Jurnal Ilmu Ternak
Not a member yet
353 research outputs found
Sort by
Pengaruh Jenis Minyak Nabati terhadap sifat Fisik dan Akspetabilitas Mayonnaise (The Effect of Various Vegetable Oils on Physical Properties and Accebtability of Mayonnaise)
Mayonnaise merupakan produk olahan emulsi semi padat minyak dalam air (o/w) dengan konsentrasi minyak yang tinggi. Oleh karena itu, penggunaan jenis minyak nabati diduga akan mempengaruhi sifat fisik dan akseptabilitas mayonnaise. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh jenis minyak nabati terbaik terhadap sifat fisik (kestabilan emulsi dan viskositas) dan akseptabilitas (rasa, aroma, warna, tekstur, dan total penerimaan) mayonnaise. Penelitian dilakukan secara eksperimen, menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 5 perlakuan, yaitu minyak bunga matahari (P1), minyak jagung (P2)
Hubungan antara Tingkat Reproduksi Sapi Perah terhadap Tingkat Kerugian Peternak (The Relationship between Dairy Cattle’s Reproductive Performance and Farmers’s Economic Losses)
Performa reproduksi merupakan faktor utama dalam mendukung keberhasilan usahaternak sapi perah. Performa reproduksi yang rendah dapat menyebabkan berbagai kerugianseperti produksi susu rendah, produksi pedet yang terlambat, pelayanan IB yang tinggi, yang terakumulasi pada kerugian secara ekonomi. Salah satu performa reproduksi yang menjadi perhatian khusus adalah masa kosong yang merupakan waktu antara periode melahirakan sampai sapi tersebut bunting kembali. Semakin lama waktu tersebut menggambarkan rendahnya reproduktivitas sapi perah tersebut yang lebih lanjut akan menurunkan pendapatan peternak karena akan bertambahnya biaya produksi seperti biaya pakan, tenaga kerja, biaya inseminasi, dan sebagainya. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui dan kemudian mengevaluasi performa reproduksi (masa kosong, service per conception, dan calving interval) terkait pendapatan yang diperoleh peternak. Sebanyak 19 ekor sapi perah laktasi kedua yang terdapat di kelompok ternak desa Cipageran, Cimahi dijadikan objek penelitian melalui metode survey ke pemilik ternak. Hasil yang diperoleh bahwa masa kosong, calving interval dan service per conception sapi perah di lokasi penelitian berturut-turut sebesar 110 hari, 386 hari dan 2,5. Adapun kerugian peternak untuk setiap penambahan satu hari masa kosong sebesar Rp.10.775,45 per ekor. Kesimpulan dari penelitian ini bahwa status reproduksi sapi perah di kelompok sapi perah Cipageran termasuk cukup baik, namun kerugian akan didapat perternak seiring bertambahnya masa kosong.Kata kunci: masa kosong, service per conception, calving interval, pendapatan peterna
Analisis Manfaat Sosial-Ekonomi Kredit Sapi Perah Bergulir Mandiri bagi Anggota Koperasi (Kasus Di Kpsbu Jabar Kecamatan Lembang Kabupaten Bandung Barat) (Analysis Of Socio-Ecomic Advantage Of Kredit “Sapi Bergulir Mandiri” For Cooperative’s Member)
Penelitian ini didasarkan pada bagaimana para peternak sapi perah dapat meningkatkan skala pemilikan ternaknya melalui kredit Sapi Bergulir Mandiri (SBM) yang dikucurkan pihak KPSBU.Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui bagaimana dukungan pihak KPSBU terhadap keberlanjutan usaha peternak melalalui kredit SBM dan manfaat sosial ekonomi kredit SBM bagi peternak. Metode yang dilakukan dengan studi kasus dengan pendekatan kualitatif, dengan informan terdiri dari peternak dan pengurus koperasi. Analisis data dilakukan dengan tahapan penyajian data, reduksi data dan penarikan kesimpulan. Untuk interpretasi data dilakukan pemahaman mendalam atau verstehen, baik tekstual maupun kontekstual. Hasil penelitian menunjukkan: bahwa kredit sapi bergulir (SBM) memberikan manfaat sosial dan ekonomi bagi peternak anggota KPSBU.Kata kunci : kredit, manfaat sosial, manfaat ekonom
Effiensi Relatif Seleksi Catatan Berulang terhadap Catatan Tunggal Bobot Badan pada Domba Priangan
