Tugas Akhir Jurusan Teknik Mesin - Fakultas Teknik UM
Not a member yet
307 research outputs found
Sort by
RANCANG BANGUN MESIN PEMIPIL BIJI JAGUNG
ABSTRAK Saka, Dienul Wira. 2012. Rancang Bangun Mesin Pemipil Biji Jagung. Tugas Akhir, Program Studi D3 Teknik Mesin Fakultas Teknik Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Putut Murdanto, ST., MT, (II) Drs. Purnomo, ST., M.Pd. Kata Kunci : mesin pemipil biji jagung Karya tulis atau perancangan mesin ini dibuat setelah melalukan pengamatan terhadap beberapa produsen makanan atau jajanan berbahan dasar jagung di kota Gresik, khususnya di Kecamatan Kebomas dan Kecamatan Gresik. Jagung merupakan salah satu bahan pangan yang memiliki kandungan gizi yang tidak sedikit seperti kalori, protein, lemak, karbohidrat, kalsium, fosfor, vitamin A, vitamin B1 dan air. Tentunya produsen makanan atau jajanan tersebut memiliki alasan tertentu untuk memproduksinya dan sebelum jagung diolah menjadi jajanan, biji jagung harus dipisahkan dulu dari tongkolnya. Hal inilah yang membuat ketertarikan untuk mengamati atau melakukan survey dan juga wawancara terhadap beberapa produsen tersebut, terutama dalam proses pemipilan biji jagung dari tongkolnya. Hasilnya menunjukkan bahwa saat ini umumnya pemisahan biji jagung dari tongkolnya dilakukan secara manual, sehingga keamanan dalam proses pemipilan biji jagung kurang terjamin begitu pula kehigienisannya. Sementara itu sebagian mereka/ produsen menyatakan bahwa sangat membantu sekali bila ada alat/ mesin yang bisa memisahkan biji jagung dari tongkolnya, agar tidak menyita waktu terlalu banyak (tidak efektif) Dari hasil survey dan wawancara tersebut, tentunya perlu ditindak lanjuti dengan merancang atau menciptakan sebuah alat atau mesin yang fungsinya untuk memisahkan biji jagung dari tongkolnya. Untuk mewujudkan hal tersebut, maka perlu merumuskan beberapa masalah sebagai berikut. (1) Bagaimana membuat konsep rancangan (draft design) mesin pemipil biji jagung? (2) Bagaimana membuat rancangan teknik (engineering design) mesin pemipil biji jagung? (3) Bagaimana membuat rancangan manufaktur (manufacturing design) untuk komponen/ part mesin pemipil biji jagung? (4) Bagaimana membuat rancangan manufaktur (manufacturing design) untuk unit rakitan mesin pemipil biji jagung? Untuk merealisasikan permasalahan tersebut maka penulis/ perancang menggunakan metode pengamatan (observation), wawancara (interview) dan percobaan (experimen). Hasil dari perancangan mesin ini melalui pengujian 4 kali menunjukkan bahwa, pemipilan biji jagung dari tongkolnya dengan menggunakan mesin jauh lebih efektif dibanding secara manual, dengan rincian pemipilan biji jagung dari tongkolnya secara manual menghasilkan 102 tongkol/ jam, adapun pemipilan biji jagung dengan mesin menghasilkan 324 tongkol. Sementara itu peluang pemanfaatannya minimal memiliki 3 sasaran yaitu: (1) produsen jajanan, proses produksi efektif dan meningkatkan pendapatan, (2) bagi pemilik jasa parut kelapa dan sejenisnya, sebagai tambahan usaha dan meningkatkan pendapatan, (3) bagi pemilik bengkel, sebagai lahan baru untuk menambah order dan pendapatan. Keunggulan dari mesin pemipil biji jagung adalah efektif dalam berproduksi, jagung aman dan higienis, mesin tergolong ringan dan mudah dipindah, dapat digunakan setiap saat, mudah dalam pemakaian, mudah dibersihkan dan mudah dalam perawatan. Sementara itu, kelemahan yang terlihat pada mesin pemipil biji jagung dari tongkolnya adalah jagung masih dipegang tangan (tidak otomatis). Oleh karena itu perakitan atau pembuatan mesin ini tidak menutup kemungkinan masih perlu adanya penyempurnaan dan pengembangan yang lebih efektif dan efisien
Rancang Bangun Mesin Pengolah Biji Nangka Sistem In Filter
