Tugas Akhir Jurusan Teknik Mesin - Fakultas Teknik UM
Not a member yet
    307 research outputs found

    Rancang Bangun Mesin Pengolah Biji Nangka Sistem In Filter

    No full text
    ABSTRAK   Di Indonesia sekarang ini banyak sekali sumber gizi alternatif yang telah banyak di kembangkan. Seiring bertambahnya jumlah penduduk Indonesia, konsumsi bahan pangan juga semakin bertambah. Biji nangka termasuk alternatif gizi yang benilai murah dikarenakan banyak yang tidak dimanfaatkan dan hanya terbuang dengan percuma. Biji nangka memiliki kandungan fosfor dan kalsium yang lebih tinggi dari kedelai, selain itu keunggulan lain dari biji nangka adalah memiliki lemak yang rendah. Dari hasil penelitian dapat di ketahui bahwa setiap 100 gram sari biji nangka mengandung karbohidrat sebanyak 18,74 gram, protein 0,29 gram, lemak 0,23 gram, kalsium 39,39 mg, kadar air 80,74 gram, kalori 74,96 kkal, dan fosfor 400 mg (Direktorat gizi, Depkes 2009). Kandungan dari ampas hasil pengolahan yang dapat dibuat bahan dasar pembuatan adonan kue dan lain-lain (Kementerian Negara Riset dan Teknologi-www.ristek.go.id). sehingga dibutuhkan rancangan sebuah alat mesin pengolah biji nangka in filter sebagai alat dasar dari pembuatan susu sari biji nangka. Rancang bangun mesin pengolah biji nangka dengan sistem in filter adalah alat yang bisa mengolah biji nangka menjadi bahan dasar susu sari biji nangka, yang menggunakan putaran pisau sebagai alat pengolahnya dan in filter sebagai penyaring didalamnya. Prinsip dasar kerja pada mesin pengolah biji nangka ini adalah pada saat motor keadaan menyala maka, akan menggerakkan poros pisau dengan perantara puli motor, sabuk dan puli poros pisau, setelah poros pisau bergerak maka akan menggerakkan pisau dan biji nangka akan masuk melewati bejana dan proses pengolahan terjadi di dalam bejana pengolah, setelah biji nangka lembut cairan akan terpisah dengan ampasnya didalam penyaring. Dengan dibuat mesin pengolah biji nangka diharapkan biji nangka bisa diproduksi dengan kapasitas besar. Rancang bangun mesin pengolah biji nangka ini adalah salah satu cara untuk mengatasi kendala masyarakat yang membutuhkan sumber gizi alternatif yang harganya dapat terjangkau oleh masyarakat kalangan menengah ke bawah. Bukan itu saja, rancang bangun mesin pengolah biji nangka ini diharapkan juga dapat dikembangkan agar menjadi suatu alat produksi yang hasilnya dapat dipasarkan, sehingga dapat membuka lapangan pekerjaan baru pada masyarakat sekitar, sehingga biji nangka yang semula terbuang dengan percuma bisa untuk dimanfaatkan menjadi nilai guna yaitu sari susu biji nangka. Kata Kunci : Biji Nangka, Mesin, Pengolah, Penyarin

