Jurnal Ilmu Ternak
Not a member yet
353 research outputs found
Sort by
Analisis Hubungan Keragaman Gen SCD1 (Stearoyl CoA Desaturase) dengan Komposisi Asam lemak Daging Sapi Lokal di Ciamis
SCD1 merupakan kandidat gen yang berperan dalam mengkonversi asam lemak jenuhmenjadi tidak jenuh, dan rasio keduanya menentukan kualitas daging. Single NucleotidePolymorphism (SNP) V293A pada gen SCD1 yang mengubah asam amino Valina menjadiAlaninaberpengaruh terhadap komposisi asam lemak daging. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi keragaman gen SCD1 berdasarkan SNP V293A, dan hubungannya dengan kandungan asam lemak pada sapi lokal di Ciamis. Penelitian ini menggunakan 14 sampel daging dan DNA dengan genotipe yang berbeda. Metode PCR-RFLPdengan enzim Aci1digunakan untuk mendeteksi SNP V293A pada exon 5. Hubungan keragaman gen SCD1 dengan komposisi asam lemak daging dianalisis dengan uji T. Hasil penelitian ini menunjukkan gen SCD1 pada sapi lokal Ciamis polimorfik, terdapat dua alel, yaitu alel T dan C dengan tiga genotipe, yaitu TT, CT dan CC. SNP V293A pada gen SCD1 tidak berpengaruh terhadap komposisi asam lemak daging sapi lokal di Ciamis Jawa Barat.Kata kunci : asam lemak daging, PCR-RFLP, Sapi lokal Ciamis, SCD1
Community Development Planning : Introduction of Integrated Farming System (IFS) to the Rural Community
Development Center for Appropriate Technology (DCAT) is a research institute that has a role to develop and implement Appropriate Technology (AT) in accordance with the needs of rural communities in Indonesia. In practice, the application of AT can not be carried out in thescheme of top-down intervention, but rather requires a participatory community developmentmethods. Rural livelihoods, especially in the peasant community, have complex issues, ranging from land tenure, the means of production, waste pollution and management, production capacity, degradation of land, water and irrigation, information of technology, and marketing constraints of agricultural products. Therefore, it is necessary to create community development planning to determine the priority of the AT that is required. This paper will describe the steps of community development planning to introduce the Integrated Farming System (IFS) to the rural community. The setting and case study is the business development group of cattle and rice farmers in Sukatani Village, Subang, West Java, which is expected to be a pioneer of IFS within communities.Keywords : community planning, appropriate technology, integrated farming system, Subang, Indonesi
Pengaruh Bentuk Scrotal Bipartition terhadap Kualitas Semen pada Kambing Kejobong
Penelitian bertujuan untuk menganalisis kualitas semen dari bentuk skrotum yang berbeda pada kambing Kejobong. Penelitian menggunakan 30 ekor kambing Kejobong sebagai sample. Populasi sasaran yang dituju adalah kambing Kejobong yang berada di Kecamatan Kejobong, Kabupaten Purbalingga, Jawa Tengah. Sampel ditentukan berdasarkan purposive sampling. Pengamatan pertama dengan melihat perbedaan bentuk skrotum yaitu no bipartition (NB) dan bipartition up to 50% (B<50). Pengukuran skrotum meliputi panjang, lebar, dan lingkar. Kemudian dilakukan pengamatan terhadap kualitas semen yang meliputi uji makrospis dan uji mikroskopis. Data yang diperoleh dianalisis dengan independent t-test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ukuran skrotum pada kedua bentuk bipartisi berbeda nyata (P<0,05). Uji makrokopis semen kambing Kejobong berbeda nyata (P<0,05), sedangkan uji mikrokopis semen pada pengamatan abnormalitas, gerak individu, dan konsentrasi tidak berbeda nyata, hanya pada pengamatan volume, pH, hidup dan mati yang berbeda nyata (P<0,05).Disimpulkan bahwa bentuk bipartisi skrotum yang berbeda mempengaruhi ukuran skrotum dan kualitas semen kambing
