Jurnal Ilmu Ternak
Not a member yet
353 research outputs found
Sort by
Karakteristik Fisik Pakan Itik Bentuk Pellet Yang Diberi Bahan Perekat Berbeda Dan Lama Penyimpanan Yang Berbeda
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan bahan perekat (tepung tapioka dan tepung gaplek) dan lama penyimpanan terhadap sifat fisik pakan itik bentuk pellet yang telah mengalami penyimpanan. Rancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap pola Faktorial 3x3 dengan 4 ulangan. Faktor pertama (A) adalah bahan perekat (ransum pellet tanpa bahan perekat, ransum pellet + tepung tapioka 5%, dan ransum pellet + tepung gaplek 5%) dan faktor kedua (B) adalah lama penyimpanan (0, 2, dan 4 minggu). Data yang diperoleh dianalisis sidik ragam (ANOVA), hasil yang berbeda nyata dilanjutkan dengan uji BNT. Peubah yang diamati adalah berat jenis, kerapatan tumpukan, kerapatan pemadatan tumpukan, sudut tumpukan, daya ambang, dan ketahanan benturan pellet. Berdasarkan hasil penelitian maka dapat disimpulkan bahwa penambahan 5% tepung tapioka dalam ransum pellet menghasilkan sifat fisik terbaik yaitu kerapatan tumpukan sebesar 549 kg/m3 dan kerapatan pemadatan tumpukan sebesar 746 kg/m3. Sedangkan penambahan 5% tepung gaplek menghasilkan sifat fisik terbaik yaitu sudut tumpukan 33.31o dan daya ambang 6.15 m/detik. Lama penyimpanan 4 minggu meningkatkan kualitas sifat fisik pakan pellet yaitu menurunkan berat jenis sebesar 1.28 gr/mldan meningkatkan ketahanan benturan pellet sebesar 97.36%, namun menurunkan kualitas kerapatan tumpukan = 532 kg/m3, kerapatan pemadatan tumpukan = 681 kg/m3, sudut tumpukan = 35.39o, dan daya ambang = 6.30 m/detik.Kata kunci: karakteristik fisik, pellet, perekat, penyimpanan
Pengaruh Tingkat Konsentrasi Natrium Tripolifosfat terhadap Kadar Protein, Kekuatan Gel dan Kadar Air Pada Pengolahan Nikumi Daging Domba (The Effect of Sodium tripolifosfat Concentration on Protein content, Gel Strength and Water Content of Meat Proces
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh tingkat konsentrasi natrium tripolifosfat terhadap kadar protein, kekuatan gel dan kadar air pada pengolahan nikumi daging domba. Perlakuan pada penelitian ini adalah konsentrasi natrium tripolifosfat 0%, 0.25%, dan 0.5% pada proses pengolahan nikumi domba. Peubah yang diamati meliputi kadar protein, kekutan gel dan kadar air. Rancangan penelitian yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL), tiap perlakuan diulang enam kali. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peningkatan konsentrasi natrium tripolifosfat berpengaruh nyata (P<0,05) terhadap kadar protein dan kekuatan gel, sedangkan terhadap kadar air tidak berpengaruh nyata pada pengolahan nikumi domba. Kata Kunci : Natrium Tripolifosfat, Kadar Protein, Kekuatan Gel, Kadar Air, Nikum
Hubungan Berat Potong dengan Berat, Luas dan Tebal Pelt Kelinci (The Relation of Slaughter Weight with the Weight, the Wide and the Thickness of Rabbit's Pelt)
Ternak kelinci banyak dipelihara di pedesaan, karena mampu hidup dengan baik pada berbagai macam kondisi lingkungan dan mudah beradaptasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara bobot potong dengan berat, luas dan tebal pelt kelinci, sehingga dapat memprediksi produksi peltberdasarkan bobot potongnya. Penelitian menggunakan 25 ekor kelinci peranakan New Zealand White jantan dengan berat potong pada kisaran 1700 – 1990 gram. Data dari peubah yang diukur dianalisis secara statistik menggunakan regresi linier untuk mengetahui hubungan antara bobot potong dengan berat, luas dan tebal pelt. Hasil uji linieritas regresi menunjukkan hasil yang nyata (P0,05) dengan persamaan regresi y = 0,0005 x - 0,2324 (R2 = 0,14 dan r = 0,37).Kata kunci : Kelinci, Pel
