Jurnal Ilmu Ternak
Not a member yet
353 research outputs found
Sort by
Effect of dietary citric acid and microbial phytase on the growth performance of broiler chickens
Feed additives are one of the most essential parts of broiler production. Feed additives such as citric acid and microbial phytase are usually used separately despite the theory that they can work together. In this study, 320 broiler birds were reared and then fed four different treatments. 10 birds were reared per pen and there were 8 replications per treatment. The birds were reared using normal broiler management and health management protocols. The growth parameters and mortalities were recorded after each growth period. Production cost and the market price during the duration of the experiment were used to assess profitability. Out of all the treatments, the combination of the citric acid and microbial phytase gave the highest body weight, weight gain, second-lowest feed intake, best feed conversion ratio, and the highest profitability. Results indicated that there is a synergistic interaction with the combination of 3% citric acid and 500 U/kg microbial phytases. The concurrent supplementation produced a significant increase in the growth parameters and profitability
Analisis Kelayakan Finansial Usaha Burung Puyuh Petelur di Kecamatan Pringsewu Kabupaten Pringsewu
Unggas penghasil telur terbesar kedua setelah ayam ras petelur adalah burung puyuh petelur. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kelayakan finansial terhadap usaha burung puyuh petelur di Kecamatan Pringsewu Kabupaten Pringsewu dan menganalisis sensitivitas terhadap produksi telur puyuh, harga jual telur puyuh, dan biaya pakan. Penelitian dilakukan pada bulan Januari-Februari 2022. Metode analisis yang digunakan yaitu NPV, IRR, Gross B/C Ratio, Net B/C Ratio, PP, dan analisis sensitivitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa usaha burung puyuh petelur di Kecamatan Pringsewu, Kabupaten Pringsewu layak secara finansial untuk dilanjutkan dengan nilai NPV sebesar Rp150.699.307,00, IRR sebesar 18,49%, Gross B/C sebesar 1,05, Net B/C sebesar 1,83, dan PP sebesar 5,25 tahun. Analisis sensitivitas usaha burung puyuh petelur menunjukkan bahwa usaha tersebut sensitif terhadap penurunan produksi telur puyuh, penurunan harga jual telur puyuh, dan kenaikan biaya pakan dan usaha ini tidak layak untuk dilanjutkan bila terjadi penurunan produksi sebesar 4%, penurunan harga jual sebesar 4,1%, dan kenaikan biaya pakan sebesar 7%
BRAND EQUITY ANALYSIS OF UHT MILK PRODUCT TETRA PACK 200 ML IN YOGYA DEPARTEMENT STORE CIMANGGU BOGOR CITY
Cimanggu Bogor City” was carried out in August 2021, in Convenience Yogya Cimanggu, Kedung Badak Village, Tanah Sareal District, Bogor City, West Java. Purpose of the research was to know the consumer characteristics of the purchase UHT milk tetra pack 200 ml products and analyzing elements of brand equity of the purchase UHT milk tetra pack 200 ml products. The research method was a survey of 91 respondents using a questionnaire as a tool. The data obtained were analyzed using desciptive statistics analysis, Cochran test, brand switching pattern matrix, and estimated market share. According to this study, characteristic of the consumers are housewives, aged between 19-65 years old, with a monthly income of Rp. 1.000.000 - > Rp.5.000.000, a monthly expenditure of Rp. 100.000 - > Rp.3.000.000, a consumption frequency of UHT milk products per month was 1-15 times and based on calculated brand equity parameters, the results has shown that Ultramilk brand was the strongest brand equity value than competitor brand because it has superior value in dimension brand awareness, brand association, perceived quality, brand loyalty, estimated market share and more users