Respon Persentase Hati sapi Terhadap Kadar Protein, Kadar Lemak dan Susut Masak Sosis Daging Sapi
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui respon persentase hati sapi terhadap kadar protein, kadar lemak dan susut masak sosis daging sapi. Penelitian dilakuan secara eksperimental menggunakan rancangan acak lengkap dengan tiga perlakuan yaitu P0 (0%/tanpa penambahan hati sapi),P1 (10% hati sapi ) dan P2 (20% hati sapi), setiap perlakuan diulang sebanyak enam kali untuk tiap peubah yang diukur. Untuk mengetahui pengaruh perlakuan dilakukan analisis sidik ragam dan untuk mengetahui perbedaan antar perlakuan digunakan uji Jarak Berganda Duncan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sosis sapi dengan penambahan hati sapi sampai dengan 20% memberikan pengaruh yang nyata terhadap kadar protein, kadar lemak dan susut masak
Model Kurva Pertumbuhan Ayam Kampung Unggul Balitnak (KUB) Umur 0-12 Minggu (Growth Curve Model of Kampung Unggul Balitnak (KUB) Chicken)
Penelitian bertujuan untuk menduga model kurva pertumbuhan ayam kampung unggul balitnak (KUB). Ayam yang digunakan sebanyak 100 ekor dibagi menjadi lima kelompok masing-masing yang diberi ransum yang terdiri atas lima tingkat energi dan protein yaitu ; R1 (15,08% dan 2755 Kkal/kg) R2 (17,04% dan 2754 Kkal/kg), R3 (19,03% dan 2752 Kkal/kg), R4 (15,05% dan 2951 Kkal/kg) R5 (17,02% dan 2948 Kkal/kg). Ayam dipelihara selama 12 minggu, data yang dikumpulkan adalah bobot badan dan pertambanan bobot badan. Data yang diperoleh dibuat tebarannya, kemudian dilihat nilai koefisien determinasi (R2 ) dan standar error (Se). Hasil penelitian diperoleh bahwa : (1) tingkat energi dan protein dalam ransum yang diberikan tidak berpengaruh nyata terhadap pertumbuhan ayam KUB; (2) kurva pertumbuhan ayam KUB sampai umur 12 minggu mengikuti model Morgan Mercer Flodien (MMF) dengan persamaan y x x x 46,1 246,1 = 101)(52,31( )18, + ( 2669 69, ) 1/( + 101 18, ) (3) laju pertumbuhan untuk ayam KUB sampai umur 12 minggu masih cenderung naik. Kata Kunci: Ayam KUB, Kurva Pertumbuhan, Bobot Bada
Pertumbuhan dan Produksi Rumput Setaria (Setaria sphacelata) Pada Berbagai Level Pemberian Pupuk Organik Cair Berbahan Feses Babi (Growth And Forage Production Of Setaria Grass (Setaria sphacelata) at Different Level of Liquid Organic Fertilizer Made Of Pig Manure)
Penelitian yang bertujuan untuk mengkaji pertumbuhan dan produksi rumput setaria (Setaria sphacelata) pada level pemberian pupuk cairyang berbeda, telah di laksanakan selama 3 bulan bertempat dilahan hijauan makanan ternak UPT Produksi Politani di Oesao.Penelitian ini didesainberdasarkan rancangan acak kelompok (RAK) dengan 5 perlakuan yang terdiri dariP0 : Tanpapupuk cair, P2 :Pupuk cair 1 liter: air 2 liter, P4: Pupuk cair 1 liter: air 4 liter, P6: Pupuk cair 1 liter: air 6 liter, P8 : Pupuk cair 1 liter : air 8 liter yang di ulang sebanyak 4 kali. Variabel yang diamati adalah Pertambahan Tinggi Tanaman, Pertambahan Jumlah Anakan, Produksi Bobot Segar, Produksi Bahan Kering. Analisis ragam menunjukkan bahwa level pemberian pupuk cair dari feses babi memberikan pengaruh yang tidak nyata (P>0,05) terhadap pertambahan tinggi tanaman, pertambahan jumlah anakan, produksi bobot segar, produksi bahan kering, dengan rerata pertambahan tinggi tanaman 9,98 cm/minggu, dan rerata tiap perlakuan adalah P0= 09,75 cm P2=10,46 