Tugas Akhir Jurusan Teknik Mesin - Fakultas Teknik UM
Not a member yet
307 research outputs found
Sort by
rancnang bangun teknologi tepat guna mesin produksi bata merah menggunakan sistem pemotong manual
RINGKASAN Chorisul, Muhammad. 2018. Rancang Bangun Teknologi Tepat Guna MesinProduksi Bata Merah Menggunakan Sistem Pemotong Manual. Tugas Akhir.Program Studi D3 Teknik Mesin. Fakultas Teknik Universitas Negeri Malang. Pembimbing: Drs. Suwarno, M.Pd. Kata kunci: tanah liat, batu bata, meja pemotong Batu bata merah merupakan salah satu jenis bahan dasar pembangunan rumah yang sangat umum digunakan, dari zaman dahulu hingga zaman modern batu bata merah masih menjadi salah satu bahan wajib dalam pembangunan rumah maupun gedung perkantoran. Bata merah masih digunakan daripada bata ringan atau batako karena selain sudah teruji kekuatannya, material pembentuknya tidak susah. Dengan dibuatnya mesin pencetak batu bata merah ini diharapkan mampu meningkatkan jumlah produksi batu bata merah dan meningkatkan perkenomian industri skala menengah. Tujuan dari rancang bangun ini adalah untuk membuat mesin produksi bata merah yang efisien dan mampu meningkatkan kapasitas produksi. Metode yang digunakan dalam perancangan mesin ini meliputi, pemilihan komponen-komponen untuk membuat mesin pencetak batu bata, melakukan perhitungan agar mendapat hasil maksimal, mendesain mesin pencetak batu bata, serta membuat komponen-komponen mesin berdasarkan hasil perhitungan dan desain mesin pencetak batu bata. Hasil perancangan mesin batu bata ini digerakkan menggunakan motor bensin dengan daya 5,5 hp dan kecepatan putar pengaduknya 400 rpm, dengan diameter pully motor 77 mm sedangkan diameter pully pada pengaduk berdiameter 101 mm. Mesin pencetak batu bata ini menggunakan sabuk V tipe A yang mempunyai panjang 673,659 mm dan lebar 12,5 mm. Sesuai dengan hasil perhitungan, poros menggunakan bahan S35C dengan diameter 25mm. Untuk pemilihan bantalan, diameter poros menyesuaikan bantalan yang ada dipasaran. Pemilihan bantalan menggunakan nomor 6005 dengan diameter 25 mm. Jenis meja pemotong menggunakan sistem sliding. Mesin pencetak batu bata merah ini memiliki kapasitas produksi 102 buah/jam. Hasil tersebut lebih efisien dibandingkan dengan pembuatan bata merah secara manual yang hanya menghasilkan 10 buah/jam
rancang bangun mesin pembuat mie dengan sistem potong pneumatik
RINGKASAN Perkembangan teknologi di zaman sekarang ini semakin maju dengan banyaknya teknologi alternatif baru yang ditemukan. Proses memanfaatkan teknologi sangat menunjang keefektifan suatu perkerjaan misalnya d nalam proses pembuatan mie yang zaman dahulu alat yang digunakan hanya alat konvensional yang berbentuk gilingan manual , sementara zaman sekarang sudah menggunakan mesin.Mie adalah makanan yang terbuat dari campuran tepung terigu, tepung tapioka, telur, ai r dan bahan campuran lainnya ada juga yang menambahkan bahan lainya sebagai rasa atau warna dalam mie tersebut. Dengan seiring perkembangan zaman maka dari itu mesin pembuat mie yang diciptakan harus lebih efektif agar proses lebih cepat maka diperlukan mesin pembuat mie dengan sistem potong pneumatik, mesin ini melakukan pemotongan secara semi otomatis dan memiliki penghantar hasil potong mie dengan menggunakan conveyor. Rancang bangun mesin ini dilakukan dengan tahapan yaitu