Pengaruh Penambahan Ekstrak Buah Mengkudu yang Disuplementasi Cu dan Zn dalam Ransum Terhadap Bobot Potong, Karkas, Giblet, dan Lemak Abdominal Ayam Sentul
Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh penambahan ekstrak buah mengkudu yang disuplementasi Cu dan Zn dalam ransum terhadap bobot potong, karkas, giblet, dan lemak abdominal ayam Sentul. Penelitian menggunakan 100 DOC ayam Sentul yang dipelihara selama 12 minggu di Test Farm Fakultas Peternakan, Universitas Padjadjaran. Penelitian ini menggunakan metode eksperimental dengan Rancangan Acak Lengkap dan 5 perlakuan, yaitu P0 sebagai kontrol (ransum basal/RB), P1 (RB + 50 mg/kg zinc bacitracin), P2 (RB + 125 mg/kg ekstrak mengkudu disuplementasi Cu, Zn), P3 (RB + 250 mg/kg ekstrak mengkudu disuplementasi Cu, Zn), P4 (RB + 375 mg/kg ekstrak mengkudu disuplementasi Cu, Zn). Perlakuan diulang sebanyak 4 kali, ayam ditempatkan di kandang koloni di mana setiap kandang terdiri dari 5 ekor. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan ekstrak buah mengkudu yang disuplementasi Cu dan Zn dalam ransum sampai dengan level 375 mg/kg tidak berpengaruh nyata terhadap bobot potong, karkas, giblet, dan lemak abdominal pada ayam Sentul. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa penambahan ekstrak buah mengkudu yang disuplementasi Cu dan Zn dalam ransum sampai dengan level 375 mg/kg memberikan performa yang sama dengan ayam Sentul yang diberikan antibiotik zinc bacitracin.
Nilai Keekonomian Brewer’s Spent Grain sebagai Pakan Konsentrat Ternak Sapi
Peningkatan kapasitas produksi bir turut mempengaruhi peningkatan penggunaan bahan baku dan peningkatan jumlah limbah yang dihasilkan. Limbah brewer’s spent grain memiliki potensi untuk dimanfaatkan sebagai pakan konsentrat untuk ternak sapi. Hal ini dikarenakan brewer’s spent grain memiliki kandungan protein mencapai 25 persen dan memiliki total digestable nutrient (TDN) untuk ternak sapi yang cukup tinggi mencapai 80 persen. Pemanfaatan brewer’s spent grain sebagai pakan konsentrat ternak sapi merupakan alternatif solusi untuk penyediaan bahan pakan konsentrat dengan harga terjangkau. Brewer’s spent grain dapat dimanfaatkan untuk menambahkan dan mensubstitusi bahan lain sebagai pakan konsentrat ternak sapi. Pemberian brewer’s spent grain sebagai pakan konsentrat diberikan sebanyak 1 – 2 persen dari total bobot sapi per hari. Berdasarkan fatwa MUI Nomor 52 Tahun 2012 pemanfaatan limbah brewer’s spent grain sebagai pakan ternak adalah diperbolehkan dan hewan tersebut hukumnya halal dikonsumsi, baik daging dan susunya. Hasil penelitian diperoleh bahwa penggunaan brewer’s spent grain secara umum memberikan dampak positif terhadap efisiensi pengeluaran biaya penyediaan pakan konsentrat dibandingkan dengan bahan pakan konsentrat lain Efisiensi pengeluaran biaya beturut-turut dari yang terbesar didapatkan pada peternak rakyat TM dengan nilai 55,01 persen, peternakan SB dengan nilai 50 persen, dan peternakan DV dengan nilai 32,57 persen. Namun perbedaan yang cukup terlihat pada ketiga narasumber adalah perbedaan asal pasokan dan harga pembelian brewer’s spent grain sehingga mempengaruhi harga beli di peternak dan meningkatkan biaya pengadaan pakan dan berpengaruh terhadap nilai keekonomian brewer’s spent grain sebagai pakan konsentrat terhadap produk yang dihasilkan oleh ternak sapi
Effect of betel leaf meal (Piper Betle L.) as feed additive on milk composition and somatic cell count of subclinical mastitis
