Jurnal Ilmu Ternak
Not a member yet
353 research outputs found
Sort by
Model Matematika Kurva Produksi Telur Ayam Broiler Breeder Parent Stock
Produksi telur membentuk suatu kurva dengan model matematika tertentu. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan model matematika terbaik untuk menggambarkan kurva produksi telur ayam broiler breeder parent stock Cobb 500 umur 24-45 minggu. Model matematika yang diuji dalam penelitian ini ada empat, yaitu model Mc Millan, model Yang, model Logistik, dan model Adams-Bell. Model Adams-Bell dengan rumus memiliki kecocokan yang paling baik dengan koefisien determinasi (R2) = 0,9998, koefisien korelasi (r) = 0,999, dan galat baku (SE) = 1,060. Dengan menggunakan model Adams-Bell ini, dapat dibuat suatu dugaan kurva produksi telur broiler breeder parent stock umur 24-45 minggu.Kata Kunci: Kurva Produksi Telur, Ayam Broiler Breeder Parent Stock
Manfaat Finansial pada Pola Kemitraan Usaha Pembibitan Sapi Potong (Financial Benefit on Local Cattle Breeding Smallholder Sharing Pattern)
Penelitian survey bertujuan mengungkap informasi perolehan manfaat finansial usaha pembibitan sapi potong lokal pada kemitraan pola bagi hasil anak berselang. Penelitian dilakukan di Kecamatan Ujungjaya Kabupaten Sumedang. Responden sebanyak 25 orang peternak pembibitan sapi potong lokal dengan pola bagi hasil anak berselang, diperoleh dengan metode Cluster simple Random Sampling. Kesepakatan informal pada pola bagi hasil mewajibkan investor menyediakan induk sapi potong lokal dan peternak membiayai seluruh pengeluaran usaha. Investor dan peternak masing-masing memperoleh 50 % gross output. Rata-rata peternak mendapatkan bagian 3,83 ekor/tahun (Rp. 7.260.988,80). Pendapatan riil keluarga peternak Rp. 6.544.425,-/tahun dari investasi sebesar Rp. 1.911.200, sedangkan pendapatan investor Rp.7.260.989,-/tahun/ unit usaha dari investasi sebesar Rp. 14.400.000,-. Parameter ROI peternak 57,39 % lebih besar dari ROI investor 50,42 % mengindikasikan aturan pola bagi hasil yang selama ini disepakati secara informal dinilai hampir memberikan keuntungan finansial yang proporsional/adil.Kata kunci : Pola Bagi Hasil, manfaat finansia
Peran Penyuluh dalam Proses Pembelajaran Peternak Sapi Perah di KSU Tandangsari Sumedang (Role of Extention Agents in Dairy smallholder farmer learning process at KSU Tandangsari Sumedang)
Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari peran penyuluh baik sebagai pendidik maupun sebagai fasilitator di dalam proses pembelajaran peternak sapi perah anggota KSU Tandangsari Kabupaten Sumedang. Penelitian dirancang sebagai penelitian survei, dengan responden sebanyak 30 peternak. Hasil penelitian menunjukkan: (1) Penyuluh dinilai peternak telah tergolong cukup perannya, baik dalam perannya sebagai pendidik maupun sebagai fasilitator, (2) Hal-hal yang relatif sudah baik dari penyuluh dalam perannya sebagai pendidik adalah: dalam cara penyampaian materi, materi yang diberikan sudah berhubungan dengan pengetahuan peternak, dan tingkat kemampuan dalam menjelaskan materi, (3) Hal-hal yang dianggap masih belum dilakukan dengan baik oleh penyuluh dalam perannya sebagai pendidik adalah dalam: kelengkapan materi aspek manajemen usaha, perhatiannya terhadap kesiapan mental peternak, dan pengulangan aktivitas demonstrasi, dan (4) Hal yang dianggap sudah baik dilakukan penyuluh dalam perannya sebagai fasilitator adalah dalam hal pengenalan sumber-sumber informasi. Hal yang kurang adalah dalam hal penyediaan sarana belajar. Kata kunci: Peran penyuluh, Proses pembelajara
Penggunaan Starter Bakteri Asam Laktat pada Produk Susu Fermentasi “Lifihomi” (Utilization of Lactic Acid Bacteria in Fermented Milk Product “Lifihome”)
Penelitian bertujuan untuk mengetahui penggunaan berbagai dosis kombinasi starter Bakteri Asam Laktat (BAL) pada pembuatan produk fermentasi “lifihomi” dari bahan baku susu sapi yang meliputi jumlah total bakteri asam laktat, kadar asam laktat dan pH. Penelitian dilakukan berdasarkan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan lima perlakuan penggunaan dosis kombinasi starter bakteri asam laktat 2%, 3%, 4%, 5% dan 6% dalam volume per volume (v/v) bahan baku, yang diulang sebanyak 4 kali. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan dosis starter culture 5% atau 6% menghasilkan produk fermentasi “lifihomi” dengan jumlah total bakteri asam laktat dengan kisaran 25,30 -31,42 x 109cfu/g, kadar asam laktat kisaran 0,69-0,70 dan pH 4,37-4,36.Kata kunci : Bakteri Asam Laktat , “Lifihomi”
