Tugas Akhir Jurusan Teknik Mesin - Fakultas Teknik UM
Not a member yet
    307 research outputs found

    Rancang Bangun Mesin Pengaduk Logam Cair (Stir Casting) pada Crusibel Cor Logam

    No full text
    RINGKASAN Nugroho, Krisna Mukti. 2018. Rancang Bangun Mesin Pengaduk Logam Cair (StirCasting) pada Krusibel Cor Logam. Tugas Akhir. Program Studi D3 Teknik Mesin. Fakultas Teknik Universitas Negeri Malang. Pembimbing: Drs. Putut Murdanto. ST., MT.   Kata kunci: pengecoran logam, alumunium, stir sasting Di Indonesia khususnya dunia industri, alumunium memiliki banyak  manfaat diantaranya untuk menunjang kegiatan atau aktivitas sehari-hari. Limbah alumunium dapat didaur ulang dengan cara dilebur  menggunakan metode pengecoram logam. Pengecoran logam merupakan suatu proses peleburan suatu logam (non fero) untuk dicetak sesuai kebutuhan. Tingkat permintaan hasil pengecoran semakin hari semakin meningkat, sehingga produsen pengecoran logam dituntut untuk meningkatkan produktifitas, kuantitas, dan kualitasnya. Untuk meningkatkan hasil yang lebih baik dapat menggunakan metode stir casting. Stir Casting merupakan suatu proses pencampuran logam non fero (biasanya alumunium) dengan logam penguat lainnya agar tidak terjadi penggumpalan yang menyebabkan porosistas dan dapat tercampur secara merata atau homogen. Tujuan perencanaan mesin stir casting untuk memenuhi kebutuhan mesin  dilabolatorium Teknik Mesin Universitas Negeri Malang, sehingga dapat menunjang kegiatan belajar mahasiswa.Masalah dalam perancangan mesin pengaduk logam cair (stir casting) ini meliputi, pemilihan komponen-komponen untuk membuat mesin stir casting, pemilihan  material, melakukan perhitungan agar mendapat hasil yang maksimal, dan mendesain mesin stir casting. Metode yang digunakan dalam perencanaan ini antara lain mempersiapkan hal-hal untuk membuat perancangan mesin, mempelajari karya ilmiah yang berkaitan dengan topik, melakukan observasi pengumpulan data, evaluasi data berupa jurnal dan buku, dan melalukan bimbingan atau asistensi. Unjuk kinerja mesin stir casting adalah mampu menghasilkan sifat cor yang lebih baik dari pengecoran biasa. Hasil perencanaan mesin pengaduk logam cair (stir casting) ini digerakkan menggunakan motor listrik AC dengan daya 1/4hp dan kecepatan putar pengaduknya 700 rpm, dengan diameter pully motor 50mm sedangkan diameter pully pada pengaduk berdiameter 100mm. Mesin stir casting ini menggunakan sabuk V tipe A. Sesuai dengan hasil perhitungan, poros menggunakan bahan S40C dengan diameter 18mm. bantalan menggunakan nomor 6004 dengan diameter 20mm. Jenis pengaduk menggunakan jenis pengaduk dayung dengan jumlah sudu 2. Mesin stir casting ini berkapasitas lebih kurang dari ½ liter logam cair. Dari beberapa komponen tersebut memiliki perawatan danpemeliharaan. Perawatan yang dilakukan cukup sederhana, misalnya pembersihan, pelumasan, dan penggantian komponen yang sudah rusa

    Perancangan Torque Conventer pada Trainer Transmisi Otomatis sebagai Media Pembelajaran

