Tugas Akhir Jurusan Teknik Mesin - Fakultas Teknik UM
Not a member yet
307 research outputs found
Sort by
Rancang Bangun Mesin Dekortikator Pemisah Serat Pelepah Pisang dengan Kapasitas 45 kg/jam
ABSTRAK Pada saat ini kemajuan teknologi terus berkembang seiring dengan perubahan zaman. Proses pemanfaatan teknologi dari alam juga sangat dioptimalkan untuk keperluan kehidupan, dan hasil alam yang dapat dimanfaatkan misalnya tumbuhan. Tanaman pisang adalah salah satu tumbuhan yang mudah ditemukan di daerah tropis. Bagian dari tanaman pisang yang dapat diambil serta dimanfaatkan untuk pengembangan teknologi yaitu pelepah pisang. Serat batang pisang dapat dieksplorasi sebagai penguat yang sangat pontensial dimana mempunyai kadar solusa yang tinggi sehingga ia memiliki sifat mekanik yang unggul terutama kekuatan tarik dan modulus. Dalam hal ini, diperlukan suatu perancangan mesin, pembuatan mesin dan unjuk kinerja mesin yang dapat melakukan proses pemisahan serat yang dibutuhkan pada batang pisang, kemudian dibuat mesin dekortikator untuk membantu proses pemisahan serat. Selain itu juga diperlukan perawatan mesin dekortikator untuk menjaga performa mesin. Dalam rancangan mesin dekortikator ini, telah ditentukan proses perhitungan, perancangan desain komponen utama pada mesin dan kapasitas kerja mesin yaitu 45 kg/jam. Dengan spesifikasi mesin yaitu membutuhkan daya 0,75 HP, putaran motor 1400 rpm, panjang mesin 505 mm, tinggi mesin 810 mm, lebar mesin 490 mm. Pada proses pembuatan mesin dekortikator ini terdiri dari 14 komponen utama dengan beberapa proses pembuatan serta pemilihan komponen yang telah tersedia di pasaran sesuai dengan hasil perancangan. Beberapa proses pembuatan komponen utama mesin dekortikator yaitu pembuatan tutup mesin, plat penjepit, pembuatan silinder penyerat, pemilihan bantalan sesuai perancangan, puli mesin, pemilihan sabuk, saklar mesin, pembuatan corong keluar, tutup puli, pemilihan motor penggerak, puli motor, dudukan motor, baut penyetel ketinggian motor, dan rangka mesin. Unjuk kerja mesin dekortikator pemisah serat pelepah pisang ini dilakukan pada saat proses produksi. Dengan ukuran dari bahan pelepah pisang (P x L x T) 1000 mm x 100 mm x 10 mm dan berat pelepah pisang adalah 1,5 kg. Waktu yang dibutuhkan untuk melakukan proses pemisahan serat pelepah pisang pada unjuk kerja mesin dekortikator ini selama 2 menit. Perawatan pada mesin dekortikator dibagi menjadi 3 yang meliputi, pertama perawatan harian, kedua perawatan mingguan, ketiga perawatan bulanan. Hal ini harus dilakukan secara rutin untuk menjaga kinerja mesin dekortikator
Hubungan Persepsi Siswa tentang Kondisi Sarana Prasarana Bengkel Otomotif dan Lokus Kendali Siswa dengan Hasil Belajar Sistem Transmisi Siswa Kelas XI Teknik Kendaraan Ringan di SMK Negeri 1 Kota Kediri
ABSTRAK Belajar adalah suatu proses yang melibatkan manusia secara orang perorang sebagai suatu kesatuan organisme sehingga terjadi perubahan pada pengetahuan, ketrampilan, dan sikap dari orang yang belajar tersebut. Salah satu tempat dimana orang belajar adalah sekolah. Sekolah sebagai lembaga pendidikan formal bertujuan membentuk manusia yang berkepribadian, mengembangkan intelektual siswa dan juga dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa. Salah satu jenjang pendidikan tersebut adalah sekolah menengah kejuruan atau sering disebut dengan SMK. Untuk mencapai hasil yang baik ada beberapa faktor diantaranya yaitu persepsi siswa dan lokus kendali siswa. Penelitian ini bersifat korelasional karena penelitian ini akan menunjukan ada tidaknya hubungan variabel bebas yaitu Persepsi Siswa Tentang Kondisi Sarana dan Prasarana di Bengkel Otomotif (X1), Lokus Kendali (X2), terhadap Hasil Belajar (Y) Mata Pelajaran Sistem Transmisi, untuk itu digunakan analisis statistik inferensial yaitu regresi berganda. Penelitian ini dilaksanakan di SMK Negeri 1 Kediri. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan tabel uji simultan (uji f) terlihat sig = 0,000 < 0,05, maka H0 yang berbunyi tidak ada hubungan yang signifikan persepsi siswa tentang kondisi sarana prasarana dan lokus kendali siswa dengan hasil belajar ditolak. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan anatara persepsi siswa tentang kondisi sarana prasarana dan lokus kendali siswa dengan hasil belajar sistem transmisi siswa kelas XI Teknik Kendaraan Ringan di SMK Negeri 1 Kediri. Saran untuk penelitian selanjutnya melakukan penelitian yang lebih mendalam menggunakan variabel yang dianggap sangat berpengaruh terhadap peningkatan hasil belajar siswa, seperti kecerdasan intelektual, kecerdasan emosional, kecerdasan spiritual, gaya berpikir, penalaran formal, gaya belajar, tingkat intelegensi, dan sebagainya
Penggunaan Groundstrap dan Variasi Jenis Busi Terhadap Daya Sepeda Motor Honda Beat FI 2016
ABSTRAK Pamungkas,Ivan. 2018. Pengaruh Penggunaan Groundstrap dan Variasi Jenis Busi Terhadap Daya Sepeda Motor Honda Beat FI 2016. Skripsi Jurusan Teknik Mesin Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing : (I) Drs. Paryono, S.T., M.T. (II) Drs. H. Sumarli, M.Pd., M.T. Kata Kunci: Groundstrap, Busi, Ignition Booster, Kabel Busi dan Daya Modifikasi dilakukan untuk meningkatkan performa kendaraan. Modifikasi dilakukan dengan cara penggantian part atau dengan penambahan part. Pengguna lebih memilih melakukan penambahan part karena biaya untuk penggantian part relatif mahal. Salah satu inovasi tersebut adalah penggunaan ignition booster. Ignition booster adalah alat yang dipasangkan untuk meningkatkan kualitas pengapian. Groundstrap Merupakan salah satu jenis ignition booster, prinsip kerjanya memanfaatkan elektromagnet untuk mendorong fluks magnet sehingga arus yang dihasilkan lebih stabil. Penelitian eksperimen ini dilakukan pada kendaraan Honda Beat FI 110cc dengan perlakuan berbeda. Pertama melakukan pencatatan data pengukuran daya dengan jenis busi standar, platinum dan iridium sebagai standar pengukuran tanpa menggunakan groundstrap dan pengukuran kedua menggunakan groundstrap. Pengambilan data menggunakan alat dynotest. Data yang diambil mulai dari RPM 4000-9000 dengan kenaikan 500 RPM. Teknis analisis data menggunakan statistik parametrik dengan metode One Way Anova. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak ada perbedaan yang signifikan antara penggunaan groundstrap dan jenis busi standar, platinum dan iridium pada sepeda motor Honda beat FI 110 cc . Penggunaan Groundstrap meningkatkan daya maksimal busi standar sebesar 10,46 HP, busi platinum 10,66 HP dan iridium 10,58 HP akan tetapi hasil tersebut tidak signifikan, kemungkinan hal tersebut disebabkan karena tegangan yang mampu di terima busi sudah maksimal. Dengan demikian dapat disarankan perlu adanya pengembangan dan penelitian lebih lanjut mengenai pengaruh penggunaan pengaruh penggunaan groundstrap terhadap tegangan listrik dan medan magnet yang dihasilkan
Perancangan Sistem Kelistrikan Power Window Sebagai Media Pembelajaran di Jurusan Teknik Mesin Fakultas Teknik Universitas Negeri Malang
