Tugas Akhir Jurusan Teknik Mesin - Fakultas Teknik UM
Not a member yet
307 research outputs found
Sort by
ANALISA CONTROLLER VVT-i PADA SISTEM VARIABLE VALVE TIMING WITH INTELLIGENCE SEBAGAI MEDIA PEMBELAJARAN DI JURUSAN PENDIDIKAN VOKASI FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS NEGERI MALANG
RINGKASAN Pranada, Risqi Ilmi. 2018. Analisa Controller VVT-i pada Sistem Variable Valve Timing With Intelligence sebagai Media Pembelajaran di Jurusan Pendidikan Vokasi Fakultas Teknik Universitas Negeri Malang. Tugas Akhir, Diploma 3 Mesin Otomotif Fakultas Teknik Universitas Negeri Malang. Pembimbing: Fuad Indra Kusuma, S.Pd., M.Pd. Kata Kunci: sistem VVT-i, timing katup intake, efesiensi bahan bakar Variable Valve Timing Intelligence merupakan pengembangan yang dilakukan oleh pabrikan Toyota sebagai terobosan tentang mekanisme katup. Penulisan laporan tugas akhir ini bertujuan untuk mendeskripsikan pengertian dari controller pada teknologi VVT-i, mengetahui fungsi dari controller VVT-i, mengetahui cara kerja controller pada sistem VVT-i, serta mengetahui cara mengatasi kerusakan pada controller VVT-i. Dalam penyelesaian laporan tugas akhir ini digunakan metode observasi, kepustakaan, interview, dan dokumentasi untuk mengumpulkan data tugas akhir ini. Komponen-komponen sistem VVT-i tersebut adalah (a) Engine Control Unit (ECU), berfungsi menerima masukan dari sensor, (b) Air Flow Meter, berfungsi memeriksa aliran udara pada intake manifold, (c) Camshaft Position Sensor, berfungsi untuk mengetahui kedudukan camshaft, (d) Crankshaft Position Sensor, berfungsi memberitahu putaran mesin melalui pergerakan crankshaft, (e) Throttle Position Sensor, berfungsi mendeteksi terbukanya throttle valve pada throttle body, (f) Water Temperature Sensor, berfungsi mengetahui suhu air pendingin pada mesin, (g) Camshaft Oil Control Valve, berfungsi mengalirkan oli bertekanan ke VVT-i controller, (h) VVT-i Controller, berfungsi merubah timing terbukanya katup intake. VVT-i merupakan sistem timing buka tutup intake valve dikontrol oleh ECU yang selalu menyesuaikan dengan kebutuhan mesin. Hal tersebut menjadikan suplai bahan bakar dan udara yang mengalir ke ruang bakar menjadi lebih efisien, serta menghasilkan power yang masimal, bahan bakar menjadi irit, dan tingkat emisi gas buang yang baik. Seperti yang dibuktikan dalam analisa yaitu: Torsi mesin mengalami kenaikan rata-rata 860,025 Nm, Daya mesin mengalami kenaikan rata-rata 2,05 kW, dan Konsumsi bahan bakar mengalami penurunan rata-rata 7,801 gr/kW-jam. Analisa yang disusun dalam media pembelajaran ini digunakan dalam pembelajaran praktikum ototronik. Agar tujuan pembelajaran yang dilakukan dapat tercapai, maka perlu memerhatikan beberapa tahapan yaitu: mereview materi pembelajaran, menentukan tujuan dan penggunaan media yang sesuai dalam pembelajaran. Pranada, Risqi Ilmi. 2018. Analysis of VVT-i Controller on Variable Valve Timing System with Intelligence as Learning Media in Vocational Education in the Faculty of Engineering State University of Malang. Final Project, Diploma 3 Automotive Engineer, Faculty of Engineering, State University of Malang. Advisor: Fuad Indra Kusuma, S.Pd., M.Pd. Keywords : VVT-i system, intake valve timing, fuel efficiency Variable Valve Timing Intelligence is a development carried out by a Toyota manufacturer as a breakthrough about the valve mechanism. The writing of this final project report aims to describe the understanding of the controller on VVT-i technology, knowing the functions of the VVT-i controller, knowing how the controller works on the VVT-i system, and knowing how to deal with damage to the VVT-i controller. In completing this final assignment report, the methods of observation, literature, interviews, and documentation are used to collect this final project data. The components of the VVT-i system are (a) Engine Control Unit (ECU), which functions to receive input from the sensor, (b) Air Flow Meter, functions to check