Jurnal Ilmu Ternak
Not a member yet
    353 research outputs found

    Pemanfaatan Feses Sapi Perah Menjadi Pupuk Cair dengan Penambahan Saccharomyces cerevisiae (Dairy Cattle Feces Use To Be With The Addition Of Liquid Fertilizer Saccharomyces cerevisiae)

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari dan mengetahui manfaat feses sapi perah menjadi pupuk cairdengan penambahan Saccharomyces cerevisiae ditinjau dari kualitas pupuk cair yang dihasilkan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimen di laboratorium dengan menggunakan Rancangan  Acak  Lengkap dengan  3 perlakuan  dan  6 kali  ulangan,  yaitu  P1=  penambahan  0,2% dosis Saccharomyces cerevisiae, P2 = penambahan 0,4% dosis Saccharomyces cerevisiae  dan P3 = penambahan0,6% dosis Saccharomyces cerevisiae. Untuk mengetahui pengaruh perlakuan, data yang diperoleh dianalisis dengan sidik ragam dan uji Duncan. Peubah yang diamati kandungan N, P2O5, K2O pada pupuk cair. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan dosis Saccharomyces cerevisiae berpengaruh nyata terhadap kualitas pupuk cair, (P2) menghasilkan kualitas pupuk cair tertinggi (N = 0.38%; P2O5 = 0,08% dan K2O =1,05%)Kata kunci : feses sapi perah,  pupuk cair, Saccharomyces cerevisiae, N, P,

    Performa Produksi Broiler yang diberi Ransum Mengandung Biji Asam Hasil Fermentasi dengan Ragi Tempe (Rhyzopus oligosporus) (Response of Broiler to Diet Containing Fermented Tamarind Seed by Tempe Yeast (Rhyzopus oligosporus))

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui respon broiler terhadap ransum yang mengandung biji asam hasil fermentasi oleh Rhyzopus oligosporus   yang diukur melalui konsumsi, pertambahan bobot badan dan konversi ransum. Penelitian menggunakan rancangan acak lengkap dengan 4 perlakuan dan 4  ulangan. Ransum perlakuan terdiri atas R0   :  Ransum basal tanpa biji asam fermentasi,   R1  :   92,5% R0 + 6,5%     biji asam fermentasi, R2  :   85% R0 + 15% biji asam fermentasi, R3  :  77,5% R0 + 22,5% biji asam fermentasi. Data  dianalisis dengan menggunakan analisis ragam, dan dilanjutkan dengan  Uji Jarak Berganda Duncan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa broiler memberikan respon yang tidak berbeda terhadap pemberian ransum yang mengandung biji asam fermentasi oleh Rhyzopus oligosporus. Dapat disimpulkan bahwa biji asam yang  difermentasi  oleh  Rhyzopus oligosporus  dapat  digunakan  hingga 22,5%  dalam ransum broiler.Kata kunci : broiler, respon, biji asam, Rhyzopus oligosporu

    Peran Kelompok dalam Mengembangkan Keberdayaan Peternak Sapi Potong (Kasus Di Wilayah Selatan Kabupaten Tasikmalaya) Role of the Group in Developing Beef Cattle Farmers Empowerment (A Case Study in Tasikmalaya South Region of Kabupaten Tasikmalaya)

    Get PDF
    Penelitian bertujuan mempelajari: (1) Peran yang dilakukan kelompok peternak dalam fungsinya sebagai kelas belajar, unit produksi, dan wahana kerjasama dan usaha anggota, (2) Keragaankeberdayaan peternak sapi potong, (3) Derajat hubungan antara peran kelompok dengan keberdayaan peternak sapi potong di Kabupaten Tasikmalaya. Penelitian dirancang sebagai penelitian survei,  dengan responden sebanyak 30  peternak dari 5  kelompok peternak.   Hasil penelitian menunjukkan: (1) Peranan kelompok peternak sebagian besar, yaitu sebanyak 83,33 persen tergolong tinggi.   Sisanya sebanyak 16,67 persen tergolong cukup. Peran atau  fungsi kelompok yang paling menunjang adalah peran kelompok sebagai kelas belajar dan kelompok sebagai unit produksi, (2)  Keberdayaan peternak sebagian besar, yaitu sebanyak  53,33 persen tergolong cukup.   Sisanya sebanyak 46,67 persen tergolong tinggi.   Kecenderungan yang ada menunjukkan bahwa peran peternak, baik sebagai pemelihara maupun sebagai manajer masih belum berjalan optimal, dan (3) Terdapat hubungan yang cukup kuat antara peranan kelompok peternak dengan keberdayaan peternak sapi potong dengan nilai korelasi rank spearman sebesar0,53.Kata kunci: peran kelompok peternak, keberdayaan peternak sapi poton

