JEE (Jurnal Edukasi Ekobis)
Not a member yet
454 research outputs found
Sort by
Supervisi Kepala Sekolah, Disiplin Kerja, Kompetensi Guru, Motivasi Kerja Terhadap Kinerja Guru
The objective of the research was to find out the effect teacher perception about the principals supervision, work discipline, teachers competence through work motivation toward teachers performance at SMP Negeri 1 Pugung. This research used descriptive verificative design by approaching expostfacto and survey. The data collecting tehnique was used by distributing questionnaire to the 46 teachers. The data analysis showed path analysis and was managed by SPSS program. The result showed that there is an effect of teacher perception about the princiaplss supervision, work discipline, and teachers competence through work motivation toward teachers performance at SMP Negeri Pugung with the level of determination 0,670.Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui pengaruh persepsi guru tentang supervisi kepala sekolah, disiplin kerja, dan kompetensi guru melalui motivasi kerja terhadap kinerja guru SMP Negeri 1 Pugung. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif verifikatif dengan pendekatan ex post facto dan survey. Pengumpulan data dilakukan dengan cara menyebar kuisioner kepada 46 guru. Analisis data menggunakan path analysis dan diolah dengan SPSS. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat pengaruh persepsi guru tentang supervisi kepala sekolah, disiplin kerja, dan kompetensi guru melalui motivasi kerja terhadap kinerja guru SMP Negeri 1 Pugung dengan kadar determinasi 0,670.Kata kunci : supervisi, disiplin, kompetensi, motivasi dan kinerj
Perbandingan Life Skills Model Pembelajaran NHT dan STAD dengan Memperhatikan Motivasi Berprestasi
The research have purpose to knowing comparison Life Skills among students that used model learning type Numbered Head Together and students that used model type in Student Teams Achievement Division with attention to student achievement motivation class VIII SMP Negeri 2 Metro. The method from this research is experiment cast method with approach comparative. Population in this reasearch is students in class VIII SMP Negeri 2 Metro, totally 252 students and sample that used are 63 half-and-half class: class VIII A and VIII D that depended through cluster random sampling techinic with accumulation data used observasion sheet and questionnaire, data that accumulat analyzed with t-test two sample independent. Analize result showed that there is comparison that Life Skills the process used study process kooperative type Numbered Head Together and type Student Teams Achievement Division students class VIII SMP Negeri 2 Metro.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan Life skills siswa antara siswa yang menggunakan model permbelajaran tipe Numbered Head Together dan siswa yang menggunakan model pembelajaran tipe Student Teams Achievment Division dengan memperhatikan motivasi berprestasi siswa kelas VIII SMP Negeri 2 Metro. Metode penelitian ini adalah metode penelitian eksperimen dengan pendekatan komparatif. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas VIII SMP Negeri 2 Metro, sebanyak 252 siswa dan sampel yang digunakan sebanyak 63 siswa yang terbagi menjadi dua kelas yaitu kelas VIII A dan VIII D yang ditentukan melalui teknik cluster random sampling. Data yang terkumpul dianalisis dengan menggunakan t-test dua sampel independent. Hasil analisis menunjukan bahwa terdapat perbedaan Life skills siswa yang pembelajarannya menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe Numbered Head Together dan tipe Student Teams Achievment Division pada siswa kelas VIII SMP Negeri 2 Metro. Kata Kunci: Life skills, Numbered Head Together, Student Teams Achievment Divisio
Efektifitas Model Time Token, Two Stay Two Stray Untuk Meningkatkan Life Skill
This research is based on the low life skill of students in Integrated IPS subjects in class VIII SMP Negeri 1 Sumberejo. This study aims to compare life skill students use kind of classroom time a token and two stay two stray. The method used is quasi experiment with comparative approach. The population of this study is 6 classes with the number of samples of 2 classes (71 students).The sampling technique of this research using cluster random sampling. Technique of collecting data through observation. Hypothesis testing using t-test, two independent samples. The results of data analysis show (1) There is a difference in life skill between students whose learning using cooperative learning type of time token type with cooperative learning model type two stray two stay on Integrated IPS subjects in SMP N 1 Sumberejo. Time token cooperative learning model is more effective than two stray two stay in improving student life skill on Integrated IPS subjects in SMP N 1 Sumberejo. Penelitian ini dilatar belakangi oleh rendahnya life skill siswa pada mata pelajaran IPS Terpadu di kelas VIII SMP Negeri 1 Sumberejo. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan life skill siswa menggunakan model pembelajaran time token dan two stay two stray. Metode yang digunakan adalah eksperimen semu dengan pendekatan komparatif. Populasi penelitian ini 6 kelas dengan jumlah sampel sebanyak 2 kelas (71 siswa). Teknik sampling penelitian ini menggunakan cluster random sampling. Teknik pengumpulan data melalui observasi. Pengujian hipotesis menggunakan t-test dua sampel independen. Hasil analisis data menunjukkan (1) Ada perbedaan life skill antara siswa yang pembelajarannya menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe time token dengan model pembelajaran kooepratif tipe two stray two stay pada mata pelajaran IPS Terpadu di SMP N 1 Sumberejo (2) Model pembelajaran kooperatif tipe time token lebih efektif dari pada two stray two stay dalam meningkatkan life skill siswa pada mata pelajaran IPS Terpadu di SMP N 1 Sumberejo.Kata kunci: life skill (kecakapan hidup), time token, two stay two stray
Perbandingan Hasil Belajar Kewirausahaan Menggunakan Model NHT dan MAM Memperhatikan Minat Belajar
Tujuan penelitian ini untuk mengetahui perbandingan hasil belajar kewirausahaan menggunakan model NHT dan MaM dengan memperhatikan minat belajar. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah komparatif dengan pendekatan eksperimen. Populasi sebanyak 97 siswa dengan jumlah sampel 62 siswa yang ditentukan melalui teknik Cluster Random Sampling. Berdasarkan hasil analisis data disimpulkan sebagai berikut: (1) Terdapat perbedaan hasil belajar kewirausahaan antara siswa yang pembelajarannya menggunakan model NHT dibandingkan dengan model MaM, (2) Rata-rata hasil belajar kewirausahaan siswa yang diajarkan dengan model pembelajaran NHT lebih tinggi dibandingkan MaM pada siswa yang memiliki minat belajar tinggi, (3) Rata-rata hasil belajar kewirausahaan siswa yang diajarkan dengan model pembelajaran NHT lebih rendah dibandingkan MaM pada siswa yang memiliki minat belajar rendah, (4) terdapat interaksi antara model pembelajaran dengan minat belajar pada mata pelajaran kewirausahaan pada siswa kelas X MA Masyariqul Anwar. This research of this study to determine comparison of interpreneurship learning result of NHT and MaM model with attention to student’s learning interest. The methods used in this study is a comparative approach to experimentation. Population of 97 students with a total sample of 62 students through Cluster Random Sampling techniques. Based on the results of the research obtained : (1) there is difference of learning result of entrepreneurship of students learning between the model of NHT and MaM, (2) Average learning results of entrepreneurship learning using model Numbered Head Together is higher than model Make a Match in students who have high learning interest, (3) Average learning results of entrepreneurship learning using model Numbered Head Together is lower than model Make a Match in students who have low learning interest, (4) There is interaction beetwen TC and MaM with student’s learning interest on interpreneurship learning. Kata kunci: Hasil Belajar, Minat Belajar, Numbered Head Together, Make a Matc
Berfikir Tingkat Tinggi Menggunakan PBL dan Scaffolding Jenis Penugasaan
This study examines the comparison of HOTS of students using PBL and Scaffolding by taking into account the form of assignments. The method research with a quasi-experimental approach. Collection techniques use tests. Hypothesis testing uses two-way variance analysis and two independent sample t-tests. Based on data analysis obtained results: (1) There are differences in HOTS between students using PBL and Scaffolding. (2) There are differences HOTS of who are given project assignments with portfolio. (3) There is an interaction between the learning model and the assignment form (4) HOTS ability of who PBL is higher than the Scaffoding on project. (5) HOTS abilities of who learn using PBL are lower than Scaffolding on portfolio. (6) HOTS are given higher project assignments than portfolio PBL. (7) HOTS abilities of who were given project assignments were lower than portofolio using the Scaffolding. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan HOTS siswa menggunakan model pembelajaran PBL dan Scaffolding dengan memperhatikan bentuk penugasan. Metode penelitian komparatif dengan pendekatan eksperimen semu. Teknik pengumpulan data menggunakan tes. Pengujian hipotesis menggunakan analisis varians dua jalan dan t-tes dua sampel independen. Berdasarkan analisis data diperoleh hasil: (1) Ada perbedaan HOTS antara siswa yang pembelajarannya PBL dan Scaffolding. (2) Ada perbedaan HOTS yang diberi tugas proyek dan portofolio. (3) Ada interaksi antara model pembelajaran dengan bentuk penugasan.(4) Kemampuan HOTS yang menggunakan PBL lebih tinggi dibandingkan Scaffoding pada proyek. (5) Kemampuan HOTS siswa yang pembelajarannya PBL lebih rendah dibandingkan Scaffolding pada tugas portofolio.(6) Kemampuan HOTS diberi tugas proyek lebih tinggi dibandingkan portofolio PBL. (7) kemampuan HOTS yang diberi tugas proyek lebih rendah dibandingkan portofolio pada Scaffolding. Kata Kunci: Berpikir tingkat tinggi, PBL, Scaffolding, proyek dan portofoli
