AKSIOMA : Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika
Not a member yet
382 research outputs found
Sort by
Systematic literature review: pengaruh motivasi terhadap kemampuan berpikir kreatif matematis siswa
Motivasi merupakan salah satu hal terpenting untuk meningkatkan kemampuan berpikir kreatif. Dengan motivasi yang dimiliki seorang siswa, akan membuat siswa semakin bersemangat untuk mencari ide atau gagasan ketika mereka menghadapi suatu permasalahan. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan kajian literatur review terkait dengan pengaruh motivasi terhadap kemampuan berpikir kreatif matematis pada siswa. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah SLR (Systematic Literature Review). Pengumpulan data dilakukan dengan mengidentifikasi atau menelaah semua artikel yang memiliki topik penelitian yang sama pada penelitian ini. Artikel yang digunakan pada penelitian ini sebanyak 39 artikel jurnal nasional dan internasional yang diperoleh dari google scholar dan scimago jr. Dari penelitian ini didapat bahwa motivasi berpengaruh terhadap kemampuan berpikir kreatif siswa. Guru yang kreatif, media pembelajaran, suasana kelas, dan metode/model pembelajaran yang tepat menjadi penunjang meningkatnya motivasi belajar siswa sehingga kemampuan berpikir kreatif siswa juga menjadi lebih baik. Kata kunci : Berpikir Kreatif, Motivasi, Pengaruh
Perbandingan hasil belajar connected mathematics project dengan pembelajaran konvensional pada siswa sma 1Moch. Fauzi, 2Fahmi Abdul Halim, 3Ibnu Toib
Background of the research is teaching learning process that usually make students as passive learners. So that, in mathematics teaching and learning process would be apllied syncron model of Connected Mathematics Projects that make student became active learners. The objective of the research is to know whether any differences between students who have taught Connected Mathematics Project with Conventional teaching and learning process on the geometry topics. Subject of the research 70 students of two classes they are X IPA 2 and X IPA 3. This research is quasy experiment, which one class of experimental group uses Connected Mathematics Project and satu one class of control group uses conventional teaching and learning process. The research result from pretest between experimental and control group is there is no differences between pretest score of experimental and control group which Z count with score of Z count Z table is 0,31 1.96. From post-test has been known if ther is any differences between post-test score with analysing it using score of Z table is 2,26 1,96, and the result from experimental group is better than control group with score of Z table is 2,26 1,645. By reviewing the result above it has been conclude that there is any differences between the result of teaching and learning process using Connected Mathematics Project (CMP) with conventional teaching and learning on geometry topics on X IPA SMA Negeri 02 Tanggul - Jember 2020/2021 academic year. And the result of Connected Mathematics Project (CMP) is better than conventional teaching and learning process on the geometry topics on the X IPA SMA Negeri 02 Tanggul - Jember   2020/2021 academic year
Analisis kemampuan eksplorasi matematis siswa kelas VIII pada materi statistika
Kemampuan eksplorasi matematis merupakan salah satu kemampuan matematika yang berkaitan dengan kemampuan siswa dalam menggali dan memahami lebih dalam lagi terhadap materi pada pembelajaran Matematika. Untuk mengetahui kemampuan eksplorasi matematis siswa dapat diketahui dengan cara memberikan tes soal berbasis eksplorasi yang meliputi 5 indikator kemampuan eksplorasi, diantaranya: 1) memahami masalah; 2) memeriksa pola; 3) melakukan pencarian secara informal; 4) memperjelas upaya penyelesaian masalah; dan 5) simbolisasi. Berdasarkan hal demikian, maka dilakukanlah penelitian dengan tujuan untuk menganalisis tingkat kemampuan eksplorasi matematis siswa kelas VIII di SMPN 2 Karawang Timur pada materi statistika. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif dengan subjek penelitian kelas VIII E SMPN 2 Karawang Timur. Instrumen penelitian yang digunakan adalah tes dan wawancara. Dari hasil penelitian diperoleh niali rata-rata hasil tes kemampuan eksplorasi matematis siswa sebesar 38,03 di bawah rata-rata nilai idela. Kemampuan eksplorasi matematis siswa pada kategori tinggi adalah siswa sudah memenuhi empat indikator, namun belum mampu dalam menjelaskan upaya penyeseaian masalah dengan lengkap. Â Siswa dengan kategori kemampuan eksplorasi sedang sudah mampu dalam memenuhi tiga indikator, namun belum mampu memperjelas penyelesaian masalah dan simbolisasi sebagaimana siswa kategori tinggi, namun perbedaannya pada proses simbolisasi. Sementara untuk siswa dengan kemampuan ekplorasi rendah hana mampu memenuhi satu indikator bahwa siswa mampu mengamati dan mencari jawaban yang tepat dari grafik distribusi frekuensi yang tersedia