perencanaan gambar mesin, penjelasan komponen. Analisis teknik meliputi daya motor, torsi kapaitas serta kontruksi mesinnya.Prinsip kerja mesin ini berbeda dengan mesin pembuat mie lainnya, perbedaan sistem potong menggunakan pneumatik dan conveyor untuk memudahkan dalam produksi mie, dalam mesin pembuat mie ini telah ditentukan proses perhitungan dan diperoleh hasil kapasitas 24 kg/jam, dengan spesifikasi motor mesin 0,75 HP, putaran rpm 1400 rpm, panjang mesin 975 mm, lebar mesin 32 mm dan tinggi mesin 605 mm. Pada proses pembuatan mesin mie ini, pemilihan bahan untuk komponen mesin ini adalah hal pertama yang dilakukan. Seperti pada komponen rol pemipih dan pembentuk mie terbuat dari bahan stainless steel, untuk bahan conveyor setelah dibentuk mie terbuat dari kulit sintetis, ketiga komponen tersebut bersentuhan langsung dari adonan mie sampai terbentuknya mie yang dipotong potong. Karena itu mesin ini harus terjaga kehigienisannya dan ketika dikonsumsi terjamin kebersihan dan kesehatan konsumennya. Perawatan yang dilakukan dalam mesin dibagi 3 meliputi: perawatan harian, perawatan mingguan, serta bulanan. Dalam mesin ini biaya yang dikeluarkan mesin mie dengan sistem potong pneumatik ini dengan rincian total biaya pembelian baku adalah Rp. 7.334.000, keuntungan 20% sebesar Rp. 1.466.800, , serta biaya ppn 10% adalah Rp. 733.400, sehingga total dalam proses pembuatan mesin mie dengan sistem potong pneumatik ini adala Rp. 9.534.200
Perancangan Rotor Wiper Sebagai Media Pembelajaran Di Jurusan Teknik Mesin Fakultas Teknik Universitas Negeri Malang
ABSTRAK Islami, Afisa Famila. 2014. Perancangan Rotor Wiper Sebagai Media Pembelajaran di Jurusan Teknik Mesin Fakultas Teknik Universitas Negeri Malang. Jurusan Teknik Mesin Fakultas Teknik Universitas Negeri Malang, Prof. Dr. H. Mardji M.Kes. Perancangan Rotor Wiper Sistem wiper merupakan bagian yang penting dari sistem yang ada pada mobil untuk mencapai kenyamanan dan keamanan dalam berkendara. Pengemudi juga harus tau bagaimana sistem wiper pada mobil ini mulai bekerja. Pengemudi biasanya bisa mengetahui komponen – komponen yang bermasalah ketika wiper dan washer tidak bekerja, sehingga mempercepat perbaikan. Sistem wiper terdiri dari baterai, kunci kontak, fuse, switch combination, washer, relay, motor wiper, tuas wiper, wiper arm, wiper blade, dan motor washer. Fungsi komponen pada sistem wiper dan washer sebagai berikut: Baterai berfungsi sebagai sumber listrik. Kunci kontak berfungsi memutus dan menyambungkan tegangan listrik ke sistem wiper dan washer. Wiper fuse berfungsi mencegah arus berlebih ke sistem wiper dan washer. Switch wiper dan washer berfungsi menghubungkan arus listrik ke motor wiper atau motor washer. Relay intermittent berfungsi mengontrol aliran arus saat switch wiper pada posisi intermittent. Motor wiper berfungsi mengubah energi listrik menjadi energi putar. Tuas wiper berfungsi mengubah gerak putar menjadi gerak bolak-balik. Lengan wiper berfungsi menyalurkan gerak bolak balik ke wiper blade. Wiper blade berfungsi menghapus kotoran pada kaca. Motor washer berfungsimenghisap air dari tangki dan menekan ke washer. Washer berfungsi mengubah cairan washer menjadi butiran air yang menyemprot ke kaca
PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN INTERAKTIF (SISTEM PENCARIAN KATA) BERBASIS ANDROID PADA MATERI SISTEM MEKANISME KATUP SISWA TEKNIK KENDARAAN RINGAN KELAS X SMK PGRI 3 MALANG