Pengaruh Kesiapan, Kemandirian Iklim Sekolah Terhadap Hasil Belajar dengan Memperhatikan Kemampuan Berkomunikasi
The purpose of this research is to know the influence of readiness in learning, independence in learning and school climate toward results of learning by considering the communicating ability of 8th grade students SMP Xaverius 3 Bandar Lampung. The population of this research is all students of 8th grade SMP Xaverius 3 Bandar Lampung. The sample used in this research is 45 students as respondents and it was determined by using probability sampling with simple random sampling. The method which is used in this research is descriptive verification with ex post facto approach and survey. The result of research shows that there is influence of readiness learning, independence in learning and school climate towards results of learning integrated social subject by considering communication ability of 8th grade students of SMP Xaverius 3 Bandar Lampung academic year 2017/2018 simultaneously as well as partially. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh kesiapan belajar, kemandirian belajar dan iklim sekolah terhadap hasil belajar dengan memperhatikan kemampuan berkomunikasi pada siswa kelas VIII SMP Xaverius 3 BandarLampung. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VIII SMP Xaverius 3 BandarLampung. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini sebanyak 45 siswa yang dijadikan sebagai responden dan teknik pengambilan sampel yaitu probability sampling dengan simple random sampling. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif verifikatif dengan pendekatan ex post facto dan survey. Hasil penelitian ini menunjukkan terdapat pengaruh kesiapan belajar, kemandirian belajar, dan iklim sekolah terhadap hasil belajar IPS Terpadu melalui kemampuan berkomunikasi pada siswa kelas VIII SMP Xaverius 3 Bandar Lampung baik secara simultan maupun parsial. Kata Kunci: Kesiapan, Kemandirian, Iklim Sekolah, Hasil Belajar, Kemampuan Berkomunikasi
Studi Perbandingan Model Kooperatif Tipe PBL dan STAD dengan Memperhatikan Minat Belajar
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan kemampuan berfikir kritis siswa yang pembelajarannya menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe Problem Based Learning (PBL) lebih tinggi dibandingkan dengan siswa yang diajarkan menggunakan pembelajaran tipecStudent Team Achievement Division (STAD). Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian eksperimen dengan pendekatan komparatif. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VIII sebanyak 116 siswa. Sedangkan sampel adalah kelas VIIIB dan VIIIC. Hasil tersebut berdasarkan penggunaan teknik cluster random sampling. Hasil analisis menunjukan bahwa terdapat perbedaan kemampuan berfikir kritis siswa yang pembelajaran nya menggunakan model kooperatif tipe Problem Based Learning (PBL) lebih tinggi dibandingkan menggunakan model kooperatif tipe Student Team Achievement Division (STAD) pada siswa yang memiliki minat belajar tinggi pada mata pelajaran IPS Terpadu.The research have purpose to knowing the a difference in the capacity of denial takes a critical reflect or have they taken students who use the model of learning cooperative attitude type big problem and hard to based learning (PBL) more compared with of students who are taught using learning to promote disorder to type student the rest of the team achievement division eyes (STAD). Research methods that were used in this research methodology of his experiments with the approach of comparative. Percent of the population been disclosed in the research it is a whole student of class VIII many as 116 students. While samples was a class VIIIB and VIIIC. The results of that is based on the use of clusters of random sampling.The results of the analysis express its strongest that there is a difference in the capacity of denial takes a critical reflect or have they taken students use the model cooperative attitude type big problem and hard to based learning (PBL) be higher than that for who escorts persons to seats. Kata kunci :kemampuan berfikir kritis, PBL, STA
Pengaruh Dimensi Kualitas Pelayanan Jasa dan Lokasi Terhadap Kepuasan Pelanggan
