Tugas Akhir Jurusan Teknik Mesin - Fakultas Teknik UM
Not a member yet
    307 research outputs found

    Otomatisasi Penanggulangan Kebakaran yang Disebabkan Konsleting Sistem Kelistrikan pada Mobil

    No full text
    ABSTRAK   Sasmoko, Anindita Andy Dan Firmansyah, Aditya. 2011. Otomatisasi Penanggulangan Kebakaran yang Disebabkan Konsleting Sistem Kelistrikan pada Mobil. Artikel. Jurusan Teknik Mesin Otomotif, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Dra. Anny Martingsih, M. Kes.. Pembimbing (II) Drs. H. Sutijono, M.M..   Kata kunci : Otomatisasi, mikrokontroler, Asap, Konsleting Perkembangan kendaraan bermotor terutama kendaraan roda empat di Indonesia semakin hari semakin pesat. Hal ini tentunya membuat kejadian kecelakaan juga semakin tinggi. Akhir-akhir ini kita mendengar banyak sekali sebab terjadinya kecelakaan pada mobil antara lain terjadi karena konsleting pada sistem kelistrikan yang mengakibatkan mesin terbakar,yang tentunya sangat merugikan bagi para pemilik atau pengguna kendaraan tersebut. Sumber terjadinya kebakaran ialah api yang berasal dari hubungan arus pendek atau konsleting. Pada sistem otomatisasi penanggulangan kebakaran ini, digunakan sensor asap MQ-9 yang akan dipasang pada tempat-tempat yang rawan akan terjadinya konsleting kelistrikan. Sistem otomatisasi ini akan bekerja ketika terdapat asap. Pada alat ini terdapat keluaran yang berupa semprotan busa yang secara otomatis aktif atau non aktif.  Dalam hal ini digunakannya busa diharapkan membuat pemadaman api lebih efektif karena berat jenisnya mungkin lebih ringan daripada bensin ataupun solar dan tidak merusak komponen-komponen lain yang berada pada mesin. Metode perancangan alat otomatisasi ini adalah meliputi software dan hardware. Untuk perancangan softwarenya ini kami menggunakan compiler BASCOM-8051, yaitu compiler yang menggunakan bahasa BASIC. Alasannya adalah bahasa BASIC relative lebih mudah dibanding bahasa tingkat rendah yaitu bahasa assembly.Sedangkan untuk perancangan hardware dibutuhkan beberapa komponen antara lain yang paling utama adalah chip mikrokontroler AT89S51 sebagai kontrol utama setiap unit. Komponen utama lainnya adalah sensor asap MQ-9 sebagai indicator apakah terdapat asap atau tidak dan didukung komponen-komponen lainnya. Kesimpulan dari pembuatan alat ini adalah (1) sensor gas MQ-9 sebagai komponen utama berupa sensor semikonduktor yang dapat mendeteksi gas CO atau asap sebagai indikator awal akan timbulnya api. (2) Driver relay valve solenoid digunakan untuk mengendalikan membuka dan menutupnya katup pada valve solenoid agar fluida bertekanan yang sudah diberi tekanan dapat keluar ke objek yang terjadi kebakaran. (3) Bahasa pemrograman yang dipakai dalam mikrokontroler untuk menjalankan alat otomatisasi ini menggunakan bahasa pemrograman bascom. Berdasarkan hasil tugas akhir ini diharapkan dapat dilakukan pengembangan misalkan mengenai spesifik sensor gas yang dapatmengindikator gas-gas tertentu yang dihasilkan oleh sistem konsleting sistem kelistrikan dan kontrol-kontrol yang lebih akura

