Tugas Akhir Jurusan Teknik Mesin - Fakultas Teknik UM
Not a member yet
    307 research outputs found

    Rancang Bangun Extraktor Biji Nangka Untuk Bahan Dasar Pembuatan Susu Sari Biji Nangka

    No full text
    ABSTRAK   (1) Oni Ahmad Fadlori, (2) Radid Supriantak. 2011. Rancang Bangun Extraktor Biji Nangka Untuk Bahan Dasar Pembuatan Susu Sari Biji Nangka. Tugas Akhir, Jurusan Teknik Mesin Fakultas Teknik Universitas Negeri Malang. Pembimbing : (1) Drs. Solichin, S.T., M.Kes. (2) Dra. Hj. Widiyanti, M.Pd.   Kata Kunci: Rancang Bangun, Extraktor, Biji Nangka Biji Nangka di perusahaan keripik nangka yang ada di daerah Pakis dan Bunut, Kab.Malang tidak dimanfaatkan dan hanya dibuang. Untuk meningkatkan nilai guna, biji nangka bisa diolah lagi menjadi olahan yang bermanfaat dan dijadikan produktivitas baru bagi pengusaha keripik nangka tersebut dan masyarakat. Rancang bangun extraktor biji nangka ini adalah alat yang bisa mengolah biji nangka menjadi bahan dasar susu sari biji nangka. Rancang bangun extraktor biji nangka ini menggunakan motor 1HP dengan kapasitas 1kg/menit dengan hasil 20 liter, perbandingan biji nangka dan air 1:1 dimana biji nangka yang diextrak dalam keadaan basah dan direbus terlebih dahulu. Metode perencanaan meliputi observasi lapangan, wawancara, studi pustaka dan uji coba, Harga jual mesin extraktor biji nangka untuk bahan dasar pembuatan susu sari biji nangka adalah Rp,3.500.000,

    RANCANG BANGUN MESIN PERAJANG UBI JALAR SISTEM PNEUMATIK UNTUK MENINGKATKAN HASIL RAJANGAN BAGI PENGUSAHA KRIPIK UBI JALAR

    No full text
    ABSTRAK Aditya dan Galuh.2011.Mesin Perajang Ubi Jalar Sistem Pneumatik Untuk Meningkatkan Produktivitas Perajang Bagi Pengusaha Kripik Ubi Jalar. Tugas Akhir, Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dra. Hj. Widiyanti, M.Pd  (II) Prihanto Trihutomo, S.T., M.T.   Kata kunci : Pneumatik, Produktivitas Dilingkungan petani umbi-umbian khususnya ubi jalar, ketika terjadi panen raya yang bersamaan di setiap daerah, maka akan terjadi harga jual yang relatif menurun. Tujuan membuat Mesin Perajang Ubi Jalar Sistem Pneumatik ini yaitu untuk membantu para pengusaha kripik ubi jalar rumahan untuk meningkatkan kapasitas rajangan ubi jalar dan membantu para petani ubi jalar ketika menghadapi masa panen raya untuk menjual ubi jalar kepada pengusaha kripik ubi jalar. Mesin perajang ubi jalar ini  tidak hanya dapat digunakan pada ubi jalar  saja, tetapi juga bisa digunakan untuk merajang umbi-umbihan yang memiliki kadar air rendah lainnya. Cara kerjanya yaitu ubi jalar yang sudah dikupas dimasukkan ke dalam saluran masuk, kemudian didorong oleh silinder pneumatik untuk menuju ke pisau perajang, ubi jalar akan dirajang dengan sistem rotari dan kemudian ubi jalar jatuh pada saluran keluar. Pembuatan Mesin perajang ubi jalar ini dimulai dari proses desain gambar. Dilanjutkan dengan perhitungan dan perencanaan mesin. Ini dimaksudkan agar diketahui bahan dan ukuran komponen mesin, mesin perajang ubi jalar ini menggunakan daya motor sebesar 0,4 HP. Setelah diketahui komponen mesin maka dilanjutkan dengan pemasangan komponen mesin yaitu meliputi poros, puli, sabuk, silinder pneumatik, dudukan pisau, motor, dan pisau. Perawatan dan pemeliharan Mesin Perajang Ubi Jalar, Perawatan setiap komponen berbeda-beda waktunya hal ini dikarenakan jenis pekerjaannya di mesin yang berbeda pula. Pisau Perajang dapat dirawat dengan melakukan pembersihan dengan cara diberi pelumas minyak goreng pada waktu selesai digunakan.Perawatan untuk bantalan  dengan pemberian pelumas pada bantalan, hal ini untuk menjaga agar bantalan menjadi lebih tahan lama serta tidak mudah aus. Perawatan  pulley dan sabuk, yaitu dengan memberi pelumas di sekitar pulley dan pengecekan kesejajaran antar pulley, sabuk dilakukan pembersihan dari cairan-cairan yang menempel

