Jurnal Ilmu Ternak
Not a member yet
    353 research outputs found

    Identifikasi Kelas Kemampuan Kelompok Tani Ternak di Kecamatan Herlang Kabupaten Bulukumba

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi  tentang kelas kemampuan kelompok tani-ternak. Penelitian dilaksanakan di Kecamatan Herlang Kabupaten Bulukumba. Penentuan lokasi/desa dan kelompok tani-ternak terpilih dilakukan secara sengaja (purposive). Data penelitian diperoleh menggunakan kuesioner, dengan ruang lingkup aspek administrasi, perencanaan, organisasi/kelembagaan, pemupukan modal, hubungan kelembagaan dan teknologi dalam kelompok tani ternak. Penentuan kelas kemampuan kelompok tani ternak mengacu pada pedoman penilaian kelompok tani ternak (Direktorat Jenderal Peternakan, 2003),  sehingga diketahui status kelas kemampuan kelompok tani ternak yaitu kelas pemula, lanjut, madya dan mandiri. Data yang diperoleh disajikan secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelompok tani ternak Bontosura kategori kelas madya dengan nilai 705, sementara kelompok tani ternak Bunging Lohe kelas pemula (nilai 315).  Dilain pihak, kelompok tani ternak dalam kelas lanjut adalah Singaraja KWT, Jatia, Bontosura KWT, Garuda, Singaraja, serta Saukeng.Kata kunci : Kelas kelompok tani, Herlang, Bulukumb

    Hubungan Keberdayaan Peternak Sapi Perah Dengan Tingkat Keberhasilan Usaha Ternak (Correlation Between Dairy Farmer’s Power and Level of Farming Succeeding)

    Get PDF
    Penelitian bertujuan mempelajari: tingkat keberdayaan peternak, tingkat keberhasilan usaha sapi perah peternak, dan hubungan antara keduanya. Penelitian dirancang sebagai penelitian survey dengan responden sebanyak 70 peternak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1)Tingkat keberdayaan peternak sapi perah sebanyak 40,80 persen tergolong tinggi,  47,17 persen tergolong sedang, dan 12,03 persen tergolong rendah, (2) Tingkat keberhasilan usaha sapi perah peternak sebanyak 28,08 persen tergolong tinggi, 45,54 persen tergolong sedang, dan 26,36 persen tergolong rendah, (3) Terdapat hubungan yang cukup antara tingkat keberdayaan peternak sapi perah dengan tingkat keberhasilan usaha sapi perah peternak dengan (rs) 0565, dan (4) Hal-hal yang belum optimal dari peternak adalah belum konsisten di dalam melakukan pengelolaan usaha, belum lengkap di dalam menerapkan manajemen pemelihara, dan belum utuh di dalam memahami dan menggunakan hak-hak sebagai anggota koperasi. Kata Kunci: Keberdayaan peternak, Keberhasilan Usaha Sapi Pera

    Penggunaan Daun Lamtoro (Leucaena leucocephala) dalam Ransum terhadap Produksi Pelt dan Kerontokan Bulu Kelinci

    Get PDF
    Lamtoro merupakan tananaman leguminosa yang mengandung gizi lebih baik dibandingkan dengan rumput lapangan, namun penggunaannya perlu dibatasi karena mengandung senyawa mimosin yang dapat memberikan efek negatif pada kulit, khususnya pelt kelinci. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pada tingkat berapa persen penggunaan lamtoro dalam ransum memberikan pengaruh terhadap produksi pelt dan kerontokkan bulu kelinci peranakan New Zealand White.  Penelitian menggunakan 21 ekor kelinci jantan  peranakan New Zealand White umur 8 minggu dengan berat pada kisaran 700 – 1100 gram dengan koefisien variasi 8,34%. Rancangan acak lengkap (RAL) digunakan dalam penelitian ini dengan perlakuan tiga macam ransum yang mengandung tepung daun lamtoro (0%, 10% dan 20%), setiap perlakuan diulang 6 kali. Peubah yang diukur meliputi berat kulit, luas pelt dan uji kerontokan.Hasil penelitian menunjukkan bahwa  produksi pelt kelinci peranakan New Zealand White (berat, tebal dan luas) nyata terbaik (P<0,05)  pada penggunaan  10 % daun lamtoro dalam ransum. Penggunaan 20 % daun lamtoro dalam ransum nyata (P<0,05) menyebabkan kerontokkan bulu kelinci peranakan New Zealand WhiteKata kunci:  daun lamtoro,  rontok bul

