AKSIOMA : Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika
Not a member yet
382 research outputs found
Sort by
Analisis Kemampuan Berfikir Kritis Matematis Siswa SMP Tingkat Rendah Pada Pembelajaran Berbasis Masalah dengan Green’s Motivational Strategies
Berpikir kritis merupakan salah satu hal yang penting dalam belajar matematika. Salah satu upaya yang dilakukan untuk meningkatkan berpikir kritis adalah pembalajaran berbasis masalah. Namun, pembelajaran berbasis masalah memiliki kelemahan yaitu kurang cocok untuk siswa dengan kemampuan rendah dan sedang. Selain itu pembelajaran barbasis masalah juga kurang meiningkatkan motivasi. Pada siswa sekolah berlevel sedang dan rendah, dibutuhkan alat atau cara yang apat menjembatani antara kondisi siswa disekolah level sedang dan rendah dengan pembelajaran berbasis masalah. Peneliti mencoba mengajukan solusi yaitu menyertakan pembelajaran berbasis masalah dengan green’s motivational strategies. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis proses berpikir kritis yang siswa peroleh setelah pembelajaran berbasis masalah dengan green’s motivational strategies. Adapun metode penelitian yang dilakukan adalah kualitatif. Siswa dengan kemampuan awal rendah menguasai 5 indikator berpikir kritis sedangkan siswa dengan kemampuan awal sedang menguasai 6 indikator kemampuan berpikir kritis. Selain kemampuan awal siswa yang mengalami perubahan menjadi lebih baik, siswa juga merasa lebih nyaman dan lebih percaya diri
Analisis Hambatan Belajar (Learning Obstacle) Siswa SMP Pada Materi Statistika
Pembelajaran statistika di SMP yang berlangsung selama ini tidak memperhatikan hambatan belajar  (learning obstacle) yang siswa alami, pada umumnya guru menyampaikan materi mengacu pada dokumen bahan ajar berupa buku paket atau buku-buku referensi. Oleh karena itu penting dilakukan sebuah penelitian yang mengkaji tentang hambatan belajar (learning obstacle) pada materi statistika SMP. Pembelajaran yang dirancang berdasarkan hambatan belajar (learning obstacle) akan menciptakan proses pembelajaran yang optimal.  Adapun tujuan dari penelitian ini adalah  menganalisis hambatan belajar yang terkait dengan materi statistika SMP dan faktor-faktor penyebabnya. Metode yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Berdasarkan hasil penelitian, diperoleh kesimpulan tersebut sebagai berikut. Siswa pada tingkat rendah mengalami kesulitan yang lebih besar dari pada siswa pada tingkat tinggi hampir pada setiap indikator.  Dalam pembelajaran statistika siswa mengalami ontogenic obstacle, epistemological obstacle dan didactical obstacle hal ini terlihat dari hasil tes, wawancara dan studi dokumen yang dilakukan oleh peneliti.Kata kunci: learning obstacle, ontogenic obstacle, epistemological obstacle, didactical obstacle, statistika
PENGEMBANGAN POCKET BOOK BERBANTUAN GEOGEBRA DENGAN PENDEKATAN PMRI (PENDIDIKAN MATEMATIKA REALISTIK INDONESIA) PADA MATERI SEGIEMPAT KELAS VII SMP/MTs.
