Jurnal Ilmu Ternak
Not a member yet
353 research outputs found
Sort by
Analisis Pendapatan Usaha Ternak Domba Secara Intensif Di Kabupaten Cirebon
Kelompok Tani Ternak Haur Kuning berada di desa Ciawigajah Kabupaten Cirebon. Kelompok ini tata laksana pemeliharaannya secara intensif dengan skala usaha bervariasi dan tradisional. Tujuan penelitian ini (1) untuk mengetahui aspek sosial ekonomi usaha ternak domba di Kabupaten Cirebon. (2) untuk mengetahui faktor harga jual, jumlah ternak yang dijual dan biaya pakan yang mempengaruhi besarnya pendapatan. Metode penentuan lokasi dengan purposive sampling. Data primer diperoleh dari hasil wawancara dengan kelompok, data sekunder berasal dari Dinas Pertanian Kabupaten Cirebon dan literatur (jurnal penelitian, buku, dan artikel ilmiah). Data yang terkumpul, dianalisis mengunakan tabulasi kemudian dihitung menggunakan rumus pendapatan, analisis R/C ratio dan regresi. Hasil penelitian menunjukkan aspek sosial : (1) responden berpendapat bahwa memelihara ternak domba sebagai tabungan dan pengisi waktu luang peternak selama menunggu masa panen tiba, (2) mayoritas responden pekerja utama sebagai petani sehingga dapat memanfaatkan sisa hasil pertanian untuk ketersediaan pakan ternak. Dari aspek ekonomi ini pendapatan terendah sebesar Rp 393.500 dan tertinggi Rp 10.418.500, dan analisis R/C ratio terendah 1,20 dan tertinggi 6,26. (3) Persamaan analisis regresi Y = -5885724.523+ 2.975590988 X1 + 1533743.934 X2 – 1.050714511 X3; R2 = 0.9982, Fhitung(1349.09691405135) dengan Significance F (4.97589571307792E-10) artinya harga jual ternak, jumlah ternak yang dijual dan biaya pakan akan mempengaruhi terhadap besarnya pendapatan usaha ternak domba.Kelompok Tani Ternak Haur Kuning berada di desa Ciawigajah Kabupaten Cirebon. Kelompok ini tata laksana pemeliharaannya secara intensif dengan skala usaha bervariasi dan tradisional. Tujuan penelitian ini (1) untuk mengetahui aspek sosial ekonomi usaha ternak domba di Kabupaten Cirebon. (2) untuk mengetahui faktor harga jual, jumlah ternak yang dijual dan biaya pakan yang mempengaruhi besarnya pendapatan. Metode penentuan lokasi dengan purposive sampling. Data primer diperoleh dari hasil wawancara dengan kelompok, data sekunder berasal dari Dinas Pertanian Kabupaten Cirebon dan literatur (jurnal penelitian, buku, dan artikel ilmiah). Data yang terkumpul, dianalisis mengunakan tabulasi kemudian dihitung menggunakan rumus pendapatan, analisis R/C ratio dan regresi. Hasil penelitian menunjukkan aspek sosial : (1) responden berpendapat bahwa memelihara ternak domba sebagai tabungan dan pengisi waktu luang peternak selama menunggu masa panen tiba, (2) mayoritas responden pekerja utama sebagai petani sehingga dapat memanfaatkan sisa hasil pertanian untuk ketersediaan pakan ternak. Dari aspek ekonomi ini pendapatan terendah sebesar Rp 393.500 dan tertinggi Rp 10.418.500, dan analisis R/C ratio terendah 1,20 dan tertinggi 6,26. (3) Persamaan analisis regresi Y = -5885724.523+ 2.975590988 X1 + 1533743.934 X2 – 1.050714511 X3; R2 = 0.9982, Fhitung (1349.09691405135) dengan Significance F (4.97589571307792E-10) artinya harga jual ternak, jumlah ternak yang dijual dan biaya pakan akan mempengaruhi terhadap besarnya pendapatan usaha ternak domba
Pengaruh Penggunaan Limbah Sayuran dalam Ransum Terhadap Performa Produksi Itik Petelur
The waste vegetables ration the effect to the performance production have been done in cage experiment of Poultry Production Farm in Agriculture Studi Programs Khairun University, Ternate, Maluku Utara. An exsperiment using laying ducks padjadjaran age 46 weeks as 64 ducks. The research used to Completely Randomized Design (CRD) with 4 treatments and 4 replications of, R0 (100% control rations); R1 (5% waste vegetables + 95% control rations); R2 (10% waste vegetables + 90% control rations); and R3 (15% waste vegetables + 85% control rations); and to see the effect of trend pattern of each treatment was done by orthogonal polynomial test. The results (1). Egg production average is R0 (63,04%); R1 (65,37%); R2 (69,79%) and R3 (70,57%) was significantly different (P0,05). The use of waste vegetables ration up to 15% in laying ducks rations real increased egg production, improve consumption and feed conversion rations