    Peningkatan Kadar Vitamin A pada Telur Ayam melalui Penggunaan Daun Katuk (Sauropus androgynus L.Merr) dalam Ransum (Improvement of Vitamin A Content in Chicken Egg by Katuk Leaves (Sauropus androgynus L.Merr) Utilization in the Diet)

    Get PDF
    Penelitian mengenai “Peningkatan Kadar Vitamin A pada Telur Ayam melalui Penggunaan Daun Katuk (Sauropus androgynus L.Merr) dalam Ransum”, telah dilaksanakan selama enam minggu.  Penelitian dilakukan secara eksperimental terhadap 72 ekor ayam petelur fase produksi (umur 30 minggu). Rancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap dengan 3 (tiga) perlakuan ransum dan 6 ulangan.  Ransum tersebut, yaitu R-0 mengandung 0% daun katuk; R-1 mengandung 7,5% daun katuk, dan R-2 mengandung 15% daun katuk.  Peubah yang diamati adalah :  kualitas telur (intensitas warna kuning telur, Haugh Unit, dan tebal kerabang) serta kandungan vitamin A kuning telur.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa  penggunaan daun katuk 15% dalam ransum memberikan kualitas telur dan kandungan vitamin A yang terbaik dibanding perlakuan pemberian ransum tanpa daun katuk maupun dengan penambahan daun katuk 7,5%. Kata Kunci :  Ransum, daun katuk, vitamin A, kualitas telur

    Pengaruh Temperatur dengan Lama Pengasapan Terhadap Keasaman dan Total Bakteri Daging Ayam Broiler

    Get PDF
    Kombinasi temperatur dan lama pengasapan merupakan salah satu faktor yang perlu diperhatikan dalam pengasapan daging ayam, karena akan mempengaruhi pH dan jumlah mikroba daging.  Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pengaruh kombinasi  temperatur dengan lama pengasapan terhadap keasaman (pH) dan jumlah bakteri daging asap ayam broiler dan untuk mendapatkan pada kombinasi temperatur dengan lama pemasakan berapa yang menghasilkan pH dan jumlah bakteri  daging asap ayam broiler terbaik. Rancangan acak lengkap digunakan dalam penelitian ini dengan 6 perlakuan kombinasi temperatur dengan lama pemasakan berbeda, yaitu : temperatur pengasapan 60oC selama 4 jam (P1), dan 6 jam (P2),  temperatur pengasapan 70 oC selama 4 jam (P3) dan 6 jam (P4), temperatur pengasapan 80 oC selama 4 jam (P5) dan 6 jam (P6), setiap perlakuan diulang 4 kali. Variable yang diukur, yaitu pH dan jumlah bakteri. Dari hasil penelitian dan pembahasan dapat dikemukakan kesimpulan, bahwa keasaman (pH) dan jumlah bakteri daging asap ayam broiler nyata (P<0,05) dipengaruhi oleh kombinasi temperatur dan lama pengasapan. Pengasapan daging ayam broiler terbaik pada temperatur 70 oC selama 6 jam atau 80 oC selama 4 jam.  Kata kunci : daging, broiler, asa

