Tugas Akhir Jurusan Teknik Mesin - Fakultas Teknik UM
Not a member yet
307 research outputs found
Sort by
Alat Penghemat Bahan Bakar dan Meningkatkan Performa Motor Bensin 4 Langkah Menggunakan Hidrogen Boster
ABSTRAK Singgih & Kadek. 2011. Alat Penghemat Bahan Bakar dan Meningkatkan Performa Motor Bensin 4 Langkah Menggunakan Hidrogen Boster. Tugas Akhir, Uurusan Teknik Mesin Otomotif, Fakultas Teknik Universitas Negri Malang. Pembimbing: (1) Drs. Imam Muda Nauri, S.T., M.T.,(II) Drs. Siswanto, M.A. Kata Kunci: performa motor, hidrogen boster Abstrak: Banyak alat penghemat bahan bakar yang ditawarkan di pasaran saat ini, namun harganya relatif mahal. Untuk menyiasati kondisi seperti ini, maka dibuatlah alternatif alat penghemat bahan bakar yang lebih sederhana dan tentu saja harganya relatif lebih murah. Salah satunya adalah dengan menggunakan penghemat bahan bakar hidrogen booster. Hidrogen menurut (bahasa Latin: hidrogenium, dari bahasa Yunani: hydro: air) adalah unsur kimia pada tabel periodik yang memiliki simbol H dan nomor atom 1. Pada suhu dan tekanan standar, hidrogen tidak berwarna, tidak berbau, bersifat non-logam, bervalensi tunggal, dan merupakan gas diatomik yang sangat mudah terbakar. Dengan massa atom 1,00794 amu, hidrogen adalah unsur teringan di dunia. (Wikipedia bahasa Indonesia 27 september 2011). Secara umum dalam perancangan penghemat bahan bakar dan peningkat performa motor bensin 4 tak menggunakan hydrogen booster ini terdiri dari Tabung HHO, elektroda, elektrolit dan katalisator. Selain komponen tersebut ada pula komponen pendukung lain seperti PWM ( pulse width modulator). Pada gambar 3.1 dapat dilihat blok diagram yang memperlihatkan perancangan secara umum. Dari pengujian yang dilakukan menggunakan hydrogen booster dengan kombinasi elektroda menggunakan bahan pipa stainless stell, gelembung hydrogen yang dihasilkan selalu kontinyu. Campuran elektrolit dan katalisator harus di sesuaikan, agar panas dan ampere yang di timbulkan pada saat hydrogen booster dioperasikan tidak terlalu tinggi sehingga menurunkan kinerja dari alat tersebut. Dengan menambahkan simple PWM HHO, arus yang digunakan untuk elektrolisa dapat di atur, sehingga panas yang timbul bias diminalisir.
RANCANG BANGUN MESIN PEMBUAT ICE CREAM BERBAGAI MACAM RASA DENGAN KAPASITAS 3,5 KILOGRAM / JAM
ABSTRAK Taufik dan Roni.2011. Rancang Bangun Mesin Pembuat Ice Cream Berbagai Macam Rasa dengan Kapasitas 3,5 Kilogram / Jam. Tugas Akhir, Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. H. Sunomo., M.Pd (II) Didik Nurhadi, S.Pd., M.Pd Kata kunci : Ice Cream, Mesin Pembuat Kebutuhan dan penggunaan peralatan bantu atau mesin produksi dalam suatu perusahaan besar maupun perusahan kecil menentukan terhadap hasil produksi atau produk yang dihasilkan dari produksi yang dilakukan perusahaan. Untuk itu, dalam suatu perusahaan pasti membutuhkan suatu alat produksi yang dapat memudahkan para karyawannya dalam proses pembuatan produk. Dan dengan adanya suatu alat produksi dalam suatu perusahaan tersebut, maka suatu perusahaan itu dapat memproduksi dengan secara cepat dan tepat dan dapat meningkatkan jumlah produksi yang dihasilkan dan juga produk yang lebih baik dari sebelumnya. Sebagai contoh, yaitu Mesin Pembuat Ice Cream Berbagai Macam Rasa dengan Kapasitas 3,5 kilogram / Jam. Proses pembuatan Ice Cream cara manual dilakukan di dalam tabung yang diputar dengan tangan. Dan proses itu membutuhkan waktu yang sangat lama