Jurnal Ilmu Ternak
Not a member yet
353 research outputs found
Sort by
Pengaruh Perilaku Kepemimpinan Orientasi Prestasi terhadap Keberlanjutan Usaha Anggota Koperasi (The Impact of Achievement Oriented Leadership Behaviour to Business Sustainability of Cooperatives Member)
Kepemimpinan seseorang atau sekelompok orang dapat menentukan nasib berjuta-juta orang. Kepemimpinan yang beorientasi prestasi pada Koperasi/ KUD Sapi Perah berperan dalam menunjang keberlanjutan usaha koperasi dan anggotanya. Penelitian ini dilaksanakan di Wilayah Bandung Propinsi Jawa Barat. Metode yang digunakan adalah survey. Pengambilan sampel koperasi dilakukan secara multistage cluster random sampling dan peternak responden secara simple random sampling. Ukuran sampel koperasi berjumlah 4 koperasi dan responden berjumlah 140 orang peternak sapi perah serta 15 orang informan kunci. Data dianalisis dengan menggunakan Korelasi Pearson dan Model Regresi Berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa : (1) Secara simultan variabel perilaku kepemimpinan berpengaruh sebesar 47 % terhadap keberlanjutan usaha anggota, dan secara parsial perilaku kepemimpinan yang berorientasi pada tugas dari pengurus, pengawas dan kepemimpinan orientasi prestasi dari penyuluh peternakan serta partisipasi anggota secara signifikan berpengaruh terhadap keberlanjutan usaha anggota koperasi; dan (2) tingkat keberlanjutan usaha anggota pada Koperasi Mono Usaha signifikan lebih tinggi dibandingkan dengan Koperasi Multi Usaha/KUD Sapi Perah.Kata Kunci : Perilaku kepemimpinan, orientasi prestasi, peternak sapi perah, koperasi, kelanjutan usaha
Kualitas Fisikokimia Naget Ayam yang Menggunakan Filer Tepung Suweg (Amorphophallus campanulatus B1) (Physicochemical Quality of Chicken Nugget Using Suweg (Amorphophallus campanulatus B1) Flour as Filler)
Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan kualitas fisikokimia naget ayam yang menggunakan tepung tapioka dengan naget ayam yang menggunakan tepung suweg. Kualitas fisik didasarkan pada daya ikat air, susut masak, dan keempukan, sedangkan untuk kualitas kimia didasarkan pada kadar air, kadar protein, serta kadar lemak. Penelitian ini dilakukan secara eksperimen dengan Rancangan Acak Lengkap degan empat perlakuan tingkat penggunaan tepung Suweg yaitu P1 = 10%, P2 = 15%, P3 = 20%, P4 = 25%, dan kontrol P0 = 10% tepung Tapioka, masing-masing perlakuan diulang sebanyak empat kali. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan tepung Suweg berpengaruh nyata (P<0,05) terhadap kualitas fisiko kimia naget ayam. Penggunaan tepung Suweg sebanyak 10% memiliki kualitas fisikokimia yang tidak berbeda dengan kontrol yaitu daya ikat air 61,99%; susut masak 1,94%; keempukan 102,92 mm/g/10 detik; kadar air 62,22%; kadar protein 22,86; dan kadar lemak 7,05%. Kata kunci: Kualitas fisikokimia, Naget ayam, tepung Amorphophallus campanulatu
Karakteristik kimiawi Zn-Organik dan Cu-Organik Hasil Bioproses Saccharomyces cerevisiae dan Monolia sitophila (Chemical Characteristics of Zn-organic and Cu-organic Results of Saccharomeces cereviseae and Monolia sitophila Bioprocess)
