Jurnal THEOLOGIA
Not a member yet
    232 research outputs found

    PEMIKIRAN TEOLOGI FAZLUR RAHMAN

    Get PDF
    Abstract: The development of Islamic modern theology becomes moral obligation for us which live as the biggest Moslem in the world. Fazlur Rahman laid stress on his discussion on the problem of God as the funnctional existence, the Quran as moral source and value, and the prophecy as concrete evidence of Allah’s affection, and the human as the creature to be responsibility for. Similarly he discussed on the universe to be processed, satan as as test for mankind, and the hereafter life as the place for mankind liability. All themes were discussed in a discourse which for specific boundaries show the dynamic. Acccording to Rahman there are some problems of theology if they related to ethic in the Quran.It is not perfect discussion that can be carried out except if we willing to end with disclosure of all the contents of Quran. Having relation to this issue, he offered to read the Quran with the Quran itself. Abstrak: Pengembangan pemikiran teologi modern Islam semakin terasa menjadi kewajiban moral kita yang hidup sebagai bangsa muslim terbesar di muka bumi ini. Fazlur Rahman menitik beratkan bahasannya sekitar persoalan tuhan sebagai eksistensi yang fungsional, al-Quransebagai sumber dan nilai moral, dan kenabian sebagai bukti kongkrit kepengasihan Allah, serta manusia sebagai mahluk yang ber¬tanggung jawab. Demikian pula ia mengangkat bahasan alam semesta untuk diolah, setan sebagai ujian bagi manusia, serta kehidupan akhirat sebagai tempat pertanggung jawaban manusia. Semua tema tersebut dibahas dalam satu wacana yang sampai batas-batas tertentu benar-benar menunjukkan dinamika. Begitu banyak menurut Rahman yang bisa kita bicarakan mengenai teologi jika dikaitkan dengan etika dalam al-Qur’an. Suatu pembicaraan yang sempurna tidak akan dapat dilakukan, kecuali kalau kita bersedia berakhir dengan pengungkapan seluruh isi kitab itu sendiri. Berkenaan dengan ini, Dan itupun tidak juga mungkin kecuali dalam bentuk membaca al-Quranitu sendiri, dan membiarkan kitab suci itu bicara sendiri. Fazlur Rahman pun gemar membuat pernyataan semacam itu. Keywords: teologi modern, nilai moral, Tuhan, al-Quran, setan, akhirat

    IBLIS DALAM PERSPEKTIF TEOLOGI SAYYID QUṬB

    Get PDF
    Abstract: The Devil is the cause of the fall of man to the earth. He had got Adam and Eve in paradise into eating the forbidden fruit, although God had warned them both to not approach the forbidden tree. The attempt of Devil remove them is due to their reluctance prostrate to Adam even thought he command of God. Devil disobey God and considers himself better than Adam. Defiance against the theologians have their own interpretation, including Sayyid Quṭb. This article will explore the deeper thinking about the devil Sayyid Quṭb. Abstrak: Iblis adalah penyebab jatuhnya manusia ke bumi. Ia telah memperdaya Adam dan Hawa di surga agar memakan buah terlarang, meskipun Tuhan sudah me-ngingatkan mereka berdua untuk tidak mendekati pohon terlarang tersebut. Usaha Iblis untuk mengeluarkan mereka ini disebabkan oleh ke¬enggan¬an mereka bersujud kepada Adam meskipun itu perintah dari Tuhan. Iblis membangkang perintah Tuhan dan menganggap dirinya lebih baik dari Adam. Terhadap pembangkangan para teolog mempunyai interpretasi sendiri-sendiri, termasuk di dalamnya Sayyid Quṭb. Artikel ini akan mengeksplorasi lebih dalam pemikiran Sayyid Quṭb mengenai Iblis. Keywords: Iblis, setan, sujud, teolog, malaikat, surga

