AKSIOMA : Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika
Not a member yet
382 research outputs found
Sort by
Multivariate Analysis of Variance (MANOVA) untuk Memperkaya Hasil Penelitian Pendidikan
MANOVA merupakan solusi teknik analisis data kuantitatif bagi peneliti di dunia pendidikan yang ingin mengamati hasil belajar peserta didik dalam rangka menerapkan prinsip kebulatan dalam Kurikulum 2013 (prinsip evaluasi hasil belajar meliputi aspek kognitif, afektif, dan psikomotor). MANOVA mampu mengungkapkan perbedaan yang tidak ditampilkan ANOVA secara terpisah, sehingga dapat meningkatkan kesempatan untuk menemukan perubahan sebagai akibat dari perlakuan yang berbeda dan interaksinya. Dengan demikian, temuan hasil penelitian akan semakin kaya dan sangat berguna bagi perkembangan ilmu pengetahuan. Terdapat dua model analisis variansi yaitu model overparameterized dan model rerata sel. Model rerata sel memberikan pendekatan sederhana dan tidak ambigu, yang dapat digunakan pada data seimbang atau data tidak seimbang. Model ini menggunakan kontras untuk menyatakan efek utama dan interaksi. Uji persyaratan MANOVA meliputi uji normalitas multivariat dengan uji Mardia dan uji homogenitas matriks kovariansi dengan uji Box’s M. Terdapat beberapa statistik uji MANOVA yaitu Wilks’ Lambda, Pillai, Lawley-Hotelling, dan Roy’s Largest Root. Ketika hipotesis nol MANOVA ditolak, maka dilanjutkan ANOVA pada setiap variabel terikat. Apabila hipotesis nol ANOVA ditolak dan variabel bebas memiliki lebih dari dua nilai, maka dilakukan uji post hoc dengan metode Scheffe’. Prosedur ini menjaga taraf kesalahan α. Uji komparasi rerata antar sel tidak dapat dilakukan secara langsung menggunakan General Linear Model (GLM) pada SPSS. Prosedur yang dapat dilakukan adalah memanipulasi data dengan merubah kondisi eksperimentasi menjadi nilai-nilai yang dianggap satu variabel bebas, sehingga dapat dianalisis dengan One-Way ANOVA atau GLM. Kesulitan analisis multivariat pada perhitungannya yang terlalu rumit, sudah terpecahkan dengan adanya software statistik yang semakin canggih.Kata kunci: MANOVA, analisis multivariat, memperkaya hasil, penelitian pendidika
ANALISIS KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH MAHASISWA MELALUI MODEL PBL BERBASIS ETNOMATEMATIKA DITINJAU DARI KEPRIBADIAN TOPOLOGI HIPPOCRATES DAN GALENUS TIPE CHOLEARIS DAN PHLEGMANTIS
Kemampuan pemecahan masalah matematis merupakan aspek penting dalam matematika tetapi kemampuan pemecahan masalah mahasiswa masih rendah. Hal ini dipengaruhi oleh banyak factor. Kecenderungan tipe kepribadian yang dimiliki mahasiswa mempengaruhi output mereka ketika memecahkan masalah. Faktor lain adalah model pembelajaran yang digunakan masih kurang dalam mengembangkan kemampuan pemecahan masalah matematis mahasiswa. Pembelajaran menggunakan model PBL berbasis etnomatematika merupakan salah satu cara melatih kemampuan pemecahan masalah dan menguatkan kecintaan mahasiswa terhadap budaya. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kemampuan pemecahan masalah mahasiswa melalui model PBL berbasis etnomatematika ditinjau dari kepribadian topologi hippocrates dan galenus tipe Cholearis dan Phlegmatis. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Subjek dalam penelitian ini adalah mahasiswa pendidikan matematika semester IV. Pemilihan subjek menggunakan teknik purposive sampling. Teknik pengumpulan data dengan menggunakan observasi, angket, wawancara, dan dokumentasi. Validitas data menggunakan triangulasi. Teknik analisis data menggunakan model Miles and Huberman yaitu Data Reduction (Reduksi Data), Data Display (Penyajian data), Conclusing Drawing/ Verification (Menarik Kesimpulan dan Memverivikasi Kesimpulan). Keywords:Kemampuan Pemecahan Masalah, PBL Berbasis Etnomatematika, Kepribadian Topologi Hippocrates dan Galenus Tipe Cholearis dan Phlegmati