Penelitian bertujuan untuk mempelajari pembuatan Zn-organik dan Cu-organik hasil bioproses Saccharomyces cerevisiae (Sc) dan Monolia sitophila (Ms) dilihat dari karakteristik kimiawi. Karakteristik kimiawi didasarkan pada kadar, kelarutan, fermentabilitas di rumen dan kecernaan di pascarumen in vitro. Penelitian dilakuan secara eksperimen dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) empat perlakuan yaitu Zn-organik.Sc, Zn-organik.Ms, Cu-organik.Sc dan Cu-organik.Ms, masing-masing diulang lima kali. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kadar Zn dalam Zn-organik.Sc dan Zn-organik.Ms masing-masing 3741±93,5 ppm dan 3726±32,1 ppm; kadar Cu dalam Cu-organik.Sc dan Cu-organik.Ms masing-masing 1126±58,8 ppm dan 1129±11,38 ppm. Kelarutan Zn dan Cu pada kedua bioproses relative rendah yaitu 1,64±0,74% vs 2,14±0,68% dan 1,32±0,55% vs 2,26 ± 0,44%. Fermentabilitas semua produk tidak berbeda nyata, sedangkan kecernaan bahan kering dan bahan organik dari Cu-organik.Ms lebih rendah. Kata kunci : Zn-organik, Cu-organik, kelarutan, fermentabilitas, kecernaa
Efek Pemberian Ransum yang Mengandung Tepung Daun Singkong, Daun Ubi Jalar dan Eceng Gondok sebagai Sumber Pigmen Karotenoid Terhadap Kualitas Kuning Telur Itik Tegal (The Effect of Feed Enriched with Pigmen Carotenoid Source : Cassava, Sweet Potato and W
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sejauh mana pengaruh pemberian tepung daun singkong, daun ubi jalar dan eceng gondok sebagai sumber pigmen karotenoid terhadap kualitas kuning telur itik yang dipelihara secara intensif. Penelitian ini menggunakan metode eksperimental dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL). Terdapat empat jenis perlakuan ransum (RK=ransum kontrol, RS=ransum mengandung 5% tepung daun singkong, RU=ransum mengandung 5% daun ubi jalar dan RE=ransum mengandung 5% tepung eceng gondok), dengan lima ulangan. Peubah yang diamati yaitu skor warna kuning telur, persentase kuning telur dan indeks kuning telur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan RS lebih baik (p<0,05) dari pada RU, RE dan RK, sedangkan indeks kuning telur tidak memperlihatkan perbedaan yang nyata.Kata kunci : Pigmen karotenoid, Itik petelur, Kualitas kuning telur
Pengaruh Lama Makan terhadap Kecernaan Bahan Kering, Protein Kasar dan Serat Kasar Pakan Kambing Kacang Jantan (Effect of Long Time Feeding on Dry Matter, Crude Protein, and Crude Fiber Digestibility of Male Kacang Goat Ration)
Penelitian ini dilaksanakan di Kandang Penelitian Kelurahan Pengawu Kecamatan Palu Selatan Kota Palu Propinsi Sulawesi Tengah selama 10 minggu dari tanggal 19 Mei 2005 sampai dengan tanggal 11 Agustus 2005. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui daya cerna bahan kering, protein kasar dan serat kasar pakan pada kambing Kacang jantan dengan lama makan yang berbeda. Ternak yang dipergunakan sebanyak 15 ekor kambing Kacang jantan umur 10 - 12 bulan dengan kisaran bobot badan awal 10,10 – 16,10 kg asal peternak rakyat di sekitar kota Palu.. Ternak tersebut ditempatkan dalam kandang individu berukuran 75 x 75 x 75 cm sebanyak 15 petak, masing-masing dilengkapi tempat makan dan tempat minum. Rancangan lingkungan yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) terdiri atas lima perlakuan dan tiga kelompok sebagai ulangan. Perlakuan terdiri atas lima waktu pemberian pakan berbeda yaitu : M1 = Pemberian pakan selama 10.00 jam; M2 = Pemberian pakan selama 8.30 jam; M3 = Pemberian pakan selama 7.00 jam; M4 = Pemberian pakan selama 5.30 jam; M5 = Pemberian pakan selama 4.00 jam. Hasil analisis ragam menunjukkan bahwa lama waktu makan berpengaruh (P0,05) terhadap daya cerna serat kasar pakan kambing Kacang jantan.Kata Kunci : lama makan, daya cerna, bahan kering, protein kasar, cerna serat kasar
Dampak Proses Pemberdayaan terhadap Keberdayaan Peternak Domba (Influence Process of Empowerment to Empowered Sheep Farmers)