Dari hasil observasi di lapangan media pembelajaran matematika yang digunakan berupa buku paket dan penyajian materi dalam buku paket didominasi oleh penulis sehingga siswa bersikap pasif memahami apa yang dijelaskan penulis untuk itu pengembangan media pembelajaran berbentuk pocket book berbantuan GeoGebra dengan pendekatan PMRI sangat diperlukan. Penelitian pengembangan ini dilakukan dengan menggunakan model 3-D yang diadaptasi dari model 4-D yaitu melalui tahap pendefinisian (Define), perencanaan (Design), dan pengembangan (Develop). Desain penelitian yang digunakan adalah quasi eksperiment. Hasil penelitian menunjukkan bahwa telah berhasil dikembangkan pocket book berbantuan GeoGebra dengan pendekatan PMRI ditunjukkan dengan penilaian validator oleh ahli media diperoleh persentase 89,26%, ahli materi 85,77%, dan tanggapan siswa 90,5%. Berdasarkan analisis data tersebut dinyatakan media pembelajaran berkategori valid. Selanjutnya perhitungan analisis akhir, diperoleh hasil rata-rata nilai kelas eksperimen = 80,5294 dan rata-rata nilai kelas kontrol = 72. Untuk uji hipotesis menggunakan uji t pihak kanan dan diperoleh t = 3,2872, maka rata-rata kelas eksperimen lebih baik daripada rata-rata kelas kontrol. Uji ketuntasan belajar individu dilakukan uji z satu pihak kanan dan diperoleh z = 1,7806, maka ketuntasan belajar individu kelas eksperimen tercapai. Uji ketuntasan belajar klaksikal menggunakan uji proporsi (uji t satu pihak kanan) dan diperoleh t = 6,1842, maka kelas eksperimen telah mencapai ketuntasan belajar secara klasikal. Dengan terpenuhinya uji ketuntasan dan uji beda rata-rata dapat disimpulkan bahwa pocket book berbantuan GeoGebra dengan pendekatan PMRI pada materi segiempat efektif dalam proses pembelajaran matematika
EFEKTIFITAS MODEL PEMBELAJARAN DISCOVERY LEARNING DENGAN THINK-TALK-WRITE (TTW) DENGAN BERBANTU CABRI II PLUS 1.4 DAN ALAT PERAGA TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA PADA MATERI SEGITIGA DAN SEGI EMPAT KELAS VII
Penelitian ini dilatarbelakangi karena proses pembelajaran matematika, guru masih menggunakan model pembelajaran yang konvensional yang cenderung membuat suasana kelas monoton, membosankan dan kurang menarik untuk itu model pembelajaran Discovery Learning dengan berbantu Cabri II Plus 1.4 dan alat peraga dan model pembelajaran Think-Talk-Write (TTW) dengan berbantu Cabri II Plus 1.4 dan alat peraga sangat diperlukan. Penelitian ini adalah kuantitatif dengan menggunakan teknik cluster random sampling. Data diperoleh dari uji post-test dengan soal uraian. Desain penelitian yang digunakan adalah quasi eksperiment. Berdasarkan analisa dari perhitungan ANAVA diperoleh nilai Fhitung Ftabel, maka terdapat perbedaan dari hasil belajar siswa yang menggunakan model pembelajaran Discovery Learning dengan berbantu Cabri II Plus 1.4 dan alat peraga, model pembelajaran Think-Talk-Write (TTW) dengan berbantu Cabri II Plus 1.4 dan alat peraga dan model pembelajaran konvensional. Dari perhitungan uji t dua pihak diperoleh , jadi tidak ada perbedaan hasil belajar siswa yang menggunakan model pembelajaran Discovery Learning dengan berbantu Cabri II Plus 1.4 dan alat peraga dan model pembelajaran Think-Talk-Write (TTW) dengan berbantu Cabri II Plus 1.4 dan alat peraga. Dari perhitungan uji t satu pihak kanan diperoleh thitung ttabel, maka hasil belajar siswa yang menggunakan model pembelajaran Discovery Learning dengan berbantu Cabri II Plus 1.4 dan alat peraga dan model pembelajaran Think-Talk-Write (TTW) dengan berbantu Cabri II Plus 1.4 dan alat peraga lebih baik dari pada model pembelajaran konvensional. Sehingga dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran Discovery Learning dengan berbantu Cabri II Plus 1.4 dan alat peraga dan model pembelajaran Think-Talk-Write (TTW) dengan berbantu Cabri II Plus 1.4 dan alat peraga efektif diterapkan pada materi Segitiga dan Segi Empat siswa kelas VII