    RANCANG BANGUN MESIN " HUMMER MILL " UNTUK MENINGKATKAN PRODUKSI TEPUNG IKAN

    No full text
    ABSTRAK Faris dan Wahyu.2011.Machine Hammer Mill. Final Task, Technical Engineering Majors, Engineering Faculty, State University Of Malang. Counsellor: (I)    Dra. Hj. Widiyanti, M.Pd (II) Drs. H. Djoni Bangun, M.Pd   Kata kunci : machine, fish mill, blower, mill Fish mill is the product processing fish, From geograpichal condition indonesian one that a lot of has littoral, where does fish constitute littoral main trade goods. Indonesian state so potentially productioni fish meal with good quality, development and fish meal product extension can prop ranch effort area and fishery that be quick amends at Indonesian. To the effect make Hammer Mill's machine which is to prop effort fish meal maker that all this time utilize trick conventionaling to makes fish meal, At marketing a lot of menyadiakan Hammer Mill's machine with big capacity and energy the need that big too so impacted on production fare and resulting product price, to it writer gets initiative to make more machine portable and efficient so gets to reach entrepreneurs little at fish meal makings area. This Hammer Mill's machine utilize series that have knife that total 24 assembled fruit on axis that lays in series with diameter 250 mm and long 200 mm with beating system that plots to be expected gets to increase penepungan's process fishes out  , by use of blower as inhalator of flour result already ground for over make easy fish meal packaging process that resulting. To look after condition of cares needed machine which shall be done, Care and pemeliharan each component on hammer mill's machine is divided care up daily, weekly care and lubrication. For care day to day is done each after pengoprasian hammer mill's machine by clears a part penepung's series and container, Care weekly did by memerikasa bolts fastener, axis punk and condition of knife axis, meanwhile oli's application is done to look after that bolster in good shape to reduce timeworn and prevents corrosion. Cost design in hammer mill's machine makings this was accounted from tool makings cost, taxes, and gain. So gotten by tool sell price. Of hammer mill's machine testing result this can make fish meal with roughness who can be adjusted, for purpose tips in processes condition flour makings raw material become thing who shan'tice its aridity zoom because of fish which is still have tall oil content difficult dashed and will jam sieve hole, so gets to down flour result that is gotten

    Alat Penghemat Bahan Bakar dan Meningkatkan Performa Motor Bensin 4 Langkah Menggunakan Hidrogen Boster

    No full text
    ABSTRAK   Singgih & Kadek. 2011. Alat Penghemat Bahan Bakar dan Meningkatkan Performa Motor Bensin 4 Langkah Menggunakan Hidrogen Boster. Tugas Akhir, Uurusan Teknik Mesin Otomotif, Fakultas Teknik Universitas Negri Malang. Pembimbing: (1) Drs. Imam Muda Nauri, S.T., M.T.,(II) Drs. Siswanto, M.A.   Kata Kunci: performa motor, hidrogen boster   Abstrak: Banyak alat penghemat bahan bakar yang ditawarkan di pasaran saat ini, namun harganya relatif mahal. Untuk menyiasati kondisi seperti ini, maka dibuatlah alternatif alat penghemat bahan bakar yang lebih sederhana dan tentu saja harganya relatif lebih murah. Salah satunya adalah dengan menggunakan penghemat bahan bakar hidrogen booster. Hidrogen menurut (bahasa Latin: hidrogenium, dari bahasa Yunani: hydro: air) adalah unsur kimia pada tabel periodik yang memiliki simbol H dan nomor atom 1. Pada suhu dan tekanan standar, hidrogen tidak berwarna, tidak berbau, bersifat non-logam, bervalensi tunggal, dan merupakan gas diatomik yang sangat mudah terbakar. Dengan massa atom 1,00794 amu, hidrogen adalah unsur teringan di dunia. (Wikipedia bahasa Indonesia 27 september 2011). Secara umum dalam perancangan penghemat bahan bakar dan peningkat performa motor bensin 4 tak menggunakan hydrogen booster ini terdiri dari Tabung HHO, elektroda, elektrolit dan katalisator. Selain komponen tersebut ada pula komponen pendukung lain seperti PWM ( pulse width modulator). Pada gambar 3.1 dapat dilihat blok diagram yang memperlihatkan perancangan secara umum. Dari pengujian yang dilakukan menggunakan hydrogen booster dengan kombinasi elektroda menggunakan bahan pipa stainless stell, gelembung hydrogen yang dihasilkan selalu kontinyu. Campuran elektrolit dan katalisator harus di sesuaikan, agar panas dan ampere yang di timbulkan pada saat hydrogen booster dioperasikan tidak terlalu tinggi sehingga menurunkan kinerja dari alat tersebut. Dengan menambahkan simple PWM HHO, arus yang digunakan untuk elektrolisa dapat di atur, sehingga panas yang timbul bias diminalisir.

    Rancang Bangun Mesin Gergaji Profil Kayu untuk Pembuatan APE (Alat Peraga Edukasi)

