Tugas Akhir Jurusan Teknik Mesin - Fakultas Teknik UM
Not a member yet
307 research outputs found
Sort by
Perancangan Gear Unit pada Transmisi Otomatis sebagai Media Pembelajaran
RINGKASAN Romadhan, Aldi Triyan. 2018. Perancangan Gear Unit pada Transmisi Otomatis sebagai Media Pembelajaran. Tugas Akhir, Diploma 3 Mesin Otomotif Fakultas Teknik Universitas Negeri Malang. Pembimbing: Fuad Indra Kusuma, S.Pd., M.Pd. Kata Kunci: gear unit, transmisi otomatis, media pembelajaran Upaya meningkatkan taraf kehidupan masyarakat dan peserta didik yaitu dengan mengembangkan dan memperkaya khasanah ilmu pengetahuan dan teknologi. Untuk menumbuhkan dan memperluas kreatifitas tersebut tidak cukup dengan memaparkan teori saja, melainkan dengan cara mewujudkan atau merealisasikan ke dalam bentuk hasil karya yang berguna atau bermanfaat untuk masyarakat maupun peserta didik. Dari hasil pengamatan penulis terdapat beberapa permasalahan dari peserta didik yakni, peserta didik kurang begitu memahami mekanisme dan prinsip kerja gear unit secara langsung. Hal tersebut dikarenakan terbatasnya media pembelajaran, sehingga peserta didik harus bergantian untuk dapat memahami mekanisme dan prinsip kerja gear unit secara langsung pada benda nyata atau media pembelajaran.Adapun tujuan dari tugas akhir ini adalah untuk menumbuhkan dan memperluas kreatifitas serta sebagai bekal memasuki dunia industri maka dibutuhkan alat peraga dalam menunjang praktikum teknik otomotif di Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Penulis selaku mahasiswa FT UM mengusulkan untuk melakukan perancangan gear unit transmisi otomatis Toyota vios. Metode yang digunakan untuk perancangan gear unit transmisi otomatis Toyota vios adalah mencari referensi terkait transmisi otomatis dan referensi terkait gear unit, lalu membuat rancangan awal agar didapat bentuk rancangan yang sesuai dengan tujuan perancangan, setelah membuat rancangan metode selanjutnya adalah merakit gear unit ke transmisi otomatis Toyota vios sesuai rancangan.Gear unit adalah salah satu komponen pada transmisi otomatis yang berfungsi untuk menurunkan dan menaikkan momen mesin dan kecepatan laju kendaraan. Komponen ini pada dasarnya dipakai agar dapat menghasilkan tenaga dan menggerakkan kendaraan yang mempunyai beban berat dengan tenaga yang ringan serta memungkinkan gigi mundur atau gerakan mundur. Adapun hasil yang didapat dari perancangan ini adalah perangkat keras (hardware) berupa stand transmisi otomatis Toyota vios sebagai media pembelajaran yang dapat menunjang praktikum peserta didik untuk lebih mengerti dan memahami apa saja komponen-komponen dan bagaimana prinsip kerja transmisi otomatis khususnya dalam hal ini adalah gear unit sebagai bahan belajar peserta didik
Rancang Bangun Mesin Pembuat Mie dengan Sistem Pototng Pneumatik