    No full text
    RINGKASAN Prayogi, Setiyo.2018. Perancangan Torque Conventer pada Trainer Transmisi Otomatis sebagai Media Pembelajaran. Tugas Akhir. D3 Teknik Otomotif, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing : Drs. H. Sumarli, M.Pd., M.T.   Kata Kunci :perancangan, transmisi, torque converter, pompa, turbin. Kinerja mesin sangat berpengaruh dengan penyetelan-penyetelan yang dilakukan oleh manusia (mekanik). Ketika penyetelan masih dilakukan secara mekanik/konvensional, maka akan sangat rawan sekali terjadi salah perhitungan di dalam penyetelan. Kesalahan dalam perhitungan itulah yang akan membuat kinerja mesin akan terganggu. Dalam hal ini, merujuk pada salah satu metode pembelajaran pada mesin transmisi yang juga sering terjadi penyetelan di dalamnya yaitu torque conventer pada transmisi matic. Tujuan saya merancang trainer transmisi otomatis supaya dapat di gunakan sebagai media belajar bagi mahasiswa teknik otomotif dan semoga bermanfaat bagi mahasiswa teknik otomotif. Proses perancangan engine dilakukan dengan berbagai tahapan yaitu menghitung dan melakukan desain ulang. Proses perhitungan dilakukan secara manual dengan beberapa literatur yang tersediasebagai komponen utama pada perhitungan pompa dan turbin torque conventer. Proses desain ulang dilakukan dengan menggunakan software autocad berdasarkan hasil perhitungan dimensi-dimensi pompa dan turbin. Hasil dari tugas akhir ini menghasilkan perhitungan dimensi-dimensi pompa dan turbin serta jumlah sudu didapat dari data spesifikasi torque converter dengan putaran mesin 6000 rpm dengan daya maksimum 6000 Hp. Jadi pada perancangan saya,jumlah sudu di pompa dan turbin yang saya gunakan berjumlah 20,sedangkan jumlah sudu pada pompa dan turbin pada toyota vios berjumlah 15. Sehingga daya dan kecepatan pada perancangan saya lebih besar dari pada daya dan kecepatan pada transmisi toyota vios karena jumlah sudu pada perancangan yang saya gunakan lebih banyak.Hasil dari perancangan ini diharapkan dapat dijadikan sebagai bahan pembelajaran atau referensi dalam menganalisis cara kerja, khususnya pada torque conventer di transmisi matic

    PENGARUH PENERAPAN JOBSHEET TERHADAP PRESTASI BELAJAR MATA PELAJARAN PEMELIHARAAN MESIN SEPEDA MOTOR PESERTA DIDIK KELAS X TEKNIK SEPEDA MOTOR DI SMK NEGERI 10 MALANG