    No full text
    ABSTRAK   Setyawan, Purna. & Yoseph, Raja, Yanuar. 2010. Rancang Bangun Mesin Gergaji Profil Kayu untuk Pembuatan APE (Alat Peraga Edukasi). Tugas Akhir, Jurusan Teknik Mesin, Program Studi D3 Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Putut Murdanto, S.T., M.T., (II) Prihanto Trihutomo, S.T, M.T.,   Kata kunci: Mesin Gergaji, Profil Kayu, APE (Alat Peraga Edukasi)   Kayu merupakan kebutuhan bahan baku yang sangat penting dan diperlukan oleh masyarakat dalam berbagai bidang, seperti pembuatan APE (Alat Peraga Edukasi) dengan bahan dasar kayu. Pengrajin APE (Alat Peraga Edukasi) dengan bahan dasar kayu selama ini kebanyakan masih menggunakan pahat tangan konvensional untuk membuat media belajar tersebut. Untuk mengerjakan atau membuat Alat Peraga Edukasi dengan tingkat kedetailan desain yang cukup rumit, para pengrajin biasanya melimpahkan pekerjaan kepada perusahaan yang memiliki mesin lebih canggih, atau bahkan membeli sendiri mesin dengan harga yang cukup mahal dan dimensi yang cukup besar. Dengan diciptakannya mesin ini, diharapkan mampu menekan biaya produksi dan peningkatan devisa dari seni kriya kayu yang menjanjikan seperti sakarang ini. Proses pembuatan APE (Alat Peraga Edukasi) pada dasarnya memerlukan berbagai macam peralatan. Dimana peralatan itu untuk berbagai proses pemotongan, penghalusan, pengecatan, serta kegiatan kerajinan yang lainnya. Pembuatan APE dilakukan dengan beberapa tahap, diawali dari proses pengumpulan bahan baku yaitu kayu. Kayu yang dipilih merupakan kayu yang memiliki serat halus, lurus, tidak berlubang dan tidak ada lendutan atau tidak bergelombang. Pemilihan jenis kayu ini dimaksudkan untuk mendapatkan finishing yang halus dan memiliki serat indah serta untuk memperoleh hasil produk yang berkualitas. Dari permasalahan diatas maka dibuat mesin gergaji profil kayu yang berfungsi untuk menggergaji bentuk profil kayu itu sendiri. Penulis membuat mesin gergaji profil kayu yang lebih efektif dan efisien dengan hasil atau luaran keunggulan sebagai berikut: mesin ini memiliki variasi dalam membuat bentuk profil, selain dapat membuat profil luar dapat juga membuat profil dalam seperti: huruf O, A, B. Hal ini dibuktikan dengan meja kerja pada mesin yang penulis rencanakan dapat dimiringkan hingga membentuk sudut 45°, sehingga bisa membuat profil bersudut. Dimensi mesin juga cukup kecil (dengan Panjang Mesin (p) = 0,52 m; Lebar Mesin (l) = 0,48 m; dan Tinggi Mesin (h) = 0,5 m ) sehingga tidak menyita ruang kerja cukup besar dan mudah dipindah-pindah. Mesin ini juga dapat membuat profil berlubang tanpa merusak desain yang hendak dibuat.

    HUBUNGAN HASIL BELAJAR MATA DIKLAT KEWIRAUSAHAAN, FAKTOR INTERNAL DAN EKSTERNAL DENGAN MINAT BERWIRAUSAHA SISWA PROGRAM KEAHLIAN PEMESINAN SMK NEGERI 1 SINGOSARI

