AKSIOMA : Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika
Not a member yet
382 research outputs found
Sort by
Analisis reversible thinking matematis pada siswa SMA ditinjau dari gaya kognitif terhadap materi eksponen logaritma
Penelitian ini bertujuan untuk menguji apakah kemampuan berpikir secara berkebalikan, yang disebut reversible thinking, diperlukan dalam menjawab pertanyaan matematika. Penelitian ini juga bermaksud untuk menggambarkan bagaimana kemampuan berpikir secara berkebalikan dalam konteks matematika dimanifestasikan oleh siswa SMA. Penelitian ini bersifat deskriptif kualitatif dan melibatkan dua subjek, yaitu satu siswa dengan gaya kognitif Field Independent dan satu siswa dengan gaya kognitif Field dependent. Pemilihan subjek penelitian ini didasarkan pada penggunaan instrumen tes gaya kognitif Group Embedded Figure Test (GEFT). Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah tes. Instrumen yang digunakan mencakup GEFT, Tes Reversible Thinking matematis Eksponen Logaritma, dan Lembar Validasi Tes untuk mengukur kevalidan instrumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kedua subjek, baik yang Field Independent (FI) maupun yang Field dependent (FD), berhasil memenuhi semua indikator dalam menyelesaikan soal eksponen logaritma.  Kata kunci:  kemampuan reversible thingking matematis;  eksponen logaritma; gayaKognitif; field independent, field dependent.Â
Validasi LKPD untuk meningkatkan kemampuan pemecahan masalah matamatis siswa kelas X materi statistika
Kemamapuan pemecahan masalah pada siswa kelas X di SMA Al- Irsyad Tegal masih rendah dan belum adanya LKPD yang digunakan dalam pembelajaran salah satunya pada materi statistika. Tujuan penelitian pengembangan ini adalah untuk mengetahui kevalidan LKPD untuk meningkatkan kemampuan pemecahan masalah matematis siswa pada materi statistika kelas X. Penelitian ini menggunakan Research Development (RD) dengan model pengembangan ADDIE. Teknik pengumpulan dan analisis data pada penelitian ini yaitu angket validasi. Angket validasi digunakan untuk mengukur kevalidan dari LKPD yang dikembangkan. Validasi dilakukan oleh tim validator dengan empat dosen ahli dan dua guru matematika. Tim validator mengisi kolom yang disediakan pada lembar validasi. Dalam menentukan validasi menggunakan skala likert dengan rentang sangat baik skor 4, baik skor 3, kurang baik skor 2 dan sangat kurang skor 1. Kevalidan LKPD dinilai dari penilaian para ahli dengan skor maksimal 4 untuk setiap pernyataan. Kemudian menghitung skor total dari tiap validator dan skor rata-rata dari seluruh validator. Selanjutnya dilakukan pengkategorian validasi untuk menentukan kevalidan LKPD. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penilaian LKPD dari empat dosen dan dua guru matematika sebesar 3,88 dengan kategori sangat valid. Sehingga dapat disimpulkan bahwa LKPD yang dikembangkan dikategorikan sangat valid dan dapat digunakan dalam pembelajaran.Kata kunci: validasi LKPD; kemampuan pemecahan masalah; statistik
Efektivitas model pembelajaran RME berbantuan GeoGebra terhadap kemampuan pemahaman konsep matematis siswa
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas model pembelajaran RME berbantuan GeoGebra terhadap kemampuan pemahaman konsep matematis siswa. Pada sub materi Sistem Persamaan Linear Tiga Variabel (SPLTV) dan Sistem Pertidaksamaan Linear Dua Variabel (SPtLDV). Jenis penelitian yang digunakan adalah Pre-experimental dengan one shot case study. Populasi pada penelitian ini adalah siswa kelas 10 salah satu Sekolah Menengah Kejuruan di Kabupaten Lombok Timur dengan sampel sebanyak 28 siswa. Pengambilan sampel menggunakan teknik probability sampling jenis simple random sampling. Instrumen yang digunakan adalah tes uraian atau essay. Teknik analisis data pada uji prasyarat menggunakan uji normalitas dengan Liliefors, sedangkan uji hipotesis menggunakan uji-t satu sampel atau One Sample t-test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa t-hitung (4,201) t-tabel  (2,052). Karena t-hitung t-tabel pada taraf signifikan 5% atau 0,05 maka dapat disimpulkan bahwa Ho tidak diterima, artinya penggunaan model pembelajaran RME berbantuan GeoGebra efektif terhadap kemampuan pemahaman konsep matematis siswa
Penerapan discovery learning dalam meningkatkan kemampuan berpikir kritis dan ketuntasan belajar matematika
