Jurnal Ilmu Ternak
Not a member yet
    353 research outputs found

    Peran Usaha Perbibitan Dalam Pengembangan Ternak Sapi Perah di Indonesia (The Role of Breeding Farm on Dairy Cattle Development In Indonesia)

    Get PDF
    Usaha perbibitan pada peternakan sapi perah memegang peranan penting dalam penyediaan stock bibit sapi perah. Dalam kerangka budidaya sapi perah, perbibitan atau breeding merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari siklus feeding, breeding, dan management. Ke tiga faktor tersebut sangat penting dalam usahaternak sapi perah. Tujuan dari kajian ini adalah untuk mengetahui sejauhmana peran perbibitan dan program-program perbibitan dalam penyediaan ternak pengganti, dan untuk mengetahui berapa besar investasi yang diperlukan dalam usaha perbibitan sapi perah. Metode yang dilakukan pada kajian ini adalah kajian pustaka yang dititikberatkan pada usaha perbibitan sapi perah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa berdasarkan hasil mapping terhadap peran pelaku perbibitan sapi perah dapat dikatakan bahwa (1) usaha perbibitan sapi perah sangat berperan dalam memasok kebutuhan akan bibit; (2) belum maksimalnya pelaku usaha di sapi perah dalam mengembangkan perbibitan; (3) selama ini, peran usaha perbibitan sapi perah hanya ditujukkan sebagai penyedia ternak pengganti produksi/replacement stock, padalah diperlukan juga untuk menghasilkan produksi bibit sapi perah unggulan untuk menghasilkan elit cow dan proven bull; dan (4) usaha perbibitan sapi perah memerlukan investasi yang cukup besar, namun usaha ini cukup prospektif untuk diusahakan karena mampu menghasilkan keuntungan per harga pokok produksi sebesar 3,4% per bulan atau melebihi suku bunga bank. Kata Kunci: Peranan, Perbibitan, Sapi Pera

    Perbandingan Suplemen Katalitik dengan Bungkil Kedelai terhadap Penampilan Domba (Comparative of Catalytic Supplement and Soybean Meal on Performance of Sheep)

    Get PDF
    Di Kawasan Timur Indonesia (KTI), musim kemarau lebih panjang dibandingkan dengan Kawasan Barat Indonesia (KBI). Hal ini menyebabkan produksi hijauan sangat terbatas dan kualitasnyapun rendah. Hal ini merupakan salah satu hambatan produktivitas ruminansia di kawasan itu. Penelitian ini menggunakan domba 40 ekor. Rancangan penelitian yang digunakan adalah Rancangan acak kelompok, dengan 5 perlakuan pakan terdiri dari hijauan kualitas rendah dan suplemen katalitik (gelatin sagu, amonium sulfat, 0.2 ppm Kobalt dan 35 ppm Zink) dan kontrol positif menggunakan bungkil kedelei. Perlakuan tersebut adalah RS0 (hijauan kualitas rendah + bungkil kedelai), RS1  (hijauan kualitas rendah), RS2 (hijauan kualitas rendah + suplemen katalitik 10%), RS3 (hijauan kualitas rendah + suplemen katalitik 20%), RS4 (hijauan kualitas rendah + suplemen katalitik 30%). Parameter yang diamati yaitu pertambahan bobot badan, konsumsi (bahan kering, bahan organik, protein, NDF dan ADF), efisiensi penggunaan pakan dan income over feed cost. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan suplemen katalitik 20% menghasilkan pertambahan bobot  badan harian terbaik sebesar 75,89 g/ekor/hari, konsumsi pakan 549,00 g/ekor/hari dan efisiensi penggunaan pakan 0,14. Perlakuan ini juga menghasilkan pendapatan sebesar Rp. 838,- ekor/hari. Berdasarkan hasil penelitian disimpulkan bahwa suplemen katalitik 20% menghasilkan pertambahan bobot badan harian dan efisiensi penggunaan ransum lebih baik dibandingkan bungkil kedelei.Kata kunci : gelatin sagu, amonium sulfat, mineral mikro, hijauan , domb