Penelitian ini bertujuan untuk menduga besarnya respon seleksi catatan tunggal (bobot lahir umur 1 hari), respon seleksi catatan berulang (bobot lahir umur 1 hari dan bobot sapi umur 100 hari), dan nilai efisiensi relatif seleksi catatan berulang terhadap catatan tunggal bobot badan pada Domba Priangan
Hubungan Keragaman Gen Leptin dengan Kualitas Fisik Daging Sapi Lokal Di Ciamis (Relationship between Leptin Gene Diversity with Physical Quality of Local Beef In Ciamis)
Leptin terlibat dalam berbagai proses fisiologispembentukan lemak. Keragaman gen Leptin karena adanya SNP Arg25Cys pada exon 2, mempunyai hubungan dengan deposisi lemak, yang dapat mempengaruhi kualitas daging. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keragaman gen leptin dan hubungannya dengan kualitas fisik daging sapi lokal di Ciamis Jawa Barat. Penelitian ini menggunakan 14 sampel daging bagian udamaru yang diperoleh dari peternakan rakyat.Sampel DNA diisolasi dari daging. Amplifikasi DNA menggunakan PCR, dan penentuan genotipe dianalisis dari hasil sequencing produk PCR. Hasil penelitian menunjukkan Gen Leptin pada sapi lokal Ciamis bersifat polimorfik, terdapat tiga alel, yaitu C, T (memiliki mutasi Arg25Cys) dan H (memiliki mutasi Arg25His) serta terdapat tiga genotipe CC, CT dan CH. Perbedaan genotipe gen Leptin tidak berpengaruh terhadap kualitas fisik daging sapi lokal di Ciamis.Kata kunci: Kualitas daging, Lepti
Performa Domba Lokal Betina Dewasa pada Berbagai Variasi Lamanya Penggembalaan di Daerah Irigasi Rentang Kabupaten Majalengka ( Local Ewes Performance at Various Variation of Length Grazing in Rentang Irigation Area of Kabupaten Majalengka)
Penelitian mengenai “Performa Domba Lokal Betina Dewasa pada Berbagai Variasi Lamanya Penggembalaan di Daerah Irigasi Rentang Kabupaten Majalengka”, telah dilaksanakan sejak Tanggal 25 Maret sampai 30 Juli 2015. Penelitian ini bertujuan untuk mengukur lamanya waktu penggembalaan optimum terhadap performa domba lokal betina dewasa yang digembalakan di Daerah Irigasi Rentang Kecamatan Jatitujuh Kabupaten Majalengka. Sampel Domba Lokal betina dewasa dalam penelitian ini adalah sebanyak 62 ekor yang tersebar pada variasi penggembalaan 6 jam 22 ekor. Metode penelitian yang digunakan adalah survey dan observasi. Data yang diperoleh dianalisis secara deskriptif, untuk mengetahui perbedaan rata-rata performa domba diuji dengan Analisys of Varian (Anova one way) serta dilanjutkan dengan uji jarak berganda Duncan. Hasil penelitian menunjukan bahwa penggembalaan >6 jam merupakan lama penggembalaan yang optimum, dibuktikan dengan performa induk secara keseluruhan lebih baik dari lama penggembalaan <4 jam dan 4 – 6 jam.Kata kunci: domba lokal, lama penggembalaan, performa produksi, dan potensi hijaua
Perubahan Ukuran Folikel Ovarium dan Kualitas Oosit
Preservasi merupakan salah satu upaya penanganan ovarium untuk mempertahankankualitas oosit yang telah diambil dari tubuh ternak agar dapat dimanfaatkan untuk Fertilisasi InVitro. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh waktu preservasi ovarium dombalokal terhadap ukuran folikel dan kualitas oosit. Sampel yang digunakan adalah ovarium domba lokal yang diperoleh dari tempat pemotongan hewan setempat. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode eksperimental, dengan pemberian tiga perlakuan dan enam kali ulangan yaitu: P1= preservasi ovarium pada suhu 37o-38oC selama 2 jam, P2= preservasi ovarium pada suhu 4o-5oC selama 11-12 jam, dan P3= preservasi ovarium pada suhu 4o-5oC selama 24-25 jam. Hasil penelitian menunjukan waktu preservasi ovarium memberikan pengaruh berbeda nyata terhadap ukuran folikel kualitas oosit.Kata kunci: domba lokal , folikel, oosit, preservas
Identifikasi dan Karakteristik Staphylococcus Sp. dan Streptococcus Sp. dari Infeksi Ovarium Pada Ayam Petelur Komersial (Identification and Characteristics of Staphylococcus Sp. and Streptococcus Sp. Infection of Ovary in Commercial Layers)
