Jurnal Ilmu Ternak
Not a member yet
353 research outputs found
Sort by
Efek Pemberian Ekstrak Etanol akar Alang-alang (Imperata cylindrical L) terhadap Perubahan Berat Badan dan Organ Reproduksi Mencit Jantan (Mus musculus Albinus) (The Effect Cogong Grass (Imperata cylindrical L) Root Ethanol Extract to the Changing of Body Weight and Reproductive Organ in Male Mice (Mus musculus Albinus))
Alang-alang (Imperata cylindrica L) merupakan salah satu jenis tanaman herbal yang mempunyai banyak kegunaan diantaranya sebagai antipiretik dan antihipertensi. Namun demikian informasi efek alang-alang terhadap pertambahan bobot badan dan organ reproduksi masih terbatas. Penelitian ini bertujuan mendapatkan informasi tentang pengaruh penambahan ekstak akar alang-alang terhadap perubahan berat badan dan organ reproduksi mencit jantan. Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Hewan Coba Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran dan Laboratorium Reproduksi, Inseminasi Buatan Fakultas Peternakan Universitas Padjadjaran. Perlakuan yang diberikan adalah pemberian ekstrak akar alang-alang sebagai pakan tambahan dengan dosis 90mg/kgBB dan 115mg/kgBB secara oral selama 14 hari. Pemberian ekstrak akar alang-alang tidak menunjukkan perubahan yang signifikan pada penambahan bobot badan mencit jantan. Namun, secara umum menyebabkan gangguan pada organ reproduksi yang ditunjukkan dengan rendahnya bobot organ reproduksi pasca pemberian ekstrak akar alang-alang. Berdasarkan hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa, ekstrak akar alang-alang tidak menyebabkan penurunan berat badan tetapi berpengaruh terhadap berat organ reproduksi. Kata Kunci: ekstrak ethanol akar alang-alang, berat badan, organ reproduks
Pembagian Peran dan Pengambilan Keputusan dalam Rumah Tangga Peternak Kambing Perah di Desa Cilengkrang Kecamatan Cimalaka Kabupaten Sumedang (The Division of Roles and Decision Making in the domestic dairy Goat Breeders' in Cimalaka, Sumedang Regency)
Tulisan ini ditujukan untuk mendeskripsikan proses pengambilan keputusan dan pembagian peran dalam keluarga peternak berkaitan dengan keputusan untuk merawat dan menjual ternak. Tulisan ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan studi kasus di kecamatan Cimalaka. Tulisan ini memperlihatkan adanya pembagian peran yang jelas antara laki-laki dan perempuan berkaitan dengan kepemilikan maupun dalam merawat ternak. Ada empat hal yang secara jelas memperlihatkan pembagian peran dan pengambilan keputusan dalam merawat ternak yaitu dalam mencari pakan, membersihkan kandang, memerah susu, serta menjual ternak. Pengambilan keputusan untuk menjual ternak lebih didominasi oleh laki-laki, dengan pertimbangan yang melatari keputusan tersebut diantaranya kebutuhan mendesak, mencukupi kebutuhan sehari-hari, dan ukuran kandang tidak mencukupi untuk menampung jumlah ternak. Kata Kunci: Pembagian peran, pengambilan keputusan, keluarga peterna
Biokonversi Limbah Kulit Ubi Kayu Menjadi Pakan Unggas Sumber Energi Menggunakan Bacillus amyloliquefaciens (Bioconverstion of Cassava Feel Become Poultry Feed Energy Sources Using Bacillus amyloliquefaciens)
Penelitian dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui pengaruh interaksi antara dosisinokulum dengan lama fermentasi kulit singkong merasa menggunakan bakteri Bacillus amyloliquefaciens untuk mengubah kandungan zat dan kualitas gizi produk tape singkong (FCFP).Penelitian dilakukan dengan metode eksperimen menggunakan pola Rancangan Acak Lengkap faktorial 3 x 3 dengan 3 ulangan. Faktor pertama adalah dosis inokulum dari amyloliquefaciens bakteri Bacillus terdiri dari A1 = 1%, A2 = 2% dan A3 = 3% per 100 g substrat. Faktor kedua adalah waktu fermentasi