Jurnal Ilmu Ternak
Not a member yet
    353 research outputs found

    Kecernaan Ransum Yang Mengandung Kulit Singkong (Manihot utilisama Pohl) Kering Pada Domba

    Get PDF
    Kulit singkong merupakan limbah pertanian yang masih memiliki potensi nutrien untuk ruminansia. Penelitian bertujuan untuk mengkaji penggunaan kulit singkong dalam ransum domba dan dampaknya terhadap kecernaan. Dua puluh ekor domba dengan bobot badan 23 ± 1,2 kg dialokasikan secara acak ke dalam 5 macam perlakuan ransum yang mengandung 0, 6, 12, 18, dan 24 %. Data terkumpul dilakukan analysis ragam (ANOVA). Hasil analsis menunjukan bahwa semua perlakuan menghasilkan kecernaan bahan kering, bahan organik, protein kasar dan lemak kasar yang sama dengan kisaran nilai berturut-turut 63,31-66,80%, 70,84-74,23%, 59,73-63,13%, dan 25,68-37,42%. Kesimpulan, penggunaan singkong kering dalam ransum domba sebanyak 24% tidak mengganggu kecernaan

    Pengaruh Pemberian Asam Amino Metionin-Sistin Pada Pakan Yang Terkontaminasi Aflatoxin B1 Terhadap Mortalitas Dan Kinerja Organ Dalam Ayam Broiler

    Get PDF
    Kondisi iklim di Indonesia dengan suhu dan kelembapan yang tinggi merupakan kondisi optimal bagi perkembangan jamur Aspergillus flavus penghasil toksin alflatoksin. Aflatoksin dapat menurunkan produktivitas ternak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efek penambahan asam amino metionin-sistin untuk menurunkan efek toksin dari aflatoksin B1 (AFB1) pada pakan ayam broiler terhadap mortalitas dan kinerja organ dalam ayam broiler. Sebanyak 240 ekor ayam broiler mixed sex diteliti dengan 9 macam perlakuan dengan pola rancangan faktorial 3×3 dengan faktor kadar asam amino metionin-sistin (75,100, dan 125%) dan kadar AFB1 (0, 200, dan 400 ppb). Variabel yang diamati adalah bobot karkas, mortalitas, bobot hati dan bobot bursa fabrisius. Hasil penelitian menunjukkan interaksi tidak terjadi bobot relatif hati, bobot relatif bursa fabrisius, bobot relatif karkas. Mortalitas tertinggi terjadi pada perlakuan T3 (M+C 125% dan AFB1 0 ppb). Kombinasi pemberian asam amino metionin-sistin sebesar 75, 100, dan 125% serta AFB1 0, 200 dan 400 ppb yang dikonsumsi ayam broiler, belum mampu memperbaiki kinerja organ dalam ayam broiler

    Efek Penggunaan Limbah Kue Pia Sebagai Pengganti Jagung Terhadap Performan Ayam Sentul

    Get PDF
    The reseach was aimed to find out the optimum level pia cake waste as corn subtitution on performance of sentul chicken. The research was conducted in Sirna Galih village, Cigalontang District, Tasikmalaya and held from 29 December 2016 to 23 February, 2017. The experimental design used was a complete randomized design (RAL) with 5 treatments and 4 replicates and if it showed a significantly different result it would be continued with Duncan’s Multiple Range Test (DMRT). The treatment used is R1 (10% pia cake waste and 50% corn), R2 (20% pia cake waste and 40% corn), R3 (30% pia cake waste and 30% corn) R4 (40% cake pia waste and 20% corn), R5 ( 50% pia cake waste and 10% corn). The variable measured were feed intake, body weight gain and feed conversion. The results showed that the treatment had significant effect (P> 0.05) on feed intake, body weight gain and feed conversion. Based on the result of the research can be concluded that the use of pia cake waste at level 30% (R3) shows the most optimal performance of sentul chicken

    The Correlation Between Internal And External Factors With Motivation Level Of Following A Chicken Pelung Contest (Case Study on Breeder Of Pelung Chicken Breeder in Bandung Regency)

    Get PDF
    Beternak ayam Pelung tidak terlepas dari kontes ayam Pelung. Kontes merupakan salah satu cara untuk memajukan ayam Pelung di Indonesia. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui faktor internal, eksternal, dan tingkat motivasi peternak, kemudian menganalisis hubungan antara faktor internal dan faktor eksternal dengan tingkat motivasi peternak mengikuti kontes yang telah dilakukkan pada bulan Februari 2018. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu survei dengan pendekatan kuantitatif. Penentuan lokasi dilakukan secara sengaja karena Kabupaten Bandung merupakan salah satu Kabupaten yang memiliki populasi, peternak ayam Pelung terbanyak, dan telah memiliki banyak prestasi dalam kontes. Pengambilan responden menggunkan purposive sampling dengan banyaknya sampel berjumlah 30 orang. Analisis hubungan antara faktor internal dan faktor eksternal dengan tingkat motivasi mengikuti kontes menggunakan korelasi Rank Spearman (rs) dengan program SPSS versi 24 for windows. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat motivasi mengikuti kontes pada peternak penggemar ayam pelung di kabupaten Bandung termasuk dalam kategori tinggi (70%). Sementara, hasil uji korelasi Rank Spearman untuk hubungan antara faktor internal dengan motivasi peternak mengikuti kontes menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang positif antara faktor internal dengan motivasi dengan nilai rs sebesar 0,423 dan terdapat hubungan yang positif pula antara faktor eksternal dengan motivasi dengan nilai rs sebesar 0,406