ABSTRAK Di Indonesia sekarang ini banyak sekali sumber gizi alternatif yang telah banyak di kembangkan. Seiring bertambahnya jumlah penduduk Indonesia, konsumsi bahan pangan juga semakin bertambah. Biji nangka termasuk alternatif gizi yang benilai murah dikarenakan banyak yang tidak dimanfaatkan dan hanya terbuang dengan percuma. Biji nangka memiliki kandungan fosfor dan kalsium yang lebih tinggi dari kedelai, selain itu keunggulan lain dari biji nangka adalah memiliki lemak yang rendah. Dari hasil penelitian dapat di ketahui bahwa setiap 100 gram sari biji nangka mengandung karbohidrat sebanyak 18,74 gram, protein 0,29 gram, lemak 0,23 gram, kalsium 39,39 mg, kadar air 80,74 gram, kalori 74,96 kkal, dan fosfor 400 mg (Direktorat gizi, Depkes 2009). Kandungan dari ampas hasil pengolahan yang dapat dibuat bahan dasar pembuatan adonan kue dan lain-lain (Kementerian Negara Riset dan Teknologi-www.ristek.go.id). sehingga dibutuhkan rancangan sebuah alat mesin pengolah biji nangka in filter sebagai alat dasar dari pembuatan susu sari biji nangka. Rancang bangun mesin pengolah biji nangka dengan sistem in filter adalah alat yang bisa mengolah biji nangka menjadi bahan dasar susu sari biji nangka, yang menggunakan putaran pisau sebagai alat pengolahnya dan in filter sebagai penyaring didalamnya. Prinsip dasar kerja pada mesin pengolah biji nangka ini adalah pada saat motor keadaan menyala maka, akan menggerakkan poros pisau dengan perantara puli motor, sabuk dan puli poros pisau, setelah poros pisau bergerak maka akan menggerakkan pisau dan biji nangka akan masuk melewati bejana dan proses pengolahan terjadi di dalam bejana pengolah, setelah biji nangka lembut cairan akan terpisah dengan ampasnya didalam penyaring. Dengan dibuat mesin pengolah biji nangka diharapkan biji nangka bisa diproduksi dengan kapasitas besar. Rancang bangun mesin pengolah biji nangka ini adalah salah satu cara untuk mengatasi kendala masyarakat yang membutuhkan sumber gizi alternatif yang harganya dapat terjangkau oleh masyarakat kalangan menengah ke bawah. Bukan itu saja, rancang bangun mesin pengolah biji nangka ini diharapkan juga dapat dikembangkan agar menjadi suatu alat produksi yang hasilnya dapat dipasarkan, sehingga dapat membuka lapangan pekerjaan baru pada masyarakat sekitar, sehingga biji nangka yang semula terbuang dengan percuma bisa untuk dimanfaatkan menjadi nilai guna yaitu sari susu biji nangka. Kata Kunci : Biji Nangka, Mesin, Pengolah, Penyarin
Hubungan antara Peran Guru Pembimbing dan Instruktur di Industri dengan Prestasi Praktik Kerja Industri Siswa Kelas XII Jurusan Teknik Mesin SMK Nasional Malang
ABSTRAK Khozi, Zulkifli, Zuda. 2012. Hubungan antara Peran Guru Pembimbing dan Instruktur di Industri dengan Prestasi Praktik Kerja Industri Siswa Kelas XII Jurusan Teknik Mesin SMK Nasional Malang. Skripsi, Jurusan Pendidikan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dra. Hj. Widiyanti, M.Pd, (II) Drs. Wahono, S.ST., M.Pd. Kata Kunci: Peran guru pembimbing, peran instruktur, prestasi praktik kerja industri. Peran guru pembimbing adalah melaksanakan kegiatan bimbingan siswa yang melaksanakan praktik kerja industri (Prakerin). Peran guru pembimbing yang tinggi akan meningkatkan prestasi praktik industri siswa. Peran instruktur di industri adalah memberikan bimbingan ahli bagi siswa dalam melakukan pekerjaan serta memberikan petunjuk-petunjuk praktis selama siswa melaksanakan praktik kerja industri. Siswa yang mendapat peran instruktur di industri baik akan berpengaruh terhadap prestasi Prakerin yang baik pula. Kenyataannya masih banyak guru pembimbing maupun instruktur praktik yang tidak memberikan perannya secara maksimal. Tujuan peneliti untuk mengetahui hubungan peran guru pembimbing dan instruktur di industri secara parsial maupun simultan dengan prestasi praktik kerja industri. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan pendekatan studi korelasional. Sampel dalam penelitian ini sebanyak 49 responden. Hasil analisis deskriptif menunjukkan bahwa rata-rata peran guru pembimbing ketika siswa melaksanakan praktik industri adalah cukup, rata-rata peran instruktur di industri ketika siswa melaksanakan praktik industri adalah baik, dan rata-rata prestasi praktik kerja industri yang didapat siswa adalah baik. Dari hasil analisis pengujian hipotesis dapat disimpulkan bahwa: (1) Secara parsial ada hubungan yang positif dan signifikan antara peran guru pembimbing dengan prestasi praktik kerja industri dengan r korelasi sebesar 0,487. (2) Secara parsial ada hubungan yang positif dan signifikan antara peran instruktur di industri dengan prestasi praktik kerja industri dengan r korelasi sebesar 0,537. (3) Secara simultan ada hubungan yang positif dan signifikan antara peran guru pembimbing dan instruktur di industri dengan prestasi praktik kerja industri dengan R korelasi sebesar 0,629. Berdasarkan kesimpulan di atas, maka disarankan kepada kepala sekolah untuk melakukan upaya-upaya dalam meningkatkan prestasi Prakerin dengan melakukan pemilihan guru pembimbing praktik yang memang memiliki persyaratan sebagai guru pembimbing Prakerin. Guru pembimbing hendaknya melakukan pembimbingan secara berkala (intensif) pada siswa yang melakukan Prakerin. Instruktur di industri hendaknya merasa peduli kepada siswa yang melaksanakan praktik dengan melakukan bimbingan Prakerin sebaik mungkin. Peneliti selanjutnya diharapka dapat mengembangkan penelitian ini lebih luas dan mendalam, dengan meneliti faktor-faktor lain yang mempengaruhi prestasi Prakerin
Pengembangan Media Pembelajaran Berbasis Multimedia Interaktif Mata Diklat Pengelasan GMAW Dasar Pada Siswa kelas X Jurusan Pengelasan Semester Genap SMK PGRI 3 Malang
ABSTRAK Taufiq, Endi Rachman. Pengembangan Media Pembelajaran Berbasis Multimedia Interaktif Mata Diklat Pengelasan GMAW Dasar Pada Siswa kelas X Jurusan Pengelasan SMK PGRI 3 Malang. Pembimbing (I) Prof. Dr. Ahmad Sonhaji, KH., M.A. Pembimbing (II) Drs. H. Yoto, S.T., M.Pd., M.M. Kata Kunci: pengembangan media pembelajaran, Multimedia Interaktif, Pengelasan GMAW Pengelasan GMAW dasar, merupakan mata diklat yang wajib ditempuh di jurusan pengelasan SMK PGRI 3 Malang. Mata diklat ini ditempuh pada kelas X semester Genab. Dimana mata diklat ini menjadi dasar untuk menuju mata diklat selanjutnya. Sehingga perlu adanya perhatian khusus pada mata diklat ini. Metode pembelajaran di Jurusan Teknik Pengelasan SMK PGRI 3 Malang, lebih banyak dilakukan dengan metode ceramah, tanya jawab, demonstrasi, penugasan, dan praktikum. Metode ini cukup efektif, tetapi belum cukup mengatasi kesulitan sebagian besar siswa. Penggunaan media DVD pembelajaran berbasis multimedia interaktif sebagai salah satu solusi media pembelajaran yang sangat tepat. Dalam metode ini media pembelajaran yang digunakan pembelajaran yang berbasis teknologi multimedia. Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk merancang, membuat, dan mengujicobakan media pembelajaran yang dapat mendukung efektifitas dan efisiensi kegiatan belajar mengajar pada mata diklat GMAW Dasar dengan menggunakan media DVD pembelajaran di Jurusan Teknik Pengelasan di SMK PGRI 3 Malang. Pengembangan media pembelajaran berbasis multimedia interaktif ini menggunakan model pengembangan Sadiman, dkk. perancangan media pembelajaran melalui 10 tahap kegiatan, yaitu: (1) menganalisis kebutuhan; (2) merumuskan tujuan pembelajaran; (3) merumuskan butir-butir materi; 4) menyusun instrumen evaluasi;( 5) menulis naskah media; (6) produksi produk media pembelajaran; (7) validasi ahli; 8) uji coba produk;( 9) revisi; (10) hasil produk. Berdasarkan hasil validasi materi, diperoleh persentase 82,5%, dan dari validasi media, diperoleh persentase 85%. Sehingga dapat disimpulkan bahwa media pembelajaran berbasis multimedia interaktif yang dikembangkan masuk pada kriteria sangat valid/sangat baik dan dapat digunakan dalam pembelajaran. Selaian itu, terdapat hasil uji coba kelompok kecil, diperoleh persentase 75,83% dan uji coba lapangan, diperoleh persentase 84,4%, kesimpulan bahwa media pembelajaran berbasis multimedia interaktif ini menarik dan mudah digunakan baik dari segi materi ataupun pengoperasian program