    Inventarisasi dan Pemetaan Lokasi Budidaya dan Lumbung Pakan Ternak Sapi Potong (Inventory and Mapping of Cattle and Feed Resources)

    Get PDF
    Tujuan dilakukannya kajian ini adalah untuk menginventarisir dan memetakan wilayah-wilayah pusat sapipotong dan lumbung pakan, terutama pakan hijauan dan sumber konsentrat.   Ruang lingkup kegiatan ini meliputi  wilayah  Provinsi  Jawa  Barat.  Hasil  analisis  LQ  menunjukkan  wilayah  kabupaten/kota  yang berpotensi sebagai lokasi budidaya dan lumbung pakan ternak sapi potong. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) sekitar 50% wilayah Jawa Barat berpotensi sebagai wilayah untuk lokasi budidaya/pengembangan ternak sapi potong (14 wilayah kabupaten, diantaranya: kerisidenan Bogor, dan Priangan Timur); 2) sebagian besar wilayah Jawa Barat berpotensi untuk lokasi lumbung pakan ternak sapi potong ( 17 wilayah kabupaten: ke-14 wilayah di atas, Kabupaten Cirebon, Kabupaten Indramayu, Kabupaten Bandung Barat, dan Kota Banjar) ; dan 3) Hasil analisis kapasitas tampung ternak sapi potong dan potensi pakan menunjukkan wilayah prioritas 1: wilayah unggulan untuk pengembangan dan lumbung pakan ternak sapi potong, wilayah tersebut adalah ke-17 wilayah yang tersebut pada poin (1); wilayah prioritas 2: wilayah yang bukan unggul untuk pengembangan ternak sapi potong tetapi memilki potensi pakan hijauan, meliputi wilayah tersebut adalah Kabupaten  Cirebon,  Kabupaten  Indramayu,  Kabupaten  Bandung  Barat,  dan  Kota  Banjar;  dan  wilayah prioritas 3: wilayah yang tidak memiliki keunggulan baik untuk pengembangan/budidaya ternak sapi potong maupun  untuk  lumbung  pakan,  wilayah  tersebut  yakni  seluruh  kota  di  Jawa  Barat:  Kota  Bogor,  Kota Sukabumi, Kota Bandung, Kota Cirebon, Kota Bekasi, Kota Depok, Kota Cimahi, dan Kota Tasikmalaya. Kata kunci: pemetaan, wilayah, potensi, lumbung pakan, sapi poton

    Perbandingan Karakter Kuantitatif Kerbau Rawa di Daerah Tegal Jawa Tengah dan Daerah Cianjur Jawa Barat (Quantitative Traits Comparisson of Swamp Buffalo at Tegal, Central Java and Cianjur, West Java)

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keragaan sifat kuantitatif kerbau lumpur (Swam buffalo) dan mengetahui seberapa jauh perbedaan sifat tersebut pada populasi di daerah Tegal Jawa Tengah dan Cianjur Jawa Barat. Metode penelitian yang digunakan adalah survey. Analisis data sifat kuantitatif menggunakananalisis deskriptif sedangkan untuk mengetahui perbedaan sifat antar daerah menggunakan rancangan Nested. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata sifat kuantitatif kerbau jatan dan betina untuk daerah Cianjur adalah tinggi pundak 122±5,2; 121±6 cm, panjang badan 120±5; 118±6 cm, lingkar dada 177,5±6;171±4 cm; panjang teracak 12,8±1; 12±0,4 cm. Sedangkan untuk daerah Tegal adalah tinggi pundak120±4,2; 118±0,6 cm, panjang badan 118±4; 117±6 cm, lingkar dada 170±7; 168±5 cm; panjang teracak13,7±1; 14±2,4 cm. Hasil analisis menunjukkan bahwa populasi kerbau di dua daerah memiliki karakter kuantitatif yang berbeda nyata (P < 0.05). Perbedaan   tersebut diduga karena faktor geografi dan pola pemeliharaan. Wilayah  Cianjur  yang relatif  pegunungan  memiliki suhu  yang lebih  rendah  dibandingwilayah Tegal yang berada di pantura, perbedaan pola pemeliharaan dapat dilihat dari daya dukung pakan dan pemanfaatan tenaga kerja.Kata kunci : kerbau lumpur, karakter kuantitatif, geograf