    PEMIKIRAN ANNEMARIE SCHIMMEL TENTANG SIFAT FEMININ DALAM TASAWUF

    Get PDF
    Abstract: The article explores the ideas of Annemarie Schimmel relating to aspects of feminism in Sufism. According to Schimmel, that Sufism, or mystical Islam is the awareness of a single reality and love of the Absolute, because the forces that separate the true mystic by asceticism is love. Even true love can make enjoyment of all that painful. Mystical considered a mysterious thing that can not be achieved by ordinary means or by intellectual effort. While the literature and difficult spiritual life depicted as blind men touching an elephant, in pengambaraannya will say according to the elephant body parts are touched. While the nature of feminine in Sufism has been revealed as to uncover the elements of womanhood is in Sufism itself, like having love, affection, obedient, patient, prejudiced either (ḥusnu ẓan), and willing to sacrifice. From here it turns keperempuan nature not only possessed by women alone, but is owned by the Sufis men. Abstrak: Artikel ini akan mengeksplorasi pemikiran Annemarie Schimmel yang berkaitan dengan aspek feminisme (keperempuan) dalam tasawuf. Dalam pandangan Schimmel, bahwa tasawuf atau mistik Islam merupakan kesadaran terhadap kenyataan tunggal dan cinta Yang Mutlak, sebab kekuatan yang memisahkan antara mistik sejati dengan hanya sekedar tapa brata (asceticism) adalah cinta. Bahkan cinta sejati dapat menjadikan kenikmatan terhadap segala yang menyakitkan. Mistik dianggap sebagai hal yang misterius yang tidak dapat dicapai dengan cara-cara biasa atau dengan usaha intelektual. Sedangkan literature dan kehidupan rohaninya sulit digambarkan sebagaimana orang buta yang menyentuh gajah, dalam pengambaraannya akan mengatakan sesuai dengan bagian tubuh gajah yang disentuhnya. Sedangkan sifat keperempuan (feminin) dalam tasawuf telah terungkap sebagaimana mengungkap unsur-unsur kewanitaan yang ada dalam tasawuf itu sendiri, seperti memiliki cinta, kasih sayang, taat, sabar, berprasangka baik (ḥusnu ẓan), dan rela berkorban. Dari sini ternyata sifat keperempuan tidak hanya dimiliki oleh perempuan saja, tetapi dimiliki oleh para sufi laki-laki. Keywords: feminism, tasawuf, asketicisme, Jalāl, dan Jamāl

    BENDA ASTRONOMI DALAM AL-QURAN DARI PERSPEKTIF SAINS

    Get PDF
    Abstract: The objects in the sky in an astronomical perspective is very much the type and amount, but in the perspective of The Quran consists only of the sun, moon, and stars. The Quran gives cues and clues about the movement of the heavenly bodies. Sky objects in the perspective of the Koran already set his destiny, and had been subdued, so consistently and definitely outstanding. According to The Quran cue each celestial bodies, circulation and no silent, including the sun are also outstanding. In the circulation of the month, has its own characteristics, because only months in circulation set manzilah-manzilah, so the moon when seen from Earth show different form, sometimes the perfect (full moon), and sometimes show an imperfect form. Thus, it can be well known, when the month of the date of 1,2,3, and so on, so that people can practice their religion is based on the moon trip. Abstrak: Benda-benda di langit dalam perspektif astronomi sangat banyak jenis dan jumlahnya, namun dalam perspektif al-Quran hanya terdiri dari matahari, bulan, dan bintang. Al-Quran memberikan isyarat dan petunjuk mengenai pergerakan benda-benda langit tersebut. Benda-benda langit dalam perspektif al-Quran sudah ditetapkan takdir-Nya, dan telah ditundukkan, sehingga beredar secara konsisten dan pasti. Menurut isyarat al-Quran masing-masing benda langit, beredar dan tidak ada yang diam, termasuk matahari juga beredar. Dalam peredaran bulan, memiliki ciri tersendiri, karena hanya bulan yang dalam peredarannya ditetapkan manzilah-manzilah, sehingga bulan ketika dilihat dari bumi menunjukkan wujud yang berbeda-beda, kadang sempurna (bulan purnama), dan terkadang menunjuk-kan wujud yang tidak sempurna. Dengan demikian, dapat dikenal dengan baik, kapan bulan tanggal 1,2,3, dan seterusnya, sehingga manusia dapat melaksanakan ibadah berdasarkan perjalanan bulan tersebut. Keywords: matahari, bulan, bintang, al-Quran, astronom

