Tugas Akhir Jurusan Teknik Mesin - Fakultas Teknik UM
Not a member yet
307 research outputs found
Sort by
Rancang Bangun Mesin Penggiling Kotoran Kambing
ABSTRAK Aan Ardiansyah, Oky Pranata. 2013. Rancang Bangun Mesin Penggiling Kotoran Kambing. Tugas Akhir, Progam Studi D3 Teknik Mesin Fakultas Teknik Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Wahono,S.ST.,M.Pd. (II) Drs. Abdul Qolik.,M.M.,M.Pd Kata Kunci : mesin penggiling kotoran kambing Dalam bidang pertanian penggunaan pupuk organik semakin banyak dimanfaatkan sebagai media penyubur tanah. Salah satu yang sering digunakan masyarakat adalah kotoran kambing, Selama ini masyarakat sudah banyak menggunakan kotoran kambing untuk dimanfaatkan pada lahan pertaniannya. Tetapi cara penggunakan kotoran kambing dari kebanyakan masyarakat masih dengan cara disebarkan secara langsung pada lahannya. Hal ini dirasa kurang efektif, karena proses peleburan kotoran dengan tanah memerlukan waktu yang lama. Maka dari itu diperlukan inovasi sebuah mesin untuk membantu masyarakat mengolah kotoran kambing yang padat tersebut menjadi serbuk pupuk yang lebih baik. Metode yang digunakan untuk merancang mesin penggiling kotoran kambing tersebut berdasarkan kebutuhan yang ada dimasyarakat. Kemudian dilanjutkan dengan perancangan draft design, engineering design, manufacturing design, dan terakhir adala proses pembuatan mesin. Tujuan dari pembuatan mesin penggiling kotoran kambing tersebut adalah untuk memberikan solusi terhadap peningkatan keefektifitasan pengolahan kotoran kambing menjadi pupuk. Dengan proses melumatkan kotoran kambing yang padat menjadi hancur berupa serbuk, mesin penggiling ini dapat mengoptimalkan penggunaan kotoran kambing sebagai pupuk organik. Perancangan mesin sebagai tugas akhir ini berupa mesin penggiling kotoran kambing dengan spesifikasi panjang 850 mm, lebar 620 mm, tinggi 1200 mm, menggunakan daya motor 1 HP, dan berkapasitas 4,13 kg/menit. Dalam pengoprasiannya mesin penggiling kotoran kambing tersebut menggunakan dua buah piringan yaitu piringan statis dan piringan dinamis, kedua piringan tersebut akan saling bergesekan sehingga kotoran kambing padat yang masuk diantara piringan tersebut akan hancur menjadi serbuk atau butiran halus. Produk dari perancangan mesin tersebut adalah mesin penggiling kotoran kambing yang nantinya bisa disebarluaskan untuk membantu masyarakat di desa Sanan Kerto dalam penyediaan pupuk organik dari hasil kotoran kambing ternak mereka. Untuk penggunaan mesin penggiling kotoran kambing tersebut disarankan supaya digunakan sesuai dengan prosedur yang telah dibuat, agar mesin selalu dalam kondisi baik dan umur mesin bisa bertahan lama
IDENTIFIKASI FASILITAS BELAJAR UNTUK MENUNJANG PRESTASI BELAJAR SISWA PADA PROGRAM STUDI TEKNIK ALAT BERAT DI SMK NEGERI 6 MALANG
Abstrak: Pada era global saat ini proses belajar dan pembelajaran dituntut untuk memenuhi standar yang ditetapkan oleh Badan Standar Nasional Pendidikan. Peningkatan sumber daya manusia merupakan titik fokus dalam lingkup ini. Dalam dunia pendidikan khususnya kejuruan, fasilitas belajar merupakan salah satu aspek yang memiliki peran penting dalam proses belajar mengajar dan berdampak terhadap prestasi belajar siswa. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengidentifikasi fasilitas belajar pada Program Studi Teknik Alat Berat di SMK Negeri 6 Malang. Penelitian dilakukan dengan instrumen berupa fasilitas belajar yang ada di SMK Negeri 6 Malang Program Studi Teknik Alat Berat. Standar instrumen yang dipakai adalah berdasarkan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional no. 40 tahun 2008 tentang standar sarana dan prasarana Sekolah Menengah Kejuruan dan standar BSNP. Pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi, dokumentasi dan wawancara. Hasil pengumpulan data menunjukan bahwa ketersediaan fasilitas praktikum menggunakan kriteria penilaian berdasarkan model ratting scale. Dalam penelitian ini, diperoleh data dari hasil observasi dan dokumentasi yang dituangkan ke dalam instrumen penelitian berupa tabel. Kemudian data tersebut dianalisis dalam bentuk prosentase. Kata Kunci : Fasilitas belajar, Program Studi Teknik Alat Bera
MESIN PEMOTONG BAHAN KRIPIK PISANG SISTEM EKSENTRIK
ABSTRAK Agung Setiawan, Prayoga Riski Kurniawan. 2013. Pemanfaatan Teknologi Mesin PemotongBahan Kripik Pisang Sebagai Sarana Pengefektifan Industri Kripik Rumahan. TugasAkhir, Progam Studi D3 Teknik Mesin Fakultas Teknik Universitas Negeri Malang.Pembimbing: (I) Drs. Siswanto ,M.A. (II) Drs. Yuni Sunarto Kata Kunci : mesin pemotong bahan kripik pisang Tugas Akhir Mesin Pemotong Bahan Kripik Pisang yang memiliki panjang 800 mm, lebar 250mm, tinggi 600 mm, daya motor 1/2 HP, kapasitas mesin 5 kg/menit. Tujuan alat ini adalah alatyang digunakan untuk mengiris atau momotong bahan kripik yang menjadikan hasilketebalannya sama. Dalam pengoprasiannya mesin pemotong bahan kripik tersebutmenggunakan pisau berbentuk persegi panjang yang menempel pada landasan hoper in,prosesnya pisang didorong menggunakan poros engkol dan akan terpotong tipis-tipis ketikapisang melewati pisau yang menempel pada landasan. Metode pengembangan alat ini adalah dapat diproduksi secara masal, dan dikembangkan dengankapasitas yang lebih besar dengan daya yang sama. Hasil uji coba menunjukkan kripik yangterpotong baik, yaitu ketebalannya sama rata. Kesimpulan: Mesin pemotong bahan kripik pisang kapasitas 300 kg/jam dengan daya 0,5 PKdapat dipergunakan oleh industri rumahan maupun UKM (Usaha Kecil Menengah) makananringan, dengan harga yang relatif murah, dan ukuran yang tidak terlalu besar mesin pemotongbahan kripik pisang ini bisa dimiliki oleh perseorangan atau kelompok.
Studi Komparatif Penerapan Experiential Learning Terhadap Hasil Belajar Sistem Kelistrikan Sepeda Motor Siswa kelas XI Teknik Otomotif Sepeda Motor SMK 9 Malang
ABSTRAK Mu’arifin. 2013. Studi Komparatif Penerapan Experiential Learning Terhadap Hasil Belajar Sistem Kelistrikan Sepeda Motor Siswa kelas XI Teknik Otomotif Sepeda Motor SMK 9 Malang. Skripsi, Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Amat Nyoto, M.Pd., (II) Drs. Eddy Rudiyanto, M.Pd. Kata Kunci : Experiential Learning, Hasil Belajar Tingkat pengangguran yang semakin meningkat, menuntut lulusan SMK memiliki kualitas yang baik agar dapat bersaing di dunia kerja. Kualitas lulusan yang baik dapat dilihat dari hasil pembelajaran yang baik, hasil pembelajaran erat kaitannya dengan proses pembelajaran. Experiential Learning adalah model pembelajaran yang menggunakan pengalaman sebagai media belajar atau pembelajaran. Experiential Learning adalah pembelajaran dibedakan menjadi dua jenis yaitu Experiential Learning di dalam kelas dan di luar kelas. Penerapan Experiential Learning di dalam kelas berupa model pembelajaran yang disusun oleh guru dalam Rancangan Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), sedangkan penerapan Experiential Learning di luar kelas salah satunya adalah Praktek Kerja Industri (Prakerin) yang diadakan oleh SMK Negeri 9 Malang. Penelitian ini bertujuan menguji ada tidaknya perbedaan hasil belajar antara siswa yang diajar menggunakan model Experiential Learning di dalam kelas dan di luar kelas. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen semu (Quasi Experiment) dengan rancangan penelitian Nonequivalen Control Group Design. Sampel penelitian adalah siswa kelas XI TOSM 1 dan TOSM 3 SMK Negeri 9 Malang tahun pelajaran 2012/2013 dengan jumlah siswa 70 orang. Penelitian dilakukan dengan menguji hasil pretest dan posttest dengan menggunakan Uji t sampel tidak berpasangan (independent sample t test). Hasil Uji t menunjukkan adanya perbedaan hasil belajar siswa dengan model Experiential Learning di dalam kelas dan diluar kelas. Hasil penelitian menunjukan nilai Asymptotic significance 2-tailed untuk uji kelas kontrol menunjukkan p value sebesar 0,937 > dari 0,05 (taraf signifikansi), sehingga dapat disimpulkan tidak ada perbedaan yang signifikan antara hasil belajar kelas kontrol pada kondisi awal (pretest) dan kondisi akhir (posttest). Hasil Uji t kelas eksperimen menunjukkan hasil Asymptotic significance 2-tailed dengan p value sebesar 0,009 (p value < 0,05), sehingga dapat disimpulkan ada perbedaan yang signifikan antara hasil belajar pretest dan posttest untuk kelas eksperimen. Selain itu, berdasarkan hasil penelitian menunjukkan peningkatan nilai rata-rata kelas eksperimen meningkat 7,74 menjadi 8,13
PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA (K3) PADA PRAKTIKUM TEKNIK KENDARAAN RINGAN PROGRAM STUDI TEKNIK OTOMOTIF DI SMK NEGERI 1 DENPASAR
ABSTRAK K3 merupakan instrumen yang melindungi pekerja, perusahaan, lingkunganhidup, dan masyarakat sekitar tempat kerja dari bahaya akibat kecelakaan kerja. Berdasarkan pengamatan pelaksanaan praktikum pada Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) tentu tidak terlepas dari ketersediaan fasilitas K3. Fasilitas K3 perlu diperhatikan karena keterbatasan fasilitas K3 akan sangat mempengaruhi dari kinerja dan keselamatan dari para praktikan. Media pembelajaran K3 juga diperlukan untuk melengkapi pemahaman siswa dan menjaga daya ingat siswa tentang betapa pentingnya K3 bagi mereka. Pengembangan media pembelajaran ini bertujuan untuk mengurangi resiko kecelakaan yang sering dialami siswa pada saat melaksanakan praktikum dengan cara menampilkan poster K3 pada ruang praktikum. Model penelitian dan pengembangan yang digunakan adalah model pengembangan prosedural dengan menggariskan langkah-langkah atau proses pengembangan yang hasil akhirnya berupa poster K3. Analisis deskriptif kuantitatif digunakan untuk mengolah data hasil review guru mata pelajaran, review ahli materi, review oleh ahli media pembelajaran, dan siswa. Hasil validasi pengembangan media pembelajaran keselamatan dan kesehatan kerja pada praktikum teknik kendaraan ringan program studi teknik otomotif di SMK Negeri 1 Denpasar maka diperoleh ringkasan hasil sebagai berikut; 1) poster yang dikembangkan berjumlah 4 buah dengan 4 tema yang berbeda, yaitu bahaya kebakaran, alat pelindung diri, kerapian, dan kebersihan; 2) media pembelajaran ini telah memenuhi kriteria kelayakan setelah dilakukan validasi dan uji coba oleh ahli materi K3 dengan hasil menunjukkan 85,7%, oleh ahli media pembelajaran dengan hasil menunjukkan 93,3%, oleh guru matapelajaran, dengan hasil menunjukkan 86,6%, dan oleh siswa dengan hasil menunjukkan 83,4%. Berdasarkan hasil pengembangan media pembelajaran poster keselamatan dan kesehatan kerja pada praktikum teknik kendaraan ringan program studi teknik otomotif di SMK Negeri 1 Denpasar maka dapat disimpulkan bahwa media yang dikembangkan termasuk dalam klasifikasi layak/valid dilihat dari nilai validasi yang telah memenuhi kriteria kelayakan sehingga media yang dikembangkan dapat digunakan sebagai media pembelajaran keselamatan dan kesehatan kerja pada SMK yang bersangkutan
PERBEDAAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF DAN KONVENSIONAL TERHADAP PRESTASI BELAJAR MATA DIKLAT CHASIS BAGI SISWA KELAS XI JURUSAN TEKNIK OTOMOTIF SMK NASIONAL MOJOSARI
ABSTRAK Permasalahan yang sering kali dijumpai dalam pembelajaran, khususnya pembelajaran kompetensi kejuruan adalah bagaimana cara menyajikan materi kepada siswa secara baik sesuai dengan karakteristik materi pembelajaran sehingga diperoleh hasil yang maksimal. Dalam menyampaikan materi pembelajaran guru harus mampu memilih metode mengajar yang paling efektif dan inovatif sesuai dengan kondisi dan situasi. Kenyataan bahwa sekarang pembelajaran model konvensional umumnya sering digunakan sehingga siswa pasif dan kurang bisa meningkatkan prestasi belajar. Salah satu metode yang dapat menunjang kemampuan siswa adalah model pembelajaran kooperatif.Penelitian ini bertujuan: Untuk mengetahui prestasi belajar mata diklat chasis dengan menggunakan model pembelajaran konvensional dan model pembelajaran kooperatif. Kemudian, kedua model dibandingkan pretasi belajarnya pada materi mengidentifikasi berbagai jenis sistem rem bagi siswa kelas XI SMK Nasional Mojosari.Rancangan penelitian ini menggunakan rancangan eksperimental semu dengan pre-test dan post-test nonequivalent control group design, dan jenis penelitiannya yaitu kuantitatif deskriptif komparatif.Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas XI TKR SMK Nasional Mojosari semester dua tahun ajaran 2011/2012.Sampel penelitian terdiri dari dua kelompokyaitukelas XI TKR 1 sebagai kelas ekperimen dan kelas XI TKR 2 sebagai kelas kontrol.Instrumen penelitian ini yaitu instrumen perlakuan dan pengukuran.Instrumen perlakuan berupa perangkat pembelajaran, RPP, jobsheet dan materi.Sedangkan instrumen pengukuran berupa instrumen tes.Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis statistik kuantitatif dengan bantuan SPSS 16 for Windows. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada perbedaan dari hasil tes awal dengan tes akhir, untuk kelas eksperimen meningkat 22,45% dan kelas kontrol meningkat 12,89 %. Setelah diuji hipotesis menggunakan Uji-t diperoleh hasil t hitung (12,774) dan memiliki tingkat signifikasi< 0,05. Jadi Ha diterima sehingga H0 ditolak
alat simulasi cuci mobil otomatis
ABSTRAK Rusdianto, Pradita dan Prasetyo, Guruh Kukoh. 2012. Alat Simulasi Cuci Mobil Otomatis. Artikel. Jurusan Teknik Mesin Otomotif, Fakultas Teknik. Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. H. Suwarno, M.Pd.. (II) Dr. Syarif Suhartadi, M.Pd.. Kata Kunci: Otomatisasi, mikrokontroler, sensor infra merah, cuci mobil otomatis Abstrak: Seiring dengan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK), terutama dalam bidang otomotif yang semakin pesat dan semakin besar, telah mendorong perkembangan industri otomotif khususnya mobil. Mengingat peranan kendaraan yang cukup banyak dalam kehidupan, maka demi kelancaran proses kerja mobil tersebut harus dilakukan pemeliharaan, perawatan, dan perbaikan. Salah satu kegiatan tersebut ialah mencuci mobil. Pemilihan jenis pencucian mobil juga menjadi perhatian para pengguna jasa pencucian mobil. Biasanya para pengguna jasa lebih memilih pencucian mobil secara otomatis karena dengan pengontrolan yang digunakan mikrokontroler AT89S51 dan sensor inframerah. Sensor infra merah sebagai pendeteksi benda yang