Automatic Clove Drying Machine
ABSTRAK Kokoh & Wiko. 2012. Drying Machine of Clove by Using an Automatic Control System. Final Project. Department of Machine Engineering, Faculty of Engineering, State University of Malang. Advisors: (I) Drs. Sumarli, M.Pd., M.T, (II) Drs. Yuni Sunarto Key words: clove, control system, productivity Clove (Syzygium aromaticum) is an original plant of Indonesia which has a lot of benefits in many fields such as health, food, industry of cigarette, and many more. Clove plant could grow in the tropical area like Indonesia. This plant also could grow in the hot climate like Zanzibar. But, water level of clove flower was not as much as in Indonesia which was up to 75% from that clove flower, so the quality was better in Indonesia. Plant which was used of tree clove was its flower which it had the high price to sell. Commercial process was when the flower in the dry condition. Therefore, the drying process of clove flower was very important. In this time, hot in order to make it drying should be constant and organized. Then it could make clove dried by utilizing drying machine as alternative resource if drying energy of the sun could not help since it was caused by some factors such as, when it was raining or circumstance changing of afternoon to night. Drying machine of clove was completed by a control temperature in order to make it constant and could be programmed as we want by utilizing control system of thermometer. From the design of Clove drying machine, it is expected to be able to carry ± 3,5 kg/ drying; hence productivity of drying process could be maximal
Automatic Clove Drying Machine
ABSTRAK Kokoh & Wiko. 2012. Drying Machine of Clove by Using an Automatic Control System. Final Project. Department of Machine Engineering, Faculty of Engineering, State University of Malang. Advisors: (I) Drs. Sumarli, M.Pd., M.T, (II) Drs. Yuni Sunarto Key words: clove, control system, productivity Clove (Syzygium aromaticum) is an original plant of Indonesia which has a lot of benefits in many fields such as health, food, industry of cigarette, and many more. Clove plant could grow in the tropical area like Indonesia. This plant also could grow in the hot climate like Zanzibar. But, water level of clove flower was not as much as in Indonesia which was up to 75% from that clove flower, so the quality was better in Indonesia. Plant which was used of tree clove was its flower which it had the high price to sell. Commercial process was when the flower in the dry condition. Therefore, the drying process of clove flower was very important. In this time, hot in order to make it drying should be constant and organized. Then it could make clove dried by utilizing drying machine as alternative resource if drying energy of the sun could not help since it was caused by some factors such as, when it was raining or circumstance changing of afternoon to night. Drying machine of clove was completed by a control temperature in order to make it constant and could be programmed as we want by utilizing control system of thermometer. From the design of Clove drying machine, it is expected to be able to carry ± 3,5 kg/ drying; hence productivity of drying process could be maximal
Rancang Bangun Mesin Pelabel Botol Selai.
