Tugas Akhir Jurusan Teknik Mesin - Fakultas Teknik UM
Not a member yet
    307 research outputs found

    Sistem Pengisian Engine Stand Toyota Avanza

    No full text
    RINGKASAN   Khuluq, Ahmad Sahlul. 2017. Sistem Pengisian Engine Stand Toyota Avanza. Tugas Akhir, Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: Drs. Imam Muda Nauri., S.T., M.T.   Kata Kunci: sistem pengisian, alternator, engine stand, toyota avanza. Kendaraan merupakan salah satu kebutuhan manusia disaat sekarang ini apalagi dengan kondisi cuaca yang tidak menentu, beberapa orang memilih mobil sebagai kendaraan sehari-hari. Dalam sebuah kendaraan terdapat beberapa sistem penunjang sebagai sumber tenaga untuk kinerjanya. Sistem tenaga tersebut diantaranya adalah sistem pengisian. Komponen sistem pengisian yang bekerja menghasilkan arus untuk mengisi baterai yaitu alternator, pada alternator terdapat rotor coli, stator, slip rings, sikat arang, diode, dan regulator. Regulator merupakan salah satu komponen yang bekerja meregulasi tegangan yang masuk ke dalam baterai. Dalam sistem pengisian konvensional regulator yang digunakan yaitu tipe regulator kontak point sedangkan pada sistem pengisian Toyota Avanza menggunakan regulator tipe IC regulator. Dibuatlah perancangan engine stand Toyota Avanza K3VE dengan tujuan untuk mengetahui langkah-langkah yang harus dilakukan serta mengetahui cara kerja sistem pengisian Toyota Avanza K3VE. Perancangan kabel merupakan salah satu hal penting yang harus dilakukan agar sistem pengisian bekerja dengan optimal

    PENGGUNAAN FILLER FLY ASH SEBAGAI CAMPURAN ASPAL BETON (AC-BC) DITINJAU DARI KINERJA MARSHALL

    No full text
    ABSTRAKKhoirul Anwar. 2016. Penggunaan Filler Fly Ash Sebagai Campuran Aspal Beton (AC-BC) Ditinjau Dari Kinerja Marshall. TugasAkhir, Program Studi D3 TeknikSipildanBangunan, Jurusan Teknik Sipil,  FakultasTeknik, UniversitasNegeri Malang. Pembimbing: Drs. Boedi Rahardjo, M.Pd., M.T. Kata Kunci: Laston (AC-BC),Filler fly ash,MarshallFiller merupakan salah satu komponen dalam suatu kontruksi pekerjaan jalan yang mepunyai peranan yang sangta besar. Persentase yang kecil terhadap campuran bukan berarti tidak mempunyai efek yang besar pada sifat-sifat marshall yang juga merupakan kinerja campuran terhadap beban lalulintas. Penggunaan filler fly ash dalam campuran beton AC-BC adalah untuk mengisi rongga dalam campuran, untuk meningkatkan daya ikat aspal beton, dan untuk meningkatkan stabilitas dari campuran. Fly ash dapat dijadikan sebagai mineral filler karena ukuran partikelnya yang sangat halus dan mengandung unsur pozzolan, sehingga dapat  berfungsi sebagai bahan pengisi dan pengikat aspal beton.Tujuan dari pengujianini adalah (a)Mengetahui karakteristik bahan penyusun campuran laston AC-BC; (b) Mengetahui penggunaan filler Fly Ashterhadap kinerja laston AC-BC berdasarkan uji marshall.Pada pengujian ini diperoleh (a) hasilpemeriksaanagregatkasar untuk berat jenis bulk 2,51 gr/cm3, berat jenis SSD 2,55gr/cm3, berat jenis semu 2,63 gr/cm3, penyerapan 1,84%, dan pada pemeriksaan Los Angeles AbrationTest yang teraussebesar21,30%,sedangkan pada agregat halus diperoleh berat jenis bulk 2,51 gr/cm3, berat jenis SSD 2,54 gr/cm3, berat jenis semu 2,60 gr/cm3, dan penyerapan 1,32%, dan kadar aspal optimum sebesar 6%;(b) untuk Pengujian dengan Marshall test didapat rata-rata nilaistabilitas1186,33 kg, kelelehan plastis (flow) 3,67 mm, Marshall Quotient 323,39 kg/mm, nilaiVIM5,27%, nilai VMA 17,83%, dannilai VFAdiperoleh 70,43%. 