    Simulator Pengaman Pintu dan Mesin Mobil Menggunakan Handphone Sebagai Media Transmisi Data

    No full text
    ABSTRAK   Junandar, Lalu Akhmad dan Ferrry Andik S : Simulator Pengaman Pintu dan Mesin Mobil Menggunakan Handphone Sebagai Media transmisi Data. Tugas Akhir. Jurusan Teknik Mesin Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Imam Muda Nauri, S.T., M.T, (II) Drs. Sumarli, M.Pd., M.T   Kata Kunci : Pengaman Pintu dan Mesin Mobil, Handphone, Simulator.   Maraknya kasus pencurian kendaraan bermotor yang di beritakan di berbagai media, baik cetak maupun elektronik menjadi perhatian yang serius. Menyikapi hal tersebut di perlukan suatu perangkat pengamanan yang dipasang pada kendaraan sebagai alat kelengkapan pengaman kendaraan berguna dan efisien, baik kendaraan pada saat berjalan atau pada saat diparkir. Salah satu perangkat yang dimaksud adalah pengendali sistem pengunci pintu khususnya system pengunci pintu pada kendaraan. Sistem pengunci pintu ini berfungsi untuk mencegah terjadinya pencurian kendaraan bermotor yang dikarenakan sering terjadi pencurian kendaraan bermotor. Sistem yang dipasang pada kendaraan sangat banyak dengan fungsi yang berbeda. Hasil pengujian simulator pengaman pintu dam mesin mobil menggunakan handphone sebagai media transmisi data, kami melakukan uji coba pada system pengaman pintu dan mesin mobil dengan cara melengkapi sebagian komponen, karena pada dasarnya pintu dan mesin mobil yang dijadikan sebagai bahan Tugas Akhir, tidak dilengkapi dengan pintu, kipas (sebagai simulasi engine), tombol rem (sebagai simulasi rem). Untuk itu penulis mencoba melengkapinya serta merubah ketingkat yang lebih baik. Perancangan Simulator system pengaman pintu dan mesin mobil menggunakan handphone sebagai media transmisi data ini dilakukan agar simulator benar-benar siap dipakai pada saat dipasang dan bisa menganalisa kalau terjadi gangguan pada perancangan simulator tersebut.

    Hubungan Antara Lingkungan Keluarga dan Motivasi Belajar Terhadap Minat Berwirausaha Mendirikan Bengkel Otomotif Siswa Kelas XI Jurusan Teknik Kendaraan Ringan SMK Muhammadiyah 1 Kepanjen

