Tugas Akhir Jurusan Teknik Mesin - Fakultas Teknik UM
Not a member yet
307 research outputs found
Sort by
Pembuatan Program Manajemen Logistik untuk Pencatatan Material Dengan Metode AVERAGE di Bengkel Teknik Mesin FT UM.
ABSTRAK Purnomo, Hadi. dan Malvistulloh, Valentine. 2012.Pembuatan Program Manajemen Logistik untuk Pencatatan Material Dengan Metode AVERAGE di Bengkel Teknik Mesin FT UM. Tugas Akhir, Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Wahono, S.ST., M.Pd. (II) Suprayitno, S.T., M.T. Kata Kunci: program, manajemen logistik, pencatatan, bengkel mesin Manajemen logistik merupakan bagian dari proses supply chain yang berfungsi untuk merencanakan, melaksanakan, dan mengendalikan keefisienan dan keefektifan penyimpanan dan aliran barang, pelayanan dan informasi terkait dari titik permulaan hingga titik konsumsi dalam tujuannya untuk memenuhi kebutuhan para pelanggan. Manajemen logistik yang baik sangat diperlukan di gudang untuk pengaturan aliran material yang ada di gudang agar tidak kekurangan maupun kelebihan material serta pengecekan material jika dilihat dari garis besar fungsi manajemen logistik. Bengkel Teknik Mesin Universitas Negeri Malang merupakan salah satu bengkel mesin yang mempunyai gudang untuk penyimpanan material praktik. Tapi dalam perencanaan dan pencatatan material masih belum teratur. Hal ini dikarenakan pencatatan material masih menggunakan pencatatan manual sehingga sulit melihat jumlah material yang habis dipakai dalam waktu periode tertentu untuk perencanaan pengadaan material berikutnya. Selain itu, dampak dari pencatatan yang belum teratur yaitu sulitnya melihat sisa material yang ada. Program manajemen logistik yang memanfaatkan software yang ada di komputer adalah salah satu pemecahan masalah yang dihadapi bengkel Teknik Mesin Universitas Negeri Malang untuk memudahkan pencatatan dan perencanaan material yang ada. Program manajemen logistik dibuat dari software Microsoft access dan memanfaatkan fasilitas yang ada didalamnya seperti: tabel, query, form, report, VB access, serta fasilitas lain. Program dibuat dengan metode pencatatan average. Setelah masuk ke program, pengoperasian program dapat dilakukan dengan memilih jenis material yang ada pada tampilan utama. Pilihan material yang disediakan yaitu (1) material baku dan (2) komponen standard . yang dimaksud material baku disini yaitu material yang masih membutuhkan pengerjaan lanjut seperti: besi poros, besi kotak, dan lain-lain. Sedangkan yang dimaksud komponen standard disini yaitu material yang sudah tidak membutuhkan pengerjaan seperti: mur, baut, bantalan, dan lain-lain. Jika sudah memilih material, selanjutnya memilih proses yang akan dilakukan. Proses tersebut adalah (1) input data, (2) persediaan barang, dan (3) laporan berdasarkan kode. Dalam fasilitas input data dapat dilihat tabel rincian material, fasilitas memasukkan data material masuk dan memasukkan data material keluar, serta melihat sisa persediaan. Persediaan barang digunakan untuk melakukan print out persediaan material yang tersisa di gudang. Laporan berdasarkan kode digunakan untuk melihat dan melakukan print out data material berdasarkan kode material yang dimasukkan
RANCANG BANGUN MESIN SERUT ES BATU