    RANCANG BANGUN MESIN HIDROLIK OTOMATIS BERTENAGA PNEUMATIK

    No full text
    ABSTRAK Fajri, Arif Nur & Firmansyah, Raka Alif. 2017. Rancang Bangun Mesin Dongkrak  Hidrolik Otomatis Bertenaga Pneumatik. Tugas Akhir, Jurusan Teknik Mesin, FakultasTeknik, Universitas Negeri Malang, Pembimbing : Drs. Yuni Sunarto M.Pd. Kata Kunci : Mesin Dongkrak, Hidrolik, PneumaticPerkembangan dunia industri otomotif semakin maju dan cepat, seiring perkembangan jenis-jenis industri otomotif juga berkembang komponen pendukungnya. Terdapat juga beberapa rangkaian komponen yang bekerja dan komponen tersebut tidak akan tahan seumur hidup, sehingga dalam batas periode tertentu akan dilakukan pergantian dengan komponen yang baru.Masalah tentang melepas dan memasang komponen pada mobil yang mengalami kerusakan, terutama kerusakan komponen roda mobil dan kerusakan pada bagian bawah mobil. Masih banyak  sekali  kendala  apabila  melakukan  penggantian  roda  pada  mobil, salah satunya pada pesawat angkat  yang digunakan untuk menaikan dan menurunkan salah satu bidang mobil agar dapat memudahkan melepas roda atau biasa disebut dongkrak.Untuk mempercepat proses pengoperasikan kerja dongkrak dan menghindari kecelakan kerja akibat kesalahan pada saat menggunakan dongkrak, maka kami buat alat dongkrak dengan penggerak tuas menggunakan sistem hidrolik yang kami harapkan bisa bekerja lebih efisiensi.Langkah awal untuk merancang dongkrak hidrolik yaitu: Rancangan awal, rancang teknik, dan rancang manufaktur. Setelah proses perancangan mesin selesai maka mesin dongkrak hidrolik dapat di analisis kekuranganya sebelum di ujikan. Hasil rancang bangun mesin ini adalah gambar mesin dan komponen dengan spesifikasi sebagai berikut: Dongkrak kapasitas 5 Ton, Diameter tuas 80 cm, tekanan angin 3 bar, diamter piston hidrolik 2,5 cm

    Rancang Bangun Mesin Pompa Pengisi Oli Transmisidan Gardan

    No full text
    ABSTRAK Pamungkas, Catur Putro. Susanto, Dio Andri & Wahyudy, Rahmad Eka. 2017. Mesin pompa pengisi oli transmisi dan gardan. Tugas Akhir, Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: Drs. Imam Sudjono, M.T. Kata Kunci: motor dc, pompa oli, oli transmisi, oli gardan, mesin pompa oli tranmisi, dan gardanSeiring berjalannya waktu pembangunan jangka panjang hingga sekarang produk-produk kendaraan mobil semakin beragam macamnya dari mulai sedan, city car, sport car, MPV, truck, bus dan lain-lain. Di imbangi juga dengan pertumbuhan mesin tepat guna di pasaran yang menunjukkan kemampuan sangat pesat, baik segivolume, fungsi maupun keragaman produk yang dihasilkan. Perkembangan produk ini tidak hanya ditandai dengan terpenuhnya kepentingan masyarakat, tetapi juga mengarah kepada  usaha-usaha bengkel mobil. Sehingga para pengusaha bengkel membutuhkan mesin yang lebih canggih agar pekerjaan cepat dan dan mudahBerdasarkan permasalahan tersebut maka muncul ide atau gagasan untuk merancang sebuah mesin pompa pengisi oli transmisi dan gardan. Konstruksi dari mesin ini dibuat sesederhana mungkin, sehingga dapat menekan biaya pembuatan dan mudah dalam pengoperasiannya. Mesin ini mampu mengisi oli transmisi maupun oli gardan dengan cepat dan lebih mudah dari pada mengisi dengan cara manual.  Pengoperasian mesin ini hanya mengunakan tombol on dan off , waktu yang dibutuhkan hanya sebentar. Perancangan mesin ini melalui beberapa tahap diantaranya (1) Rancangan awal (draft design), (2) Rancangan teknik (engineering design), (3) Rancangan manufaktur (manufactur design). Setelah rancangan selesai mesin dapat di uji coba dan di analisa.Hasil rancang bangun mesin ini adalah gambar mesin dan juga komponen-komponen yang dipakai, meliputi rangka,pulley driver, pulley driven,dudukan motor, dan dudukan pompa.Saran menggunakan mesin ini, diharapkan selalu melakukan pengecekan sebelum mengoperasikannya, selalu operasikan mesin sesuai dengan prosedur yang telah diberikan, lakukan perawatan mesin dengan tertib agar mesin terhindar dari kerusakan, dan terakhir jaga kebersihan mesin setelah dipakai

