Tugas Akhir Jurusan Teknik Mesin - Fakultas Teknik UM
Not a member yet
307 research outputs found
Sort by
Implementasi Lesson Study untuk Meningkatkan Efektivitas dan Motivasi Belajar Siswa Bidang Produktif Mekanik Industri di SMK Negeri 1 Jatirejo Mojokerto
ABSTRAK Rasyid, Mukhamad Harun. 2010. Implementasi Lesson Study untuk Meningkatkan Efektivitas dan Motivasi Belajar Siswa Bidang Produktif Mekanik Industri di SMK Negeri 1 Jatirejo Mojokerto. Malang. Pembimbing (I) Drs. Siswanto, M.A. (II) Dr. Eddy Sutadji, M.Pd. Kata kunci: lesson study, efektivitas belajar, motivasi belajar Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan: (1) Sejauhmana efektivitas implementasi lesson study dalam meningkatkan hasil belajar siswa bidang produktif Mekanik Industri di SMK Negeri 1 Jatirejo Mojokerto, dan (2) Sejauhmana implementasi lesson study dalam meningkatkan motivasi belajar siswa bidang produktif Mekanik Industri di SMK Negeri 1 Jatirejo Mojokerto. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian tindakan kelas (classroom action research). Instrumen penelitian berupa lembar observasi lesson study, lembar penilaian afektif, lembar penilaian kognitif, lembar penilaian psikomotor, lembar efektivitas, angket respon siswa, dan angket respon guru. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi lesson study dapat meningkatkan efektivitas dan motivasi belajar siswa Bidang Produktif Mekanik Industri di SMK Negeri 1 Jatirejo Mojokerto. Berdasarkan paparan data prestasi belajar, menunjukkan bahwa persentase ketuntasan belajar siswa dilihat dari aspek kognitif pada siklus 1 adalah 86,50%, sedangkan pada siklus 2 sebesar 92,67%. Aspek afektif pada siklus 1 sebesar 64,50% dan siklus 2 sebesar 71,80%. Aspek psikomotorik pada siklus 1 sebesar 74,47% dan siklus 2 sebesar 75,10%. Persentase ketuntasan belajar siswa dilihat dari ketiga aspek prestasi belajar siswa mengalami peningkatan dari siklus 1 ke siklus 2. Aspek kognitif meningkat sebesar 5,77%, aspek afektif meningkat sebesar 7,30%, sedangkan aspek psikomotorik meningkat sebesar 0,63%. Berdasarkan paparan data, diperoleh nilai skor rata-rata motivasi belajar siswa siklus 1 adalah 56,19% dengan kategori cukup, sedangkan siklus 2 skor rata-rata motivasi belajar siswa adalah 73,83% dengan kategori baik. Skor rata-rata motivasi belajar siswa dalam pembelajaran lesson study mengalami peningkatan sebesar 17,64%. Efektivitas pembelajaran yang berlangsung dalam kegiatan lesson study ini sudah menunjukkan hasil yang positif, hal ini dapat ditunjukkan dengan respon siswa terhadap pembelajaraan baik melalui angket maupun hasil belajar yang telah dicapai siswa jika dibandingkan dengan kegiatan pembelajaran konvensional yang biasa diterapkan oleh para guru di SMK Negeri 1 Jatirejo Mojokerto. Hasil belajar siswa semakin naik, keaktifan siswa meningkat, kemampuan siswa dalam bekerjasama semakin baik, meningkatnya kesadaran interaksi siswa terhadap guru dan lingkungan belajar, serta meningkatnya motivasi belajar siswa yang meliputi minat, perhatian, dan ketekunan. ABSTRACT Rasyid, Mukhamad Harun, 2010. Lesson Study Implementation to Improve the Student’s Studying Effectiveness and Motivation for Productive Subject of Industrial Mechanics of SMK Negeri I Jatirejo Mojokerto. Malang. Advicers: (1) Drs. Siswanto, M.A., (II) Dr. Eddy Sutadji, M.Pd. Keywords: lesson study, effectiveness of studying, studying motivation The