    Analisis Kualitas Kompos dari Sludge Biogas Feses Kerbau (The Quality Analysis of the Compost of Sludge Biogas Buffalo Feces)

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari dan menganalisis kualitas kompos dari sludge biogas feses kerbau  pada  berbagai  rasio  C/N.  Metode  yang  digunakan  dalam  penelitian  ini  adalah  metodeeksperimen menggunakan rancangan acak lengkap, dengan tiga perlakuan (P1 = C/N 25, P2 = C/N 30P3 =  C/N 35) dengan enam kali ulangan. Peubah yang diamati adalah kandungan N total, P2O5, K2O.Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1) Rasio C/N berpengaruh nyata terhadap kandungan N total,P2O5 dan K2O,  2) Rasio CN 30 menghasilkan kandungan N total,  P2O5 dan K2O yang paling tinggi, yakni masing-masing 2,14; 1,70 % dan 4,58%.Kata kunci : feses kerbau, sludgerasio C/N, N, P,

    Faktor Penyebab Resistensi Anggota Terhadap Kebijakan Pengurus KUD (Kasus Pada Koperasi Unit Desa Sarwa Mukti Kecamatan Cilengkrang Kabupaten Bandung) (Cause Factors Management Policies on Members Resistency KUD (Koperasi Unit Desa Case Sarwa

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui : a) faktor penyebab resistensi anggota  terhadap kebijakan koperasi yang tidak sesuai dengan kepentingan anggota, b) bentuk   resistensi anggota  koperasi  terhadap  kebijakan  koperasi  yang  tidak  sesuai  dengan  kepentingan peternak dan c) harapan anggota dalam memperbaiki kebijakan koperasi. Metode penelitianyang dilakukan studi kasus dengan pendekatan kualitatif yang mengkaji konsep resistensi anggota terhadap kebijakan koperasi. Metode Penelitian Studi Kasus dengan pendekatan kualitatif. Informan ditentukan   dengan cara bertujuan (purposive). Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara mendalam (indepth interview) pengolahan data dengan organisasi, kategorisasi dan reduksi data serta analisis data dengan pemahaman mendalam (verstehen). Penelitian ini dilakukan di Koperasi Unit Desa Sarwa Mukti Kecamatan Cilengkrang Kabupaten Bandung, karena merupakan basis kegiatan koperasi sapi perah yang potensial. Hasil penelitian, faktor resistensi anggota terhadap koperasi : Kebijakan yang tidak sesuai dengan kepentingan anggota (sarana produksi peternakan, pengurus tidak aspiratif, pelayanan kurang  memadai). Penolakan (resistensi anggota terhadap kebijakan koperasi berupa pernyataan melawan, sikap tidak setuju dan melakukan tindakan menyimpang terhadap kebijakan koperasi. Harapan peternak segera memperbaiki kebijakan koperasi.Kata kunci: Resistensi, kebijakan, koperas

    Kajian Pola Pemuliaan Kerbau Lokal yang Berkelanjutan dalam Upaya Mendukung Kecukupan Daging Nasional. (The Sustainable Local Buffalo Breeding Scheme as Effort to Support National Meat Sufficien)

