JEE (Jurnal Edukasi Ekobis)
Not a member yet
454 research outputs found
Sort by
Perbandingan Soft Skill Model Pembelajaran Jigsaw II Dan TAI Dengan Memperhatikan Konsep Diri
This research was motivated by student’s low level of soft skill and studying the soft skills difference between students who learned using jigsaw II and student who learned with team assisted individualization model by taking into account the self-concept of student of class XI SMK Kartikatama 1 Metro. The method used in this study is comparative with a quasi-eperimental approach. The population in this study were 4 classes. Data collection techniques through observation and questionnaire. The result of data analysis show (1) there is a difference in the average soft skills between students who learn using jigsaw II type of cooperative learning model and team assisted individualization inaccounting subjects (2) there are differences in soft skills between students who have high self-concept and students who have low self-concept (3) there is an interaction between learning models with self-concept and soft skills in Accounting subjects. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya soft skill siswa serta mengkaji tentang perbedaan soft skill siswa yang pembelajarannya menggunakan model jigsaw II dan team assisted individualizaton dengan memperhatikan konsep diri siswa kelas XI SMK Kartikatama 1 Metro. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah komparatif dengan pendekatan eksperimen semu. Populasi dalam penelitian ini sebanyak 4 kelas. Teknik pengambilan data melalui observasi dan angket. Hasil analisis data menunjukkan (1) Ada perbedaan rata-rata soft skill antara siswa yang pembelajarannya menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw II dan team individualization pada mata pelajaran Akuntansi (2) ada perbedaan soft skill antara siswa yang memiliki konsep diri tinggi dan siswa yang memiliki konsep diri rendah (3) ada interaksi antara model pembelajaran dengan konsep diri dan soft skill pada mata pelajaran Akuntansi. Kata kunci : jigsaw II, konsep diri, soft skill, team assisted individualizatio
Pengaruh Gaya Kepemimpinan, Lingkungan Kerja dan Insentif Terhadap Disiplin Kerja Karyawan PT. Sony Prayudha Bandar Lampung
The purpose of this research is to find out the influence of style leadership, workplace and incentive on employees work discipline PT. Sony Prayudha Bandar Lampung. Method used in this research is descriptive verificatif with ex post facto capital approach and survey. Population of this study were 60 employees with 52 employees as the samples determined by using Simple Random Sampling. The data collected by survey, interview and documentation. Data processed by linear regression analysis and multiple regression analysis. The result shows there is influence of style leadership, workplace and incentive on employees work discipline PT. Sony Prayudha Bandar Lampung.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh gaya kepemimpinan, lingkungan kerja dan insentif terhadap disiplin kerja karyawan PT. Sony Prayudha Bandar Lampung. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif verifikatif dengan pendekatan ex post facto dan survey. Populasi dalam penelitian ini berjumlah 60 karyawan. Sampel berjumlah 52 karyawan yang ditentukan dengan menggunakan Simple Random Sampling. Data dikumpulkan melalui angket, wawancara dan dokumentasi. Data diolah dengan analisis regresi linear dan analisis regresi multiple. Hasil menunjukkan ada pengaruh gaya kepemimpinan, lingkungan kerja dan disiplin kerja karyawan terhadap disiplin kerja karyawan PT. Sony Prayudha Bandar Lampung.Kata kunci: disiplin kerja, gaya kepemimpinan, insentif, lingkungan kerj
Perbandingan Model Pembelajaran Probing Prompting dan Open Ended Dalam Meningkatkan Berfikir Kritis
The purpose of this research is to know the difference of critical thinking and comparison between learning model using Probing Prompting and Open Ended. The method used is a comparative with an experimental approach. Technique of taking data with observation. Hypothesis testing uses two independent sample test. The result of data analysis shows (1) There is difference of mean of critical thinking among student whose learning use model of Probing Promting with student using model of Open Ended on Integrated IPS subject. Differences critical thinking can occur because of the use of different learning models for the experimental class and control class (2) Learning Probing Promting Model More effective than the Open Ended model in improving the critical thinking of Students in class VII of SMP Negeri 14 Bandar Lampung. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui perbedaan berfikir kritis serta perbandingan antara model pembelajaran menggunakan Probing Prompting dan Open Ended. Metode yang digunakan adalah komparatif dengan pendekatan eksperimen. Teknik pengambilan data dengan observasi. Pengujian hipotesis menggunakan t-test dua sampel independen. Hasil analisis data menunjukkan (1) Terdapat perbedaan rata-rata berfikir kritis antara siswa yang pembelajarannya menggunakan Probing Promting dengan siswa yang menggunakan model Open Ended pada mata pelajaran IPS Terpadu. Perbedaan berfikir kritis siswa dapat terjadi karena penggunaan model pembelajaran yang berbeda untuk kelas eksperimen dan kelas kontrol (2) Model Pembelajaran Probing Promting lebih efektif dari model Open Ended dalam meningkatkan berfikir kritis Siswa di kelas VII SMP Negeri 14 Bandar Lampung. Kata kunci: Berfikir Kritis, Probing Promting dan Open Ende