    No full text
    ABSTRAK   Romansyah, Farid Bagus. 2017. Pengaruh Penerapan Jobsheet terhadap Prestasi Belajar Mata Pelajaran Pemeliharaan Mesin Sepeda Motor Peserta Didik Kelas X Teknik Sepeda Motor di SMK Negeri 10 Malang. Skripsi, Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Partono, M.Pd., (II) Drs. Eddy Rudiyanto, M.Pd.   Kata kunci : jobsheet, prestasi belajar, sepeda motor, SMK   Penggunaan  media berpengaruh dalam  prestasi  belajar  peserta  didik. Dalam  penelitian ini diharapkan penggunaan media berupa jobsheet dapat meningkatkan prestasi belajar peserta didik di SMK Negeri 10 Malang. Penelitian ini bertujuan untuk 1) mengetahui prestasi belajar Praktik Pemeliharaan Mesin Sepeda Motor peserta didik yang menggunakan jobsheet dan yang tidak menggunakan jobsheet di SMK Negeri 10 Malang, 2) mengetahui perbedaan pengaruh antara penggunaan jobsheet dan tanpa penggunaan jobsheet Praktik Pemeliharaan Mesin Sepeda Motor terhadap prestasi belajar peserta didik di SMK Negeri 10 Malang. Penelitian ini menggunakan metode penelitian Pre-Experimental Design. Subjek penelitian meliputi seluruh siswa kelas X jurusan Teknik Sepeda Motor SMK Negeri 10 Malang yang berjumlah dua kelas, yaitu MA dan MB. Kelas MA berjumlah 36 siswa dan MB berjulah 36 siswa. Penelitian yang dilakukan ini menggunakan teknik pengumpulan data, yaitu tes. Dalam analisis data, langkah yang harus dilakukan adalah mengelompokkan data berdasarkan variabel dan jenis responden, mentabulasikan data tiap variabel yang diteliti, dan melakukan perhitungan untuk menjawab rumusan masalah. Dari tes kemampuan akhir (post-test) mata diklat Melakukan Pekerjaan Pemeliharaan Mesin Sepeda Motor, pengolahan data secara SPSS diketahui bahwa untuk siswa kelas kontrol skor rata-rata (mean) yang dicapai adalah 62,44, skor tengah (median) sebesar 59, modus sebesar 61,96, dan simpangan baku sebesar 5,79. Sedangkan untuk siswa kelas eksperimen skor rata-rata (mean) yang diraih adalah sebesar 71,72, skor tengah (median) sebesar 70, modus sebesar  70,43, dan simpangan baku sebesar 5,53. Melihat hasil perhitungan yang dilakukan, mean, median, dan modus siswa yang mendapat perlakuan menggunakan media pembelajaran berupa jobsheet lebih tinggi dibandingkan  dengan  siswa  yang  tidak  mendapatkan perlakuan menggunakan media berupa jobsheet. Hal ini menunjukkan bahwa terdapat perbedaan mean, median, dan modus prestasi belajar Praktik Pemeliharaan Mesin Sepeda Motor peserta didik yang menggunakan job sheet dan yang tidak menggunakan job sheet. Karena p ttabel, maka H0 ditolak. Sehingga terbukti bahwa penggunaan jobsheet mempengaruhi hasil belajar ranah psikomotor dan membuat perbedaan antara kelas yang menggunakan jobsheet (kelas eksperimen) dengan kelas yang tidak menggunakan jobsheet (kelas kontrol)

    Pengaruh Diameter Exhaut Pipe terhadapDayadanEmisi Gas Buangpada Motor 4 Tak HondaSupra X 125 CC

    No full text
    Perkembangan industri otomotif sangatlah pesat dengan disertai jumlah kendaraan bermotor yang meningkat. Disamping dengan perkembangan industri otomotif tentunya modifikasi kendaraan roda dua pun cukup banyak diminati. Salah satunya dengan mengganti ukuran diameter exhaust pipe dengan tujuan agar menghasilkan performa mesin yang optimal pada kendaraan bermotor. Penelitian ini bertujuan: (1) Untuk mengetahui pengaruh diameter ExhaustPipe knalpot terhadap daya pada motor 4 tak Honda Supra X 125 cc, (2) Untuk mengetahui pengaruh diameter Exhaust Pipe knalpot terhadap emisi gas buang pada motor 4 tak Honda Supra X 125 cc.Exhaust pipe merupakan komponen yang berfungsi untuk mengalirkan gas buang. Diameter dari exhaust pipe merupakan factor penting meningkatkan performa mesin. Kendaraan dijalan umumnya menggunakan ukuran diameter yang kecil sedangkan kendaraan balap menggunakan diameter exhaust pipe besar. Tentunya konstruksi dari exhaust juga akan mempengaruhi dari emisi gas buang CO dan HC. CO dan HC merupakan senyawa sisa hasil pembakaran yang berbahaya bagi tubuh manusia. Penelitian ini menggunakan jenis eksperimen. Dimana variabel bebasnya adalah variasi diameter exhaust pipe, yaitu: diameter 20 mm (standart), diameter 23 mm dan diameter 25 mm. Sedangkan variabel terikatnya adalah daya mesin dan kadar emisi gas buang CO dan HC. Data yang diambil mulai dari 3500 rpm hingga 8000 rpm dengan kenaikkan 500 rpm, kemudian statisik parametric dengan menggunakan metode one way anova digunakan untuk menganalisis data yang dibantu oleh SPSS 18 untuk windows. Berdasarkan data pengujian daya daya terbesar terdapat pada diameter exhaust pipe ukuran 25 mm dengan daya maksimum 12,663 Hp dan daya minimum 4,159 Hp. Peningkatan kadar emisi gas CO terbesar terjadi pada diemeter exhaust pipe 25 mm dengan peningkatan sebesar 0.475%.Di sisi lain, kadar emisi gas HC terbesar terjadi pada diameter exhaust pipe 25 dengan peningkatan sebesar 78 ppm. Berdasarkan penelitian ini dapat disimpulkan bahwa tidak ada perbedaan daya yang signifikan dengan penggunaan variasi diameter exhaust pipe 20 mm dengan 23 mm 25 mm. Sedangkan pada pengujian emisi CO dan HC terdapat perbedaan yang signifikan antara diameter 20 mm dengan 23 mm dan 25 mm

