Tugas Akhir Jurusan Teknik Mesin - Fakultas Teknik UM
Not a member yet
307 research outputs found
Sort by
alat simulasi cuci mobil otomatis
ABSTRAK Rusdianto, Pradita dan Prasetyo, Guruh Kukoh. 2012. Alat Simulasi Cuci Mobil Otomatis. Artikel. Jurusan Teknik Mesin Otomotif, Fakultas Teknik. Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. H. Suwarno, M.Pd.. (II) Dr. Syarif Suhartadi, M.Pd.. Kata Kunci: Otomatisasi, mikrokontroler, sensor infra merah, cuci mobil otomatis Abstrak: Seiring dengan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK), terutama dalam bidang otomotif yang semakin pesat dan semakin besar, telah mendorong perkembangan industri otomotif khususnya mobil. Mengingat peranan kendaraan yang cukup banyak dalam kehidupan, maka demi kelancaran proses kerja mobil tersebut harus dilakukan pemeliharaan, perawatan, dan perbaikan. Salah satu kegiatan tersebut ialah mencuci mobil. Pemilihan jenis pencucian mobil juga menjadi perhatian para pengguna jasa pencucian mobil. Biasanya para pengguna jasa lebih memilih pencucian mobil secara otomatis karena dengan pengontrolan yang digunakan mikrokontroler AT89S51 dan sensor inframerah. Sensor infra merah sebagai pendeteksi benda yang akan diteruskan ke mikrokontroler untuk memberi inputan sehingga terjadi output yang sesuai perintah. Semua mekanik yang digunakan dalam mesin pencucian mobil dapat dikontrol dengan cepat, mudah, efisien dan akurat karena sistem kontrolnya sudah dikombinasikan dengan umpan balik, pengolahan data dan sistem monitoring dilakukan secara terpusat. Kesimpulan dari pembuatan alat ini adalah (1) Mikrokontroler dalam perancangan ini merupakan komponen utama karena komponen inilah yang akan mengatur sistem agar dapat bekerja dengan baik dan optimal. (2) Sensor pendeteksi mobil (infra merah) dalam perancangan ini untuk mendeteksi keberadaan mobil, mengggunakan sebuah rangkaian yang terdiri sepasang sensor infrared dan fototransistor. (3) Relay merupakan switch untuk kerja awal, berikutnya dan berakhir. Berdasarkan hasil ini harapannya dapat dilakukan pengembangan mengenai spesifik sensor yang dapat mengindikator benda yang lebih peka meskipun dengan jarak yang cukup jauh, membuat proses kerja mekanik yang lebih sesuai dengan hasil yang maksimal dan selanjutnya merencanakan perancangan yang lebih canggih lagi
RANCANG BANGUN SISTEM MEKANIK MESIN PENCETAK PENTOL BAKSO
ABSTRAK Achmad dan Fandik. 2012. Rancang Bangun Sistem Mekanik Mesin Pencetak Pentol Bakso. Tugas Akhir, Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik,Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Imam Sudjono, M.T.,(II) Didik Nurhadi, S.Pd., M.Pd. Kata kunci: pentol bakso, mesin, sistem mekanik. Industri bakso menengah ke bawah memiliki permasalahan. Industri tersebut tidak dapat memiliki mesin pencetak pentol bakso karena harganya yang mahal. Tujuan membuat sistem mekanik mesin pencetak pentol bakso yaitu untuk membantu industri bakso menengah ke bawah agar dapat memiliki mesin pencetak pentol bakso dengan harga yang relatif lebih murah. Mesin tersebut dapat menghasilkan pentol bakso yang lebih banyak, lebih padat dan sama ukuran dengan waktu yang lebih singkat. Hasil dari pembuatan pentol bakso harus bersih dan higienis. Oleh sebab itu sebagian besar bahan yang digunakan pada mesin ini adalah SUS 304 Stainless steel anti karat. Cara kerja dari sistem mekanik mesin pencetak pentol bakso yaitu adonan yang masuk melewati rumah nozle terdorong turun oleh putaran poros screw hingga melalui pisau pemotong, lalu adonan terpotong oleh pisau dan membentuk