    No full text
    ABSTRAK   Handoko, Budi S. 2010. Hubungan Hasil Belajar Mata Diklat Kewirausahaan, Faktor Internal Dan Eksternal Dengan Minat Berwirausaha Siswa Program Keahlian Pemesinan SMK Negeri 1 Singosari. Skripsi, Program Studi Pendidikan Teknik Mesin Jurusan Teknik Mesin Fakultas Teknik Universitas Negeri Malang. Pembimbing : (1)Drs. H. Paryono, S.T., M.T, (2) Drs. Partono, M.Pd.   Kata kunci: hasil belajar, faktor internal, faktor eksternal, minat berwirausaha. Minat berwirausaha adalah suatu rasa lebih suka, rasa keterikatan siswa yang diikuti dengan usaha aktif untuk mempelajari dan mendapatkan pengalaman untuk berwirausaha. Hasil belajar adalah perubahan tingkah laku siswa setelah mengikuti proses pembelajaran pada mata diklat kewirausahaan. Hasil belajar diukur dengan 3 ranah yaitu kognitif, afektif, dan psikomotorik. Minat berwirausaha dipengaruhi oleh dua faktor yaitu faktor internal dan faktor eksternal. faktor internal meliputi karakteristik SDM dan kepribadian, sedangkan faktor eksternalnya meliputi lingkungan keluarga dan lingkungan sekolah. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan secara parsial maupun simultan hasil belajar mata diklat kewirausahaan, faktorinternal dan eksternal dengan minat berwirausaha. Dalam penelitian ini digunakan metode deskriptif korelasional yaitu penelitian yang bertujuan untuk memperoleh deskripsi dan untuk menemukan ada tidaknya suatu hubungan tentang variabel-variabel yang sudah ditentukan sebelumnya. Penelitian ini juga menggunakan pendekatan kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa program keahlian pemesinan SMK Negeri 1 Singosari sejumlah 178 siswa dan digunakan sebagai sampel sebanyak 60 siswa. Analisis untuk mencari hubungan baik secara parsial dan simultan hasil belajar mata diklat kewirausahaan (X1), faktor internal (X2) dan faktor ekternal (X3) dengan minat berwirausaha (Y) menggunakan bantuan program SPSS 16.00 For Windows. Dari hasil penelitian ini diketahui: (1) Hasil belajar mata diklat kewirausahaan siswa program keahlian pemesinan SMK Negeri 1 Singosari mempunyai hubungan yang signifikan dengan minat berwirausaha dengan sig t (0,003) ttabel = 2,003. (2)  Fakor internal siswa program keahlian pemesinan SMK Negeri 1 Singosari mempunyai hubungan yang signifikan dengan minat berwirausaha dengan nilai sig t (0,003) ttabel = 2,003. (3) Fakor eksternal siswa program keahlian pemesinan SMK Negeri 1 Singosari mempunyai hubungan yang signifikan dengan minat berwirausaha dengan nilai sig t (0,007 ttabel = 2,003. (4) Hasil belajar mata diklat kewirausahaan, faktor internal dan eksternal siswa program keahlian pemesinan SMK Negeri 1 Singosarisecara bersama-sama berpengaruh positif signifikan dengan minat berwirausaha dengan nilai sig F (0,000) Ftabel=2,769. Kesimpulan yang dapat ditarik dari skripsi ini yaitu ada hubungan yang signifikan hasil belajar mata diklat kewirausahaan, faktor internal dan eksternal dengan minat berwirausaha siswa program keahlian pemesinan SMK Negeri 1 Singosari serta ada hubungan secara simultan antara hasil belajar mata diklat kewirausahaan, faktor internal dan eksternal dengan minat  berwirausaha siswa program keahlian pemesinan SMK Negeri 1 Singosari. Dari penelitian ini dapat disarankan: (1) Kepada Kepala Sekolah dapat memberikan fasilitas bagi siswa untuk mengembangkan minat berwirausaha siswa. (2) Kepada Guru Kewirausahaan agar lebih banyak memberikan praktek lapangan agar siswa dapat memiliki pengalaman dalam mengelolah dan mengembangkan sebuah usaha. (3) Kepada Orang tua hendaknya bisa memberikan motivasi dan dukungan kepada putra/putrinya dalam berwirausaha, dengan menghapus asumsi bahwa siswa harus menjadi seorang karyawan dalam sebuah perusahaan.   ABSTRACT   Handoko, Budi S. 2010. Foreign Relations Learning Outcomes Entrepreneurship  Training, Internal and External Factors Interest in Entrepreneurship   Students With Skills Program Machining SMK Negeri 1 Singosari. Thesis,             Educational Studies Program Mechanical Engineering Department of                     Mechanical Engineering, Faculty of Engineering, State University of Malang. Advisors: (1) Drs. H. Paryono, S.T., M.T, (2) Drs. Partono, M.Pd.   Keywords: learning outcomes, internal factors, external factors, interest. Interest in entrepreneurship is a taste more like, a sense of attachment to the students, followed by an active effort to learn and gain experience for entrepreneurship. Learning outcomes is the change in student behavior after participating in the learning process in the eyes of entrepreneurship education and training. Learning outcomes were measured with three domains are cognitive, affective, and psychomotor. Interest in entrepreneurship is influenced by two factors: internal and external factors. Internal factors include human resources and personality characteristics, while external factors include a family environment and school environment. The purpose of this study is to investigate the relationship partially or simultaneously learning outcomes eye entrepreneurship training, and external faktorinternal with interest in entrepreneurship. This study used a descriptive correlational method of research that aims to obtain a description and to discover the presence or absence of a relationship of variables is predetermined. This study also uses a quantitative approach. The population in this study is the student program of machining expertise SMK Negeri 1 Singosari some 178 students and is used as a sample of 60 students. Analysis to look for a good relationship partially and simultaneously learning outcomes of entrepreneurship education and training (X1), internal factors (X2) and external factors (X3) with an interest in entrepreneurship (Y) using SPSS 16:00 For Windows. From the results of this study determine: (1) The student studying entrepreneurship training program subject machining expertise SMK Negeri 1 Singosari have a significant relationship with interest in entrepreneurship with sig t (0,003) = 2.003 ttable . (2) internal Fakor machining skills program students of SMK Negeri 1 Singosari have a significant relationship with interest in entrepreneurship with sig t (0,003) ttable = 2.003. (3) External factors engineering expertise of the program students of SMK Negeri 1 Singosari have a significant relationship with interest in entrepreneurship with sig t (0.007 ttable = 2.003. (4) The study of entrepreneurship education and training, internal and external factors engineering expertise program students of SMK Negeri 1 Singosari for jointly significant positive influence with an interest in entrepreneurship with sig F (0,000) Ftable = 2.769. The conclusion that can be drawn from this thesis that there is significant correlation between the results of studying entrepreneurship education and training, internal and external factors with students' interest in entrepreneurship skills program SMK Negeri 1 Singosari machining and simultaneous correlation between the results of studying the of entrepreneurship education and training, internal and external factors with interest in student entrepreneurship programs machining expertise SMK Negeri 1 Singosari. From this research for the opinion: (1) To the Head of School to provide facilities for students to develop student interest in entrepreneurship. (2) To the Master Entrepreneurship to give more field practice for students to have experience in manage and develop a business. (3) To the Parents should be able to give motivation and support to the son / daughter in entrepreneurship, by removing the assumption that students must be an employee in a company