    ETIKA KEILMUAN: Sebuah Kajian Filsafat Ilmu

    Get PDF
    Abstract:Scientific knowledge is knowledge which it self has acritical characteristic, rational, logical, objective and open. This is a must for a scientist to do so. But it is also a fundamental problem faced by scientist safter he built a strongsturdy building is theusability of sciences for human life. It cannot bedenied that science has brought people to wards a big change, but can science which is solid, strong, and fundamental to save human, or vice versa. Here is lies there sponsibility of a scientist. The development of science as science axiology embodiment requires properethicalvision to be applied. Man with science will be able to do anything they want, but consideration not only on what can bed one by humans. Which is more important in this context is the need for ethical consideration of what to do with the purpose of human kindness. Abstrak: Pengetahuan ilmiah adalah pengetahuan yang di dalam dirinya memiliki karakteristik kritis, rasional, logis, objektif dan terbuka. Hal ini merupakan suatu keharusan bagi seorang ilmuwan untuk melakukannya. Namun selain itu juga masalah yang mendasar yang dihadapi ilmuwan setelah ia membangun suatu bangunan yang kokoh kuat adalah masalah kegunaan ilmu bagi kehidupan manusia. Memang tak dapat disangkal bahwa ilmu telah membawa manusia ke arah perubahan yang cukup besar, tetapi dapatkah ilmu yang kokoh, kuat, dan mendasar itu menjadi penyelamat manusia bukan sebaliknya.Di sinilah letak tanggung jawab seorang ilmuwan. Pengembangan ilmu pengetahuan sebagai perwujudan aksiologi ilmu mengharuskan visi etik yang tepat untuk diaplikasikan. Manusia dengan ilmu pengetahuan akan mampu berbuat apa saja yang diinginkan, namun pertimbangannya tidak hanya pada apa yang dapat diperbuat oleh manusia. Yang lebih penting pada konteks ini adalah perlunya pertimbangan etik apa yang harus dilakukan dengan tujuan kebaikan manusia. Keywords: al-Quran, etika Islam, estetika, metaetika, ilmu

    SINERGI IMPLEMENTASI ANTARA PENDIDIKAN AKIDAH DAN AKHLAK MENURUT HAMKA

    Get PDF
    Abstract: This article discusses the implementation of educational creed has a very close relationship with moral education. Creed became the foundation for the implementation of morals. Didsari deeds and djiwai by faith will lead to actions directed, planned, so awake from shirk. True and strong faith will bring a noble character and strong. All that is done is a reflection of the strength of faith, so that the behavior is done is correct behavior and sincere, reflecting the behavior of worship to God. Abstrak: Artikel ini membahas tentang implementasi pendidikan akidah memiliki hubungan yang sangat erat dengan pendidikan akhlak. Akidah menjadi landasan bagi pelaksanaan akhlak. Perbuatan yang didsari dan djiwai oleh akidah akan menimbulkan perbuatan yang terarah, terencana, sehingga terjaga dari perbuatan syirik. Akidah yang benar dan kuat akan memunculkan akhlak yang mulia dan kuat. Semua yang dilakukan merupakan cerminan dari kekuatan akidah, sehingga perilaku yang dilakukan merupakan perilaku yang benar dan ikhlas, mencerminkan perilaku ibadah kepada Allah. Keywords: akidah, akhlak, iman, syirik, pendidikan