    Identifikasi Sistem VVT-i Toyota Avanza

    No full text
    ABSTRAK   KurniawanRizal. 2017. Identifikasi Sistem VVT-i Toyota Avanza. Laporan Tugas Akhir. Jurusan Teknik Mesin. Fakultas Teknik. Universitas Negeri Malang. Pembimbing: Drs., Paryono, S.T., M.T.   Kata Kunci: sistem VVT-i, timing katup intake, mesin Toyota Avanza K3-VE Di masa sekarang ini kendaraan merupakan alat transportasi yang sering digunakan oleh masyarakat. Kendaraan memiliki beberapa sistem dalam mesinnya yang memiliki berbagai keunggulan, salah satunya sistem VVT-i. Penulisan laporan tugas akhir ini bertujuan untuk mengidentifikasi sistem VVT-i dengan mengenal fungsi komponen, bentuk dan lokasi konektor dan cara kerja kerja dari sistem VVT-i. Dalam penyelesaian laporan tugas akhir ini digunakan metode observasi, kepustakaan, interview, dan dokumentasi untuk mengumpulkan data laporan tugas akhir ini. Komponen-komponen sistem VVT-i tersebut adalah (a) Engine Control Unit (ECU), berfungsi menerima masukan dari sensor, (b) Air Flow Meter, berfungsi memeriksa temperatur dan massa aliran udara pada intake manifold, (c) Camshaft Position Sensor, berfungsi untuk mengetahui kedudukan camshaft, (d) Crankshaft Position Sensor, berfungsi memberitahu kecepatan putaran mesin dengan mendeteksi pergerakan crankshaft mesin, (e) Throttle Position Sensor, berfungsi mendeteksi posisi lebar terbukanya throttle valve pada throttle body, (f) Water Temperature Sensor, berfungsi mengetahui kondisi suhu air pendingin atau coolant pada mesin, (g) Camshaft Oil Control Valve, berfungsi mengalirkan oli bertekanan ke VVT-i controller, (h) VVT-i Controller, berfungsi merubah timing terbukanya katup intake. Sensor-sensor pada sistem VVT-i memiliki bentuk dan konektor yang berbeda-beda juga karena jumlah dan nama terminal masing-masing sensor yang berbeda serta fungsinya yang berbeda pada masing-masing terminalnya. Cara kerja sistem VVT-i dengan merubah timing terbukanya katup intake yang memanfaatkan tekanan oli yang dialirkan camshaft position sensor berdasarkan perintah ECU untuk menggerakkan vane pada VVT-i controller yang memiliki fungsi merubah timing terbukanya katup intake