    RANCANG BANGUN SISTEM SCREW PENEKAN ADONAN PADA MESIN PENCETAK PENTOL BAKSO

    No full text
    ABSTRAK   Agus dan Wakhid. 2012 Rancang Bangun Sistem Screw Penekan Adonan Pada Mesin Pencetak Pentol Bakso. Tugas Akhir, Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Imam Sudjono, M.T., (II) Didik Nurhadi, S.Pd., M.Pd.   Kata kunci: pentol bakso, mesin, sistem screw penekan. Bakso adalah jenis bola daging yang paling lazim dalam masakan Indonesia. Seiring berkembangnya teknologi, maka tercipta sebuah mesin pencetak bakso. Mesin dengan tingkat efisiensi dan keefektifan yang tinggi. Dibandingkan dengan proses pembuatan pentol bakso secara manual, proses produksi menggunakan mesin ini lebih efektif dan efisien. Waktu yang digunakan lebih singkat, pekerja/karyawan yang terlibat lebih sedikit, dan bakso yang dihasilkan jelas lebih banyak. Prinsip kerja mesin pencetak pentol bakso secara umum yaitu terletak pada screw penekan adonan dan penggerak pisau potong. Mesin ini dilengkapi dengan dua buah motor listrik 1 fasa yang terpisah (di bagian atas dan bawah) sesuai dengan fungsinya masing-masing. Cara kerja dari sistem mekanik mesin pencetak pentol bakso yaitu adonan yang masuk melewati rumah nozle terdorong turun oleh putaran poros screw hingga melalui pisau pemotong, lalu adonan terpotong oleh pisau dan membentuk bulatan-bulatan pentol bakso. Terdapat dua buah lengan yang terletak satu sumbu dengan poros lengan dan bantalan lengan. Bantalan dihantam oleh noken sehingga lengan ikut bergerak membawa pisau pemotong. Dihasilkan konsep rancangan (draft design), rancangan teknik (engineering design) serta perhitungan komponen-komponen mesin. Komponen-komponen tersebut dapat dirakit menjadi suatu rangkaian mesin yang utuh yang dapat berfungsi dengan baik sesuai dengan perencanaan yang dibuat. Sistem mekanik mesin pencetak pentol bakso ini dapat menghasilkan sekitar 140 pentol bakso per menitnya atau sekitar 8000 lebih pentol bakso per jam

    Rancang Bangun Mesin Penghancur Jagung Kapasitas 20kg per jam dengan blower

    No full text
    ABSTRAK   Mesin  penghancur  jagung  yang  sudah  ada  di  pasaran memiliki  kapasitas penghancuran yang kurang mencukupi, sehingga dalam hal  ini  tujuan pembuatan alat  ini  untuk  menangani  kelemahan  dari  mesin  yang  sudah  ada  di  pasaran tersebut.  Sistem  kerja mesin  ini menggunakan  sistem  tumbukan,  jadi  di  dalam silinder  luar  dan  silinder  dalam  terdapat  las-lasan  besi,  sehingga  jagung  yang masuk akan berputar dan terbentur pada besi dan akan hancur. Metode pembuatan meliputi perancangan mesin, pembuatan gambar, proses pemesinan yang meliputi membubut,  mengebor,  mengelas,  menggerinda,  kerja  bangku  serta  perakitan. Hasil berupa mesin penghancur jagung kapasitas 20 kg/jam. Harga jual mesin ini sebesar  Rp  1.903.173,-  dan  modal  akan  kembali  setelah  mesin  ini  beroperasi selama 46 hari dengan 8 jam kerja setiap harinya

    Pengaruh Variasi Temperatur Carburizing terhadap Tingkat Kekerasan dan Kedalaman Difusi Karbon pada Baja St 41 dengan Metode Pack Carburizing

    No full text
    ABSTRAK   Pratama, Chandra W. 2012. Pengaruh Variasi Temperatur Carburizing terhadap Tingkat Kekerasan dan Kedalaman Difusi Karbon pada Baja St 41 dengan Metode Pack Carburizing. Jurusan Teknik Mesin. Fakultas Teknik. Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Wahono, S.ST., M.Pd., (II) Drs. Yuni Sunarto   Kata Kunci: Variasi temperatur, baja St 41, pack carburizing, quenching. Mengingat permintaan pasar yang terus menuntut bahan yang lebih kuat dan keras, maka perlu kiranya diadakan penelitian terhadap pengaruh variasi temperatur terhadap tingkat kekerasan pada baja St 41 dengan metode pack carburizing, agar dapat menghasilkan baja yang lebih keras dan kuat untuk memenuhi permintaan pasar. Diharapkan nantinya waktu yang dibutuhkan untuk produksi bisa lebih singkat dengan adanya variasi temperatur carburizing. Pack carburizing adalah salah satu metoda yang digunakan untuk menambah kandungan karbon didalam baja dengan menggunakan media padat. Pemanasan yang dilakukan pada penelitian ini, menggunakan variasi temperatur 900º C, 950º C, dan 1000º C dengan penahanan waktu pemananasan (holding time) 60 menit. Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui adanya pengaruh variasi temperatur carburizing terhadap tingkat kekerasan baja St 41 dengan metode pack carburizing. Metode dalam penelitian ini menggunakan deskriptif kuantitatif. Sedangkan desain penelitiannya adalah penelitian eksperimental yang dilakukan di laboratorium. Teknik analisis data menggunakan analisis one way anova. Analisis statistik tersebut digunakan untuk pengujian dan membuktikan hipotesis. Objek penelitian ini adalah baja St 41 yang kemudian diberi perlakuan yakni pack carburizing dengan variasi temperatur carburizing dan kemudian diquenching. Hasil penelitian rata-rata kekerasan tertinggi diperoleh pada temperatur 10000 C sebesar 1427,8 HV, pada temperatur 9500 C sebesar 1143,5 HV, dan kekerasan terendah diperoleh pada temperatur 9000 C sebesar 1039,2 HV. Hal ini menunjukkan bahwa terdapat perbedaan nilai kekerasan permukaan pada baja St 41 antara sebelum dan setelah mengalami proses pack carburizing dengan variasi temperatur sehingga dapat disimpulkan bahwa variasi temperatur pada proses pack carburizing dan quenching berpengaruh terhadap tingkat kekerasan permukaan pada baja St 41. Kekerasan permukaan baja akan meningkat seiring bertambahnya temperatur proses pack carburizing pada baja St 41