Pengembangan aplikasi mobile learning untuk pembelajaran matematika materi operasi aljabar siswa SMP
Abstrak Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengembangkan produk aplikasi mobile learning untuk pembelajaran matematika materi operasi aljabar yang valid, efektif, dan praktis. Penelitian ini merupakan penelitian RD (Research and Development) dengan menggunakan ADDIE sebagai model pengembangannya. Tahapan model pengembangan ADDIE terdiri dari 1) Analysis, meliputi analisis data smartphone siswa; 2) Design, meliputi rencana produk yang akan dikembangkan; 3) Development, yaitu pengembangan atau proses pembuatan aplikasi mobile learning; 4) Implementation, yaitu proses validasi dan penerapannya; dan 5) Evaluation, dilakukan dengan tujuan agar aplikasi mobile learning menjadi lebih layak untuk diterapkan. Aplikasi mobile learning yang dikembangkan dengan bantuan software exe-learning, sparkol, dan Website 2 Apk Builder Pro ini terlebih dahulu dilakukan uji validasi dalam hal materi, uji validasi dalam hal tampilan media, uji kepraktisan yang diberikan kepada guru tingkat SMP, serta pendapat siswa untuk mendapat respon dari penerapan aplikasi ini. Berdasarkan dari data yang telah diperoleh dan diolah, skor rata-rata penilaian validasi materi sebesar 4,27 dan untuk validasi tampilan media sebesar 4,33, dimana kedua nilai ini termasuk kategori valid, skor peningkatan hasil belajar siswa sebesar 0,72 yang termasuk klasifikasi peningkatan tinggi dan termasuk efektif, serta skor rata-rata penilaian kepraktisan sebesar 4,4 yang termasuk ke dalam kategori tinggi. Penerapan aplikasi ini juga mendapat respons positif dari siswa yang telah menggunakannya, sehingga media aplikasi mobile learning ini layak diterapkan dalam proses belajar mengajar materi operasi aljabar.Kata kunci : ADDIE; Mobile learning; Operasi aljaba
Meningkatkan Hasil Belajar Matematika Melalui Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Tutor Sebaya
Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui peningkatan hasil belajar matematika melalui model pembelajaran kooperatif tipe tutor sebaya pada peserta didik kelas IX.2 SMP Negeri 3 Palembang. Penelitian ini menggunakan penelitian tindakan (classroom action research) sebanyak tiga putaran. Setiap putaran terdiri dari empat tahap yaitu: rancangan, kegiatan dan pengamatan, refleksi, dan refisi. Sasaran penelitian ini adalah peserta didik kelas IX.2 SMP Negeri 3 Palembang. Data yang diperoleh berupa hasil tes formatif, lembar observasi kegiatan belajar mengajar. Dari hasil analisis didapatkan bahwa hasil belajar peserta didik mengalami peningkatan dari pra siklus, siklus I sampai siklus II yaitu, pra siklus (51,43%), siklus I (65,71%), dan siklus II (88,57%). Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa model pembelajaran kooperatif tipe tutor sebaya berpengaruh positif terhadap hasil belajar Peserta didik SMP Negeri 3 Palembang, serta metode pembelajaran ini dapat digunakan sebagai salah satu alternatif pembelajaran matematika.Kata Kunci: Matematika, Kooperatif tipe Tutor Sebay
Profil Generalisasi Berdasarkan Perspektif Semiotik Siswa Operasional Konkret Dan Operasional Formal
