Jurnal Ilmu Ternak
Not a member yet
353 research outputs found
Sort by
Perubahan Sifat Fisik Daging Ayam Broiler Post Mortem Selama Penyimpanan Temperatur Ruang (Change of Physical Characteristics of Broiler Chicken Meat Post Mortem During Room Temperature Storage)
Perubahan sifat fisik daging ayam broiler post mortem telah diteliti menggunakan daging bagian dada ayam broiler yang dipotong pada umur 6 minggu. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perubahan sifat fisik daging ayam broiler selama penyimpanan temperatur ruang yang meliputi pH, daya ikat air dan susut masak setelah pemotongan, sehingga dapat ditentukan pada jangka waktu pemotongan berapa daging ayam broiler masih memiliki kualitas yang baik. Rancangan yang digunakan adalah rancangan acak kelompok (RAK) dengan 7 perlakuan lama penyimpanan pada temperatur ruang, yaitu 0, 2, 4, 6, 8,10 dan 12 jam. dengan ulangan sebanyak 4 kali. Hasil penelitian menunjukan bahwa penyimpanan pada temperatur ruang 12 jam setelah pemotongan ayam broiler, terjadi penurunan keasaman (pH), daya ikat air dan peningkatan susut masak daging ayam broiler. Penurunan pH, daya ikat air dan peningkatan susut masak daging ayam broiler yang nyata (P<0,05), masing-masing terjadi setelah 4 jam, 2 jam dan 12 jam penyimpanan temperatur ruang.Kata Kunci : Fisik, Broiler, Penyimpana
Studi Pembuatan Kompleks Mineral-Minyak dan Efek Penggunaannya dalam Ransum terhadap Fermentabilitas dan Kecernaan (In Vitro) (Study of Oil-mineral Complex and It effects on in Vitro Fermentability and Digestibility)
Penelitian bertujuan untuk mengetahui fermentabilitas dan kecernaan ransum yang mengandung berbagai kompleks minyak-mineral in vitro. Penelitian dilakuan secara eksperimen dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) empat perlakuan dan lima ulangan. Percobaan pertama terdiri atas R1 = Ransum lengkap + 5% Minyak Jagung, R2 = Ransum lengkap + 5,95% Kompleks Ca-Minyak Jagung, R3 = Ransum lengkap + 5,95% Kompleks Ca-Minyak Kacang Tanah, R4 = Ransum lengkap + 5,95% Kompleks Ca-Minyak Ikan. Perlakuan kedua : R1 = Ransum lengkap + 5% Minyak Kacang Tanah. R2 = Ransum lengkap + 5% Kompleks I-Minyak Jagung, R3 = Ransum lengkap + 5% Kompleks I-Minyak Kacang Tanah, R4 = Ransum lengkap + 5% Kompleks I-Minyak Ikan. Hasil penelitian menunjukkan Jenis minyak (minyak kacang tanah, minyak jagung dan minyak ikan) pada pembuatan kompleks mineral minyak tidak mempengaruhi fermentabilitas dan kecernaan ransum, namun ada indikasi bahwa fermentabilitas dan kecernaan ransum yang mengandung minyak utuh lebih rendah. Kata kunci : Kompleks mineral-minyak, fermentabilitas, kecernaan, in vitr
Hubungan Fungsi-Fungsi Koperasi dengan Keberdayaan Peternak Sapi Perah (Relationship Cooperative Function with Empowerment of Dairy Farmers)
Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari: fungsi-fungsi koperasi, keberdayaan peternak sapi perah dan keeratan hubungan dari kedua hal tersebut. Populasi sampling adalah koperasi peternak sapi perah yang ada di Kabupaten Bandung, dan populasi sasaran adalah seluruh peternak sapi perah anggota dari koperasi tersebut. Pengambilan sampel penelitian dilakukan melalui teknik pengambilan sampel gugus bertahap (multistage sampling), sehingga terpilih 4 koperasi dengan peternak sapi perah responden sebanyak 120 orang. Uji keeratan hubungan yang digunakan adalah uji korelasi rank spearman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa fungsi-fungsi koperasi rata-rata tergolong rendah, khususnya di dalam fungsi pengembangan keanggotaan, pengembangan kelompok, dan pengembangan partisipasi. Keberdayaan peternak sapi perah rata-rata tergolong rendah, khususnya di dalam peran peternak sebagai manajer dan peran peternak sebagai individu otonom. Terdapat hubungan positif yang sangat nyata antara fungsi-fungsi koperasi dengan keberdayaan peternak sapi perah.Kata kunci: Fungsi-fungsi koperasi, keberdayaan peterna