ABSTRAK Media pembelajaran merupakan salah satu komponen yang mempunyai peranan penting dalam proses pembelajaran. Media pembelajaran dapat membantu mempermudah pembelajaran secara efektif dan efisien. Media pembelajaran yang baik dapat menarik perhatian siswa dan membuat siswa termotivasi. Media pembelajaran berbasis android dapat dijadikan salah satu media yang tepat untuk proses belajar mandiri peserta didik dan juga untuk mempermudah guru dalam menyampaikan materi dikelas karena hal ini juga didukung oleh kurikulum terbaru yaitu kurikulum 2013 yang bertujuan untuk membuat peserta didik lebih aktif dalam proses pembelajaran. Model pengembangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah model ADDIE (Analysis-Design-Development-Implement-Evaluate). Model pengembangan ini digunakan karena alur mudah diikuti dan jelas dibandingkan dengan model – model pengembangan yang lain. Selain itu model ini mempunyai sifat yang fleksibel untuk diterapkan Berdasarkan validasi dari ahli materi, ahli media, uji coba kelompok kecil dan uji coba lapangan, dapat diketahui semua hasil mendapat kategori baik dan hasil dari uji coba lapangan siswa mendapat nilai diatas kriteria ketuntasan minimal. Hasil wawancara dengan guru secara keseluruhan menunjukkan tanggapan yang baik terhadap media pembelajaran berbasis android dalam proses pembelajaran di SMK PGRI 3 Malang
Pengembangan Bahan Ajar Memelihara Unit Kopling Berbasis E-Learning Menggunakan AutoPlay Media Studio Pada Teknik Kendaraan Ringan Otomotif Di SMK Nasional Malang. Skripsi, Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang
ABSTRAK Harianto, Totok. 2018. PengembanganBahan Ajar Memelihara Unit KoplingBerbasis E-Learning Menggunakan AutoPlay Media Studio Pada Teknik KendaraanRinganOtomotif Di SMK Nasional Malang. Skripsi,Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Ir. Eko Edi Poerwanto, S.E., M.Pd., MM., (II) Dr. H. AgusSholah, M.Pd. Kata kunci:Bahan Ajar, Memelihara Unit Kopling, AutoPlay Media Studio.Dari hasil observasi yang dilakukan di SMK Nasional Malang, terdapat beberapa permasalahan sebagai berikut (1) sistem pembelajaran belum dapat mengikuti perkembangan teknologi yang ada (2) sarana dan prasarana belum termanfaatkan dengan baik (3) siswa kurang memahami pembelajaran pada matapelajaran Pemeliharaan Sasis dan Pemindah Tenaga Kendaraan Ringan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kelayakan bahan ajar memelihara unit kopling berbasis e-learning menggunakan autoplay media studio dan mengetahui pengaruh bahan ajar memelihara unit kopling berbasis e-learning menggunakan autoplay media studio pada Teknik Kendaraan Ringan Otomotif Di SMK Nasional Malang.Penelitian ini menggunakan metode Research and Development (R & D) ADDIE (Analysis, Design, Development, Implementation, and Evaluation). Pengambilan data dilakukan dengan cara validasi berupa angket kepada ahli media dan materi. Uji eksperimen dilakukan dengan cara pretest dan postest kepada kelas X TKRO 1 sebagai kelas kontrol dan kelas X TKRO 2 sebagai kelas eksperimen di SMK Nasional Malang dengan masing-masing kelas berjumlah 17 siswa. Analisis data dilakukan melalui perbandingkan rata-rata hasil belajar. Selanjutnya hasil analisis diuji menggunakan