EFEKTIVITAS PENDEKATAN KONTEKSTUAL BERBANTUAN CD INTERAKTIF DAN E-MODUL TERHADAP PRESTASI BELAJAR SISWA PADA POKOK BAHASAN SPLDV KELAS VIII
Untuk mengetahui adanya perbedaan prestasi belajar siswa yang menggunakan model pembelajaran konvensional, dengan prestasi siswa yang menggunakan pendekatan kontekstual berbantuan CD-interaktif, serta prestasi siswa yang menggunakan pendekatan kontekstual berbantuan E-modul pada pokok bahasan SPLDV. Teknik sampling yang digunakan adalah cluster random sampling. Sampel penelitian ini adalah siswa kelas VIIID (Eksperimen 1), VIIIC (Eksperimen 2), dan VIIIB (Kontrol) di SMP Kesatrian 2 Semarang. Kelas eksperimen 1 yaitu kelas dengan pendekatan kontekstual berbantuan CD-interaktif, kelas eksperimen 2 yaitu kelas dengan pendekatan kontekstual berbantuan E-modul, dan kelas kontrol yaitu kelas dengan model pembelajaran konvensional. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian eksperimen. Pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan metode test. Sebagai analisis awal, uji normalitas dengan uji Lilliefors, uji homogenitas dengan uji Bartlett, dan uji kesamaan dua rata-rata menggunakan Anava. Metode test akhir menggunakan nilai evaluasi belajar siswa. Hasil analisis akhir diperoleh nilai rata-rata kelas eksperimen 1 = 83,263, eksperimen 2 = 80,921, dan kelas kontrol = 76,947 didapat Fhitung = 8,589 dan Ftabel = 3,081 artinya ada perbedaan yang signifikan dari ketiga kelas. Pada uji hipotesis 2 diperoleh thitung = 3,844 dan ttabel = 1,668 artinya kelas eksperimen 1 lebih baik daripada kelas kontrol. Pada uji hipotesis 3 diperoleh thitung = 2,466 dan ttabel = 1,668 artinya kelas eksperimen 2 lebih baik daripada kelas kontrol. Pada uji hipotesis 4 diperoleh thitung = 1,734 dan ttabel = 1,995 artinya tidak ada perbedaan yang signifikan antara siswa kelas eksperimen 1 dan kelas eksperimen 2. Kesimpulan penelitian ini adalah prestasi belajar siswa yang mendapat pendekatan Kontekstual berbantuan CD-interaktif dan E-modul lebih baik dari prestasi belajar dengan model pembelajaran yang biasa digunakan oleh guru, sehingga dikatakan pembelajaran efektif
PENGEMBANGAN VIDEO PEMBELAJARAN MENGGUNAKAN MODEL PROBLEM SOLVING BERBANTU WONDERSHARE PADA MATERI STATISTIKA DI SMP
Penelitian ini bertujuan untuk megembangkan video pembelajaran menggunakan model problem solving berbantu wondershare sehingga menghasilkan video pembelajaran yang layak digunakan selama pembelajaran. Model yang digunakan dalam penelitian dan pengembangan ini adalah ADDIE. Sesuai dengan namanya, ADDIE terdiri dari 5 langkah yaitu Analysis, Desain, Development, Implementation, dan Evaluation. Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu dengan angket dan tes tertulis. Hasil penilaian ahli media dan materi terhadap media, masing-masing menunjukan persentase 89,3% dan 85.06% yang berada pada kualifikasi sangat baik. Hasil belajar siswa menggunakan video pembelajaran menggunakan model problem solving berbantu wondershare lebih baik dari pada hasil belajar konvensional, diperkuat dengan hasil rata-rata siswa kelas eksperimen lebih baik dari rata-rata siswa kontrol, yaitu 85,78 dan 79,03, ketuntasan hasil belajar kelas eksperimen mencapai tuntas baik individu dan klasikal dari uraian tersebut diatas dapat disimpulkan bahwa video pembelajaran menggunakan model problem solving berbantu wondershare valid (layak menurut ahli) dan pembelajaran dengan video pembelajaran menggunakan model problem solving berbantu wondershare lebih efektif dari pada pembelajaran konvensional