akan diteruskan ke mikrokontroler untuk memberi inputan sehingga terjadi output yang sesuai perintah. Semua mekanik yang digunakan dalam mesin pencucian mobil dapat dikontrol dengan cepat, mudah, efisien dan akurat karena sistem kontrolnya sudah dikombinasikan dengan umpan balik, pengolahan data dan sistem monitoring dilakukan secara terpusat. Kesimpulan dari pembuatan alat ini adalah (1) Mikrokontroler dalam perancangan ini merupakan komponen utama karena komponen inilah yang akan mengatur sistem agar dapat bekerja dengan baik dan optimal. (2) Sensor pendeteksi mobil (infra merah) dalam perancangan ini untuk mendeteksi keberadaan mobil, mengggunakan sebuah rangkaian yang terdiri sepasang sensor infrared dan fototransistor. (3) Relay merupakan switch untuk kerja awal, berikutnya dan berakhir. Berdasarkan hasil ini harapannya dapat dilakukan pengembangan mengenai spesifik sensor yang dapat mengindikator benda yang lebih peka meskipun dengan jarak yang cukup jauh, membuat proses kerja mekanik yang lebih sesuai dengan hasil yang maksimal dan selanjutnya merencanakan perancangan yang lebih canggih lagi
Pengembangan Media Pembelajaran Berbasis E-learning pada Pokok Bahasan Evolusi Pada Mata Pelajaran Biologi Kelas XII MAN Trenggalek
ABSTRAK Mardian. Ari, 2012. Pengembangan Media Pembelajaran Berbasis E-learning pada Pokok Bahasan Evolusi Pada Mata Pelajaran Biologi Kelas XII MAN Trenggalek. Jurusan Teknik Elektro Fakultas Teknik Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Drs. Wahyu Sakti G. I, M.Kom (2) Triyanna Widiyaningtyas, S.T, M.T Kata kunci: Media Pembelajaran, Evolusi, E-learning Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) saat ini sudah bukan suatu yang langka lagi bagi kehidupan di masa sekarang. Information and Communication Technology (ICT) merupakan solusi yang sangat tepat bagi masalah pendidikan Indonesia. Salah satunya permasalahan di MAN Trenggalek dalam bidang pembelajaran Biologi pokok bahasan Evolusi yang memerlukan media pembelajaran yang menarik serta dapat di akses kapan pun dan dimanapun. Pada materi Evolusi terdapat teori-teori perkembangan mahkluh hidup, yang memerlukan pemahaman dan keaktifan siswa dalam proses pembelajaran. Siswa mempunyai kesempatan yang sama untuk mengungkapkan pertanyaan dan pendapat, dapat mendiskusikannya setiap ada perbedaan pendapat, tanpa dibatasi oleh waktu. Tujuan penelitian ini adalah mengembangkan media pembelajaran mata pelajaran Biologi Pokok bahasan Evolusi berbasis website menggunakan software Moodle yang memiliki berbagai fitur yang menarik, efisien, interaktif, mudah dipahami oleh peserta didik. Model pengembangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah model pengembangan media yang diadaptasi dari model pengembangan ADDIE (Analysis- Design-Develop-Implementation- Evaluate). Instrumen pengumpulan data yang digunakan pada pengembangan ini berupa angket yang disebarkan kepada ahli media, ahli materi, dan siswa. Data yang diperoleh berupa data kuantitatif dan data kualitatif. Obyek penelitian ini adalah siswa kelas XII IPA MAN Trenggalek tahun pelajaran 2011-2012. Hasil validasi media pembelajaran berbasis E-learning dari ahli media mendapat persentase 90%, dari ahli materi mendapat persentase 91%, dan dari responden 84%. Berdasarkan hasil validasi tersebut,media pembelajaran berbasis E-learning pada materi Evolusi dapat disimpulkan valid/layak dan efektif digunakan sebagai media pembelajaran di MAN Trenggalek
RANCANG BANGUN SISTEM MEKANIK MESIN PENCETAK PENTOL BAKSO