    Perancangan Alat Pendorong Piston Rem untuk Mempermudah OH Rem dengan Mendaur Ulang Pad Rem Fortuner Sebagai Alat Servis Khusus Di Bengkel Otomotif

    No full text
    Teknologi otomotif merupakan salah satu bidang yang perkembangan teknologinya selalu mengikuti tuntutan perkembangan zaman. Perkembangan teknologi otomotif didasarkan pada tiga hal pokok yaitu; kenyamanan, keamanan, dan ramah lingkungan. Sistem rem merupakan bagian dari sistem yang ada pada mobil untuk mencapai kenyamanan dan keamanan dalam berkendara Overhaul (OH) merupakan suatu kata dalam bahasa inggris yang mempunyai arti pemeriksaan yang sangat teliti, jadi dapat kita kembangkan lagi tentang kegiatan pembongkaran komponen komponen kendaraan, kemudian diperiksa dengan sangat teliti agar didapat data-data yang valid, sehingga langkah perbaikan selanjutnya dapat tepat atau sesuai. Jadi OH rem adalah suatu kegiatan pembongkaran rem pada kendaraan, dan kemudian komponen rem tersebut diperiksa dengan sangat teliti supaya didapat data-data yang valid sehingga langkah perbaikan selanjutnya dapat tepat serta masalah pada rem tersebut teratasi. SST adalah kependekan dari Special Service Tools yang mempunjyai bahasa Indonesia alat servis khusus. Peralatan servis khusus tersebut hanya digunakan untuk satu jenis pekerjaan tertentu yang tidak dapat dikerjakan dengan menggunakan peralatan standard bengkel, fungsi dari peralatan ini sudah jelas yakni mempermudah dan mempersingkat waktu dalam melakukan pekerjaan Overhaul rem. Tugas Akhir Alat Pendorong Piston Rem yang memiliki Panjang poros baut 180mm, lebar alat (pad rem) 143.mm, diameter baut 12mm, daya tekan 16,9 kN. Dalam perancangan alat pendorong piston rem mempunyai fungsi paling utama  yaitu sebagai pendorong piston rem fortuner, kekuatan utama dalam sistem kerja sst tersebut ada di pad rem. Baut digunakan untuk proses penyambungan antara mur dan pad rem bekas fortuner, dimana proses penyambungan ini dapat dilakukan dengan sistem pengelasan pada bagian mur dengan poros baut yang akan disambung sesuai dengan diameter baut dan mur. Baut sebagai penggerak yang dimaksud untuk merubah gerak berputar menjadi gerak lurus. Prosedur OH rem meliputi penggantian pad rem, pelepasan piston rem, pembongkaran silinder rem, pemeriksaan komponen rem piringan, perakitan silinder rem, pemasangan silinder. Peluang pemanfaatan alat pendorong piston rem ini direncanakan memiliki kemampuan tekan 16,9 kN. Adanya alat servis khusus rem ini dapat meningkatkan dan memudahkan proses over houl rem. Dari hasil seluruh proses perancangan Alat Pendorong Piston Rem dapat disimpulakan  penulis dapat membuat sket rancangan yang merupakan proses awal dalam perancangan manfaktur, penulis dapat mengetahui kekuatan bahan dan ukuran komponen yang dibutuhkan dalam proses manufacturing, penulis dapat mengetahui cara pengerjaan komponen-komponen alat pendorong piston rem yang digunakan sebagai alah servis khusus di bengkel otomotif, dan total pembuatan alat pendorong piston rem ini sebesar Rp. 250.000, harga tersebut jauh lebih murah dibandingkan dengan harga pabrikan/pasaran. Bagi pengguna alat pendorong piston rem ini dianjurkan untuk melakukan perawatan rutin agar umur dari alat ini lebih lama dan kua