Infeksi ovarium merupakan salah satu penyakit yang paling sering ditemukan pada ayam petelur menjelang periode betelur maupun selama masa produksi. Gangguan produksi telur dapat terjadi karena gangguanperkembangan ovarium akibat gangguan pertumbuhan pada ayam, kerusakan ovarium atau akibat penyakit. Penelitian ini dirancang untuk mengisolasi, mengidentifikasi, dan karakteristik bakteri penyebab infeksi ovarium pada ayam petelur komersial. Sejumlah 19 sampel ayam petelur komersial yang diperoleh dari tiga peternakan di wilayah Yogyakarta. Ovarium yang mengalami infeksi dikultur pada plat agar darah (PAD), kemudian diinkubasi pada suhu 37°C selama 18-24 jam. Setelah pengelompokkan koloni dilanjutkan pengecatan Gram. Gram positif bentuk kokus dilakukan uji katalase. Selanjutnya bakteri dengan katalase positif dilakukan uji koagulase, kultur pada mannitol salt agar (MSA), Voges Proskauer (VP) dan uji oksidase. Hasil identifikasi dan karakteristik bakteri dari infeksi ovarium adalah Staphylococcus aureus (46%), Staphylococcus intermedius (27%), Staphylococcus epidermidis (20%), dan Streptococcus sp. (7%).Kata kunci : Ovarium, ayam petelur, Staphylococcus sp., Streptococcus sp
Peran Modal Sosial dalam Menunjang Dinamika Kelompok Peternak Sapi Perah (Studi Kasus di Kelompok 3 TPK Pulosari Pangalengan)
Penelitian ini dilaksanakan di Kelompok 3 TPK Pulosari KPBS Pangalengan, Desa Pulosari, KabupatenBandung Selatan. Tujuan dari penelitian adalah 1) mengetahui potensi modal sosial pada kelompok peternak sapi perah, 2) mengetahui peran potensi modal sosial dalam menunjang dinamika kelompok peternak sapi perah. Penelitian ini menggunakan metode studi kasus dan menganalisis data secara deskriptif kualitatif dengan cara interpretative (verstehen). Variabel yang diamati adalah modal sosial dan dinamika kelompok. Informan kunci yang dijadikan sebagai sumber informasi dalam penelitian ini sebanyak 6 informan terdiri atas tokoh dan non tokoh yang ada dalam kelompok. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa potensi modal sosial (dengan indikator kepercayaan, partisipasi dan prinsip timbal balik) dalam kelompok cukup baik. Adanya modal sosial yang baik di kelompok berperan dalam meningkatkan interaksi atau kerjasama kelompok dan meningkatkan fungsi tugas pokok kelompok.Kata kunci : Peran, modal sosial, dinamika kelompok peternak sapi pera
Kualitas Semen Cair Dingin Domba Garut pada Tiga Jenis Larutan Pengencer (Quality of Garut Ram Chilled Semen in Three Types Of Semen Extenders)
Penggunaan pengencer dalam pengolahan semen domba Garut masih sangat terbatas di kalangan masyarakat, sehingga ketersediaan baik semen cair maupun semen beku masih sedikit. Oleh karena itu, penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui pengaruh bahan pengencer Tris susu sapi, Tris kuning telur, dan Tris sari kedelai terhadap daya tahan hidup dan abnormalitas spermatozoa domba Garut yang disimpan dalam suhu 5ºC. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah eksperimen menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan tiga perlakuan yaitu semen segar yang ditambahkan Tris susu sapi, Tris kuning telur, dan Tris sari kedelai dengan pengulangan masing-masing sebanyak 6 kali. Data dianalisis lebih lanjutmenggunakan Uji Jarak Berganda Duncan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengaruh perlakuan terhadap daya tahan hidup spermatozoa berbeda nyata (P<0,05). Daya tahan hidup spermatozoa pada Tris kuning telur 79 jam, Tris air susu sapi 68 jam, dan Tris sari kedelai 59 jam. Sedangkan pengencer Tris sari kedelai menunjukkan presentase abnormalitas terendah (5%) yang berbeda nyata (P<0,05) dari Tris susu sapi (7%) dan Tris kuning telur (6%). Hasil penelitian ini disimpulkan bahwa Triskuning telur adalah pengencer yang memberikan pengaruh terbaik terhadap daya tahan hidup, sedangkan Tris sari kedelai adalah pengencer yang memberikan abnormalitas spermatozoa terendah dibandingkan pengencer lain.Kata Kunci : Semen Domba Garut, Pengencer Semen, Kualitas Seme