RINGKASAN Mu’ayyad,Najih.2018. Perancangan Sistem Kelistrikan Power Window Sebagai Media Pembelajaran di Jurusan Teknik Mesin Fakultas Teknik Universitas Negeri Malang. TugasAkhir. Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Dosen Pembimbing: Drs. Imam Muda Nauri, S.T., M.T. Kata Kunci: perancangan trainer, sistem power window, media pembelajaran. Sistem power window mobil merupakan suatu sistem yang umumnya dimiliki setiap kendaraan khususnya mobil baru. Fungsi dari sistem power window itu sendiri adalah untuk membuka dan menutup kaca pintu jendela dengan menggunakan saklar, dimana saklar power window ini terpasang pada sisi bagian dalam pintu mobil. Sistem ini dirancang untuk mempermudah dan memberikan kenyamanan lebih untuk penumpang maupun driver didalam mobil. Ketika saklar ditekan kebawah maupun keatas, motor akan berputar searah atau berlawanan arah jarum jam sesuai dengan kebutuhan. Apabila sistem power window tidak berfungsi secara normal maka akan membuat kenyamanan pada kendaraan akan berkurang. Dilihat dari berbagai sisi dan sudut pandang, power window sangat penting untuk dipelajari oleh para calon pekerja dibidang otomotif, termasuk juga calon pendidik. Namun, keberadaan alat peraga atau trainer power window masih sangat sedikit. Ini menyebabkan pelajar mengalami kesulitan untuk dapat memahami dan mengerti sistem kerja dari power window. Dari permasalahan tersebut maka perlu dibuat sebuah alat peraga atau trainer agar dapat digunakan sebagai simulasi perbaikan pada sistem power window. Tujuan dari Tugas Akhir ini adalah agar mahasiswa dapat menyusun perancangan sistem kelistrikan power window, mengetahui prinsip kerja, mendiagnosis kerusakan yang terjadi, dan mampu mengatasi trouble yang terjadi pada sistem power window, sehingga dapat memaksimalkan pengetahuan sistem power window itu sendiri
PERANCANGAN TRAINER SISTEM KELISTRIKAN BODI SEPEDA MOTOR SEBAGAI MEDIA PEMBELAJARAN
RINGKASAN Anggriyawan, Ferry. 2018. Perancangan Trainer Sistem Kelistrikan Bodi Sepeda Motor sebagai Media Pembelajaran. Tugas Akhir, Diploma 3 Mesin Otomotif Fakultas Teknik Universitas Negeri Malang. Pembimbing: Dr. H. Imam Muda Nauri, S.T., M.T. Kata Kunci: sistem kelistrikan,trainer, media pembelajaran Upaya meningkatkan taraf kehidupan masyarakat dan peserta didik yaitu dengan mengembangkan dan memperkaya khasanah ilmu pengetahuan dan teknologi. Untuk menumbuhkan dan memperluas kreatifitas tersebut tidak cukup dengan memaparkan teori saja, melainkan dengan cara mewujudkan atau merealisasikan ke dalam bentuk hasil karya yang berguna atau bermanfaat untuk masyarakat maupun peserta didik. Dari hasil pengamatan penulis terdapat beberapa permasalahan dari peserta didik yakni, peserta didik kurang begitu memahami mekanisme dan prinsip kerja sistem kelistrikan secara langsung. Hal tersebut dikarenakan terbatasnya media pembelajaran, sehingga peserta didik harus bergantian untuk dapat memahami mekanisme dan prinsip kerja sistem kelistrikan secara langsung pada benda nyata atau media pembelajaran.Adapun tujuan dari tugas akhir ini adalah untuk menumbuhkan dan memperluas kreatifitas serta sebagai bekal memasuki dunia industri maka dibutuhkan alat peraga dalam menunjang praktikum teknik otomotif di Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Penulis selaku mahasiswa FT UM mengusulkan untuk melakukan perancangan sistem kelistrikan bodi sepeda motor Supra 125. Metode yang digunakan untuk perancangan sistem kelistrikan bodi sepeda motor Supra 125 adalah mencari referensi terkait trainer dan referensi terkait sistem kelistrikan, lalu membuat rancangan awal agar didapat bentuk rancangan yang sesuai dengan tujuan perancangan, setelah membuat rancangan metode selanjutnya adalah merakit sistem kelistrikan ke trainer sesuai rancangan.Sistem kelistrikan adalah salah satu komponen pada sepeda motor yang berfungsi untuk lampu penerangan. Komponen ini pada dasarnya dipakai agar dapat menghasilkan cahaya dan penerangan kendaraan yang berguna pada malam hari. Adapun hasil yang didapat dari perancangan ini adalah perangkat keras (hardware) berupatrainer sistem kelistrikan bodi sepeda motor Supra 125sebagai media pembelajaran yang dapat menunjang praktikum peserta didik untuk lebih mengerti dan memahami apa saja komponen-komponen dan bagaimana prinsip kerja trainer khususnya dalam hal ini adalah sistem kelistrikan sebagai bahan belajar peserta didik
PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN INTERAKTIF (SISTEM PENCARIAN KATA) BERBASIS ANDROID PADA MATERI SISTEM MEKANISME KATUP SISWA TEKNIK KENDARAAN RINGAN KELAS X SMK PGRI 3 MALANG
ABSTRAK Widianto, Roby. 2018. Pengembangan Media Pembelajaran Interaktif (Sistem Pencarian Kata) Berbasis Android Pada Materi Sistem Mekanisme Katup Siswa Teknik Kendaraan Ringan Kelas X SMK PGRI 3 Malang. Skripsi, Jurusan Teknik Mesin, Program Studi S1 Pendidikan Teknik Otomotif, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Syarif Suhartadi, M.Pd. (II) Drs. H. Sumarli, M.Pd., M.T. Kata Kunci : pengembangan, media, android, sistem mekanisme katup Media pembelajaran merupakan salah satu komponen yang mempunyai peranan penting dalam proses pembelajaran. Media pembelajaran dapat membantu mempermudah pembelajaran secara efektif dan efisien. Media pembelajaran yang baik dapat menarik perhatian siswa dan membuat siswa termotivasi. Media pembelajaran berbasis android dapat dijadikan salah satu media yang tepat untuk proses belajar mandiri peserta didik dan juga untuk mempermudah guru dalam menyampaikan materi dikelas karena hal ini juga didukung oleh kurikulum terbaru yaitu kurikulum 2013 yang bertujuan untuk membuat peserta didik lebih aktif dalam proses pembelajaran. Model pengembangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah model ADDIE (Analysis-Design-Development-Implement-Evaluate). Model pengembangan ini digunakan karena alur mudah diikuti dan jelas dibandingkan dengan model – model pengembangan yang lain. Selain itu model ini mempunyai sifat yang fleksibel untuk diterapkan Berdasarkan validasi dari ahli materi, ahli media, uji coba kelompok kecil dan uji coba lapangan, dapat diketahui semua hasil mendapat kategori baik dan hasil dari uji coba lapangan siswa mendapat nilai diatas kriteria ketuntasan minimal. Hasil wawancara dengan guru secara keseluruhan menunjukkan tanggapan yang baik terhadap media pembelajaran berbasis android dalam proses pembelajaran di SMK PGRI 3 Malang
Perancangan Konversi Engine Gasoline Menjadi Engine Etanol dengan Melakukan Desain Ulang Konstruksi Piston, Connecting Rod, dan Crank Shaft
ABSTRAK Firmansyah, Khoirul. 2018. Perancangan Konversi Engine Gasoline Menjadi Engine Etanol dengan Melakukan Desain Ulang Konstruksi Piston, Connecting Rod, dan Crank Shaft. Tugas Akhir. Jurusan Teknik Vokasi Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing : Drs. H. Sumarli, M.Pd., M.T. Kata Kunci : Perancangan, Engine, Etanol, Piston, Connecting Rod, Crank Shaft Perancangan konversi engine gasoline menjadi engine etanol, bertujuan melakukan konversi engine yang menggunakan bahan bakar fosil yang saat ini jumlahnya sudah sangat terbatas menjadi bahan bakar terbarukan yang terbuat dari bahan baku alami yang bisa terus dibuat karena bahan yang dipakai terus beregenerasi. Pengaplikasian bahan bakar yang terbarukan ini dilakukan dengan menggunakan bahan bakar etanol. Konversi engine didasarkan pada beberapa aspek yaitu dengan melakukan dsain ulang konstruksi piston, connecting rod, dan crank shaft. Ketiga aspek tersebut dilakukan perancangan ulang dengan menyesuaikan karakteristik bahan bakar etanol yang berbeda dengan karakteristik bahan bakar gasoline. Proses perancangan engine dilakukan dengan tahapan menghitung, melakukan dsain ulang dan