RINGKASAN Adian, Febri Agus Ruchi. 2018. Rancang Bangun Mesin Pembuat Mie dengan SistemPotong Pneumatik. Tugas Akhir, Program Studi D3 Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: Drs. Imam Sudjono M.T. Kata Kunci: mesin mie, pneumatik, perancangan mesin, pembuatan mesin, perawatan Pada saat ini kemajuan teknologi terus berkembang seiring perubahan zaman. Proses pemanfaatan teknologi juga dioptimalkan untuk keperluan kehidupan. Salah satu contohnya adalah proses pembuatan mie. Mie adalah produk pangan yang paling sering dikonsumsi oleh sebagian besar masyarakat baik sebagai makanan utama maupun sebagai makanan cadangan dan bisa mengantikan nasi sebagai pokok,bahan baku pembuatan mie campuran tepung terigu, tepung tapioka, telur, air dan bahan campuran lainnya. Dalam industri mie sendiri proses pembuatannya harus melewati beberapa proses untuk mendapatkan kerja efisiensi dari proses pembuatan mie. Dalam hal ini, diperlukan suatu perancangan mesin, pembuatan mesin dan unjuk kinerja mesin yang dapat melakukan proses pembuatan mie yang lebih efisien dan mampu meningkakan kapasitas produksi, maka dari itu rancang bangun mesin pembuat mie dengan sistem potong pneumatik untuk memenuhi kekurangan mesin pembuat yang sudah ada. Dalam rancangan bangun mesin pembuat mie dengan sistem potong pneumatik ini, telah ditentukan survei lapangan, proses perhitungan, perancangan desain komponen. Prinsip kerja mesin ini hampir beda dengan mesin pembuat mie lainnya karena menggunakan sistem potong pneumatik dan conveyor yang memudahkan dalam pembuatan mie, dalam mesin pembuat mie dengan sistem potong pneumatik ini telah ditentukan proses perhitungan diperoleh hasil kapsitas mesin 24 kg/jam, dengan spesifikasi motor mesin 0,75 HP, putaran motor 1400 rpm, panjang mesin 97,5 cm, lebar mesin 32 cm dan tinggi mesin 60,5 cm. Pada proses pembuatan rancangan bangun mesin pembuat mie dengan sistem potong pneumatikini terdiri dari 16 komponen utama dengan beberapa proses pembuatan serta pemilihan komponen yang telah tersedia di pasaran sesuai dengan hasil perancangan. Beberapa proses pembuatan komponen utama mesin yaitu rol pemipih, rol pembentuk, rangka mesin, rangka conveyor, alas motor, penahan silinder pneumatik, pisau pemotong, rumah bearing, pengunci rumah bearing, pemilihan motor penggerak,puli, sisir untuk pembentuk mie. Unjuk kinerja mesin pembuat mie dengan sistem potong pneumatik ini dilakukan pada saat proses produksi. Dengan berat mie adalah 2 kg. Waktu yang dibutuhkan untuk melakukan proses pengerolan ini selama 5 menit. Perawatan pada mesin dibagi menjadi 3 yang meliputi, pertama perawatan harian, kedua perawatan mingguan, ketiga perawatan bulanan. Hal ini harus dilakukan secara rutin untuk menjaga kinerja mesin pembuat mie dengan sistem potong pneumatik
Turbin Angin Savonius Modifikasi Sebagai Pembangkit Listrik Skala Mikro Di Area Pantai Malang Selatan (Desain Sudu)
ABSTRAK Fathurahma, Dian & Sayanti, Heris. 2017. Turbin Angin Savonius Modifikasi sebagai Pembangkit Listrik Skala Mikro di Area Pantai Malang Selatan ( Desain Sudu). Tugas Akhir, Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: Drs. Solichin, S.T., M.Kes. Kata Kunci: turbin angin, savonius, desain sudu, pembangkit listrik Di Indonesia saat ini kebutuhan listrik akan penerangan jalan di daerah terpencil masih sangat minim, termasuk di daerah malang selatan yang belum terjamah oleh instalasi listrik PLN. Dengan latar belakang masalah tersebut di perlukan alat sebagai alternatif sementara untuk penerangan jalan di sekitar pantai agar mempermudah masyarakat sekitar