bulatan-bulatan pentol bakso. Terdapat dua buah lengan yang terletak satu sumbu dengan poros lengan dan bantalan lengan. Bantalan dihantam oleh noken sehingga lengan ikut bergerak membawa pisau pemotong. Dihasilkan konsep rancangan (draft design), rancangan teknik (engineering design) serta perhitungan komponen-komponen mesin. Komponen-komponen tersebut dapat dirakit menjadi suatu rangkaian mesin yang utuh yang dapat berfungsi dengan baik sesuai dengan perencanaan yang dibuat. Sistem mekanik mesin pencetak pentol bakso ini dapat menghasilkan sekitar 140 pentol bakso per menitnya atau sekitar 8000 lebih pentol bakso per jam
PENGARUH ANTARA SIKAP, MOTIVASI SISWA DAN SARANA PRASARANA PRAKTIK TERHADAP PRESTASI BELAJAR MATA DIKLAT SISTEM PEMINDAH TENAGA SISWA KELAS XI JURUSAN TEKNIK KENDARAAN RINGAN SMKN 1 WONOASRI KABUPATEN MADIUN
ABSTRAK Septaria , Devi Dwi. 2012. Pengaruh Antara Sikap, Motivasi Siswa, Dan Sarana Prasarana Praktik Terhadap Prestasi Belajar Mata Diklat Sistem Pemindah Tenaga Siswa Kelas XI Jurusan Teknik Kendaraan Ringan Smk 1 Wonoasri Kabupaten Madiun. Skripsi, Jurusan Teknik Mesin Program Studi Pendidikan Teknik Mesin Fakultas Teknik Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Drs. H. Sunomo, M.Pd (II) Drs. H. Yoto, S.T., M.Pd., M.M. Kata Kunci: Sikap, Motivasi Siswa, Sarana Prasarana Praktik, dan Prestasi Belajar Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh antara sikap, motivasi siswa, dan sarana prasarana praktik terhadap prestasi belajar mata diklat sistem pemindah tenaga siswa kelas xi jurusan teknik kendaraan ringan SMK 1 Wonoasri Kabupaten Madiun Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif korelasional dengan populasinya adalah seluruh siswa kelas XI TKR sebanyak 73 siswa, dan jumlah sampel sebanyak 63 siswa. Variabel bebas dalam penelitian ini adalah sikap, motivasi siswa, dan sarana prasarana praktik sedangkan variabel terikat dalam penelitian ini adalah prestasi belajar mata diklat sistem pemindah tenaga. Instrumen penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah angket dan dokumentasi. Data yang dikumpulkan dengan teknik deskriptif persentase dan analisis regresi linear berganda. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa sikap siswa berpengaruh secara positif signifikan terhadap prestasi belajar siswa pada mata diklat sistem pemindah tenaga, hal ini dapat dilihat dari t hitung 3,319 > t tabel 2,000. Motivasi siswa berpengaruh positif signifikan terhadap prestasi belajar siswa pada mata diklat sistem pemindah tenaga, hal ini dapat dilihat dari hasi t hitung 3,577 > t tabel 2,000. Sarana prasarana praktik berpengaruh positif signifikan terhadap prestasi belajar siswa pada mata diklat sistem pemindah tenaga, hal ini dapat dilihat dari hasi t hitung 3,806 > t tabel 2,000. Secara simultan sikap, motivasi siswa dan sarana prasarana praktik berpengaruh positif signifikan terhadap prestasi belajar siswa dengan hasil F hitung 22,573> F tabel 2,760. Selain itu, diperoleh Adjusted R square sebesar 0,511. Hal ini berarti 51,1 % perubahan variabel prestasi belajar mata diklat sistem pemindah tenaga disebabkan oleh perubahan sikap, motivasi siswa, dan sarana prasarana praktik. Variabel yang paling dominan berpengaruh terhadap prestasi belajar siswa adalah variabel sarana prasarana praktik. Dari data hasil penelitian diperoleh kesimpulan bahwa semakin baik sikap, motivasi siswa dan sarana prasarana praktik, baik secara individu maupun secara simultan akan diikuti oleh semakin meningkatnya prestasi belajar siswa pada mata diklat sistem pemindah tenaga. Disarankan kepada para peneliti selanjutnya dengan kasus serupa agar mengembangkan variabel-variabel penelitian yang bervariasi yang diharapkan dapat mengungkap lebih banyak permasalahan dan memberikan hasil temuan penelitian yang lebih berarti, serta memperluas wilayah populasi dan menggunakan teknik pengumpulan data yang bervariasi agar hasil penelitian lebih akurat dan objektif