Penelitian tentang "Dampak Proses Pemberdayaan terhadap Keberdayaan Peternak Domba”dilakukan di delapan desa: 1) Raharja, 2) Cinanjung, 3) Jatiroke, 4) Jatimukti, 5) Cisempur, 6) Sawahdadap, 7) Cikahuripan dan 8) Mangunarga. Tujuan penelitian ini adalah: 1) menganalisis faktor-faktor pemberdayaan, 2) menganalisis faktor-faktor keberdayaan; 3) menganalisis pengaruh pemberdayaan terhadap keberdayaan.Penelitian metode Surveiini dilakukan di kawasan Gunung Geulis yang dilakukan dengan mengkaji pengaruh variabel bebas terhadap variabel terikat. Teknik pengambilan sampel ”random sampling proporsional” dipilih dari populasi sebanyak 1208 petani, sehingga terpilih 160 petani. Teknik pengumpulan data primer dilakukan dengan wawancara langsung kepada individu maupun kelompok secara mendalam melalui metode diskusi kelompok terarah. Kajian hubungan variabel bebas (X1) dengan variabel terikat (Y1)digunakan dengan korelasi rank Spearman yang kemudian diinterpretasikan dengan aturan Guilford. Pengaruh variabel bebas terhadap variabel terikat dianalisis dengan model persamaan struktural (SEM).Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) Faktor-faktor yang mempengaruhi pemberdayaan:a) kemampuan; b) kekuatan; c) kemandirian; 2)Faktor-faktor yang mempengaruhi keberdayaan :a) keberdayaan sebagai pemelihara ternak; b) keberdayaan sebagai individu; 3) Pengaruh pemberdayaan terhadap keberdayaanhanya sebesar 2,56 %. Saran yang diajukan adalah peningkatan keberdayaan peternak dapat dilakukan melalui program yang ditentukan kedua pihak yaitu pemberi program dan penerima program serta dilibatkannya masyarakat dalam membuat perjanjian kerjasama. Kata kunci: pemberdayaan, keberdayaan, peternak domb
Penggunaan Rumput Laut Dan Sekam Padi Sebagai Sumber Serat Dalam Ransum terhadap Kadar Lemak Karkas Babi
Penelitian-penelitian yang telah dilakukan menunjukkan adanya suatu hubungan yang sangat kuat antara penyakit jantung dengan tingginya tingkat kolesterol plasma pada manusia dan spesies yang lainnya, termasuk babi. Hal ini sebabkan adanya persamaan anatomi dan fisiologi angara babi dan manusia, informasi terhadap faktor-faktor yang mempengaruhi tingkat lemak tubuh di manusia dapat direfleksikan dengan kondisi yang sama pada babi. Suatu review terhadap beberapa beberapa literatur pada manusia bahwa kandungan serat pada makanan dapat mereduksi lemak tubuh. Babi Landrace lepas sapih sebanyak 35 ekor dengan berat antara 8 – 10 kg telah digunakan untuk menentukan pengaruh pemberian rumput laut dan sekam padi sebagai sumber serat terhadap karkas babi. Ada tiga tingkat rumput laut (0, 5, dan 10%) dan tiga level sekam padi (0, 5, dan 10%) digunakan dalam suatu rancangan faktorial 3x3. ransum penelitian ini isokalori dan isoprorein. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rumput laut dan sekam padi nyata menurunkan kandungan lemak karkas babi.Kata kunci: rumput laut, sekam padi, lemak karka
Identifikasi Sifat-sifat Kualitatif Domba Garut Jantan Tipe Tangkas (Qualitative Traits Identification of Bantam Type Garut Ram)