the air flow at the intake manifold, (c) Camshaft Position Sensor camshaft position, (d) Crankshaft Position Sensor, functions to inform engine speed through the movement of the crankshaft, (e) Throttle Position Sensor, functions to detect open throttle valve at throttle body, (f) Water Temperature Sensor, functions to know the cooling water temperature on the engine ( g) Camshaft Oil Control Valve, functions to drain pressurized oil to the VVT-i controller, (h) VVT-i Controller, functions to change the opening time of the intake valve. VVT-i is a timing system for the intake valve openings controlled by ECU which always adjusts to the needs of the engine. This makes the supply of fuel and air flowing into the combustion chamber more efficient, and produces maximum power, fuel becomes economical, and the level of exhaust emissions is good. As evidenced in the analysis, namely: Engine torque increased by an average of 860.025 Nm, Engine power increased by an average of 2.05 kW, and fuel consumption decreased by an average of 7.801 gr / kW-hour. The analysis compiled in this learning media is used in the learning of electronic practicum. In order for the learning objectives to be achieved, it is necessary to pay attention to several stages, namely: reviewing learning material, setting goals and using the appropriate media in learning
Rancang Bangun Teknologi Tepat Guna Mesin Produksi Bata Merah Menggunakan Sistem Pemotong Manual
RINGKASAN Putra, Adiasna Yonnanda. 2018. Rancang Bangun Teknologi Tepat Guna MesinProduksi Bata Merah Menggunakan Sistem Pemotong Manual. Tugas Akhir.Program Studi D3 Teknik Mesin. Fakultas Teknik Universitas Negeri Malang. Pembimbing: Drs. Suwarno, M.Pd. Kata kunci: tanah liat, batu bata, meja pemotong Batu bata merah merupakan salah satu jenis bahan dasar pembangunan rumah yang sangat umum digunakan, dari zaman dahulu hingga zaman modern batu bata merah masih menjadi salah satu bahan wajib dalam pembangunan rumah maupun gedung perkantoran. Bata merah masih digunakan daripada bata ringan atau batako karena selain sudah teruji kekuatannya, material pembentuknya tidak susah. Dengan dibuatnya mesin pencetak batu bata merah ini diharapkan mampu meningkatkan jumlah produksi batu bata merah dan meningkatkan perkenomian industri skala menengah. Tujuan dari rancang bangun ini adalah untuk membuat mesin produksi bata merah yang efisien dan mampu meningkatkan kapasitas produksi. Metode yang digunakan dalam perancangan mesin ini meliputi, pemilihan komponen-komponen untuk membuat mesin pencetak batu bata, melakukan perhitungan agar mendapat hasil maksimal, mendesain mesin pencetak batu bata, serta membuat komponen-komponen mesin berdasarkan hasil perhitungan dan desain mesin pencetak batu bata. Hasil perancangan mesin batu bata ini digerakkan menggunakan motor bensin dengan daya 5,5 hp dan kecepatan putar pengaduknya 400 rpm, dengan diameter pully motor 77 mm sedangkan diameter pully pada pengaduk berdiameter 101 mm. Mesin pencetak batu bata ini menggunakan sabuk V tipe A yang mempunyai panjang 673,659 mm dan lebar 12,5 mm. Sesuai dengan hasil perhitungan, poros menggunakan bahan S35C dengan diameter 25mm. Untuk pemilihan bantalan, diameter poros menyesuaikan bantalan yang ada dipasaran. Pemilihan bantalan menggunakan nomor 6005 dengan diameter 25 mm. Jenis meja pemotong menggunakan sistem sliding. Mesin pencetak batu bata merah ini memiliki kapasitas produksi 102 buah/jam. Hasil tersebut lebih efisien dibandingkan dengan pembuatan bata merah secara manual yang hanya menghasilkan 10 buah/jam
Pengaruh Penguasaan Kompetensi Pengelasan, Pengalaman Praktik Kerja Industri, dan Pembelajaran Kewirausahaan terhadap Kesiapan Berwirausaha Pengelasan Siswa SMK Paket Keahlian Pengelasan di Kabupaten Nganjuk