teknik Independent Simple t-Test pada SPSS.Dari penelitian ini, diketahui bahwa tingkat kelayakan bahan ajar dari validasi oleh ahli media sebesar 73,33%, validasi oleh ahli materi sebesar 70,00%, dan Uji coba kelompok kecil sebesar 80,22%. Nilai pretest dan postest pada kelas kontrol memiliki selisih rata-rata sebesar 28,18 dan kelas eksperimen sebesar 45,41. Hasil penelitian ini disimpulkan bahwa bahan ajar memelihara unit kopling berbasis e-learning menggunakan AutoPlay Media Studio pada TKRO di SMK Nasional Malang sudah cukup layak dan dapat digunakan untuk meningkatkan hasil belajar siswa dalam proses pembelajaran
Mesin Penghancur Limbah Cetakan Keramik dengan Kapasitas 1.625 kg/jam
ABSTRAK Syaputry, Adhista Dini. 2018. Mesin Penghancur Limbah Cetakan Keramik dengan Kapasitas 1.625 kg/jam.Tugas Akhir, Program Studi D3 Teknik Mesin, Fakultas Teknik,Universitas Negeri Malang. Pembimbing: Drs. Solichin, S.T., M.Kes. Kata Kunci :mesin penghancur, limbah kaca, motor diesel Pada saat ini di Indonesia beberapa industri memakai bahan kaca untuk digunakan sebagai kemasan produknya. Beberapa industri menggunakan kemasannya hanya sekali pakai sehingga membuat limbah botol kaca terus meningkat. Lalu banyak bangunan gedung-gedung yang menggunakan kaca sebagai konstruksi bangunannya dan dengan jangka yang tidak cukup lama mereka harus merenovasi gedung-gedung tersebut maka diakibatkan limbah kaca akan semakin bertambah. Tujuan dari pembuatan mesin ini adalah (1) mengetahui cara kerja mesin penghancur limbah kaca, (2) mengetahui rancangan teknik mesin penghancur limbah kaca, (3) mengetahui cara perawatan mesin penghancur limbah kaca. Bagian utama dari mesin ini adalah rangka, hopper, motor diesel, tabung penghancur, sabuk dan pulley. Proses pembuatan mesin penghancur limbah kaca ini memerlukan beberapa perhitungan dibagian komponennya meliputi hammer, poros, pulley, sabuk, serta kapasitas produksi mesin penghancur limbah kaca. Proses pengoperasian mesin ini menggunakan tenaga motor diesel sebagai sumber tenaga, putaran puli dari motor diesel diteruskan ke puli transmisi dengan bantuan sabuk lalu menggerakkan poros palu pemukul yang berada di tabung penggilingan sehingga proses penghancuran limbah kaca terjadi.Mesin ini memiliki tinggi 600 mm, panjang 1350 mm, lebar 335 mm. Kapasitas dari mesin penghancur limbah kaca ini mampu mengahasilkan serbuk halus dengan kapasitas 1625 kg/jam, dan hasil dari penggilingan yang berupa serbuk yang sudah halus dapat dimanfaatkan kembali sebagai bahan tambah untuk beton, dan dapat di lebur kembali untuk daur ulang yang berupa vas bunga, toples, dan lain-lain. Untuk menjaga agar mesin dalam keadaan baik dan awet maka perlu dilakukan perawatan secara berkala. contohnya membersihkan saringan keluar penggiling, pemberian grease pada bantalan, pelumasan pada setiap komponen yang bergesekan, penggantian oli motor diesel setiap satu bulan sekali. Ditentukan harga jual mesin ini adalah Rp. 9.088.970
Mesin Pengahancur Limbah Gipsum dengan Kapasitas 1.625 kh/jam