karena putaran tidak stabil dan mengeluarkan banyak tenaga. Di samping proses pembuatannya sangat lama karena putaran yang dihasilkan dari tabung tidak begitu cepat dan hasil produksi yang di hasilkan juga kurang memenuhi standard makanan dan jumlah produksi yang di hasilkan minim. Berdasarkan permasalahan minimnya produksi Ice Cream diperlukan mesin produksi yang dapat membantu proses produksi yang dapat memudahkan dalam proses produksi dan juga dapat meningkatkan jumlah produk yang di hasilkan. Langkah awal yang dilakukan adalah observasi di daerah Kecamatan Kesamben, Kabupaten Blitar, karena pembuatan Ice Cream di daerah tersebut masih manual. Diharapkan dengan pembuatan alat ini kami bisa membantu proses pembuatan Ice Cream dengan hasil kualitas standard makanan lebih baik dan memudahkan dalam proses produksi karena di lakukan secara otomatis. Selanjutnya dilakukan perencanaan suatu alat atau mesin produksi pembuat Ice Cream yang dapat berputar secara stabil dan kecepatan putarannya dapat disesuaikan dengan kebutuhannya. Pembuatan Mesin Pembuat Ice Cream ini dimulai dari proses desain gambar. Dilanjutkan dengan perhitungan dan perencanaan mesin. Ini dimaksudkan agar diketahui bahan dan ukuran komponen mesin. Daya motor yang digunakan 1/2 dalam satuan kuda (HP). Setelah diketahui komponen maka dilanjutkan dengan memasang komponen-komponen yaitu poros, bantalan, rantai, roda gigi, tabung stainless, kerangka . Perawatan dan pemeliharan Mesin Pembuat Ice Cream, Perawatan setiap komponen berbeda-beda waktunya hal ini dikarenakan jenis pekerjaannya di mesin yang berbeda pula. Perawatan untuk bantalan dengan pemberian pelumas pada bantalan, hal ini untuk menjaga agar bantalan menjadi lebih tahan lama serta tidak mudah aus. Perawatan rantai dan roda gigi, yaitu dengan memberi pelumas di sekitar rantai dan roda gigi
RANCANG BANGUN MESIN PEMBUAT "ES PUTER" DENGAN KENDALI TIMER
ABSTRAK Rihanjaya, Andria Eka. dan Husen, Ahmad Yasser. 2011.Mesin Pembuat Es Puter Dengan Kendali Timer. Tugas Akhir, Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Tuwoso, Dr.. M.P., (II) Purnomo, H. Dr., S.T., M.Pd. Kata Kunci: pembuat es puter, motor listrik DC, sistem timer, UKM. Kualitas produk berpengaruh kuat dalam menentukan kesuksesan UKM yang bergerak dibidang kuliner. Prosesdipengaruhi oleh bahan baku yang akan dibuat. Proses pembuatan es puter jika dilakukan secara manual maka akan memakan waktu yang cukup lama dan memerlukan energi yang cukup banyak. Oleh karena itu dirancanglah mesin pembuat es puter untuk menghemat energi dalam membuat es puter dan meningkatkan produktifitas produk para pelaku UKM.Mesin pembuat es puter adalah suatu mesin pembuat es puteryang prinsip kerjanya mirip dengan pembuatan es puter manual akan tetapi mesin ini berputar digerakkan oleh motor listrik. Mesin ini juga dilengkapi oleh sistem timer yang berfungsi untuk menentukan waktu putar mesin saat memutar adonan es puter. Spesifikasi mesin yang telah direncanakan adalah tabung pemutar es puter terbuat dari baja stainless yang berbentuk tabung yang berdiameter 22 cm dan tinggi 50 cm dengan kapasitas maksimal 18 liter. Mesin ini digerakkan dengan poros yang dibuat manualdan memanfaatkan motor listrik DC berdaya 0,5 Hp sebagai penggeraknya, poros disambung dengan puli lalu disambungkan dengan belt pada speed reducer dan putaran dikonversikan menjadi 70 rpm dan disambung lagi dengan belt dan langsung menyambung lagi di poros penggerak tabung. Untuk sistem timer berguna untuk mematikan mesin secara otomatis dengan waktu yang sudah ditentukan. Waktu yang di tentukan kurang lebih 1 jam untuk adonan es puter dinyatakan matang. Maka mesin ini dapat dimanfaatkan oleh para pelaku UKM untuk meningkatkan kapasitas produksi dan untuk menghemat energi pada saat produksi