Motivasi dan Status Sosial Ekonomi terhadap Minat Melanjutkan Studi Ke PTN
This research is motivated by the low interest to continue study to state universities. The purpose of this study was to determine the influence of learning motivation and socioeconomic status of parents to the interest of continuing study to state university students class XII IPS SMAN 01 Tanjung Raja North Lampung. The method used in this study is descriptive verifikatif population in this study amounted to 124 students. Samples obtained by 95 students with sampling technique that is probability sampling with proportional simple random sampling. Data collection techniques used are documentation, questionnaires and interviews. The results showed, there is influence 1. Partial motivation to study interest in continuing studies to public universities 2. Partial socioeconomic status of parents of interest to continue studies to state universities 3. Simultaneous learning motivation and socioeconomic status of parents of interest continue studies to public universities.Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya minat melanjutkan studi ke perguruan tinggi negeri. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh motivasi belajar dan status sosial ekonomi orang tua terhadap minat melanjutkan studi ke perguruan tinggi negeri siswa kelas XII IPS SMAN 01 Tanjung Raja Kabupaten Lampung Utara. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif verifikatif populasi dalam penelitian ini berjumlah 124 siswa. Sampel yang diperoleh sebanyak 95 siswa dengan teknik pengambilan sampel yaitu probability sampling dengan proporsional simple random sampling. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu dokumentasi, angket dan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan, terdapat pengaruh 1. Parsial motivasi belajar terhadap minat melanjutkan studi ke perguruan tinggi negeri 2. Parsial status sosial ekonomi orang tua terhadap minat melanjutkan studi ke perguruan tinggi negeri 3. Simultan motivasi belajar dan status sosial ekonomi orang tua terhadap minat melanjutkan studi ke perguruan tinggi negeri.Kata kunci : minat melanjutkan studi ke perguruan tinggi negeri, motivasi belajar, status sosial ekonomi orang tu
Komparatif Life Skill Model Pembelajaran PBI Dan TSTS Dengan Memperhatikan Teknik Penugasan
This research object was to find out the difference life skill, interaction in PBI learning model and TSTS by seeing the task techique. The Research method was quasi experiment by appraoching comparatively. Data collecting technique which used in this research was observation and analysed by using t-test formula and ANAVA manually and SPSS. This research was done in SMPN1 Pugung with the population 7 classes and 2 classes as samples (VIIA and VIIB) which determined through cluster random sampling. The result of the analysis showed F count > F table or 18.87 > 4.01 means there is difference life skills through PBI learning model and TSTS F count > F table or 75.51 > 4.01 means there is a model interaction with task technique.Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui perbedaan kecakapan hidup, interaksi penggunaan model pembelajaran Problem Based Instruction dan Two Stay Two Stray dengan memperhatikan teknik penugasan. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah eksperimen semu dengan pendekatan komparatif. Pengumpulan data melalui lembar observasi dan dianalisis dengan rumus t-test dan ANAVA menggunakan perhitungan manual dan SPSS. Penelitian ini dilakukan di SMPN 1 Pugung dengan populasi sebanyak 7 kelas dan sampel 2 kelas (VII A dan VII B) yang ditentukan melalui Cluster Random Sampling. Hasil analisis data menunjukkan F hitung > Ftabel atau 18,87 > 4,01 berarti ada perbedaan kecakapan hidup mengunakan model Problem Based Instruction dan Two Stay Two Stray dan Fhitung > Ftabel atau 75,51 > 4,01 berarti terdapat interaksi model pembelajaran dengan teknik penugasan.Kata kunci: life skill, PBI, teknik penugasan, TST
Pengaruh Kualitas Pelayanan Jasa, Store Atmosphere, Word Of Mouth Terhadap Keputusan Pembelian