research is due to describe: (1) How far the effectiveness of lesson study implementation in increasing the student’s learning results in productive subjects of Industrial Mechanics in SMK Negeri 1 Jatirejo Mojokerto, dan (2) How far the lesson study implementation increase the studying motivation of students in productive subjects of Industrial Mechanics in SMK Negeri 1 Jatirejo Mojokerto. This research adopted a qualitative descriptive method, while the research type is classroom action research. Instrument used are: lesson studying observation sheet, affective grading sheet, cognitive grading sheet, psichomotoric grading sheet, effectiveness sheet, students’ response sheet, and teacher’s response sheet. The research result shows that the implementation of lesson studying could improve the effectiveness and motivation of student’s studying for Productive Subject of Industrial Mechanics of SMK Negeri I Jatirejo Mojokerto. According to the data shown that the students percentage of completeness of studying is read from the cognitive aspect, while in the 1st cycle shows 86,50 %, and the 2nd is 92,67%. Affective aspect in the 1st cycle is 64,50 % and 71,80%. Psichomotoric aspect in the 1st cycle is 74,47% and 75,10% in the 2nd cycle. The completeness percentage of student learning is viewed from all of the three aspects increasing in the 1st cycle and 2nd cycle. The cognitive aspect raised up to 5,77%, the affective one reached 7,30% of increasing point, while the psychomotoric side increased 0,63%. According to the data elaborated above, yields a student motivation of learning average score 56,19% of 1st cycle-classified as adequate level-, while 78,83% is reached in the 2nd cycle-classified as good. The average of raising percentage through lesson study reached 17,64%. The effectiveness of learning undergoes in this lesson study activity has already stated its positive result. It can be read from the students responses upon this particular learning type through response sheet and as well, through the achivement of the students compared to conventional learning applied by the teachers of SMK Negeri 1 Jatirejo, Mojokerto. The result is an increasing learning level, student class participation, and students ability to conduct a teamwork as well. It is not only enhance the students interaction awareness to their teacher and learning atmosphere, and but also the increasing level of students’ motivation in learning includes their interest, focus of attention, and diligence
Kompetensi Pada Industri Pengecoran Logam “Baja Mulia Utama” di Ceper Klaten Jawa Tengah untuk Bahan Masukan Pengembangan Kurikulum SMK Bidang Keahlian Mesin Produksi
ABSTRAK Kusuma, Mochtar F H. 2010. Kompetensi Pada Industri Pengecoran Logam “Baja Mulia Utama” di Ceper Klaten Jawa Tengah untuk Bahan Masukan Pengembangan Kurikulum SMK Bidang Keahlian Mesin Produksi. Skripsi, Program Studi S-1 Pendidikan Teknik Mesin, Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang, Pembimbing: (I) Drs. H. Suwarno, M.Pd, (II) Drs. Wahono, S.ST., MPd. Kata Kunci: kompetensi, perusahaan cor logam, pengembangan kurikulum Mahasiswa Pendidikan Teknik Mesin Universitas Negeri Malang yang dipersiapkan menjadi seorang tenaga pengajar yang professional dituntut mampu dan jeli dalam melihat perkembangan IPTEK. Seorang guru harus mampu dalam mengembangkan materi yang akan diajarkannya sesuai dengan kebutuhan