Penelitian mengenai Identifikasi Sifat-sifat Kualitatif Domba Garut Jantan Tipe Tangkas, telah dilaksanakan selama tiga bulan di tujuh kabupaten di Jawa Barat, yaitu Kabupaten Bandung, Garut, Tasikmalaya, Ciamis, Sukabumi, Bogor, dan Purwakarta. Tujuan penelitian adalah untuk memperoleh deskripsi sifat-sifat kualitatif Domba Garut jantan yang meliputi warna bulu, motif bulu, dan bentuk tanduk. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif-analitik, data yang telah terkumpul selanjutnya diolah dengan bantuan komputer menggunakan Program Microsoft Excell. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan dapat disimpulkan bahwa sifat-sifat kualitatif Domba Garut jantan di Jawa Barat adalah sebagai berikut : warna bulu pada Domba Garut jantan yang paling dominan adalah kombinasi warna hitam-putih 86 %, motif bulu dominan pada Domba Garut jantan adalah hitam 19,83 % dan belang sapi 14,88 %, sedangkan bentuk tanduk domba jantan yang terbanyak adalah Gayor (51,65 %), Ngabendo (17,36 %), dan Leang (16,53 %).Kata Kunci : Domba Garut Jantan, Warna Bulu, Motif Bulu, dan Bentuk Tandu
Derajat Keasaman Dan Karakteristik Organoleptik Produk Fermentasi Susu Kambing Dengan Penambahan Sari Kurmayang Diinokulasikan Berbagai Kombinasi Starter Bakteri Asam Laktat (Acidity And Organoleptic Characteristics Of Fermented Goat Milkswith Dates Extra
Penelitian ini bertujuan untuk mengukur derajat keasaman (pH) dan karakteristik organoleptik produk fermentasi susu kambing dengan penambahan sari kurma yang diinokulasikan berbagai kombinasi starter Bakteri Asam Laktat (BAL).Perlakuan yang diberikan ada empat, diantaranya penggunaan kombinasi starter bakteri asam laktatS. thermophilus + L. bulgaricus (3:1; P1),S. thermophilus + L. bulgaricus +L. acidophilus(3:1:1; P2),S. thermophilus + L. bulgaricus + L. casei(3:1:1; P3) danS. thermophilus + L. bulgaricus + B. longum(3:1:1; P4) yang diulang sebanyak 5 kali dan dilakukan berdasarkan Rancangan Acak Lengkap (RAL). Penggunaan kombinasi starter BALS. thermophilus + L. bulgaricus + B. longum(3:1:1) terbukti menghasilkan produk fermentasi susu kambing dengan penambahan sari kurma yang disukai dengan pH 4,40, penampakan kental hingga sangat kental dengan skala hedonik (skala numerik4,85), aroma dengan skala hedonik suka hingga sangats uka (skalanumerik 7,35), warna dengan skala hedonic suka hingga sangat suka (skala numerik 7,1)r asa manis dengan skala hedonic sangat suka hingga amat sangat suka (skala numerik 8,15) dan rasa asam dengan skala hedonic sangat suka hingga amat sangat suka(skala numerik8,2). Kata kunci : fermentasi susu kambing, bakteri asam laktat (BAL), pH, organolepti
Pengaruh Suplementasi Fitase, Zing Oksida, dan Cupric Sulfat terhadap Penampilan Ayam Broiler
Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan kombinasi fitase, zinc oksid, dan cupric sulfat yang menghasilkan penampilan ayam broiler paling baik. Dua ratus delapan puluh delapan ekor DOC (Unsexed) yang dipelihara selama 42 hari dialokasikan ke dalam rancangan acak lengkap dengan 9 ransum perlakuan dan diulang sebanyak 4 kali. Kombinasi ransum perlakuan terdiri atas R1(ransum kontrol positif); R2 (ransum kontrol negatif); R3 (ransum kontrol negatif + 132,7 ppm ZnO); R4 (ransum kontrol negatif + 286,16 ppm CuSO4); R5 (ransum kontrol negatif + 132,7 ppm ZnO + 286,16 ppm CuSO4 ); R6 (ransum kontrol negatif + fitase 1000 FTU/Kg); R7 (ransum kontrol negatif + fitase 1000 FTU/Kg + 132,7 ppm ZnO); R8 (ransum kontrol negatif + fitase 1000 FTU/Kg + 286,16 ppm CuSO4); R9 (ransum kontrol negatif + fitase 1000 FTU/Kg + 132,7 ppm ZnO + 286,16 ppm CuSO4 ). Hasil penelitian menunjukkan bahwa suplementasi enzim fitase, seng, dan tembaga pada ransum tidak mempengaruhi konsumsi. Kombinasi fitase 1000 FTU/kg, ZnO (132,7 ppm), dan CuSO4 (286,16 ppm) efektif dalam meningkatkan pertambahan bobot badan, dan konversi ransum ayam broiler.Kata Kunci : fitase, zinc oksid, cupric sulfat, penampilan ayam broile