The aim of this experiment was to study the effect of betel leaf meal (BLM) as feed additive on milk composition and somatic cell count of subclinical mastitis infected cow. The experiment design was a completely randomized design with five dietary treatments of BLM level and four replications in concentrate feed. The treatments were T0 (without betel leaf meal, as control), T1 (2% of betel leaf meal every day), T2 (4% of betel leaf meal every day), T3 (2% of betel leaf meal skip two days), and T4 (4% of betel leaf meal skip two days). Milk samples from the infected quarter would be analyzed every week of the experiment. Parameters measured were milk composition and somatic cell count. Data were analyzed by using analysis of variance (ANOVA) and the differences among treatments were examined by Duncan's multiple range test. Results showed that in T1 decreased somatic cell count by 83%, but the addition of BLM did not significantly affect milk composition. It could be concluded that the addition of 2% of BLM as a feed additive has the potency to prevent mastitis in lactating cows
Karakteristik Produksi Ayam Tukong: Plasma Nutfah Ayam Lokal di Kalimantan Barat
Ayam Tukong merupakan salah satu jenis ayam lokal yang berasal Kalimantan Barat dan merupakan sumber daya genetik unggas lokal Indonesia yang sangat potensial dikembangkan. Penelitian bertujuan mengetahui karakteristik produksi ayam Tukong sebagai upaya dasar dalam pengelolaan plasma nutfah ayam lokal di wilayah Kalimantan Barat. Penelitian dilaksanakan pada bulan Januari-Juli 2020 di Laboratorium Peternakan Fakultas Pertanian, Universitas Tanjungpura. Materi yang digunakan adalah adalah 7 ekor ayam Tukong yang terdiri atas 2 ekor jantan dan 5 ekor betina. Parameter yang diamati ciri khas ayam Tukong secara kualitatif dan kuantitatif (bobot badan dan bentuk tubuh), umur pertama kali bertelur, produksi telur, berat telur, warna telur, fertilitas, daya tetas dan bobot tetas. Ayam Tukong dari ukuran tubuh, warna bulu dan bentuk telur tidak berbeda jauh dengan ayam lokal lainnya. Perbedaan spesifik yang dimiliki ayam Tukong daripada ayam lokal lainnya yaitu tidak terdapat tungging/pangkal ekor atau ”brutu” yang biasanya terdapat di bagian ujung tulang belakang sehingga menyebabkan ayam Tukong tidak mempunyai bulu ekor. Bobot badan pada ayamTukong jantan sebesar 1,65±0,82kg sedangkan pada ayam betina sebesar 1,42±0,55 kg. Jumlah produksi telur ayam Tukong mencapai 9,45±1,22 butir/ekor dengan berat telur 40,37±5,05 g. Fertilitas telur ayam Tukong adalah 73,51% dengan daya tetas sebanyak 81,42% dan bobot tetas sebesar 26,89±2,73 g
Estimasi Emisi Gas Rumah Kaca dan Aplikasi Pemanfaatan Konsorsium Bakteri dari Limbah Peternakan dengan Media Batubara dalam Menghasilkan Biogas
Tujuan penelitian ini adalah mengestimasi emisi gas rumah kaca dari populasi ternak ruminansia dan memanfaatkan GRK sebagai energi alternatif, yang terbentuk dari aktivitas konsorsium bakteri dalam limbah ruminansia sebagai starter dengan media batubara. Penelitian ini terdiri dari tiga tahap: Tahap 1 adalah estimasi emisi gas rumah kaca yang didasarkan pada survei populasi ternak di Kabupaten Sumedang (Jatinangor, Tanjungsari dan Sukasari) menurut metode IPCC 2006. Tahap 2 adalah percobaan skala laboratorium untuk membuktikan pembentukan gas rumah kaca dari sampel limbah ruminansia. Tahap 3 adalah pemanfaatan gas rumah kaca sebagai sumber energi dengan media batubara dan starter konsorsium bakteri dari feses ternak. Sampel untuk penelitian skala laboratorium diperoleh dengan mengaktifasi konsorsium bakteri dari feses ternak yang ditanam di media batubara. Penelitian ini dilakukan sebagai penelitian eksploratif dengan memanfaatkan feses sapi perah, feses sapi potong, feses kerbau yang ditambahkan secara terpisah ke dalam medium 98-5 yang terbuat dari campuran komponen kimia dan diencerkan dengan aquadest dan cairan rumen. Setiap sampel disimpan ke dalam digester anaerobik 250 ml, diinkubasi selama 15 hari, dianalisis dengan Gas Chromatography (GC-A14). Hasil penelitian menunjukkan bahwa peternakan ruminansia menghasilkan gas rumah kaca khususnya CH4 yang berpotensi dapat dikurangi dengan memanfaatkannya sebagai biogas dengan media batubara
