Jurnal Ilmu Ternak
Not a member yet
353 research outputs found
Sort by
Studi AsosiasiAntara Masa Kosong (Days Open) Terhadap Produksi Susu dan Kerugian Ekonomi Pada Peternakan Sapi Perah Di Kabupaten Garut (Association Study Of Days Open On Milk Production And Its Implication on Economic Losses of Dairy Cattle in Garut Regen
Masa kosong merupakan indikator utama kebehasilan usaha sapi perah yang sangat terkait pada pendapatan peternak. Tingkat pendapatan yang berhubungan dengan masa kosong dapat berasal dari jumlahperkawinan yang menghasilkan kebuntingan, kesehatan serta produksi susu. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui asosiasi masa kosong terhadap produksi susu yang efek selanjutnya terhadap pendapatan yang diperoleh peternak. Metode yang digunakan berupa survey pada 49 ekor sapi perah yang berada pada fase laktasi kedua. Hasil penelitian menunjukan bahwa masa kosong berasosiasi dengan produksi susu dengan nilai R2 = 14%, dimana masa kosong yang memberikan produksi susu paling rendah yaitu pada masa kosong 6,63 bulan atau 199 hari. Selanjutnya, berdasarkan analisis ekonomi, peternak harus mengeluarkan biaya produksi sebesar Rp. 6.211,57 per hari masa kosong. Kesimpulan dari penelitian ini bahwa pertambahan masa kosong berasosiasi dengan penurunan produksi susu dan meningkatkan biaya produksi.Kata kunci: Masa kosong, produksi susu, kerugian ekonomi, asosias
Tingkat Fertilisasi Oosit Sapi Silangan Simmental Peranakan Ongole Secara In Vitro (In Vitro Fertilization Rate Of Bovine Simmental Ongole Crossbred Oocytes)
Salah satu program crossbreeding di Indonesia melalui inseminasi buatan (IB) menggunakan betina lokal PeranakanOngole (PO) disilangkan dengan Simmental, menghasilkan keturunan sapi Simmental Peranakan Ongole (SimPO) yang memiliki keunggulan bobot lahir tinggi dan pertumbuhan yang cepat. Sapi SimPO (Fenotip) F2 diduga mengalami penurunan performan reproduksi sehingga tingkat kebuntingan menjadi rendah. Keberhasilan kebuntingan dapat terjadi apabila oosit dapat terfertilisasi. Tujuan dari penelitianini untuk mengetahui tingkat fertilisasi secara in vitro pada oosit sapi SimPO. Oosit sapi dari ovarium yang berasal dari rumah pot\ong hewan (RPH), dikelompokkan berdasarkan jenis sapi PO (kontrol) dan SimPO. Oosit dengan kualitas A dan B yang digunakan dalam penelitian ini. Oosit difertilisasi menggunakan semen beku sapi Simmental dengan konsentrasi 5 x 106 sel/ml pada media Brackett oliphant (BO). Tingkat fertilisasi in vitro ditentukan dengan pewarnaan aceto orcein 1% untuk melihat terbentuknya polimorfonuklear (PMN) 10 jam setelah inseminasi. Berdasarkan hasil penelitian ini tingkat fertilisasi secara in vitro sapi SimPO dan sapi PO tidak menunjukkan perbedaan yang nyata.Kata kunci : tingkat fertilisasi in vitro, SimP
Kecernaan Fraksi Serat Pada Kambing Kacang Jantan Yang Mengkonsumsi Rumput Kume (Sorghum plumosum var.timorense) Kering Hasil Biokonversi (Fiber Digestibility of Bioconverted Kume Hay Fed to Kacang Goat Male)
Penelitian ini telah dilaksanakan di Desa Oeltua Kecamatan Taebenu Kabupaten Kupang Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) pada bulan Juli – Desember 2013. Penelitian ini bertujuan mengetahui level biokonversi rumput kume kering, yang menghasilkan kecernaan NDF, ADF, selulosa dan hemiselulosa yang terbaik, pada kambing kacang jantan. Penelitian ini menggunakan metode rancangan bujursangkar latin (RBL). Terdapat 4 perlakuan (rumput kume kering tanpa biokonversi + konsentrat (R0), perlakuan rumput kume kering biokonversi urea dan starbio 0,4%, + konsentrat (R1), rumput kume kering biokonversi urea dan starbio 0,6% + konsentrat (R2) dan rumput kume kering biokoversi urea dan starbio0,8% + konsentrat(R3)) dengan 4 ulangan. variabel yang diamati adalah kecernaan NDF, ADF, selulosa, dan Hemiselulosa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penelitian ini tidak berpengaruh nyata (p>0,05)pada kecernaan NDF, ADF, selulosa, dan hemiselulosa dengan persentase rerata NDF 45,28%, dengan persentase rerata ADF 35,59% , dengan persentase rerata selulosa 46,29%, dengan persentase rerata hemiselulosa 67,77%. Disimpulkan bahwa tidak terdapat perbedaan kecernaan fraksi serat rumput kume kering yang dibiokonversi dengan starbio dan urea dibandingkan dengan kontrol.Kata Kunci : Rumput Kume, Biokonversi, NDF, ADF, Selulosa, Hemiselulos