    Mesin Pencuci Piring Metode Conveyor

    No full text
    ABSTRAK   Ilhami, AbdimasNur., Irsandy, Erwin. &Suganda, AnandaYanuarRavi. 2017. MesinPencuciPiringMetode Conveyor.TugasAkhir, JurusanTeknikMesin, FakultasTeknik, UniversitasNegeri Malang. Pembimbing: Drs. YuniSunartoM.Pd.   Kata Kunci: mesinpencuci,piring, conveyor Malang merupakansalahsatukota yang terkenalakanwisatakulinernya, darirumahmakanpadang, bakso, dan  lain-lain. Banyakmasalah yang sering di hadapidalamindustrirumahmakan, salahsatunyaadalahkotoransisamakanan yang selesai di sajikan. Denganmasalahtersebut di butuhkanalternatifsebagaipenggantijasapencucipiring.Seiringberkembangnyateknologi yang berkembangsaatinisalahsatualternatif yang dapat di pakaiadalahinovasipembuatanmesinpencucipiringotomatis. Teknologi yang dapatdigunakandalamperencanganmesinpencucipiringotomatisyaitudenganBelt conveyor.Belt conveyor berfungsisebagaipengangkutpiringkotormenujusikatpembersihkotoranpiring, pembilaspiringdanpengeringpiring. Berdasarkankebutuhankomponenmesinpencucipiringmetode conveyor kitamemulaidalam proses pembuatan. Proses pembuatanmesinpencucipiringmetode conveyor inimelaluibeberapa proses, diantaranya: (1) RancanganAwal(draft design), (2) RancanganTeknik(egineering design), (3) Rancanganmanufaktur(manufacture design), setelahpengerjaanmesinselesaidapat di ujicobadananalisa. Hasilrancangbangunmesininiadalahgambarmesindankomponen-komponendenganspesifikasisebagaiberikut: motor dengankecepatan 1490 rpm, denganinduksi 5, dankecepatanconveyorberkecepatan 225,75 m/jam.dengan diameter poros 22, pulley motor 90 mm danpulleyconveyor 110 mm

    mesin pencuci piring metode conveyor

    No full text
    ABSTRAK Ilhami, AbdimasNur., Irsandy, Erwin. &Suganda, AnandaYanuarRavi. 2017. MesinPencuciPiringMetode Conveyor.TugasAkhir, JurusanTeknikMesin, FakultasTeknik, UniversitasNegeri Malang. Pembimbing: Drs. YuniSunartoM.Pd.   Kata Kunci: mesinpencuci,piring, conveyor Malang merupakan salah satu kota yang terkenal akan wisata kulinernya, dari rumah makan padang, bakso, dan  lain-lain. Banyak masalah yang sering di hadapi dalam industri rumah makan, salah satunya adalah kotoran sisa makanan yang selesai di sajikan. Dengan masalah tersebut di butuhkan alternative sebagai pengganti jasa pencuci piring. Seiring berkembangnya teknologi yang berkembang saat ini salah satu alternatif yang dapat di pakai adalah inovasi pembuatan mesin pencuci piring otomatis. Teknologi yang dapat digunakan dalam perencangan mesin pencuci piring otomatis yaitu dengan Belt conveyor. Belt conveyor berfungsi sebagai pengangkut piring kotor menuju sikat pembersih kotoran piring, pembilas piring dan pengering piring. Berdasarkan kebutuhan komponen mesin pencuci piring metode conveyor kita memulai dalam proses pembuatan. Proses pembuatan mesin pencuci piring metode conveyor ini melalui beberapa proses, diantaranya: (1) Rancangan Awal(draft design), (2) Rancangan Teknik (egineering design), (3) Rancangan manufaktur (manufacture design), setelah pengerjaan mesin selesai dapat di uji coba dan analisa. Hasil rancangbangun mesin ini adalah gambar mesin dan komponen-komponen dengan spesifikasi sebagai berikut: motor dengan kecepatan 1490 rpm, dengan induksi 5, dan kecepatan conveyor berkecepatan 225,75 m/jam.dengan diameter poros 22, pulley motor 90 mm dan pulley conveyor 110 mm

    Studi Pelaksanaan Praktik Kerja Industri untuk Mempersiapkan Tenaga Terampil di SMK Muhammadiyah 1 Kepanjen.