masa yang akan datang. Penelitian ini dilaksanakan di perusahaan cor logam “Baja Mulia Utama” Ceper, Klaten, Jawa Tengah karena industri logam semacam ini banyak ditemukan di berbagai daerah di Indonesia dan berpotensi besar jika dikembangkan dengan serius sehingga perlu dikembangkan kurikulum muatan lokal sebagai relevansi pendidikan pengembangan potensi daerah. Dalam sebulan industri Usaha Kecil Menengah (UKM) ini merauk keuntungan hingga mencapai Rp.250 juta. Oleh karena itu hasil penelitian ini layak untuk masukan pengembangan kurikulum SMK di daerah Malang sekaligus agar industri semacam ini dapat berkembang luas di luar daerah industri yaitu kota Malang. Ada tiga hal yang menjadi fokus penelitian, yaitu (1) Profil industri cor logam ”Baja Mulia Utama” Ceper, Klaten, Jawa Tengah, (2) proses pembuatan kerajinan logam dari bahan baku sampai dengan finishing, dan (3) kompetensi yang dibutuhkan perusahaan cor logam ”Baja Mulia Utama” sebagai bahan masukan pengembangan kurikulum SMK bidang keahlian mesin produksi. Penenelitian ini menggunakan metode kualitatif yang menghasilkan silabus muatan lokal sebagai masukan pengembangan kurikulum SMK dan teknik analisis data yang digunakan adalah teknik analisis data trianggulasi. Hasil penelitian ini adalah Pertama, pembuatan kerajian logam terdiri dari beberapa tahapan yaitu: (1) Pemilihan bahan baku, (2) Olah pasir, (3) Pembuatan rangka cetakan (Cup and Drag) dan Matres/pola, (4) Pembuatan inti (core), (5) Pengepresan/Cetak pasir, (6) Peleburan, (7) Penuangan dan pembongkaran hasil cor, (8) Pengerjaan lanjut coran (finishing). kedua, kompetensi yang dibuat silabus pengembangan kurikulum adalah pengecoran logam dan diverifikasikan dengan pihak guru SMK dan dipertimbangkan oleh Waka Kurikulum SMKN 1 Singosari Malang Bapak Mochammad Sodiq dan Waka Kurikulum SMK Muhammadiyah 1 Kepanjen Bapak Tri Hariyoto untuk materi muatan lokal tahun ajaran berikutnya. Berdasarkan pada temuan penelitian diajukan saran-saran sebagai berikut, pertama,perusahaan cor logam “Baja Mulia Utama” untuk memperhatikan K3 dan membuat kompetensi karyawan yang relevan dengan Standar Kompetensi Kerja Nasional (SKKNI) sektor logam. kedua, bagi mahasiswa yang melakukan penelitian kualitatif tentang pengembangan kurikulum untuk memperhatikan KTSP, SKL yang dipakai SMK, SKKNI bidangnya, dan kompetensi yang ada pada jenis pekerjaan di industri yang mempunyai potensi di daerah penelitiannya
PERENCANAAN MESIN PENGUPAS KULIT BUAH KOPI, GUNA MENINGKATKAN PRODUKTIFITAS PETANI KOPI
ABSTRAK (1) Sasurya, Redika Wahyu. (2) Sasono, Triyo. 2010. Perencanaan Mesin Pengupas Kulit Buah Kopi, Guna Meningkatkan Produktifitas Petani Kopi. Tugas Akhir, Jurusan Teknik Mesin Universitas Negeri Malang. Pembimbing : (1) Drs. H. Maftuchin Romlie, M.Pd. (2) Dr. Eddy Sutadji, M.Pd. Kata Kunci : Mesin, Pengupas, Kulit, Buah, Kopi Kopi merupakan biji-bijian dari pohon jenis Coffea. Satu pohon kopi dapat menghasilkan sekitar 1kg (2,205 lb) kopi per tahun. Ada lebih dari 25 jenis kopi, dengan tiga jenis utama yang paling terkenal adalah Robusta, Liberia dan Arabica, yang mewakili 70% dari total produksi. Perbadaan antara kopi Arabika dan Robusta salah satunya adalah kandungan kafeinnya yaitu Arabika mempunyai kandungan kafein 0,8-1,4% Robusta 1,7-4,0%. Kulit kopi juga dapat dimanfaatkan sebagai pakan ternak dan pupuk, karena kulit kopi mempunyai kandungan protein 17,88 % Namun