cm P4=09,50 cm P6=10,00 cm P8=10,17 cm rerata pertambahan jumlah anakan 7,70 anakan/minggu, dan rerata tiap perlakuan adalahP0= 7,68 anakan P2=07,18 anakan P4=07,91 anakan P6=08,07 anakan P8=07,51 anakan rerata produksi bobot segar hijauan 19,68 ton/ha dan rerata tiap perlakuan adalah P0= 20,43 ton/ha P2=18,96 ton/ha P4=16,65 ton/ha P6=20,98 ton/ha P8=21,37 ton/ha, rerata produksi bahan kering hijauan 3,60 ton/ha dan rerata tiap perlakuan adalah P0= 03,94 ton/ha P2=03,47 ton/ha P4=03,04 ton/ha P6=03,78 ton/ha P8=03,78 ton/ha. Disimpulkan bahwa penambahan pupuk cair berbahan baku feses babi hingga level tertinggi 1 liter air yang ditambahkan 8 liter air belum memberi pengaruh terhadap pertumbuhan dan produksi rumput setaria.Kata kunci: Setaria sphacelata, pupuk cair, feses babi, tinggi tanaman, produksi bahan kering hijauan
Kajian Kualitas Kascing pada Vermicomposting dari Campuran Feses Sapi Perah dan Jerami Padi (Casting quality assesment on vermicomposting of mixed feces of dairy cattle and rice straw )
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh campuran Feses Sapi Perah dan Jerami padi dalam Vermicomposting terhadap kualitas kascing (kandungan N,P,K,Ca,Mg,KTK). Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimen di laboratorium dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap dengan 3 perlakuan dan 6 kali ulangan, sehingga diperoleh 18 sampel perlakuan. Ketiga perlakuan tersebut, adalah P1 = C/N 25; P2 = C/N 30; P3= C/N 35. Data dianalisis dengan menggunakan sidik ragam dan untuk mengetahui perbedaanantar perlakuan dilakukan uji Duncan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Campuran Feses Sapi Perah dan Jerami Padi dalam Vermicomposting dengan nisbah C/N rasio 25 - 35 menghasilkan kualitas kascing yang optimum yaitu kandungan N 1,38 – 2,12 %,P2O50,72 –1,61%, K2O 0,54 – 0,93%, Ca+ 0,80 – 1,24%, Mg+ 0,98 – 1,21%, dan Nilai KTK 0,84,86 –0,85 -17cmol/kg.Kata Kunci: feses sapi perah, jerami padi, vermicomposting, kascin
Pengaruh Penggunaan Tepung Limbah Wortel (Daucus Carrota L) Dalam Ransum Terhadap Perfoma Ayam Broiler (The Effect of Waste carrot Product (Daucus Carrota L) Powder in The Diet on Broiler Chickens Performance)
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh produk limbah tepung wortel (Daucus carota. L) dalam pakan terhadap performa ayam broiler. Manfaat penelitian dapat memberikan informasi tentang pemanfaatan produk limbah wortel sebagai pakan ayam broiler. Bahan yang digunakan untuk peternakan ayam broiler pada umur 7 hari dengan berat badan awal (181,40 ± 11,31 g). Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 6 ulangan, masing - masing unit percobaan terdiri dari enam ekor chikens. Perlakuannya adalah penggunaan produk limbah bubuk wortel dalam kadar: T0 (0%), T1 (2%), T2 (4%), dan T3 (6%). Parameter yang diukur adalah intake pakan, rasio bobot badan dan rasio konversi pakan (FCR). Data dianalisis dengan analisis varians F test, jika ada pengaruh yang signifikan pada perlakuan dilanjutkan uji Duncan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan tepung limbah wortel lebih dari 4% dapat menurunkan berat badan sedangkan asupan pakan dan rasio konversi pakan tidak memiliki Efek signifikan Kesimpulannya menggunakan wortel wortel limbah dalam pakan tidak lebih dari tingkat 2%. Kata kunci: broiler chikens, serbuk wortel bubuk dan ayam broiler kinerj
Karakteristik Kimia Set Yoghurt Dengan Bahan Baku Susu Tepung Dengan Penambahan Jus Bit (Beta Vulgaris L.) (Chemical Charecteristics of Set Yoghurt Based on Milk Powder With Beetroot Extract (Beta Vulgaris L.))