untuk beraktivitas di malam hari, baik nelayan ataupun masyarakat umum. Turbin angin dapat kita jadikan alternatif sebagai penerangan jalan pada daerah pantai Malang Selatan. Dengan memanfaatkan tenaga angin yang di konversikan menjadi sumber arus listrik. Banyak jenis turbin angin yang dapat kita pakai sebagai sumber arus listrik untuk penerangan, salah satunya adalah turbin angin savonius. Turbin angin Savonius pertama kali diperkenalkan oleh insinyur Finlandia Sigurd J.Savonius pada tahun 1922. Jenis turbin ini memiliki beberapa bagian penting, diantaranya adalah sudu, poros, kerangka, transmisi, generator serta accu (jika di perlukan). Berdasarkan kebutuhan komponen turbin angin savonius tersebut kita memulai dalam proses pembuatan. Proses pembuatan turbin angin savonius ini melalui beberapa proses, diantaranya: 1) Rancangan awal (Draft Design), 2) Rancangan Teknik (Engineering design), 3) Rancangan manufaktur (Manufacture design), setelah pengerjaan mesin selesai dapat di uji coba dan di analisa. Hasil rancang bangun mesin ini adalah gambar mesin dan komponen-komponen dengan spesifikasi sebagai berikut: Diameter rotor 117 mm, diameter poros 25 mm, Puli rotor 37 mm, puli generator 70 mm
hambatan belajar siswa dalam prkatikum tune up pada kompetensi kejuruan engine kompetensi keahlian teknik kendaraan ringan kelas XI smkn 10 Malang
ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan hambatan-hambatan belajar siswa pada praktikum tune-up kompetensi kejuruan engine kompetensi keahlian teknik kendaraan ringan. hambatan belajar dikategorikan ke dalam hambatan belajar intern dan hemabtan belajar ekstern. hambatan belajar intern dibedakan menjadi faktor fisiologis dan faktor psikologis sedangkan hambatan belajar ekstern dikategorikan dalam faktor keluarga,sekolah, dan masyarakat. jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif kuantitatif dengan subjek penelitinya adalah 100 siswa SMKN 10 Malang kelas XI pelaksanaan penelitiann ini diawali dengan melakukan uji coba angket terhadap 25 subjek. hasil uji coba dianalisi dan realibitasnya dengan menggunakan sftware SPSS untuk mengetahui variabel yang valid yang dapat digunakan untuk memperoleh data selama penelitian. variabel yang valid dikelompokkan dan yang tidak valid tidak disretakan pada angket yang dibagikan terhadap 100 siswa yang menjadi subjek penelitian. hasil penelitian diperiksa agar dapat ditentukan frekuensi hambatan masing-masing variabel. hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) faktor fisiologis hambatan belajar siswa adalah karena siswa mudah gugup ketika melakukan praktik, (2) faktor psikologis hambatan belajar siswa yang paling sering dialami siswa adalah karena siswa tidak suka membaca buku-buku yang berhubungan dengan dunia otomotif, (3) faktor keluarga hambtan belajar siswa yaitu karena orang tua siswa tidak memotivasi untuk belajar (4) fakyot sekolah, hambatan belajar siswa adalah karena laboratorium siswa tidak terawat dengan baik dan (5) faktor masyarakat yang paling sering dialami oleh siswa adalah tidak da teman sebaya yang menggeluti bidang otomotif
Rancang Bangun Mesin Pompa Pengisi Oli Transmisidan Gardan