    Mesin Penarik Adonan Permen dengan Pembatas Waktu Otomatis

    No full text
    ABSTRAK Adityansah, Ivan Ari. dan Setiawan, Wili. 2012. Perancangan Mesin Penarik Adonan Permen dengan Pembatas Waktu Otomatis. Tugas Akhir, Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Abdul Qolik, Drs. H. M.M., M.Pd (II) Djonni Bangun, Drs.M.Pd Kata Kunci:Mesin Penarik Adonan Permen, (Usaha Kecil Menengah) UKM. UKM (Usaha Kecil Menengah) adalah salah satu usaha yang diharapkan dapat meningkatkan kualitas hidup masyarakat di Indonesia, salah satu peluang bisnis UKM yang dapat dilakukan adalah menjual dan memproduksi permen, dimana permen merupakan salah satu dari sekian banyak makanan ringan yang paling disukai dari berbagai kalangan, khususnya permen rasa buah, namun juga banyak pilihan atau macam-macam permen yang memanfaatkan bahan-bahan lain sebagai pendukung untuk penyajian, contohnya adalah permen hardcandy, lolipop, permen karet, permen tradisional dan jenis permen lainnya. Jenis permen yang bermacam-macam tersebut yang menjadi daya tarik tersendiri bagi konsumen maupun produsen permen, dalam memproduksi permen yang baik perlu diperhatikan kualitas bahan atau rasa yang akan di proses menjadi permen, karena perpaduan bahan-bahan tersebut yang menentukan cita rasa permen menjadi lezat dan nikmat, sehingga banyak kalangan yang sangat menyukai jajanan yang satu ini, terutama kalangan anak-anak.Mesin penarik adonan permen adalah suatu mesin yang dapat menjadi pilihan untuk UKM karena mesin ini dapat menekan biaya produksi, upah karyawan, dan dapat meningkatkan kualitas produksi, mesin penarik adonan permen ini dapat digunakan pada saat proses penarikan adonan permen, karena proses tersebut yang menentukan mengembangnya adonan dan ratanya tekstur adonan, timer otomatis akan sangat berguna untuk lama waktu proses kerja mesin disetiap penarikan serta meratanya jenis adonan satu dengan adonan yang lainnya. Spesifikasi mesin yang telah direncanakan adalahdaya motor listrik mesin ini sebesar 1/4 HP dan mempunyai putaran motor1400 rpm kemudian motor mengalami reduksi gearbox 1:10 menjadi 140 rpm. Bahan poros yang digunakan dalam konstruksi ini adalah baja S30C yang mempunyai kekuatan tarik 48kg/mm² dengan diameter poros 25 mm, dalam mesin penarik permen ini poros pada rantai mempunyai kecepatan putar 70 rpm untuk memutar tuas tarik, ini bertujuan untuk mendapatkan hasil tarikan adonan yang maksimal, cepat dan mampu memproduksi 150 kgdalam 1 jamnya, atau 1200 kg sehari, yang sebelumnya hanya mampu memproduksi 160 kg per hari. Diameter pulley penggerak  dan diameter pulleypada poros ini berbanding1:2, yaitu 140mm dan 270mm, sprocket menggunakan dua sprocket dengan jumlah gigi 28 untuk poros dan dua sprocket dengan jumlah gigi 12 untuk rangkaian rantai. Mesin penarik permenini menggunakan sabuk–V tipe B. Untuk bantalan digunakan bantalan gelinding pillow blockUCP205-16 diameter 1 inch4 buah digunakan pada dua poros penggerak lengan tuas