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan proses generalisasi berdasarkan perspektif semiotik pada siswa operasional konkret dan operasional formal. Material semiotik yang akan dianalisis meliputi, gestur, ucapan dan tulisan. Penelitian kualitatif eksploratif ini dilaksanakan di salah satu SMP swasta  di Tuban Jawa Timur Indonesia. Subjek dalam penelitian ini adalah seorang siswa Kelas VII yang berada pada tahap operasional konkret dan operasional formal. Subjek dipilih dengan menggunakan instrument GALT (Group of Assessment of Logical Thinking). Data dikumpulkan dengan think aloud, yaitu saat menyelesaikan tugas generalisasi pola, siswa menyatakan proses berpikirnya secara lisan. Selain itu, juga dilakukan wawancara. Data yang telah terkumpul kemudian dianalisis dengan menggunakan teknik analisis data kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa operasional konkret melalui tiga tahapan proses generalisasi, sedangkan siswa operasional formal melalui empat tahapan proses generalisasi. Tahapan membuktikan kebenaran rumus umum tidak dilakukan oleh siswa operasional konkret. Siswa operasional konkret menyatakan produk generalisasi dalam bentuk kalimat sederhana berdasarkan pada konteks gambar yang dilihat, sedangkan siswa operasional formal menyatakan produk generalisasi dalam bentuk aljabar simbolik
PENGEMBANGAN COMIC MATH DENGAN PENDEKATAN ETNOMATEMATIKA PADA METERI KUBUS DAN BALOK DI SMP
Era teknologi dan informasi yang semakin pesat akan membuat terkikisnya nilai budaya. Budaya yang berkaitan dengan konsep-konsep matematika biasa disebut etnomatematika. Proses pembelajaran tidak akan efektif dan menarik apabila guru hanya ceramah tentang hal-hal yang terjadi. Untuk itulah diperlukan suatu media yang dapat dilihat, dapat didengar dan dapat dibaca oleh siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan media berbasis comic math dengan pendekatan etnomatematika yang valid dan efektif pada materi kubus dan balok. Penelitian ini dilaksanakan di SMP IT Assa’idiyyah Kirig Mejobo Kudus pada tanggal 29 April sampai 16 Mei 2017. Desain penelitian ini menggunakan model pengembangan yang dimodifikasi oleh Sukmadinata yaitu: (1) Studi Pendahuluan (2) Pengembangan Model (3) Uji Model. Tetapi pada penelitian ini hanya sampai pengembangan model. Pada tahap pertama yaitu studi pendahuluan terdiri dari studi kepustakaan tentang komik dan etnomatematika. Selanjutnya survei lapangan dilakukan untuk mengetahui kemampuan dan minat belajar siswa. Lalu penyusunan produk awal meliputi (1) Menentukan karakter dalam comic math (2) Menyusun alur cerita dalam comic math (3) Membuat desain media comic math. Pada tahap kedua yaitu pengembangan model yaitu uji coba terbatas yang mengambil 2 buah kelas, kelas VIII A sebagai kelas kontrol menggunakan pembelajaran konvensional dan kelas VIII Tahfidz sebagai kelas eksperimen menggunakan media comic math dengan pendekatan etnomatematika. Uji keefektifan produk ditunjukkan dari hasil belajar kelas eksperimen lebih baik dibandingkan kelas kontrol menggunakan uji t pihak kanan, dengan analisis menggunakan uji t didapatkan hasil thitungttabel yaitu 2,681,67722, artinya pembelajaran dengan menggunakan comic math dengan pendekatan etnomatematika lebih baik dibandingkan dengan pembelajaran konvensional.  Kata kunci: Komik, Comic Math, Pendekatan EtnomatematikaÂ
PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN BERBASIS KONTEKSTUAL BERBANTUAN SOFTWARE CABRI 3D DAN PREZI DENGAN TEORI KONSTRUKTIVISME PADA KUBUS DAN BALOK
Teknologi informasi dan komunikasi memiliki peran penting dalam pendidikan, salah satunya memungkinkan guru untuk menampilkan pembelajaran yang berbeda dengan cara mengembangkan media pembelajaran. Rendahnya prestasi belajar peserta didik pada mata pelajaran matematika menimbulkan suatu keprihatinan bagi guru. Oleh karena itu perlu dicarikan suatu solusi. Penelitian ini bertujuan (1) Untuk mengetahui cara mengembangkan media pembelajaran berbasis kontekstual berbantuan software Cabri 3D dan Prezi dengan teori konstruktivisme pada kubus dan balok yang valid atau layak digunakan sebagai media pembelajaran matematika, (2) Untuk mengetahui apakah penggunaan media pembelajaran