    Alat Uji Defleksi Dengan Beban Maksimal Satu Kilogram.

    No full text
    ABSTRAK   Nugroho, Ricky. 2018. Alat Uji Defleksi Dengan Beban Maksimal Satu Kilogram. Tugas Akhir. Program Studi D3 Teknik Mesin. Jurusan Pendidikan Vokasi Universitas Negeri Malang. Pembimbing: Avita Ayu Permanasari, S.T., M.T.   Kata Kunci: lendutan, defleksi vertikal, defleksi horisontal Didalam dunia pendidikan maupun industri, pembuatan alat untuk pengujian-pengujian yang dilakukan terhadap bahan dasar suatu alat/bahan sangat banyak dan bervariasi. Pada saat memproduksi alat, banyak industri menengah ke bawah yang membuat alat/benda tanpa melakukan pengujian terhadap bahan dasar yang dipakai. Hal ini sangat penting terutama dari segi kekuatan (strength) dan kekakuan (stiffness), dimana pada batang horizontal yang diberi beban secara lateral akan mengalami defleksi. Defleksi yang terjadi pada elemen-elemen yang mengalami pembebanan harus pada suatu batas yang diijinkan, karena jika melewati batas yang diijinkan, maka akan terjadi kerusakan. Defleksi adalah perubahan bentuk pada balok atau batang yang ditinjau dari 1 dimensi akibat adanya pembebanan yang diberikan pada balok atau batang. Sumbu sebuah batang akan terdeteksi dari kedudukannya semula bila benda dibawah pengaruh gaya terpakai. Dengan kata lain suatu batang akan mengalami pembebanan transversal baik itu beban terpusat maupun terbagi merata akan mengalami defleksi. Defleksi ada 2 yaitu: Defleksi Vertikal (Δy) dan Defleksi Horisontal (Δx). Alat uji defleksi terdiri dari beberapa bagian yaitu: (1) meja/alas yang berfungsi sebagai matras atau dudukan dari ragum dan poros, (2) penjepit/ragum yang berfungsi sebagai penjepit benda uji, (3) dial indicator berfungsi sebagai alat ukur dari benda yang diuji, (4) poros yang berfungsi sebagai tempat support dan dial indicator, dan (5) support  sebagai tempat dial indicator. Dari beberapa bagian itu memiliki perawatan dan pemeliharaan yang  berbeda. Perawatan yang dilakukan cukup sederhana, misalnya pembersihan dan pelumasan. Pembersihan dilakukan pada semua part dari alat uji defleksi, pelumasan dilakukan pada ragum dan poros

    Perancangan Catalytic Converter Pada Emisi Gas Buang Toyota Avanza.

