP TEORI BELAJAR DAVID AUSUBEL

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan profil multipel representasi mahasiswa berdasarkan prinsip-prinsip teori belajar David Ausubel. Jenis penelitian ini adalah kualitatif-eksploratif karena prosedur penelitiannya menghasilkan data deskriptif berupa kata-kata tertulis atau lisan dari subjek penelitian yang diamati, dan mengungkapkan profil representasi multipel mahasiswa dalam memecahkan masalah pada analisis riil. Dalam penelitian ini data yang diperoleh berupa catatan hasil pekerjaan mahasiswa dalam memecahkan masalah analisis riil berdasarkan prinsip-prinsip belajar bermakna secara tertulis dan transkrip hasil wawancara peneliti dengan subjek penelitian setelah subjek penelitian mengerjakan masalah analisis riil. Subyek dalamm penelitian ini ada 3 mahasiswa dengan self efficacy (tingkat kemandirian) berbeda. Tempat penelitian dilakukan di program studi pendidikan matematika Universitas PGRI Semarang. Hasil Analisis profil multipel representasi mahasiswa matematika yang mengikuti kuliah analisis riil dengan tingkat kemandirian sedang dan rendah yaitu M3 (kemandirian sedang) dan M4 (kemandirian rendah) sama sekali belum terlihat, namun pada mahasiswa dengan tingkat kemandirian tinggi (M2) multipel representasi sudah terlihat walaupun masih sebagian(representasi verbal dan gambar). Sedangkan dimensi proses berpikir yang berorientasi pada pembelajaran bermakna David Ausubel yang meliputi: dimensi proses berpikir yang berorientasi prosedur, berorientasi proses, berorientasi obyek, berorientasi konsep dan versalite (kecakapan) juga belum diperlihatkan oleh mahasiswa dengan tingkat kemandirian sedang maupun rendah, namun mhasiswa dengan kemandirian tinggi sudah memperlihatkan dimensi berpikir yang berorientasi proses, konsep dan obyek. Tahapan kecakapan berpikir (versalite) belum diperlihatkan oleh mahasiswa dengan kemandirian tinggi, sedang maupun rendah namun pada tahapan berpikir secara konseptual sudah diperlihatkan oleh ketiganya. Jadi profil multipel representasi mahasiswa yang dilihat dari konsep belajar bermakna D. Ausubel dengan tingkat kemandirian yang berbeda baru terlihat pada mahasiswa dengan kemandirian tinggi. Kata Kunci: Multipel Representasi, Analisis Riil,?é?á Teori Belajar D. Ausube

    PENGEMBANGAN E-MODUL DENGAN MODEL GUIDED NOTE TAKING PADA MATA KULIAH PENDIDIKAN MATEMATIKA II PROGRAM S1 PGSD BI DI POKJAR KOTA SEMARANG

    Get PDF
    Penelitian ini dilatar belakangi oleh kurangnya minat mahasiswa program BI dalam proses kegiatan tutorial, padahal mereka adalah lulusan sarjana semua baik pendidikan maupun non kependidikan, kemudian diketahui masih banyak mahasiswa yang mendapat nilai dibawah 70, hal ini dikarenakan kurangnya kemampuan tutor dalam menciptakan inovasi baru dalam proses tutorial. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan suatu media pembelajaran berupa modul elektronik pembelajaran matematika dengan model Guided Note Taking pada mata kuliah pendidikan matematika II, sehingga menghasilkan media pembelajaran yang layak dan efektif digunakan selama proses pembelajaran, serta diharapkan dapat meningkatkan hasil belajar mahasiswa. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian Research and Development. Penelitian ini dilakukan dengan dua tahap. Tahap pertama untuk pengembangan produk menggunakan model ADDIE dan tahap kedua untuk menguji keefektifan produk melalui tes uji coba dengan desain eksperimen Posttest-Only Control Design. Berdasarkan kriteria kevalidan ditunjukkan oleh hasil validasi ahli materi dan ahli media. Pada validasi ahli?é?á materi menunjukkan persentase sebesar 85,75% dan validasi ahli?é?á media sebesar 94,25%. Dari persentase kedua ahli dapat terlihat skor penilaian masing-masing berada pada interval 81% -100% yang menempatkan posisi kriteria sangat baik, jadi media E-Modul dengan menggunakan model Guided Note Taking valid digunakan pada proses pembelajaran. Pada kriteria efektif produk ditunjukkan dari prestasi belajar kelas eksperimen lebih baik dibanding kelas kontrol dengan menggunakan uji-t pihak kanan, dengan analisis menggunanakan uji-t didapatkan?é?á thitung ttabel yaitu 1,82 1,67, maka Ho ditolak artinya pembelajaran dengan menggunakan media E-Modul dengan menggunakan model Guided Note Taking lebih baik dibandingkan dengan pembelajaran konvensional. Jadi dapat disimpulkan bahwa media E-Modul dengan menggunakan model Guided Note Taking efektif digunakan sebagai proses pembelajaran. Kata Kunci: E-Modul, Guided Note Taking, Pendidikan Matematika I