    Effectiveness of Pineapple Waste (Ananas comosus) as Natural Disinfectant in Milk Cans

    Get PDF
    This study aims to study the effectiveness of pineapple fruit waste (peelsand hump) as a natural source of disinfectant in the disinfection process of milk can. The study was conducted descriptively with three treatments, namely  ethanol 96% (P1), pineapple peelsextract 100% (P2), and  pineapple hump extract 100% (P3). The parameters measured were bacterial inhibition zones, decrease of total bacteriaand Coliform.  The results showed that  ethanol 96%was very effective in reducing total and Coliform bacteria by producing a inhibition zone of 25.75 mm, while pineapple peelsand hump extracts were included in the medium category disinfectant by producing inhibition zones of 9.05 mm and 7.25 mm respectively. Decrease in the total number of bacteria in  ethanol 96%treatment (P1), pineapple peelsextract (P2), and pineapple hump extract (P3) respectively 90.43%, 66.15%, and 55.00%, while decreasing the number of Coliform 85.68% (P1), 52.94% (P2) and 51.45% (P3). These results illustrate that pineapple waste is effective to be used as a natural disinfectant in milk cans

    The Potentials Of Palm Oil Plantation Wastes As Animal Feed At Traditional Farming In Teras Terunjam Subdistrict Muko-Muko District

    Get PDF
    Research on the Potential of Palm Oil Plantation Waste as animal Feed at traditional farming in Teras Terunjam Sub District Mukomuko Regency aims to find out the potential of oil palm plantation wastes as animal feed as well as cattle maintenance pattern of beef cattle. The research method used is survey method by using questionnaire. The samples used were 61 farmer determined by Slovin formula. The observed variables are oil palm plantation waste potential as animal feed which consisted of the midrib and the leafs and technical aspects of livestock raisin. The data was analyzed descriptive based on score of Standard Guidelines Identification Technical Factor of Husbandry from Husbandry Directorate General (1990). The results showed that the potential waste of stem and midrib and the leafs from palm oil for the animal feed namely: 57.657.600 kg for each year and this also can feed 6.318,64 AU. As for the technical aspect in beef cattle farming in Teras Terunjam Subdsitrict, Muko-muko Regency namely: 54.31%, with categoris: 51.64% of breeding, 47.78% of feeding, 64.65% of maintenance, 89.25% of the housing, and 45.48% of healthy technical aspect

    Pengaruh Medium dan Lama Inkubasi dalam Proses Sexing Sperma Terhadap Kualitas Semen Kambing Boer

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh medium dan waktu inkubasi pada sexing semen terhadap kualitas spermatozoa kambing Boer. Proses sexing menggunakan metode perbedaan densitas dengan menggunakan medium bovine serum albumin (BSA) dan SpermGrad (SG). Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan enam perlakuan yaitu, BSA 40 menit (P1), BSA 50 menit (P2), BSA 60 menit (P3), SG 40 Menit (P4), SG 50 (P5) dan SG 60 menit (P6). Variabel yang diamati adalah kualitas spermatozoa (motilitas dan abnormalitas). Data dianalisis menggunakan analisis ragam diikuti uji lanjut berganda Duncan. Materi yang digunakan adalah semen kambing Boer. Hasil penelitian menunjukkan motilitas tertinggi terdapat pada fraksi atas (sperma X) dan fraksi bawah (sperma Y) terdapat pada perlakuan P1 (72,0 ±2,7% dan 72,0±2,7%) dan motilitas terendah pada perlakuan P6 (57,0±5,7% dan 58,0±5,7%). Persentase viabilitas sperma tertinggi fraksi atas terdapat pada P2 dan fraksi bawah P3 (74,4±1,9% dan 79,5±2,8%), yang terendah fraksi atas P1 dan fraksi bawah P6 (72,4±3,6% dan 74,1±3,2%). Selain itu, persentase abnormalitas sperma tertinggi pada fraksi atas pada perlakuan P1 dan fraksi bawah pada P6 (8,5±0,9% dan 5,4±1,2%). Hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa tidak terdapat perbedaan yang nyata motilitas antara kedua medium, dan waktu inkubasi 50 menit optimum untuk mempertahankan kualitas semen

    Kualitas Fisik dan Palatabilitas Konsentrat Fermentasi dalam Ransum Kambing Perah Peranakan Ettawa