    RANCANG BANGUN MESIN PEMBUAT ICE CREAM BERBAGAI MACAM RASA DENGAN KAPASITAS 3,5 KILOGRAM / JAM

    No full text
    ABSTRAK     Taufik dan Roni.2011. Rancang Bangun Mesin Pembuat Ice Cream Berbagai Macam Rasa dengan Kapasitas 3,5 Kilogram / Jam. Tugas Akhir, Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. H. Sunomo., M.Pd (II) Didik Nurhadi, S.Pd., M.Pd Kata kunci : Ice Cream, Mesin Pembuat   Kebutuhan dan penggunaan peralatan bantu atau mesin produksi dalam suatu perusahaan besar maupun perusahan kecil menentukan terhadap hasil produksi atau produk yang dihasilkan dari produksi yang dilakukan perusahaan. Untuk itu, dalam suatu perusahaan pasti membutuhkan suatu alat produksi yang dapat memudahkan para karyawannya dalam proses pembuatan produk. Dan dengan adanya suatu alat produksi dalam suatu perusahaan tersebut, maka suatu perusahaan itu dapat memproduksi dengan secara cepat dan tepat dan dapat meningkatkan jumlah produksi yang dihasilkan dan juga produk yang lebih baik dari sebelumnya. Sebagai contoh, yaitu Mesin Pembuat Ice Cream Berbagai Macam Rasa dengan Kapasitas 3,5 kilogram / Jam. Proses pembuatan Ice Cream cara manual dilakukan di dalam tabung yang diputar dengan tangan. Dan proses itu membutuhkan waktu yang sangat lama karena putaran tidak stabil dan mengeluarkan banyak tenaga. Di samping proses pembuatannya sangat lama karena putaran yang dihasilkan dari tabung tidak begitu cepat dan hasil produksi yang di hasilkan juga kurang memenuhi standard  makanan dan jumlah produksi yang di hasilkan minim. Berdasarkan permasalahan minimnya produksi Ice Cream diperlukan mesin produksi yang dapat membantu proses produksi yang dapat memudahkan dalam proses produksi dan juga dapat meningkatkan jumlah produk yang di hasilkan. Langkah awal yang dilakukan adalah observasi di daerah Kecamatan Kesamben, Kabupaten Blitar, karena pembuatan Ice Cream di daerah tersebut masih manual. Diharapkan dengan pembuatan alat ini kami bisa membantu proses pembuatan Ice Cream dengan hasil kualitas standard makanan lebih baik dan memudahkan dalam proses produksi karena di lakukan secara otomatis. Selanjutnya dilakukan perencanaan suatu alat atau mesin produksi pembuat Ice Cream yang dapat berputar secara stabil dan kecepatan putarannya dapat disesuaikan dengan kebutuhannya. Pembuatan Mesin Pembuat Ice Cream ini dimulai dari proses desain gambar. Dilanjutkan dengan perhitungan dan perencanaan mesin. Ini dimaksudkan agar diketahui bahan dan ukuran komponen mesin. Daya motor yang digunakan 1/2 dalam satuan kuda (HP). Setelah diketahui komponen maka dilanjutkan dengan memasang komponen-komponen yaitu poros, bantalan, rantai, roda gigi, tabung stainless, kerangka . Perawatan dan pemeliharan Mesin Pembuat Ice Cream, Perawatan setiap komponen berbeda-beda waktunya hal ini dikarenakan jenis pekerjaannya di mesin yang berbeda pula. Perawatan untuk bantalan  dengan pemberian pelumas pada bantalan, hal ini untuk menjaga agar bantalan menjadi lebih tahan lama serta tidak mudah aus. Perawatan  rantai dan roda gigi, yaitu dengan memberi pelumas di sekitar rantai dan roda gigi