    Penerapan Pembelajaran Berbasis Lesson Study untuk Meningkatkan Kemampuan dan Efektivitas Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) Mahasiswa Calon Guru Teknik Mesin

    No full text
    Keywords: lesson study, competency, effectivity, teacher purpose   Field work experience, known as internship, for teaching purpose is a teaching practice done by education student in a school vocational high school or conventional high school to improve the effetiveness of it, there has to be a kind of innovation upon its process in this case, lesson study would be one of the potential alternative to accelerate a progression on the learning process in a school toward a much more effectiveness. This research method is qualitative descriptive. The instrument used includes: scoring sheet of planning the learning process plan, scoring sheet for teaching competence, observation sheet of lesson study, response-feed back of teacher. The result of research provides that the teaching implementation using the lesson study base could improve the effectiveness of internship of student for teacher purpose in SMK PGRI 3 MALANG. The average competence of internship does on planning the learning process plan reached 73,094 % for the 1st term, and 80,85 % for the second term, means improved 7,78 % for the 2nd term, means improved 4,45 %. And the average of student in favor of feels interested more in participating in class, proven by the 67 % score. 3 % of the reverse answer, quite interested for 14 %, meanwhile 16 % says very interested in. In its application, lesson study has proven to be an accelerator on teaching competence and an aptitude in making learning instrument of intership does. Every step of lesson study level provide a new knowledge and new experience as well for them. in the end, in the learning process, through lesson study, can create a different learning environtment, more attractive, and enhancing student activities in significant ways

    Rancang Bangun Mesin Gergaji Profil Kayu untuk Pembuatan APE (Alat Peraga Edukasi)

    No full text
    oai:ojs.karya-ilmiah.um.ac.id:article/9144ABSTRAK   Setyawan, Purna. & Yoseph, Raja, Yanuar. 2010. Rancang Bangun Mesin Gergaji Profil Kayu untuk Pembuatan APE (Alat Peraga Edukasi). Tugas Akhir, Jurusan Teknik Mesin, Program Studi D3 Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Putut Murdanto, S.T., M.T., (II) Prihanto Trihutomo, S.T, M.T.,   Kata kunci: Mesin Gergaji, Profil Kayu, APE (Alat Peraga Edukasi)   Kayu merupakan kebutuhan bahan baku yang sangat penting dan diperlukan oleh masyarakat dalam berbagai bidang, seperti pembuatan APE (Alat Peraga Edukasi) dengan bahan dasar kayu. Pengrajin APE (Alat Peraga Edukasi) dengan bahan dasar kayu selama ini kebanyakan masih menggunakan pahat tangan konvensional untuk membuat media belajar tersebut. Untuk mengerjakan atau membuat Alat Peraga Edukasi dengan tingkat kedetailan desain yang cukup rumit, para pengrajin biasanya melimpahkan pekerjaan kepada perusahaan yang memiliki mesin lebih canggih, atau bahkan membeli sendiri mesin dengan harga yang cukup mahal dan dimensi yang cukup besar. Dengan diciptakannya mesin ini, diharapkan mampu menekan biaya produksi dan peningkatan devisa dari seni kriya kayu yang menjanjikan seperti sakarang ini. Proses pembuatan APE (Alat Peraga Edukasi) pada dasarnya memerlukan berbagai macam peralatan. Dimana peralatan itu untuk berbagai proses pemotongan, penghalusan, pengecatan, serta kegiatan kerajinan yang lainnya. Pembuatan APE dilakukan dengan beberapa tahap, diawali dari proses pengumpulan bahan baku yaitu kayu. Kayu yang dipilih merupakan kayu yang memiliki serat halus, lurus, tidak berlubang dan tidak ada lendutan atau tidak bergelombang. Pemilihan jenis kayu ini dimaksudkan untuk mendapatkan finishing yang halus dan memiliki serat indah serta untuk memperoleh hasil produk yang berkualitas. Dari permasalahan diatas maka dibuat mesin gergaji profil kayu yang berfungsi untuk menggergaji bentuk profil kayu itu sendiri. Penulis membuat mesin gergaji profil kayu yang lebih efektif dan efisien dengan hasil atau luaran keunggulan sebagai berikut: mesin ini memiliki variasi dalam membuat bentuk profil, selain dapat membuat profil luar dapat juga membuat profil dalam seperti: huruf O, A, B. Hal ini dibuktikan dengan meja kerja pada mesin yang penulis rencanakan dapat dimiringkan hingga membentuk sudut 45°, sehingga bisa membuat profil bersudut. Dimensi mesin juga cukup kecil (dengan Panjang Mesin (p) = 0,52 m; Lebar Mesin (l) = 0,48 m; dan Tinggi Mesin (h) = 0,5 m ) sehingga tidak menyita ruang kerja cukup besar dan mudah dipindah-pindah. Mesin ini juga dapat membuat profil berlubang tanpa merusak desain yang hendak dibuat.