ABSTRAK Arik dan Aric Kurniawan.2012.Rancang Bangun Mesin Serut Es Batu.Tugas Akhir, Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Imam Sudjono .,M.T (II) Drs. Sumarli .,M.Pd , M.T Kata kunci : Es Batu, Mesin Penyerut Dilingkungan Industri kecil dan memnengah (UKM) khususnya yang menjual es batu dalam bentuk serutan, ketika mendapat pesanan Es serutan dalam jumlah banyak maka tidak mungkin menggunakan cara manual. Tujuan membuat Mesin Serut es Batu yaitu untuk membantu para pelaku usaha kecil dan menengah, sehingga akan dapat meningkatkan produktifitas dalam membuat es serut. Penyerutan pada awalnya dilakukan secara manual yaitu dengan diserut menggunakan pisau penyerut tangan, sehingga penulis berinisiatif untuk membuatnya dengan menggunakan mesin yang tentunya akan lebih efektif dan efisien waktu dan tenaga, sehingga dapat menjangkau pada sasaran yaitu para pelaku usaha es batu. Pada Mesin Penyerut Es Batu ini penyerut berupa pisau yang berbentuk rigi-rigi seperti gergaji dengan ukuran 250 mm x 80 mm yang berjumlah 8 buah. Cara kerjanya yaitu es balok dimasukkan melalui corong masuk, kemudian diserut oleh pisau yang berputar, sehingga akan didapatkan es batu dalam bentuk serutan kecil yang seragam. Kapasitas tampung dari mesin ini adalah 288,96 kg/jam. Pembuatan Mesin Peyerut Es Batu ini dimulai dari proses desain gambar. Dilanjutkan dengan perhitungan dan perencanaan mesin. Ini dimaksudkan agar diketahui bahan dan ukuran komponen mesin. Daya motor yang digunakan 1 dalam satuan kuda (HP). Setelah diketahui komponen maka dilanjutkan dengan memasang komponen-komponen yaitu pisau penyerut, dudukan pisau, pulley, poros, sabuk V. Rancangan biaya dalam pembuatan Mesin Penyerut Es Batu ini dihitung dari biaya pembuatan alat, pajak, serta keuntungan. Sehingga didapatkan harga jual alat. Untuk perawatan dan pemeliharan Mesin Penyerut Es Batu setiap komponen berbeda-beda waktunya hal ini dikarenakan jenis pekerjaannya di mesin yang berbeda. Pisau penyerut dapat dirawat dengan melakukan pembersihan dari sisa-sisa es batu pada waktu selesai digunakan. Perawatan untuk bantalan dengan pemberian pelumas pada bantalan, hal ini untuk menjaga agar bantalan menjadi lebih tahan lama serta tidak mudah aus. Perawatan pulley dan sabuk, yaitu dengan memberi pelumas di sekitar pulley, sabuk dilakukan pembersihan dari cairan-cairan yang menempel. Hasil dari proses berupa serutan es batu, mempunyai ukuran yang sama, dikarenakan desain dari Mesin Serut Es Batu ini sudah dirancang khusus sehingga hasil produksi serutan es batu akan seragam
RANCANG BANGUN SISTEM SCREW PENEKAN ADONAN PADA MESIN PENCETAK PENTOL BAKSO
ABSTRAK Agus dan Wakhid. 2012 Rancang Bangun Sistem Screw Penekan Adonan Pada Mesin Pencetak Pentol Bakso. Tugas Akhir, Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Imam Sudjono, M.T., (II) Didik Nurhadi, S.Pd., M.Pd. Kata kunci: pentol bakso, mesin, sistem screw penekan. Bakso adalah jenis bola daging yang paling lazim dalam masakan Indonesia. Seiring berkembangnya teknologi, maka tercipta sebuah mesin pencetak bakso. Mesin dengan tingkat efisiensi dan keefektifan yang tinggi. Dibandingkan dengan proses pembuatan pentol bakso secara manual, proses produksi menggunakan mesin ini lebih efektif dan efisien. Waktu yang digunakan lebih singkat, pekerja/karyawan yang terlibat lebih sedikit, dan bakso yang dihasilkan jelas lebih banyak. Prinsip kerja mesin pencetak pentol bakso secara umum yaitu