    Perencanaan Pembuatan Alat Penggerak dan Pengontrol Las Potong

    No full text
    ABSTRAK   Hermawanto, Erfin dan Santoso, Adi Surya. 2011. Perencanaan Pembuatan Alat Penggerak dan Pengontrol Las Potong.  Tugas Akhir, Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing :(I) Drs. Solichin, S. T., M. Kes. (II) Prihanto Trihutomo, S. T., M.T.   Kata Kunci: Penggerak dan Pengontrol, Las Potong. Dalam perkembangan teknologi khususnya di bidang industri kini sudah mengalami peningkatan yang sangat pesat, di hampir setiap segi maupun di tiap-tiap bidang dalam perindustrian terlebih dalam industri manufacture selalu terus memperbaharui teknologi mereka. Hal ini dilakukan karena semata-mata untuk mempermudah pengerjaan, mempersingkat waktu yang dibutuhkan dalam suatu produksi, maupun agar kinerja dari tiap bagian yang terlibat didalamnya menjadi lebih maksimal. Dan pada akhirnya bisa didapatkan suatu langkah proses manufacture yang lebih efisien. Saat ini berbagai upaya terobosan masih terus dilakukan untuk tujuan tersebut, tak terkecuali dalam bidang Welding machinery atau pengerjaan las. Dalam proses pengelasan terutama pada proses pengelasan potong selama ini di industri manufacture hanya mengandalkan beberapa welder atau operatornya untuk melakukan pekerjaan pemotongan dengan cara manual yaitu dengan menggunakan las asitelin yang dikerjakan langsung pekerja-pekerja las / para operator las (welder) Maka dengan alasan inilah merencanakan alat penggerak las potong, yaitu sebuah alat penggerak dengan tenaga listrik yang sekaligus sebagai pengontrol pergerakan guner alat las potong yang memungkinkan pergerakan (welder) pemotongan berbagai pattern yang dengan kelebihan seorang operator las dapat di wakilkan dengan menggunakan satu alat ini, hasil las bisa lebih rapi dari pada las manua

    Perencanaan Pembuatan Alat Penggerak dan Pengontrol Las Potong

    No full text
    ABSTRAK   Hermawanto, Erfin dan Santoso, Adi Surya. 2011. Perencanaan Pembuatan Alat Penggerak dan Pengontrol Las Potong.  Tugas Akhir, Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing :(I) Drs. Solichin, S. T., M. Kes. (II) Prihanto Trihutomo, S. T., M.T.   Kata Kunci: Penggerak dan Pengontrol, Las Potong. Dalam perkembangan teknologi khususnya di bidang industri kini sudah mengalami peningkatan yang sangat pesat, di hampir setiap segi maupun di tiap-tiap bidang dalam perindustrian terlebih dalam industri manufacture selalu terus memperbaharui teknologi mereka. Hal ini dilakukan karena semata-mata untuk mempermudah pengerjaan, mempersingkat waktu yang dibutuhkan dalam suatu produksi, maupun agar kinerja dari tiap bagian yang terlibat didalamnya menjadi lebih maksimal. Dan pada akhirnya bisa didapatkan suatu langkah proses manufacture yang lebih efisien. Saat ini berbagai upaya terobosan masih terus dilakukan untuk tujuan tersebut, tak terkecuali dalam bidang Welding machinery atau pengerjaan las. Dalam proses pengelasan terutama pada proses pengelasan potong selama ini di industri manufacture hanya mengandalkan beberapa welder atau operatornya untuk melakukan pekerjaan pemotongan dengan cara manual yaitu dengan menggunakan las asitelin yang dikerjakan langsung pekerja-pekerja las / para operator las (welder) Maka dengan alasan inilah merencanakan alat penggerak las potong, yaitu sebuah alat penggerak dengan tenaga listrik yang sekaligus sebagai pengontrol pergerakan guner alat las potong yang memungkinkan pergerakan (welder) pemotongan berbagai pattern yang dengan kelebihan seorang operator las dapat di wakilkan dengan menggunakan satu alat ini, hasil las bisa lebih rapi dari pada las manua

    Rancang Bangun Mesin Penggoreng Kopi Dengan Penggerak Motor Listrik Untuk Industri Rumahan