Rancang Bangun Mesin Pemisah Ampas Kedelai Untuk Proses Produksi Tahu
ABSTRAK Wijaya, C. A. & Mahbuby, Moh. 2011. Rancang Bangun Mesin Pemisah Ampas Kedelai Untuk Proses Produksi Tahu. Tugas Akhir, Jurusan Teknik Mesin Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. H. Sutijono, M.M., (II) Drs. Solichin, S.T., M.Kes Kata kunci: tahu, mesin pemisah ampas kedelai, gaya. Tahu dalam proses pembuatannya memerlukan proses yang begitu panjang. Mulai dari merendam kedelai agar kedelai tersebut tidak keras pada waktu digiling sampai dengan penyaringan yang membutuhkan tenaga besar. Sehingga memunculkan ide untuk membuat proses menjadi lebih mudah. Proses yang sangat berat dan memakan waktu adalah penyaringan kedelai. Di dalam proses ini pekerja dipaksa untuk bekerja dalam suhu panas dan tanpa alat pelindung serta menggunakan kekuatan tubuh yang besar. Sehingga dari keadan seperti ini muncul ide agar merancang alat yang dapat menghindarkan panas dari pekerja sehingga pekerja dapat bekerja dengan nyaman. Cara yang digunakan untuk merancang alat ini adalah dengan penelitian di pabirik-pabrik tahu skala menengah ke bawah karena alat ini di desain sangat murah dan sederhana sehingga produksi alat ini dapat diterima dalam seluruh golongan produsen tahu. Penelitian ini meliputi lama waktu dalam menyaring kedelai dan kondisi penyaringan kedelai yang sangat panas yang nantinya dijadikan panduan dalam merancang mesin pemisah seperti dalam perancangan dimensi dan kapasitas mesin. Dari perancangan tersebut dihasilkan sebuah produk mesin pemisah ampas kedelai dengan kapasitas 15 liter. Mekanisme atau cara kerja mesin pemisah ampas kedelai ini adalah dengan cara memasukkan adonan kedelai yang sudah dimasak dan di dalam alat ini nantinya adonan tersebut akan diputar dengan kecepatan 600 rpm sehingga nantinya adonan tersebut akan terpisah antara ampas dan sari kedelainya. Mesin ini menggunakan motor sebesar 0,5 PK dengan kecepatan putaran motor sebesar 1400 rpm
MESIN PENGADUK ADONAN “WINGKO BABAT” KAPASITAS 40kg/proses
ABSTRAK Wingko babat adalah kue khas Indonesia, sejenis kue yang terbuat dari kelapa dan bahan lainnya. Perencanaan mesin pengaduk adonan wingko babat kapsitas 40kg/proses ini bertujuan untuk meningkatkan produksi pengusaha wingko babat di daerah Babat Jawa timur. Tahap-tahap perencanaan pembuatan mesin meliputi penentuan ide, membuat skets design dari ide yang ditetapkan, menentukan dan menghitung ukuran-ukuran part mesin, membuat design manufactur sesuai ukuran dari hasil perhitungan, membuat part-part menjadi satu, melakukan proses finishing dan melakukan uji mesin. Dari proses perencanaan yang di lakukan, dapat dihasilkan sebuah mesin pengaduk adonan wingko babat kapasitas 40kg/proses dengan kecepatan putar sudu pengaduk 75 rpm yang dihasilkan dari motor listrik 1 HP, akan menghasilkan adonan wingko babat yang merata. Kata kunci : Mesin Pengaduk, Adonan “Wingko Babat”, Kapasitas 40kg/prose
PERANCANGAN SISTEM KONTROL MESIN LABELING BOTOL SELAI BERBASIS PLC