    HUBUNGAN ANTARA KECERDASAN EMOSIONAL DAN KEBIASAAN BELAJAR DENGAN PRESTASI AKADEMIK MAHASISWA PROGRAM STUDI PENDIDIKAN TEKNIK MESIN FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS NEGERI MALANG ANGKATAN 2008

    No full text
    ABSTRAK   Wicaksono, Angga Adi. 2010. Hubungan Kecerdasan Emosional dan Kebiasaan Belajar dengan Prestasi Akademik Mahasiswa Program Studi Pendidikan Teknik Mesin Fakultas Teknik Universitas Negeri Malang Angkatan 2008. Skripsi, Program Studi S1 Pendidikan Teknik Mesin Jurusan Teknik Fakultas Teknik Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Dr. H. Dwi Agus Sudjimat, S.T., M.Pd, (2) Dra. Hj. Widiyanti, M.Pd.   Kata Kunci: kecerdasan emosional, kebiasaan belajar, dan prestasi akademik. Proses belajar merupakan hal yang penting untuk mengenali lingkungan sekitar, kesuksesan individu dalam mencapai prestasi yang baik tidak hanya dipengaruhi oleh tingkat IQ saja. Akan tetapi masih banyak faktor lain seperti kecerdasan emosional, kebiasaan belajar, potensi diri dan faktor lainnya. Kecerdasan emosional dan kebiasaan belajar merupakan hal yang saling berkaitan. Kecerdasan emosional mampu mempengaruhi motivasi, dengan motivasi yang tinggi akan cenderung  menciptakan kebiasaan belajar yang baik. Dengan beragamnya tingkat kecerdasan emosional dan kebiasaan belajar, beragam pula tingkat pencapaian prestasi akademik tiap individu, sehingga pemahaman mendalam tentang hubungan kecerdasan emosional dan kebiasaan belajar dengan  prestasi belajar dianggap sangat penting. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan baik secara parsial maupun simultan dari kecerdasan emosional dan kebiasan belajar dengan prestasi akademik mahasiswa Jurusan Teknik Mesin Program Studi S1 Pendidikan Teknik Mesin Angkatan 2008 Fakultas Teknik Universitas Negeri Malang. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian deskriptif korelasional, sedangkan teknik analisis datanya menggunakan Product Moment Pearson untuk uji validitas, Alpha Cronbanch untuk uji reliabilitas, dan regresi ganda untuk mengetahui hubungan secara parsial dan simultan dari variabel-variabel dalam penelitian ini. Penelitian ini dilakukan di Fakultas Teknik Universitas Negeri Malang, dan subyek penelitiannya adalah mahasiswa Jurusan Teknik Mesin Program Studi S1 Pendidikan Teknik Mesin Angkatan 2008 Fakultas Teknik Universitas Negeri Malang yang berjumlah 159 mahasiswa, dan instrumen yang digunakan berupa kuesioner dan dokumentasi. Berdasarkan hasil analisis menunjukkan bahwa (1) Kecerdasan emosional (EQ) mempunyai hubungan secara signifikan dengan prestasi akademik mahasiswa, (2) kebiasaan belajar mempunyai hubungan secara signifikan dengan prestasi akademik mahasiswa, dan (3) Kecerdasan Emosional (EQ) dan kebiasaan belajar secara bersama-sama mempunyai hubungan yang signifikan dengan prestasi akademik mahasiswa Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa kecerdasan emosional (X1) dan kebiasaan belajar (X2) baik secara serentak (simultan/bersama-sama) maupun sendiri-sendiri (parsial) mempunyai hubungan yang signifikan dengan prestasi akademik mahasiswa (Y)