Upaya Pengolahan Feses Domba dan Limbah Usar (Vitiveria zizanioides) Melalui Berbagai Metode Pengomposan
Penelitian ini telah dilaksanakan di Laboratorium Mikrobiologi Dan Pengolahan limbah Fakultas Peternakan Universitas Padjadjaran Bandung, selama 3 bulan. Tujuan penelitian ini adalah ingin mengetahui sejauhmana pengaruh berbagai metode pengomposan terhadap kadar N total, P2O5 dan K2O. Penelitian ini dilakukan secara eksperimen di laboratorium dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap dengan 3 perlakuan dan 6 kali ulangan, yaitu metode pengomposan konvensional, metode vermikomposting dan metode penambahan inokulum EM4. Untuk mengetahui pengaruh perlakuan, data yang diperoleh dianalisis dengan sidik ragam dan uji jarak berganda Duncan. Hasil penelitian menunjukkan perlakuan yang diberikan tidak berpengruh terhadap kandungan N total, kandungan P2O5 total, dan kandungan K2O kompos yang dihasilkan. Kandungan N total tertinggi ditemukan pada pengomposan tradisional, kandungan P2O5 tertinggi ditemukan pada metode pengomposan menggunakan EM4, kandungan K2O tertinggi ditemukan pada pengomposan tradisonal.Kata kunci : metode pengomposan, N total, P2O5, K2O
Pengaruh Imbangan Kotoran Sapi Perah dan Serbuk Gergaji Kayu Albizia terhadap Kandungan Nitrogen, Fosfor, Dan Kalium Serta Nilai C:N Ratio Kompos (Effect of Dairy Cattle Manure and Albizia Saw Dust Blending on Compost’s Nitrogen, Phosphorous, and Potassiu
Kotoran sapi perah dari peternakan sering menimbulkan polusi. Di sisi lain limbah serbuk gergaji juga sering mencemari lingkungan dan perlu dicari solusinya. Penelitian bertujuan mencari informasi sampai berapa jauh kualitas kompos yang dihasilkan dari proses pengomposan kotoran sapi perah dan serbuk gergaji pada berbagai imbangan. Masa pengambilan data berlangsung selama 2 bulan. Rancangan yang digunakan adalah rancangan acak lengkap dengan tiga perlakuan dan enam kali ulangan. Kualitas kompos diperlihatkan oleh kandungan N, P, K, dan nilai C:N ratio. Perlakuan dibagi tiga yakni campuran 1 satuan volume kotoran sapi perah dengan 1 satuan (T1), 2 satuan (T2), dan 3 satuan (T3) volume serbuk gergaji. Setiap perlakuan diulang sebanyak enam kali. Kandungan N, P, dan K kompos dianalisis menggunakan rancangan acak lengkap. Keadaan nilai C:N ratio kompos dibahas secara deskriptif. Penelitian memperlihatkan hasil kandungan N, P, K, dan C:N ratio dari perlakuan T1 masing-masing adalah 1,44±0,09 %; 1,16±0,33%; 2,43±1,40%; dan 31:1. Kandungan yang sama untuk T2 yaitu 1,29±0,41%; 0,87±0,01%; 0,87±0,25%; dan 36:1. Kandungan hasil serupa untuk T3 ialah 0,97±0,19%; 0,68±0,23%; 1,50±1,13%; dan 53:1. Kandungan N dan P perlakuan T1 dan T2 berbeda dari perlakuan T3 tetapi kandungan K ketiga perlakuan sama. Volume kotoran sapi perah dan serbuk gergaji sebanding menghasilkan C:N ratio terendah dengan nilai 31:1. Imbangan kotoran sapi perah dan serbuk gergaji berpengaruh terhadap kandungan N dan P kompos yang dihasilkan.Kata kunci: Kompos, Kotoran, Serbuk gergaji, Kandungan N, P, dan K, Nilai C:N rati