berdasarkan informasi dari harian umum Pikiran Rakyat dikatakan bahwa penanganan kopi pasca panen masih kurang optimal. Salah satu upaya yang akan dilakukan untuk menjaga kualitas biji kopi yaitu pengupasan biji kopi pasca panen. Pengupasan sebaiknya dilakukan secara langsung setelah biji kopi dipetik dan dipisahkan antara biji kopi warna hijau dan merah. Hal ini untuk menghindari biji kopi mengering karena disimpan dalam waktu lama dengan cara konvensional. Jika telah demikian akan dibutuhkan tenaga yang lebih besar untuk proses pengupasannya. Untuk mengatasinya dilakukan upaya untuk mempermudah proses pengupasan biji kopi dengan tetap mempertimbangkan kualitasnya. Adanya sentuhan teknologi menciptakan sebuah mesin pengupas kulit buah kopi merupakan solusi yang tepat dalam pengupasan kulit buah kopi pasca panen. Dengan tenaga konvensional menghasilkan sekitar 1kw perharinya. Sedangkan dengan adanya mesin pengupas kulit buah kopi dapat menghasilkan sekitar 300kg/jam. Dengan mesin ini dapat menghemat waktu produksi dan juga meningkatkan mutu kopi
RANCANG BANGUN MESIN PERAJANG BATANG JAGUNG SEBAGAI BAHAN TAMBAH PAKAN TERNAK GUNA MENINGKATKAN PRODUKTIVITAS PARA PETERNAK ( ROJOKOYO)
ABSTRAK Utomo, Hendra Setyo. & Muslim, Fakris. 2010. Rancang Bangun Perajang Batang Jagung sebagai Bahan Tambah Pakan Ternak Guna Meningkatkan Produtifitas para Peternak (Rojokoyo). Tugas Akhir, Jurusan Teknik Mesin, Program Studi D3 Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I)Drs. Solichin, S.T., M.Kes. (II) Drs. H. Sunomo, M.pd. Kata kunci: Mesin perajang, Jagung, Produktifitas peternak (Rojokoyo) Pada saat ini perkembangan hewan ternak (rojokoyo) semakin berkembang karena sebagian besar penduduk di daerah pedesaan khususnya para petani yang selain bermata pencaharian dengan bercocok tanam tetapi juga mencari tambahan penghasilan keluarga dengan memelihara hewan ternak, misalnya sapi, kambing, dan kerbau. Alasan mereka memilih memelihara hewan ternak selain perawatannya yang mudah, harga jual daripada hewan ternak tersebut juga lumayan tinggi. Juga, mendorong masyarakat pedesaan banyak yang memelihara hewan-hewan ternak ini. Akan tetapi di lain pihak kebutuhan permintaan akan bahan pakan ternak tersebut semakin tinggi dan lahan untuk pakan ternak itu sendiri semakin sempit karena persaingan untuk mendapatkan pakan semakin tinggi pula. Jagung (Zea mays) adalah merupakan tanaman pangan yang penting di Indonesia. Dari total luas lahan kering 853.250 ha, lahan yang telah diusahakan untuk jagung baru 11.998 ha dan palawija selain jagung 21.099 ha, sehingga tersisa 820.153 ha yang berpotensi untuk usaha tani jagung.(Jurnal Litbang Pertanian). Pada tahun 2006, luas panen jagung adalah 3,5 juta hektar dengan produksi rata-rata 3,47ton/ha, produksi jagung secara nasional 11,7 juta ton. Menurut Prasetyo (2002) limbah batang dan daun jagung kering adalah 3,46 ton/ha sehingga limbah pertanian yang dihasilkan sekitar 12.1juta ton. Dengan konversi nilai kalori 4370 kkal/kg (Sudradjat, 2004) potensi energi limbah batang dan daun jagung kering sebesar 66,35 GJ. Untuk itu sebelum dilakukan pembuatan mesin perajang bahan tambah pakan ternak (rojokoyo) penulis perlu melakukan analisa terlebih dahulu dengan tujuan menghindari kesalahan dalam pembuatan mesin perajang bahan tambah pakan ternak sehingga dapat meningkatkan produktivitas, efektivitas dan efisiensi mesin serta sesuai dengan prinsip kerja perajangan yang benar, ini menjadikan hasil yang akan dicapai sesuai apa yang diharapkan yaitu ukuran hasil perajangan yang lebih halus sekitar 10 mm dengan daya 1 HP dan 1400 rpm dan mampu merajang sekitar 45 kg/menit. Serta mengupayakan keselamatan dan kesehatan kerja (K3) secara maksimal supaya faktor keamanan dalam penggunaan mesin tersebut tercapai