    Kajian Produktivitas Sapi Madura

    Get PDF
    Penelitian tentang kajian produktivitas sapi Madura telah dilaksanakan di kabupaten Bangkalan Madura. Obyek atau materi penelitian adalah  ternak sapi Madura milik masyarakat petani – peternak yang berlokasi di kabupaten Bangkalan. Adapun penelitian tersebut dilakukan pada musim kemarau dan musim hujan. Tujuan penelitian ini adalah (1) mengetahui keadaan umum dan profil peternak di kabupaten Bangkalan Madura; (2) mempelajari sifat kuantitatif produksi dan reproduksi dalam memberikan deskripsi yang lebih jelas tentang sapi Madura; (3) mempelajari perbedaan sifat kuantitatif reproduksi dan produksi sapi Madura pada musim  kemarau dan musim hujan. Metode penelitian yang digunakan bersifat survey dan pengamatan tersendiri yang dikontrol secara berkala setiap bulan sekali. Pelaksanaan survey dilakukan di sepuluh kecamatan secara acak dari 18 kecamatan di kabupaten Bangkalan dan teknik pengambilan sampel berdasarkan teknik penarikan sampel secara acak berlapis. Pengamatan tersendiri dilakukan di kecamatan Geger dan kecamatan Socah dengan mengamati sapi sejak lahir sampai umur 12 bulan dengan mengadakan penimbangan berat badannya.  Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa beberapa sifat reproduksi maupun sifat produksi pada musim kemarau berbeda nyata dibandingkan dengan sifat reproduksi dan sifat produksi pada musim hujan (P < 0,05).Kata kunci : Produktivitas sapi Madur

    Pengaruh Pemberian Bungkil Biji Jarak (Ricinus communis) dalam Ransum terhadap Kuantitas Kulit Segar Kelinci Peranakan New Zealand White

    Get PDF
    Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pemberian bungkil biji jarak dalam ransum terhadap kuantitas kulit segar kelinci peranakan New Zealand White. Penelitian dilakukan secara eksperimen dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL), empat perlakuan pemberian bungkil biji jarak yaitu 0 %, 2,5 %, 5,0 % dan 7,5 %, masing-masing enam ulangan. Peubah yang diamati adalah kuantitas kulit kelinci meliputi berat, tebal dan luas kulit segar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa  pemberian bungkil biji jarak sampai 5% dalam ransum tidak mempengaruhi kuantitas kulit segar kelinci peranakan  New Zealand White.Kata kunci: Kulit kelinci, Bungkil biji jarak, Ransu

    Pengaruh Dedak Padi dalam Ransum Ayam Lokal yang Diberi Air Minum Mengandung Cemaran Kadmium Terhadap Performans

    Get PDF
    Dedak padi banyak terdapat di daerah perdesaan. Bahan pakan ini mengandung fitat yang tinggi dan dapat mengikat Kadmium (Cd). Penelitian bertujuan untuk mempelajari lokal pengaruh penggunaan dedak padi dalam ransum ayam lokal yang diberi air minum mengandung cemaran kadmium terhadap performans. Dua puluh empat ekor ayam lokal digunakan dalam penelitian ini dengan bobot 422,08 ± 38,78 g. Dedak padi digunakan dalam ransum sebanyak 0, 10, 20, 30, 40, 50% selama 8 minggu. Air minum diberikan ad libitum mengandung 100 mg/kg Cd. Hasil, perlakuan menunjukkan perbedaan yang tidak nyata (P>0,05) terhadap performans. Penggunaan dedak padi sampai 50% lebih menguntungkan. Kadmium dalam air minum tidak mengganggu fisologi dan metabolisme dalam tubuh. Kesimpulan, dedak padi dapat digunakan sebagai pakan sampai 50%, dan konsumsi air minum yang mengandung 100 mg/kg Cd selama 8 minggu tidak mempengaruhi performans ayam lokal.Kata Kunci : dedak padi, Fitat, Cd, ayam loka

    Penggunaan Tepung Daun Jambu Batu Sebagai Anti Diare Pada Pertumbuhan Babi Periode Starter (Using of Guava (Psidium Guajava) Leaf Meal As anti Diarhea On Growth of Starter Pig Period)