    No full text
    ABSTRAK   Gilang Fitranda.2018. Perancangan Catalytic Converter Pada Emisi Gas Buang Toyota Avanza. Program studi D3 Mesin Otomotif, Fakultas Teknik., Universitas Negeri Malang. Dosen Pembimbing: Drs.H.Sumarli.M.Pd.M.T   Kata Kunci: catalytic converter, emisi gas buang Perkembangan di dunia industri otomotif semakin hari semakin bertambah pesat. Hal ini dapat kita lihat dari banyaknya produk-produk otomotif, baik sepeda motor maupun mobil yang ada dipasaran. Kendaraan bermotor merupakan alat transportasi yang tidak lepas dari kehidupan manusia. Hampir setiap hari manusia menggunakan kendaraan bermotor pada saat melakukan aktivitas. Dengan adanya kendaraan bermotor aktivitas manusia akan lebih lancar dan cepat. Kendaraan bermotor yang membantu aktivitas manusia di dunia ini sebagian besar menggunakan motor bakar sebagai penggerak kendaraan Perancangan ini bertujuan untuk memahami bagaimana pentingnya catalytic converter pada emisi gas buang yang sangat berbahaya bagi mahluk hidup yang menghisapnya. Banyaknya orang - orang yang sering menyepelekan bagaimana pentingnya catalytic converter untuk mereduksi emisi gas buang yang membahayakan bagi tubuh manusia,  jika manusia menghirup emisi gas buang bisa mengakibatkan gangguan umumnya gangguan pernafasan. Perancangan ini di kususkan untuk sesama pengguna kendaraan bermotor untuk tetap merawat catalytic converter yang begitu pentingnya. Pada umumnya mobil banyak yang menggunakan Catalytic Converter , dan hanya sebagian kecil saja mobil yang tidak menggunakan Catlytic Converter. Meskipun mobil menggunakan Catalytic Converter juga perlu perhatian lebih terhadap perawatannya. Polusi udara yang dihasilkan mobil tampa menggunakan catalytic converter emisi gas buang yang mengandung zat zat berbahaya seperti karbon monoksida (CO), hidro karbon (HC), nitrogen oksida (NOx) tidak tersaring jadi akan menimbulkan polusi udara yang berbahaya. Dari permasalahan tersebut maka perlu dibuat sebuah trainer agar dapat digunakan sebagai media pembelajaran. Catalytic Converter adalah sebuah alat pengontrol emisi gas buang kendaraan berpenggerak motor pembakaran dalam yang mengkonversi zat – zat kimia beracun yang keluar dari exhaust system menjadi zat – zat yang lebih rendah kadar racunnya. Di dalam Catalytic Converter terdapat katalis yang menstimulasi reaksi kimiawi yang berfungsi menurunkan kadar racun gas buang. Pada kebanyakan mobil yang berbahan bakar bensin (gasoline) terdapat 3 polutan utama yang akan dinetralisir yaitu karbon monoksida (CO), senyawa hidrokarbon yang tak terbakar (HC) dan nitrogen oksida (NOx) yang akan diubah menjadi karbon dioksida (CO2),  gas nitrogen (N2) dan air (H2O). Jika mobil tidak menggunakan catalytic converter emisi gas buang yang mengandung zat zat berbahaya seperti karbon monoksida (CO), hidro karbon (HC), nitrogen oksida (NOx) tidak tersaring jadi akan menimbulkan polusi udara yang berbahaya

    Hubungan Persepsi Siswa tentang Kondisi Sarana Prasarana Bengkel Otomotif dan Lokus Kendali Siswa dengan Hasil Belajar Sistem Transmisi Siswa Kelas XI Teknik Kendaraan Ringan di SMK Negeri 1 Kota Kediri