ABSTRAK Sekolah Menengah Kejuruan memiliki peranan penting dalam menyediakan dan mengembangkan tenaga terampil, mandiri dan produktif tingkat menengah, sesuai bidang keahlian tertentu. Kenyataannya survei BPS tahun 2017, jumlah pengangguran di Indonesia mencapai 7 juta orang, pengangguran lulusan SMK menempati peringkat ke-dua. Besarnya angka pengangguran disebabkan persaingan ketat dalam mengisi jumlah lowongan pekerjaan, yang tidak sebanding dengan peningkatan jumlah pencari kerja. Paradigma lulusan SMK mayoritas sebagai pencari kerja (job seeker), daripada pembuat lapangan pekerjaan (job creator). Keinginan masyarakat kebanyakan menjadi karyawan perusahaan, pegawai BUMN, PNS, dll. Salah satu solusi kondisi tersebut, harus terbentuk suatu pemikiran yang kreatif dari lulusan SMK, yaitu dengan berwirausaha sesuai bidang keahlian. Contohnya SMK Pengelasan dapat membuka usaha jasa pengelasan. Perkembangan bisnis bengkel las semakin pesat, seiring dengan meningkatnya permintaan jasa las besi dan logam. Banyak pekerjaan yang membutuhkan jasa las, seperti pembuatan rangka rumah, rangka atap, pagar, teralis, kuda-kuda, dll. Sehingga usaha ini bisa menjadi salah satu bisnis yang menjanjikan Rancangan penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif, teknik analisis regresi. Variabel penelitiannya adalah: penguasaaan kompetensi pengelasan (X1), pengalaman praktek kerja industri (X2), pembelajaran kewirausahaan (X3), sebagai variabel bebas, dan kesiapan berwirausaha pengelasan (Y) sebagai variabel terikat. Populasinya seluruh siswa SMK Pengelasan kelas XII TA 2017/2018 di Kabupaten Nganjuk. Subjek penelitian berjumlah 55 siswa, menggunakan teknik sampling jenuh. Instrumen yang digunakan adalah angket dan dokumentasi nilai. Analisis data terdiri dari deskriptif, uji prasyarat: (1) normalitas; (2) linieritas; (3) heterokedastisitas; (4) autokorelasi; (5) multikorelasi, dan regresi: (1) regresi linier; (2) regresi berganda. Hasil penelitian menunjukkan: (1) terdapat pengaruh yang signifikan antara penguasaan kompetensi pengelasan terhadap kesiapan berwirausaha pengelasan, sebesar 42,6%; (2) terdapat pengaruh yang signifikan antara pengalaman praktik kerja industri terhadap kesiapan berwirausaha pengelasan, sebesar 43,5%; (3) terdapat pengaruh yang signifikan antara pembelajaran kewirausahaan terhadap kesiapan berwirausaha pengelasan, sebesar 28,5%; dan (4) terdapat pengaruh yang signifikan antara penguasaan kompetensi pengelasan, pengalaman praktik kerja industri, dan pembelajaran kewirausahaan secara simultan terhadap kesiapan berwirausaha pengelasan, sebesar 60,2%
Sistem Manajemen Perawatan Bengkel/Laboratorium di Sekolah Menengah Kejuruan Negeri 1 Singosari Kabupaten Malang
Dalam upaya peningkatan kualitas Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), selain pihak pemerintah, pihak sekolah juga mengemban tanggung jawab yang besar yaitu mempersiapkan, mengembangkan potensi, keterampilan, dan kemampuan siswa dan siswinya sehingga lebih kompetitif dalam memainkan peran di tengah masyarakat khususnya dalam dunia kerja.Oleh karena itu, proses pembelajaran di SMK tidak cukup jika hanya dilakukan sebatas teori di dalam ruangan kelas saja, tetapi juga diperlukan pembelajaran praktikum yang membutuhkan bengkel/laboratorium yang memadai.Kegiatan praktikum dapat terlaksana dengan maksimal apabila SMK mampu melakukan dan menerapkan manajemen perawatan terhadap bengkel/laboratorium agar kebersihan dan kondisi mesin dan alat-alat di dalamnya selalu terjaga, siap pakai, dan memiliki umur yang panjang. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan lima hal yang terkait dengan pelaksanaan manajemen perawatan bengkel/laboratorium pemesinan yang meliputi perencanaan dalam perawatan, pengorganisasian dalam perawatan, penggerakan dalam perawatan, pengawasan dalam perawatan, serta faktor-faktor yang mempengaruhi dalam pelaksanaan manajemen perawatan bengkel/laboratorium pemesinan di SMK Negeri 1 Singosari Kabupaten Malang. