AKSIOMA : Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika
Not a member yet
    382 research outputs found

    Prestasi belajar matematika tetap sip dengan penerapan aplikasi google meet

    Full text link
    Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penerapan Aplikasi google meet dalam menunjang prestasi peserta didik. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Data penelitian diperoleh berdasarkan hasil tes , wawancara dengan guru,wawancara dengan peserta didik dan angket refleksi pada akhir pertemuan. Penelitian dilakukan di kelas XII IPS 1 semester genap tahun ajaran 2020/2021 dengan 36 peserta didik. Hasil penelitian menunjukkan peserta didik yang memberikan respon dengan baik setelah dilakukannya perlakuan menggunakan aplikasi google meet dalam pembelajaran, bahwa terdapat 26 peserta didik yang mendapatkan nilai lebih dari KKM dan 10 peserta didik mendapatkan nilai kurang dari KKM. Dan dari seluruh peserta didik kelas XII IPS 1 72% suka dan tertarik menggunakan kembali Aplikasi google meet dan 28 % tidak suka dan kurang tertarik menggunakan kembali.Kata Kunci : penerapan ; google meet ; prestasi belaja

    Menumbuhkan kemampuan berpikir kreatif matematis dan self-confidence siswa melalui model pembelajaran resource based learning

    Full text link
    Kemampuan berpikir kreatif matematis siswa di Indonesia masih tergolong rendah. Hal ini sesuai dengan hasil observasi dan wawancara yang pernah penulis lakukan di salah satu SMA negeri di Kudus yang menunjukkan bahwa kemampuan berpikir kreatif matematis siswa di SMA tersebut masih rendah karena proses pembelajaran matematika yang masih menggunakan pembelajaran konvensional. Apabila masalah tersebut tidak segera diatasi akan menimbulkan dampak seperti rendahnya kemampuan siswa dalam menyelesaikan masalah tidak rutin sehingga hasil belajar siswa rendah. Hal ini tentunya juga berdampak pada self-confidence siswa yang rendah. Oleh karena itu, penulis mencoba memberikan solusi salah satunya dengan menerapkan model pembelajaran Resource Based Learning pada pelajaran matematika. Model ini menjelaskan bahwa siswa dapat belajar dari berbagai sumber belajar dan diharapkan siswa mampu menemukan ide-ide baru yang inovatif untuk menyelesaikan permasalahan yang diberikan

    Pengaruh penerapan model problem based learning (pbl) menggunakan metode daring terhadap hasil belajar matematika siswa kelas VIII smp adabiah padang

    Full text link
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah terdapat pengaruh model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) menggunakan metode daring terhadap hasil belajar matematika siswa. Subjek Penelitian ini adalah Siswa Kelas VIII SMP Adabiah Padang. Desain penelitian pada penelitian ini adalah penelitian kuantitatif Pre Exprerimental Design dengan jenis “One-shot Case Studyâ€. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah tes akhir berbentuk esai berjumlah 5 butir soal. Teknik analisis data yang digunakan adalah uji hipotesis dengan uji-t satu pihak kanan. Berdasarkan analasis tes akhir diketahui bahwa kelas sampel berdistribusi normal. Dari perhitungan uji hipotesis diperoleh thitung= 2,253, sedangkan nilai kritis ttabel= 2,037. Berdasarkan hal tersebut maka thitung ttabel, sehingga dapat disimpulkan bahwa tolak H0, ini artinya terdapat pengaruh penerapan model Problem Based Learning (PBL) menggunakan metode daring terhadap hasil belajar matematika siswa kelas VIII SMP Adabiah Padang

    Efektifitas media Aplimath pada mata kuliah kalkulus I sebagai peningkatan motivasi belajar mahasiswa

    Full text link
    Pada dasawarsa terakhir perkembangan teknologi begitu pesat, salah satunya di bidang smartphone. Teknologi smartphone begitu canggih salah satunya yaitu penggunaan operasi sistem android yang terus berkembang dan terbarukan. Bidang kalkulus adalah cabang ilmu matematika yang mencakup limit, differensial, deret tak terhingga, dan integral. Tujuan dari penulisan ini yaitu menguji efektivitas dari media aplimath berbasis android pada mata kuliah kalkulus I. Aplimath merupakan salah satu alternatif media pembelajaran berbasis teknologi android. Metode dalam penelitian ini menggunakan desain borg and gall dengan 6 langkah yaitu potensi dan masalah, pengumpulan data, desain produk, validasi desain, revisi desain, ujicoba produk. Hasil dari penelitian yaitu rata-rata hasil angket yang diberikan mahasiswa dari berbagai aspek penilaian yaitu sebesar 85%. Sedangkan berdasarkan hasil belajar yaitu terdapat perbedaan hasil belajar antara nilai uts dengan nilai media yaitu sebesar 13,33 dan dengan menggunakan uji-t didapat thitung 2,588 ttabel 2,365. Dari hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa media aplimath berbasis android pada matakulah kalkulus I efektif digunakan sebagai alternatif sumber belajar berbasis teknologi bagi mahasiswa prodi matematika di Universitas Billfath.Kata Kunci: Aplimath, Efektifitas, Kalkulus