    No full text
    ABSTRAK   Belajar adalah suatu proses yang melibatkan manusia secara orang perorang sebagai suatu kesatuan organisme sehingga terjadi perubahan pada pengetahuan, ketrampilan, dan sikap dari orang yang belajar tersebut. Salah satu tempat dimana orang belajar adalah sekolah. Sekolah sebagai lembaga pendidikan formal bertujuan membentuk manusia yang berkepribadian, mengembangkan intelektual siswa dan juga dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa. Salah satu jenjang pendidikan tersebut adalah sekolah menengah kejuruan atau sering disebut dengan SMK. Untuk mencapai hasil yang baik ada beberapa faktor diantaranya yaitu persepsi siswa dan lokus kendali siswa. Penelitian ini bersifat korelasional karena penelitian ini akan menunjukan ada tidaknya hubungan variabel bebas yaitu Persepsi Siswa Tentang Kondisi Sarana dan Prasarana di Bengkel Otomotif (X1), Lokus Kendali (X2), terhadap Hasil Belajar (Y) Mata Pelajaran Sistem Transmisi, untuk itu digunakan analisis statistik inferensial yaitu regresi berganda. Penelitian ini dilaksanakan di SMK Negeri 1 Kediri. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan tabel uji simultan (uji f) terlihat sig = 0,000 < 0,05, maka H0 yang berbunyi tidak ada hubungan yang signifikan persepsi siswa tentang kondisi sarana prasarana dan lokus kendali siswa dengan hasil belajar ditolak. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan anatara persepsi siswa tentang kondisi sarana prasarana dan lokus kendali siswa dengan hasil belajar sistem transmisi siswa kelas XI Teknik Kendaraan Ringan di SMK Negeri 1 Kediri. Saran untuk penelitian selanjutnya melakukan penelitian yang lebih mendalam menggunakan variabel yang dianggap sangat berpengaruh terhadap peningkatan hasil belajar siswa, seperti kecerdasan intelektual, kecerdasan emosional, kecerdasan spiritual, gaya berpikir, penalaran formal, gaya belajar, tingkat intelegensi, dan sebagainya

    Rancang Bangun Alat Water Distilation Sistem Uap Kapasitas 8l

    No full text
    ABSTRAK   Perkembangan dunia ilmu pengetahuan dan teknologi pada abad 21 semakin pesat, salah satunya adalah bidang nanoteknologi. Bidang tersebut mengendalikan struktur materi pada skala nanometer untuk menghasilkan divais dan material baru. Alat water distilation ini bertujuan untuk memisahkan komponen-komponen yang terdapat dalam suatu larutan atau campuran dan air,  yang kemudian digunakan dalam pembuatan air suling yang berorientasi untuk menunjang bidang nanoteknologi. Dalam perancangan alat water distilation ini menggunakan metode percobaan. Hal ini bertujuan untuk menentukan sistem pendingin pada water distilation. Selanjutnya saya tambahkan dengan metode studi pustaka yang berpedoman pada buku-buku yang berkaitan dengan sistem destilasi dan juga menggunakan jurnal sebagai refrensi. Perancangan alat water distilation ini berkapasitas 0.8 liter/jam menggunakan heat coil (pemanas) sebagai dasar utama proses distilasi ini, menggunakan daya 800 watt dan pompa sebagai pendorong sirkulasi air pendingin berdaya 125 watt. Perhitungan masa air m = V. ρ = 0,008 . 1000 = 8 Kg W= Q/s = 20600000 J /36000 s = 572 Watt (580 watt). Jadi dengan massa air 8 liter dengan waktu selama 10 jam, dibutuhkan daya listrik minimal 580 Watt. Untuk panjang condensing coil A= luasan tube (m2), D= diameter luar tube (m2) l = panjang tube (m2) A= 1,921 m2, D= 0,095 m, L= A/ = 0,1622/3,14.0.0095 = 5,4 m (namun saya menggunakan 12 meter pada alat saya). Kemudian daya pompa yang dibutuhkan untuk bisa mensirkulasi dengan stabil perhitunganya sebagai berikut, Diketahui ρ= 1 g/cm3= 1000 kg/m3, Q = 0,000976 m3/s, g = 9,8 m/s, h= 2,5 m setelah itu diperoleh P= ρ . Q . g . h = 1000 . 0,000976 . 9,8 . 2,5 = 23,912 watt (saya menggunakan daya pompa yang tersedia yaitu 125 watt). Kapasitas evaporation chamber sebesar 65,3 liter, kapasitas tangki pendingin sebesar 113,5 liter kapasitas tangki destilat sebesar 3,2 liter. Kemungkinan penyempurnaan dan pengembangan mesin distilation water ini ada beberapa saran untuk pengembangan alat water distilation ini adalah mesin destilasi ini bisa dikembangkan lagi untuk penyulingan minyak atsiri, minyak atsiri juga menggunakan proses penyulingan sama halnya seperti fungsi mesin ini, berikan isolator pada tabung water chamber, berikan limit switch pada water inlet, memperbesar kapasitas water chamber, pada bagian water chamber dibuat buka tutup sehingga mempermudah utuk proses pembersihan, dan memperkecil ukuran misal dibuat untuk mempercepat proses destilasi dan mempersingkat waktu