Optimalisasi Fermentasi Bungkil Inti Sawit (Elaeis guineensis Jacq) oleh Kapang Trichoderma reesei
Penelitian dilakukan untuk mempelajari optimalisasi fermentasi bungkil inti sawit oleh kapang Trichoderma reesei. Eksplolasi bungkil inti sawir melalui proses mikrobiologi sekarang ini merupakan salah satu upaya dalam memecahkan masalah produksi limbah pada industri kelapa sawit. Karakteristik pertumbuhan dari Trichoderma reesei mengikuti suatu rumus regresi untuk jumlah koloni adalah Y = 0,0652x + 2,29 dengan jumlah koloni yang optimum 2.13 x 106 CFU/cc yang mana ditemukan setelah 60 jam. Diameter koloni tertinggi ditemukan setelah 30 jam sebesar 102,89%. Penelitian tentang optimalisasi pengguanan produk permentasi menggunakan Rancangan Acak Lengkap pola factorial 3x3. faktor pertama adalah ketebalan dari median bungkil init sawit (1, 2, dan 3 cm) dan faktor kedua dosis penggunana Trichoderma reesei (104, 105, 106 CFU/cc). hasil penelitian menunjukkan adanya perbedaan yang nyata antara dosis Trichoderma reesei dan ketebalan medium terhadap pH, suhu media, dan kandungan protein kasar. Interkasi antara ketebalan medium dan dosis tidak terjadi pada kandungan protein kasar bungkil inti sawit hasil fermentasi.Kata kunci: Bungkil inti sawit, fermentasi, Trichoderma reesei.
Pengaruh Penggunaan Molases dalam Pembuatan Silase Campuran Ampas Tahu dan Pucuk Tebu Kering terhadap Nilai pH dan Komposisi Zat-Zat Makanannya (Effect of Using Molasses in Mix Silage Processing of Tofu Waste and Dry Top Cane on pH Value and Nutrient
Penelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan molases dalam pembuatan silase campuran ampas tahu dan pucuk tebu kering terhadap nilai pH dan komposisi zat-zat makanannya. Rancangan acak lengkap dengan empat tingkatan penggunaan molases yaitu 0, 2, 4, dan 6%, setiap perlakuan diulang sebanyak 4 kali. Parameter yang diukur adalah nilai pH, abu, protein kasar, lemak kasar, serat kasar dan bahan ekstrak tanpa nitrogen (BETN). Hasil menunjukkan bahwa penambahan molases menurunkan (P<0,05) nilai pH. Penggunaan molases lebih dari 4% meningkatkan (P<0,05) kadar abu dan bahan ekstrak tanpa nitrogen (BETN) dan menurunkan (P<0,05) kadar protein, sedangkan kadar lemak kasar dan serat kasar berbeda tidak nyata. Kesimpulan dari penelitian ini adalah pembuatan silase campuran ampas tahu dan pucuk tebu kering dapat dilakukan dengan dan tanpa menggunakan molases, serta zat-zat makanan yang dikandungnya sebagian besar masih dapat dipertahankan.Kata kunci : molases, silase campuran, ampas tahu, pucuk tebu kering, pH dan zat-zat makana
Mathematical Models to Describe Egg Production in Laying Hens (Review) (Model Matematik untuk Menggambarkan Kurva Produksi Telur pada Ayam Petelur (Review))
Makalah ini bertujuan untuk me-review model matematik yang dapat mendeskripsikan kurva produksi telur pada ayam petelur. Kurva produksi telur umumnya sama, baik untuk bangsa ataupun strain, yaitu meningkat pada awal masa bertelur untuk mencapai puncaknya pada umur tertentu dan akan menurun secara gradual sampai akhir periode bertelur. Banyak model matematik kurva produksi telur yang sudah dipublikasikan, dan pada umumnya model-model tersebut sudah cukup bila digunakan untuk menduga produksi telur saja, tapi jika untuk keperluan pemuliaan ternak, perlu dikembangkan model yang bisa menduga produksi pada populasi yang kecil. Jika karakteristik kematangan seksual turut dipertimbangkan, maka model Yang lebih menguntungkan jika dibandingkan dengan model-model matematik lainnya.Kata kunci: Model Matematik, Produksi Telur, Ayam Petelu