    Hubungan Antara Tingkat Pelayanan Sarana Produksi dan Kegiatan Penyuluhan dengan Keberlanjutan Usaha Anggota Koperasi

    Get PDF
    Penelitian mengenai “Hubungan Antara Tingkat Pelayanan Sarana Produksi dan Kegiatan Penyuluhan dengan Keberlanjutan Usaha Anggota Koperasi”, telah dilakukan di Desa Haur Ngombong Kecamatan Pamulihan Kabupaten Sumedang, yang merupakan salah satu wilayah kerja KSU Tandang Sari. Maksud penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat pelayanan sarana produksi ternak, kegiatan penyuluhan, keberlanjutan usaha dan hubungan antara tingkat pelayanan sarana produksi, kegiatan penyuluhan dengan keberlanjutan usaha anggota koperasi. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode survai.  Penentuan sampel secara Simpel Random Sampling yang berjumlah 30 orang.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat pelayanan sarana produksi termasuk kategori tinggi, sedangkan kegiatan penyuluhan termasuk kategori cukup dan keberlanjutan usaha termasuk kategori tinggi, dan terdapat hubungan yang berarti antara tingkat pelayanan sarana produksi dengan keberlanjutan usaha (rs = 0,534) dan antara kegiatan penyuluhan dengan keberlanjutan usaha (rs = 0,468).Kata kunci : Pelayanan Sarana produksi, Kegiatan Penyuluhan, Keberlanjutan                     Usaha

    Pendugaan Nilai Pemuliaan dan Tren Genetik Bobot Badan Prasapih domba Priangan menggunakan Animal Model BLUP

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk menduga nilai pemuliaan (NP) dan tren genetik bobot badan prasapih domba Priangan menggunakan  animal model BLUP.  Sejumlah 861 data yang berasal dari 597 induk dan  45 pejantan. telah dianalisis dengan restricted maximum likelihood (REML) untuk menduga nilai heritabilitas, dan best linear unbiased prediction (BLUP) untuk menduga nilai pemuliaan.  Efek tetap yang dimasukkan kedalam analisis adalah jenis kelamin, musim dan tipe kelahiran. Hasil penelitian menujukkan bahwa dugaan nilai pemuliaan untuk bobot lahir dan bobot sapih berturut-turut adalah sebesar 0,126 (ternak nomor 218);  0,954 (pejantan Reuceu).  Tren genetik bobot lahir dan bobot sapih domba Priangan di UPTD-BPPTD Margawati Garut selama 10 tahun terakhir (1994-2003) dalah konstan.Kata Kunci:  nilai pemuliaan, tren genetik, domba Prianga

    Pengaruh Tepung Cangkang Rajungan (Portunus pelagicus) sebagai Sumber Kitin dalam Ransum terhadap Kandungan Lemak Feses dan Efisiensi Pakan Tikus Putih (Rattus norvegiccus) Strain Wistar (The Effect of Crabs Shells (Portunus pelagicus) as A Source of Chi

    Get PDF
    Cangkang rajungan mengandung kitin yang persentasenya paling besar berupa polisakarida. Kitin dan derivat-derivatnya telah banyak digunakan dalam berbagai keperluan terutama untuk kesehatan. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian tepung rajungan sebagai sumber kitin terhadap efisiensi pakan dan kandungan lemak feces tikus putih Rattus norvegicus) strain Wistar. Penelitian menggunakan rancangan acak lengkap pola faktorial 2x5 dengan tiga kali ulangan. Faktor pertama adalah jenis kelamin dan kedua level tepung rajungan yaitu 0%, 5%, 10%, 15%, and 20%. Hasilnya penelitian menunjukkan tidak ada interaksi antara jenis kelamin dengan kandungan teung rajungan dalam ransum. Kandungan lemak dalam feces tertinggi diperoleh dari perlakuan 10% yaitu 0.737%. Sedangkan efisiensi pakan tertinggi diperoleh dari penggunaan tepung rajungan 5% yaitu 13.1%. Penggunaan tepung rajungan dalam ransum mampu mningkatkan efisiensi pakan dan menurunkan kadar lemak tubuh tikus putih.Kata Kunci : Tepung rajungan, efisiensi pakan, lemak feces, tikus putih