perancangan alat sterilisasi baglog jamur dengan menggunakan boiler sederhana
ABSTRAK Rizky, M. IrvanNur. dan Muzzaki, Burhanudin. 2012. Alat Sterilisasi Baglog Jamur Dengan Menggunakan Boiler Sederhana. Tugas Akhir, Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Imam Sudjono, Drs., M.T., (II) Siswanto, Drs., M.A. Kata Kunci: sterilisasi baglog jamur, boiler, sistem otomatis, UKM. Kualitas sterilisasi bag log jamur berpengaruh kuat dalam menentukan kesuksesan UKM (Usaha Kecil Menengah) yang bergerak dibidang budidaya jamur tiram. Untuk mendapatkan hasil produksi jamur yang banyak, diperlukanjugabaglog yang banyakdanproduktif. Kualitas baglog yang baik ditentukan dari bahan baku dan campuran bahan baku yang baik pula, kemudian kualitas baglog juga dipengaruhi oleh proses sterilisasi yang maksimal dan benar-benar sesuai ketentuan panas dan waktu proses. Dengan persyaratan kriteria sterilisasi baglog yang telahditentukan maka otomatis pada saat sterilisasibaglogjamur harus diperhatikan dengan baik. Oleh karena itu dirancanglah alat sterilisasi baglog jamur untuk memaksimalkan proses sterilisasi dalam pembuatan baglog jamur dan meningkatkan kualitas produk para pelaku UKM.Alat sterilisasi baglog jamur adalah suatu alat sterilisasi menggunakan boiler sederhana yang telah disesuakan untuk sterilisasi baglog jamur dengan sistem otomatis pengatur pada kompor pembakaran, sehingga suhu dan waktu pensterilan dapat di kontrol, tidak memerlukan pekerja untuk mematikan kompor ketika waktu yang ditentukan sudah habis. Spesifikasi alat yang telah direncanakan adalah Bahan untuk boiler terbuat dari plat besi eser yang berbentuk silinder dengan ukuran diameter 500mm x tinggi700mm yang dipanaskan dengan kompor tungku dia burner yang berbahan bakar gas LPG, sebagai alat otomatis pada kompor dipasang dua buah solenoid valve disetiap saluran gas untuk mengontrol laju aliran bahan bakar. solenoid valve 1 di perintah oleh thermostat yang memutus aliran listrik ke solenoid valve 1 ketika panas melebihi maksimalnya dan mematikan api besar, sehingga suhu turun dan api besar menyala kembali ketika suhu alat dibawah suhu yang ditentukan. Solenoid valve 2 berada di saluran utama bahan bakar diperintah oleh timer omron yang akan memutus aliran listrik ketika waktu yang di set sudah habis akan menutup semua aliran bahan bakar, sehingga kompor akan mati dengan sendirinya. Uap yang dihasilkan boiler akan disalurkan melalui pipa saluran uap menuju tempat peletakan baglog jamur, bahan tempat baglog jamur dari drum oli bekas yang dibuatkan tutup. Alat ini dilengkapi dengan thermometer, manometer dan safety valve untuk mengontrol suhu dan tekanan dan juga sebagai alat keamanan
Rancang Bangun INJECTOR TESTER SUZUKI APV