ABSTRAK Aris Kurniawan, Yoga Satrianto. 2011. Rancang Bangun Mesin Pelabel Botol Selai. Tugas Akhir, Progam Studi D3 Teknik Mesin Fakultas Teknik Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Solichin, S.T.,M.kes. (II) Drs. Imam sudjono, M.T. Kata Kunci: mesin label botol selai, Programmable Logic Controller (PLC) Otomatisasi merupakan alternatif yang tidak dapat dielakkan lagi untuk memperoleh sistem kerja yang sederhana, praktis dan efisien. Untuk menunjang proses ini menggunakan Programable Logic Control (PLC) sebagai pengontrolnya. Tugas Akhir mesin Label Botol Selai yang memiliki panjang 800 mm, lebar 525 mm, tinggi 304 mm, daya 26 watt, kapasitas 20 botol permenit yang dikontrol oleh Programmable Logic Controller (PLC) ini adalah alat yang dapat digunakan untuk menempelkan label menggunakan sistem gerak conveyor jenis belt, dengan kecepatan 0,0875 m/detik, rol pemutar botol yang terbuat dari karet dengan putaran 96 rpm, dan Pneumatik yang digunakan silinder pneumatik kerja ganda (double acting), dengan diameter silinder 20 mm, diameter batang piston 10 mm, panjang langkah 23 mm, katup yang digunakan adalah katup 4/2-way dan selenoid yang berfungsi untuk mengatur tekanan udara yang keluar dari unsur pembersih ke pneumatik sesuai dengan posisi atau gerakan dari pneumatik. Pneumatik dikontrol oleh PLC yang dikerjakan secara otomatis. Motor penggerak yang digunakan adalah jenis motor DC dengan daya keseluruhan 26 watt. Tujuan dari proses pelabelan otomatis ini adalah mendapatkan hasil pelabelan yang tepat dan ketelitian dari objek dengan kapasitas mesin yang direncanakan 20 botol permenit. Sensor yang digunakan dalam proses ini adalah proximity switch Sensor ini berfungsi sebagai pemberi sinyal ke PLC sebagai input device dan akan meneruskan sinyal tersebut pada sistem gerak berikutnya. Proximity switch akan aktif bila terkena objek yang terbuat dari logam yang terdapat pada tutup botol selai
Alat Penghemat Bahan Bakar dan Meningkatkan Performa Motor Bensin 4 Langkah Menggunakan Hidrogen Boster
ABSTRAK Singgih & Kadek. 2011. Alat Penghemat Bahan Bakar dan Meningkatkan Performa Motor Bensin 4 Langkah Menggunakan Hidrogen Boster. Tugas Akhir, Urusan Teknik Mesin Otomotif, Fakultas Teknik Universitas Negri Malang. Pembimbing: (1) Drs. Imam Muda Nauri, S.T., M.T.,(II) Drs. Siswanto, M.A. Kata Kunci: performa motor, hidrogen boster Abstrak: Banyak alat penghemat bahan bakar yang ditawarkan di pasaran saat ini, namun harganya relatif mahal. Untuk menyiasati kondisi seperti ini, maka dibuatlah alternatif alat penghemat bahan bakar yang lebih sederhana dan tentu saja harganya relatif lebih murah. Salah satunya adalah dengan menggunakan penghemat bahan bakar hidrogen booster. Hidrogen menurut (bahasa Latin: hidrogenium, dari bahasa Yunani: hydro: air) adalah unsur kimia pada tabel periodik yang memiliki simbol H dan nomor atom 1. Pada suhu dan tekanan standar, hidrogen tidak berwarna, tidak berbau, bersifat non-logam, bervalensi tunggal, dan merupakan gas diatomik yang sangat mudah terbakar. Dengan massa atom 1,00794 amu, hidrogen adalah unsur teringan di dunia. (Wikipedia bahasa Indonesia 27 september 2011). Secara umum dalam perancangan penghemat bahan bakar dan peningkat performa motor bensin 4 tak menggunakan hydrogen booster ini terdiri dari Tabung HHO, elektroda, elektrolit dan katalisator. Selain komponen tersebut ada pula komponen pendukung lain seperti PWM ( pulse width modulator). Pada gambar 3.1 dapat dilihat blok diagram yang memperlihatkan perancangan secara umum. Dari pengujian yang dilakukan menggunakan hydrogen booster dengan kombinasi elektroda menggunakan bahan pipa stainless stell, gelembung hydrogen yang dihasilkan selalu kontinyu. Campuran elektrolit dan katalisator harus di sesuaikan, agar panas dan ampere yang di timbulkan pada saat hydrogen booster dioperasikan tidak terlalu tinggi sehingga menurunkan kinerja dari alat tersebut. Dengan menambahkan simple PWM HHO, arus yang digunakan untuk elektrolisa dapat di atur, sehingga panas yang timbul bias diminalisir.