    No full text
    ABSTRAK   Krisdianto, Ricky.2011. Hubungan Antara Lingkungan Keluarga Dan Motivasi Belajar Terhadap Minat Berwirausaha Mendirikan Bengkel Otomotif Siswa Kelas XI Jurusan Teknik Kendaraan Ringan SMK Muhammadiyah 1 Kepanjen. Skripsi. Jurusan Teknik Mesin, Program Studi Pendidikan Teknik Otomotif. Fakultas Teknik. Universitas Negeri Malang. Pembimbing : (1) Drs. H. Wakidi,  (2)  Dr. Syarif Suhartadi, M.Pd.   Kata Kunci : lingkungan keluarga, motivasi belajar, minat berwirausaha  mendirikan bengkel  otomotif. SMK adalah sekolah kejuruan yang mendidik siswanya agar memiliki ketrampilan yang dibutuhkan di dunia usaha/industri. Selain mata pelajaran teori dan praktik, siswa SMK juga dibekali dengan mata pelajaran kewirausahaan. Diharapkan setelah lulus siswa SMK dapat membuka lapangan kerja sendiri. Ada banyak hal yang mempengaruhi siswa dalam berwirausaha, salah satunya adalah minat. Minat sendiri dipengaruhi oleh banyak hal, diantaranya lingkungan keluarga dan motivasi belajar. Kedua hal tersebut merupakan hal yang penting yang akan peneliti kaji lebih mendalam, untuk dapat mengetahui hubungan dengan minat berwirausaha mendirikan bengkel otomotif. Pemilihan variabel tersebut merupakan indikator yang penting untuk dapat digunakan sebagai alat ukur minat berwirausaha mendirikan bengkel otomotif.  Dari paparan tersebut menunjukkan bahwa lingkungan keluarga, motivasi belajar dapat mempengaruhi minat berwirausaha mendirikan bengkel otomotif siswa kelas XI Teknik Kendaraan Ringan SMK Muhammadiyah 1 Kepanjen untuk terjun ke dunia kerja. Untuk menguji kebenaran dugaan tersebut, penelitian ini merumuskan masalah sebagai berikut : (1) Adakah hubungan yang signifikan antara  lingkungan keluarga dengan minat berwirausaha mendirikan bengkel otomotif siswa kelas XI Teknik Kendaraan Ringan SMK Muhammadiyah 1 Kepanjen, (2) Adakah hubungan yang signifikan antara motivasi belajar dengan minat berwirausaha mendirikan bengkel otomotif siswa kelas XI Teknik Kendaraan Ringan SMK Muhammadiyah 1 Kepanjen, (3) Adakah hubungan yang signifikan antara  lingkungan keluarga  dan motivasi belajar terhadap minat berwirausaha mendirikan bengkel otomotif siswa kelas XI Teknik Kendaraan Ringan SMK Muhammadiyah 1 Kepanjen. Penelitian ini dirancang menggunakan deskriptif korelasional yang dilakukan pada siswa kelas XI Jurusan Teknik Kendaraan Ringan SMK Muhammadiyah 1 Kepanjen dengan jumlah populasi 243 siswa dan jumlah pertanyaan/angket sebanyak 26 butir. Penelitian ini menggunakan angket sebagai alat pengumpul data. Kesimpulan penelitian diperoleh : (1) Ada hubungan yang signifikan antara  lingkungan keluarga dengan minat berwirausaha mendirikan bengkel otomotif siswa kelas XI Jurusan Teknik Kendaraan Ringan SMK Muhammadiyah 1 Kepanjen, (2) ada hubungan yang signifikan  antara motivasi belajar dengan minat berwirausaha mendirikan bengkel otomotif siswa kelas XI Jurusan Teknik Kendaraan Ringan SMK Muhammadiyah 1 Kepanjen, (3) Ada hubungan yang signifikan antara lingkungan keluarga dan motivasi belajar dengan minat berwirausaha mendirikan bengkel otomotif siswa kelas XI Jurusan Teknik Kendaraan Ringan SMK Muhammadiyah 1 Kepanjen. Saran penelitian antara lain : (1) Bagi Sekolah, supaya meningkatkan komunikasi dengan orang tua siswa, guna memantau proses belajar siswa secara intensif, (2) Bagi Orang tua siswa, guna terciptanya suasana pembelajaran yang kondusif demi terwujudnya minat yang dimiliki oleh siswa agar lebih memperhatikan proses belajar, ketertiban sekolah, dan memberikan motivasi kepada putranya agar belajar lebih giat. Orang tua juga disarankan menjalin komunikasi dengan pihak sekolah (3) Bagi guru otomotif, guna meningkatkan motivasi belajar siswa keahlian teknik kendaraan ringan haruslah meningkatkan faktor-faktor yang dapat mempengaruhi motivasi belajar siswa seperti meningkatkan kemampuan dan profesionalisme guru sehingga dapat memotivasi siswa untuk belajar dan pada akhirnya meningkatkan prestasi belajar siswa, (4) Bagi siswa, guna mengembangkan minat yang dimiliki siswa harus lebih aktif dalam menambah pengetahuan. Misal mencari referensi dari buku diluar buku pelajaran atau pun dari internet. Siswa juga harus lebih aktif dalam belajar serta mempersiapkan materi yang akan dipelajari pada hari esok