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian deskriptif kualitatif. Data penelitian yang berkaitan dengan manajemen perawatan bengkel/laboratorium ini diperoleh menggunakan teknik wawancara, observasi dan dokumentasi dengan sumber data Wakil Kepala Sekolah bidang Sarana dan Prasarana, Kepala Kompetensi Keahlian Teknik Pemesinan, Kepala Bengkel Teknik Pemesinan, Juru Bengkel Teknik Pemesinan, dan Guru Produktif Teknik Pemesinan. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini berupa manusia, yaitu peneliti sendiri. Untuk menjaga keabsahan data, dilakukan berdasarkan ketekunan peneliti, pengamatan ulang dan triangulasi teknik dan sumber data. Kegiatan analisis data dimulai dari tahap penelaahan data, tahap identifikasi dan reduksi data, serta tahap evaluasi data. Berdasarkan hasil analisis data yang telah diperoleh, didapatkan lima temuan hasil penelitian sebagai berikut:(1) Perencanaan pada perawatan bengkel/laboratorium pemesinan di SMK Negeri 1 Singosari Kabupaten Malang dilaksanakan dengan menentukan dasar dan tujuan terlebih dahulu, yang kemudian diwujudkan dengan melaksanakan metode-metode seperti perawatan secara langsung dan preventif serta prosedur yang telah ditetapkan dengan mengikuti jadwal perawatan berdasar pada pemakaian mesin dan spesifikasi masing-masing mesin; (2) Pengorganisasian pada perawatan bengkel/laboratorium pemesinan di SMK Negeri 1 Singosari Kabupaten Malang dilaksanakan dengan membentuk struktur formal yang melihat pada kebutuhan dan jumlah bengkel, jumlah jam mengajar para personalia, serta anggaran dan tunjangan, dan bertujuan untuk memperjelas tanggung jawab dan memudahkan komunikasi selama perawatan dan perbaikan dilakukan; (3) Penggerakan pada perawatan bengkel/laboratorium pemesinan di SMK Negeri 1 Singosari dilakukan dengan tiga cara yaitu pertama dengan pemberian instruksi yang berupa instruksi secara langsung dan tidak langsung melalui pemberian surat tugas, kedua dengan pemberian motivasi dari Kepala Program dan Kepala Bengkel kepada guru-guru produktif dan juru bengkel maupun antar sesama guru, serta yang ketiga dengan pemberian koreksi pada perawatan atau perbaikan yang selesai dilakukan melalui metode uji coba mesin atau alat; (4) Pengawasan pada perawatan bengkel/laboratorium pemesinan di SMK Negeri 1 Singosari Kabupaten Malang adalah pengawasan terhadap pemakaian dengan melihat kartu rekam jejak pemakaian mesin dan alat, pengawasan terhadap prosedur perawatan dan perbaikan dengan melihat kartu perawatan dan spesifikasi mesin. Pengawasan dilakukan oleh guru produktif dan juru bengkel yang mendapat pengawasan pula dari Kepala Kompetensi Keahlian dan Kepala Bengkel. Tujuan dari pengawasan ini adalah untuk meminimalkan kesalahan selama pemakaian serta untuk mencegah terjadinya malfungsi dari mesin atau alat yang digunakan. Hasil yang terakhir adalah (5) Faktor-faktor yang mempengaruhi dalam pelaksanaan manajemen perawatan bengkel/laboratorium pemesinan di SMK Negeri 1 Singosari Kabupaten Malang meliputi faktor pendukung seperti sumber daya manusia yang memiliki kompetensi dalam perawatan dan perbaikan mesin, kedisiplinan semua pihak baik guru maupun murid akan pentingnya K3, dukungan dana dari sekolah untuk mencukupi kebutuhan bengkel, adanya jaringan yang luas serta komunikasi yang baik dengan pihak industri di luar sekolah untuk membantu perawatan dan perbaikan, dan juga faktor penghambat seperti keterbatasan jumlah tenaga dengan jumlah mesin yang harus dirawat dan diperbaiki, masih adanya ketidakpedulian dari guru dan siswa terhadap kebersihan bengkel, kurangnya komunikasi antar sesama guru produktif mengenai kondisi mesin dan alat yang ada di dalam bengkel, ketidakdisiplinan siswa dalam menggunakan mesin dan alat, pengadaan yang sedikit lambat, sulitnya menemukan komponen-komponen dari mesin yang rusak, adanya industri yang tidak dapat menyesuaikan jadwal yang diminta sekolah untuk proses pebaikan mesin, patokan biaya dari pihak industri yang terlalu tinggi, serta penyedia komponen yang tidak memiliki stok komponen yang dibutuhkan
Mesin Penghancur Limbah Cetakan Keramik