terletak pada screw penekan adonan dan penggerak pisau potong. Mesin ini dilengkapi dengan dua buah motor listrik 1 fasa yang terpisah (di bagian atas dan bawah) sesuai dengan fungsinya masing-masing. Cara kerja dari sistem mekanik mesin pencetak pentol bakso yaitu adonan yang masuk melewati rumah nozle terdorong turun oleh putaran poros screw hingga melalui pisau pemotong, lalu adonan terpotong oleh pisau dan membentuk bulatan-bulatan pentol bakso. Terdapat dua buah lengan yang terletak satu sumbu dengan poros lengan dan bantalan lengan. Bantalan dihantam oleh noken sehingga lengan ikut bergerak membawa pisau pemotong. Dihasilkan konsep rancangan (draft design), rancangan teknik (engineering design) serta perhitungan komponen-komponen mesin. Komponen-komponen tersebut dapat dirakit menjadi suatu rangkaian mesin yang utuh yang dapat berfungsi dengan baik sesuai dengan perencanaan yang dibuat. Sistem mekanik mesin pencetak pentol bakso ini dapat menghasilkan sekitar 140 pentol bakso per menitnya atau sekitar 8000 lebih pentol bakso per jam
RANCANG BANGUN MESIN PEMBUAT ICE CREAM BERBAGAI MACAM RASA DENGAN KAPASITAS 3,5 KILOGRAM / JAM
ABSTRAK Taufik dan Roni.2011. Rancang Bangun Mesin Pembuat Ice Cream Berbagai Macam Rasa dengan Kapasitas 3,5 Kilogram / Jam. Tugas Akhir, Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. H. Sunomo., M.Pd (II) Didik Nurhadi, S.Pd., M.Pd Kata kunci : Ice Cream, Mesin Pembuat Kebutuhan dan penggunaan peralatan bantu atau mesin produksi dalam suatu perusahaan besar maupun perusahan kecil menentukan terhadap hasil produksi atau produk yang dihasilkan dari produksi yang dilakukan perusahaan. Untuk itu, dalam suatu perusahaan pasti membutuhkan suatu alat produksi yang dapat memudahkan para karyawannya dalam proses pembuatan produk. Dan dengan adanya suatu alat produksi dalam suatu perusahaan tersebut, maka suatu perusahaan itu dapat memproduksi dengan secara cepat dan tepat dan dapat meningkatkan jumlah produksi yang dihasilkan dan juga produk yang lebih baik dari sebelumnya. Sebagai contoh, yaitu Mesin Pembuat Ice Cream Berbagai Macam Rasa dengan Kapasitas 3,5 kilogram / Jam. Proses pembuatan Ice Cream cara manual dilakukan di dalam tabung yang diputar dengan tangan. Dan proses itu membutuhkan waktu yang sangat lama karena putaran tidak stabil dan mengeluarkan banyak tenaga. Di samping proses pembuatannya sangat lama karena putaran yang dihasilkan dari tabung tidak begitu cepat dan hasil produksi yang di hasilkan juga kurang memenuhi standard makanan dan jumlah produksi yang di hasilkan minim. Berdasarkan permasalahan minimnya produksi Ice Cream diperlukan mesin produksi yang dapat membantu proses produksi yang dapat memudahkan dalam proses produksi dan juga dapat meningkatkan jumlah produk yang di hasilkan. Langkah awal yang dilakukan adalah observasi di daerah Kecamatan Kesamben, Kabupaten Blitar, karena pembuatan Ice Cream di daerah tersebut masih manual. Diharapkan dengan pembuatan alat ini kami bisa membantu proses pembuatan Ice Cream dengan hasil kualitas standard makanan lebih baik dan memudahkan dalam proses produksi karena di lakukan secara otomatis. Selanjutnya dilakukan perencanaan suatu alat atau mesin produksi pembuat Ice Cream yang dapat berputar secara stabil dan kecepatan putarannya dapat disesuaikan dengan kebutuhannya. Pembuatan Mesin