ABSTRAK LAZUARDHI TAUFIQURROHMAN. NIM 406512304977. ADIB ZAHIDI. NIM 406512301301. Jurusan Mesin Otomotif. Fakultas Teknik Universitas Negeri Malang. 31 Agustus 2010. Rancang Bangun Injector Tester Suzuki APV. Dosen Pembimbing : Drs. Imam Muda Nauri, S.T, M.T dan Drs. Eddy Rudiyanto, M.Pd. Pada kendaraan bermotor, injector merupakan bagian yang terpenting dari sistem bahan bakar yang telah menggunakan sistem injection. Pengujian pada umumnya yaitu dengan cara melepas fuel rail, lalu memasang injector pada vinyl tube dan diberikan tekanan pada injektor melalui fuel pump. Cara ini kurang praktis karena tidak melakukan pengujian secara langsung pada semua injector, serta memiliki prinsip kerja yang masih sederhana. Sedangkan injector tester yang dirancang ini dapat melakukan pengujian secara komprehensip. Dengan cara melepas semua injektor dan memasangkannya pada injector tester lalu dilakukan pengujian, ini akan lebih menguntungkan baik dari segi waktu dan biaya, efektifitas maupun efesiensi. Berdasarkan permasalahn diatas, maka dalam tugas akhir ini dibuat perancangan alat yaitu alat uji injektor atau yang disebut injector tester khususnya untuk menguji injektor pada kendaraan Suzuki APV.dalam proses perencanaan injector tester ini, spesifikasi data yang diambil sebagian berdasarkan pada spesifikasi kendaraan Suzuki APV. Perencanaan injector tester ini memiliki nilai tambah yang diharapkan dapat mewujudkan pemecahan beberapa masalah di atas, baik yang berkaitan langsung dengan dunia teknik khususnya otomotif maupun bidang industri. Penyelesaian meliputi pemilihan komponen injektor tester dengan menyesuaikan komponen yang banyak diproduksi di pasaran. Dengan data Volume penginjeksian kendaraan Suzuki APV adalah 48 – 52cc/15sec. spesifikasi dari tekanan bahan bakar itu sendiri adalah sebesar 270 – 310 Kpa. Diameter luar injektor Suzuki APV sebesar 10,75 mm. komponen yang digunakan adalah sesuai dengan kebutuhan alat, yaitu dengan cara menghitung debit aliran fluida (bahan bakar) dari pompa bahan bakar sampai dengan injektor. Hasil dari studi ini adalah mengetahui semua perhitungan debit aliran fluida pada sistem serta tekanan fluida terhadap bahan pada semua sistem. Sehingga dapat menentukan bahan yang akan digunakan dalam sistem. Diantaranya fuel rail tipe 4005-0030 memiliki tekanan yg diijinkan 130 bar, pipa fleksibel (selang) tipe DN 8 dengan tegangan yang diijinkan 3120 Psi. fuel filter tipe 043-1009 masih dibawah beban maksimum arus (0,218 liter/menit ≤ 1,5 liter/menit). Manometer yang dipilih adalah tipe 10733830, yang memiliki ukuran tekanan maksimum 200 Psi ≤ tekanan maksimal bahan bakar sebesar 44,1 Psi. fuel pump dengan tipe ZRTE-A020 memiliki spesifikasi diatas tekanan yang ditentukan (2,7 bar ≤ 3bar)
RANCANG BANGUN MESIN PEMERAS SANTAN DENGAN MENGGUNAKAN SISTEM SCREW
ABSTRAK Rezan dan Ali.2012.Rancang Bangun Mesin Pemeras Santan dengan menggunakkan sistem screw. Tugas Akhir, Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs.H. Sunomo, M.Pd, (II) Drs.Imam Sudjono, M.T, Kata kunci : Santan, Mesin, Pemeras, Screw Di lingkungan Industri khususnya industri makanan yang menggunakan santan sebagai bahan dasar, ketika industri tersebut membutuhkan bahan dasar yang lebih banyak dalam waktu yang singkat tidak dapat terpenuhi maka akan terjadi penurunan hasil produksi. Tujuan membuat mesin pemeras santan dengan menggunakan sistem screw yaitu untuk membantu para industri kecil agar dapat mempermudah mendapatkan santan dengan kapasitas yang cukup besar dan dalam waktu yang singkat. Mesin pemeras santan dengan menggunakan sistem screw ini tidak hanya dapat digunakan pada santan saja, tetapi juga pada buah lainnya. Pada mesin pemeras santan dengan menggunakan sistem screw ini pemeras berupa screw yang terbuat dari stainless steel 304 diameter 150 mm dengan panjang 270 mm dengan jumlah 6 screw. Cara kerja dari mesin pemeras ini yaitu kelapa parut dimasukkan ke dalam hoper, kemudian screw akan mendorong kelapa parut ersebut dengan berputar yang