Jurnal Ilmu Ternak
Not a member yet
    353 research outputs found

    Model Kurva Pertumbuhan Pra Sapih dari Sapi Madura Betina dan Jantan

    Get PDF
    Kurva pertumbuhan merupakan pencerminan kemampuan suatu individu untuk menampilkan potensi genetic dan perkembangan bagian-bagian tubuh mencapai dewasa. Penelitian mengenai model kurva pertumbuhan sapi Madura betina dan jantan dari lahir sampai umur 6 bulan telah dilaksanakan di kabupaten Bangkalan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kurva pertumbuhan sapi madura periode pra sapih. Penelitian ini menggunakan metode observasi dengan sample acak sebanyak 57 ekor sapi. Data yang diperoleh dianalisis regresi. Hasil analisis menunjukkan bahwa model kurva pertumbuhan sapi madura betina dan jantan dari lahir sampai 6 bulan mengikuti model persamaan regresi alometrik dengan koefisien determinan R2 = 0,9950 dan R2 = 0,9910 dengan persamaan regresi  dan .Kata Kunci: Pertumbuhan Sapi Madura Betina Dan Janta

    Evaluasi Nilai Nutrisi Tongkol Jagung Hasil Bioproses Kapang Neurospora Sitophila Dengan Suplementasi Sulpur Dan Nitrogen

    Get PDF
    Penelitian bertujuan untuk mengetahui nilai nutrisi tongkol jagung hasil bioproses menggunakan kapang Neurospora sitophila dengan suplementasi sulpur dan nitrogen. Penelitian dilakukan menggunakan metode eksperimen dengan Rancangan Acak Lengkap Pola Faktorial 4 x 4. Faktor pertama adalah taraf suplementasi 0,02 %, 0,04 %, 0,06 % dan 0,08 % sulpur (S), faktor kedua adalah taraf suplementasi 1,00 %, 1,50 %, 2,00 % dan 2,50 % nitrogen (N), tiap perlakuan diulang sebanyak 3 (tiga) kali. Peubah yang diamati untuk melihat respon terhadap perlakuan yang diberikan adalah kandungan protein kasar, protein murni, Non Protein Nitrogen (NPN), lemak kasar, serat kasar, dan Bahan Ekstrak Tanpa Nitrogen (BETN) yang diukur menggunakan metode analisa kimia (AOAC, 1989 : Apriyantono dkk, 1989). Hasil penelitian menunjukan bahwa terdapat interaksi pengaruh antara suplementasi sulpur dengan nitrogen terhadap kandungan protein kasar, protein murni, lemak kasar, serat kasar dan Bahan Ekstrak Tanpa Nitrogen tongkol jagung hasil bioproses kapang Neurospora sitophila, kecuali terhadap kandungan Non Protein Nitrogen (NPN). Suplementasi sulpur dan nitrogen memberikan pengaruh terhadap peningkatan kandungan protein kasar (19,93 %), protein murni (18,09 %), dan lemak kasar (4,64 %), serta penurunan kandungan serat kasar (26,55 %) dan Bahan Ekstrak Tanpa Nitrogen (47,02 %). Imbangan suplementasi 0,08 % sulpur dan 2,50 % nitrogen menghasilkan nilai nutrisi tongkol jagung hasil bioproses kapang Neurospora sitophila paling baik.Kata kunci : Jagung, Neurospora sitophila, sulpur, nitrogen dan  nilai nutrisi

    Peran Pola Bantuan Ternak Domba Dalam Rangka Meningkatan Fungsi Kelembagaan (Role of Sheep Support Model on Increasing of Institution Function)

    Get PDF
    Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk: 1) Mengkaji peranan pola bantuan ternak domba terhadap fungsi hidrologis hutan; 2) Menganalisis kelembagaan yang ada sebelum dan sesudah adanya bantuan ternak domba; 3) Menganalisis peranan bantuan ternak domba terhadap kelembagaan.  Obyek penelitian adalah peternak domba dengan responden sebanyak 25 peternak yang dipilih secara simple random sampling. Hasil analisis menunjukkan bahwa: 1) Bantuan domba nyata bermanfaaat bagi peternak, walaupun dari segi pertambahan populasi atau keberlanjutan usahanya masih rendah, akan tetapi secara sosial dan ekonomi memberikan manfaat positif; 2)  Kelembagaan yang mendukung keberhasilan program Gerakan Rehabilitasi Lahan Kritis (GRLK) adalah kelompok peternak yang dibentuk sebelum kelompok diberi bantuan domb; 3) Peranan bantuan domba terhadap kelembagaan dapat meningkatkan peran kelembagaan bagi anggotanya.  Hal ini ditunjukkan dengan belum berfungsinya kelembagaan bagi anggota. Kata Kunci: Pola Bantuan ternak domba, kelembagaan, GRLK

    Keempukan dan Akseptabilitas Daging Ayam Broiler Asap pada Berbagai Temperatur dan Lama Pengasapan (Tenderness and Acceptability of Smoke Broiler Chicken Meat on Various temperature and Times)

