Jurnal Ilmu Ternak
Not a member yet
    353 research outputs found

    Ransum Puyuh Petelur yang Mengandung Bungkil Inti Sawit sebagai Pengganti Bungkil Kedelai Berbentuk Pellet Ditinjau dari Sifat Fisik dan Nutrisi

    No full text
    This study aimed to evaluate the physical and nutritional of laying quail diets containing palm kernel cake (PKC) as a substituted for soybean cake in the form of pellets. The research used a completely randomized design with  4 x 2 factorial with 2 replication. Factor A consisting of A0 = Soybean meal 30% + Palm kernel cake 0%; A1 = Soybean meal 20% + Palm kernel cake 10%; A2 = Soybean meal 10% + Palm kernel cake 20% ; A3 = Soybean meal 0% + Palm kernel cake 30% and factor B which consists of B1 = 5% molasses, B2 = 10%. The parameters measured were the physical content of pellets (moisture content, density, stack angle, pile density, pile compaction density) and pellet nutrition (dry matter, crude protein and crude fiber). The results showed that there was an interaction between substituted soybean meal with palm kernel meal by 30% with the addition of 10% molasses which gave the best physical and nutritional of pellets the density, crude protein and crude fibe

    Fermentabilitas dan Kecernaan Ransum Domba yang Mengandung Kulit Buah Pisang Muli (In Vitro)

    No full text
    Kulit buah pisang Muli memiliki potensi sebagai bahan pakan sumber serat pengganti rumput lapang, namun saat ini penggunaannya masih terbatas. Penelitian bertujuan untuk mempelajari penggunaan kulit buah pisang Muli dalam ransum terhadap fermentabilitas dan kecernaan (in vitro). Penelitian menggunakan rancangan acak lengkap dengan 4 perlakuan ransum yang mengandung 10, 20, 30, dan 40% kulit buah pisang Muli. Data yang terkumpul dianalisis dengan menggunakan Uji Duncan. Penelitian menghasilkan data yang memberi petunjuk adanya pengaruh nyata (P<0,05) terhadap fermentabilitas dan kecernaan ransum yang mengandung berbagai kulit buah pisang Muli. Penggunaan kulit buah pisang Muli sebanyak 40% menghasilkan VFA, kecernaan bahan kering dan bahan organik yang tertinggi dengan konsentrasi N-NH3 yang terendah yaitu berturut-turut sebesar 161,5 mM, 66,72%, 66,15% dan 1,94 mM. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa penggunaan kulit buah pisang Muli dapat sebanyak 40% dapat digunakan dalam ransum untuk menggatikan rumput lapang

    Cover

    No full text

    Implementasi Azzola pinnata Dalam Ransum Terhadap Nilai Kecernaan Dan Performa Itik Peking Jantan

    Full text link
    ABSTRAKPenelitian Implementasi Azzola pinnata Dalam Ransum Terhadap Nilai Kecernaan dan Performa Itik Peking Jantan dilakukan di Kandang Ternak Unggas Kelurahan Sasa Puncak Kecamatan Ternate Selatan. Penelitian menggunakan itik Peking jantan umur 1 minggu sebanyak 80 ekor, terdiri dari 4 perlakuan dan 5 ulangan yaitu: P0 ransum kontrol 100%; P1 ransum kontrol 90% + Azzola pinnata 20%; P2 ransum kontrol 80% + Azzola pinnata 20%; dan P3 ransum kontrol 70% + Azzola pinnata 30%.  Peubah yang diamati yaitu nilai kecernaan bahan kering, bahan organik dan protein, serta performa yaitu konsumsi ransum, pertambahan bobot badan dan konversi ransum. Analisis penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dan apabila ada perbedaan dilakukan uji lanjut Duncen.  Hasil penelitian terhadap kecernaan yaitu Kecernaan bahan kering, bahan organik dan protein menunjukkan perbedaan nyata (P<0,05), sedangkan pada performa yaitu konsumsi ransum, pertambahan bobot badan, dan konversi ransum terdapat perbedaan yang nyata (P<0,05). Kesimpulan pemberian Azzola pinnata dalam ransum itik Peking sampai 20% memberikan hasil terbaik untuk kecernaan dan performa.Kata kunci:   Azzola pinnata, kecernaan, pertumbuhan, itik peking, paka