terdiri dari B1 = 4 hari, B2 = 6 hari dan B3 = 8 hari. Parameter yang diamati adalah perubahan isi bahan kering, bahan, protein kasar, dan retensi nitrogen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada interaksi yang sangat nyata (P <0,01) antara dosis inokulum Bacillus amyloliquefaciens dengan waktu fermentasi pada bahan bahan kering, protein kasar dan retensi. Kesimpulan dari penelitian ini adalah kualitas FCFP gizi terbaik diperoleh pada perlakuan A3B1 (3% inokulum dosis dan waktu fermentasi 4 hari) yang dapat menurunkan bahan kering12,32%, meningkatkan protein kasar 45,34%, nilai retensi nitrogen dari 66,64 % dan metabolis energi 2.135,41 kkal / kg.Kata kunci : kulit ubi kayu, Bacillus amyloliquefaciens, fermentasi, nutrisi
Peningkatan Produksi Jagung Manis dan Jerami dalam Sistem Integrasi Tanaman Pangan dan Peternakan Sapi Brangus
ulangan pada tanah vertisol. Pupuk organik yang digunakan adalah alfagro, pupuk kandanghalus (pukan halus) dan pukan granul (granular) masing-masing 20 ton/ha. Dosis KCl dan urea,masing-masing 125 kg K/ha dan 200 kg N/ha. Perlakuan yang diberikan adalah T1 (alfagro), T2 (alfagro+urea), T3 (pukan halus), T4 (pukan halus+urea), T5 (pukan granul), T6 (pukan granul+urea), T7 (pukan granul+urea+KCl). Panen jagung manis umur 70 hari setelah tanam, dan jerami dipotong untuk mendapatkan data produksi tongkol jagung manis, jerami dan kelobot. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan yang diberikan nyata berpengaruh terhadap produksi tongkol jagung manis, maupun jerami dan kelobot tongkol jagung. Hasil uji DMRT menunjukkan bahwa pukan halus+urea (T4) dan pukan granul+urea (T6), masing- masing menghasilkan produksi jagung nyata lebih tinggi dibanding pukan tanpa urea. Perlakuan pukan granul+urea (T6) menghasilkan produksi jagung serta jerami dan kelobot nyata lebih tinggi dibanding pukan halus (T3) dan pukan granul (T5). Disimpulkan bahwa penambahan pupuk anorganik pada aplikasi pupuk organik dapat meningkatkan produksi jagung dan jerami serta kelobot jagung manis.Kata Kunci: Zea mays saccharata, jerami, kelobot, pupuk organik, pupuk anorgani
Sinkronisasi Estrus dan Inseminasi Buatan Menggunakan Semen Cair Hasil Sexing pada Sapi Bali Induk Yang Dipelihara dengan Sistem yang Berbeda (Oestrus Syncronization and Artificial Insemination using Sexing Semen from Bali’s Cattle with Different Management System )
Sinkronisasi estrus umumnya diterapkan dalam program inseminasi buatan untuk memicu terjadinya estrus sekelompok sapi disinkronkan dalam efektifitas time.The sama PGF2α dalam sinkronisasi estrus dan kemampuan sperma bergender untuk menginduksikehamilan pada sapi bali dievaluasi dalam hal ini belajar. Empat puluh ekor sapi digunakan dimana 20 ekor sapi yang disimpan di bawah managementwhile intensif yang lain 20 sapi yang disimpan di bawah manajemen semifinal intensif. Semen dikumpulkan dari banteng bali dan sexing sperma menggunakan metode Colum albumin dilakukan untuk menghasilkan sperma bergender. semen segar dan sperma bergender dievaluasi sebelum inseminasi untuk menginduksi kehamilan pada sapi bali. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 100% dari sapi menunjukkan estrus tanda dengan kualitas estrus berkisar antara 2,84 untuk sapi di bawah manajemen yang intensif dan 2,88 untuk sapi di bawah manajemen semi intensif. Tingkat tidak kembali juga tinggi yaitu 95% untuk sapi di bawah manajemen intensif dan 80% untuk sapi di bawah manajemen semi intensif. Sementara layanan per konsepsi hanya 1,15 untuk sapi di bawah manajemen intensif dan 1,20 untuk sapi di bawah manajemen semi intensif. Akhirnya, disimpulkan bahwa semua sapi memiliki respon yang baik untuk PGF2α untuk memicu estrus dan 95% dari sapi di bawah manajemen intensif dan 80% dari sapi di bawah manajemen setengah intensif diprediksi pregnantbased pada tingkat non pulang pada hari 21 setelah inseminasi buatan dengan baik S / C.Kata kunci: sinkronisasi, sexing, sapi bali, intensif, semi intensi