    Implementasi Kolaborasi Pembelajaran Kooperatif Jigsaw dan PBMP untuk Meningkatkan Motivasi dan Prestasi Belajar Mata Pelajaran CNC

    No full text
    Kata kunci: kooperatif jigsaw, PBMP, motivasi belajar, prestasi belajar.   Pembelajaran merupakan suatu upaya guru menciptakan kondisi di mana siswa dapat belajar. Namun yang terjadi selama ini dalam pembelajaran, aktivitas siswa cenderung kurang. Adapun penyebab kurangnya aktivitas siswa dalam proses pembelajaran adalah (1) model pembelajaran yang selama ini dilakukan tidak diminati lagi oleh siswa, seperti pembelajaran yang dilakukan dengan ceramah, model pembelajaran ini membuat siswa jenuh dan tidak kreatif, dan (2) suasana pembelajaran yang terjadi selama ini terlalu terfokus kepada guru, sedangkan siswa terkesan seperti seorang anak yang harus patuh apa yang diperintahkan oleh guru tanpa diberikan kesempatan untuk berkreasi menurut kemampuannya. Berdasarkan fenomena tersebut maka alternatif pemecahan yang dipilih adalah implementasi kolaborasi pembelajaran kooperatif model jigsaw dan PBMP (pemberdayaan berfikir melalui pertanyaan). Ketertarikan peneliti mengambil model pembelajaran tipe Jigsaw dan PBMP, karena peneliti melihat dalam model pembelajaran kooperatif Jigsaw semua anggota kelompok diberi tugas dan tanggungjawab, baik individu maupun kelompok. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas XI Program Keahlian Teknik Pemesinan SMK Nasional Malang. Jenis penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan metode deskriptif kualitatif, yang dilaksanakan dalam dua siklus dengan empat tahapan untuk masing-masing siklus, yaitu: (1) perencanaan, (2) pelaksanaan, (3) pengamatan, dan (4) refleksi. Data dalam penelitian ini diperoleh melalui: (1) observasi, (2) wawancara, (3) angket, (4) catatan lapangan, dan (5) dokumentasi. Analisis data dalam penelitian ini dilakukan melalui tiga tahap, yaitu: (1) reduksi data, (2) paparan data, dan (3) penyimpulan hasil analisis.             Hasil dari penelitian ini menunjukkan adanya peningkatan motivasi dan prestasi belajar siswa untuk setiap siklus. Dari angket motivasi diketahui siswa merasa senang dan termotivasi belajar dengan menggunakan strategi Kooperatif Jigsaw dan PBMP. Hal itu diketahui dari 27 pernyataan positif angket yang diberikan menunjukan 90% dinyatakan sangat positif dan 10% sisanya dinyatakan positif, sedangkan yang merespon negatif tidak ditemukan.             Dari data hasil tes siswa, pada pre tes siklus I diketahui nilai rata-rata hasil belajar siswa adalah 35,28 sedangkan pada post test siklus I dapat diketahui nilai rata-rata hasil belajar siswa adalah 67,14 mengalami peningkatan sebesar 90,30%. Rincian dari hasil post test sebagai berikut: siswa yang tuntas belajar pada siklus I sebanyak 26 siswa (74,28%) dan jumlah siswa yang belum tuntas belajar sebanyak 9 siswa (25,71%). Berdasarkan data hasil belajar pada siklus I dapat diketahui bahwa jumlah siswa yang nilainya dikategorikan tuntas baik (TB) sebanyak 20 siswa (57,14%), kategori Tuntas (T) sebanyak 6 siswa (17,14%), kategori tidak (TT) sebanyak 9 siswa (25,71%). Berdasarkan deskripsi data yang telah diuraikan di atas dapat diketahui bahwa prestasi belajar siswa pada siklus I dikategorikan sudah mencapai ketuntasan belajar dengan kualifikasi baik.              Prestasi belajar mengalami peningkatan pada siklus II. Dari data hasil tes siswa, pada pre test siklus II diketahui nilai rata-rata hasil belajar siswa adalah 45, sedangkan pada post test siklus II dapat diketahui nilai rata-rata hasil belajar siswa adalah 82,42, mengalami peningkatan sebesar 83,15%. Rincian dari hasil post test sebagai berikut: siswa yang tuntas belajar pada siklus II sebanyak 28 siswa (80%) dan jumlah siswa yang belum tuntas belajar sebanyak 7 siswa (57,14%). Berdasarkan data hasil belajar pada siklus II dapat diketahui bahwa jumlah siswa yang nilainya dikategorikan Tuntas baik (TB) sebanyak 26 siswa (74,28%), kategori Tuntas (T) sebanyak 2 siswa (5,71%), kategori tidak (TT) sebanyak 7 siswa (20%), Berdasarkan deskripsi data yang telah diuraikan diatas dapat diketahui bahwa prestasi belajar siswa pada siklus II meningkat dibandingkan pada siklus I dengan nilai rata-rata dari 67,14 menjadi 82,42.             Saran yang dapat diberikan adalah: (1) bagi sekolah, diharapkan dapat mengimplementasikan strategi pembelajaran yang tepat, dan sesuai dengan masing-masing karakteristik mata pelajaran, (2) bagi guru, supaya mengimplementasikan Strategi Kooperatif Jigsaw dan PBMP sebagai alternatif model pembelajaran yang tepat, terutama pada mata pelajaran CNC, (3) bagi siswa, agar dapat belajar dengan giat, menghargai guru, menghargai teman, serta saling bekerjasama yang baik antar sesama teman, dan (4) bagi peneliti berikutnya, dapat melakukan kegiatan penelitian lebih lanjut untuk mengembangkan dan mengimplementasikan pembelajaran Kooperatif Jigsaw dan PBMP