    Get PDF
    Pengasapan merupakan salah satu cara untuk mengawetkan daging menggunakan kombinasi antara penggunaan panas dan zat kimia yang dihasilkan dari pembakaran kayu. Sumber asap dalam penelitian ini berasal dari pembakaran batok kelapa yang digunakan untuk pengasapan daging ayam broiler. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh  temperatur dan lama pengasapan terhadap keempukan dan akseptabilitas daging asap ayam broiler dan untuk mendapatkan temperatur dengan lama pemasakan yang menghasilkan keempukan dan akseptabilitas daging asap ayam broiler terbaik. Rancangan acak lengkap digunakan dalam penelitian ini dengan 6 perlakuan temperatur dan lama pemasakan berbeda, yaitu : temperatur pengasapan 60oC selama 4 jam (P1), dan 6 jam (P2),  temperature pengasapan 70 oC selama 4 jam (P3) dan 6 jam (P4), temperature pengasapan 80 oC selama 4 jam (P5) dan 6 jam (P6), setiap perlakuan diulang 4 kali. Variable yang diukur : keempukan, kadar air dan akseptabilitas terhadap rasa, warna dan aroma. Pengasapan terbaik pada temperatur  80 oC selama 4 jam dengan akseptabilitas yang lebih disukai, namun memiliki keempukan yang rendah Kata kunci : daging, broiler, asa

    Deteksi Jumlah Bakteri Total dan Koliform Pada Lumpur Hasil Ikutan Pembentukan Gasbio dari Feses Sapi Perah (Detection Total Bacteria amount and Coliform in Sludge Biogas from Dairy Cattle Feces)

    Get PDF
    Penelitian ini dilaksanakan di laboratorium Mikrobiologi dan Pengolahan Limbah Fakultas Peternakan universitas padjadjaran. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui jumlah total bakteri dan koliform pada lumpur hasil ikutan pembentukan gasbio dari feses sapi perah. Penelitian dilakukan dengan metode eksplorasi pada peternak sapi perah yang membuat instalasi gasbio di desa Haurngombong, Kecamatan Pamulihan-Sumedang. Hasil penelitian menunjukkan jumlah bakteri total adalah 41,82 x 1012 cfu/ml lumpur, sedangkan jumlah 8,23 MPN/ml lumpur. Kata kunci : bakteri total, koliform, lumpur, gasbio, feses sapi perah

    Perubahan Kualitas Telur Ayam Ras dengan Posisi Peletakan Berbeda Selama Penyimpanan Suhu Refrigerasi (The Changing of Hen's Egg Quality with Diffferent Laying Position During Refrigerator Temperature Storage)

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh posisi peletakan terhadap perubahan kualitas telur ayam ras selama penyimpanan suhu refrigerasi. Penelitian dilakukan secara eksperimen di laboratorium menggunakan rancangan petak terpisah dengan rancangan dasarnya acak lengkap (RAL). Sebagai petak utama adalah lama penyimpanan suhu refrigerasi (5-10°C), yaltu 2, 4, 6, 8 dan 10 minggu, sedangkan sebagai anak petak adalah posisi peletakan, yaitu tumpul di atas, dan tumpul di bawah. Setiap kombinasi perlakuan diulang sebanyak 3 kali. Hasil penelitian menunjukan bahwa lama penyimpanan pada suhu refrigerasi berpengaruh nyata (P < 0,05) terhadap penyusutan berat, pH albumen, dan nilai Haugh unit (HU) telur avam ras, sedangkan posisi peletakan tidak memberikan pengaruh yang nyata dan tidak terdapat interaksi yang nyata antara kedua faktor tersebut, sehingga dapat dikemukakan kesimpulan, bahwa penyimpanan telur ayam ras dengan berbagai posisi peletakan pada suhu refrigerasi dapat mempertahankan kualitas sampai grade A selama penyimpanan 10 minggu.Kata kunci : Posisi, Telur, Refrigeras

    Pengujian Anti Protein Produksi Blastosis (Anti-PAG) melalui Metode Dot Blot (Evaluatin Of Anti PAG From Blastosis through Dot Blot Method)

    Get PDF
    Penelitian  pengujian  reaksi antiprotein dan protein produksi blastosis dilakukan dengan tujuan mengetahui apakah  terjadi saling mengenali antara anti-PAG dan protein PAG yang terdapat dalam serum sapi bunting. Pengujian dilakukan dengan menggunakan metode Dot Blot. Uji dilakukan terhadap serum sapi bunting   umur 15, 20, 25 dan 30 hari, masing-masing dari empat ekor dengan dosis pengenceran anti-PAG adalah 1/100, 1/200 dan 1/400. Hasil reaksi berupa warna ungu dikonversikan kedalam angka menggunakan metode NIH Image Version 1.62. Data dianalisis menggunakan Rancangan Acak Lengkap Pola Tersarang, dilanjutkan dengan uji jarak berganda Duncan untuk mengetahui pengaruh serum dalam dosis. Uji statistik pada hasil reaksi Dot Blot menunjukkan perbedaan yang  signifikan antara serum sapi dara bunting 15,20,25 dan 30 hari dalam dosis pengenceran 1/100, 1/200 dan 1/400. PAG pada serum sapi dara bunting 15 hari mampu dikenali oleh anti-PAG pada pengenceran 1/400. Serum sapi dara bunting umur 30 hari memiliki nilai paling sensitif pada semua dosis pengenceran, disusul kemudian dengan serum sapi umur kebuntingan 25, 20 dan 15 hari. Kata Kunci : Anti-PAG, PAG, Dot Blot, serum  sapi buntin