    Simulasi Entropi Shannon, Entropi Renyi, dan informasi pada kasus Spin Wheel

    Full text link
    Entropi adalah besaran yang mengukur ketidakpastian variabel acak, dan ini adalah besaran yang merupakan kunci dalam konsep teori informasi. Entropi adalah ukuran ketidakpastian. Konsep entropi dimulai dengan terminologi yang disebut konten informasi. Shannon Entropy sering dinyatakan sebagai asal mula ukuran informasi yang digunakan dalam beberapa aplikasi. Pada penelitian ini menggunakan balanced dan unbalanced spin whell dengan nilai q = 1,000001 diperoleh entropi Shannon, Renyi dan informasi pada balanced spin wheels masing-masing 2.079442, 2.079442, 2.079439 dan pada unbalanced spin wheels masing-masing juga 1.936798, 1.936798, 1.936796 jadi nilainya dari entropi dan informasi akan cenderung shanon entropi ketika        q → 1

    Profil alumni FMIPA dan FKIP Universitas Sriwijaya ditinjau dari variabel dan persepsi pada pekerjaan

    Full text link
    One of the aims of the tracer study is to obtain information about the early careers of alumni, so that some of the questions on the questionnaire need to be explored further. The question items discussed were length of study, length of time to get the first job, field of work, total income, alumni's perception of the closeness of the field of study to work, and the suitability of education level on the job, and taking into account gender and average level of competence. The purpose of this study was to analyze the relationship between these variables in the 2020 tracer study data from alumni of 4 science fields at FMIPA and FKIP Unsri. The method used is descriptive statistics and simple correspondence analysis. Almost all respondents from both faculties stated that the suitability of the level of education with the field of work was at the same level. In respondents from both faculties, there is a significant relationship between respondents' perceptions of the closeness of their field of study with their field of work. The average total income of FMIPA respondents is higher than that of FKIP respondents. FMIPA respondents who stated that their field of study was "less close" to their field of work had a high total income and their field of work was self-employed. FKIP respondents who had a length of time to get their first job of less than 3 months (even before graduating) tended to have a length of study of 4 years and their field of work was in government/BUMN and private institutions. The respondents have the perception that their field of study are "very close" to their field of work.Keywords: tracer study, field of work, first job, Unsri alumni, correspondence analysi

    Analisis praktek pembelajaran daring persamaan garis lurus berbantuan media geogebra melalui google sites

    Full text link
    Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa pembelajaran daring persamaan garis lurus berbantuan media geogebra melalui google site. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Data penelitian diperoleh berdasarkan respon pembelajaran siswa pada setiap pertemuan, wawancara dengan guru, dan angket refleksi pada akhir pertemuan. Penelitian dilakukan di kelas 8B MTsN 1 Kota Malang dengan 32 siswa. Hasil penelitian menunjukkan siswa yang memberikan respon dengan baik, telah melalui tahap pemberian rangsang, pengumpulan data, pengolahan data, pengujidan, dan pemberikan kesimpulan dengan baik. Sementara siswa yang memberikan respon kurang memuaskan telah melakukan tahap pemberian rangsang dan pengambilan kesimpulan dengan baik, namun tidak melakukan tahap menyatakan masalah, mengumpulkan data, dan pengolahan data. Selain itu siswa yang memberikan respon dengan baik pada pertemuan pertama sebanyak 31%, pada pertemuan kedua 63%, pada pertemuan ketiga 22%, dan pada pertemuan keempat 9%. Penurunan respon siswa dipengaruhi oleh tingkat stres dan banyaknya tugas sebesar 57%, serta ketidakmampuan siswa mengoperasikan geogebra dengan baik 31%

    Analisis kemampuan pemecahan masalah matematika siswa kelas VIII ditinjau dari gaya belajar