    No full text
    ABSTRAK Kata Kunci: praktik kerja industri, tenaga terampil, SMKPendidikan merupakan salah satu sektor yang saling berkaitan dengan berbagai sektor lainnya. Pendidikan bermaksud untuk menumbuhkembangkan potensi-potensi sumberdaya manusia. Dalam pendidikan kejuruan pembelajaran dibagi menjadi dua hal yaitu pembelajaran teori dan pembelajaran praktik, baik itu praktik di bengkel sekolah maupun praktik kerja di lapangan yaitu dengan Praktik Kerja Industri. Tujuan utama dari program Praktik Kerja Industri adalah untuk mengoptimalkan hasil pembelajaran pada pendidikan kejuruan guna mencapai tujuan pendidikan kejuruan secara maksimal agar memiliki keterampilan yang sesuai dengan lapangan kerja. Dalam upaya melaksanakan Praktik Kerja Industri, pihak sekolah terlebih dahulu melakukan kerja sama dengan Dunia Usaha/Industri agar tercipta link and match antara pelajaran yang disampaikan di sekolah dapat diaplikasikan di Dunia Usaha/Industri. Untuk hal itu berbagai upaya dilakukan oleh pihak sekolah untuk mempersiapkan peserta didik dalam rangka memasuki masa Praktik Kerja Industri.Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif yaitu penelitian yang bertujuan untuk memaparkan data dari hasil observasi, wawancara, dan dokumentasi serta untuk memberikan gambaran umum tentang praktik kerja industri yang didapatkan data dari hasil temuan penelitian. Penelitian ini dilaksanakan di SMK Muhammadiyah 1 Kepanjen. Prosedur pengumpulan data yang dilakukan oleh peneliti meliputi observasi, wawancara, dan dokumentasi serta triangulasi data. Dari hasil pengumpulan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi serta triangulasi data dapat digambarkan tentang pelaksanaan praktik kerja industri untuk mempersiapkan tenaga terampil.Hasil dari penelitian ini diketahui: (1) Persiapan sekolah untuk pelaksanaan Praktik Kerja Industri dengan membuat program kerja Praktik Kerja Industri, kemudian sekolah memberikan sosialisasi kepada guru pembimbing melalui guru pembimbing disampaikan kepada peserta didik tentang pelaksanaan Praktik Kerja Industri berupa materi teoritis maupun materi non teoritis, selanjutnya sekolah akan memberikan sosialisasi kepada semua guru dan mewajibkan bagi guru pembimbing untuk melaksanakan OJT (On the Job Training) terlebih dahulu, bagi guru yang sudah pernah menjadi pembimbing maka sekolah akan langsung memberikan surat tugas kepada guru tersebut untuk membimbing peserta didik dalam melaksanakan Praktik Kerja Industri, untuk mendukung pelaksanaan praktik kerja industri Fasilitas yang ada di SMK Muhammadiyah 1 Kepanjen sama dengan standart yang ada di industri, selanjutnya Sekolah berupaya memberikan sosialisasi kepada siswa kelas XI khususnya melalui guru produktif atau melalui guru pembimbing dengan cara pembelajaran praktik maupun pengetahuan umum, (2) Proses pembimbingan dari sekolah dilakukan oleh guru pembimbing masing-masing dengan cara memberikan informasi tentang budaya yang ada di industri tersebut, selanjutnya SMK Muhammadiyah 1 Kepanjen dalam melaksanakan Praktik Kerja Industri ini menggunakan (block release) hal ini dapat dilihat dari peraturan sekolah yang telah mewajibkan bagi peserta didiknya untuk melakukan Praktik Kerja Industri minimal 3 bulan di industri, hal ini juga didukung oleh industri yang meminta peserta didik untuk melakukan kegiatan Praktik Kerja Industri minimal 2 bulan kemudian selama melaksanakan Praktik Kerja Industri peserta didik mendapat pengawasan dari guru pembimbingya masing-masing minimal 1 bulan sekali dengan cara dikunjungi, peran seorang guru pembimbing sangatlah penting karena sebagai penghubung antara sekolah, orang tua, dan industri, (3) untuk penilaian Sekolah tidak memberi nilai, yang memberikan nilai adalah industri tempat peserta didik tersebut melaksanakan Praktik Kerja Industri, selanjutnya untuk evaluasinya dilakukan dengan cara melakukan rapat bersama antara pihak sekolah dan pihak industri, untuk pelaporan evaluasi dengan cara melihat laporan yang telah dibuat oleh peserta didik tersebut maupun laporan dari guru pembimbing. Saran yang diberikan dalam skripsi ini yaitu: (1) peserta didik sebaiknya memilih tempat industri yang telah disarankan oleh sekolah karena sekolah telah memilih tempat industri yang terbaik untuk meningkatkan kualitas bagi lulusannya, (2) sebaiknya guru pembimbing diberikan diklat untuk meningkatkan kualitas peserta didik dalam pelaksanaan praktik kerja industri, (3) industri sebaiknya lebih banyak melakukan kerja sama dengan sekolah karena industri dapat berperan  sebagai sumber belajar, tempat belajar, dan sarana  pendidikan bagi peserta didik SMK, (4) sebaiknya pihak sekolah juga memberikan nilai kepada peserta didik agar nilai yang diperoleh peserta didik tidak seluruhnya dari industri, (5) Penelitian ini tentunya masih banyak kekurangan yang perlu untuk ditambahkan, harapannya peneliti selanjutnya dapat memperdalam dan melengkapi kekurangan yang ada dalam penelitian ini agar dapat digunakan dalam proses pelaksanan Praktik Kerja Industri untuk mempersiapkan tenaga terampil di SMK sehingga pelaksanan praktik kerja industri di SMK Muhammadiyah 1 Kepanjen khususnya dan SMK lainnya menjadi lebih baik lagi