berbasis kontekstual berbantuan software cabri 3D dan prezi dengan teori konstruktivisme lebih baik digunakan sebagai media pembelajaran matematika tingkat SMP pada materi kubus dan balok. Penelitian dilakukan di MTs Nu 19 Protomulyo Kaliwungu. Subjek penelitian adalah peserta didik kelas VIII B sebagai kelas eksperimen dan peserta didik kelas VIII C sebagai kelas kontrol. Jenis penelitian ini adalah pengembangan dengan menggunakan prosedur pengembangan model 4-D. Teknik analisis data menggunakan uji normalitas, uji homogenitas, uji t satu pihak. Hasil validasi ahli media diperoleh 86,875% dan hasil validasi ahli materi diperoleh 95,625% yang artinya Media pembelajaran berbasis kontekstual berbantuan software cabri 3D dan prezi masuk dalam kategori layak untuk diuji cobakan. Setelah dilakukan uji hipotesis menggunakan uji t pihak kanan, diperoleh nilai yaitu 3,70 1,671, artinya ditolak. Sedangkan hasil penelitian menunjukkan bahwa kelas eksperimen memiliki rata-rata 76,67, sedangkan pada kelas kontrol memiliki rata-rata 65,77. Maka rata-rata prestasi belajar peserta didik pada kelas eksperimen lebih baik dari pada kelas kontrol. Kesimpulannya ialah pengembangan Media pembelajaran berbasis kontekstual berbantuan software cabri 3D dan prezi dengan teori konstruktivisme yang valid atau layak digunakan sebagai media pembelajaran matematika. Sehingga Media pembelajaran berbasis kontekstual berbantuan software cabri 3D dan prezi dengan teori konstruktivisme pada kubus dan balok mencapai valid/ layak, dan prestasi belajar peserta didik dengan media pembelajaran berbasis kontekstual berbantuan software cabri 3D dan prezi dengan teori konstruktivisme lebih baik dari pada kelas yang tidak menggunakan media pembelajaran tersebut
ETNOMATEMATIKA: APLIKASI BANGUN DATAR SEGIEMPAT PADA CANDI MUARO JAMBI
Matematika dan budaya adalah dua hal yang berkaitan erat. Tapi terkadang matematika dilihat sebagai sesuatu yang tidak terkoneksi dengan kehidupan sehari-hari. Padahal dalam mengajarkan matematika formal (matematika sekolah), guru sebaiknya memulai dengan menggali pengetahuan matematika informal yang telah diperoleh siswa dari kehidupan masyarakat di sekitar tempat tinggalnya. Lingkungan dapat menjadi sumber masalah matematika dalam kehidupan nyata. Lingkungan tersebut salah satunya berupa budaya. Matematika dalam budaya dikenal dengan istilah etnomatematika. Salah satu objek etnomatematika adalah artefak. Setiap daerah tentunya mempunyai budaya masing-masing, termasuk artefak berupa bangunan bersejarah yang menjadi ciri khas daerah tersebut. Candi Muaro Jambi merupakan salah satu bangunan bersejarah di Provinsi Jambi. Tujuan dari penelitian eksploratif dengan pendekatan etnografi ini adalah untuk menggali dan mengeksplorasi konsep matematika apa saja yang ada pada candi Muaro Jambi yang dapat dimanfaatkan sebagai sumber belajar matematika serta sebagai upaya untuk mengembangkan etnomatematika sebagai basis pembelajaran matematika. Melalui eksplorasi, dokumentasi, studi literatur dan observasi di lingkungan candi Muaro Jambi, maka dapat disimpulkan bahwa terdapat konsep bangun datar segiempat pada beberapa struktur candi Muaro Jambi. Struktur tersebut berbentuk persegi, persegi panjang, jajargenjang, trapesium, dan segiempat tidak beraturan. Pembelajaran matematika menggunakan objek etnomatematika dapat memperkaya aplikasi matematika yang ada di sekitar siswa serta dapat memfasilitasi siswa memahami matematika yang bersifat abstrak dengan menggunakan objek etnomatematika yang konkret.Kata Kunci: etnomatematika, bangun datar segiempat, candi
PENERAPAN PENDEKATAN MODEL-ELICITING ACTIVITIES (MEAs) DALAM MENINGKATKAN KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH SISWA KELAS XII SMA N 2 YOGYAKARTA