The purpose of this research is to know the influence of service quality dimension and location to customer satisfaction. The method used is descriptive verifikatif by using expost facto and survey approach. The population of this research is all customers who have ever done maintenance of motorcycle at Yamaha Lampung Sakti Motor workshop and the sample are 72 people in which the sampling technique that is purposive sampling. The data were collected by using questionnaires. The result of research shows that there is influence of service quality dimension and location to customer satisfaction. Based on data analysis, it is obtained by Fhitung > Ftabel or 20,966 > 2,240 which is indicated by multiple linear regression with coefficient of determination (r2) 0,659 which means customer’s satisfaction is influenced by service quality dimension (tangibles, reliability, responsiveness, assurance, emphaty) and location, amounted to 65,9% , the rest of 34,1% influenced by other factors.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dimensi kualitas pelayanan jasa dan lokasi terhadap kepuasan pelanggan. Metode penelitian menggunakan deskriptif verifikatif dengan pendekatan ex post facto dan survey. Populasi dalam penelitian ini yaitu orang-orang yang pernah memperbaiki sepeda motor di Bengkel Yamaha Lampung Sakti Motor dan sampel 72 responden menggunakan teknik purposive sampling. Pengumpulan data menggunakan kuesioner. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada pengaruh dimensi kualitas pelayanan jasa dan lokasi terhadap kepuasan pelanggan dengan diperoleh Fhitung > Ftabel atau 20,966 > 2,240 yang ditunjukkan dengan regresi linear multiple dengan koefisien determinasi (r2) 0,659 yang berarti kepuasan pelanggan dipengaruhi oleh dimensi kualitas pelayanan jasa dan lokasi sebesar 65,9% , sisanya 34,1% dipengaruhi oleh faktor lain.Kata kunci : Dimensi kualitas pelayanan jasa, lokasi, kepuasan pelanggan
Praktik Kerja Industri, Soft Skill, Motivasi Kerja, Minat Kerja Terhadap Kesiapan Kerja
The objective of the research was to find out the effect experience industrial practice, the ability of soft skill, andwork motivation toward working readiness through work interest at SMK Negeri 1 Terusan Nunyai. This research used descriptive verificative design by approaching expostfacto and survey. The data collecting tehnique was used by distributing questionnaire to the 77students. The data analysis showed path analysis and was managed by SPSS program. The result showed that there is an effect of experience industrial practice, the ability of soft skill, work motivation toward working readiness through work interest at SMK Negeri 1 Terusan Nunyaiwith the level of determination 0,670. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pengalaman praktik kerja industri, kemampuan soft skill, dan motivasi kerja terhadap kesiapan kerja melalui minat kerja siswa SMK Negeri 1 Terusan Nunyai.Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif verifikatif dengan pendekatan expostfacto dan survey. Pengumpulan data dilakukan dengan cara menyebar kuisioner kepada 77 siswa. Analisis data menggunakan path analysis dan diolah dengan SPSS. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat pengaruh pengalaman praktik kerja industri, kemampuan soft skill, dan motivasi kerja terhadap kesiapan kerja melalui minat kerja siswa SMK Negeri 1 Terusan Nunyai dengan kadar determinasi 0,670 atau 67%. Katakunci :kesiapan, minat,motivasi, prakerin, soft skil
Perbandingan Moralitas Siswa antara Model Pembelajaran VCT dan STAD
This study aims to tell the difference between learning model morality on subjects IPS. The methodology that was used is research experiments with comparative approach. Population in this study are all students VIII SMP Negeri4 Pringsewu and 64 students. Test the hypothesis using analysis of data is collected that 1) there is a difference in moralitybetween students were taught using learning model of VCT and learning model of STAD, 2) Morality of students who use the model of learning VCT is better than the using learning model of STAD for students who have positive attitude on subjects IPS, 3) Morality students who use the model learning of STAD is better than the using learning model of VCT for students who have a negative attitudeon subjects IPS,4) There is an interaction between using of those learning modelsand students’s attitude on the subjects of social students against morality. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan moralitas antara penggunaan model pembelajaran yang berbeda terhadap mata pelajaran IPS. Metode yang digunakan penelitian eksperimen dengan pendekatan komparatif. Populasi siswa kelas VIII SMP Negeri 4 Pringsewu, sampel 64 siswa. Uji hipotesis menggunakan Analisis Varians Dua Jalan (ANAVA) dan T-test dua sampel independen. Hasil 1) Ada perbedaan moralitas antara siswa yang diajar menggunakan model VCT dan STAD pada mata pelajaran IPS, 2) Moralitas siswa yang pembelajarannya menggunakan VCT lebih baik dibandingkan dengan yang menggunakan STAD bagi siswa yang memiliki sikap positif terhadap mata pelajaran, 3)Moralitas siswa yang pembelajarannya menggunakan STAD lebih baik dibandingkan dengan yang menggunakan VCT bagi siswa yang memiliki sikap negatif terhadap mata pelajaran, 4) Ada interaksi antara penggunaan model pembelajaran dan sikap siswa pada mata pelajaran IPS terhadap moralitas siswa. Kata kunci: Model VCT, model STAD, moralitas, sikap belaja