    Studi Praktik Kerja Industri di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) "Nasional" Malang

    No full text
    ABSTRAK   Putra, Dona Dwi. 2011. Studi Praktik Kerja Industri di Sekolah Menengah Kejuruan SMK "Nasional" Malang. Skripsi, Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Sumarli, M.Pd., M.T, (II) Drs. H. Paryono, S.T. M.T.   Kata Kunci: sekolah menengah kejuruan, pendidikan sistem ganda, praktik kerja indusri. Praktik kerja industri merupakan langkah awal untuk masuk pada dunia industri. Proses pelaksanaan Prakerin haruslah dilaksanakan dengan baik agar siswa yang telah melaksanakan prakerin mendapatkan bekal ilmu yang mencukupi, agar dapat memenuhi permintaan dunia industri dan dapat mengatasi segala persaingan yang semakin ketat. Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk mendeskripsikan beberapa hal, yang mencakup perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi praktik kerja industri di SMK Nasional Malang. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian deskriptif kuantitatif. Penjaringan data untuk guru dan siswa dilakukan dengan penyebaran angket. Sebelum instrument digunakan untuk meneliti, maka diuji cobakan dahulu kepada subjek yang mempunyai karakteristik yang sama atau hampir sama, hal ini dilakukan untuk mengetahui layak atau tidaknya instrumen digunakan untuk mencapai tujuan penelitian. Instrumen yang digunakan juga harus diuji dengan uji validitas dan realibilitas agar layak untuk digunakan. Kemudian data yang diperoleh dianalisis untuk menjabarkan penyajian data secara jelas. Secara umum siswa, guru dan DU/DI mempunyai persepsi yang sama pada persiapan prakerin. Sebagian besar dari mereka mempersepsikan bahwa persiapan yang dilakukan baik oleh siswa maupun DU/DI sudah cukup baik. Dengan demikian dapat disebutkan bahwa pihak terkait di atas telah berperan sebagaimana mestinya, yaitu disisi siswa telah mempersiapkan dirinya guna melaksanakan prakerin dalam jangka waktu empat bulan. Sementara itu dengan segala kesibukannya, DU/DI juga bersedia menerima siswa untuk prakerin di tempatnya, dengan demikian ada keinginan dari mereka untuk membagi pengalaman dan pengetahuan dengan siswa yang melaksanakan prakerin. DU/DI menilai bahwa pelaksanaan prakerin selama ini masih ada kekurangan, pihak DU/DI menilai bahwa siswa yang mengikuti prakerin di tempatnya masih terlihat kaku dalam mengoperasikan peralatan kerja, sehingga proses bimbingan harus masih memiliki porsi yang besar dibandingkan dengan kemandirian dari peserta prakerin, namun hal tersebut dinilai wajar karena peserta prakerin memang masih kurang pengalaman. Sementara itu dalam persepsi guru, pelaksanaan prakerin kurang optimal pada tingkatan waktu dan juga proses pembelajarannya, artinya guru melihat prakerin yang dilakukan selama ini menuntut siswa untuk lengsung dapat mengoperasikan peralatan kerja, padahal untuk dunia kerja yang relatif baru bagi siswa hal itu merupaka suatu proses yang membutuhkan bimbingan yang lebih mendalam. Kenyataan di atas sedikit berbeda dengan kondisi yang dialami oleh siswa. Sebagai subjek pakerin, siswa merasakan sesuatu yang sangat baru yang ditemuinya ketika prakerin, dan secara otomatis akan menambah kemampuan, keterampilan serta pengalamannya dalam dunia kerja. Kondisi inilah yang membuat siswa merasakan bahwa pelaksanaan prakerin banyak manfaatnya walaupun pada awalnya mereka merasa kaku dan memerlukan waktu adaptasi. Siswa, guru maupun DU/DI menilai bahwa sistem evaluasi terhadap pelaksanaan prakerin sudah termasuk baik. Kesimpulan ini mencakup pada sistem evaluasi secara tertulis maupun kompetensi, terutama yang dilakukan olah DU/DI. Bentuk evaluasi yang diterapkan selama ini lebih dikonsentrasikan pada nilai proses atau harian dan juga tes lisan yang dilakukan oleh instruktur. Penilaian ini juga masih ditambah dengan penilaian dari uji kompetensi dan juga tes keahlian yang kesemuanya disesuaikan dengan karakteristik tugas yang diberikan selama prakerin. Penilaian ini didasarkan pada pengujian yang sifatnya obyektif, yaitu tidak dinilai dari satu sisi saja, baik itu kompetensi secara langsung, penguasaan materi dan juga nilai ujian lainnya yang telah ditentukan sebelumnya