melakukan manufaktur pembuatan. Proses perhitungan dilakukan secara manual dengan beberapa literatur yang tersedia. Proses dsain ulang dilakukan dengan menggunakan software autodesk inventor. Proses manufaktur dilakukan dengan proses permesinan dengan acuan dsain yang telah dibuat. Hasil dari tugas akhir ini mengahasilkan sepeda motor dengan menggunakan bahan bakar etanol yang telah dilakukan perubahan dsain ulang konstruksi piston, connecting rod, dan crank shaft pada engine. Perancangan dsain konstruksi menggunakan standard Eropa dengan menggacu pada standard yang lebih kuat karena pada perancangan engine ini menggunakan kompresi yang tinggi sehingga suhu pada ruang bakar dan komponen yang terjadi lebih cepat naik, sehingga perlu diberlakukan standard dsain konstruksi yang kuat
Perancangan Coil pada Trainer Mesin Kendaraan sebagai Media Pembelajaran di Jurusan Pendidikan Vokasi Fakultas Teknik Universitas Negeri Malang
ABSTRAK Yudana, I Putu. 2018. Perancangan Coil pada Trainer Mesin Kendaraan sebagai Media Pembelajaran di Jurusan Pendidikan Vokasi Fakultas Teknik Universitas Negeri Malang. Tugas Akhir, Jurusan Pendidikan Vokasi, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: Drs. Imam Muda Nauri, S.T., M.T. Kata Kunci: ignition coil, trainer mesin kendaraan, media pembelajaran. Ignition coil merupakan salah satu komponen penting pada sistem kelistrikan kendaraan khususnya pada sistem pengapian. Komponen ini telah mengalami banyak perkembangan, sehingga telah banyak ditemukan pada setiap produsen kendaraan yang berbeda memiliki bentuk dan kinerja tersendiri pada ignition coil tersebut. Perkembangan yang dialami oleh ignition coil tidak lepas dari prinsip-prinsip dasar yang menjadi awal dari terciptanya komponen itu. Tujuan dari penulisan tugas akhir ini adalah untuk mengetahui bagaimana prinsip kerjaserta merancang ignition coil. Metode perancangan yang digunakan adalah pertama mencari referensi yang terkait dengan komponen coil. Kedua, membuat rancangan awal (draft design). Ketiga, memilih komponen sesuai dengan trainer mesin kendaraan. Keempat merakit komponen coil pada trainer mesin kendaraan. Kelima, pengujian komponen coil beserta mesin dan yang terakhir adalah mengaplikasikan komponen pada trainer mesin. Prinsip kerja dari ignition coil ini berawal dari hukum faraday yang ditemukan oleh Michael Faraday saat melakukan eksperiman dan menghasilkan beda potensial dari ujung-ujung penghantar dengan memberikan perubahan fluks magnetik. Dari hukum faraday ini dikembangkan menjadi prinsip gaya gerak listrik induksi (GGL induksi) yang mana beda potensial dihasilkan karena pengaruh induksi elektromagnetik dan dikembangkan sebuah alat bernama transformator. Ignition coil bekerja berdasarkan prinsip transformator step up yang mempunyai jumlah lilitan sekunder lebih banyak dibandingkan dengan lilitan primernya, sehingga induksi tegangan di kumparan sekunder lebih besar dari tegangan yang diberikan di kumparan primer.Dari perancangan ini diperoleh ukuran kumparan primer dengan diameter 1 mm sejumlah 106 lilitan dan ukuran kumparan sekunder dengan diameter 0,1 mm sejumlah 206.065lilitan, sehingga dapat menaikkan tegangan dari 12,8 V menjadi 25.000 V. Panjang kawat yang digunakan untuk kumparan primer adalah sepanjang 4.643 mm dan panjang kawat yang digunakan untuk kumparan sekunder adalah sepanjang 9.058.617mm. Resistansi yang dihasilkan pada kumparan primer adalah sebesar 1 Ω dan yang dihasilkan pada kumparan sekunder adalah sebesar 21,74 Ω
Perancangan Media Pembelajaran Trainer Mesin Toyota Avanza Tipe K3-VE pada Kerja Injektor untuk Sistem Bahan Bakar