Pembuat Ice Cream ini dimulai dari proses desain gambar. Dilanjutkan dengan perhitungan dan perencanaan mesin. Ini dimaksudkan agar diketahui bahan dan ukuran komponen mesin. Daya motor yang digunakan 1/2 dalam satuan kuda (HP). Setelah diketahui komponen maka dilanjutkan dengan memasang komponen-komponen yaitu poros, bantalan, rantai, roda gigi, tabung stainless, kerangka . Perawatan dan pemeliharan Mesin Pembuat Ice Cream, Perawatan setiap komponen berbeda-beda waktunya hal ini dikarenakan jenis pekerjaannya di mesin yang berbeda pula. Perawatan untuk bantalan dengan pemberian pelumas pada bantalan, hal ini untuk menjaga agar bantalan menjadi lebih tahan lama serta tidak mudah aus. Perawatan rantai dan roda gigi, yaitu dengan memberi pelumas di sekitar rantai dan roda gigi
Rancang Bangun Mesin Uji Impact Charpy Model Penunjukan Skala Digital
ABSTRAK Hakim, Lukman dan Dwi, N.A. Pratiwi. 2011. Rancang Bangun Mesin Uji Impact Charpy Model Penunjukkan Skala Digital. Tugas Akhir, Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing : (I) Drs. Putut Murdanto, S. T., M. T. (II) Suprayitno, S. T., M. T. Kata Kunci: mesin uji, uji impact charpy, digital Dewasa ini teknologi berkembang begitu cepat, baik di dunia komunikasi maupun dunia perindustrian. Dalam dunia industri banyak berbagai mesin berbahan logam yang digunakan. Dalam merencanakan suatu mesin dilakukan beberapa tahap, salah satunya adalah memilih bahan yang akan digunakan untuk penentuan sifat-sifat mekanik suatu bahan. Untuk mengetahui sifat-sifat mekanik suatu bahan, salah satunya adalah dengan cara melakukan pengujian. Ada beberapa jenis pengujian yang dapat dilakukan, diantaranya adalah pengujian tekan, pengujian tarik, pengujian pukul takik, dan pengujian kekerasan. Semua pengujian tersebut pada prinsipnya adalah sama yaitu dilakukan dengan cara memberikan suatu gaya tertentu pada bahan yang diuji, salah satunya adalah pengujian pukul takik. Dalam kegiatan pengujian pukul takik tentunya memerlukan suatu mesin uji pukul takik. Pada mesin uji takik yang ada pada saat ini, untuk mengetahui hasil energi pukul takik ditunjukkan oleh indicator penunjuk ketinggian. mesin uji impact yang ada pada saat ini menggunakan busur derajat dan jarum penunjuk. Setelah itu dilakukan penghitungan untuk mengetahui besar nilai impact. Keakuratan Nilai Impact ini ditentukan oleh seberapa besar ketelitian dari busur derajat yang digunakan dan jarum penunjuk yang bekerja. Dan operator yang melakukan pengujian harus melihat dengan sangat cermat berapa besar sudut awal dan sudut akhir yang ditunjukan oleh jarum penunjuk. Jika menggunakan mesin uji impact dengan penunjukan skala digital, keakuratan yang dihasilkan lebih tinggi dari jarum penunjuk manual. Kesimpulan, mesin uji impact dengan penunjukan skala digital menghasilkan keakuratan yang lebih tinggi dibandingkan mesin uji impact dengan penunjukan skala manu
Mesin Press sandal dengan pneumatik