    EVALUASI SANITASI LAPAK PENJUALAN KARKAS AYAM TERHADAP JUMLAH TOTAL BAKTERI, Staphylococcus aureus DAN AWAL KEBUSUKAN

    Full text link
    Pada masa pandemic, pemerintah membatasi mobilitas masyarakat, sehingga banyak produsen daging ayam merubah pola penjualannya dengan membuka kios di sekitar pemukiman penduduk. Kios yang digunakan berupa meja yang diberi alas plastic dan terbuka, serta lokasi dipinggir jalan raya, hal ini rentan terhadap kontaminasi bakteri dan menyebabkan kerusakan pada daging ayam. Tujuan penelitian ini mengevaluasi sanitasi lapak penjualan karkas ayam terhadap kontaminasi bakteri, Staphylococcus aureus dan nilai pH serta awal kebusukan pada karkas ayam. Metode penelitian adalah metode deskripsi, dengan melakukan surve dan analisis pada pedagang kaki lima tentang evaluasi sanitasi lapak dagangan terhadap jumlah bakteri total, Staphylococcus aureus, pH dan awal kebusukan pada karkas ayam. Batas Maksimum Cemaran Bakteri berdasarkan SNI 7388:2009 : ALT (30 °C, 72 jam) 1 x 106 koloni/g, Staphylococcus aureus 1 x 102 koloni/g. Hasil penelitian menunjukkan jumlah total bakteri pada bagian karkas dada (9.45 x 108 – 3.17 x 109 ) dan paha (9.36 x 108 - 1.95 x 109 ) dari semua pedagang, melibihi standar. Pada sampel dari Pedagang P1 (paha) dan P5 (dada) terdapat Staphylococcus aureus yang melebihi standar. Nilai pH berkisar 5.64 – 6.94, awal kebusukan dimulai pada menit ke 295 – 545

    Kualitas Fisik Telur Itik Dengan Sistem Pemeliharaan Semi Intensif dan Intensif

    Full text link
    Penelitian Kualitas Fisik Telur Itik Dengan Sistem Pemeliharaan Semi Intensif dan Intensif dilaksanakan dikandang Percobaan di Desa Akedaga, Kabupaten Halmahera Timur.  Itik yang digunakan dalam penelitian  sebanyak 60 ekor umur 18 minggu yaitu 30 ekor untuk sistem pemeliharaan semi intensif dan 30 ekor untuk sistem pemeliharaan intensif. Penelitian ini dianalisis dengan Uji t Student  dengan 2 perlakuan dan 15 kali ulangan yaitu Pemeliharaan Semi Intensif  dan Pemeliharaan Intensif.  Hasil penelitian menunjukkan (1) Produksi telur; (2) Bobot telur; (3) Shape Index (SI); (4) Tebal kerabang; dan (5) Warna kuning telur; berbeda nyata (P0,05) antara sistem pemeliharaan semi intensif dan pemeliharaan intensif. Hasil penelitian dapat disimpulkan sistem pemeliharaan intensif memberikan hasil yang optimal untuk produksi telur dan kualitas fisik dari telur itik.Kata kunci: Semi intensif, intensif, kualitas fisik, telur iti

    Perubahan frekuensi alel gen Growth Hormone pada populasi kambing keturunan Boer dan hubungannya dengan ukuran tubuh