    MEKANISME KATUP TRAINER TOYOTA AVANZA TIPE K3-VE

    No full text
    ABSTRAK Mekanisme katup merupakan tempat masuknya campuran bahan bakar dan udara serta tempat keluarnya gas sisa pembakaran. Mekanisme katup pada trainer Avanza tipe K3-VE bertujuan untuk mengetahui cara kerja mekanisme katup, melakukan pengukuran pada koponen mekanisme katup, dan melakukan perhitungan besarnya sudut pembukaan katup, serta troubleshooting pada mekanisme katup mesin Avanza tipe K3-VE. VVT-i merupakan salah satu aplikasi informasi pada industri otomotif khususnya dalam hal penyempurnaan performansi mesin. VVT-i adalah teknologi pengaturan katup bahan bakar.Perbedaan mendasar yang dimiliki system VVT-i adalah perputaran intake cam tidak perlu sama persis dengan perputaran mesin. Pada mobil tanpa system VVT-i, intake cam hanya mempunyai satu pola pembukaan katup sehingga membuat mesin tidak dapat memaksimalkan tenaga mesin pada saat tenaga besar dibutuhkan dan tidak dapat meminimalkan bahan bakar yang dipergunakaan ketika tenaga yang diperlukan tidak besar. Sedangkan pada mobil dengan berteknologi VVT-i, ketika pengemudi memerlukan tenaga lebih besar, maka mekanisme katup akan diatur sedimikian rupa sehingga torsi mesin dapat meningkat. Sebaliknya ketika hanya dibutuhkan sedikit tenaga mesin, makan mekanisme katup akan diatur sedemikian rupa sehingga bahan bakar yang dipergunakan lebih sedikit dan tentunya gas buang yang dihasilkan lebih bersi

    Perancangan Injektor / Nozzle Mesin Diesel Mitsubishi L300.

    No full text
    ABSTRAK Dengan perkembangan teknologi modern, dalam dunia teknologi otomotif, khususnya motor diesel. Oleh karena itu dengan berangkat dari perkembangan teknologi yang semakin pesat dan sebagai alat peraga dalam praktikum teknik otomotif di  Fakultas Teknik Universitas Negeri Malang, untuk melakukan perancangan ulang tentang sistem bahan bakar terutama pada Injektor / Nozzle mesin diesel.Penulisan laporan tugas akhir bertujuan adalah untuk menghitung meracangan ulang Injektor/ Nozzle untuk mesin diesel Mitsubishi L300. Dalamkasus tekanan injeksi bahan bakar diesel, kondisi aliran tinggi di dalam lubang injeksi bahan bakar memiliki pengaruh penting pada saat penyemprotan keruang bakar. Oleh karena itu, desain Injektor / Nozzle ini yang akan menentukan sempurnanya pembakaran bahan bakar untuk kinerja mesin. Dari pernyataan di atas bahawa kesimpulan Tugas Akhir ini adalah Merancang ulang Injektor / Nozzle dari specsifikasi asli komponen Injektor / Nozzle Mitsubishi L300, dan untuk mengetahui beberapa ukuran komponen yang akan dirancang. Indeks Diameter Lubang Orifice, Tebal Dinding, Pegas katup Jarum, Injektor / Nozzle

    0

    full texts

    307

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Tugas Akhir Jurusan Teknik Mesin - Fakultas Teknik UM
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