Pengaruh Konsentrasi Bakteri AsamLaktat Lactobacillus plantarum dan Lactobacillus casei Terhadap Mutu Mikrobiologi dan Kimia Mayonnaise Probiotik
Mayonnaise merupakan produk pangan emulsi yang dapat dikembangkan menjadi salah satu pangan fungsional melalui modifikasi dalam proses pengolahannya. Salah satunya dengan cara menambahkan berbagai konsentrasi bakteri asam laktat dalam mayonnaise sehingga bermanfaat bagi kesehatan manusia dan aman untuk dikonsumsi. Bakteri asam laktat yang dapat digunakan yaitu Lactobacillus plantarum dan Lactobacillus casei. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh konsentrasi bakteri asam laktat terbaik terhadap sifat mikrobiologi (jumlah bakteri total dan jumlah bakteri asam laktat) dan sifat kimia (pH dan kadar asam laktat) mayonnaise probiotik. Penelitian ini dilakukan secara eksperimental, menggunakan Rancangan Acak Lengkap dengan 6 perlakuan, yaitu 5% L. plantarum(P1), 5% L.casei (P2), 10% L. plantarum (P3), 10% L.casei (P4), 15% L. plantarum (P5), dan 15% L.casei (P6) dengan 3 kali ulangan. Analisis sidik ragam digunakan untuk mengetahui konsentrasi bakteri asam lakat terhadap sifat mikrobiologi dan sifat kimia mayonnaise dan selanjutnya dilanjutkan Uji Tukey untuk mengetahui perbedaan antar perlakuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsentrasi 15% bakteri asam laktat menghasilkan jumlah bakteri total masing-masing sebesar 1,89 x 109 cfu/g (L.plamtarum), 1,60 x 109 cfu/g (L.casei) dan jumlah BAL sebesar 2,34 x 109 cfu/g (L.plamtarum), 2,14 x 109 cfu/g (L.casei) tertinggi dengan pH sebesar 4,42 (L.plamtarum), 4,37 (L.casei) dan kadar asam laktat sebesar 0,48% (L.plamtarum), 0,55% (L.casei)
Potensi Pengembangan Peternakan Kambing di Kabupaten Kepulauan Aru Provinsi Maluku
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui potensi pengembangan peternakan kambing di Kabupaten Kepulauan Aru Provinsi Maluku. Penelitian ini didesain dengan metode survei. Pengambilan sampel secara sengaja di Kecamatan Sir Sir dan Aru Tengah yang akan menjadi pilot project pengembangan ternak kambing. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kecamatan Sir Sir dan Aru Tengah (1) Dari potensi wilayah : sangat baik untuk untuk wilayah pengembangan ternak kambing; (2) Dari potensi peternak : peternakan kambing masih dilakukan secara tradisional; (3) Dari potensi ekonomi : Rata-rata pendapatan yang diperoleh peternak kambing berada pada kisaran Rp. 2.000.000-2.500.000/tahun, dengan nilai Return Cost Ratio (R/C) pada masing-masing kecamatan, yaitu 1,62 dan 1,80 (R/C rasio > 1) sehingga menguntungankan dan layak dikembangkan. Dapat disimpulkan bahwa Kecamatan Sir Sir dan Kecamatan Aru Tengah Kabupaten Kepulauan Aru, sangat berpotensi sebagai tempat pengembangan peternakan kambing, bila dilihat dari segi potensi wilayah dan potensi ekonominya, sedangkan potensi peternaknya perlu ditingkatkan lagi
Peran Taman Teknologi Pertanian (TTP) Dalam Memberdayakan Peternak Domba (Studi Kasus Di Desa Cikandang, Kecamatan Cikajang)
Upaya pemerintah meningkatkan kesejahteraan masyarakat tani dilakukan melalui berbagai program dan pendekatan. Salah satu program yang dijalankan Kementerian Pertanian saat ini adalah pengembangan Taman Teknologi Pertanian (TTP). Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi peran TTP, mengetahui potensi daya dukung peternakan domba, dan karakteristik masyarakat dalam memaknai ternaknya. Penelitian dilaksanakan pada Tanggal 15-30 Mei 2019. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif berdasarkan fenomena di lapangan, dengan mengunakan informan peternak dan pihak TTP. Penelitian menggunakan data primer dan sekunder. Hasil penelitian menunjukkan bahwa TTP berperan untuk mempercepat proses adopsi inovasi baru melalui penyebaran informasi, demonstrasi-demonstrasi, dan pelatihan-pelatihan teknologi budidaya domba menunjukkan hasil yang baik, namun belum semua peternak memahaminya. Banyaknya limbah pertanian yang bisa dimanfaatkan sebagai pakan domba, tidak membutuhkan modal usaha yang besar, budidaya domba yang tidak terlalu sulit, pemasaran yang mudah, dan letak geografis yang strategis merupakan potensi bagi peternak di wilayah TTP Cikajang untuk mengembangkan usaha peternakan domba. Keadaan umum masyarakatnya dalam usia produktif, dengan pendidikan formal yang rendah, sudah berpengalaman lebih dari 10 tahun, dan merupakan pekerjaan sampingan, karakteristik peternak ini membutuhkan peningkatan pembinaan TTP Cikajang dalam memberdayakannya sehingga potensi daya dukung peternakan dapat dioptimalka