Proses berpikir fungsional siswa SMP dalam menyelesaikan soal matematika
Berpikir fungsional pada penelitian ini merupakan generalisasi dari suatu hubungan antara beberapa variabel. Proses berpikir fungsional pada penelitian ini menggunakan tahapan berpikir dalam menyelesaikan soal atau masalah matematika yang terdiri dari tahap entry, attack dan review. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif. Metode pengumpulan data pada penelitian ini melalui pemberian soal matematika dan wawancara. Soal matematika tersebut dikerjakan secara think aloud. Instrumen penelitian yang digunakan yaitu soal matematika tentang pola dan pedoman wawancara. Sebanyak 20 siswa SMP kelas VII diberi soal matematika dan dua siswa dipilih untuk dianalisis proses berpikir fungsionalnya. Proses berpikir subjek pertama dan kedua memperoleh informasi yang terdapat pada soal, ini merupakan tahap entry. Pada tahap attack, subjek pertama membuat strategi dengan membuat tabel tentang banyak meja dan banyak orang yang bisa menempatinya lalu menemukan keteraturan pola. Subjek kedua mencari kesamaan cara untuk menghitung banyaknya orang yang bisa menempati meja pada setiap model (meja dan banyak orang yang menempati) yang terdapat pada soal. Pada tahap review, subjek pertama memperluas keteraturan pola dan subjek 2 memperluas kesamaan cara untuk menghitung banyak orang yang menempati meja. Proses berpikir subjek pertama secara parsial, mengamati keteraturan pola pada setiap bagian. Sedangkan proses berpikir subjek kedua secara induktif, cara yang berlaku disetiap model diperluas sesuai yang ditanyakan pada soal
Analisis motivasi belajar matematika Siswa Kelas XII IPA SMA Bunda Padang
Dalam pembelajaran, motivasi sangat berfungsi untuk mendorong siswa untuk berbuat, menentukan arah perbuatan, yakni kearah tujuan yang hendak dicapai dan menyeleksi perbuatanya yang harus dikerjakan. Hasil belajar akan menjadi optimal, kalau ada motivasi. Makin tepat motivasi yang diberikan, makin berhasil pula pembelajaran tersebut. Tujuan dari penelitian ini untuk menentukan tingkatan dan menganalisis motivasi belajar matematika siswa kelas XII IPA SMA Bunda Padang. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif deskriptif. Subjek dari penelitian ini adalah siswa kelas XII IPA SMA Bunda Padang. Sampel dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas XII IPA SMA Bunda Padang yang berjumlah 15 orang. Dari penelitian yang telah dilakukan, dapat disimpulkan bahwa siswa kelas XII IPA SMA Bunda Padang memiliki tiga tingkatan motivasi yaitu tingkat motivasi belajar tinggi sebanyak 2 orang (7%), tingkat motivasi sedang 4 orang (29%), dan tingkat motivasi rendah 9 orang (64%). Sedangkan dalam analisis dari aspek pada angket yang diberikan diperoleh rata-rata motivasi belajar matematika siswa sebesar 70,67% dengan kriteria cukup. Hal ini ditunjukkan dari 13 indikator yang diberikan dan pernyataan siswa, 8 diantaranya berada pada kriteria cukup, sehingga dapat disimpulkan bahwa kurangnya rasa ingin tahu dan minat siswa dalam pembelajaran yang dibuktikan dengan tidak adanya upaya siswa untuk menggali sendiri informasi-informasi mengenai materi pelajaran yang akan dipelajar
Analisis kemampuan berpikir komputasional matematis Siswa Kelas IX SMP Negeri 1 Cikampek pada materi pola bilangan
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kemampuan komputasi matematis siswa pada materi pola bilangan. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskripsi dengan menggunakan metode kualitatif. Populasi penelitian ini adalah seluruh kelas IX di SMP Negeri 1 Cikampek yang terdaftar pada semester ganjil tahun ajaran 2020/2021. Sampel pada penelitian ini adalah 25 peserta didik di kelas IX-1. Pengumpulan data yang dilakukan dengan tes dalam bentuk soal uraian sebanyak 3 butir soal yang keseluruhan mencangkup indikator kemampuan berpikir komputasi matemati yaitu abstractions, generalization, decomposition, algorithms, dan debugging. Dari hasil analisis diperoleh nilai rata-rata dari 25 siswa sebesar 33,25 dengan nilai maksimum sebesar 68,75 dan nilai minimum sebesar 0. Kemampuan berpikir koputasi peserta didik dapat kekelompokan sebagai berikut; pada kategori kelompok sangat baik sebesar 28%, kategori baik 8%, kategori cukup 16%, rendah sebesar 24%, sangat rendah dengan 24%. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa pada kategori baik peserta didik telah mencapai seluruh indikator kemampuan berpikir komputasi. Pada kategori cukup peserta didik telah mencapai seluruh indikator kemampuan berpikir komputasim, namun pada indikator generalization peserta didik belum dapat menentukan solusi yang cepat. Sedangkan pada kategori rendah peserta didik belum mencapai seluruh indikator kemampuan berpikir komputasi matematis