Simulasi Uji Zuriat pada Sifat Pertumbuhan Sapi Aceh (Progeny Test Simulation for Growth Traits in Aceh Cattle)
Penelitian ini dilaksanakan untuk melakukan evaluasi terhadap nilai pemuliaan (NP) pada calon pejantan sapi Aceh sebagai pejantan unggul berdasarkan performans keturunan selama tahun 2010 sampai 2013. Sapi Aceh yang diikutsertakan dalam penelitian ini, masing-masing dengan nomor A001, A004, P0751 dan P0752. Analisis data dilakukan berdasarkan performans berat sapih terkoreksi 205 hari (BB205), berat setahunan terkoreksi 365 hari (BB365) dan berat akhir atau dewasa terkoreksi 550 hari (BB550) hasil keturunan keempat calon pejantan tersebut. Analisis nilai heritabilitas (h²) BB205, BB365 dan BB550 secara berurutan adalah 0,48; 0,40 dan 0,49. Hasil penelitian menunjukkan bahwa calon pejantan nomorP0752 memiliki NP BB205, BB365 dan BB550 tertinggi masing-masing sebesar 54,24 kg; 83,99 kg dan119,08 kg. Kecermatan relatif terbaik dalam uji zuriat yaitu sebesar 1,55 pada sifat BB550 sehingga seleksi pada calon pejantan sapi Aceh dapat dilakukan berdasarkan rata-rata performans BB550 keturunannya.Kata kunci: Sapi Aceh, Uji zuriat, Heritabilitas, NP, Kecermatan relati
Diskontinuitas Penerapan Inovasi Biogas Oleh Peternak Sapi Perah (Studi Kasus Di Kecamatan Pagerageung Kabupaten Tasikmalaya) Discontinuance Application of Innovation Biogas By Dairy Farmer (Case Study in Pagerageung District Tasikmalaya Regency)
Usaha peternakan sapi perah selain memberikan dampak positif juga memberikan dampak negatif berupa pencemaran yang akan mengganggu lingkungan. Pemberian bantuan instalasi biogas merupakan salah satuupaya pemerintah untuk mendorong peternak melakukan pengolahan limbah ternak yang lebih baik. Desa Guranteng sebagai sentra peternakan sapi perah di Kabupaten Tasikmalaya pernah mendapat bantuan instalasi biogas namun pemanfaatannya mengalami diskontinuitas, Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor apa yang mempengaruhi diskontinuitas penerapan inovasi biogas oleh peternak sapi perah, besar pengaruh masing-masing faktor, serta alternatif solusinya. Metode yang digunakan adalah metode campuran (mix methode). Pengumpulan data dilakukan dengan instrument kuesioner,pedoman wawancara, observasi dan studi kepustakaan. Metode kuantitatif digunakan untuk menguji faktor-faktor yang mempengaruhi diskontinuitas inovasi. Data penelitian dianalisis dengan menggunakan path analysis.. Metode kualitatif digunakan untuk mengetahui bagaimana faktor-faktor tersebut mempengaruhi diskontinuitas inovasi biogas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor karakteristik inovasi, faktor persepsi inovasi, dan faktor agen pembaharu berpengaruh secara nyata terhadap diskontinuitas penerapan inovasi biogas oleh peternak sapi perah di Kabupaten Tasikmalaya dengan total pengaruh sebesar 51,6 %. Secara parsial ketiga variabel bebas tersebut memberikan pengaruh signifikan yaitu persepsi penerima sebesar 20,2 %, agen pembaharu sebesar 19,1% , dan karakteristik inovasi sebesar 12,2 %.Kata kunci : Limbah, diskontinuitas, biogas, peternak, sapi pera
Dampak Pemberian Probiotik Probio_FM Terhadap Status Kesehatan Ternak Itik Kerinci (Impact of Probiotik Probio_FM to Health Status of Kerinci Duck)