ABSTRAK Saat ini banyak industri pembuatan keramik yang memanfaatkan gipsunsebagai bahan utama untuk pembuatan cetakan, salah satunya adalahindustri keramikyang berada diDesa Dinoyo Kota Malang. Masalah lingkungan yang utama dalam industri keramik adalah limbah dari keramik yang berupa bongkah-bongkahan besar bekas dari cetakan,sehingga masyarakat sekitar banyak yang menganggap sudah tidak mempunyai nilai guna lagi untuk dimanfaatkan. Tujuan dari pembuatan mesin ini adalah (1) mengetahui cara kerja mesin penghancur limbah cetakan keramik, (2) mengetahui rancangan teknik mesin penghancur limbah cetakan keramik, (3) mengetahui cara perawatan mesin penghancur limbah cetakan keramik. Bagian utama dari mesin ini adalah rangka, hopper, motor diesel, tabung penghancur, sabuk dan pulley. Proses pembuatan mesin penghancur limbah cetakan keramik ini memerlukan beberapa perhitungan dibagian komponennya meliputi hammer, poros, pulley, sabuk, serta kapasitas produksi mesin penghancur limbah cetakan keramik. Proses pengoperasian mesin ini menggunakan tenaga motor diesel sebagai sumber tenaga, putaran puli dari motor diesel diteruskan ke puli transmisi dengan bantuan sabuk lalu menggerakkan poros palu pemukul yang berada di tabung penggilingan sehingga proses penghancuran limbah cetakan keramik terjadi.Mesin ini memiliki tinggi 600 mm, panjang 1350 mm, lebar 335 mm. Kapasitas dari mesin penghancur limbah cetakan keramik ini mampu mengahasilkan serbuk halus dengan kapasitas 567 kg/jam, dan hasil dari penggilingan yang berupa serbuk yang sudah halus dapat dimanfaatkan kembali sebagai pembuatan kapur tulis, tambahan pengeras bangunan dan campuran plester tembok. Untuk menjaga agar mesin dalam keadaan baik dan awet maka perlu dilakukan perawatan secara berkala. contohnya membersihkan saringan keluar penggiling, pemberian grease pada bantalan, pelumasan pada setiap komponen yang bergesekan, penggantian oli motor diesel setiap satu bulan sekali. Ditentukan harga jual mesin ini adalah Rp. 9.088.970
Mesin Penghancur Bata Merah
ABSTRAK Junior,Jev. 2018. Mesin Penghancur Bata Merah.Tugas AkhirProgram Studi D3 Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: Drs. Solichin, S.T., M.Kes. Kata Kunci :bata merah,motor diesel, palu pemukul Batu bata merah sering dianggap hanya berguna sebagai bahan bangunan saja. Padahal batu bata merah ini masih memiliki manfaat yang cukup membantu masyarakat jika diolah secara tepat. Namun kendala dari pemanfaatan batu bata merah ini yaitu masyarakat kesulitan dalam menghasilkan serbuk batu bata merah secara cepat. Tujuan dari pembuatan mesin ini adalah (1) mengetahui cara kerja mesin penghancur bata merah, (2) mengetahui rancangan teknik mesin penghancur bata merah, (3) mengetahui cara perawatan mesin penghancur bata merah. Bagian utama dari mesin ini adalah rangka, hopper, motor diesel, tabung penghancur, sabuk dan pulley. Proses pembuatan mesin penghancur bata merah ini memerlukan beberapa perhitungan dibagian komponennya meliputi hammer, poros, pulley, sabuk, serta kapasitas produksi mesin penghancur bata merah. Proses pengoperasian mesin ini menggunakan tenaga motor diesel sebagai sumber tenaga, putaran puli dari motor diesel diteruskan ke puli transmisi dengan bantuan sabuk lalu menggerakkan poros palu pemukul yang berada di tabung penggilingan sehingga proses penghancuran bata merah.Mesin ini memiliki tinggi 600 mm, panjang 1350 mm, lebar 335 mm. Kapasitas dari mesin penghancur bata merah ini mampu mengahasilkan serbuk halus dengan kapasitas 531 kg/jam, dan hasil dari penggilingan yang berupa serbuk yang sudah halus dapat dimanfaatkan kembali sebagai tambahan pengeras bangunan dan bahan baku pembuatan telur asin. Untuk menjaga agar mesin dalam keadaan baik dan awet maka perlu dilakukan perawatan secara berkala. contohnya membersihkan saringan keluar penggiling, pemberian grease pada bantalan, pelumasan pada setiap komponen yang bergesekan, penggantian oli motor diesel setiap satu bulan sekali. Ditentukan harga jual mesin ini adalah Rp. 9.088.970