ABSTRAK Aminudin dan Sidqi.2012.Mesin Press sandal dengan pneumatik. Tugas Akhir, Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Putut Murdanto, S.T.,M.T. (II) Prihanto Trihutomo, S.T., M.T. Kata kunci: Pneumatik, Produktivitas Tujuan membuat Mesin Press sandal dengan pneumatik ini yaitu untuk membantu para pengusaha pengerajin sandal untuk meningkatkan kapasitas produksi kepada pengusaha pengerajin sandal. Pembuatan Mesin pres sandal dengan pneumatik ini dimulai dari proses desain gambar, dilanjutkan dengan perhitungan dan perencanaan mesin. Ini dimaksudkan agar diketahui bahan dan ukuran komponen mesin, mesin press sandal ini menggunakan silinder dengan diameter 20 cm. Setelah diketahui komponen mesin maka dilanjutkan dengan pemasangan komponen mesin yaitu meliputi landasan pemotong, pengarah landasan, pisau potong, silinder pneumatik, dan dudukan pisau. Perawatan dan pemeliharan Mesin Pres sandal dengan pneumatik, Perawatan setiap komponen berbeda-beda waktunya hal ini dikarenakan jenis pekerjaannya di mesin yang berbeda pula. Pisau Pemotong dapat dirawat dengan melakukan pembersihan dengan cara diberi pelumas minyak goreng pada waktu selesai digunakan.Perawatan untuk rangka yaitu dengan memeriksa bagian-bagian yang mungin terjadi korosi serta melapisi cat yang terkupas untuk menghindari terjadimya korosi
Pengembangan Media Pembelajaran Dasar Kompetensi Kejuruan Berbasis E-learning Untuk Siswa Jurusan Multimedia Kelas X SMK YPM 6 Bojonegoro
ABSTRAK Anryza. 2012. Pengembangan Media Pembelajaran Dasar Kompetensi Kejuruan Berbasis E-learning Untuk Siswa Jurusan Multimedia Kelas X SMK YPM 6 Bojonegoro. Skripsi, Program Studi Pendidikan Teknik Informatika, Jurusan elektro, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Dr. Ir. H. Syaad Patmanthara, M.Pd., (2) Didik Dwi Prasetya, S.T, M.T Kata Kunci: Dasar Kompetensi Kejuruan, e-learning, media pembelajaran Dasar Kompetensi Kejuruan (DKK) merupakan salah satu mata pelajaran yang harus dikuasai oleh siswa SMK di segala jurusan. Mata pelajaran ini sangat penting untuk siswa SMK TIK karena menjadi dasar dari semua kompetensi yang akan ditempuh dan untuk pengembangan kompetensi yang lebih lanjut. Di SMK YPM 6 Bojonegoro untuk mata pelajaran DKK pokok bahasan instalasi sistem operasi dasar, masih banyak siswa yang belum begitu menguasai. Hal ini dikarenakan kurangnya waktu yang tersedia untuk mata pelajaran tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk membuat sebuah media pembelajaran yang sudah teruji/tervalidasi dan layak digunakan sebagai penunjang belajar siswa. Pengembangan media ini menggunakan model pengembangan Sugiyono yang telah dimodifikasi menjadi 8 tahapan untuk menyesuaikan kebutuhan pengembangan. Validasi produk dilakukan oleh ahli media dan ahli materi yang berpengalaman untuk menilai produk yang dirancang tersebut. Instrumen pengumpulan data yang digunakan dalam uji coba produk ini berupa angket yang terdiri dari dua bagian yaitu berupa angket penilaian dan angket komentar. Produk yang dikembangkan menggunakan software Moodle dengan bentuk materi berupa file handout, presentasi dan video, serta fitur-fitur Moodle yaitu chatting, forum, dan ujian online. Untuk memastikan bahwa media yang dikembangkan sudah sesuai dengan spesifikasi, maka dilakukan validasi media dan materi. Hasil validator media mendapat persentase 100%, validator materi 91,67%, kelompok kecil 90,83% dan 92% dari kelompok besar. Dengan kriteria kelayakan yang ditentukan, media pembelajaran ini valid dan layak digunakan tanpa revisi. Hal tersebut dapat diartikan bahwa media pembelajaran ini layak dan siap digunakan
Rancang Bangun Instalasi Destilator Asap Cair