    RANCANG BANGUN MESIN PERAJANG BATANG JAGUNG SEBAGAI BAHAN TAMBAH PAKAN TERNAK GUNA MENINGKATKAN PRODUKTIVITAS PARA PETERNAK ( ROJOKOYO)

    No full text
    ABSTRAK   Utomo, Hendra Setyo. & Muslim, Fakris. 2010. Rancang Bangun Perajang Batang Jagung sebagai Bahan Tambah Pakan Ternak Guna Meningkatkan Produtifitas para Peternak (Rojokoyo). Tugas Akhir, Jurusan Teknik Mesin, Program Studi D3 Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I)Drs. Solichin, S.T., M.Kes. (II) Drs. H. Sunomo, M.pd.   Kata kunci: Mesin perajang, Jagung, Produktifitas peternak (Rojokoyo) Pada saat ini perkembangan hewan ternak (rojokoyo) semakin berkembang karena sebagian besar penduduk di daerah pedesaan khususnya para petani yang selain bermata pencaharian dengan bercocok tanam tetapi juga mencari tambahan penghasilan keluarga dengan memelihara hewan ternak, misalnya sapi, kambing, dan kerbau. Alasan mereka memilih memelihara hewan ternak  selain perawatannya yang mudah, harga jual daripada hewan ternak tersebut juga lumayan tinggi. Juga, mendorong masyarakat pedesaan banyak yang memelihara hewan-hewan ternak ini. Akan tetapi di lain pihak kebutuhan permintaan akan bahan pakan ternak tersebut semakin tinggi dan lahan untuk pakan ternak itu sendiri semakin sempit karena persaingan untuk mendapatkan pakan semakin tinggi pula. Jagung  (Zea  mays)  adalah  merupakan  tanaman  pangan  yang  penting  di Indonesia.  Dari total luas lahan kering 853.250 ha, lahan yang telah diusahakan untuk jagung baru 11.998 ha dan palawija selain jagung 21.099 ha, sehingga tersisa 820.153 ha yang berpotensi untuk usaha tani jagung.(Jurnal Litbang Pertanian). Pada  tahun  2006,  luas  panen  jagung  adalah  3,5  juta  hektar  dengan produksi rata-rata 3,47ton/ha, produksi jagung secara nasional 11,7 juta ton. Menurut Prasetyo  (2002)  limbah  batang  dan  daun  jagung  kering  adalah  3,46  ton/ha  sehingga limbah  pertanian  yang  dihasilkan  sekitar  12.1juta  ton.  Dengan  konversi  nilai  kalori 4370 kkal/kg (Sudradjat, 2004) potensi energi limbah batang dan daun jagung kering sebesar  66,35  GJ. Untuk itu sebelum dilakukan pembuatan mesin perajang bahan tambah pakan ternak (rojokoyo) penulis perlu melakukan analisa terlebih dahulu dengan tujuan menghindari kesalahan dalam pembuatan mesin perajang bahan tambah pakan ternak sehingga dapat meningkatkan produktivitas, efektivitas dan efisiensi mesin serta sesuai dengan prinsip kerja perajangan yang benar, ini menjadikan hasil yang akan dicapai sesuai apa yang diharapkan yaitu ukuran hasil perajangan yang lebih halus sekitar 10 mm dengan daya 1 HP dan 1400 rpm dan mampu merajang sekitar 45 kg/menit. Serta mengupayakan keselamatan dan kesehatan kerja (K3) secara maksimal supaya faktor keamanan dalam penggunaan mesin tersebut tercapai

    0

    full texts

    307

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Tugas Akhir Jurusan Teknik Mesin - Fakultas Teknik UM
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