ABSTRAK M. Yusuf Hermansyah, Beni chrisandy. 2011. Sistem Kontrol Pada Mesin Label Botol selai Berbasis Programmable Logic Controller (PLC).Tugas Akhir, Progam Studi D3 Teknik Mesin Fakultas Teknik Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Solichin, S.T.,M.kes. (II) Drs. Imam sudjono, M.T. Kata Kunci: mesin label botol selai, Programmable Logic Controller (PLC) Otomatisasi merupakan alternatif yang tidak dapat dielakkan lagi untuk memperoleh sistem kerja yang sederhana, praktis dan efisien. Untuk menunjang proses ini menggunakan Programable Logic Control (PLC) sebagai pengontrolnya. Tugas Akhir mesin Label Botol Selai yang memiliki panjang 800 mm, lebar 525 mm, tinggi 304 mm, daya 26 watt, kapasitas 30 botol permenit yang dikontrol oleh Programmable Logic Controller (PLC) ini adalah alat yang dapat digunakan untuk menempelkan label menggunakan sistem gerak conveyor jenis belt, dengan kecepatan 0,0875 m/detik, rol pemutar botol yang terbuat dari karet dengan putaran 96 rpm, dan Pneumatik yang digunakan silinder pneumatik kerja ganda (double acting), dengan diameter silinder 20 mm, diameter batang piston 10 mm, panjang langkah 23 mm, katup yang digunakan adalah katup 4/2-way dan selenoid yang berfungsi untuk mengatur tekanan udara yang keluar dari unsur pembersih ke pneumatik sesuai dengan posisi atau gerakan dari pneumatik. Pneumatik dikontrol oleh PLC yang dikerjakan secara otomatis. Motor penggerak yang digunakan adalah jenis motor DC dengan daya keseluruhan 26 watt. Tujuan dari proses pelabelan otomatis ini adalah mendapatkan hasil pelabelan yang tepat dan ketelitian dari objek dengan kapasitas mesin yang direncanakan 30 botol permenit. Sensor yang digunakan dalam proses ini adalah proximity switch Sensor ini berfungsi sebagai pemberi sinyal ke PLC sebagai input device dan akan meneruskan sinyal tersebut pada sistem gerak berikutnya. Proximity switch akan aktif bila terkena objek yang terbuat dari logam yang terdapat pada tutup botol selai. Penulis juga dapat menjawab dari rumusan masalah yang ada, yaitu : 1) Penulis dapat memahami komponen-komponen yang terdapat pada sistem kontrol mesin labeling botol selai berbasis PLC, 2) Penulis dapat mengerti urutan-urutan perakitan dan cara kerja dari sistem kontrol pada mesin labeling botol selai berbasis PLC, 3) Penulis dapat mengetahui cara pemasanagn komponen dari sistem Pneumatic pada mesin labeling botol selai berbasis PLC, 4) Penulis dapat mengetahui dan memahami cara kerja dari komponen sistem Pneumatic pada mesin labeling botol selai berbasis PLC
RANCANG BANGUN MESIN PERAJANG UBI JALAR SISTEM PNEUMATIK UNTUK MENINGKATKAN HASIL RAJANGAN BAGI PENGUSAHA KRIPIK UBI JALAR
ABSTRAK Aditya dan Galuh.2011.Mesin Perajang Ubi Jalar Sistem Pneumatik Untuk Meningkatkan Produktivitas Perajang Bagi Pengusaha Kripik Ubi Jalar. Tugas Akhir, Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dra. Hj. Widiyanti, M.Pd (II) Prihanto Trihutomo, S.T., M.T. Kata kunci : Pneumatik, Produktivitas Dilingkungan petani umbi-umbian khususnya ubi jalar, ketika terjadi panen raya yang bersamaan di setiap daerah, maka akan terjadi harga jual yang relatif menurun. Tujuan membuat Mesin Perajang Ubi Jalar Sistem Pneumatik ini yaitu untuk membantu para pengusaha kripik ubi jalar rumahan untuk meningkatkan kapasitas rajangan ubi jalar dan membantu para petani ubi jalar ketika menghadapi masa panen raya untuk menjual ubi jalar kepada pengusaha kripik ubi jalar. Mesin perajang ubi jalar ini tidak hanya dapat digunakan pada ubi jalar saja, tetapi juga bisa digunakan untuk merajang