Pengaruh Pemberian Antanan (Centella asiatica) sebagai Penangkal Cekaman Panas dalam Ransum Broiler yang Mengandung Hidrolisat Bulu Ayam
Penelitian telah dilaksanakan untuk mempelajari pengaruh pemberian antanan (Centella asiatica) sebagai penangkal anti stress dalam ransum ayam broiler yang mengandung hidrolisat bulu ayam. Pada penelitian ini menggunakan 81 ekor broiler umur 10 hari. Terdapat dua macam perlakuan yang diberikan. Perlakuan pertama adalah tiga level kandungan antanan (0, 5, dan 10% kandungan antanan dalam ransum). Perlakuan kedua adalah tiga level tepung bulau (0, 4,8%, dan 9,6% tepung bulu dalam ransum). Hasil penelitian menunjukkan bahwa 5% kandungan antanan dalam ransum cenderung meningkatkan konsumsi pakan dan pertambahan berat badan, dan 4,8% kandungan tepung bulu dalam ransum tidak menurunakn konsumsi pakan dan pertambahan berat badan. Pemberian antanan dan tepung bulu menurunian kandungan lemak abdomen dan usus.Kata kunci: Cekaman panas, Centella asiatica, tepung bul
Permasalahan dan Solusi Pemberdayaan Masyarakat Melalui Program Biogas Sebagai Energi Alternatif di Kabupaten Manokwari Papua Barat (Problems and Solutions Program for Community Empowerment through Biogas as an Alternative Energy at Manokwari Regency We
Pemanfaatan biogas sebagai energi alternatif di masyarakat transmigrasi merupakan salah satu upaya oleh akademisi dan pemerintah daerah yang peduli terhadap masalah lingkungan. Dalam pelaksanaanya masyarakatbelumsecaramaksimalberperanaktifterhadap program yang dijalankan. Masalah umum yang dirasakan di Papua pada umumnya adalah strategi pembangunan yang diterapkan selama ini belum sepenuhnya menyentuh pada apa yang menjadi kebutuhan masyarakat (needs), namun lebih memprioritaskan pada apa yang menjadi keinginan pengambil kebijakan (wants) program yang turun masih banyak bersifat top down dan tingkat partisipasi masyarakat terhadap program yang rendah, selain itu yang diinginkan oleh masyarakat belum bersinergi dengan pemerintah, sehingga banyak program yang diturunkan namun hasil yang didapatkan belum sepenuhnya memuaskan. Pemberdayaan masyarakat dalam tulisan ini lebih difokuskan pada pembangunan masyarakat peternakan sebagai salah satu faktor produksi yang penting untuk menunjang kemandirian masyarakat. Solusi yang diharapkan dimasamendatang adalah semua stakeholders terlibat dan saling mendukung sehingga setiap paket program yang diturunkan mampu membawa kesejahteraan dan keberlanjutannya tetap dipertahankan. Kata Kunci : Pemberdayaan Masyarakat, Program, Biogas
Analisis Profitabilitas Usahaternak Skala Kecil Ayam Ras Pedaging Melalui Pendekatan Dinamika Sistem di Wilayah Jabar (Profitability Analysis of Broiler Farming Smallholders Enterprises by System Dynamic in West Java Region)
Penelitian ini mengenai Profitabilitas usahaternak ayam ras pedaging skala kecil melalui pendekatan dinamika sistem di Wilayah Jawa Barat. Tujuan penelitian ini adalah menghasilkan suatu model penyelesaian yang optimal usahaternak ayam ras pedaging melalui pendekatan dinamika sistem. Penelitian ini dilakukan dengan metode survey dan data yang dikumpulkan meliputi data primer dan data sekunder. Data primer yang diperoleh melalui wawancara langsung dengan manajer peternakan, dan karyawan peternakan. Data sekunder didapatkan dengan melihat catatan keuangan yang ada pada perusahaan, BPS dan Dinas Peternakan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa fase tahun 2000 – 2004 biaya pengeluaran operasi dan penerimaan operasi melambat malah cenderung turun, biaya ransum dan biaya bibit DOC turun tidak stabil, rasio ROI (Return On Investment) mengalami naik-turun namun tidak mengalami kerugian dalam bisnis. Fase tahun 2005 – 2025 kecenderungan biaya pengeluaran operasi dan pemasukan operasi cenderung melambat, biaya ransum dan biaya DOC diperkirakan cenderung naik dengan lambat, sedangkan rasio ROI (Return On Investment) juga diperkirakan mengalami kenaikan lambat. Kata kunci : Penerimaan, pengeluaran, Profitabilitas, RO
Perilaku Peternak Sapi Perah Dalam Memanfaatkan Teknologi Gas Bio (The Behavior of Dairy Farmer to Utilize Bio Gas Technology)