RINGKASAN Ferdianto, Agung Tirta. 2018. Perancangan Media Pembelajaran Trainer Mesin Toyota Avanza Tipe K3-VE pada Kerja Injektor untuk Sistem Bahan Bakar. Tugas Akhir, Diploma 3 Mesin Otomotif Fakultas Teknik Universitas Negeri Malang. Pembimbing: Windra Irdianto S.Pd. M.Pd. Kata Kunci: sistem bahan bakar, injektor, volume injeksi Sistem bahan bakar berfungsi untuk membakar campuran bahan bakar dan udara kedalam ruang bakar untuk mendapatkan campuran yang sesuai dan menghasilkan tenaga. Dalam sistem bahan bakar EFI (Electronic Fuel Injection) campuran bahan bakar dan udara diatur oleh ECU (Electronic Control Unit) dan penyemprotan dalam ruang bakar di semprotkan oleh injektor. Sedangkan untuk tujuan perancangan ini yaitu agar dapat mengetahui hasil perhitungan penyemprotan bahan bakar yang dikeluarkan injektor. Dalam penyelesaian laporan tugas akhir ini digunakan metode observasi kepustakan, interview, dan dokumentasi untuk mengumpulkan data tugas akhir. Dari pengumpulan data metode yang dilakukan yang paling utama tentunya bagaimana mencari perhitungan volume penyemprotan injektor yang dihasilkan. Penyemprotan injektor tentunya berbeda-beda pada saat kondisi idle, akselerasi, rpm tinggi, dan deselerasi. Maka dari itu untuk mencari data dari hasil penyemprotan injektor dengan cara menggunakan alat scantool. Dari data yang diperoleh setelah menggunakan alat scantool maka dapat dihitung perhitungan volemenya dengan hasil: (1) Pada saat mesin dalam kondisi idle jumlah volume penyemprotan injektor sebesar 90 ml. (2) Pada saat akselerasi jumlah volume bahan bakar yang dikeluarkan adalah 393 ml. (3) Pada saat kondisi mesin dalam putaran tinggi jumlah volume bahan bakar yang dikeluarkan adalah 588,9 ml. (4) Pada saat deselerasi jumlah volumenya adalah 0 ml. Dari perhitungan volume injeksi terjadi perbedaan/jeda yang cukup signifikan antara kondisi idle dan putaran tinggi. Perbedaannya adalah lamanya injeksi 1 ke lamanya injeksi 2 lebih cepat saat putaran tinggi dari pada saat kondisi idle. Maka dapat disimpulkan pemakaian bahan bakar pada kondisi putaran tinggi lebih banyak dari pada kondisi idle dikarenakan injektor terus menerus menyemprotkan bahan bakar dari pada kondisi idle. Ketika kondisi akselerasi waktu penginjeksian lebih lama dan jarak antara penyemprotan lebih cepat. Hal ini dapat menyebabkan pemakaian bahan bakar sangat boros karena mesin perlu bahan bakar berlebih untuk mencapai kondisi putaran tinggi. Tetapi ketika deselerasi injeksi hampir/tidak menyemprotkan bahan bakar dikarenakan saat deselerasi mesin tidak menghasilkan tenaga. ABSTRACT Ferdianto, Agung Tirta. 2018. Designing the Toyota Avanza Engine Trainer Type K3-VE as a learning Media on the Fuel System Injector. Final Project, Diploma 3 Automotive Engineer, Faculty of Engineering, State University of Malang. Advisor: Windra Irdianto S.Pd. M.Pd. Keywords: fuel system, injector, injection volume The fuel system works to burn fuel and space to space for the right mixture and produce power. In the fuel system EFI (Electronic Fuel Injection) uses fuel and air by the ECU (Electronic Control Unit) and spraying in the combustion chamber is injected by the injector. while for this purpose can find out the results of spraying fuel released by the injector. In completing this final project, library observation methods, interviews, and documentation are used to collect final project data. From the data collection method, the most important method of course is how to find the volume of the injector injector produced. Spraying the injector is of course different when there are no conditions, acceleration, high rpm, and decelerations. Therefore to find data from spraying injectors using Scantool. From the data obtained using Scantool, it can be