    RANCANG BANGUN MESIN CETAKAN PENGECORAN SISTEM SENTRIFUGAL HORISONTAL SEBAGAI PENAMBAH SARANA MEDIA PEMBELAJARAN DI LABORATORIUM PENGECORAN FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS NEGERI MALANG

    No full text
    ABSTRAK   Laboratorium  Pengecoran,  Fakultas  Teknik  Mesin,  Universitas  Negeri Malang  yang  masih  menggunakan  cetakan  pasir  sebagai  media  perkuliahan. Perencanaan mesin cetakan pengecoran dengan  sisitem  sentrifugal horizontal  ini bertujuan untuk menambah keragaman alat dan media perkuliahan yang nantinya dapat meningkatkan pengetahuan mahasiswa tentang proses pengecoran terutama dengan sistem sentrifugal. Tahap-tahap  perencanaan  pembuatan  mesin  meliputi  penentuan  ide, membaut skets design dari ide yang telah ditetapkan, menentukan dan menghitung ukuran-ukuran part mesin, membuat design manufactur  sesuai ukuran dari hasil perhitungan,  membuat  part-part  mesin,  merakit  part-part  menjadi  satu (assembly), melakukan proses finishing dan yang terakhir melakukan uji mesin. Dari proses perencanaan yang di  lakukan, dapat dihasilkan  sebuah mesin cetakan pengecoran dengan sistem sentrifugal horizontal dengan kecepatan putar cetakan 1440 rpm yang dihasilkan dari motor listrik 0,25 HP, akan menghasilkan logam  cetak  berbentuk  silinder  berlubang  dengan  diameter  60 mm  dan  panjang 150 mm.   Kata kunci : Mesin Cetakan, Pengecoran, dan Sistem Sentrifugal Horisonta