umbi-umbihan yang memiliki kadar air rendah lainnya. Cara kerjanya yaitu ubi jalar yang sudah dikupas dimasukkan ke dalam saluran masuk, kemudian didorong oleh silinder pneumatik untuk menuju ke pisau perajang, ubi jalar akan dirajang dengan sistem rotari dan kemudian ubi jalar jatuh pada saluran keluar. Pembuatan Mesin perajang ubi jalar ini dimulai dari proses desain gambar. Dilanjutkan dengan perhitungan dan perencanaan mesin. Ini dimaksudkan agar diketahui bahan dan ukuran komponen mesin, mesin perajang ubi jalar ini menggunakan daya motor sebesar 0,4 HP. Setelah diketahui komponen mesin maka dilanjutkan dengan pemasangan komponen mesin yaitu meliputi poros, puli, sabuk, silinder pneumatik, dudukan pisau, motor, dan pisau. Perawatan dan pemeliharan Mesin Perajang Ubi Jalar, Perawatan setiap komponen berbeda-beda waktunya hal ini dikarenakan jenis pekerjaannya di mesin yang berbeda pula. Pisau Perajang dapat dirawat dengan melakukan pembersihan dengan cara diberi pelumas minyak goreng pada waktu selesai digunakan.Perawatan untuk bantalan dengan pemberian pelumas pada bantalan, hal ini untuk menjaga agar bantalan menjadi lebih tahan lama serta tidak mudah aus. Perawatan pulley dan sabuk, yaitu dengan memberi pelumas di sekitar pulley dan pengecekan kesejajaran antar pulley, sabuk dilakukan pembersihan dari cairan-cairan yang menempel
Rancang Bangun Mesin Pengayak Pasir Silika
ABSTRAK Material pasir sangatlah penting dan tidak dapat dipisahkan penggunaanya dalam dunia industri. Seringkali dalam dunia industri dibutuhkan material pasir yang telah diproses. Dalam hal ini material pasir yang dimaksud adalah material pasir yang sudah siap pakai. Pada proses pembelajaran Praktikum Pengecoran Logam di Program DIII Teknik Mesin Fakultas Teknik Alat ini dibuat untuk membantu mahasiswa dalam matakuliah praktik laboratorium pengecoran yang dilakukan selama dua minggu. Saat ini proses pengayakan pasir masih menggunakan cara manual yang memakan waktu 4 jam untuk 500 kg pasir, sedangkan alat pengayak pasir cetak yang dibuat oleh penulis ini diharapkan memiliki kapasitas minimum 500 Kg/jam. Ini adalah suatu alat pengayak pasir cetak yang akan digunakan pada Laboratorium Pengecoran Jurusan Teknik Mesin Fakultas Teknik Universitas Negeri Malang. Alat pengayak pasir ini akan memisahkan material limbah pasir cetak basah yang masih tercampur antara yang halus dan yang masih menggumpal, sehingga pasir hasil proses pengayakan dapat digunakan untuk membuat cetakan pasir untuk keperluan pengecoran. Selain itu alat ini dibuat sedemikian rupa agar konstruksinya sederhana dan pengoperasiannya mudah
RANCANG BANGUN MESIN CETAKAN PENGECORAN SISTEM SENTRIFUGAL HORISONTAL SEBAGAI PENAMBAH SARANA MEDIA PEMBELAJARAN DI LABORATORIUM PENGECORAN FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS NEGERI MALANG
ABSTRAK Laboratorium Pengecoran, Fakultas Teknik Mesin, Universitas Negeri Malang yang masih menggunakan cetakan pasir sebagai media perkuliahan. Perencanaan mesin cetakan pengecoran dengan sisitem sentrifugal horizontal ini bertujuan untuk menambah keragaman alat dan media perkuliahan yang nantinya dapat meningkatkan pengetahuan mahasiswa tentang proses pengecoran terutama dengan sistem sentrifugal. Tahap-tahap perencanaan pembuatan mesin meliputi penentuan ide, membaut skets design dari ide yang telah ditetapkan, menentukan dan menghitung ukuran-ukuran part mesin, membuat design manufactur sesuai ukuran dari hasil