menyebabkan kelapa parut tersebut bergesekkan dengan selubung luar dan juga tutup pegas yang juga ikut membantu proses pemerasan, sehingga akan didapatkan santan dan juga ampas kelapa parut kering. Kapasitas tampung dari mesin ini adalah 30 kg/jam. Pembuatan mesin pemeras santan dengan sistem screw ini dimulai dari proses desain gambar. Dilanjutkan dengan perhitungan dan perencanaan mesin. Ini dimaksudkan agar diketahui bahan dan ukuran komponen mesin. Daya motor yang digunakan 0,5 dalam satuan kuda (HP). Setelah diketahui komponen maka dilanjutkan dengan memasang komponen-komponen yaitu screw, pegas, hoper, poros, rantai, sproket. Perawatan dan pemeliharan mesin pemeras santan dengan sistem screw, Perawatan setiap komponen berbeda-beda waktunya hal ini dikarenakan jenis pekerjaannya di mesin yang berbeda pula. Screw dapat dirawat dengan melakukan pembersihan dari kelapa parut yang masih tertinggal pada waktu selesai digunakan, dan juga pembersihan sebelum mesin digunakkan, agar mendapatkan santan yang steril. Perawatan untuk bantalan dengan pemberian pelumas pada bantalan, hal ini untuk menjaga agar bantalan menjadi lebih tahan lama serta tidak mudah aus. Perawatan sproket dan rantai, yaitu dengan member pelumas di sekitar sproket dan pengecekan kesejajaran antar sproket. Hal ini dilakukan, karena perawatan merupakan hal utama untuk mengoptimalkan kerja dari mesin pemeras ini
Rancang Bangun Mesin Penghancur Jagung Kapasitas 20kg per jam dengan blower
ABSTRAK Mesin penghancur jagung yang sudah ada di pasaran memiliki kapasitas penghancuran yang kurang mencukupi, sehingga dalam hal ini tujuan pembuatan alat ini untuk menangani kelemahan dari mesin yang sudah ada di pasaran tersebut. Sistem kerja mesin ini menggunakan sistem tumbukan, jadi di dalam silinder luar dan silinder dalam terdapat las-lasan besi, sehingga jagung yang masuk akan berputar dan terbentur pada besi dan akan hancur. Metode pembuatan meliputi perancangan mesin, pembuatan gambar, proses pemesinan yang meliputi membubut, mengebor, mengelas, menggerinda, kerja bangku serta perakitan. Hasil berupa mesin penghancur jagung kapasitas 20 kg/jam. Harga jual mesin ini sebesar Rp 1.903.173,- dan modal akan kembali setelah mesin ini beroperasi selama 46 hari dengan 8 jam kerja setiap harinya
perancangan ulang dan pembuatan mesin serut bambu tusuk sate
ABSTRAK Hadi, Mohamad Adnan.dan Wardoyo, Reno Wahyu. 2012. Perancangan Ulang dan Pembuatan Mesin Serut Bambu Tusuk Sate. Tugas Akhir, Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Solichin, Drs. S.T.,M.Kes. (II) Imam Sudjono, Drs. M.T. Kata Kunci: Mesin Serut Bambu Tusuk Sate, UKM UKM (Usaha Kecil Menengah) adalah salah satu usaha yang diharapkan dapat meningkatkan kualitas hidup masyarakat Indonesia, salah satu peluang bisnis UKM yang dapat di lakukan adalah menjul, dan memproduksi tusuk sate dimana tusuk sate merupakan suatu pendukung dalam penyajian makanan khususnya sate ayam, dan sate kambing, namun juga banyak kuliner atau jajanan yang memanfaatkan tusuk sate sebagai penukung untuk penyajian, contohnya adalah bakso bakar, telur puyuh, dan usus goreng.Dalam memproduksi tusuk sate yang baik perlu di perhatikan kualitas bahan atau bambu yang akan di proses menjadi tusuk sate, bambu yang sudah tua perlu di potong dan dijemur hingga kadar air dalam potongan bambu berkurang, sehingga bambu akan lebih mudah di proses. Mesin serut tusuk sate ini adalah suatu mesin yang dapat menjadi pilihan untuk UKM karena mesin ini dapat menekan biaya produksi, upah karyawan, dan dapat meningkatkan kualitas produksi, mesin