    STUDI TENTANG KESULITAN BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN GAMBAR TEKNIK MESIN SISWA JURUSAN TEKNIK PEMESINAN SMK NEGERI 1 SINGOSARI

    No full text
    RINGKASAN Fachrurrozi, A. F. 2018. Studi Tentang Kesulitan Belajar Siswa Pada MataPelajaranGambar Teknik MesinSiswa Jurusan Teknik Pemesinan SMK Negeri 1 Singosari. Skripsi. S1 Pendidikan Teknik Mesin. Fakultas Teknik. Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Basuki, M.Pd., (II) Drs. Suharmanto, M.Pd.   Kata Kunci: Kesulitan Belajar, Gambar Teknik Mesin, Kognitif, Psikomotorik, Afektif, Lingkungan Keluarga, Lingkungan Masyarakat, Lingkungan Sekolah. Sesuai dengan UU No.23 Tahun 2003, pendidikan adalah proses yang dilakukan agar peserta didik secara aktif mengembangkan kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, serta keterampilan bagi dirinya, masyarakat, bangsa, dan negara. Hasilobservasi proses belajar siswa Jurusan Teknik Pemesinan SMK Negeri 1 Singosari menunjukkan, masih banyak siswa yang mengalami kesulitan belajar mata pelajaran Gambar Teknik Mesin(GTM).Permasalahan kesulitan belajar tersebut sangatlah penting untuk diketahui faktor penyebabnya, baik internal maupun eksternal, kemudian merumuskan solusi agar tujuan belajar dapat tercapai secara keseluruhan. Jenis penelitian yang dilakukan adalah penelitian kualitatif dengan menggunakan metode studi kasus yang meliputiobservasi, wawancara, dan dokumentasi. Sedangkan teknik analisis data dilakukan secaraberurutan dimulai dari reduksi data, display data, diakhiri dengan verifikasi data dan pengambilan keputusan. Sedangkann untuk pengecekan keabsahan data,digunakan teknik perpanjangan waktu dan teknik triangulasi. Penelitian ini dilakukan pada mata pelajaran GTM Jurusan Teknik PemesinanSMK Negeri 1 Singosari. Berdasarkan temuan dan analisis hasil penelitian, diperoleh beberapa kesimpulan sebagai berikut. (1) Kesulitan belajar berdasarkan faktor internal disebabkan oleh; (a) Inensitas belajar siswa kurang; (b) Siswa sulit memahami materi pelajaan; (c) Siswa kurang disiplin dalam membawa kelengkapan gambar; (d) Siswa memiliki motivasi belajar yang kurang; (e) Timbul kegelisahan siswa ketika tugasgambar belum selesai tapi jam pelajaran sudah usai.(2) Sedangkan faktor eksternal kesulitan belajar disebabkan oleh; (a) Beberapa siswa tidak dapat memanajemen waktu belajarnyadi rumah dengan baik; (b) Lingkungan kelas tidak kondusif akibat banyak siswa hilir mudik meminjam peralatan gambar; (c) Terkendalanya sarana dan prasarana penunjang pembelajaran GTM di kelas

    0

    full texts

    307

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Tugas Akhir Jurusan Teknik Mesin - Fakultas Teknik UM
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