perhitungan, membuat part-part mesin, merakit part-part menjadi satu (assembly), melakukan proses finishing dan yang terakhir melakukan uji mesin. Dari proses perencanaan yang di lakukan, dapat dihasilkan sebuah mesin cetakan pengecoran dengan sistem sentrifugal horizontal dengan kecepatan putar cetakan 1440 rpm yang dihasilkan dari motor listrik 0,25 HP, akan menghasilkan logam cetak berbentuk silinder berlubang dengan diameter 60 mm dan panjang 150 mm. Kata kunci : Mesin Cetakan, Pengecoran, dan Sistem Sentrifugal Horisonta
OTOMATISASI PENANGGULANGAN KEBAKARAN YANG DISEBABKAN KONSLETING SISTEM KELISTRIKAN PADA MOBIL
ABSTRAK Sasmoko, Anindita Andy Dan Firmansyah, Aditya. 2011. Otomatisasi Penanggulangan Kebakaran yang Disebabkan Konsleting Sistem Kelistrikan pada Mobil. Artikel. Jurusan Teknik Mesin Otomotif, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Dra. Anny Martingsih, M. Kes.. Pembimbing (II) Drs. H. Sutijono, M.M.. Kata kunci : Otomatisasi, mikrokontroler, Asap, Konsleting Perkembangan kendaraan bermotor terutama kendaraan roda empat di Indonesia semakin hari semakin pesat. Hal ini tentunya membuat kejadian kecelakaan juga semakin tinggi. Akhir-akhir ini kita mendengar banyak sekali sebab terjadinya kecelakaan pada mobil antara lain terjadi karena konsleting pada sistem kelistrikan yang mengakibatkan mesin terbakar,yang tentunya sangat merugikan bagi para pemilik atau pengguna kendaraan tersebut. Sumber terjadinya kebakaran ialah api yang berasal dari hubungan arus pendek atau konsleting. Pada sistem otomatisasi penanggulangan kebakaran ini, digunakan sensor asap MQ-9 yang akan dipasang pada tempat-tempat yang rawan akan terjadinya konsleting kelistrikan. Sistem otomatisasi ini akan bekerja ketika terdapat asap. Pada alat ini terdapat keluaran yang berupa semprotan busa yang secara otomatis aktif atau non aktif. Dalam hal ini digunakannya busa diharapkan membuat pemadaman api lebih efektif karena berat jenisnya mungkin lebih ringan daripada bensin ataupun solar dan tidak merusak komponen-komponen lain yang berada pada mesin. Metode perancangan alat otomatisasi ini adalah meliputi software dan hardware. Untuk perancangan softwarenya ini kami menggunakan compiler BASCOM-8051, yaitu compiler yang menggunakan bahasa BASIC. Alasannya adalah bahasa BASIC relative lebih mudah dibanding bahasa tingkat rendah yaitu bahasa assembly.Sedangkan untuk perancangan hardware dibutuhkan beberapa komponen antara lain yang paling utama adalah chip mikrokontroler AT89S51 sebagai kontrol utama setiap unit. Komponen utama lainnya adalah sensor asap MQ-9 sebagai indicator apakah terdapat asap atau tidak dan didukung komponen-komponen lainnya. Kesimpulan dari pembuatan alat ini adalah (1) sensor gas MQ-9 sebagai komponen utama berupa sensor semikonduktor yang dapat mendeteksi gas CO atau asap sebagai indikator awal akan timbulnya api. (2) Driver relay valve solenoid digunakan untuk mengendalikan membuka dan menutupnya katup pada valve solenoid agar fluida bertekanan yang sudah diberi tekanan dapat keluar ke objek yang terjadi kebakaran. (3) Bahasa pemrograman yang dipakai dalam mikrokontroler untuk menjalankan alat otomatisasi ini menggunakan bahasa pemrograman bascom. Berdasarkan hasil tugas akhir ini diharapkan dapat dilakukan pengembangan misalkan mengenai spesifik sensor gas yang dapatmengindikator gas-gas tertentu yang dihasilkan oleh sistem konsleting sistem kelistrikan dan kontrol-kontrol yang lebih akura