The purpose of this study is to explain and observe the improvement of critical thinking skills and students' mathematics learning completeness in mathematics lessons through discovery learning-based learning. This study is included in Classroom Action Research or PTK, with the research subjects being 33 students of class IX D of SMP Negeri 6 Surabaya. The research techniques and instruments used are test techniques and written test sheets. Then, the data obtained are processed and presented as a percentage. The results of this study show that (1) there is an increase in students' critical thinking skills by 91.60% in the indicator of analyzing learning in 2 cycles that have been implemented using the discovery learning model (2) students' learning completeness in mathematics learning also shows an increase at the end of the cycle, namely the number of students who have completed as many as 27 students with an average score of 91.60. So, it can be concluded that the application of discovery learning in mathematics learning can improve students' critical thinking skills and learning completeness in the material of curved side space shapes
Telaah keterampilan siswa SMA dalam menyelesaikan soal keterampilan berpikir tingkat evaluasi (C5)
Tujuan penelitian ini adalah mengetahui kemampuan siswa kelas XII SMA dalam menjawab soal pada tingkat (C5) berdasarkan taksonomi Bloom. Metode penelitian deskriptif kualitatif digunakan dalam penelitian ini. Populasinya melibatkan seluruh siswa kelas XII jurusan IPA SMA Negeri 5 Pariaman. Pemilihan sampel dilakukan dengan menggunakan teknik cluster dimana sample yang terpilih adalah siswa yang terdaftar pada XII IPA 1. Penelitian ini melibatkan 22 siswa. Data diperoleh melalui pemberian tes tertulis yang terdiri dari 2 buah saol tingkat evaluasi (C5) pada materi statistika. Analisis statistik yang digunakan adalah uji  proporsiHasil pengujian hipotesis pada tingkat kepercayaan 95% atau derajat bebas 0,05, diperoleh nilai sebesar . Berdasarkan kriteri penolakkan yang telah ditetapkan bahwa tolak  jika . Nilai  dan nilai ini terletak di , sehingga dapat disimpulkan bahwa tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara keterampilan siswa dalam menjawab soal statistika 1 dan soal statistika 2 tingkat evaluasi (C5). Peneliti menyimpulkan persentasi siswa yang memiliki keterampilan dalan menyelesaikan soal statistika tingkat evaluasi (C5) masih rendah yaitu pada persekitaran 60%
Analisis kemampuan numerasi siswa pada materi aljabar
Tujuan dari riset ini untuk mengetahui bagaimana kemampuan numerasi siswa SMA Institut Indonesia Semarang pada materi aljabar, khususnya di kelas XI. Metode riset ini memakai metode kualitatif dengan triangulasi teknik. Numerasi harus diingatkan dan didukung oleh sekolah supaya siswa mempunyai kemampuan pendidikan matematika yang maksimal. Jenis soal numerasi bermacam-macam, antara lain: pilihan ganda, pilihan ganda kompleks, isian singkat, menjodohkan dan esai. Peneliti mengambil subjek dengan mempertimbangkan data tertentu, artinya subjek yang dipilih tidak secara acak namun sesuai kebutuhan. Hasil yang diperoleh 1) Siswa menyelesaikan soal pilihan ganda dengan cepat dan memenuhi tiga indikator numerasi sebesar 92,8% dari 28 siswa; 2) Siswa kurang teliti dalam menganalisis soal pilihan ganda kompleks dan siswa memenuhi dua indikator sebesar 7,1% dari 28 siswa; 3) Siswa bisa menyelesaikan soal bentuk menjodohkan dengan tersusun yang memenuhi dua indikator numerasi sebesar 75% dari 28 siswa; 4) Siswa menyelesaikan soal isian singkat dengan benar dan memenuhi tiga indikator sebesar 50% dari 28 siswa; 5) Siswa memenuhi tiga indikator dan mampu menyelesaikan soal esai dengan baik sebesar 3,5% dari 28 siswa. Kata kunci: numerasi; kemampuan numerasi; SPLT
Implementasi model Project Based Learning berbasis Etnomatematika untuk meningkatkan kemampuan literasi matematis
This study was driven by the low mathematical literacy skills observed among junior high school students. To address this issue, a project-based learning model incorporating ethnomathematical elements was utilized as a strategy to enhance these skills. This study aims to find out which improvement in mathematical literacy skills is better between students who obtain a project-based learning model with ethnomathematical nuances and students who obtain a conventional learning model. This research is a quasi-experimental type, using a quantitative method with a non-equivalent control group design research design. The research population is all students of grade VIII MTs Al-Falaahiyah. With the purposive sampling technique, class VIII C was chosen as the experimental class that obtained the PjBL model with ethnomathematical