    ANALISIS STRUCTURAL EQUATION MODELING PADA PENGARUH KEBIASAAN MENGAKSES FACEBOOK TERHADAP KUALITAS HIDUP DAN PRESTASI AKADEMIK MAHASISWA

    Get PDF
    Hadirnya media jejaring sosial Facebook di kalangan pelajar telah merubah cara mereka dalam berkomunikasi, berbagi informasi, membangun jejaring, menjaga relasi, berkencan, bahkan belajar. Kenyataan menunjukkan bahwa saat ini Facebook telah menjadi media jejaring sosial yang paling banyak digemari pelajar dan mahasiswa. Namun demikian, mengakses Facebook secara berlebihan dapat menguras waktu-waktu efektif penggunanya (Kuss Griffiths, 2011). Di satu sisi, Facebook dapat memberikan manfaat, seperti mendapatkan asistensi, bantuan konsultasi dari dosen atau sharing bahan kuliah, materi dan catatan kuliah (Ulusu, 2010). Namun di sisi lain, penggunaan Facebook bisa membuang waktu, dapat menyebabkan seseorang menunda dan merubah prioritas (Vivian, 2011), menyebabkan pemborosan (karena biaya tambahan untuk surfing di dunia maya), bahkan kecanduan (Kuss Griffiths, 2011). Penelitian ini berusaha mengetahui pengaruh Facebook terhadap kualitas hidup dan prestasi akademik mahasiswa. Sampel sebanyak 210 diambil dari tiga perguruan tinggi dengan metode multistage proportional random sampling, sedangkan analisis data dilakukan menggunakan Structural Equation Modelling (SEM) dengan software Lisrel 8.80 (student version). Hasil penelitian menunjukkan, meskipun sesuai dengan dugaan peneliti bahwa Facebook memberikan pengaruh negatif terhadap kualitas hidup, namun pengaruh tersebut tidak signifikan. Hal ini terbukti dari nilai t sebesar -1.90 (lebih kecil dari 1,96). Demikian pula, dalam persamaan struktural yang dihasilkan, kualitas hidup dan Facebook secara bersama-sama memberikan pengaruh yang tidak signifikan terhadap prestasi akademik (dengan nilai t berturut-turut adalah 0,69 dan -0,92)