Kebutuhan akan jumlah penggunaan lis plafon gipsum dalam ornamen bangunan terus meningkat, contohnya pada masyarakat sekarang ini sudah banyak menggunakan ornamen-ornamen rumah yang menggunakan gipsum sebagai bahan pembuatannya, sehingga meningkatkan volume produksi lis plafon gipsum. Dari kegiatan produksi ini menghasilkan limbah gipsum dalam jumlah banyak, dapat berupa sisa dari adonan pembuatan lis plafon gipsum dan lis plafon gipsum yang rusak atau sudah tidak layak jual lagi. Sehingga diperlukan sebuah alat yang mampu mengatasi masalah limbah gipsum tersebut.Tujuan dari pembuatan mesin ini adalah (1) mengetahui cara kerja mesin penghancur limbah gipsum, (2) mengetahui rancangan teknik mesin penghancur limbah gipsum, (3) mengetahui cara perawatan mesin penghancur limbah gipsum. Bagian utama dari mesin ini adalah rangka, hopper, motor diesel, tabung penghancur, sabuk dan pulley. Proses pembuatan mesin penghancur limbah gipsum ini memerlukan beberapa perhitungan dibagian komponennya meliputi hammer, poros, pulley, sabuk, serta kapasitas produksi mesin penghancur limbahgipsum. Proses pengoperasian mesin ini menggunakan tenaga motor diesel sebagai sumber tenaga, putaran puli dari motor diesel diteruskan ke puli transmisi dengan bantuan sabuk lalu menggerakkan poros palu pemukul yang berada di tabung penggilingan sehingga proses penghancuran limbah gipsum terjadi.Mesin ini memiliki tinggi 600 mm, panjang 1350 mm, lebar 335 mm. Kapasitas dari mesin penghancur limbah gipsum ini mampu mengahasilkan serbuk halus dengan kapasitas 1625 kg/jam, dan hasil dari penggilingan yang berupa serbuk yang sudah halus dapat dimanfaatkan kembali sebagai pembuatan kapur tulis, tambahan pengeras bangunan dan campuran plester tembok. Untuk menjaga agar mesin dalam keadaan baik dan awet maka perlu dilakukan perawatan secara berkala. contohnya membersihkan saringan keluar penggiling, pemberian grease pada bantalan, pelumasan pada setiap komponen yang bergesekan, penggantian oli motor diesel setiap satu bulan sekali. Ditentukan harga jual mesin ini adalah Rp. 9.088.970
Analisis Cacat Coran, Keuatan Tarik, dan Kekerasan Paduan Al-Si Hasil Pengecoran dengan Variasi Persentase Pengikat Lempung Lokal Bangkalan
x; "
Perancangan Poros Input pada Transmisi Otomatis Toyota Vios
ABSTRAK Kata Kunci : poros, transmisi otomatis, pasak Pada suatu kendaraan terdapat beberapa bagian salah satunya adalah bagian sistem transmisi. Sistem transmisi harus mempunyai mutu yang baik, meliputi keprisisian yang tinggi, bentuk benda kerja yang kompleks serta dapat bekerja dengan baik sesuai pada fungsinya. Transmisi diciptakan untuk mengkonversi torsi dan putaran dari mesin lalu diteruskan ke penggerak akhir. Transmisi memiliki banyak komponen, tetapi dengan kebutuhan yang ada penulis akan berfokus pada perancangan komponen poros. Tujuan dari tugas akhir ini adalah untuk mengetahui cara merancang poros input transmisi otomatis beserta pasak dan seplainya yang baik dan aman. Metode yang digunakan untuk perancangan poros input transmisi otomatis pada Toyota vios adalah mencari refrensi terkait transmisi otomatis dan refrensi terkait poros, lalu membuat rancangan awal yang berisi perhitungan – perhitungan untuk dimensi poros, setelah membuat rancangan metode selanjutnya adalah merakit poros input ke transmisi otomatis Toyota vios sesuai rancangan. Hasil dari perancangan poros input Toyota vios yang memiliki daya mesin 107 HP dan putaran mesin 6000 rpm yaitu: (1) bahan yang digunakan membuat poros adalah JIS G5401 dengan lambang S55C yang memiliki kekuatan tarik dan tegangan geser yang diijinkan ; (2) setelah dilakukan perhitungan