serut bambu tusuk sate ini dapat di gunakan untuk tiga proses, yaitu proses mengirat atau menipiskan bambu, kemudian proses merajang atau membelah bambu menjadi kotak-kotak kecil, lalu serut, atau membuat bambu yang sebelumnya kotak-kotak kecil menjadi bulat. Spesifikasi mesin yang telah di rencanakan adalah daya motor listrik ini sebesar 1 HP dan mempunyai putaran poros 1400 rpm. Dalam mesin serut bambu ini poros pada roll karet mempunyai dua kecepatan putar 340 rpm untuk serut dan 125 rpm untuk irat dan rajang, ini bertujuan untuk mendapatkan hasil bambu yang maksimal, cepat dan mampu memproduksi 7200 batang dalam 1 jamnya, atau 50kg sehari, yang sebelumnya hanya mampu memproduksi 25kg per hari. Diameter pulley penggerak dan diameter pulley motor ini berbanding 1 : 1.63 diameternya, yaitu 76 mm dan 117 mm, untuk pulley penggerak sebagai serut berbanding 1 : 2.25 yaitu 100 mm dan 211 mm, dan sebagai rajang dan irat berbanding 1 : 6.88 yaitu berdiameter 61 mm dan 355 mm bertujuan untuk menghasilkan putaran pada roll karet yang sudah ditentukan. Mesin serut bambu ini menggunakan sabuk – V tipe A. Untuk bantalan digunakan bantalan gelinding pillow block UCT204-12E memiliki diameter dalam 19 mm dan lebar 12 mm digunakan pada poros roll karet bagian atas, pillow block UCFL205-16 diameter 1 inch 2 buah dan diameter 19 mm 6 buah digunakan pada poros roll karet bagian bawah, dan pillow block UCP205-16 diameter 1 inch 3 buah digunakan pada poros penggerak pulley.
PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN PROSES PEMBUATAN RODA GIGI LURUS UNTUK STANDAR KOMPETENSI MEMFRAIS KOMPLEKS JURUSAN TEKNIK MESIN PRODUKSI DI SMKN 3 BOYOLANGU
ABSTRAK Suprayogi, Dedy. 2011. Pengembangan Media Pembelajaran Proses Pembuatan Roda Gigi Lurus Untuk Standar Kompetensi Memfrais Kompleks Jurusan Teknik Mesin Produksi Di SMK Negeri 3 Boyolangu. Skripsi. Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Sunomo, M.Pd, (II) Suprayitno, S.T., M.T. Kata Kunci: media pembelajaran, roda gigi lurus Pendidikan SMK bertujuan meningkatkan kemampuan siswa untuk dapat mengembangkan diri sejalan dengan perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi dan kesenian, serta menyiapkan siswa untuk memasuki lapangan kerja dan mengembangkan sikap profesional. Banyak kesulitan yang dialami siswa dalam pembelajarannya. Untuk mengatasi masalah tersebut, perlu diupayakan suatu pendekatan pembelajaran yang dapat digunakan untuk membuat pembelajaran lebih aktif. Pemakaian media pembelajaran dalam proses belajar mengajar dapat membangkitkan keinginan dan minat yang baru, membangkitkan motivasi, dan rangsangan kegiatan belajar. Produk media pembelajaran ini dikembangkan dan di uji coba di SMK Negeri 3 Boyolangu pada standar kompetensi memfrais kompleks pada materi pembuatan roda gigi lurus. Tujuan dari penelitian ini adalah: Menghasilkan produk multimedia sebagai sarana pembelajaran mata pelajaran memfrais pada materi pembuatan roda gigi lurus terhadap siswa SMKN 3 Boyolangu. Tahapan penelitian pengembangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah tahapan ADDIE yang terdiri dari lima tahapan: (1) analysis, (2) design, (3) development, (4) implementation, dan (5) evaluation. Instrumen pengumpul data yang digunakan dalam pengembangan ini berupa angket kuisioner yang disebarkan kepada dua ahli media, ahli materi, uji coba perorangan dengan 2 orang siswa, dan uji coba kelompok kecil dengan 10 orang siswa. Data yang diperoleh berupa data kualitatif hasil wawancara sebagai data awal dan data kuantitatif yang diperoleh dari hasil