    Pengaruh Penambahan Tepung Kunyit (Curcuma domestica Val. ) Dalam Ransum Yang Diberi Minyak Jelantah Terhadap Performan Ayam Broiler

    Get PDF
    Penelelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh pembrian kunyit terhadap performans ayam broiler yang diberi fakan minyak jelantah.  Rancangan penelitian yang dihignakan  Rancangan Acak Lengkap pola faktorial pola 3 x 3, faktor pertama adalam pemberian kunyit 0% (K0), 0,05 (K05), dan 0,10% (K1) dalam ransum, dan faktor kedua adalah tingkat minyak jelantah , yaitu 0% (J0), 50% (J50), dan 100% (J100)  menggantikan minyak kelapa.  Hasil penelitian menunjukan bahwa tidak ada interaksi antara pemberian kunyit dengan pemberian minyak jelantah terhada konsumsi ransum, pertambahan berat badan, konversi ransum, dan kandungan protein daging ayam broiler.  Penambahan kunyit nyata menuruankan konsumsi ransum, tetapi pemberian sebanyak 0,05% kunyit dapat meningkatkan pertambahan berat badan dan kandungan protein dagaing.  Pemberian minyak jelantah meningkarak konsumsi  dan  konversi pakan, tetapi tidak brpengaruh terhadap pertambahan berat bandan dan kandungan protein  daging ayam broiler.Kata kunci:  kunyit, ayam broiler, minyak jelanta

    Pengaruh Penggunaan Asam Sulfat (H2SO4) dan Asam Formiat (HCOOH) pada Proses Pikel terhadap Kualitas Kulit Jadi (Leather) Domba Garut (The Effect of Sulfuric Acid (H2SO4) and Formic Acid (HCOOH) in Pickle Process on Garut Sheep Leather Quality)

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan berbagai tingkat asam sulfat (H2So4) dan asam formiat (HCOOH) pada proses pikel  terhadap kualitas kulit jadi (leather) Domba Garut. Kualitas Kulit jadi didasarkan pada kadar keasaman (pH), kadar krom (Cr2O3), dan kadar air (H2O). Penelitian ini dilakukan secara eksperimen menggunakan pola faktorial dengan rancangan dasar rancangan acak lengkap, menggunakan 48 lembar kulit Domba Garut jantan ukuran 90. Kulit-kulit tersebut dibagi kedalam 16 kelompok. Tiap-tiap kelompok diberikan perlakuan penggunaan asam sulfat dan asam formiat. Masing-masing kelompok diulang sebanyak 3 kali ulangan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penggunaan berbagai tingkat asam sulfat (H2So4) dan asam formiat (HCOOH) pada proses pikel  terhadap kualitas kulit jadi (leather) Domba Garut, berpengruh nyata terhadap kadar keasaman (pH), dan kadar krom kulit jadi, serta tidak berpengaruh nyata terhadap kadar air (H2O). Penggunaan kombinasi asam sulfat dan asam formiat yang paling optimal adalah asam sulfat 0,9% dan asam formiat 0,4%. Kata kunci:  Kulit, proses pikel, asa

    Kepemimpinan Ketua Kelompok Dan Hubungannya Dengan Keefektifan Kelompok (Kasus Pada Kelompoktani Ternak Sapi Perah Di Wilayah Kerja Koperasi Serba Usaha Tandangsari Sumedang)

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kepemimpinan ketua kelompok, keefektifan kelompok, dan keeratan hubungan dari kedua hal tersebut.  Penelitian dilakukan dengan  metode survei.  Unit analisis adalah  kelompoktani sapi perah yang ada di Wilayah Kerja KSU Tandangsari Kabupaten Sumedang.  Pengambilan contoh responden dilakukan secara gugus bertahap.  Jumlah responden 30 orang dari 4 kelompok terpilih.  Uji keeratan hubungan yang digunakan adalah uji korelasi rank spearman.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepemimpinan ketua kelompok tani ternak sapi perah  sebanyak 46,67%  tergolong cukup, 43,33 % tergolong tinggi, dan 10,00 %  tergolong sangat tinggi. Keefektifan kelompoktani ternak sapi perah    sebanyak 50,00% tergolong cukup, 40 % tergolong tinggi, dan 10 % tergolong  sangat tinggi.  Derajat hubungan kepemimpinan ketua kelompok tani ternak sapi perah dengan keefektifan kelompok menunjukkan adanya hubungan positif yang kuat.Kata kunci: Kepemimpinan Ketua Kelompok, Keefektifan Kelompok

    301

    full texts

    353

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal Ilmu Ternak
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