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui Dampak Pemberian Probiotik Probio-FM Terhadap status kesehatan Itik Kerinci Jantan. Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap dengan 4 perlakuan dan 5 ulangan. Sebagai perlakuan adalah pemberian probiotik Probio_FM dalam pakan dan air minum, yang terdiri dari : P-0 (tanpa pemberian probiotik Probio_FM), P-1 (pemberian Probio_FM dalam air minum) P-2 (Probio_FM dalam pakan), P-3 (gabungan antara Probio_FM dalam pakan dan air minum) dengan dosis 2% w/w dan 2% w/v, kosentrasi bakteri 1010cfu/gr. Ransum yang digunakan adalah ransum basal dengan kandungan PK 18% dan EM 2800 kkl/kg. Peubah yang diamati adalah gambaran darah (jumlah eritrosit, leukosit, hemoglobin dan hematokrit), dan derajat keasaman (pH), jumlah bakteri asam laktat dan E.coli usus halus. Peubah yang diukur dianalisis dengan sidik ragam menggunakan procedureANOVA (SAS Institute, 2000) dan apabila terdapat perbedaan diantara peubah yang dianalisis dilanjutkan dengan Duncan’s Multiple Range Test (DMRT). Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan dapat meningkatkan jumlah eritrosit dan hemoglobin (P<0.05) dan menurunkan derajat keasaman (pH) dan jumlah E.coli dalam usus halus itik Kerinci (P<0.05). Disimpulkan bahwa pemberian probiotik probio_FM melalui air minum, pakan dan gabungannya dapat meningkatkan status kesehatan ternak itik jantan periode pertumbuhan.Kata kunci: probiotik Probio_FM, status hematologik, Lactobacillus, E.coli, itik Kerinc
Pengaruh Metode Pasteurisasi dan Jenis Starter yang Berbeda Terhadap Ph, Kadar Air dan Total Solid Keju Lunak Susu Kambing Peranakan Ettawa (Effect Of Pasteurization Methods and Starter On Ph, Moisture and Total Solid Of Soft Cheese Of Peranakan Ettawa Go
Pemanasan susu dan jenis starter dapat mempengaruhi komposisi dan kualitas keju. Oleh karena itu penelitian ini bertujuan untuk mempelajari karakteristik pH, kadar air dan total solid keju lunak yang dihasilkan dengan metode pasteurisasi dan jenis starter yang berbeda. Penelitian dilakukan menggunakan metode eksperimental dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL). Materi yang digunakan adalah 36 liter susu kambing, starter Lactobacillus bulgaricus dan Streptocococus thermophilus serta rennet tablet. Perlakuan terdiri dari metode pasteurisasi yaitu High Temperature Short Time (HTST) dan Long Temperature Long Time (LTLT) serta starter tunggal Streptococcus termophilus, Lactobacillus bulgaricus, dan starter campurankeduanya (ganda). Penelitian dilaksanakan di Laboratorium Teknologi Hasil Ternak dan Laboratorium Ilmu Bahan Makanan Ternak Fakultas Peternakan Universitas Jenderal Soedirman Purwokerto. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode pasteurisasi HTST dan LTLT dengan penggunaan starter tunggal menghasilkan kadar air keju lunak yang tinggi sebaliknya total solid keju lunak yang dihasilkan rendah, sedangkan penggunaan starter ganda terutama pada LTLT menghasilkan kadar air keju lunak paling rendah (39,82%) dan total solid keju lunak paling tinggi (60,17%). Pasteurisasi HTST maupun LTLT menggunakan starter tunggal menghasilkan pH keju lunak lebih tinggi, sedangkan penggunaan starter ganda menyebabkan pH keju lunak yang lebih rendah. Sehingga untuk mendapatkan keju lunak susu kambing yang memiliki karakteristik sesuai dengan standar, dapat menggunakan metode pasteurisasi LTLT dengan penggunaan starter ganda.Kata kunci : Susu kambing ettawa, pasteurisasi, starte
Management Of Cage Capacity In Raising To Rabbit Performance (Manajemen Kapasitas Kandang untuk Peningkatan Performa Kelinci)
Manajemen kandang merupakan faktor penting dalam kesuksesan bisnis kelinci, terutama dalam peningkatan produksi dan efisiensi penggunaan kandang. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menentukan pengaruh kapasistas kandang dan pada kapasitas berapa yang menghasilkan performa terbaik. Penelitian ini dilakukan secara eksperimen dengan Rancangan Acak Lengkap dengan tiga macam kepadatan kandang (P1 = 1 kelinci/0,5 m2 , P2 = 2 kelinci/0,5 m2 , dan P3 = 3 kelinci/0,5 m2), masing-masing perlakukan diulang enam kali. Variabel yang diamati adalah konsumsi ransum, pertambahan bobot badan, dan konversi pakan. Hasilnya menunjukkan bahwa konsumsi ransum, pertambahan bobot badan, dan konversi pakan untuk setiap perlakuan tidak menunjukan perbedaan yang nyata, sehingga dapat disimpulkan bahwa pemanfaatan kandang 0,5 m2 untuk tiga ekor kelinci masih efektif untuk dipergunakan.Kata kunci : kandang, performa, kelinc