ditemukan diameter poros yaitu 30 mm; (3) dengan diameter 30 mm dan bahan S55C poros mendapatkan tegangan geser yang terjadi dengan hasil itu poros dinyatakan aman karena tegangan geser yang terjadi tidak lebih dari tegangan geser yang diijinkan; (4) Setelah mendapat spesifikasi poros penulis melanjutkan perhitungan pasak dengan bahan batang baja S50C yang memiliki tegangan geser yang diijinkan 3,4 kg/; (5) Tinggi pasak 8 mm dan memilik lebar 10 mm serta panjang 27,5 mm diambil dari tabel dimensi pasak standart; (6) Poros input memiliki seplain dan dari hasil perhitungan penulis maka seplain memiliki diameter 37 mm, tinggi 2,85 mm, panjang 40 mm dan lebar 2,94 mm
Mesin Pencetak kapur tulis otomatis menggunakan sistem pneumatik
RINGKASAN Nugroho, Abdi. 2018. Mesin Pencetak kapur tulis otomatis menggunakan sistem pneumatik .TugasAkhir, Program Studi D3 TeknikMesin, Fakultas Teknik, UniversitasNegeri Malang.Pembimbing: Drs. Solichin, S.T., M.Kes. Kata Kunci: bahan kapur, pneumatik, cetakan, kapur tulis Bahan baku untuk membuat kapur tulis sangat melimpah dan mudah didapatkan, banyak penambang-penambang menggunakan kapur menjadi berbagai olahan seperti untuk bahan bangunan, bahan keramik, bahan kapur, dan bahan semen. Kebutuhan kapur tulis saat ini meningkat dari kapur tulis yang biasa digunakan di kelas sampai kapur tulis bewarna yang biasanya dipakai di cafe untuk menghias dinding. Dijaman modern saat ini diperlukan mesin pencetak kapur tulis dengan cara yang lebih menghemat tenaga/waktu. Tujuan dari pembuatan mesin disini adalah : (1) mengetahui cara kerja mesin pencetak kapur tulis dengan sistem pneumatik, (2) mengetahui rancang teknik mesin pencetak kapur tulis dengan sistem pneumatik, (3) mengetahui cara perawatan mesin pencetak kapur dengan sistem pneumatik. Terdapat lima tahapan pada proses pengerjaan mesin pencetak kapur meliputi: (1) gambar perancangan, (2) perhitungan komponen, (3) proses manufacture, (4) perakitan mesin, (5) uji coba mesin. Bagian utama dari mesin pencetak kapur adalah kompresor, cetakan kapur, pendorong kapur, rangka mesin, pneumatik, selang, dan katup. Proses pembuatan mesin pencetak kapur tulis dengan sistem pneumatik memerlukan beberapa perhitungan meliputi perhitungan di bagian pneumatik, kompresor, komposisi pembuatan kapur, serta kapasitas produksi mesin pencetak kapur tulis dengan sistem pneumatik. Proses pengoprasian mesin dengan menggunakan kompresor dengan power 1,5 HP sebagai sumber utama, di lanjutkan ke katup dengan melalui selang polyurethane ukuran 8, dari katup ke pneumatik dan pneumatik mendorong plat dan plat mendorong pengangkat kapur sehingga bahan yang di dalam cetakan kapur terdorong keluar. Mesin memiliki dimensi tinggi 500 mm lebar 170 mm dan panjang 566 mm. Uji kinerja mesin didapatkan hasil sebanyak 52 kapur per jam, hasil tersebut lebih cepat dari sebelumnya yang tanpa menggunakan bantuan mesin yaitu 52 kapur per 4 jam, Hasil pembuatan kapur tulis akan digunakan untuk menulis atau menandai benda yang akan dikerjakan. Untuk menjaga mesin agar tetap awet dan terjaga maka diperlukan perawatan secara berkala, contoh membersihkan cetakan kapur dengan menggunakan minyak atau air, memberi grease pada besi poros agar plat pendorong dapat lancar. Berdasarkan perhitungan biaya pembuatan maka harga jual mesin ini adalah Rp. 5.483.00