Penelitian tenntang perilaku peternak sapi perah dalam memanfaatkan teknologi biogas telah dilaksanakan di Kelompok ternak Harapan Jaya Desa Haur Gombong Kecamatan Pamulihan Kabupaten Sumedang pada bulan Desember 2010. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahuk presepsi peternak sapi perah terhadap teknologi biogas, perilaku peternakn terhadap manfaat teknologi biogas dan korelasinya diantara mereka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa presepsi dan perilaku peternak sapi perah terhadap pemanfaatan biogas belum optimal (berada pada kategori cukup). Hal ini disebabkan ada beberapa tantangan dalam teknik, peralatan, dan api dari biogas kurang optimal. Korelasi antara presepsi dan perilaku sangat tendah (rs = 0,313). Kata kunci : Presepsi, perilaku, peternak sapi perah, bioga
Tampilan Berahi dan Tingkat Kesuburan Sapi Bali Timor yang Diinseminasi
Tujuan penelitian yaitu untuk mengetahui tampilan berahi dan tingkat kesuburan sapi betina yang diinseminasi ketika memperlihatkan berahi alamiah, berahi hasil sinkronisasi menggunakan preparat prostaglandin F2α, dan berahi alamiah sesudah berahi hasil sinkronisasi. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen lapangan dengan model rancangan acak lengkap (RAL). Perlakuan yang diuji-cobakan, yakni P1= kelompok ternak yang berahi alam; P2 = kelompok ternak yang berahinya disinkronisasi menggunakan preparat prostaglandin F2α dan P3 = kelompok ternak yang berahi alamiah setelah berahi hasil sinrkonisasi menggunakan prostaglandin F2α. Sapi yang digunakan pada pengamatan tampilan gejala dan intensitas berahi sebanyak 21 ekor untuk ketiga perlakuan dengan tujuh ulangan, sedangkan untuk menguji kesuburan (CR) hanya menggunakan sapi-sapi betina yang berahinya jelas, yakni sebanyak 16 ekor dari 21 yang lolos seleksi awal. Hasil penelitian menunjukan bahwa a). 21 ekor sapi betina yang digunakan dalam penelitian ini mampu memperlihatkan berahinya dan umumnya lebih dari 70 % menunjukan berahi dengan intensitas jelas (skor 3) dan b). Rataan tingkat kesuburan (CR) dari sapi betina sebanyak 16 ekor yang diinseminasi ketika memperlihatkan berahinya dari ketiga kelompok perlakuan adalah 68,75 %. dimana P1 dan P2 adalah sama (masing-masing 60 %) sedangkan P3 = 83,33 %. Hasil analisis statistik menunjukan ada perbedaan yang nyata antara perlakuan P1 dan P2 dengan perlakuan P3. Berdasarkan hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa sapi Bali dapat memperlihatkan berahinya secara jelas dan ini menunjukan bahwa sapi Bali-Timor memang masih termasuk sapi yang subur, namun disarankan agar pengamatan berahi secara cermat harus tetap dilakukan ketika akan melakukan IB.Kata Kunci : Inseminasi Buatan, Conception rate, intensitas berah
Perlakuan Superovulasi Sebelum Pemotongan Ternak (Treatment Superovulation Before Animal Sloughter)
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh perlakuan superovulasi selama 48 jam sebelum pemotongan ternak terhadap jumlah folikel, kualitas oosit, dan residu hormon gonadotropin eksogen. Penelitian ini menggunakan domba betina dewasa sebanyak delapan ekor yang dibagi menjadi dua kelompok masing-masing terdiri dari empat ekor domba. Siklus estrus diamati dengan cara melakukan pengamatan/deteksi estrus baik secara visual maupun dengan menggunakan pejantan pengusik (teaser). Perlakuan superovulasi dilakukan dengan memberikan injeksi intramuskular 500 i.u. PMSG (Folligon, Intervet) pada hari ke-10 dari siklus estrus. Pemotongan dilakukan 48 jam kemudian, kemudian diambil ovariumnya dan segera dievaluasi. Pengujian residu hormon dilakukan menggunakan metode HPLC (High Performance Liquid Chromatography), sampel diambil dari serum darah. Parameter yang diamati meliputi (1) Jumlah folikel berdasarkan ukuran dan, (2) Jumlah oosit berdasarkan kualitas, (3) Residu hormon gonadotropin eksogen (PMSG) pada ternak yang diberi perlakuan.. Metode penelitian yang digunakan adalah metode eksperimental. Data yang diperoleh dianalisa menggunakan uji t dengan ulangan sama. Hasil penelitian menunjukan bahwa tidak terdapat perbedaan yang nyata antara domba kontrol dengan domba yang mendapat perlakuan injeksi PMSG dalam hal jumlah folikel, jumlah oosit maupun kualitas oosit, namun jumlah folikel ukuran sedang (2-6 mm) dan oosit grade A pada domba yang diberi PMSG lebih banyak dibandingkan pada domba kontrol. Hasil pengujian dengan HPLC ditemukan kadar hormon PMSG sebanyak 240,62 i.u/ml.Kata Kunci : superovulasi, pmsg, domba