Penambahan Probiotik dalam Ransum Mengandung Protein Mikropartikel dan Lemak Tinggi Terhadap Profil Lemak Darah dan Kualitas Daging Broiler
Tujuan penelitian untuk mengetahui penambahan probiotik dalam ransum mengandung protein mikropartikel dan kadar lemak tinggi terhadap profil lemak darah dan kualitas daging broiler. Materi penelitian adalah day old chicken broiler unsex umur 1 hari berjumlah 200 ekor dan perlakuan diberikan umur 8 hari dengan koefisien keragaman 167,06 ± 11,43 g. Ransum disusun berdasarkan bahan pakan yaitu jagung giling,..bekatul,.bungkil.kedelai,.tepung ikan, minyak nabati, premiks,.CaCO3, lisin dan metionin serta Lactobacillus plantarum sebagai probiotik. Penelitian disusun dengan.rancangan.acak lengkap.dengan.5.perlakuan.dan.4.ulangan (berisi 10 ekor tiap unit percobaan). Perlakuan.yang. digunakan : P0=Ransum dengan protein..non-mikropartikel; P1=Ransum dengan protein mikropartikel; P2=Ransum dengan protein mikropartikel dan kadar lemak 4%+L. plantarum 1,2%; P3=Ransum dengan protein mikropartikel dan kadar lemak 6%+L. plantarum 1,2%; P4=Ransum dengan protein mikropartikel dan kadar lemak 8%+L. plantarum 1,2%. Parameter yang diukur meliputi asupan lemak, profil..lemak..darah..(kolesterol, trigliserida,..high..density..lipoprotein/HDL,..low..density lipoprotein/LDL), dan kualitas daging (kadar lemak dan kolesterol). Data terolah menggunakan uji sidik ragam dan.beda.nyata.Duncan.pada.taraf.5%. Hasil.penelitian.menunjukkan bahwa penambahan L. plantarum 1,2% dalam ransum mengandung protein mikropartikel 18% dengan kadar lemak 4-8% berpengaruh.nyata.(p<0,05).terhadap.asupan lemak, profil lemak darah (kolesterol, trigliserida, HDL, LDL), dan kualitas daging (kadar lemak.dan.kolesterol)..Kesimpulan adalah penambahan L. plantarum 1,2% dalam ransum mengandung protein mikropartikel 18% dengan kadar lemak 4% (P2) mampu menurunkan asupan lemak, profil.lemak.darah.(kolesterol,.trigliserida, HDL, LDL), dan kualitas daging (kadar lemak dan kolesterol)
Egg Characteristics of Pelung Chickens in Four Different Areas in West Java, Indonesia: technical inputs for conservation
Egg characteristics such as egg size and egg quality affect the hatchability rate of chicken eggs. The study objective was to determine egg characteristics of Pelung chickens that are endangered chickens of Indonesia. A total of 116 eggs from Garut, Bandung, Cianjur and Sukabumi Regencies, West Java Province, Indonesia was selected using a purposive technique. The observed parameters were egg weight, egg specific gravity, and thickness of an eggshell. Data were analyzed using the nonparametric Kruskal-Wallis test followed by the post hoc Mann-Whitney U test. The former was used to determine data differences among research areas, while the latter was applied to compare data differences between the two research areas. The rank Spearman analysis was used to determine the correlation between observed parameters. The study showed that there were significant differences (p > 0.05) among research areas for all observed parameters. Egg weight and thickness of eggshell in the Sukabumi Regency were higher than other regencies, while egg specific gravity in this regency was the highest (p > 0.05). There was a significant positive correlation (p > 0.05) between observed parameters. The findings indicated variation in the rearing management system and the genetic of Pelung chickens in research areas