    ANALISIS KESULITAN BELAJAR SISWA KELAS II PADA MATERI PENJUMLAHAN DAN PENGURANGAN BILANGAN

    Get PDF
    Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kesulitan yang dialami siswa kelas II dalam menyelesaikan soal penjumlahan dan pengurangan bilangan serta memberikan alternatif solusinya. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas II semester I Sekolah Dasar Negeri Kalibeluk 01 Kecamatan Warungasem Kabupaten Batang Propinsi Jawa Tengah. Informan kunci dalam penelitian ini adalah guru kelas II, sedangkan informan selanjutnya adalah siswa kelas II yang diambil berdasarkan saran informan kunci dan nilai Ujian Tengah Semester I yang kemudian digolongkan ke dalam kriteria akademik tinggi, sedang, dan rendah. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah tes tertulis, wawancara, dan dokumentasi, sedangkan untuk menguji keabsahan data digunakan teknik triangulasi. Berdasarkan hasil penelitian disimpulkan bahwa bentuk kesulitan belajar siswa dalam materi penjumlahan dan pengurangan bilangan meliputi miskonsepsi pada operasi yang melibatkan bilangan nol, belum menguasai prosedur penjumlahan bilangan dengan cara menyimpan dan pengurangan bilangan dengan cara meminjam; kesulitan memaknai soal cerita; serta kekurangtelitian dalam mengerjakan soal. Solusi yang ditawarkan untuk mengantisipasi kesulitan belajar siswa selama dilaksanakan proses pembelajaran meliputi menerapkan pembelajaran yang didasarkan pada prinsip pembelajaran matematika, pemberian soal latihan yang bersifat konstruktif, dan pemberian penguatan terhadap konsep yang belum dipahami siswa. Sedangkan solusi untuk mengatasi kesulitan belajar siswa setelah dilaksanakan proses pembelajaran meliputi pengajaran remedial yang didasarkan pada prinsip pembelajaran matematika. Berdasarkan kesimpulan tersebut, dapat dikemukakan saran yaitu guru hendaknya memperhatikan tingkat penguasaan materi siswa; guru dapat mengajarkan konsep dengan cara menekankan definisi dan sifat, menekankan contoh dan alasannya, dan membandingkan objek yang tidak sesuai dengan konsep; guru hendaknya mengkaitkan materi pembelajaran dengan konteks riil dan saling terintegrasi dengan materi yang lain; serta bagi para insan pendidikan hendaknya lebih sering melakukan penelitian sehingga permasalahan di dalamnya dapat terungkap dan dapat ditemukan solusinya. Keywords: Kesulitan Belajar, Penjumlahan dan Pengurangan Bilangan

    EKSPERIMENTASI PEMBELAJARAN MATEMATIKA DENGAN PENDEKATAN REALISTIC MATHEMATICS EDUCATION (RME) DAN PROBLEM POSING DITINJAU DARI GAYA BELAJAR SISWA

    Get PDF
    Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui: (1) Apakah pembelajaran matematika pada materi kelipatan dan faktor dengan pendekatan Realistic Mathematics Education (RME) lebih baik daripada pembelajaran dengan pendekatan Problem Posing (2) Apakah peserta didik yang mempunyai gaya belajar visual akan mempunyai prestasi belajar lebih baik dibanding dengan peserta didik yang mempunyai gaya belajar auditorial, peserta didik yang mempunyai gaya belajar visual akan mempunyai prestasi belajar yang lebih baik dibanding peserta didik yang mempunyai gaya belajar kinestetik, dan peserta didik yang mempunyai gaya belajar auditorial akan mempunyai prestasi belajar yang lebih baik dibanding peserta didik yang mempunyai gaya belajar kinestetik. (3) Apakah perbedaan prestasi belajar dari masing-masing pendekatan pembelajaran konsisten terhadap masing-masing gaya belajar siswa dan apakah perbedaan antara masing-masing gaya belajar siswa konsisten pada setiap pendekatan pembelajaran. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental semu dengan desain faktorial 23. Populasi dari penelitian ini adalah seluruh siswa kelas IV (empat) SD Negeri di Kecamatan Grobogan. Pengambilan sampel dilakukan dengan stratified cluster random sampling. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 188 orang dengan rincian 97 orang untuk kelas eksperimen 1 dan 91 orang untuk kelas eksperimen 2. Instrumen yang digunakan untuk mengumpulkan data adalah tes prestasi belajar matematika dan angket gaya belajar siswa. Uji keseimbangan menggunakan uji rerata t, dengan ?é?ádiperoleh kesimpulan bahwa kedua kelompok eksperimen dalam keadaan seimbang. Uji prasyarat meliputi uji normalitas dengan menggunakan metode uji Lilliefors dan uji homogenitas menggunakan metode Bartlett dengan statistik uji Chi Kuadrat. Dengan ?é?ádiperoleh kesimpulan bahwa sampel berasal dari populasi yang berdistribusi normal dan homogen. Berdasarkan uji hipotesis diperoleh kesimpulan bahwa: (1) Pendekatan pembelajaran RME memberikan prestasi yang sama dengan pendekatan Problem Posing. (2) Terdapat perbedaan efek gaya belajar. Siswa dengan gaya belajar visual memiliki prestasi belajar yang sama dengan siswa yang memiliki gaya belajar auditorial. Siswa dengan gaya belajar visual memiliki prestasi belajar yang lebih baik daripada siswa dengan gaya belajar kinestetik, dan siswa dengan gaya belajar auditorial memiliki prestasi yang sama dengan siswa yang memiliki gaya belajar kinestetik. (3) Perbedaan prestasi belajar dari masing-masing metode pembelajaran tidak konsisten terhadap masing-masing gaya belajar siswa dan perbedaan antara masing-masing gaya belajar siswa tidak konsisten pada setiap motode pembelajaran. Pada pembelajaran dengan pendekatan RME, siswa dengan gaya belajar visual memiliki prestasi yang sama baiknya dengan siswa dengan gaya belajar auditorial, siswa dengan gaya belajar visual memiliki prestasi yang lebih baik daripada siswa dengan gaya belajar kinestetik dan siswa dengan gaya belajar auditorial?é?á memiliki prestasi yang sama baiknya dengan siswa dengan gaya belajar kinestetik. Pada pembelajaran dengan pendekatan Problem Posing, semua gaya belajar memberikan prestasi yang sama, baik gaya belajar visual, auditorial maupun kinestetik. Pada siswa dengan gaya belajar visual, pendekatan RME memberikan prestasi belajar yang lebih baik daripada pendekatan Problem Posing, pada siswa dengan gaya belajar auditorial dan kinestetik, pendekatan RME memberikan prestasi belajar sama dengan pendekatan Problem Posing. Kata kunci: Realistic Mathematics Education (RME), Problem Posing, Gaya Belajar Sisw