    Full text link
    Kemampuan pemecahan masalah sangat penting dalam pendidikan matematika, dikarenakan kemampuan pemecahan masalah merupakan salah satu tujuan dalam pendidikan matematika. Salah satu faktor yang mempengarui pemecahan masalah adalah gaya belajar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pemetaan gaya belajar kelas VIIIA serta untuk mengetahui profil kemampuan pemecahan masalah siswa kelas VIIIA SMP Muhammadiyah 2 Godean ditinjau dari gaya belajar.Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif deskriptif, dengan subjek penelitian yaitu sebanyak 6 orang siswa kelas VIIIA dimana masing-masing type gaya belajar diwakili oleh 2 orang siswa. Teknik pengambilan data menggunakan angket gaya belajar, tes kemampuan pemecahan masalah, dan wawancara. Teknik analisis data meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa dari 27 siswa terdapat 16 (59%) siswa bergaya belajar visual, 4 (15%) siswa gaya belajar auditorial, 5 (19%) siswa gaya belajar kinestetik, dan 2 (7%) diantaranya V-A-K. Kemampuan penyelesaian masalah pada siswa visual mampu melaksanakan hingga tahap ketiga polya (pemahaman masalah, penyusunan rencana, dan melaksanakan rencana), siswa auditorial mampu melaksanakan tahap hingga tahap ketiga (pemahaman masalah, penyusunan rencana, dan melaksanakan rencana), namun subjek A2 tidak melaksanakan tahap 2 yaitu penyusunan rencana, siswa kinestetik melaksanakan hingga ke tahap 3 (pemahaman masalah, penyusunan rencana, dan melaksanakan rencana). Ketiga subjek sama-sama tidak melaksanakan tahap 4 yaitu memeriksa kembali

    Optimasi Trim Loss menggunakan Integer Linear Programming pada Cutting Stock Problem untuk industri meubel (Studi Kasus pada UD. Flybers)

    Full text link
    Trim loss merupakan kerugian yang timbul dari hasil pemotongan yang tidak optimal. Trim loss dipengaruhi beberapa faktor salah satunya yaitu peletakan pola pemotongan yang kurang tepat. Trim loss dapat diselesaikan dengan beberapa metode salah satunya menggunakan metode cutting stock. cutting stock digunakan pada pengoptimalan pemotongan sisa material yang tidak dapat digunakan lagi. Pada cutting stock dipengaruhi oleh masalah pola pemotongan disebut cutting stock problem(CSP). CSP dapat diselesaikan dengan menggunakan pendekatan integer linear programming (ILP). ILP adalah salah satu model dalam program linear yang variabel keputusannya berbentuk bilangan positif atau nol

    Menumbuhkan Kemampuan Representasi Matematis dan Metakognitif Siswa Kelas XIII SMP Menggunakan Model CORE (Connecting, Organizing, Reflecting, dan Extending)

    Full text link
    Tujuan penelitian ini adalah menumbuhkan kemampuan representasi matematis dan metakognitif siswa kelas VIII SMP melalui model CORE. Penelitian yang kami lakukan dengan mengkaji, mengaitkan karakteristik, dan indikator kemampuan representasi dan metakognitif. Pada dasarnya representasi matematis memiliki tiga indikator yang lebih abstrak dan memiliki tingkat kemampuan representasi pemecahan masalah yang lebih tinggi, yaitu representasi bahasa, representasi kata/ungkapan matematika dan representasi kata/teks tertulis. Fakta dilapangan membuktikan bahwa hasil kemampuan representasi matematika di Indonesia masih banyak yang kurang memuaskan. Jika strategi pada representasi yang digunakan sesuai dengan masalah, masalah yang dianggap kompleks menjadi lebih sederhana. Oleh karena itu, pemilihan model representasi memiliki pengaruh yang besar terhadap keputusan kebijakan dalam penyelesaian masalah. Selain keterampilan representasi pada penelitian ini juga mengkaji mengenai metakognitif,  Metakognisi adalah pemikiran seseorang tentang pikirannya sendiri, termasuk pemahaman tentang hal-hal yang diketahui. Metakognisi meliputi pengetahuan metakognitif dan pengalaman atau regulasi metakognitif. Sehingga dari penelitian kajian pustaka ini dapat disimpulkan bahwa dari beberapa fakta dilapangan yang telah diteliti oleh peneliti lain, kemampuan representasi matematis dan metakognitif siswa masih banyak yang belum memuaskan dan beberapa siswa masih belum dapat menumbuhkan kemampuan representasi maupun metakognitif  dalam pembelajaran. Dari analisis data dapat disimpulkan bahwa model CORE (Connecting, Organizing, Reflecting dan Extending) dapat menumbuhkan kemampuan representasi matematik dan metakognitif siswa kelas VIII SMP

    364

    full texts

    382

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    AKSIOMA : Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