Penggunaan alat peraga ABD Ajaib dalam pembelajaran matematika realistik berbasis budaya
Alat peraga Anyaman Bangun Datar (ABD) Ajaib adalah alat peraga yang dibuat untuk membangun pemahaman peserta didik tentang konsep luas dan keliling suatu bangun datar. Penggabungan budaya dan matematika dalam pembelajaran ini dilakukan dengan menggunakan pendekatan matematika realistik berbasis budaya sekitar. Pengembangan alat peraga ini dimaksudkan dengan tujuan untuk : 1) Mengenalkan jenis-jenis bangun datar dengan menjadikannya motif dalam anyaman yang dibuat. 2) Membangun konsep luas dan keliling bangun datar dengan menggunakan kotak-kotak pada anyaman sebagai satuan ukur. 3) Mengenalkan budaya anyaman pada peserta didik. 4) Meningkatkan kreativitas dan kemampuan pemecahan masalah pada siswa. 5) Memberikan gambaran yang jelas kepada siswa mengenai konsep matematika secara langsung dalam kehidupan. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan etnografi. Dalam pendekatan etnografi peneliti berupaya mendeskripsikan serta menggambarkan secara rinci bagaimana alat peraga ABD Ajaib ini berguna dalam pembelajaran konsep luas dan bangun datar dalam matematika dan bagaimana alat peraga ini berguna dalam pembelajaran matematika realistic berbasis budaya sekitar
Model Susceptible Vaccinated Infected Recovered: formulasi dan penerapan model pada penyebaran penyakit campak di indonesia
Penyakit menular masih menjadi perhatian bagi Kementerian Kesehatan RI. Pencegahan penyakit menular dilakukan melalui program vaksinasi. Karakteristik penyebaran penyakit menular tersebut dapat direpresentasikan dengan model susceptible vaccinated infected recovered (SVIR). Campak adalah salah satu penyakit menular yang sering terjadi di dunia. Tahun 2017, banyaknya kasus campak di Indonesia menempati urutan ketujuh dunia. Dunia menetapkan target bebas penyakit campak pada tahun 2030. Penelitian ini bertujuan untuk memformulasikan model SVIR dan menerapkan model tersebut pada penyebaran penyakit campak di Indonesia. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi literatur dan terapan. Langkah yang dilakukan dalam studi literatur adalah mengidentifikasi karakteristik penyakit menular, mengubah atau menambah asumsi, membentuk kelompok baru dan menambahkan parameter dari model dasar yang digunakan, serta terakhir menentukan perubahan sesaat variable terikat terhadap variabel bebasnya. Langkah dalam studi terapan adalah menentukan estimasi nilai parameter berdasar data yang digunakan dan menyelesaiakan model yang diperoleh secara numerik serta menginterpretasikan penyelelesaian tersebut. Model SVIR yang diperoleh adalah sistem persamaan diferensial nonlinear orde satu dengan 4 variabel terikat dan satu variable bebas. Menggunakan data sekunder tahun 2009-2016 diperoleh model penyebaran penyakit campak di Indonesia. Dengan data tahun 2017 dan 2018 diperoleh bahwa eror relatif model penyebaran campak tersebut ada pada interval [-0.345474,0.128112]. Pola penyebaran penyakit campak di Indonesia tahun 2009-2030 menunjukkan banyaknya individu susceptible dan terifeksi mengalami trend turun, sedangkan banyaknya individu yang divaksin dan sembuh mempunyai trend naik. Tahun 2030 diperkirakan masih terdapat 490 penderita campak di Indonesia. Ini berarti Indonesia belum mencapai bebas campak sesuai dengan target Sustainable Development Goals
LKPD daring berbasis penemuan terbimbing menggunakan Microsoft Sway pada prisma dan limas