    MESIN PENGADUK ADONAN “WINGKO BABAT” KAPASITAS 40kg/proses

    No full text
    ABSTRAK   Wingko babat adalah kue khas Indonesia, sejenis kue yang terbuat dari kelapa dan bahan lainnya. Perencanaan mesin pengaduk adonan wingko babat kapsitas 40kg/proses ini bertujuan untuk meningkatkan produksi pengusaha wingko babat di daerah Babat Jawa timur. Tahap-tahap perencanaan pembuatan mesin meliputi penentuan ide, membuat skets design dari ide yang ditetapkan, menentukan dan menghitung ukuran-ukuran part mesin, membuat design manufactur sesuai ukuran dari hasil perhitungan, membuat part-part menjadi satu, melakukan proses finishing dan melakukan uji mesin. Dari proses perencanaan yang di lakukan, dapat dihasilkan sebuah mesin pengaduk adonan wingko babat kapasitas 40kg/proses dengan kecepatan putar sudu pengaduk 75 rpm yang dihasilkan dari motor listrik 1 HP, akan menghasilkan adonan wingko babat yang merata. Kata kunci : Mesin Pengaduk, Adonan “Wingko Babat”, Kapasitas 40kg/prose

    RANCANG BANGUN MESIN " HUMMER MILL " UNTUK MENINGKATKAN PRODUKSI TEPUNG IKAN

    No full text
    ABSTRAK Faris dan Wahyu.2011.Machine Hammer Mill. Final Task, Technical Engineering Majors, Engineering Faculty, State University Of Malang. Counsellor: (I)    Dra. Hj. Widiyanti, M.Pd (II) Drs. H. Djoni Bangun, M.Pd   Kata kunci : machine, fish mill, blower, mill Fish mill is the product processing fish, From geograpichal condition indonesian one that a lot of has littoral, where does fish constitute littoral main trade goods. Indonesian state so potentially productioni fish meal with good quality, development and fish meal product extension can prop ranch effort area and fishery that be quick amends at Indonesian. To the effect make Hammer Mill's machine which is to prop effort fish meal maker that all this time utilize trick conventionaling to makes fish meal, At marketing a lot of menyadiakan Hammer Mill's machine with big capacity and energy the need that big too so impacted on production fare and resulting product price, to it writer gets initiative to make more machine portable and efficient so gets to reach entrepreneurs little at fish meal makings area. This Hammer Mill's machine utilize series that have knife that total 24 assembled fruit on axis that lays in series with diameter 250 mm and long 200 mm with beating system that plots to be expected gets to increase penepungan's process fishes out  , by use of blower as inhalator of flour result already ground for over make easy fish meal packaging process that resulting. To look after condition of cares needed machine which shall be done, Care and pemeliharan each component on hammer mill's machine is divided care up daily, weekly care and lubrication. For care day to day is done each after pengoprasian hammer mill's machine by clears a part penepung's series and container, Care weekly did by memerikasa bolts fastener, axis punk and condition of knife axis, meanwhile oli's application is done to look after that bolster in good shape to reduce timeworn and prevents corrosion. Cost design in hammer mill's machine makings this was accounted from tool makings cost, taxes, and gain. So gotten by tool sell price. Of hammer mill's machine testing result this can make fish meal with roughness who can be adjusted, for purpose tips in processes condition flour makings raw material become thing who shan'tice its aridity zoom because of fish which is still have tall oil content difficult dashed and will jam sieve hole, so gets to down flour result that is gotten

    Mesin Pemecah Kacang Tanah dengan Sistem “Circle Working”.