    Pengaruh Pemberian Bahan Organik, Mikoriza, dan Batuan Fosfat terhadap Produksi, Serapan Fosfor pada Tanaman Kudzu Tropika (Pueraria Phaseoloides Benth ) (The Efect of Organic Matter, Mycorrhizae, and Rock Phosphate on Production and Phosphor Absorbtion

    Get PDF
    Pengaruh pemberian bahan organik, mikoriza dan batuan fosfat terhadap produksi, serapan fosfor pada tanaman kudzu tropika (Pueraria phaseoloides Benth) akan diteliti. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendapatkan gambaran apakah mikoriza dan bahan organik dapat dikembangkan sebagai agen pembantu penambangan P tanah atau meningkatkan efisiensi pemupukan P. Perlakuan dalam penelitian ini adalah pemberian 4 taraf pupuk batuan fosfat yaitu 0, 100, 200, 300 kg / ha P2O5 dan pemberian mikoriza, tanpa mikoriza serta pemberian bahan organik, tanpa bahan organik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mikoriza dapat meningkatkan kandungan bahan kering dan serapan fosfor tanaman kudzu tropika dengan dosis batuan fosfat 200 kg / ha P2O5 (terjadi efisiensi penggunaan pupuk batuan fosfat).Kata Kunci : Bahan Organik, Mikoriza, Batuan Fosfat, Kudzu Tropik

    Efek Penyuntikan Dosis Rendah Hormon Gonadotropin terhadap Jumlah dan Besar Telur Itik Alabio

    Get PDF
    Penelitian bertujuan untuk meningkatkan besar dan jumlah telur itik Alabio melalui penyuntikan hormon gonadotropin dosis rendah. Sebanyak 40 ekor itik Alabio umur 5 bulan dibagi kedalam 40 cages. Perlakuan yang diberikan terdiri dari K0 (disuntik NaCl fisiologis sebagai kelompok kontrol), K1 (disuntik dengan hormon PMSG dosis 25 IU), K2 (disuntik dengan hormon HCG dosis 25 IU) dan K3 (disuntik dengan hormon kombinasi PMSG dan HCG). Rancangan yang digunakan adalah rancangan acak lengkap dengan 4 perlakuan dan 10 ulangan. Pengamatan jumlah dan besar telur dilakukan selama 42 hari. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penyuntikan hormon gonadotropin berpengaruh sangat nyata terhadap jumlah telur yang dihasilkan, namun berpengaruh tidak nyata terhadap besar telur itik Alabio. Jumlah telur tertinggi dihasilkan oleh perlakuan penyuntikan HCG saja yaitu sebayak 22,9 butir/ekor.Kata kunci: Itik Alabio, Gonadotropin, Telur

    Fermentabilitas Dan Kecernaan Ransum Lengkap Sapi Perah Berbasis Jerami Padi Dan Pucuk Tebu Teramoniasi (In Vitro) Fermentability and Digestibility of Rice Straw and Cane Top Ammoniated Based Complete Rations (in Vitro)