ABSTRAK Mochammad Nadzir, Demiawan Prakoso. 2011. Rancang Bangun Instalasi Destilator Asap Cair. Tugas Akhir, Program Studi D3 Teknik Mesiin Fakultas Teknik Universitas Negeri Malang. Pembimbing : (I) Dra. Widiyanti, M.Pd. (II) Drs. Yoto, S.T., M.Pd. Asap cair dikenal memiliki banyak kegunaan diantaranya sebagai bahan pengawet makanan yang alami dan telah disetujui di beberapa negara untuk menggantikan peran formalin yang disinyalir dapat membahayakan kesehatan, Asap cair merupakan suatu larutan hasil kondensasi atau pengembunan dari uap hasil pembakaran tidak langsung maupun langsung dari bahan-bahan yang banyak mengandung lignin, selulosa, hemiselulosa serta senyawa karbon lainnya. Bahan baku yang banyak digunakan dalam pembuatan asap cair adalah kayu, bongkol kelapa sawit, sabut dan tempurung kelapa, ampas hasil penggergajian kayu dan lain sebagainya. Tugas akhir rancang bangun instalasi destilator asap cair bertujuan untuk merancang alat distilasi asap cair hasil distilasi pertama agar diperoleh asap cair yang aman digunakan pada makanan. Kualitas asap cair dipengaruhi oleh kemurnian senyawa-senyawa yang terkandung di dalamnya, khususnya fenol dan asam organik. Oleh karena itu diperlukan proses pemurnian untuk memisahkan kedua senyawa tersebut sehingga dihasilkan asap cair yang berkualitas tinggi dan aman untuk digunakan pada makanan. Proses pemurnian yang selama ini sering dilakukan hanya sebatas dengan proses pengendapan untuk menghilangkan tar dan endapan kotoran lainnya, namun cara ini belum dapat memisahkan phenol dan asam organik dari asap cair yang kotor. Maka dari itu perlu ada proses destilasi ulang (redestilasi) berdasarkan perbedaan titik didihnya. Proses perancangan alat distilasi meliputi pembuatan tangki penampung, tabung kondensasi, dudukan, dan penyangga. Perhitungan biaya total pembuatan alat meliputi biaya bahan baku, biaya permesinan, biaya perancangan, dan biaya operator. Total biaya produksi sebesar Rp. 4.053.600,- Kata Kunci : Rancang Bangun, Asap Cair, Distilasi, Pengawet
Rancang Bangun Mesin Uji Impact Charpy Model Penunjukan Skala Digital
ABSTRAK Hakim, Lukman dan Dwi, N.A. Pratiwi. 2011. Rancang Bangun Mesin Uji Impact Charpy Model Penunjukkan Skala Digital. Tugas Akhir, Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing : (I) Drs. Putut Murdanto, S. T., M. T. (II) Suprayitno, S. T., M. T. Kata Kunci: mesin uji, uji impact charpy, digital Dewasa ini teknologi berkembang begitu cepat, baik di dunia komunikasi maupun dunia perindustrian. Dalam dunia industri banyak berbagai mesin berbahan logam yang digunakan. Dalam merencanakan suatu mesin dilakukan beberapa tahap, salah satunya adalah memilih bahan yang akan digunakan untuk penentuan sifat-sifat mekanik suatu bahan. Untuk mengetahui sifat-sifat mekanik suatu bahan, salah satunya adalah dengan cara melakukan pengujian. Ada beberapa jenis pengujian yang dapat dilakukan, diantaranya adalah pengujian tekan, pengujian tarik, pengujian pukul takik, dan pengujian kekerasan. Semua pengujian tersebut pada prinsipnya adalah sama yaitu dilakukan dengan cara memberikan suatu gaya tertentu pada bahan yang diuji, salah satunya adalah pengujian pukul takik. Dalam kegiatan pengujian pukul takik tentunya memerlukan suatu mesin uji pukul takik. Pada mesin uji takik yang ada pada saat ini, untuk mengetahui hasil energi pukul takik ditunjukkan oleh indicator penunjuk ketinggian. mesin