MESIN GERGAJI PEMOTONG KAYU MEJA DATAR
ABSTRAK Saputra, Ryan Adi dan Achmad HannaWildanna. 2011. Mesin Geraji (Pemotong) Kayu Meja Datar. Tugas Akhir, Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Yoto, S.T, M.Pd, M.M. Pembimbing (II) Drs. Yuni Sunarto, M.Pd Kata Kunci: gergaji kayu, motor listrik DC, pisau bulat, UKM. Kualitas produk berpengaruh kuat dalam menentukan kesuksesan UKM yang bergerak dibidang mebel. Kualitas produk turut dipengaruhi oleh variasi yang ada pada bahan baku, salah satu bahan bakunya yaitu kayu. Untuk mendapatkan kualitas potongan kayu yang bagus dan presisi tentunya harus memenuhi kriteria potongan yang tepat, apabila potongan tidak presisi akan berpengaruh pada pembentukan mebel tersebut.Mesin gergaji kayu adalah suatu mesin gergaji dengan sistem pemotongan otomatis, yang digerakkan dengan motor listrik dan dapat untuk naik turun pisau yang berguna untuk menentukan kedalaman pemotongan kayu . Mesin ini menggunakan pengukur yang berguna untuk mengukur tebal tipisnya potongan kayu. Hasil analisis poros gergaji dengan diameter poros 19 mm, tegangan geser yang terjadi yaitu 0,26 kg/mm2 dan lebih kecil dari pada tegangan geser yang direncanakan yaitu 3,083 kg/mm2, sehingga poros gergaji dengan diameter 19 mm aman untuk digunakan. Dalam sistem penurunan dan penaikan gergaji yang berguna untuk menentukan dalamnya potongan kayu dapat naik maksimal 40-45 mm. Maka mesin ini dapat dimanfaatkan oleh para pelaku UKM untuk meningkatkan kapasitas produksi dan menambah ketelitian pengerjaan pada saat pemotongan
Rancang Bangun Mesin Pengayak Pasir Silika
ABSTRAK Syaifuddin, Muhammad. 2011. Rancang Bangun Mesin Pengayak Pasir Silika. Tugas Akhir, Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Siswanto, M.A., (II) Drs. Putut Murdanto, S.T., M.T. Kata Kunci: Mesin , Pengayak , Pasir Material pasir sangatlah penting dan tidak dapat dipisahkan penggunaanya dalam dunia industri. Seringkali dalam dunia industri dibutuhkan material pasir yang telah diproses. Dalam hal ini material pasir yang dimaksud adalah material pasir yang sudah siap pakai. Pada proses pembelajaran Praktikum Pengecoran Logam di Program DIII Teknik Mesin Fakultas Teknik Universitas Negeri Malang, untuk meningkatkan kualitas prestasi mahasiswa biasanya oleh Ketua Program DIII Teknik Mesin Fakultas Teknik Universitas Negeri Malang dalam satu kelas dibagi menjadi dua offering. Namun karena ketersediaan bahan pasir cetak sangat terbatas yaitu hanya satu offering, maka setelah pasir cetak dibuat rongga cetak untuk diisi logam cair, rongga cetak pada cetakan pasir tersebut menggumpal. Dampak terjadinya gumpalan tersebut maka kelas offering yang kedua tidak dapat menggunakannya. Agar limbah gumpalan cetakan pasir menjadi pasir cetak untuk pembuatan rongga cetak pada cetakan pasir yang digunakan kelas offering kedua perlu adanya alat bantu mesin pengayak pasir dengan ukuran pasir 100 mesh agar proses pembelajaran Pengecoran Logam dengan durasi waktu sepuluh hari target dapat tercapai dari segi kualitas maupun prestasi belajar mahasiswa. Alat ini dibuat untuk membantu mahasiswa dalam matakuliah praktik laboratorium pengecoran yang dilakukan selama dua minggu. Saat ini proses pengayakan pasir masih menggunakan cara manual yang memakan waktu 4 jam untuk 500 kg pasir, sedangkan alat pengayak pasir cetak yang dibuat oleh penulis ini diharapkan memiliki kapasitas minimum 500 Kg/jam. Pada Tugas Akhir ini akan dibahas suatu alat pengayak pasir cetak yang akan digunakan pada Laboratorium Pengecoran Jurusan Teknik Mesin Fakultas Teknik Universitas Negeri Malang. Alat pengayak pasir ini akan memisahkan material limbah pasir cetak basah yang masih tercampur antara yang halus dan yang masih menggumpal, sehingga pasir hasil proses pengayakan dapat digunakan untuk membuat cetakan pasir untuk keperluan pengecoran. Selain itu alat ini dibuat sedemikian rupa agar konstruksinya sederhana dan pengoperasiannya mudah