Penelitian ini bertujuan untuk menentukan perlakuan penggunaan bit yang terbaik pada pembuatan set yogurt, berdasarkan kadar perombakan laktosa, asam laktat, dan protein terlarut set yogurt. Penelitian dilakukan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan empat perlakuan konsentrasi bit yaitu penggunaan 0, 2, 4, dan 6% dengan masing-masing lima ulangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan bit (Beta vulgaris L.) pada pembuatan set yogurt berpengaruh menurunkan kadar perombakan laktosa dan kadar asam laktat, namun demikian tidak berpengaruh terhadap kadar protein terlarut set yogurt. Penggunaan bit (Beta vulgaris L.) dengan konsentrasi 2% menghasilkan set yogurt yang terbaik, dengan kadar perombakan laktosa 29,46%, asam laktat 0,88%, dan protein terlarut 55,80%. Kata kunci: bit (Beta vulgaris L.), set yogurt, perombakan laktosa, asam laktat, protein terlarut
Karakteristik Morfometrik Ayam Kedu Jengger Merah dan Jengger Hitam Generasi Pertama di Satker Ayam Maron-Temanggung (Morphometrical Caracteristics of Red Comb and Black Comb Kedu Chicken of First Generation in Satker Ayam Maron-Temanggung)
Tujuan penelitian adalah mengetahui karakteristik morfometrik pada Ayam Kedu Jengger Merah dan Ayam Kedu Jengger Hitam generasi pertama. Materi yang digunakan adalah 45 ekor ayam Kedu dengan rata-rata umur 7 bulan. Peralatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah jangka sorong, penggaris, tali rafia dan alat tulis. Metode yang digunakan adalah metode observasional. Parameter yang diukur berupa variabel ukuran-ukuran tubuh dan bobot badan. Analisis multivariat digunakan untuk menganalisis data. Hasil penelitian menunjukan bahwa ukuran tubuh pada Ayam Kedu Jengger Hitam jantan dan betina berbeda nyata pada panjang femur, panjang tibia, panjang tarsometatarsus, lingkar tarsometatarsus, panjang sayap, panjang jari ke tiga, tinggi jengger, panjang sternum dan bobot badan. Sementara pada Ayam Kedu Jengger Merah berjenis kelamin jantan dan betina menunjukan perbedaan nyata pada semua variabel ukuran tubuh. Ukuran tubuh antara ayam Kedu Jengger Merah dan Jengger Hitam jantan tidak terdapat perbedaan. Sementara ukuran tubuh antara ayam betina terdapat perbedaan pada panjang tarsometatarsus, lingkar tarsometatarsus, dan tinggi jengger. Parameter pembeda kedua jenis ayam adalah panjang sayap, dan tinggi jengger. Peta penyebaran kelompok kedua jenis ayam menunjukkan ukuran dan bentuk tubuh memiliki kesamaan yang tinggi. Morfometrik kedua jenis ayam mempunyai kesamaan sebesar 30,77% - 48,61% . Kata Kunci: Ayam Kedu Jengger Merah, Ayam Kedu Jengger Hitam, Morfometri