    No full text
    ABSTRAK   Ulum, Ahmad Fakhirul dan Qodli, Luthfyan. 2012. Mesin Penggoreng Kopi Dengan Penggerak  Motor Listrik Untuk Industri Rumahan. TugasAkhir, Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Prihanto Tri Hutomo, S.T., M.T.,(II) Basuki, Drs., M.Pd.   Kata Kunci: Penggoreng Kopi Otomatis, Sistem Thermostat, UKM.   Kualitas produk berpengaruh kuat dalam menentukan kesuksesan  pengolahan. Kualitas produk turut dipengaruhi oleh variasi yang ada pada bahan baku, salah satu bahan bakunya yaitu kopi yang diracik sempurna. Untuk mendapatkan kualitas penggoregan kopi yang bagus tentunya harus memenuhi kriteria kematangan yang tepat, apabila penggorengan kurang maksimal akan mengakibatkan kurang matangnya atau bahkan lebih hangus kopi tersebut. Dengan persyaratan kriteria penggorengan yang telah ditentukan maka otomatis pada saat penggorengan harus diperhatikan dengan baik. Oleh karena itu dirancanglah mesin penggoreng kopi untuk menghemat energi dalam menggoreng dan meningkatkan kualitas produk para pelaku UKM dan pelaku bisnis cafe. Mesin penggoreng kopi adalah suatu mesin penggoreng kopi sistem penggeraknya seperti diputar aduk manual, yang digerakkan dengan motor listrik dan menggunakan sistem thermostat yang berfungsi sebagai pengatur suhu. Spesifikasi mesin yang telah direncanakan adalah bahan untuk rangka merupakan pipa besi kotak 4x2, kemudian tabung stainless steel yang digerakkan dengan poros yang dibuat manual dan memanfaatkan motor listrik sebagai penggeraknya, poros disambung dengan sproket lalu disambungkan dengan rantai pada sproket motor listrik. Dalam sistem thermostat mempunyai kelebihan bisa mengatur panas maksimum yang dibutuhkan saat proses penggorengan sehingga bisa lebih mempermudah pelaku bisnis yang memakai mesin ini

    Rancang Bangun Instalasi Destilator Asap Cair

    No full text
    ABSTRAK   Mochammad Nadzir, Demiawan Prakoso. 2011. Rancang Bangun Instalasi Destilator Asap Cair. Tugas Akhir, Program Studi D3 Teknik Mesiin Fakultas Teknik Universitas Negeri Malang. Pembimbing : (I) Dra. Widiyanti, M.Pd. (II) Drs. Yoto, S.T., M.Pd.   Asap cair dikenal memiliki banyak kegunaan diantaranya sebagai bahan pengawet makanan yang alami dan telah disetujui di beberapa negara untuk menggantikan peran formalin yang disinyalir dapat membahayakan kesehatan, Asap cair merupakan suatu larutan hasil kondensasi atau pengembunan dari uap hasil pembakaran tidak langsung maupun langsung dari bahan-bahan yang banyak mengandung lignin, selulosa, hemiselulosa serta senyawa karbon lainnya. Bahan baku yang banyak digunakan dalam pembuatan asap cair adalah kayu, bongkol kelapa sawit, sabut dan tempurung kelapa, ampas hasil penggergajian kayu dan lain sebagainya. Tugas akhir rancang bangun instalasi destilator asap cair bertujuan untuk merancang alat distilasi asap cair hasil distilasi pertama agar diperoleh asap cair yang aman digunakan pada makanan. Kualitas asap cair dipengaruhi oleh kemurnian senyawa-senyawa yang terkandung di dalamnya, khususnya fenol dan asam organik. Oleh karena itu diperlukan proses pemurnian untuk memisahkan kedua senyawa tersebut sehingga dihasilkan asap cair yang berkualitas tinggi dan aman untuk digunakan pada makanan. Proses pemurnian yang selama ini sering dilakukan hanya sebatas dengan proses pengendapan untuk menghilangkan tar dan endapan kotoran lainnya, namun cara ini belum dapat memisahkan phenol dan asam organik dari asap cair yang kotor. Maka dari itu perlu ada proses destilasi ulang (redestilasi) berdasarkan perbedaan titik didihnya. Proses perancangan alat distilasi meliputi pembuatan tangki penampung, tabung kondensasi, dudukan, dan penyangga. Perhitungan biaya total pembuatan alat meliputi biaya bahan baku, biaya permesinan, biaya perancangan, dan biaya operator. Total biaya produksi sebesar Rp. 4.053.600,- Kata Kunci : Rancang Bangun, Asap Cair, Distilasi, Pengawet

    0

    full texts

    307

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Tugas Akhir Jurusan Teknik Mesin - Fakultas Teknik UM
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