penskoran yang kemudian diterjemahkan kevalidanya. Produk media ini berbentuk software cd interaktif. Hasil validasi isi terhadap kelayakan media media pembelajaran ini menunjukkan hasil yang valid dengan perhitungan skor dari validasi ahli media 92,5%, validasi ahli materi 88%, uji coba perorangan 81,5%, dan uji coba kelompok kecil 82,2%. Hasil pengembangan media pembelajaran telah direvisi meliputi: (1) video diberi penjelasan berupa tulisan, (2) warna teks yang berwarna kuning pada materi diganti karena warna kuning menunjukkan link atau tombol, (3) menu tujuan pembelajaran disesuaikan, (4) tata tulis digunakan bahasa yang baik, dan (5) tabel usahakan janganditampilkan secara print screen karena tulisan di dalam tabel kurang jelas
PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN PROSES PEMBUATAN RODA GIGI LURUS UNTUK STANDAR KOMPETENSI MEMFRAIS KOMPLEKS JURUSAN TEKNIK MESIN PRODUKSI DI SMKN 3 BOYOLANGU
ABSTRAK Suprayogi, Dedy. 2011. Pengembangan Media Pembelajaran Proses Pembuatan Roda Gigi Lurus Untuk Standar Kompetensi Memfrais Kompleks Jurusan Teknik Mesin Produksi Di SMK Negeri 3 Boyolangu. Skripsi. Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Sunomo, M.Pd, (II) Suprayitno, S.T., M.T. Kata Kunci: media pembelajaran, roda gigi lurus Pendidikan SMK bertujuan meningkatkan kemampuan siswa untuk dapat mengembangkan diri sejalan dengan perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi dan kesenian, serta menyiapkan siswa untuk memasuki lapangan kerja dan mengembangkan sikap profesional. Banyak kesulitan yang dialami siswa dalam pembelajarannya. Untuk mengatasi masalah tersebut, perlu diupayakan suatu pendekatan pembelajaran yang dapat digunakan untuk membuat pembelajaran lebih aktif. Pemakaian media pembelajaran dalam proses belajar mengajar dapat membangkitkan keinginan dan minat yang baru, membangkitkan motivasi, dan rangsangan kegiatan belajar. Produk media pembelajaran ini dikembangkan dan di uji coba di SMK Negeri 3 Boyolangu pada standar kompetensi memfrais kompleks pada materi pembuatan roda gigi lurus. Tujuan dari penelitian ini adalah: Menghasilkan produk multimedia sebagai sarana pembelajaran mata pelajaran memfrais pada materi pembuatan roda gigi lurus terhadap siswa SMKN 3 Boyolangu. Tahapan penelitian pengembangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah tahapan ADDIE yang terdiri dari lima tahapan: (1) analysis, (2) design, (3) development, (4) implementation, dan (5) evaluation. Instrumen pengumpul data yang digunakan dalam pengembangan ini berupa angket kuisioner yang disebarkan kepada dua ahli media, ahli materi, uji coba perorangan dengan 2 orang siswa, dan uji coba kelompok kecil dengan 10 orang siswa. Data yang diperoleh berupa data kualitatif hasil wawancara sebagai data awal dan data kuantitatif yang diperoleh dari hasil penskoran yang kemudian diterjemahkan kevalidanya. Produk media ini berbentuk software cd interaktif. Hasil validasi isi terhadap kelayakan media media pembelajaran ini menunjukkan hasil yang valid dengan perhitungan skor dari validasi ahli media 92,5%, validasi ahli materi 88%, uji coba perorangan 81,5%, dan uji coba kelompok kecil 82,2%. Hasil pengembangan media pembelajaran telah direvisi meliputi: (1) video diberi penjelasan berupa tulisan, (2) warna teks yang berwarna kuning pada materi diganti karena warna kuning menunjukkan link atau tombol, (3) menu tujuan pembelajaran disesuaikan, (4) tata tulis digunakan bahasa yang baik, dan (5) tabel usahakan janganditampilkan secara print screen karena tulisan di dalam tabel kurang jelas