Kandungan Lignin, Selulosa dan Bahan Ekstrak Tanpa Nitrogen L.Minor Hasil Fermentasi Menggunakan Trichoderma harzianum dan Saccharomyces cerevisiae
Latar Belakang dan Tujuan: L. minor telah digunakan sebagai pakan ternak, mengandung nutrient sangat lengkap yaitu protein kasar (22,4%), asam amino lisin (6,9%), metionin (1,4%), dan histidin (2,7%) tetapi kandungan serat kasar (10,16%) dan lignin (17,98%) tinggi. Penggunaan L. minor pada unggas dibatasi hingga 5%. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendapatkan kandungan lignin, selulosa paling rendah dan bahan ekstrak tanpa nitrogen paling tinggi L. minor hasil fermentasi dengan menggunakan Trichoderma harzianum (Th) dan Saccharomyces cerevisiae (Sc). Bahan dan Metode: Fermentasi L. minor dibagi menjadi dua tahap: I. Th (3 x 107 spora / 100 gram substrat) dengan menambahkan ZnCO3 (186 ppm) dan dl-methionine (286 ppm); II. Sc (3 x 107 spora / 100 gram substrat). Rancangan percobaan yang digunakan adalah rancangan acak lengkap (RAL) dengan 20 unit percobaan. Perlakuan terdiri atas P1 (Fermentasi menggunakan Th selama 1 hari dilanjutkan dengan Sc selama 9 hari), P2 (Th selama 3 hari dilanjutkan dengan Sc selama 7 hari), P3 (Th selama 5 hari dilanjutkan dengan Sc selama 5 hari), P4 ( Th selama 7 hari dilanjutkan dengan Sc selama 3 hari), P5 (Th selama 9 hari dilanjutkan dengan Sc selama 1 hari) diulang empat kali. Pengaruh perlakuan dianalisis dengan analisis varian dan dilanjutkan dengan uji Duncan untuk mengetahui perbedaan antara perlakuan. Hasil: Fermentasi menggunakan Th dan Sc memiliki efek yang signifikan (P <0,05) pada kandungan lignin, selulosa dan bahan ekstrak tanpa nitrogen. Waktu fermentasi paling baik adalah fermentasi dengan menggunakan Th selama 3 hari dan Sc selama 7 hari (P2) yang meningkatkan BETN (34,42%), dan menurunkan Lignin(1,25%) dan Selulosa (10,62%). Kesimpulan: Fermentasi L. minor dengan kombinasi Th selama 3 hari dan Sc selama 7 hari dengan menambahkan dl-methionine dan Zn telah menghasilkan BETN tertinggi, kandungan lignin dan selulosa terendah.Kata kunci: Kualitas nutrien L. minor, itik, fermentasi, Trichoderma harzianum, Saccharomyces cerevisiae
Karakteristik Hasil Penetasan Puyuh Pedaging Malon dan Jepang Terseleksi Generasi ke Lima
Penelitian dengan judul Karakteristik Hasil Penetasan Puyuh Pedaging Malon dan Jepang Terseleksi Generasi Ke Lima telah dilaksanakan di Test Farm KVS Majalaya. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui dan mengevaluasi hasil penetasan puyuh Pedaging Malon dan Jepang Terseleksi Generasi Ke Lima. Penelitian menggunakan metode deskriptif kuantitatif. Analisis deskriptif kuantitatif dilakukan terhadap ukuran pemusatan yaitu nilai rata-rata dan ukuran penyebaran yaitu nilai standard deviasi. Telur puyuh yang digunakan percobaan sebanyak 600 butir atau 300 butir setiap galur. Peubah yang diamati adalah fertilitas (%), daya tetas (%), kematian embrio (%) dan bobot tetas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hasil penetasan telur puyuh pedaging Malon dan Jepang Terseleksi Generasi Ke Lima termasuk baik. Hal ini dapat dilihat pada data hasil penelitian bahwa telur tetas yang berasal dari pembibitan puyuh Malon memiliki fertilitas yang tinggi (95,83%), daya tetas yang baik (80,76%), kematian embrio 19,24% dan bobot tetas yang tinggi 8,56 ±0,90g. Selanjutnya hasil penelitian bahwa telur tetas yang berasal dari pembibitan puyuh Jepang Terseleksi memiliki fertilitas yang tinggi (96,67%), daya tetas yang baik (82,73%), kematian embrio 17,27% dan bobot tetas yang tinggi 8,52 ±0,695 g.