ABSTRAK Pamungkas, Catur Putro. Susanto, Dio Andri & Wahyudy, Rahmad Eka. 2017. Mesin pompa pengisi oli transmisi dan gardan. Tugas Akhir, Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: Drs. Imam Sudjono, M.T. Kata Kunci: motor dc, pompa oli, oli transmisi, oli gardan, mesin pompa oli tranmisi, dan gardanSeiring berjalannya waktu pembangunan jangka panjang hingga sekarang produk-produk kendaraan mobil semakin beragam macamnya dari mulai sedan, city car, sport car, MPV, truck, bus dan lain-lain. Di imbangi juga dengan pertumbuhan mesin tepat guna di pasaran yang menunjukkan kemampuan sangat pesat, baik segivolume, fungsi maupun keragaman produk yang dihasilkan. Perkembangan produk ini tidak hanya ditandai dengan terpenuhnya kepentingan masyarakat, tetapi juga mengarah kepada usaha-usaha bengkel mobil. Sehingga para pengusaha bengkel membutuhkan mesin yang lebih canggih agar pekerjaan cepat dan dan mudahBerdasarkan permasalahan tersebut maka muncul ide atau gagasan untuk merancang sebuah mesin pompa pengisi oli transmisi dan gardan. Konstruksi dari mesin ini dibuat sesederhana mungkin, sehingga dapat menekan biaya pembuatan dan mudah dalam pengoperasiannya. Mesin ini mampu mengisi oli transmisi maupun oli gardan dengan cepat dan lebih mudah dari pada mengisi dengan cara manual. Pengoperasian mesin ini hanya mengunakan tombol on dan off , waktu yang dibutuhkan hanya sebentar. Perancangan mesin ini melalui beberapa tahap diantaranya (1) Rancangan awal (draft design), (2) Rancangan teknik (engineering design), (3) Rancangan manufaktur (manufactur design). Setelah rancangan selesai mesin dapat di uji coba dan di analisa.Hasil rancang bangun mesin ini adalah gambar mesin dan juga komponen-komponen yang dipakai, meliputi rangka,pulley driver, pulley driven,dudukan motor, dan dudukan pompa.Saran menggunakan mesin ini, diharapkan selalu melakukan pengecekan sebelum mengoperasikannya, selalu operasikan mesin sesuai dengan prosedur yang telah diberikan, lakukan perawatan mesin dengan tertib agar mesin terhindar dari kerusakan, dan terakhir jaga kebersihan mesin setelah dipakai
Rancang Bangun Mesin Poles Spesimen Uji Logam dengan Penggerak Motor Listrik
Tugas akhir ini adalah mengenai rancang bangun mesin poles spesimen uji logam dengan penggerak motor listrik yang di khususkan untuk penghalusan dan perataan pada benda kerja berupa logam. Tujuan perancangan mesin poles spesimen uji logam ini adalah untuk memberikan alat yang terjangkau bagi kalangan UKM (Usaha Kecil Menengah) dengan mempercepat waktu dalam proses pengerjaan, yaitu penghalusan atau perataan benda kerja berupa logam dan memperkecil tenaga yang dibutuhkan, juga memberikan peningkatan proses produksi sebelumnya dengan memberikan kemudahan dalam proses penghalusan dan perataan logam. Metode rancang bangun mesin poles spesimen uji logam ini adalah dengan melakukan studi lapangan, membuat sket untuk perancangan, studi literatur penting untuk mengolah data dan untuk mengaplikasikan rumus-rumus yang berhubungan dengan rancang bangun mesin poles spesimen uji logam. Sebagai landasan teori untuk pengerjaan dan penulisan
PengaruhPemasanganFemaxTerhadapKonsumsi BahanBakardanEmisi Gas BuangPadaSepeda Motor Vega ZR. Skripsi.