    MENGEMBANGKAN KEMAMPUAN GURU MATEMATIKA DALAM MENYUSUN SOAL BERMUATAN LITERASI MATEMATIKA SEBAGAI WUJUD IMPLEMENTASI KURIKULUM 2013

    Get PDF
    Tahun 2011, Kemdikbud telah menggalakkan kegiatan pelatihan bagi guru pelajaran matematika, yang dikenal dengan nama Program Bermutu (Better Education through Reformed Management and Universal Teacher Upgrading). Salah satu kegiatannya adalah meningkatkan kemampuan guru dalam membuat soal yang bermuatan literasi matematika. Program ini diteruskan oleh Kemdikbud dengan menelurkan kurikulum baru yang kita kenal dengan nama Kurikulum 2013. Dalam Permendikbud Nomor 081A Tahun 2013, dituliskan bahwa implementasi Kurikulum2013 ini, materi pelajaran diajarkan dengan pendekatan saintifik yang meliputi tahapan: mengamati, menanya, mengumpulkan informasi, mengasosiasi/menalar,?é?á dan mengkomunikasikan. Jika pemerintah menganggap bahwa kompetensi guru tentang literasi matematika perlu diberikan dan ditingkatkan melalui program Bermutu, maka sudah selayaknya Perguruan Tinggi pencetak guru matematika harus menyiapkan mahasiswanya agar memiliki kompetensi dalam pembuatan soal-soal matematika yang bermuatan literasi matematika. Indonesia sebagai negara yang cukup disegani di dunia internasional, jelas Indonesia harus melibatkan para siswanya untuk mengikuti berbagai lomba matematika atau kegiatan sejenis di tingkat internasional diajang bergengsi seperti PISA dan TIMSS. Hasil lomba, diumumkan dan terbuka untuk diketahui oleh masyarakat dunia karena diakses melalui internet. Bahkan, guru-guru pelajaran matematika yang mengikuti PLPG, di akhir kegiatan juga harus menempuh uji kompetensi dengan soal-soal matematika yang bermuatan literasi matematika. Apa dan bagaimana cara mengajarkan soal-soal yang bermuatan literasi matematika melalui pendekatan ilmiah, akan dibahas dalam artikel ini. Kata kunci: Literasi matematika, pendekatan saintifik, Kurikulum 2013

    364

    full texts

    382

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    AKSIOMA : Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