    Full text link
    Crossbreeding antara ternak lokal dengan eksotik merupakan salah satu strategi peningkatan produktivitas ternak. Metode ini akan mengubah frekuensi alel-alel gen yang bertanggung jawab pada sifat seperti pertumbuhan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perubahan frekuensi alel gen Growth Hormone (GH) dan hubungannya dengan ukuran tubuh populasi kambing keturunan Boer. Sebanyak 44 ekor kambing terdiri dari kambing Boer, dan keturunannya dengan Jawa Randu bernama Boerja F1, F2 dan F3 digunakan sebagai sumber DNA. Tipe alel ditentukan dengan metode Polymerase Chain Reaction-Restriction fragment length polymorphism (PCR-RFLP) menggunakan enzim HaeIII. Ukuran tubuh diukur pada lingkar dada (LD), panjang badan (PB), dan tinggi gumba (TG). Dua tipe alel gen GH yaitu A dan B, dengan variasi genotipe AA dan AB teramati pada penelitian ini. Frekuensi alel A pada populasi kambing Boerja F1, F2, dan F3 adalah 0,50; 0,57; dan 0,59, sedangkan alel B adalah 0,50; 0,43; and 0,41, berturut-turut. Nilai heterozigositas populasi Boerja F1 ke F3 teramati mengalami penurunan, dan ukuran tubuh LD antar populasi menunjukkan perbedaan nyata (p<0,05). Berdasarkan penelitian ini, disimpulkan bahwa perubahan frekuensi alel gen GH berhubungan dengan ukuran tubuh keturunan kambing Boer

    Pengaruh Pemberian Feed Additive Tepung Binahong (Anredera cordifolia (Ten.) Steenis) terhadap Karakteristik litter ayam broiler

    Full text link
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efek pemberian feed additive tepung daun binahong dalam pakan terhadap karakteristik litter ayam broiler. Sebanyak 144 ekor broiler jantan (Lohmann MB 202) dikelompokkan kedalam 6 perlakuan masing-masing perlakuan diulang 3 kali dan setiap  ulangan terdiri dari 8 ekor ayam.  Perlakuan 1 adalah pakan basal + Tetrasiklin 50 ppm (T50), perlakuan 2 adalah pakan basal (BT0), perlakuan 3, 4, 5, dan 6 adalah pakan basal + tepung daun binahong sebanyak 1, 2, 4, dan 8% (B1, B2, B4, dan B8). Parameter yang diamati adalah karakteristik litter yaitu: suhu, pH, total bakteri dan amonia litter. Analisis data yang digunakan adalah analisis sidik ragam (ANOVA) dan bila memberikan pengaruh yang berbedanyata maka dilanjutkan dengan uji Duncan’s multiple range test.  Hasil penelitian diperoleh bahwa pemberian feed additive tepung daun binahong dalam pakan ayam broiler menurunkan suhu, total bakteri, dan kandungan amonia litter (P<0,05). Penurunan suhu litter dari 29,92 menjadi 27,17OC, penurunan total bakteri litter dari 9,70 menjadi 9,41 CFU/g litter, dan penurunan amonia litter dari 734,67 menjadi 466,38 ppm. Kesimpulan dari penelitian ini adalah pemberian feed additive tepung binahong dengan level 2% dalam pakan dapat memperbaiki karakteristik litter dengan menurunkan suhu, total bakteri, dan amonia litter

    The Effect of Strawberry (Fragaria ananassa) Extract Concentration as Coagulant on Physical and Chemical Characteristic Fresh Cheese

    Full text link
    Cheese is one of the processed products originating from milk which is mostly imported from other countries. Fresh cheese is a soft cheese without ripening process. Protease is one of the important enzymes in cheese making industry, which  catalyst to hydrolyze peptide bonds.  The purpose of this study was to study the physical and chemical characteristics of fresh cheese at several concentrations of strawberry extract as a coagulant. The study was conducted using a completely randomized design (CRD) consisting of three treatments at the concentration level of strawberry extract P1 (20%), P2 (30%), and P3 (40%), with six replications. The data obtained were evaluated using the variance test and to determine the differences between treatments, the Duncan multiple distance test was carried out. The observed variables were yield, water content, milk clotting activity, pH and color of fresh cheese. The results showed that strawberry extract can be used as a coagulant in the manufacture of fresh cheese up to a concentration of 40% with a yield of 23.81%, water content, milk clotting activity 1260.09 SU/mL, pH 5.04 and the color includes L*59, 48, a* 12.67 and b* 17.32

    Cover

    No full text

    301

    full texts

    353

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal Ilmu Ternak
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