ABSTRACTPerkembangan ilmu dan teknologi didunia terus berjalan seiring dengan peningkatan jumlah kendaraan setiap tahunnya juga akan berpengaruh pada jumlah konsumsi bahan bakar yang digunakan. Sedangkan cadangan minyak bumi dunia semakin tahun akan semakin berkurang karena dihasilkan dari fosil yang memiliki keterbatasan produksi dan akhirnya akan habis, karena bahan bakar tersebut tidak dapat diperbarui. Seiring meningkatnya jumlah kendaraan akan mengakibatkan emisi gas buang sisa kendaraan bermotor akan meningkat.Emisi gas buang ini akan berdampak buruk terhadap lingkungan disekitarnya karena mengandung gas-gas yang berbahaya. Untuk mengurangi dampak-dampak tersebut perlu adanya upaya untuk menyempurnakan proses pembakaran pada kendaraan bermotor, yaitu salah satunya dengan pemasangan femax.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemasangan femax terhadap konsumsi bahan bakar dan emisi gas buang pada sepeda motor Vega ZR, dan diperoleh alternative yang mengurangi konsumsi bahan bakar pada motor bensin sehingga pemakaian bahan bakar lebih hemat dan menurunkan kadaremisi gas buang.Penelitian ini dilaksanakan di Labolatorium Teknik Mesin Universitas Negeri Malang, pada tanggal 24-25 mei 2016. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian ekperimental. Teknikanalisis yang digunakan adalah analisis parametric menggunakan uji beda Paired Sample Test.Hasil yang didapat pada penelitian ini ialah selisih konsumsi bahan bakar antara penggunaan femax dan tanpa penggunaan femax sebesar (29,7 10ml/detik ). Selisih kadaremisi gas buang CO antara penggunaan femax dan tanpa penggunaan femax sebesar (0,1638 %) dan selisih kadaremisi gas buang HC antara penggunaan femax dan tanpa penggunaan femax sebesar (7,6 ppm) . Berdasarkan hasil penelitian diatas dan setelah dilakukan analisis data dapat disimpulkan bahwa ada perbedaan yang signifikan antara tanpa pemasangan femax dan dengan pemasangan femax terhadap komsumsi bahan bakar. Ada perbedaan yang signifikan antara tanpa pemasangan femax pada kadaremisi gas buang CO, dan ada perbedaan yang signifikan antara tanpa pemasangan femax dengan pemasangan femax terhadap kadaremisi gas buang HC. Untuk penelitian selanjutnya disarankan untuk melakukan penelitian dengan jenis kendaraan yang berbeda, misalnya kendaraan yang sudah menggunakan sistem EFI ,baik pada motor tipe matik maupun tipe manual
Turbin Angin Savonius Modifikasi sebagai Pembangkit Listrik Skala Mikro di Area Pantai Malang Selatan (konstruksi gearbox)
ABSTRAK Setiawan, Bayu & Sugara, Frenky Dores. 2017. Turbin Angin Savonius Modifikasi sebagai Pembangkit Listrik Skala Mikro di Area Pantai Malang Selatan (konstruksi gearbox). Tugas Akhir, Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: Drs. Basuki M.Pd. Kata Kunci: turbin angin, savonius, pembangkit listrik Di Indonesia saat ini kebutuhan listrik akan penerangan jalan di daerah terpencil masih sangat minim, termasuk di daerah malang selatan yang belum terjamah oleh instalasi listrik PLN. Dengan latar belakang masalah tersebut di perlukan alat sebagai alternatif sementara untuk penerangan jalan di sekitar pantai agar mempermudah masyarakat sekitar untuk beraktivitas di malam hari, baik nelayan ataupun masyarakat umum. Turbin angin dapat kita jadikan alternatif sebagai penerangan jalan pada daerah pantai Malang Selatan. Dengan memanfaatkan tenaga angin yang di konversikan menjadi sumber arus listrik. Banyak jenis turbin angin yang dapat kita pakai sebagai sumber arus listrik untuk penerangan, salah satunya adalah turbin angin savonius. Turbin angin Savonius pertama kali diperkenalkan oleh insinyur Finlandia Sigurd J.Savonius pada tahun 1922. Jenis turbin ini memiliki beberapa bagian penting, diantaranya adalah sudu, poros, kerangka, transmisi, generator serta accu (jika di perlukan). Berdasarkan kebutuhan komponen turbin angin savonius tersebut kita memulai dalam proses pembuatan. Proses pembuatan turbin angin savonius ini melalui beberapa proses, diantaranya: 1) Rancangan awal (Draft Design), 2) Rancangan Teknik (Engineering design), 3) Rancangan manufaktur (Manufacture design), setelah pengerjaan mesin selesai dapat di uji coba dan di analisa. Hasil rancang bangun mesin ini adalah gambar mesin dan komponen-komponen dengan spesifikasi sebagai berikut: Diameter rotor 117 mm, diameter poros 25 mm, Puli rotor 37 mm, puli generator 70 mm