    No full text
    ABSTRAK   Husen dan Yolan.2011.Mesin Pemecah Kacang Tanah dengan Sistem “Circle  Working”. Tugas Akhir, Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. H. Abdul Qolik, M.Pd, M.M (II) Drs. H. Djoni Bangun, M.Pd   Kata kunci : Kacang tanah, mesin, gilingan, pemecah Dilingkungan petani kacang tanah sudah terdapat mesin yang digunakan untuk memecah kulit kacang tanah. Kacang tanah tersebut digunakan dengan menggunakan sistem putaran gilingan. Dengan memberi jarak antara gilingan statis dan gilingan dinamis. mesin pemecah kacang tanah ini mutlah digunakan untuk mempercepat proses pemecahan kulit. Sehingga diharapkan dengan adanya mesin ini para petani kacang tanah dapat memperoleh keuntungan yang lebih. Tujuan membuat mesin pemecah kacang tanah dengan sistem ”circle working” yaitu untuk mempermudah para petani di desa Tegowangi, kecamatan pelemahan. Hal tersebut diakibatkan di derah tersebut sudah terdapat mesin pemecah kacnag tanah yang terbagi menjadi 2 yaitu mesin pemecah dan mesin pemisah. Sehingga penulis mempunyai ide yaitu menggabungkan kedua mesin tersebut sebagai mesin pemeah dan pemisah kacang tanah. Mesin oemecah kacang tanah ini mempunyai beberapa manfaat hal ini dimaksudkan mesin pemecah kacang tanah dapat berguna tidak hanya pada pengguna tetapi juga pada penulis, penulis berikutnya, industry serta almamater. Mesin pemecah kacang tanah dengan sistem “circle working” yaitu mesin pemeah kacang tanah yang menggunakan putaran gilingan sebagai alat pemecahnya. Teknologi ini sebenarnya sudah lama digunakan untuk proses pemecahan baik untuk memecah kacang tanah maupun untuk memecah kulit kopi. Pada mesin pemecah kacang tanah ini gilingan yang digunakan terbuat dari pipa besi dengan diameter luar 170 mm sedangkan diameter dalam 160 mm. untuk pisau sendiri digunakan besi eser. Cara kerjanya yaitu pada waktu kacang dimasukkan kedalam hooper, selanjutnya kacang tanah akan masuk ruang pemecahan dalam hal ini adalah gilingan yang telah diatur jaraknya dari silinder gilingan dengan gilingan statis. Sehingga kacang tanah akan jatuh ke ruang pemisahan dan kacang tanah akan keluar sudah akan terpisah dari kulit dan bijinya. Pembuatan mesin pemecah kacang tanah ini dimulai dari proses desain gambar. Dilanjutkan dengan perhitungan dan perencanaan mesin. Ini dimaksudkan agar diketahui bahan dan ukuran komponen mesin. Setelah diketahui komponen maka dilanjutkan dengan pembuatan komponen. Serta uji coba. Rancangan biaya dalam pembuatan mesin pemecah kacang tanah ini dihitung dari biaya pembelian bahan, pajak, serta keuntungan. Sehingga didapatkan harga jual alat. Perawatan dan pemeliharan mesin pemecah kacang tanah dengan sistem”circle working”, perawatan ini meliputi perawatan harian yaitu pembersihan kulit kacang atau biji kacang tanah yang masih ada di dalam gilingan pada waktu selesai digunakan. Perawatan mingguan yaitu pelumasan komponen-komponen mesin seperti pemberian pelumas pada bantalan atau di sekitar puli, hal ini untuk menjaga agar bantalan menjadi lebih tahan lama serta tidak mudah aus. Perawatan bulanan meliputi pengecekan semua komponen seperti bantalan, puli, dan V-belt agar dalam penggunaan lebih aman dan tidak terjadi kecelakaan kerja. Hasil pemecahan kacang tanah dengan mesin ini tidak berhasil 100% atau tidak sempurna sepenuhnya. Hal ini diakibatkan ukura kacang yang berbeda-beda sehingga kacang tanah yang mempunyai ukuran lebih kecil akan keluar dengan sendirinya tanpa terkelupas kulitnya. Tetapi jika diprosentasikan keberhasilan yaitu 80% kacang tanah akan terkelupas dengan sempurna sedangkan yang 20% akan pecah bijinya dan tidak terkelupas