Perbedaan Motivasi Dan Prestasi Belajar Ilmu Logam Antara Pembelajaran Dengan Menggunakan Metode Pembelajaran Konvensional Dan Metode Pembelajaran Berbasis Masalah Di SMK PGRI 03 Malang
ABSTRAK Atmaja, Galih Tri. 2010. Perbedaan Motivasi Dan Prestasi Belajar Ilmu Logam Antara Pembelajaran Dengan Menggunakan Metode Pembelajaran Konvensional Dan Metode Pembelajaran Berbasis Masalah Di SMK PGRI 03 Malang. Skripsi. Jurusan Teknik Mesin Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Suprayitno, S.T., M.T., (II) Drs. Ir. Mustaman, M.Pd. Kata Kunci: Motivasi belajar, prestasi belajar, pembelajaran konvensional, pembelajaran berbasis masalah. Ilmu logam merupakan mata pelajaran produktif yang terdapat pada SMK. Mata pelajaran ini sangat penting untuk dikuasai, namun dalam kenyataannya masih banyak siswa yang masih mengalami kesulitan dalam mata pelajaran ini, hal ini disebabkan karena metode pembelajaran yang digunakan oleh guru kurang menarik sehingga hasil yang didapat siswa kurang memuaskan. Metode pembelajaran yang ada saat ini sangat beragam, oleh karena itu diperlukan penelitian untuk mengetahui perbandingan metode pembelajaran itu sendiri. Metode pembelajaran konvensional merupakan salah satu metode pembelajaran yang bersifat berpusat pada guru, sedangkan metode pembelajaran berbasis masalah adalah salah satu metode pembelajaran yang bersifat berpusat pada siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) bagaimana motivasi belajar siswa dengan metode pembelajaran konvensional; (2) bagaimana motivasi belajar siswa dengan metode Pembelajaran Berbasis Masalah; (3) bagaimana prestasi belajar siswa dengan metode pembelajaran konvensional; (4) bagaimana prestasi belajar siswa dengan metode Pembelajaran Berbasis Masalah; (5) apakah ada perbedaan motivasi dan prestasi belajar antara pembelajaran yang menggunakan metode pembelajaran konvensional dengan pembelajaran yang menggunakan metode pembelajaran berbasis masalah. Penelitian ini merupakan penelitian kausal komparatif. Populasi penelitian ini merupakan siswa SMK PGRI 03 Malang kelas X jurusan teknik pemesinan, sampel dalam penelitian ini adalah dua kelas yaitu X TP-A sebagai kelas metode konvensional dan X TP-B sebagai kelas metode pembelajaran berbasis masalah. Variabel terikat dalam penelitian ini adalah motivasi belajar dan prestasi belajar siswa, sedangkan variabel bebasnya adalah pembelajaran konvensional dan pembelajaran berbasis masalah. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah tes prestasi belajar, angket dan perangkat pembelajaran. Uji hipotesis penelitian digunakan uji t. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa motivasi dan prestasi belajar siswa yang mendapatkan pembelajaran berbasis masalah lebih baik daripada motivasi dan prestasi belajar siswa yang mendapatkan pembelajaran konvensional
Penerapan Kurikulum Berbasis Karakter dalam Pengembangan Soft Skill Siswa SMK (Studi Kasus pada Mata Pelajaran Produktif Program Keahlian Alat Berat SMK Negeri 1 Singosari