    KONTRIBUSI SINTESIS TASAWUF-TEOSOFIS AL-GHAZĀLĪ TERHADAP KONSTRUKSI TASAWUF SUNNI

    Get PDF
    Abstract: Sufism of al-Ghazālī patterned the osophist, an integration between the theological and philosophical Sufism. The dominance pattern of the osophical Sufism of al-Ghazālī emphasizes the mystical experience is spread through philosophical reasoning. The his study method departed from the truth of faith and test it through mystical experience method. The peak of his Sufism leads to various dimensions, and then described through the frame work of rational thinking. According to al-Ghazālī, the essential Ma'rifat to be obtained through inspiration or nūr who Allah enter into the hearts of people to recognize the nature of God and all His creation. The knowledge is obtained from ma'rifat more true than the knowledge is acquired by the reason. Abstrak: Tasawuf al-Ghazālī bercorak teosofis, merupakan integrasi antara tasawuf teologis dan filosofis. Dominasi corak tasawuf teosofisal-Ghazālī lebih mengedepankan pengalaman sufistik yang dibentangkan melalui penalaran filosofis. Metode kajiannya berangkat dari kebenaran iman dan mengujinya melalui metode pengalaman sufistik. Puncak tasawufnya bermuara pada tataran ma’rifat dengan berbagai dimensinya, kemudian diuraikan melalui kerangka berpikir rasional. Ma’rifat yang hakiki menurut al-Ghazālī diperoleh melalui ilham atau nūr yang dicampakkan Allah ke dalam qalb manusia untuk mengenali hakikat Allah dan segala ciptaan-Nya. Ilmu yang diperoleh dari ma’rifat lebih benar daripada ilmu yang diperoleh melalui akal. Keywords: ma’rifat, qalb, teosofis, filosofis, gnostik

    KONSEP AL-NAFS DALAM KAJIAN TASAWUF AL-GHAZᾹLĪ

    Get PDF
    Abstract: This article will elaborate on al-nafs (soul) which is an essential part of human nature. The Sufis divide understanding al-nafs in three senses. First, al-nafs is a substance that distinguishes human qualities with other creatures. Second, al-nafs is the cause of man to be creative and dynamic, through the process of inspiration and contemplation. Therefore, the level of quality of the nafs is different. In the literature of Sufism, the nafs can be transformed from a trend that is closest to the bad action to the level of closeness to the divine tenderness. Third, the nafs is the impulse of anger and lust, and urge all reprehensible nature, and immoral in mind. Sufi Sunni, al-Ghazālī calls nafs as the center of the potential upset, and the base of the despicable nature. Therefore, al-nafs need to be purified so that the properties of self perverted man disappeared. Road purification al-nafs is riyāḍah and mujahadah who constantly so al-nafs is ultimately up to the level of the nafs al-muṭmainnah. Abstrak: Artikel ini akan mengelaborasi tentang al-nafs (jiwa) yang merupakan bagian yang penting dari hakikat manusia. Para sufi membagi pengertian al-nafs ini dalam tiga pengertian. Pertama, al-nafs merupakan substansi yang membedakan kualitas manusia dengan makhluk yang lain. Kedua, al-nafs merupakan penyebab manusia menjadi kreatif dan dinamik, melalui proses inspirasi dan tafakur. Karena itu, tingkatan kualitas nafs orang berbeda-beda. Dalam literatur tasawuf, nafs ini dapat ditransformasikan dari kecenderungan yang paling dekat pada tindakan buruk sampai ke tingkat kedekatan pada kelembutan ilahi. Ketiga, nafs ialah dorongan amarah dan syahwat, serta dorongan segala sifat tercela, dan maksiat dalam batin. Seorang sufi Sunni, al-Ghazālī menyebut nafs sebagai pusat potensi marah, dan pangkal dari sifat tercela. Karena itu, al-nafs ini perlu disucikan agar sifat-sifat tercela itu lenyap dari diri manusia. Jalan penyucian al-nafs adalah riyāḍah dan mujāhadah yang terus-menerus sehingga al-nafs pada akhirnya sampai pada tingkat nafs al-muṭmainnah. Keywords: al Nafs, laṭīfah al-rabbāniyah, sufi, al-Quran, dan al-Sunnah