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan mempelajari fermentabilitas dan kecernaan ransum lengkap sapi perah berbasis jerami padi dan pucuk tebu teramoniasi in vitro. Penelitian dilakukan secara eksperimen dengan rancangan acak lengkap (RAL) enam perlakuan yang diulang lima kali. Perlakuan terdiri atas R1 (60% RG + 40% konsentrat), R2 (30% RG + 30% JPA + 40% konsentrat), R3 (30% RG + 30% PTA + 40% konsentrat), R4 (30% JPA + 30% PTA + 40% konsentrat), R5 (60% JPA + 40% konsentrat) dan R6 (60% PTA + 40% konsentrat). Hasil penelitian menunjukkan bahwa Fermentabilitas pucuk tebu diamoniasi lebih tinggi daripada jerami padi diamoniasi, hal ini tercermin dari produksi NH3 (8,3 mM vs 6,3 mM) dan VFA total (122,6 mM vs 119,5 mM).  Kecernaan pucuk tebu diamoniasi lebih rendah daripada jerami padi diamoniasi, hal ini tercermin dari nilai KcBK (24,1% vs 28,5%) dan KcBO (25,4% vs 28,6%). Fermentabilitas dan kecernaan rumput Gajah meningkat jika disubtitusi oleh jerami padi diamoniasi atau pucuk tebu diamoniasi, hal ini tercermin dari produksi NH3 (4,6 mM vs 5,7 mM dan 6,1 mM), produksi VFA total (128,6 mM vs 138,4 mM dan 126,6 mM), KcBK (23,4% vs 29,1% dan 30,9%) dan KcBO (30,1% vs 33,0% dan 33,5%).Kata kunci : Fermentabilitas, kecernaan, jerami padi, pucuk tebu, amonias

    Pengaruh lama penyimpanan dan Aditif dalam pembuatan silase terhadap kandungan NDF dan ADF silase rumput Gajah (Effect of Storage time and Additives in Silage Making on Neutral Detergent Fiber and Acid Detergent Fiber of Naipergrass Silage)

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pengunaan additif  dan waktu penyimpanan pada pembuatan silase terhadap kandungan NDF, ADF, dan hemiselulosa. Rancangan acak lengkap pola factorial digunakan pada penelitian ini. Factor pertama adalah jenis aditif, yaitu molasses dan lumpur kecap. Faktor kedua adalah waktu penyimpanan, yaitu 3, 6, 9, dan 12 minggu. Setiap perlakuan diulang sebanyak tiga kali.  Peubah yang diamati adalah kandungan NDF dan  ADF.. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian lumpur kecap menghasilkan kandungan neutral detergent fiber (NDF),  dan acid detergent fiber (ADF) yang lebih rendah dibandingkan dengan pemberian molases. Selanjutnya waktu penyimpanan sangat berpengaruh terhadap kandungan kandungan neutral detergent fiber (NDF), dan  acid detergent fiber (ADF).  Kandungan NDF dan ADF menurun sejalan dengan meningkatnya waktu penyimpanan Kata kunci : silase, aditif, waktu penyimpanan, dan fraksi serat

    Pengaruh Pemberian Berbagai Dosis Curcuminoid Pada Babi Terhadap Pertumbuhan Dan Konversi Ransum (The Effect of Ration Containing Various Dosage Curcuminoid in Pigs Rations on Growth and Ration Convertion)

    Get PDF
    Penelitian mengenai “Pengaruh Pemberian Berbagai Dosis Curcuminoid Pada Babi Terhadap Pertumbuhan dan Konversi Ransum” dilaksanakan pada bulan Desember 2009 sampai bulan Maret 2010 di KPBI (Koperasi Peternak Babi Indonesia), Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pemberian dosis yang tepat serta pengaruh Curcuminoid sebagai bahan pakan feed additive terhadap kurva laju pertumbuhan dan angka konversi ransum. Penelitian ini menggunakan 20 ekor ternak babi periode starter berumur kurang lebih 2 bulan dengan bobot badan rata-rata 18 kg dan koefisien variasi 7,5 %. Rancangan Percobaan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap dengan empat macam perlakuan yaitu 0, 4, 8 dan 12 mg/kg/bobot badan, setiap perlakuan diulang sebanyak lima kali. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian Curcuminoid sebagai pakan additive tidak memberikan pengaruh yang nyata terhadap konversi ransum sedangkan pada laju pertumbuhan dengan pemberian sebanyak       4 mg/kg bobot badan berpengaruh mempercepat laju pertumbuhan. Pemberian dosis Curcuminoid sebanyak 4 mg/kg bobot badan memberikan pengaruh terbaik pada konversi ransum dan laju pertumbuhan pada babi. Kata kunci: Babi, Pakan additive, curcumoid, konversi pakan, pertumbuha

    301

    full texts

    353

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal Ilmu Ternak
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