    Get PDF
    Kerbau lokal Banten merupakan salah satu sumberdaya genetik ternak Indonesia.Namun sampai saat ini kegiatan program pemuliaan kerbau yang berkelanjutan belum dapat dilaksanakan dengan baik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pegetahuan, motivasi dan partisipasi peternak kerbau dalam program pemuliaan kerbau sebagai upaya mendukungkecukupan daging nasional. Metode penelitian yang digunakan adalah survey, penentuan sampel  berdasarkan metode purposive sampling yang dilakukan terhadap 60  responden peternak kerbau di Kabupaten Serang, Pandeglang dan Lebak. Data primer diperoleh melalui observasi dan wawancara langsung pada peternak kerbau yang dipandu oleh daftar pertanyaan pada kuesioner tertutup. Hasil penelitian menunjukkan tingkat pendidikan peternak kerbau masih tergolong rendah. Partisipasi peternak dalam kegiatan pemuliaan kerbau tergolong cukup, sedangkan motivasi dan pengetahuan peternak relatif rendah. Faktor sosial dan budaya peternak menjadi pertimbangan utama dalam pelaksanaan program pemuliaan kerbau yang berkelanjutan, dan pola pemuliaan inti terbuka merupakan pola pemuliaan kerbau yang mungkin dapat diterapkan pada peternakan kerbau rakyat.Kata kunci: kerbau lokal, pola pemuliaa

    Pengaruh Lama Penyimpanan Pada Suhu Ruang Terhadap Perubahan Nilai pH, TVB dan Total Bakteri Daging Kerbau (Effect of Storage Length in the Room Temperature on pH, TVB, and Total Bacteria Changes of Buffalo Meat)

    Get PDF
    Penelitian Pengaruh lama penyimpanan pada suhu ruang terhadap perubahan nilai pH, TVB danTotal   Bakteri Daging Kerbau telah dilakukan di laboratorium Teknologi Pengolahan Produk Peternakan, Fakultas Peternakan Universitas Padjadjaran dengan tujuan untuk mengetahui pengaruh lama penyimpanan terhadap nilai pH, TVB dan jumlah mikroba daging kerbau selama penyimpanan pada suhu ruang. Data yang diperoleh dianalisis dengan sidik ragam menggunakanRancangan Acak Lengkap, dengan perlakuan 5 lama penyimpanan pada suhu ruang (270C), yaitupenyimpanan awal, 6 jam, 12 jam, 18 jam dan 24 jam, dengan  ulangan 4 kali. Variabel yang diukur adalah nilai pH, Total Volatile Base (TVB) dan jumlah mikroba daging. Hasil penelitian menunjukan bahwa, masa simpan nyata (P<0,05) meningkatkan nilai pH, TVB dan total mikrobadaging kerbau. Daging kerbau tidak layak dikonsumsi sampai penyimpanan 18 jam pada suhu kamar.Kata kunci : daging kerbau, pH, TV

    Uji Organoleptik Daging Ayam yang Diberi Ransum yang Mengandung Lumpur Susu Terfermentasi oleh Aspergillus niger (Organoleptic Evaluation of Meat from Broiler Fed Diets Containing Graded Levels of Dairy-Waste Water Solid Fermented by Aspergillus niger)

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui respon panelis terhadap daging yangdihasilkan dari ayam broiler yang diberi ransum yang mengandung berbagai tingkat lumpur terfermentasi oleh Aspergillus niger.   Penelitian menggunakan metode eksperimen dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL).  Penelitian ini menggunakan enam tingkat  lumpur susu terfermentasi dalam ransum, yaitu  R0 (0%); R1 (5%); R2 (10%); R3 (15%); R4 (20%); dan R5 (25%) dengan 20 orang panelis sebagai ulangan.   Pengujian organoleptik meliputi warna, aroma, dan tekstur daging broiler bagian dada.   Perhitungan statistika dilakukan dengan ANOVA  dan  dilanjutkan dengan  uji  Duncan.    Hasil  penelitian menunjukkan  bahwa  : pemberian lumpur susu terfermentasi oleh Aspergillus niger sampai tingkat 25% dalam ransum  broiler  tidak  berpengaruh  nyata  (P>0.05)  terhadap  warna,  bau/aroma,  maupun tekstur daging broiler, artinya pemberian ransum yang mengandung lumpur terfermentasi oleh Aspergillus niger sampai tingkat 25 persen dalam ransum ayam broiler tidak menurunkan kualitas daging broiler baik warna, bau/aroma, maupun tekstur daging.Kata Kunci : Lumpur susu terfermentasi, Aspergillus niger,  organolepti

    301

    full texts

    353

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal Ilmu Ternak
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