ABSTRAK Achmad dan Fandik. 2012. Rancang Bangun Sistem Mekanik Mesin Pencetak Pentol Bakso. Tugas Akhir, Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik,Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Imam Sudjono, M.T.,(II) Didik Nurhadi, S.Pd., M.Pd. Kata kunci: pentol bakso, mesin, sistem mekanik. Industri bakso menengah ke bawah memiliki permasalahan. Industri tersebut tidak dapat memiliki mesin pencetak pentol bakso karena harganya yang mahal. Tujuan membuat sistem mekanik mesin pencetak pentol bakso yaitu untuk membantu industri bakso menengah ke bawah agar dapat memiliki mesin pencetak pentol bakso dengan harga yang relatif lebih murah. Mesin tersebut dapat menghasilkan pentol bakso yang lebih banyak, lebih padat dan sama ukuran dengan waktu yang lebih singkat. Hasil dari pembuatan pentol bakso harus bersih dan higienis. Oleh sebab itu sebagian besar bahan yang digunakan pada mesin ini adalah SUS 304 Stainless steel anti karat. Cara kerja dari sistem mekanik mesin pencetak pentol bakso yaitu adonan yang masuk melewati rumah nozle terdorong turun oleh putaran poros screw hingga melalui pisau pemotong, lalu adonan terpotong oleh pisau dan membentuk bulatan-bulatan pentol bakso. Terdapat dua buah lengan yang terletak satu sumbu dengan poros lengan dan bantalan lengan. Bantalan dihantam oleh noken sehingga lengan ikut bergerak membawa pisau pemotong. Dihasilkan konsep rancangan (draft design), rancangan teknik (engineering design) serta perhitungan komponen-komponen mesin. Komponen-komponen tersebut dapat dirakit menjadi suatu rangkaian mesin yang utuh yang dapat berfungsi dengan baik sesuai dengan perencanaan yang dibuat. Sistem mekanik mesin pencetak pentol bakso ini dapat menghasilkan sekitar 140 pentol bakso per menitnya atau sekitar 8000 lebih pentol bakso per jam
Mesin perajang kentang sistem pneumatik untuk meningkatkan hasil rajangan bagi pengusaha kripik kentang
ABSTRAK Rohman, Nur dan Mubarok, M. Rofi. 2012. Mesin Perajang Kentang Sistem Pneumatik. Tugas Akhir, Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang, pembimbing: (I) Drs., Purnomo S.T., M.Pd (II) Drs. Yuni Sunarto Kata Kunci : Kentang, Mesin, Perajangan, Pneumatik. Kentang merupakan jenis tanaman umbi-umbian yang cukup digemari di Indonesia. Saat ini pembudidayaan kentang sudah meluas di daerah-daerah Indonesia terutama di dataran tinggi. Kentang merupakan salah satu sumber pemenuhan gizi yang penting bagi tubuh. Kandungan kentang meliputi karbohidrat kentang juga banyak mengandung vitamin B1, B2, vitamin C, dan vitamin A, protein, kalsium, fosfor dan serat. Kentang dapat dikelola menjadi bermacam-macam jenis olahan, salah satunya kripik kentang. Pengolahan kripik kentang dapat diolah dengan menggunakan mesin perajang kentang. Rancang bangun mesin ini dengan sistem pneumatic yang dapat merajang umbi kentang menjadi tipis-tipis. Proses perajangan dari mesin ini adalah pada saat motor dan kompresor dalam keadaan menyala, maka motor akan menggerakkan poros pisau dengan perantara puli motor, sabuk, puli mesin, setelah poros pisau bergerak maka akan menggerakkan pisau. Kompresor akan menekan silinder pneumatic yang mendorong kentang masuk kedalam ruang mesin dan seketika akan dirajang oleh pisau. Selanjutnya Kentang yang telah dirajang akan keluar dari ruang mesin. Dengan dibuatnya mesin ini diharapkan proses perajangan kentang menjadi lebih cepat dan produksi kripik kentang dapat dilakukan dengan kapasitas besar. Mesin ini juga diharapkan dapat dikembangkan agar menjadi suatu alat produksi yang mempermudah proses perajangan kentang pada industry kripik kentang.