EFEKTIVITAS MODEL PEMBELAJARAN GROUP INVESTIGATION BERBANTUAN KARTU SOAL TERHADAP PRESTASI BELAJAR DITINJAU DARI MOTIVASI BELAJAR PADA MATERI TURUNAN FUNGSI ALJABAR
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui (1) Apakah ada perbedaan efek antara model pembelajaran menggunakan model Group Investigation berbantuan kartu soal dengan model konvensional terhadap prestasi belajar matematika siswa (2) Apakah ada perbedaan efek antara tingkat motivasi tinggi, sedang atau rendah terhadap prestasi belajar matematika siswa (3) Apakah ada interaksi antara model pembelajaran dan motivasi belajar terhadap prestasi belajar matematika siswa. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas XI SMA Negeri 5 Semarang. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah cluster random sampling sehingga terpilih kelas XI IPA 3 yang diberikan model Group Investigation berbantuan kartu soal dan kelas XI IPA 9 yang diberikan model pembelajaran konvensional. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah menggunakan angket untuk data motivasi belajar siswa dan tes untuk data prestasi belajar. Berdasarkan uji  prasyarat disimpulkan bahwa sampel berdistribusi normal, mempunyai variansi yang sama, dan mempunyai kemampuan awal yang sama. Hasil penelitiannya adalah (1)  yang berarti bahwa model pembelajaran group investigation berbantuan kartu soal lebih efektif daripada model pembelajaran konvensional (2)  yang berarti ada perbedaan efek antara siswa dengan kategori motivasi tinggi, sedang dan rendah terhadap prestasi belajar siswa. Prestasi belajar matematika siswa yang mempunyai motivasi belajar tinggi lebih baik daripada siswa yang mempunyai motivasi belajar sedang dan rendah, prestasi belajar matematika siswa yang mempunyai motivasi belajar sedang lebih baik daripada siswa yang mempunyai motivasi belajar rendah (3)  yang berarti bahwa tidak ada interaksi antara model pembelajaran dan motivasi belajar terhadap prestasi belajar matematika pada pokok bahasan turunan fungsi aljabar.Kata Kunci: group investigation, kartu soal, prestasi belajar, motivasi belaja
PENGEMBANGAN MODUL PEMBELAJARAN BERBANTU FLIPBOOK MAKER DENGAN MODEL PEMBELAJARAN NUMBERED HEADS TOGETHER (NHT) BERBASIS TEORI VYGOTSKY MATERI POKOK RELASI DAN FUNGSI
Penelitian ini bertujuan mengembangkan modul pembelajaran berbantuan software flip book makersehingga menghasilkan media pembelajaran yang layak, serta diharapkan prestasi belajar peserta didikakan lebih meningkat. Penggunaan media dengan model pembelajaran numbered heads together berbasisteori vygotsky terbukti lebih baik dari pada pembelajaran yang menggunakan modul sebelumnya. Penelitianini menggunakan desain pengembangan model ADDIE, yaitu: analysis, design, development,implementation, evalutation. Subjek penelitian adalah peserta didik kelas VIII C dan VIII D SMP N 1Kangkung. Hasil dari validasi ahli baik sekali yaitu ahli media 83,37% dan ahli materi 91,78%. Angkettanggapan peserta didik memperoleh nilai 73,47% artinya baik. Sehingga media tersebut dapat dikatakanvalid. Dari hipotesis uji t pihak kanan diperoleh thitung ttabel yaitu 3,0703 1,67 dengan taraf signifikan5%, maka H0 ditolak. Sehingga dapat disimpulkan prestasi belajar siswa dengan menggunakan modulpembelajaran berbantuan flipbook maker dengan model NHT berbasis teori vygotsky lebih baik dari padaprestasi belajar siswa yang menggunakan modul sebelumnya pada materi relasi dan fungsi