The purpose of this study are to determine Effect of Consumer Perceptions on Service Quality, Store Atmosphere and Word of Mouth Communication to Buy Consumer and against Consumer Buying Bakso Mas Yon. The population in this study as many as 1400 people, sampling of 93 respondents. The method in this research is descriptive verification method with ex-post-facto approach and survey. The data using questionnaires. Data analysis using Path Analysis and processed with SPSS. The results of this study indicate that there is influence between Consumer Perceptions of Service Quality, Store Atmosphere and Word of Mouth Communication to Buy Consumer and against Consumer Buying Bakso Mas Yon Bandar Lampung. With a determination level of 0,749 to against Consumer Buying and 0,79 to buying decision.Tujuan penelitian ini untuk mengetahui Pengaruh Persepsi Konsumen tentang Kualitas Pelayanan Jasa, Store Atmosphere dan Word of Mouth Communication terhadap Keputusan Pembelian melalui Minat Beli Konsumen Bakso Mas Yon. Populasi dalam penelitian ini sebanyak 1.400 orang, pengambilan sampel sebanyak 93 responden. Metode dalam penelitian ini adalah metode deskriptif verifikatif dengan pendekatan ex-post-facto dan survey. Pengumpulan data menggunakan kuesioner. Analisis data menggunakan Path Analysis dan diolah dengan SPSS. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat pengaruh antara Persepsi Konsumen tentang Kualitas Pelayanan Jasa, Store Atmosphere dan Word of Mouth Communication terhadap Keputusan Pembelian melalui Minat Beli Konsumen Bakso Mas Yon Bandar Lampung. Dengan kadar determinasi sebesar 0,749 terhadap minat beli dan 0,79 terhadap keputusan pembelian.Kata kunci: persepsi konsumen tentang kualitas pelayanan jasa, store atmosphere, word of mouth communication, minat beli konsumen dan keputusan pembelia
Perbandingan Soft Skill Model Pembelajaran GI Dan TAI Dengan Memperhatikan Keterampilan Sosial
The purpose of study was to determine differences in Soft Skill learning model Group Investigation and Team Assisted Individualization with respect to social skills. The method used in research is a comparative method with the experimental approach. Hypothesis testing using t-test formula two independent sampels and analysis of variance of two roads. The result showed (1) There is a significant difference between soft skill students use learning group investigation compared to using models of learning team assisted individualization (2) soft skill that students use a model group investigation of higher compared to model team asisste individualization for students who have high social skills (3) soft skill that students use a model group investigation are lower compared to model team asisste individualization for students who have low social skills (4) there is interaction between the models of learning and social skills of against the soft skill on the accounting subjects. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan soft skill dengan model Group Investigation (GI) dan Team Assisted Individualization (TAI) dengan memperhatikan keterampilan sosial siswa. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode komparatif dengan pendekatan eksperimen. Pengujian hipotesis menggunakan rumus t-test dua sampel independen dan analisis varian dua jalan. Hasil analisis data menunjukkan (1) Ada perbedaan yang signifikan soft skill antara siswa menggunakan model pembelajaran group investigation dibandingkan dengan model pembelajaran team assisted individualization (2) Soft skill siswa yang menggunakan model group investigation lebih tinggi dibandingkan dengan model team assisted individualization bagi siswa yang memiliki keterampilan sosial tinggi (3) Soft skill siswa yang menggunakan model group investigation lebih rendah dibandingkan dengan model team assisted individualization bagi siswa yang memiliki keterampilan sosial rendah (4) Ada interaksi antara model pembelajaran dan keterampilan sosial terhadap soft skill pada mata pelajaran akuntansi. Kata Kunci : soft skill, group investigation, team assisted individualization, keterampilan sosia
Pengaruh Kompensasi dan Motivasi Kerja Melalui Kepuasan Kerja Terhadap Produktivitas Kerja
Research aims to understand the influence of compensation, motivation work and satisfaction work to labor productivity.Population in research is employees part tappers ptpn vii unit kedaton 146 people.Sample in extract using a technique probability of sampling with mwnggunakan simple random were 59 people.The data collection was done using a questionnaire unit analysis by using linear regression and path analysis.The subject of study that is employees part tappers ptpn vii unit kedaton.Research methodology that used in this research is the method descriptive verifikatif with the approach ex post facto capital and survey.Overall this research can be take conclusion that the variable free have leverage a significant impact on labor productivity employees in partial and simultaneous.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kompensasi, motivasi kerja dan kepuasan kerja terhadap produktivitas kerja. Populasi dalam penelitian ini yaitu karyawan bagian penyadap PTPN VII Unit Kedaton 146 orang. Sampel yang di ambil menggunakan teknik probabilitas sampling dengan mwnggunakan simple random berjumlah 59 orang. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner unit analisis dengan menggunakan regresi linier dan path analysis. Subjek penelitian yaitu karyawan bagian penyadap PTPN VII Unit Kedaton. Metode penelitian yag digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif verifikatif dengan pendekatan ex post facto dan survey. Secara keseluruhan penelitian ini dapat di ambil kesimpulan bahwa variabel bebas mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap Produktivitas Kerja Karyawan secara parsial maupun simultan.Kata kunci: kompensasi, motivasi kerja, kepuasan kerja dan produktivitas kerja karyawa