PERANCANGAN RECTIFIER PADA SISTEM PENGISIAN SEBAGAI PEMBELAJARAN DI JURUSAN PENDIDIKAN VOKASI FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS NEGERI MALANG
ABSTRAK Putra, Gledy . 2018 Perancangan Rectifier pada Sistem Pengisian sebagai Media Pembelajaran di Jurusan Pendidikan Vokasi, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Tugas Akhir, Prodi D3 Mesin Otomotif, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: Drs. Imam Muda Nauri, S.T., M.T. Kata Kunci: sistem pengisian, media pembelajaran, rectifier. Elektronika daya merupakan bidang elektronik yang sangat luas dan cepat perkembangannya, seiring dengan perkembangan teknologi, banyak komponen baru elektronika yang telah ditemukan dan sangat bermanfaat. Sebagai contoh rectifier adalah alat sebagai penyearah arus dimana arus tegangan dari baterai AC diubah menjadi tegangan DC. Tujuan dari tugas akhir ini untuk merancang rectifier pada sistem pengisian sebagai media pembelajaran di Jurusan Pendidikan Vokasi.Metode di perlukan sebagai dasar untuk perancangan. Adapun beberapa metode yang dapat digunakan untuk perencanaan rectifier pada trainer engine stand Toyota Avanza sebagai media pembelajaran adalah mencari referensi yang terkait dengan sistem pengisian, membuat rancangan awal (draft design), memilih komponen - komponen sesuai dengan spesifikasi yang akan dibuat, merakit komponen - komponen pada sistem pengisian, pengujian rectifier pada sistem pengisian.Hasil dari perancangan rectifier yaitu; (1) bahan dasar yang digunakan germanium, silikon; (2) karakteristik rectifier jenis thyristor. Setelah thyristor telah berubah "ON" dan melewati arus kearah depan (anoda positif), sinyal gerbang kehilangan semua control karena tindakan lekat regenerative dari dua transistor internal. Pada mesin Toyota Avanza menggunakan rectifier tipe thyristor yang cara kerjanya sebagai penyearah arus dari alternator dari AC menjadi DC; (3) tipe thyristor baru bisa menembus atau mengalirkan arus tegangan ketika lebih dari 0,7 volt. Ketika proses pembelahan rectifier dianjurkan lebih teliti dan lebih berhati - hati. Karena rectifier itu sendiri memiliki bentuk fisik yang kecil dan rapuh. Oleh karena itu sangat mudah sekali patah atau rusak ketika terjadi kesalahan pada saat proses pembelahan rectifier
Analisa Controller VVT-i pada Sistem Variable Valve Timing With Intelligence sebagai Media Pembelajaran di Jurusan Pendidikan Vokasi Fakultas Teknik Universitas Negeri Malang
RINGKASAN Pranada, Risqi Ilmi. 2018. Analisa Controller VVT-i pada Sistem Variable Valve Timing With Intelligence sebagai Media Pembelajaran di Jurusan Pendidikan Vokasi Fakultas Teknik Universitas Negeri Malang. Tugas Akhir, Diploma 3 Mesin Otomotif Fakultas Teknik Universitas Negeri Malang. Pembimbing: Fuad Indra Kusuma, S.Pd., M.Pd. Kata Kunci: sistem VVT-i, timing katup intake, efesiensi bahan bakar Variable Valve Timing Intelligence merupakan pengembangan yang dilakukan oleh pabrikan Toyota sebagai terobosan tentang mekanisme katup. Penulisan laporan tugas akhir ini bertujuan untukmendeskripsikan pengertian dari controller pada teknologi VVT-i, mengetahui fungsi dari controller VVT-i, mengetahui cara kerja controller pada sistem VVT-i, serta mengetahui cara mengatasi kerusakan pada controller VVT-i. Dalam penyelesaian laporan tugas akhir ini digunakan metode observasi, kepustakaan, interview, dan dokumentasi untuk mengumpulkan data tugas akhir ini. Komponen-komponen sistem VVT-i tersebut adalah (a) Engine Control Unit (ECU), berfungsi menerima masukan dari sensor, (b) Air Flow Meter, berfungsi memeriksa aliran udara pada intake manifold, (c) Camshaft Position Sensor, berfungsi untuk mengetahui kedudukan camshaft, (d) Crankshaft Position Sensor, berfungsi memberitahu putaran mesin melalui pergerakan crankshaft, (e) Throttle Position Sensor, berfungsi mendeteksi terbukanya throttle valve pada throttle body, (f) Water Temperature Sensor, berfungsi mengetahui suhu air pendingin pada