uji impact yang ada pada saat ini menggunakan busur derajat dan jarum penunjuk. Setelah itu dilakukan penghitungan untuk mengetahui besar nilai impact. Keakuratan Nilai Impact ini ditentukan oleh seberapa besar ketelitian dari busur derajat yang digunakan dan jarum penunjuk yang bekerja. Dan operator yang melakukan pengujian harus melihat dengan sangat cermat berapa besar sudut awal dan sudut akhir yang ditunjukan oleh jarum penunjuk. Jika menggunakan mesin uji impact dengan penunjukan skala digital, keakuratan yang dihasilkan lebih tinggi dari jarum penunjuk manual. Kesimpulan, mesin uji impact dengan penunjukan skala digital menghasilkan keakuratan yang lebih tinggi dibandingkan mesin uji impact dengan penunjukan skala manu
RANCANG BANGUN MESIN SERUT ES BATU
ABSTRAK Arik dan Aric Kurniawan.2012.Rancang Bangun Mesin Serut Es Batu.Tugas Akhir, Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Imam Sudjono .,M.T (II) Drs. Sumarli .,M.Pd , M.T Kata kunci : Es Batu, Mesin Penyerut Dilingkungan Industri kecil dan memnengah (UKM) khususnya yang menjual es batu dalam bentuk serutan, ketika mendapat pesanan Es serutan dalam jumlah banyak maka tidak mungkin menggunakan cara manual. Tujuan membuat Mesin Serut es Batu yaitu untuk membantu para pelaku usaha kecil dan menengah, sehingga akan dapat meningkatkan produktifitas dalam membuat es serut. Penyerutan pada awalnya dilakukan secara manual yaitu dengan diserut menggunakan pisau penyerut tangan, sehingga penulis berinisiatif untuk membuatnya dengan menggunakan mesin yang tentunya akan lebih efektif dan efisien waktu dan tenaga, sehingga dapat menjangkau pada sasaran yaitu para pelaku usaha es batu. Pada Mesin Penyerut Es Batu ini penyerut berupa pisau yang berbentuk rigi-rigi seperti gergaji dengan ukuran 250 mm x 80 mm yang berjumlah 8 buah. Cara kerjanya yaitu es balok dimasukkan melalui corong masuk, kemudian diserut oleh pisau yang berputar, sehingga akan didapatkan es batu dalam bentuk serutan kecil yang seragam. Kapasitas tampung dari mesin ini adalah 288,96 kg/jam. Pembuatan Mesin Peyerut Es Batu ini dimulai dari proses desain gambar. Dilanjutkan dengan perhitungan dan perencanaan mesin. Ini dimaksudkan agar diketahui bahan dan ukuran komponen mesin. Daya motor yang digunakan 1 dalam satuan kuda (HP). Setelah diketahui komponen maka dilanjutkan dengan memasang komponen-komponen yaitu pisau penyerut, dudukan pisau, pulley, poros, sabuk V. Rancangan biaya dalam pembuatan Mesin Penyerut Es Batu ini dihitung dari biaya pembuatan alat, pajak, serta keuntungan. Sehingga didapatkan harga jual alat. Untuk perawatan dan pemeliharan Mesin Penyerut Es Batu setiap komponen berbeda-beda waktunya hal ini dikarenakan jenis pekerjaannya di mesin yang berbeda. Pisau penyerut dapat dirawat dengan melakukan pembersihan dari sisa-sisa es batu pada waktu selesai digunakan. Perawatan untuk bantalan dengan pemberian pelumas pada bantalan, hal ini untuk menjaga agar bantalan menjadi lebih tahan lama serta tidak mudah aus. Perawatan pulley dan sabuk, yaitu dengan memberi pelumas di sekitar pulley, sabuk dilakukan pembersihan dari cairan-cairan yang menempel. Hasil dari proses berupa serutan es batu, mempunyai ukuran yang sama, dikarenakan desain dari Mesin Serut Es Batu ini sudah dirancang khusus sehingga hasil produksi serutan es batu akan seragam