Penelitian ini didasari oleh masalah rendahnya hasil belajar peserta didik dalam pembelajaran daring yaitu masih terdapat 35% peserta didik yang memperoleh nilai di bawah KKM pada materi Teorema Pythagoras. Salah satu penyebabnya adalah belum tersedia LKPD yang dapat mempermudah peserta didik untuk membangun konsep dalam pembelajaran daring. Sehingga penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) daring berbasis penemuan terbimbing menggunakan Microsoft Sway pada materi prisma dan limas yang valid, praktis dan efektif. Penelitian ini menggunakan model Plomp yang meliputi preliminary research, prototyping phase, dan assessment phase. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah lembar validasi, angket guru, angket respon peserta didik dan lembar soal tes akhir. LKPD daring ini diujicobakan kepada 31 peserta didik kelas VIIIA SMP Brawijaya Smart School. Hasil penelitian menunjukkan bahwa LKPD daring layak untuk digunakan berdasarkan hasil validasi yang dilakukan oleh validator ahli dan praktisi dengan perolehan nilai rata-rata sebesar 3,625 dengan kategori valid. Kepraktisan LKPD daring dilihat dari hasil angket guru dan angket respon peserta didik yang memperoleh nilai rata-rata sebesar 3,89 dan 3,21 dengan kategori praktis. Sementara itu, keefektifan LKPD daring dilihat dari hasil tes akhir peserta didik setelah menggunakan LKPD daring dan diperoleh persentase sebesar 87,1% peserta didik yang melebihi KKM sehingga LKPD daring dapat dinyatakan efektif
Efektivitas pengondisian zona alfa melalui fun story dan music terhadap prestasi belajar statistika
Zona alfa merupakan bagian otak yang menandakan waktu kesadaran dengan kondisi terbaik untuk belajar. Kondisi zona alfa bisa terbentuk melalui fun story dan music. Ketika gelombang otak peserta didik berada dalam zona alfa baik dengan cara fun story maupun music, maka pembelajaran akan berjalan dengan baik dan tujuan pembelajaran tercapai. sehingga diharapkan prestasi belajar mahasiswa pada mata kuliah statistika akan lebih baik. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui manakah yang lebih efektif pengondisian zona alfa melalui fun story atau music terhadap hasil belajar statistika mahasiswa program studi pendidikan bahasa dan sastra indonesia. Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif quasi experimental dengan membandingkan dua kelompok. Statitik uji yang digunakan adalah t test. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah metode dokumentasi dan metode tes menggunakan soal uraian. Sampel penelitian adalah mahasiswa tingkat III prodi pendidikan bahasa dan sastra Indonesia tahun akademik 2018/2019. Hasil penelitian menyebutkan bahwa pengondisian zona alfa dengan musik lebih efektif dibandingkan dengan fun story terhadap prestasi belajar statistika mahasiswa tingkat III prodi Bahasa dan Sastra Indonesia. Hal ini dapat dilihat dari uji hipotesis yang menggunakan uji t yang menunjukkan nilai t obs = 5,705 lebih besar daripada nilai t tabel = 2,010. Pengondisian zona alfa dengan musik lebih efektif dikarenakan mempunyai pengaruh meningkatkan produksi serotonin dalam otak. Serotonin adalah sebuah neuro transmiter yang berperan penting dalam menyalurkan getaran – getaran syaraf dan membantu memunculkan perasaan gembira. Lagipula musik bisa dinikmati sepanjang pembelajaran berlangsung. Kata Kunci: Fun Story, Musik, Statistika, Zona Alfa The alpha zone is the part of the brain that marks the time of awareness with the best conditions for learning. Alpha zone conditions can be formed through fun stories and music. When the brain waves of students are in the alpha zone both by means of fun stories and music, the learning will run well and the learning objectives are achieved. so it is expected that student learning achievement in statistics courses will be better. The purpose of this research is to find out which alpha zone conditioning through fun stories or music is more effective towards the statistics learning outcomes of Indonesian language and literary education study program students. This research is a quantitative quasi experimental study by comparing two groups. The test statistic used is the t test. Data collection methods used are the documentation method and the test method using the problem description. The sample of the research is the third level students of Indonesian language and literature education study program in 2018/2019 academic year. The results of the study stated that the alpha zone conditioning with music was more effective than the fun story on the statistical learning achievement of third-level students in the Indonesian Language and Literature study program. This can be seen from the hypothesis test using the t test which shows the value of t obs = 5.705 is greater than the value of t table = 2.010. The alpha zone conditioning with music is more effective because it has the effect of increasing the production of serotonin in the brain. Serotonin is a neuro transmitter which plays an important role in transmitting nerve vibrations and helping to elicit feelings of joy. Besides music can be enjoyed throughout the learning process. Keywords: Fun Story, Music, Statistics, Alpha Zone Â