mesin, (g) Camshaft Oil Control Valve, berfungsi mengalirkan oli bertekanan ke VVT-i controller, (h) VVT-i Controller, berfungsi merubah timing terbukanya katup intake. VVT-i merupakan sistem timing buka tutup intake valve dikontrol oleh ECU yang selalu menyesuaikan dengan kebutuhan mesin. Hal tersebut menjadikan suplai bahan bakar dan udara yang mengalir ke ruang bakar menjadi lebih efisien, serta menghasilkan power yang masimal, bahan bakar menjadi irit, dan tingkat emisi gas buang yang baik. Seperti yang dibuktikan dalam analisa yaitu:Torsi mesin mengalami kenaikan rata-rata 860,025 Nm, Daya mesin mengalami kenaikan rata-rata 2,05 kW, dan Konsumsi bahan bakar mengalami penurunan rata-rata 7,801 gr/kW-jam.Analisa yang disusun dalam media pembelajaran ini digunakan dalam pembelajaran praktikum ototronik. Agar tujuan pembelajaran yang dilakukan dapat tercapai, maka perlu memerhatikan beberapa tahapan yaitu: mereview materi pembelajaran, menentukan tujuan dan penggunaan media yang sesuai dalam pembelajaran
Perbedaan Hasil Belajar, Kesiapan Kerja, dan Motivasi Belajar antara Kelas Honda dan Kelas Reguler Paket Keahlian Teknik Kendaraan Ringan di SMKN 10 Malang
ABSTRAK Rahmawati, Eny. 2017. Perbedaan Hasil Belajar, Kesiapan Kerja, dan Motivasi Belajar antara Kelas Honda dan Kelas Reguler Paket Keahlian Teknik Kendaraan Ringan di SMKN 10 Malang. Skripsi, Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. H. Sumarli, M.Pd., M.T (II) Drs. Partono, M.Pd. Kata Kunci: hasil belajar, kesiapan kerja, motivasi belajar, kelas honda, kelas reguler Perkembangan zaman menuntut pembinaan SDM yang berkualitas. Salah satu upaya Indonesia dalam pemenuhan SDM level menengah yang berkualitas dapat ditempuh melalui pembinaan pendidikan kejuruan. Pendidikan kejuruan merupakan pendidikan menengah yang mempersiapkan peserta didik terutama untuk bekerja dalam bidang tertentu sesuai permintaan industri. Kelas industri yang diselenggarakan oleh SMK sangat berperan penting di dalam mendidik siswa agar dapat mencetak siswa yang cerdas, terampil dan siap pakai sesuai dengan kebutuhan industri. Untuk itu penelitian ini digunakan untuk mengetahui perbedaan hasil belajar, kesiapan kerja, dan motivasi belajar antara kelas industri dengan kelas reguler. Penelitian ini menggunakan tipe penelitian deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Variabel bebas adalah kelas honda dan kelas reguler sedangkan variabel terikat adalah hasil belajar, kesiapan kerja, dan motivasi belajar. Subyek dalam penelitian adalah siswa kelas XII paket keahlian TKR di SMK Negeri 10 Malang. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan teknik secara random assignment sampling dan proportional sample. Instrumen penelitian menggunakan dokumentasi dan kuesioner. Teknik analisis data yang digunakan adalah teknik uji t (Independent Sample t-Test). Rata-rata nilai hasil belajar siswa kelas honda adalah 89.13 dan rata-rata nilai hasil belajar kelas reguler adalah 81.33. Rata-rata nilai kesiapan kerja kelas honda adalah 87.53 dan rata-rata nilai kesiapan kerja kelas reguler adalah 76.47. Rata-rata nilai motivasi belajar siswa kelas honda sebesar 84.87 sedangkan motivasi belajar siswa kelas reguler sebesar 76.80. Hasil uji t menunjukkan bahwa ketiga hipotesis diterima. Sehingga kesimpulan penelitian ini yaitu ada perbedaan yang signifikan pada hasil belajar, kesiapan kerja, dan motivasi belajar antara Kelas Honda dan Kelas Reguler paket keahlian teknik kendaraan ringan di SMKN 10 Malang. Berdasarkan hasil penelitian dan kesimpulan, maka saran yang ditulis peneliti yaitu: bagi kepala sekolah SMKN 10 Malang, sekolah dapat mengambil kebijakan-kebijakan seperti penambahan fasilitas media pembelajaran yang mendukung terlaksananya pembelajaran demi meningkatnya kualitas hasil belajar Kelas Reguler
Rancang Bangun Water Distillation untuk Pemurnian Air dengan Kapasitas 0,8 liter/jam