calculated with the results: (1) When the engine is idle the volume of spraying the injector is 90 ml. (2) When the acceleration of the volume of fuel released is 393 ml. (3) When the engine condition in high fuel volume is 588.9 ml. (4) At the time of deceleration the amount of volume is 0 ml. Different volume measurements / significant pauses between silent and high rotation conditions. The difference is the length of injection 1 with length Injection 2 is faster at high rotation than when idle. So it can be concluded that fuel consumption is in a higher condition than certain conditions because the injector continues to spray fuel from idle conditions. When accelerating injection time is longer and the distance between spraying is faster. This can cause the use of fuel to be very wasteful because the engine requires excessive fuel to achieve high conditions. But when spraying it slows down almost / does not spray fuel because when it slows down the engine does not produce power
Perancangan Media Pembelajaran Trainer Mesin Toyota Avanza Tipe K3-VE pada Kerja Injektor untuk Sistem Bahan Bakar
RINGKASAN Ferdianto, Agung Tirta. 2018. Perancangan Media Pembelajaran Trainer Mesin Toyota Avanza Tipe K3-VE pada Kerja Injektor untuk Sistem Bahan Bakar. Tugas Akhir, Diploma 3 Mesin Otomotif Fakultas Teknik Universitas Negeri Malang. Pembimbing: Windra Irdianto S.Pd. M.Pd. Kata Kunci: sistem bahan bakar, injektor, volume injeksi Sistem bahan bakar berfungsi untuk membakar campuran bahan bakar dan udara kedalam ruang bakar untuk mendapatkan campuran yang sesuai dan menghasilkan tenaga. Dalam sistem bahan bakar EFI (Electronic Fuel Injection) campuran bahan bakar dan udara diatur oleh ECU (Electronic Control Unit) dan penyemprotan dalam ruang bakar di semprotkan oleh injektor. Sedangkan untuk tujuan perancangan ini yaitu agar dapat mengetahui hasil perhitungan penyemprotan bahan bakar yang dikeluarkan injektor. Dalam penyelesaian laporan tugas akhir ini digunakan metode observasi kepustakan, interview, dan dokumentasi untuk mengumpulkan data tugas akhir. Dari pengumpulan data metode yang dilakukan yang paling utama tentunya bagaimana mencari perhitungan volume penyemprotan injektor yang dihasilkan. Penyemprotan injektor tentunya berbeda-beda pada saat kondisi idle, akselerasi, rpm tinggi, dan deselerasi. Maka dari itu untuk mencari data dari hasil penyemprotan injektor dengan cara menggunakan alat scantool. Dari data yang diperoleh setelah menggunakan alat scantool maka dapat dihitung perhitungan volemenya dengan hasil: (1) Pada saat mesin dalam kondisi idle jumlah volume penyemprotan injektor sebesar 90 ml. (2) Pada saat akselerasi jumlah volume bahan bakar yang dikeluarkan adalah 393 ml. (3) Pada saat kondisi mesin dalam putaran tinggi jumlah volume bahan bakar yang dikeluarkan adalah 588,9 ml. (4) Pada saat deselerasi jumlah volumenya adalah 0 ml. Dari perhitungan volume injeksi terjadi perbedaan/jeda yang cukup signifikan antara kondisi idle dan putaran tinggi. Perbedaannya adalah lamanya injeksi 1 ke lamanya injeksi 2 lebih cepat saat putaran tinggi dari pada saat kondisi idle. Maka dapat disimpulkan pemakaian bahan bakar pada kondisi putaran tinggi lebih banyak dari pada kondisi idle dikarenakan injektor terus menerus menyemprotkan bahan bakar dari pada kondisi idle. Ketika kondisi akselerasi waktu penginjeksian lebih lama dan jarak antara penyemprotan lebih cepat. Hal ini dapat menyebabkan pemakaian bahan bakar sangat boros karena mesin perlu bahan bakar berlebih untuk mencapai kondisi putaran tinggi. Tetapi ketika deselerasi injeksi hampir/tidak menyemprotkan bahan bakar dikarenakan saat deselerasi mesin tidak menghasilkan tenaga