Pengaruh Faktor Produksi Susu Usahaternak Sapi Perah Melalui Pendekatan Analisis Jalur di Jawa Barat (The Impact of Factor on Dairy Production Smallholder with Path Analysis in West Java)
Penelitian ini mengenai Analisis Hubungan Curahan Tenaga Kerja dan Jumlah Pemilikan Sapi Perah Serta Pengaruhnya Terhadap Pendapatan Keluarga Peternak di Desa Jambudipa Kecamatan Cisarua Kabupaten Bandung Barat. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui analisis hubungan curahan tenaga kerja dan jumlah pemilikan ternak sapi perah serta bagaimana pengaruhnya terhadap pendapatan keluarga peternak. Penelitian ini dilakukan dengan metode survey serta analisis yang digunakan adalah analisis korelasi dan analisis jalur (path analysis). Penentuan sampel (responden) dilakukan secara two stage random sampling. Jumlah responden peternak sapi perah diambil sebanyak 51 orang. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa curahan tenaga kerja dan jumlah pemilikan ternak berpengaruh secara bersama-sama terhadap pendapatan, dan jumlah pemilikan ternak merupakan faktor dominan yang paling berpengaruh terhadap pendapatan. Kata kunci : Tenaga kerja, Jumlah pemilikan ternak, Pendapata
Pendugaan Keseimbangan Populasi dan Heterozigositas Menggunakan Pola Protein Albumin Darah pada Populasi Domba Ekor Tipis (Javanese Thin Tailed) di Daerah Indramayu (Prediction Equilibrium of Population Used Blood Albumin Pattern of Thin Tailed Sheep Pop
Penelitian mengenai pendugaan keseimbangan populasi menggunakan pola protein albumin darah pada populasi domba ekor tipis (Javanese Thin Tailed) telah dilaksanakan di Daerah Indramayu Jawa Barat. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui frekuensi genotip dan gen, keseimbangan populasi berdasarkan Hukum Hardy Weinberg, dan heterozigositas keragaman genetik berdasarkan lokus albumin darah yang diamati. Sampel darah diambil melalui vena jugularis sebanyak 8 (delapan) ekor, kemudian ditetapkan protein serum untuk di analisis albuminnya dengan metode fenol-ciocalteu. Analisis pola a protein albumin darah menggunakan teknik elektroforesis dengan gel poliakrilamid sistem vertikal. Hasil elektroforesis menunjukkan bahwa pola protein albumin darah domba ekor tipis di daerah Indramayu dikontrol oleh oleh 5 macam genotip yaitu AlbAD , AlbAE , AlbBD , AlbBE dan AlbCF dengan frekuensi genotip masing-masing 0.25, 0.375, 0.125, 0.125, 0.125. Sedangkan gen yang mengendalikan populasi tersebut dikontrol oleh enam macam gen yaitu AlbA AlbB AlbC AlbD AlbE AlbF denagn frekuensi gen masing-masing adalah 0,313, 0,125, 0,063, 0,188, 0,25, 0,063. Perhitungan keseimbangan Hukum Hardy Weinberg pada populasi domba ekor tipis menggunakan rumus chi-square menunjukan keseimbangan populasi berdasarkan pola protein albumin darah (X2hitung < X2tabel). Nilai keragaman genetik dihitung berdasarkan rumus heterozigositas dengan hasil 0,78 yang menandakan nilai keragaman genetik domba ekor tipis di daerah Indramayu tinggi. Kata Kunci : protein albumin, domba ekor tipis , frekuensi gen dan genotip, heterozigositas