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN PBL DAN DISCOVERY BERBANTUAN MEDIA CD INTERAKTIF TERHADAP PRESTASI BELAJAR MATERI POKOK SEGI EMPAT KELAS VII MTS AL MIFTAH SINDANG JAYA TAHUN PELAJARAN 2015/2016
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan: 1) perbedaan prestasi belajar matematika pada materi pokok segi empat antara model pembelajaran PBL dengan Discovery dengan media CD Interaktif, dan pembelajaran ekspositori pada siswa kelas VII MTs Al Miftah Sindangjaya, 2) prestasi belajar matematika pada materi pokok segi empat model pembelajaran PBL dengan media CD Interaktif pada siswa kelas VII MTs Al Miftah Sindangjaya, dan 3) prestasi belajar matematika pada materi pokok segi empat antara model pembelajaran Discovery dengan media CD Interaktif pada siswa kelas VII MTs Al Miftah Sindangjaya.Metode penelitian yang digunakan adalah true eksperimental design (eksperimen sungguhan) dengan desain statis dua kelompok. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu metode dokumentasi dan metode tes. Sampel dalam penelitian ini adalah siswa kelas VII D sebagai kelas kontrol, kelas VII A sebagai kelas eksperimen I, dan kelas VII B sebagai kelas eksperimen II.Berdasarkan hasil uji anava antara kelompok Problem Based Learning dengan Discovery menunjukkan bahwa thitung = 2,085 hasil uji t antara kelompok PBL dengan kelompok kontrol menunjukkan thitung = 4,737, dan hasil uji satu pihak antara kelompok Discovery dengan kelompok kontrol menunjukkan thitung = 2,897 sedangkan ttabel = 1,9955 maka thitung ttabel berarti H0 ditolak, dan hasil uji F antara ketiga kelompok tersebut menunjukkan Fhitung = 2,48 sedangkan Ftabel =3,09 maka Fhitung Ftabel berarti H0 diterima.Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa (1) Ada perbedaan prestasi belajar matematika siswa yang memperoleh model pembelajaran PBL dengan media CD Interaktif, Discovery dengan media CD Interaktif, dan pembelajaran ekspositori, (2) Prestasi belajar siswa yang memperoleh model pembelajaran problem based learning lebih baik dibandingkan dengan model pembelajaran ekspositori pada pokok bahasan segi empat, (3) Prestasi belajar siswa yang memperoleh model pembelajaran Discovery dengan media CD interaktif lebih baik dibandingkan dengan model pembelajaran ekspositori siswa kelas VII MTs Al Miftah Sindangjaya tahun pelajaran 2015/2016
PENGEMBANGAN MODUL DENGAN MODEL PROBLEM SOLVING BERBANTU LKS DAN PUZZQUARE UNTUK MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR PADA MATERI SEGIEMPAT SMP
Tujuan penelitian ini adalah untuk menciptakan suatu bahan ajar berupa modul dengan model problem solving berbantuan LKS dan Puzzquare pada pokok bahasan segiempat sehingga menghasilkan media yang layak dan efektif digunakan selama pembelajaran berlangsung serta diharapkan dapat meningkatkan prestasi belajar siswa. Jenis penelitian yang digunakan adalah Research and Development. Penelitian ini dilakukan dengan dua tahap. Tahap pertama untuk pengembangan produk menggunakan modifikasi model ADDIE dan tahap kedua untuk menguji keefektifan produk melalui tes uji coba dengan desain Posttest-Only Control Desain. Kegiatan analisis data meliputi analisis uji validasi, uji normalitas, uji homogenitas dan uji hipotesis. Dari penghitungan diperoleh rata-rata kelas eksperimen = 77,63 dan kelas kontrol = 70,23. Kesimpulan dari penelitian pengembangan ini adalah bahan ajar matematika dengan model problem solving berbantuan LKS dan Puzzquare pada pokok bahasan segiempat (Luas bangun segiempat) yang dikembangkan ini layak dan efektif