Peningkatan Kualitas Post Thawing Spermatozoa Epididimis Sapi Dengan Suplementasi Catechin Sebagai Antioksidan Pada Pengencer Semen (Improvement Of Post Thawing Cow Epididymal Spermatozoa Quality By Catechine Supplementation As Antioxidant On Cement Dilut
Kualitas spermatozoa post thawing menjadi faktor penting keberhasilan proses fertilisasi pada Inseminasi Buatan pada sapi. Keberhasilan fertlisasi akan berpengaruh kepada pregnancy rate. Salah satu kematian sel yang diakibatkan oleh Reaction Oxygen Species (ROS) diduga dapat merangsang kejadian apoptosis eksogenik yang akan mengurangi kualitas spermatozoa sehingga diperlukan satu zat yang dapat menekan ROS sebagai antioksidan. Catechin dikenal sebagai antioksidan pada sel yang mampu mengurangi kematian akibat ROS, sehingga diharapkan dapat bekerja pada proses pembekuan maupun thawing spermatozoa yang kemungkinan mengakibatkan kematian sel. Tujuan penelitian ini untuk mengetahuiefek penambahan catechin dari ekstrak teh hijau dengan konsentrasi 0,05%, 0,1% dan 0,15% pada pengencer Tris-kuning telur untuk meningkatkan kualitas spermatozoa epididimis sapi yang dikoleksi secara in vitro. Metode koleksi spermatozoa dilakukan dengan mencacah epididimis sapi pada Nacl fisiologis ditambah antibiotik. Pengencer Tris-Kuning telur dengan konsentrasi catechin yang berbeda ditambahkan ke dalam spermatozoa. Evaluasi motilitas dan prosentase hidup dilakukan secara mikroskopik. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa motilitas dan prosentase hidup pada pengencer catechin 0,05% , 0,1% dan 0,15% secara berturut-turut (7,5%; 27,25% ), (12,5%; 31,75% ) dan (20%;41%) mempunyai angka yang lebih tinggi disbanding kontrol (5%; 26,5%) pada semua konsentrasi. Kesimpulan penelitian adalah penambahan catechin dari ekstrak teh hijau dengan konsentrasi 0,05%,0,1% dan 0,15% pada pengencer Tris-kuning telur, mampu meningkatkan motilitas dan prosentase hidup spermatozoa epididimis sapi post thawing.Kata Kunci : spermatozoa, epididimis sapi, antioksidan, catechin, post thawin
Potensi Usaha Peternakan Sapi Perah Rakyat dalam Menghadapi Pasar Global (Potential of Small Scale Dairy Farm for Facing in Global Market)
Penelitian ini bertujuan untuk melihat kondisi dan potensi yang dimiliki usaha peternakan sapi perah rakyat saat ini dalam menghadapi pasar bebas di bidang persusuan yang sudah dicanangkan pemerintah sejak tahun1998. Penelitian ini dilakukan di wilayah kerja Gabungan Kelompok Tani-Ternak Mitra Puspa Mekar, Parongpong, kabupaten Bandung Barat, yang saat ini kondisinya dalam posisi berbenah diri setelah koperasi susu yang menaungi mereka kolaps karena kesalahan manajemen, dan bermitra dengan KPSBU Lembang dalam hal pakan, reproduksi, dan pemasaran susu. Responden yang digunakan dalam penelitian ini adalah seluruh peternak yang tercatat sebagai anggota gapoktannak Mitra Puspa Mekar dan dapat ditemukan pada saat pencacahan. Dari 244 orang responden di tiga kecamatan (Parongpong, Cisarua, dan Ngamprah), diungkap profil mereka sebagai peternak sapi perah, pengelolaan usaha peternakan, dan potensi yang mereka miliki sebagai peternak sapi perah saat ini. Data diolah secara deskriptif untuk memperoleh nilai rataan dari seluruh responden. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa: (1) usaha peternakan sapi perah masihdapat menarik minat masyarakat, (2) upaya peningkatan kuantitas dan kualitas produksi susu masih perlu dibantu dalam hal sarana dan prasarana, yang diikuti dengan peningkatan pemahaman dan kesadaran untuk memperbaiki manajemen pengelolaan usaha, (3) pemasaran susu yang dilakukan oleh koperasi, masih memerlukan bantuan proteksi dari pemerintah, agar IPS tetap membeli susu hasil produksi peternak sapi perah rakyat.Kata kunci: sapi perah, usaha peternakan sapi perah rakyat, profil, potens