nuances, and class VIII B as the control class that obtained the conventional learning model. Data were collected through mathematical literacy tests and analyzed quantitatively. The results of the gain index show that the improvement in mathematical literacy skills of the experimental class is higher than that of the control class. The results of the Mann Whitney U test at the 5% significance level showed that there was a difference in mathematical literacy ability between the experimental class and the control class. It can be concluded that the improvement of mathematical literacy skills of students who obtained a project-based learning model with ethnomathematical nuances is better than that of students who obtained a conventional learning model
Implementation of RME learning model supported by culture-based student worksheets in second-grade elementary schools to enhance mathematical understanding
This study aims to determine the effect of the RME model assisted by culture-based student worksheet on mathematical understanding of multiplication and division material in class II elementary schools. This type of research uses quantitative quasi-experiment with a pretest-posttest design. The research included class II students from select superior schools in the Rancakalong District, with two schools being chosen as samples for the study. In analyzing the data, assumption tests (normality and homogeneity), hypothesis testing and the N-Gain test were used. The instruments used were mathematical understanding tests as well as observation sheets of teacher performance and student activities. In this study, it was found that there was a positive influence of using the RME model assisted by culture-based student worksheet which resulted in an increase in N-Gain of 0.53 in the medium category. Then, based on the mean difference test carried out, it was concluded that there was a difference in the average of students' mathematical understanding in the RME model class assisted by culture-based student worksheet and the conventional model class with a better improvement in the experimental class
Pengaruh Kecemasan Matematika Terhadap Kemampuan Literasi Matematis dan Kemampuan Pemecahan Masalah
Riset berikut merupakan studi sosiologi dengan pendekatan multi-metode yang bertujuan untuk mengeksplorasi dampak matematika terhadap pemahaman matematika dan stres terhadap kemampuan pemecahan masalah. Riset berikut dilakukan pada Tahun Pelajaran 2023 dengan sampel referensi yang dipilih menggunakan teknik cluster random sampling dengan margin of error sebesar 5%. Instrumen yang digunakan terdiri dari Kuesioner Kecemasan Matematis serta Tes Literasi Matematis dan Pemecahan Masalah. Analisis data dilakukan dengan menggunakan metode Structural Equation Modeling (SEM) dengan tingkat signifikansi sebesar 5%. Temuan riset berikut dapat disimpulkan sebagai berikut: (1) Terdapat korelasi negatif yang signifikan antara kecemasan matematika dan pemahaman matematika, ditunjukkan oleh skor CR -12.288≤-1.967 dengan signifikansi 0.000≤0.05. (2) Hubungan negatif juga terlihat antara kecemasan matematika dan kemampuan pemecahan masalah, dengan nilai C.R -8.384≤-1.967 dan tingkat signifikansi sebesar 0.017≤0.05. (3) Sebaliknya, terdapat hubungan positif yang signifikan antara pemahaman matematika dan kemampuan pemecahan masalah, dengan nilai C.R 21.293≥1.967 dan tingkat signifikansi 0.000≤0.0
Desain Pembelajaran Jarak Titik ke Garis Menggunakan Pendekatan Realistic Mathematics Education (RME) Berbantuan GeoGebra
Studi ini bertujuan untuk menciptakan lintasan pembelajaran yang dapat membuat siswa memahami akan konsep jarak titik ke garis dalam ruang menggunakan konteks cagar budaya little netherlands di kelas XII SMA. Metode RME, yang didukung oleh GeoGebra, digunakan pada topik jarak titik ke garis dalam ruang. Penelitian menggunakan desain penelitian yang terdiri dari tiga tahap: preliminary design, design experiment (pilot experiment dan teaching experiment) serta retrospective analysis. Siswa kelas XII di SMA N 3 Semarang adalah subjek penelitian ini. Terdapat tiga tahap dalam proses belajar dalam konteks Little Netherlands untuk memahami topik jarak titik ke garis: (1) eksplorasi konsep jarak antara titikjdan garis, (2) menentukanjjarakjantara titik dan garis dalam dimensi tiga, dan (3) memecahkan masalah kontekstual terkait dengan jarak titik ke garis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendekatan RME dengan dukungan GeoGebra mampu membantu siswa memahami konsep materi dengan baik