Perancangan Sistem Bahan Bakar Toyota Avanza Tipe K3-VE
ABSTRAK RINGKASANKrishna Nur Rokhman. 2017. Perancangan sitem bahan bakar Toyota Avanza. Tugas Akhir. Teknik Otomotif D3 Fakultas Teknik Universitas Negeri Malang.Sistem bahan bakar adalah suatu sistem dimana bahan bakar dari tangki penyimpanan dialirkan ke silinder dan dikabutkan ke dalamnya dibantu dengan sebuah pompa.Fungsi sistem bahan bakar untuk mengalirkan bahan bakar dari tangki bahan bakar sampai ke ruang bakar, mengatur jumlah bahan bakar yang diinjeksikan,, mengatur lamanya penginjeksian, menginjeksikan bahan bakar ke dalam silinder melalui katup intake manifold, mendistribusikan bahan bakar yang telah ditakar ke setiap silinder. Komponen sistem bahan bakar yang digunakan pada toyota avanza terdiri dari tangki bahan bakar, pompa bahan bakar, filter, pipa (hose), regulator bahan bakar, rel bahan bakar, injektor. Cara kerja sistem bahan bakar adalah bahan bakar dari tangki bahan bakar dipompa oleh pompa bahan bakar dialirkan melalui pipa dan disaring oleh filter kemudian tekanan bahan bakar dipertahankan oleh regulator kemudian ke injector untuk diinjeksikan ke dalam ruang bakar melalui katup intake manifold
Rancang Bangun Mesin Pompa Pengisi Oli Transmisidan Gardan
ABSTRAK Pamungkas, Catur Putro. Susanto, Dio Andri & Wahyudy, Rahmad Eka. 2017. Mesin pompa pengisi oli transmisi dan gardan. Tugas Akhir, Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: Drs. Imam Sudjono, M.T. Kata Kunci: motor dc, pompa oli, oli transmisi, oli gardan, mesin pompa oli tranmisi, dan gardanSeiring berjalannya waktu pembangunan jangka panjang hingga sekarang produk-produk kendaraan mobil semakin beragam macamnya dari mulai sedan, city car, sport car, MPV, truck, bus dan lain-lain. Di imbangi juga dengan pertumbuhan mesin tepat guna di pasaran yang menunjukkan kemampuan sangat pesat, baik segivolume, fungsi maupun keragaman produk yang dihasilkan. Perkembangan produk ini tidak hanya ditandai dengan terpenuhnya kepentingan masyarakat, tetapi juga mengarah kepada usaha-usaha bengkel mobil. Sehingga para pengusaha bengkel membutuhkan mesin yang lebih canggih agar pekerjaan cepat dan dan mudahBerdasarkan permasalahan tersebut maka muncul ide atau gagasan untuk merancang sebuah mesin pompa pengisi oli transmisi dan gardan. Konstruksi dari mesin ini dibuat sesederhana mungkin, sehingga dapat menekan biaya pembuatan dan mudah dalam pengoperasiannya. Mesin ini mampu mengisi oli transmisi maupun oli gardan dengan cepat dan lebih mudah dari pada mengisi dengan cara manual. Pengoperasian mesin ini hanya mengunakan tombol on dan off , waktu yang dibutuhkan hanya sebentar. Perancangan mesin ini melalui beberapa tahap diantaranya (1) Rancangan awal (draft design), (2) Rancangan teknik (engineering design), (3) Rancangan manufaktur (manufactur design). Setelah rancangan selesai mesin dapat di uji coba dan di analisa.Hasil rancang bangun mesin ini adalah gambar mesin dan juga komponen-komponen yang dipakai, meliputi rangka,pulley driver, pulley driven,dudukan motor, dan dudukan pompa.Saran menggunakan mesin ini, diharapkan selalu melakukan pengecekan sebelum mengoperasikannya, selalu operasikan mesin sesuai dengan prosedur yang telah diberikan, lakukan perawatan mesin dengan tertib agar mesin terhindar dari kerusakan, dan terakhir jaga kebersihan mesin setelah dipakai