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk meningkatkan kemampuan pemecahan matematika siswa kelas XII SMA N 2 Yogyakarta menggunakan pendekatan Model-Elicting Activities (MEAs). Penilitian merupakan penelitian tindakan kelas dengan menggunakan 4 tahapan, yaitu perencanaan, pelaksanaan, pengamatan, dan refleksi. Penelitian tindakan kelas ini dilaksanakan untuk materi program linier. Penelitian ini dilaksanakan dalam dua siklus. Siklus 1 terdiri dari 2 tindakan (pertemuan sedangkan siklus 2 terdiri dari 2 tindakan (pertemuan). Masing-masing siklus dilaksanakan pembelajran dengan pendekatan Model-Elicting Activities (MEAs).Penelitian yang digunakan peneliti adalah penelitian tindakan kelas (PTK) dengan menggunakan 4 tahapan yaitu: (1) perencanaan, (2) pelaksanaan, (3) pengamatan, dan (4) refleksi. (Suharsimi, 2008:16). Penelitian tindakan kelas ini dilaksanakan di SMA N 2 Yogyakarata. Pelaksanaan PTK ini akan dilaksanakan pada tanggal 12 November – 24 November 2013. Subjek dalam penelitian tindakan kelas ini adalah siswa kelas XII IPS 1 SMA N 2 Yogyakarta yang terdiri dari 31 siswa.Hasil penelitian ini yaitu penerapan model pembelajaran Model-elicting Activities (MEAs) dapat meningkatkan kemampuan pemecahan masalah siswa. Peningkatan kemampuan pemecahan masalah yang terjadi sebesar 45,45%. Pendekatan Model-Eliciitng Activites secara teoritis dapat digunakan sebagai alternatif dalam mendorong siswa untuk membentuk suatu model matematika dalam menyelesaiakan permasalahan. Model-Eliciting Activites memberi pengaruh terhadap pencapaian KKM (hasil belajar) siswa pada materi program linear ditinjau dari kemampuan pemecahan masalah siswa
PENGARUH PENERAPAN KOMPETENSI PEDAGOGIK GURU DALAM PEMBELAJARAN MATEMATIKA BERBASIS KURIKULUM 2013 TERHADAP PRESTASI BELAJAR MATEMATIKA PESERTA DIDIK TAHUN PELAJARAN 2016/2017
Keberhasilan dunia pendidikan dipengaruhi oleh beberapa komponen, diantaranya guru, sarana dan prasarana serta lingkungan belajar yang efektif dan menyenangkan. Guru sebagai salah satu komponen di dalamnya memiliki tugas dan tanggung jawab yang besar. Terealisasinya proses belajar mengajar yang optimal menggunakan kurikulum 2013, guru harus mampu mengembangkan rencana pembelajaran yang sesuai dengan kurikulum 2013. Oleh karena itu, sebagai guru persiapan secara matang harus dituangkan dalam merencanakan, melaksanakan, dan mengevaluasikan kegiatan belajar mengajar. Guru yang profesional harus memiliki kompetensi dalam melaksanakan program pembelajaran. Salah satu kompetensi yang harus dimiliki guru adalah kompetensi pedagogik. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui adanya pengaruh penerapan kompetensi pedagogik guru dalam pembelajaran matematika berbasis kurikulum 2013 terhadap prestasi belajar matematika peserta didik. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh peserta didik kelas VIII SMP Negeri se-Kota Tegal tahun pelajaran 2016/2017 yang telah menerapkan kurikulum 2013 yang terdiri dari 6 SMP dengan jumlah kelas sebanyak 45 kelas dan sebanyak 1.354 peserta didik. Pengambilan sampel menggunakan teknik cluster random sampling. Dengan menggunakan rumus formula empiris jumlah sampel yang digunakan sebesar 302 responden yang terbagi dalam 10 kelas. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah angket dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan uji regresi linear sederhana. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa, ada pengaruh penerapan kompetensi pedagogik guru dalam pembelajaran matematika berbasis kurikulum 2013 terhadap prestasi belajar matematika peserta didik dengan tingkat pengaruhnya sebesar 20,69%. Kata Kunci: kompetensi pedagogik guru, pembelajaran matematika, kurikulum 2013, prestasi belajar