Application of Use Juice Leaf Jackfruit (Artocarpus heterophyllus) as Natural Disinfectant in Poultry Incubator on Decreasing Number and Zona Resistor of Bacteria
ABSTRACTThis study aims to examine the effect of the use of jackfruit leaf juice as a natural disinfectant to decrease the amount and the inhibition of bacteria in incubator. The method used in this research is experimental method in laboratory using Completely Randomized Design with 3 treatments and 6 replications. The three treatments are P1 = juice of jackfruit leaf with dilution 75% (25% concentration), P2 = juice of jackfruit leaf with 50% dilution (50% concentration), and P3 = juice of jackfruit leaves with 25% dilution (75% concentration). Data were analyzed by means of verbalization and to know the difference between treatments was done by Duncan test. The results showed that the juice solution of jackfruit leaves contain phenol compounds namely flavonoids, saponins and tannin compounds which are anti microbial substances. Treatment of P3 (75%) decreased the number of bacteria as much as 82.54% and the widest drag 0.3 cm for bacteria coccus and 0.5 cm for bacteria bacil.
Skenario Pembibitan Sapi madura di Pulau Madura (Scenario of Madura Cattle Breeding in Madura Island)
Serangkaian penelitian dilaksanakan untuk menganalisis kelembagaan pembibitan sapi Madura di Pulau Madura dan sebagai rekomendasi skenario perbaikan sumber daya genetiknya. Penelitian dilaksanakan di Pulau Sapudi Kabupaten Sumenep dan di wilayah sentra sapi sonok Kabupaten Pamekasan dengan metode observasi. Data dianalisis dengan menggunakan analisis deskriptif dan uji t. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembibitan sapi madura di Pulau Madura sangat ditentukan oleh pelestarian plasma nutfah sapi madura di Pulau Sapudi dan pemanfaatan sumberdaya genetik sapi madura di wilayah sentra sapi sonok. Kondisi yang melingkupi pembibitan di Pulau Sapudi adalah ketersediaan jumlah sapi pejantan kurang, masih ditemukan sapi PO dan persilangannya dan minimnya ketersediaan pakan pada musim kemarau. Performan sapi Madura di sentra sapi sonok tergolong unggul, sapi pejantan di wilayah ini sangat nyata lebih tinggi ukuran linier permukaan tubuhnya dibandingkan pejantan di Pulau Sapudi. Oleh karena itu untuk menjaga kesinambungan populasi sapi Madura, sebaiknya perlu perluasan wilayah sumberdaya genetik sapi madura khususnya di wilayah sentra sapi sonok. Kata Kunci: Sapi Madura, Pembibitan, Sumberdaya geneti
Perubahan Kadar Kalsium, Fosfor, dan Kalium Biji Asam yang Diperam Dengan Nira Lontar pada Level yang Berbeda (Changing on the Level of Calcium, Phosphorus, and Potassium of The Fermented Tamarind Seeds Using Different Levels of Palm Sap)
Penelitian yang bertujuan untuk mengetahui perubahan kadar kalsium (Ca), fosfor (P), danKalium (K) biji asam berkulit yang diperam dengan nira lontar pada level yang berbeda serta mengetahui level penggunaan nira lontar yang terbaik telah dilaksanakan selama enam bulan mulaidari Agustus 2015- Februari 2016 di Unit Pelaksana Teknis Produksi Oesao dan Laboratorium UmumPoliteknik Pertanian Negeri Kupang. Analisis mineral di Laboratorium Kimia Makanan TernakJurusan Nutrisi dan Makanan Ternak Fakultas Peternakan Universitas Hasanuddin Makassar.Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan rancangan acak lengkap dengan 4 perlakuan dan 5Kata Kunci : pemeraman biji asam, nira lontar, kadar kalsium, kadar fosfor, kadar kaliu