Efektivitas Model Co-op Co-op dan Think Talk Write Unttuk Meningkatkan Life Skill
Research aims to know the effectiveness of co-op co-op and TTW in raising life skill. Methods used is apparent experiment with the approach comparative. The population research all students VII were 293 with samples from 60 students. Engineering data collection through observation and pair assesment. The analysis shows ( 1 ) difference between life skill students who use co-op co-op with students who use TTW on social subject, 2 ) life skill students who use co-op co-op better than with TTW seen from self-awareness ( 3 ) life skill students who use the model TTW is better than co-op co-op seen from rational thinking skills ( 4 ) life skill students who use the model co-op co-op better than with a model TTW seen from cooperating skills, 5) life skill of using Co-op Co-op is better than students who use TTW seen from communication skill. Penelitian bertujuan mengetahui efektivitas model Co-op Co-op dan TTW dalam meningkatkan life skill. Metode yang digunakan adalah eksperimen semu dengan pendekatan komparatif. Populasi penelitian seluruh siswa kelas VII berjumlah 293 dengan sampel sebanyak 60 siswa. Teknik pengumpulan data melalui observasi dan penilaian antar teman. Hasil analisis menunjukkan (1) ada perbedaan rata-rata life skill antara siswa yang pembelajarannya menggunakan model Co-op Co-op dengan siswa yang menggunakan model TTW pada mata pelajaran IPS Terpadu. 2) Life skill siswa yang pembelajarannya menggunakan model Co-op Co-op lebih baik dibandingkan dengan model TTW dilihat dari kecakapan mengenal diri (3) Life skill siswa yang pembelajarannya menggunakan model TTW lebih baik dibandingkan dengan model Co-op Co-op dilihat dari kecakapan berpikir rasional (4) Life skill siswa yang pembelajarannya menggunakan model Co-op Co-op lebih baik dibandingkan dengan model TTW dilihat dari kecakapan bekerjasama (5) Life skill siswa yang pembelajarannya menggunakan model Co-op Co-op lebih baik dibandingkan dengan model TTW dilihat dari kecakapan berkomunikasi.Kata Kunci: Life skill, Co-op Co-op, Think Talk Writ
Perbandingan Life Skill Antara Model Pembelajaran CTL, Jigsaw Memperhatikan Konsep Diri Siswa
The purpose of this study is to find comparison life skill between learning modelCTL, jigsaw see the concept of self public smp students 7 kotabumi. Methodsused in this research is kompratif with the approach experiment .This populationwere 240 students .Sample obtained 60 students .The results of the analysis of thedata shows (1) no difference in life skill lesson that students use learning modelCTL (Contextual Teaching and Learning) than using a model learning Jigsaw (2)Student Life Skill lesson using the learning model of CTL (Contextual Teachingand Learning) is better than using a Jigsaw in students who have a positive selfconcept. (3) Life Skill lesson that students use Jigsaw learning model is betterthan using the CTL (Contextual Teaching and Learning) on students who havenegative self concept. (4) there are interactions between the learning model withself concept of students against Life Skill subjects Integrated IPS.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui Perbandingan Life Skill AntaraModel Pembelajaran CTL, Jigsaw Memperhatikan Konsep Diri Siswa SMPNegeri 7 Kotabumi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalahkompratif dengan pendekatan eksperimen. Populasi ini berjumlah 240 siswa.Sampel yang diperoleh 60 siswa.Hasil analisis data menunjukkan (1) Adaperbedaan life skill siswa yang pembelajarannya menggunakan modelpembelajaran CTL (Contextual Teaching and Learning) dibandingkanmenggunakan model pembelajaran Jigsaw (2) Life Skill siswa yangpembelajarannya menggunakan model pembelajaran CTL (Contextual Teachingand Learning) lebih baik dibandingkan menggunakan Jigsaw pada siswa yangmemiliki konsep diri yang positif. (3) Life Skill Siswa yang pembelajarannyamenggunakan model pembelajaran Jigsaw lebih baik dibandingkan menggunakanCTL (Contextual Teaching and Learning) pada siswa yang memiliki konsep diriyang negatif. (4) Ada interaksi antara model pembelajaran dengan konsep dirisiswa terhadap Life Skill pada mata pelajaran IPS Terpadu.Kata kunci: life skill, konsep diri, CTL, jigsa