    MENIMBANG METODE JOHN WANSBROUGH DAN FAZLUR RAHMAN DALAM STUDI AL-QURAN

    No full text
    Abstract: One of aspects of Islam studied by orientalists is the Qur’an. They have written many books on the Qur’ān. One of themes of Qur’anic studies written by orientalists are about influences of Judeo-Christianity tradition in the Qur’ān. They try to prove the influences of Judeo-Christianity tradition in the Qur’ān. One of orientalists who try to prove the influences of Judeo-Christianity tradition in the Qur’ān is John Wansbrough, a Jewish orientalist. In studying the Qur’ān, Wansbrough uses literary analysis, an analysis based on the text apart from historical context. He does not believe in historical context relates to Qur’anic revelation. Whereas Qur’anic revelation relates to the events occurred in Muḥammad’s life time. By using historical approach, Fazlur Rahman proves that qur’anic revelation relates to the history so-called asbāb al-nuzūl. Rahman insists that the study of the Qur’ān done by Wansbrough does not make sense. Abstrak: Di antara aspek-aspek dalam Islam yang dikaji oleh para orientalis adalah al-Quran. Sudah banyak karya mengenai al-Quran yang dihasilkan oleh para orientalis. Sebagian dari karya orientalis mengenai al-Quran bertema¬kan pengaruh Yahudi-Kristen dalam al-Quran. Para orientalis mencoba untuk membuktikan adanya pengaruh Yahudi-Kristen. Salah satu dari mereka adalah John Wansbrough. Ia mengkaji al-Quran dengan menggunakan analisis sastera (literary analysis), suatu analisis yang didasarkan pada teks terlepas dari konteks sejarah. Ia tidak mempercayai bukti-bukti sejarah berkaitan dengan turunnya al-Quran. Padahal turunnya al-Quran berkaitan dengan peristiwa-peristiwa yang terjadi masa Nabi Muḥammad. Hal ini dibuktikan dengan analisis sejarah yang dilakukan oleh Fazlur Rahman. Rahman sendiri dengan tegas mengatakan bahwa kajian terhadap al-Quran yang dilakukan Wansbrough dengan menggunakan analisis sastera tidak masuk akal karena ada banyak kejanggalan. Kata-kata kunci: analisis sastera, Yahudi-Kristen, pengaruh, sejarah, Bibel

    DIALOG LINTAS IMAN DALAM KOMUNITAS LINTAS BUDAYA (Telaah Diskursif Polemik Ahmadiah dalam Milis Mahasiswa Pascasarjana Universitas Gajah Mada Yogyakarta)

    No full text
    The development of social media has made the world like folded. The actual issues to be so fast and easy to synthetically discussed through a mailing list included in the polemic issue of Ahmadiyah. This paper discussed the genealogy and characteristics of CRCS UGM student mailing list in response to issues of Ahmadiyah in Indonesia and how far it reinforce the idea of archeology students in nurturing empathetic intelligence in internal conflicts of Islam. This study was a library research that relied on documents as objects of study then to do in contents analyzed. The conclusion is in polemics on Ahmadiyah in mailing CRCS indicate an attempt to find "objectivism" and "rationality" in the understanding that the issue be debated Ahmadiyah distintinkly and contextually. But among those showing different domination between objectivism and rationality that sometimes still have not found any common ground between the pro and anti Ahmadiyah although  they generally in inclusive way of life. However, the process of intense discussion through the mailing list is very helpful in understanding the sow intelligence building empathy among Muslims especially those who are experiencing conflict.Perkembangan media sosial telah menjadikan dunia bagai dilipat. Isu-isu aktual menjadi begitu cepat dan mudah untuk didiskusikan melului sarana mailinglist (milis) termasuk dalam polemik isu Ahmadiyah. Paper ini mendiskusikan genealogi dan karakteristik milis mahasiswa crcs UGM Yogyakarta dalam merespon isu-isu Ahmadiyah di Indonesia dan sejauhmana hal itu memperteguh arkeologi pemikiran mahasiswa dalam menyemai kecerdasan empatik di tengak konflik intern umat Islam. Penelitian ini merupakan library research yang mengandalkan dokumen sebagai obyek kajiannya kemudian dilakukan analisis isi. Kesimpulannya adalah dalam berbagai polemik tentang Ahmadiyah di milis crcs menunjukkan upaya menemukan  “obyektivisme” dan “rasionalitas” dalam memahami polemik Ahmadiyah sehingga isunya menjadi distintif dan kontekstual. Namun diantara mereka menunjukkan dominasi yang berbeda antara obyektivisme dan rasionalitas sehingga terkadang masih dijumpai belum adanya titik temu antara yang pro maupun yang kontra meskipun secara umum nalarnya inklusif. Namun proses diskusi yang intens melalui milis tersebut sangat membantu dalam membangun kesepahaman dalam menyemai kecerdasan empati antar umat Islam terutama yang sedang mengalami konflik

    215

    full texts

    232

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal THEOLOGIA
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