ABSTRAK Machfuroh, Talifatim. 2010. Penerapan Kurikulum Berbasis Karakter dalam Pengembangan Soft Skill Siswa SMK (Studi Kasus pada Mata Pelajaran Produktif Program Keahlian Alat Berat SMK Negeri 1 Singosari). Skripsi, Jurusan Teknik Mesin FT Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Imam Muda Nauri, S.T., M.T., (II) Drs. Solichin, S.T, M.Kes, Kata kunci: soft skill, kurikulum berbasis karakter, karakter Berdasarkan hasil observasi sementara yang dilakukan oleh peneliti menunjukkan bahwa kebanyakan lulusan SMK saat ini ketika bekerja di perusahaan dalam jenjang karir mereka relatif tidak bisa cepat naik, hal ini dikarenakan lulusan SMK dinilai belum memiliki soft skill yang baik dan juga belum memiliki kebiasaan karakter sesuai bidang pekerjaannya. Untuk itu perlu adanya pembentukan karakter profesionalitas pada diri setiap siswa SMK. Dalam hal ini, penerapan kurikulum berbasis karakter tampaknya dapat dijadikan sebagai salah satu alternatif guna mengembangkan soft skill dan membentuk karakter siswa SMK. Adapun rumusan masalah yang ingin digali melalui penelitian ini adalah bagaimana bentuk Kurikulum Berbasis Karakter yang diterapkan di SMK Negeri 1 Singosari Program Keahlian Alat Berat, bagaimana pelaksanaan Kurikulum Berbasis Karakter di SMK Negeri 1 Singosari, bagaimana bentuk pengembangan soft skill melalui Kurikulum Berbasis Karakter di SMK Negeri 1 Singosari, serta apa faktor pendukung dan faktor penghambat penerapan Kurikulum Berbasis Karakter dalam Pengembangan Soft skill di SMK Negeri 1 Singosari. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan rancangan penelitian menggunakan studi kasus. Penelitian ini dilakukan di SMK Negeri 1 Singosari pada program keahlian alat berat pada mata pelajaran produktif. Prosedur pengumpulan data dalam penelitian ini meliputi wawancara, studi dokumentasi dan observasi. Langkah-langkah yang dilakukan pada tahap analisis data adalah reduksi data, display data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kurikulum berbasis karakter yang diterapkan di SMK Negeri 1 Singosari program keahlian Alat berat adalah pengembangan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan yang bermuatan karakter di dalamnya. Tujuan dari penerapan kurikulum ini adalah membentuk karakter siswa sesuai dengan bidang pekerjaannya dan karakter terhadap soft skill yang dimiliki. Dalam penyusunan, kurikulum disusun berdasarkan kompetensi-kompetensi hasil rumusan antara pihak sekolah dengan pihak industri yang menghasilkan 7 soft skill, 12 core skill, 1 problem solving, dan 17 work skill, yang kemudian dikembangkan dalam bentuk silabus dan RPP. Silabus dan RPP yang telah disusun diterapkan dalam proses pembelajaran di kelas. Dalam evaluasi pembelajaran, penilaian yang digunakan berupa sertifikasi skill menggunakan sistem go and no go dengan bentuk skor 0 dan 100. Soft skill yang dikembangkan berpedoman pada seven habits yang berasal dari buku seven habits of highly effective people karangan Sthepen R Covey ditambah dengan 1 problem solving. Dalam pelaksanaanya faktor yang mendukung adalah input siswa yang memang sudah terseleksi sebelumnya, kerjasama yang mendukung antara pihak sekolah dengan pihak industri, dan adanya LBB yang disediakan untuk men-training guru-guru Alat Berat. Faktor yang menghambat adalah belum semua guru memahami dan melaksanakan kurikulum berbasis karakter, pelaksanaannya masih dalam lingkup pembelajaran produktif, Kurangnya sarana