    Get PDF
    Palatabilitas adalah tingkat kesukaan yang ditunjukkan oleh ternak untuk mengkonsumsi suatu bahan pakan yang diberikan dalam periode tertentu. Tekstur, warna, aroma dan rasa yang disukai ternak menunjukkan bahwa kualitas pakan sangat baik yang berpengaruh terhadap palatabilitas. Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Nutrisi Ternak Ruminansia dan Kimia Makanan Ternak Fakultas Peternakan Universitas Padjadjaran dan Kelompok Tani Mekar Harapan, Ujung Berung, Bandung. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kualitas fisik dan palatabilitas konsentrat fermentasi dalam ransum kambing perah jenis peranakan ettawa. Materi penelitian adalah konsentrat yang tersusun dari berbagai bahan pakan dengan kandungan lemak kasar dan serat kasar tinggi kemudian konsentrat dibuat fermentasi sebagai perlakuan pertama (P1) dan konsentrat tanpa fermentasi perlakuan kedua (P2) yang masing-masing diulang 5 kali dan pengujian palatabilitas menggunakan 10 ekor kambing peranakan ettawa laktasi 2. Metode statistik menggunakan uji t untuk membandingkan perlakuan mana yang terbaik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsentrat fermentasi menghasilkan warna gelap, aroma khas fermentasi, dan tekstur agak kering sedangkan tanpa fermentasi warna terang, aroma tidak tajam, dan tekstur agak basah serta tingkatan palatabilitas konsentrat fermentasi lebih disukai dibandingkan dengan yang tidak difermentasi (thitung≥ttabel). Kesimpulan dari penelitian ini adalah Konsentrat fermentasi menghasilkan warna, aroma dan rasa serta palatabilitas yang lebih baik dibandingkan dengan tanpa fermentasi Kata Kunci: kualitas fisik, palatabilitas, konsentrat fermentasi, kambing perah peranakan etawa

    Kualitas Fisik Wafer Turiang Padi yang Dicampur dengan Rumput Lapang

    Get PDF
    Penelitian bertujuan untuk mengkaji kualitas fisik wafer turiang padi (WTP). Turiang merupakan hasil ikutan tanaman padi generasi kedua dengan kandungan nutrisi yang lebih tinggi dibandingkan jerami padi. Rancangan yang digunakan adalah RAL dengan empat perlakuan (P1 : Turiang 100% + rumput lapang 0%; P2 : Turiang 75% + rumput lapang 25%; P3 : Turiang 50 % + rumput lapang 50%; dan P4 : Turiang 25% + rumput lapang 75%) dan enam ulangan. Peubah yang diamati meliputi kualitas fisik WTP dan data yang diperoleh dianalisis statistik dengan ANOVA dan Uji lanjut Duncan. Hasil menunjukkan pembuatan WTP yang dicampur dengan rumput lapang nyata (P<0,05) mempengaruhi kualitas fisik WTP. Rataan KA tertinggi diperoleh perlakuan P2 (10,37%), BJ tertinggi diperoleh perlakuan P4 (0,84), Kerapatan tertinggi diperoleh perlakuan P3 (0,083 g/cm) dan P4 (0,083 g/cm), dan Daya Serap Air tertinggi diperoleh perlakuan P3 (205,24%), sedangkan nilai terendah dari semua peubah yang diamati diperoleh perlakuan P1 dengan nilai berturut-turut KA (P1 9,65% dan P4 9,30%), BJ (0,67), Kerapatan (0,072 g/cm), dan Daya Serap Air (175,52%)

    Karakteristik Fisik dan Kimia Nata De Milko dari Susu Substandar dengan Variasi Lama Inkubasi

    Get PDF
    Susu substandar didefinisikan sebagai susu murni yang tidak memenuhi persyaratan minimal yang ditetapkan oleh pemerintah dalam hal ini adalah BSN 2011 sebagai susu segar. Namun demikian susu tersebut substandar masih mengandung karbon, nitrogen dan mineral sebagai sumber nutrisi bagi pertumbuhan Acetobacter xilinum dalam pembuatan Nata de Milko. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan lama inkubasi yang optimum dan menghasilkan karakteristik fisik dan kimia Nata de Milko yang terbaik. penelitian dilakukan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari tiga perlakuan lama inkubasi pada pembuatan Nata de Milko yaitu 7 hari, 10 hari dan 13 hari yang masing-masing di ulangan enam kali. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Nata de Milko dengan karakeristik fisik dan kimia terbaik diperoleh pada perlakuan lama inkubasi 13 hari,  dengan nilai rendemen 43,65%, ketebalan 1,74cm, tekstur 70,08mm/g/dt, kadar air 90,16%, kadar abu 0,48%, kadar lemak 0,32%  , kadar protein 0,61% dan karbohidrat 8,43%

    301

    full texts

    353

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal Ilmu Ternak
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