    RANCANG BANGUN MESIN PENGHANCUR DAGING IKAN NILA DALAM UPAYA PRODUKSI ABON IKAN

    No full text
    ABSTRAK Achmad dan Feri.2011.Rancang Bangun Mesin Penghancur Daging Ikan Nilan Dalam Upaya Produksi Abon Ikan. Tugas Akhir, Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. H. Yoto,ST,  M.Pd, M.M (II) Dra. Hj. Widiyanti, M.Pd   Kata kunci : Ikan Nila, Mesin Penghancur Dilingkungan petani ikan khususnya ikan nila, ketika terjadi panen raya yang bersamaan di setiap daerah, maka akan terjadi harga jual yang relatif menurun. Tujuan membuat Mesin Penghancur Daging Ikan Nila yaitu untuk membantu para petani ikan agar dapat mengolah ikan menjadi abon ikan, sehingga akan dapat menambah harga jual dari ikan itu sendiri. Penyuwiran pada awalnya dilakukan secara manual yaitu degan ditumbuk, kemudian menggunakan mesin, namun mesin yang tersedia berkapasitas besar, sehingga penulis berinisiatif untuk membuatnya dalam kapasitas yang lebih kecil, sehingga dapat menjangkau pada sasaran yaitu para petani ikan. Mesin Penghancur Daging Ikan Nila ini tidak hanya dapat digunakan pada daging ikan saja, tetapi juga pada daging lainnya. Pada Mesin Penghancur Daging Ikan Nila ini penghancur  berupa batang penumbuk yang terbuat dari besi dengan diameter 12 mm dengan panjang 105 mm yang berjumlah 7 pasang (14 buah).Cara kerjanya yaitu daging ikan nila dimasukkan ke dalam wadah, kemudian penumbuk berputar memukul daging ikan  sehingga akan didapatkan daging ikan yang telah hancur. Kapasitas tampung dari mesin ini adalah 25 kg/jam. Proses penghancuran daging berlangsung selama + 10 menit, namun waktu penghancuran daging dapat berubah, semakin banyak daging yang dimasukkan maka seakin lama waktu yang dibutuhkan untuk menghancurkan daging tersebut. Pembuatan Mesin Penghancur Daging Ikan Nila ini dimulai dari proses desain gambar. Dilanjutkan dengan perhitungan dan perencanaan mesin. Ini dimaksudkan agar diketahui bahan dan ukuran komponen mesin. Daya motor yang digunakan 1 dalam satuan kuda (HP). Setelah diketahui komponen maka dilanjutkan dengan memasang komponen-komponen yaitu batang penumbuk, silinder penumbuk, pulley, wadah, poros, sabuk V. Rancangan biaya dalam pembuatan Mesin Penghancur Daging Ikan Nila ini dihitung dari biaya pembuatan alat, pajak, serta keuntungan. Sehingga didapatkan harga jual alat. Perawatan dan pemeliharan Mesin Penghancur Daging Ikan Nila, Perawatan setiap komponen berbeda-beda waktunya hal ini dikarenakan jenis pekerjaannya di mesin yang berbeda pula. Batang penumbuk dapat dirawat dengan melakukan pembersihan dari daging ikan nila pada waktu selesai digunakan. Perawatan untuk bantalan  dengan pemberian pelumas pada bantalan, hal ini untuk menjaga agar bantalan menjadi lebih tahan lama serta tidak mudah aus. Perawatan  pulley dan sabuk, yaitu dengan memberi pelumas di sekitar pulley dan pengecekan kesejajaran antar pulley, sabuk dilakukan pembersihan dari cairan-cairan yang menempel. Hasil dari proses berupa suwiran/cacahan daging ikan, namun hasil yang didapat tidak memiliki besar suwiran yang sama hal ini dikarenakan pada saat perebusan daging ikan ada bagian yang hanya terendam sedikit atau terendam penuh namun tidak mengalami perebusan yang sempurna, sehingga kekenyalannya akan berbeda

    0

    full texts

    307

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Tugas Akhir Jurusan Teknik Mesin - Fakultas Teknik UM
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