    Get PDF
    Penelitian tentang pengaruh Penggunaan Tepung Daun Jambu Batu sebagai Anti Diare Pada Babi Periode Starter dilaksananakan di Laboratorium Ternak Babi KPBI desa Kertawangi, Kecamatan Cisarua. Penelitian ini menggunakan 18 ekor babi ras dengan bobot badan rata-rata 24,83 kg, rancangan percobaan yang digunakan dalam penelitian ini adalah Rancangan Acak Lengkap dengan tiga  tingkat pemberian tepung daun jambu batu (0; 0.4; dan 0,8%), setiap perlakuan diulang sebanyak enam kali.    Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pemberian tepung daun jambu  dalam ransum memberikan pengaruh tindak nyata terhadap konsumsi harian, konversi ransum, kecernaan energi dan protein, tetapi berbeda nyata (p < 0,05) terhadap pertambahan bobot babi periode starter. Pemberian ransum yang mengandung tepung daun jambu batu 0.8% dapat digunakan sebagai pakan tambahan dalam ransum babi starter.Kata Kunci : Babi Periode starter, pertumbuhan, Tepung Daun Jambu Bat

    Ukuran-Ukuran Tubuh Domba Garut Jantan di UPTD Margawati Garut dan Daerah Sumber Bibit Domba Di Kabupaten Bandung (The Body Measurement of Garut Ram and Prospective Resource Regions In Bandung Regencies)

    Get PDF
    Penelitian bertujuan untuk mengetahui perbandingan ukuran-ukuran tubuh Domba Garut jantan di UPTD Margawati Garut dan Daerah Sumber Bibit Domba Di Kabupaten Bandung dengan Standar Domba Garut jantan yang telah dilaksanakan. Metode yang digunakan dalam penelitian adalah sensus. Data yang diperoleh diolah dengan deskriptik analitik, dengan peubah yang diamati adalah ukuran-ukuran tubuh pada Domba Garut jantan. Hasil pengamatan terhadap beberapa ukuran-ukuran tubuh Domba Garut jantan memperlihatkan bahwa rata-rata panjang badan (PB) Domba Garut jantan di UPTD Margawati Garut adalah 66,04 SD 4,82 cm sedangkan di Kabupaten Bandung 69,96 SD 4,99 cm. Rata-rata tinggi pundak (TP) Domba Garut jantan di UPTD Margawati Garut adalah 75,05 SD 3,63 cm sedangkan di Kabupaten Bandung 80,62 SD 4,68 cm. Rata-rata lingkar dada (LiD) Domba Garut jantan di UPTD Margawati Garut adalah 92,41 SD 2,98 cm sedangkan di Kabupaten Bandung 102,55 SD 6,47 cm. Rata-rata lebar dada (LeD) Domba Garut jantan di UPTD Margawati Garut adalah 18,80 SD 1,85 cm sedangkan di Kabupaten Bandung 23,55 SD 1,72 cm. Rata-rata dalam dada (DD) Domba Garut jantan di UPTD Margawati Garut adalah 33,94 SD 1,98 cm sedangkan di Kabupaten Bandung 39,03 SD 8,29 cm. Maka dapat disimpulkan bahwa ukuran-ukuran tubuh Domba Garut jantan di UPTD Margawati dan daerah sumber bibit domba di Kabupaten Bandung hampir seluruhnya di atas standar Domba Garut jantan. Namun Domba Garut jantan di Kabupaten Bandung memiliki ukuran-ukuran tubuh yang lebih baik dibandingkan di UPTD Margawati Garut. Hal ini di duga karena peternak-peternak di Kabupaten Bandung memiliki perekonomian yang cukup kuat sehingga mampu membeli Domba Garut terbaik.Kata kunci : Ukuran Tubuh, Domba Garut janta

    301

    full texts

    353

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal Ilmu Ternak
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