ABSTRAK Pada saat ini, pengembangan nanoteknologi terus dilakukan oleh parapeneliti dari dunia akademik maupun dari dunia industri. Semua peneliti seolahberlomba untuk mewujudkan karya baru dalam dunia nanoteknologi. Salah satubidang yang menarik minat banyak peneliti adalah pengembangan metode sintesisnanopartikel. Secara umum, sintesis nanopartikel akan masuk dalam duakelompok besar, yaitu:top-downdanbottom-up. Untuk melakukan prosessintesis, perlu menggunakan air suling atau aquades (distillation water), karenajika menggunakan air sumur, dikawatirkan mempengaruhi jalannya reaksi. Jadidiharuskan menggunakan aquades, hal ini untuk meminimalisir terjadinyagangguan reaksi. Untuk memurnikan air tersebut, bisa menggunakan alatwaterdestilation. Dalam hal ini, di Laboratorium Fakultas Teknik Mesin memerlukanalatwater distillationuntuk menunjang praktikum matakuliah nanoteknologi,dengan permasalahan tersebut perlu dibuat alat waterdistillation.Alat water distillation ini menggunakan alat penukar kalor tidak langsung,karena fluida panas tidak berhubungan langsung dengan fluida dingin. Jadi fluidapanas melewati perantaracondensore tubeyang di celup didalam air (fluidapendingin). Sedangkan untuk bahan water inlet, water chamber, evaporationchamber, dancondensore tube menggunakan bahanStainless steel304, karenaselain harganya murah dan ketahanan terhadap korosicukup. Baja tahan karat tipe304 ini selain mengandung Fe, juga mengandung: karbon (C) 0,04%, silikon (Si)0,45%, mangan (Mn) 1,96%, kromium (Cr) 18,42%, nikel (Ni) 9,74%, fosfor(P)0,0065% dan sulfur (S) 0,011%. Untuk pemanas (heat coil) menggunakan jenisU (tubular). Sedangkan untukthermocouple, alatwater distillationinimenggunakan tipe K, karena selain harganya murah tapi juga memiliki jangkauantemperatur yang cukup luas, yaitu dari-200°C sampai +1200°C. Untukvalvesebelumwater chamber, alatwater distillationini menggunakangate valve.Sedangkan untuk pipa, menggunakan pipa galvanis. Dengan ini dapat dilakukanrancang bangun dan proses pembuatan.Dalam rancang bangun alatwater distillationini, pertama dilakukanmembuat desain atau rancangan gambar yang akan dibuat. Selanjutnya yangkedua dilakukan proses perhitungan, dari proses perhitungan di dapatkan: hasilsebesar 0,8 liter/jam, kapasitaswater inletsebesar 3 liter, kapasitaswater chamber8 liter, kapasitasevaporation chambersebesar 65,3liter, kapasitas tangkipendingin sebesar 113,5 liter, kapasitas tangki destilat sebesar 3,2 liter, sedangkandaya pemanas sebesar minimal 580 watt tetapi perancang menggunakan daya 800watt, dan untuk panjangcondensore tube5,4 meter, tetapi perancangmenggunakan 12 meter. Untuk proses pembuatannya yang pertama pembuatankerangka, kedua pembuatanwater chamberyang dilanjutkan dengan pembuatanwater inlet, ketiga pembuatancondensore tube,keempat pembuatanevaporationchamber, dan kelima melakukan perakitan. Setelah alatwater distillationjadi,maka dilakukan pembuatan jadwal untuk perawatan alat, supaya alat dapatbertahan lebih lama.Perawatan harian pada alatwater destillationmeliputi, perawatan rangka,dindingwater chamber, evaporation chamber,dan pembersihan pompa. Padarangka dan kedua dinding tersebut harus dilakukan pembersihan setiap hari,pembersihan dilakukan menggunakan kain yang halus, agar kedua dindingtersebut tetap terlihat indah. Sedangkan untuk perawatan bulanan merupakanperawatan yang dilakukan satu bulan sekali, perawatan ini meliputi pengurasan airpada:water chamber, evaporation chamber, tangki pendingin dan tangki destilat.Sedangkan untuk perawatan yang dilakukan 6 bulan sekali, dilakukan pengecekanputaran pompa, inspeksiheat coildan inspeksi sambungan pengelasan. Total biaya yang dihabiskan untuk proses pembuatan alatwater distillationini adalah Rp. 5.567.500. Dengan rincian total biaya untuk pembelian bahan bakusebesar Rp. 3.931.500, biaya proses pembuatan (jasa) sebesar Rp. 1.256.000, danbiayaoverheadsebesar Rp. 380.000. Dengan total biaya tersebut, keuntungandiambil 10% dari harga pokok (total biaya), sehingga alatwater distillationinidijual dengan harga Rp. 6.124.250