prasarana yang memadai, khususnya untuk pembelajaran praktik, belum semua guru bisa dijadikan permodelan dalam pembentukan karakter untuk siswa, dan kurangnya pemantauan karakter siswa. Saran yang dapat peneliti berikan pada penelitian ini adalah kepada siswa, hendaknya kebiasaan positif yang sudah terbentuk di sekolah melalui kurikulum berbasis karakter bisa melekat dan berkembang baik ketika siswa praktik di sekolah maupun di industri. kepada kepala sekolah, dalam penelitian ini ditemukan berbagai macam kendala-kendala secara teknis yang mempengaruhi keberhasilan dari penerapan kurikulum ini, diharapkan kendala-kendala tersebut bisa digunakan sebagai bahan untuk evaluasi penerapan kurikulum berbasis sehingga bisa lebih sempurna. Selain itu juga perlu adanya pemahaman persepsi tentang kurikulum berbasis karakter pada semua guru di semua mata pelajaran agar penerapan kurikulum dapat maksimal. Serta kepada peneliti lain, dalam penerapan kurikulum berbasis karakter belum diketahui secara signifikan dampak pengembangan soft skill terhadap peningkatan daya saing lulusan. Peneliti lain dapat menggunakan judul penelitian “Dampak Penerapan Kurikulum Berbasis Karakter terhadap Peningkatan Daya Saing Lulusan SMK Negeri 1 Singosari Program Keahlian Alat Berat.” Penelitian ini dapat dijadikan sebagai pijakan awal dan bahan referensi terhadap penelitian selanjutnya
PERENCANAAN MESIN PENGUPAS KULIT BUAH KOPI, GUNA MENINGKATKAN PRODUKTIFITAS PETANI KOPI
ABSTRAK (1) Sasurya, Redika Wahyu. (2) Sasono, Triyo. 2010. Perencanaan Mesin Pengupas Kulit Buah Kopi, Guna Meningkatkan Produktifitas Petani Kopi. Tugas Akhir, Jurusan Teknik Mesin Universitas Negeri Malang. Pembimbing : (1) Drs. H. Maftuchin Romlie, M.Pd. (2) Dr. Eddy Sutadji, M.Pd. Kata Kunci : Mesin, Pengupas, Kulit, Buah, Kopi Kopi merupakan biji-bijian dari pohon jenis Coffea. Satu pohon kopi dapat menghasilkan sekitar 1kg (2,205 lb) kopi per tahun. Ada lebih dari 25 jenis kopi, dengan tiga jenis utama yang paling terkenal adalah Robusta, Liberia dan Arabica, yang mewakili 70% dari total produksi. Perbadaan antara kopi Arabika dan Robusta salah satunya adalah kandungan kafeinnya yaitu Arabika mempunyai kandungan kafein 0,8-1,4% Robusta 1,7-4,0%. Kulit kopi juga dapat dimanfaatkan sebagai pakan ternak dan pupuk, karena kulit kopi mempunyai kandungan protein 17,88 % Namun berdasarkan informasi dari harian umum Pikiran Rakyat dikatakan bahwa penanganan kopi pasca panen masih kurang optimal. Salah satu upaya yang akan dilakukan untuk menjaga kualitas biji kopi yaitu pengupasan biji kopi pasca panen. Pengupasan sebaiknya dilakukan secara langsung setelah biji kopi dipetik dan dipisahkan antara biji kopi warna hijau dan merah. Hal ini untuk menghindari biji kopi mengering karena disimpan dalam waktu lama dengan cara konvensional. Jika telah demikian akan dibutuhkan tenaga yang lebih besar untuk proses pengupasannya. Untuk mengatasinya dilakukan upaya untuk mempermudah proses pengupasan biji kopi dengan tetap mempertimbangkan kualitasnya. Adanya sentuhan teknologi menciptakan sebuah mesin pengupas kulit buah kopi merupakan solusi yang tepat dalam pengupasan kulit buah kopi pasca panen. Dengan tenaga konvensional menghasilkan sekitar 1kw perharinya. Sedangkan dengan adanya mesin pengupas kulit buah kopi dapat menghasilkan sekitar 300kg/jam. Dengan mesin ini dapat menghemat waktu produksi dan juga meningkatkan mutu kopi