Tugas Akhir Jurusan Teknik Mesin - Fakultas Teknik UM
Not a member yet
    307 research outputs found

    PERANCANGAN SISTEM KELISTRIKAN CENTRAL LOCK SEBAGAI MEDIA PEMBELAJARAN DI JURUSAN TEKNIK MESIN FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS NEGERI MALANG

    No full text
    ABSTRAK   Maulana, Erik. 2018. Perancangan Sistem Kelistrikan Central Lock sebagai Media Pembelajaran di Jurusan Teknik Mesin Fakultas Teknik Universitas Negeri Malang. Tugas Akhir, Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Dosen Pembimbing: Drs. Imam Muda Nauri, S.T., M.T.   Kata Kunci: karya ilmiah, tugas akhir, perancangan trainer/media pembelajaran, kelistrikan mobil, sistem central lock. Teknologi otomotif adalah salah satu dari sekian banyaknya jenis teknologi yang ikut menyumbangkan karya-karya besar dalam hal mengembangkan teknologi. Salah satu contoh adalah sistem keamanan central lock. Sistem central lock merupakan sistem penguncian pada pintu mobil yang digerakkan secara elektrik dan diatur secara elektronik oleh control module, sehingga dapat dioperasikan secara terpusat. Sistem central lock perlu untuk dipelajari oleh calon pekerja dibidang otomotif, termasuk juga calon pendidik. Namun, keberadaan alat peraga atau trainer masih sangat sedikit, menyebabkan pelajar mengalami kesulitan untuk dapat memahami dan mengerti dari sistem kerja central lock tersebut. Dari permasalah tersebut, maka dipilihlah jalan keluar dengan melakukan pengembangan produk-produk media pembelajaran yang dapat dimanfaatkan oleh Jurusan Teknik Mesin, khususnya Program Studi Teknik Otomotif. Dalam merancang trainer sistem central lock, ada beberapa metode yang digunakan yaitu: 1) mencari referensi yang terkait; 2) pembuatan rancangan awal; 3) pemilihan bahan dan alat; 4) pembuatan rangka trainer; 5) perakitan komponen central lock; dan 6) pengujian sistem central lock. Proses perancangan awal diawali dengan membuat desain trainer. Hal tersebut bertujuan untuk mempermudah memvisualisasikan produk, baik dalam bentuk tampilan 2D atau 3D, mempermudah mensimulasikan produk jika memang diperlukan, dan mempermudah dalam menganalisis suatu produk. Selain itu, dengan dibuatnya desain trainer, maka akan dengan mudah menentukan bahan-bahan yang diperlukan dan alat-alat yang dipakai untuk proses pembuatan trainer sistem central lock. Setelah pembuatan desain trainer selesai, maka dilanjutkan dengan proses pengerjaan trainer. Proses pengerjaan trainer meliputi: 1) pembuatan rangka trainer; 2) pembuatan papan media; dan 3) pembuatan meja trainer. Dalam pembuatan rangka trainer dilakukan 4 proses pengerjaan yaitu: a) penyedian bahan; b) pemotongan bahan; c) pengelasan bahan; dan d) pengecatan bahan. Sedangkan pada pembuatan papan media dilakukan 4 proses pengerjaan, yaitu: a) penyediaan bahan; b) pendesainan bahan; c) pencetakan bahan; dan d) pemasangan bahan. Untuk pembuatan meja dilakukan 3 proses pengerjaan, yaitu: a) pemotongan bahan; b) pengecatan bahan; dan c) proses pemasangan meja. Trainer yang sudah selesai dibuat, dapat dilanjutkan dengan proses perakitan atau pemasangan komponen sistem central lock. Komponen yang dipasang meliputi: 1) rumah sekring; 2) central lock module; 3) motor aktuator; dan 4) saklar pengendali. Proses perakitan komponen dilakukan dengan sistem aliran listrik terputus. Komponen yang sudah dirakit, dilanjutkan dengan proses uji coba komponen. Tujuan dari pengujian komponen adalah untuk mengetahui sejauh mana kinerja sistem yang telah dibuat. Uji coba pada komponen sistem central lock dilakukan dengan merangkai kabel aliran listrik berdasarkan gambar pedoman rangkaian. Kabel yang sudah dirangkai, dilanjutkan dengan pengoperasian pada sistem tersebut. Dari hasil uji coba tersebut didapatkan kesimpulan bahwa sistem kelistrikan central lock berupa media pembelajaran dapat berfungsi secara baik, sehingga sudah dapat digunakan. Hal tersebut dibuktikan pada saat sistem tersebut dihidupkan, dan hasil yang didapatkan bahwa sistem tersebut berfungsi sesuai dengan prosedur yang ada

    Sintesis dan Karakterisasi Manganese Ferrite dengan Variasi Waktu Sintering.

    No full text
    ABSTRAK   Karakterisasi fasa dan morfologi serbuk manganese ferrite (MnFe2O4) bertujuan untuk memperkecil ukuran butir MnO dan Fe2O3 dari ukuran mikro menjadi ukuran nano menggunakan metode Co-precipitiondengan variasi waktu sintering. Co-precipition merupakan metode sintesis yang sederhana dan sudah teruji dalam mensintesiskan berbagai macam material oksida berukuran mikro menjadi nano. Sintering time merupakan teknik yang dilakukan dalam proses sintesis untuk memperbaiki susunanpartikel material dengan suhu diatas suhu normal. Suhu yang digunakan dalam proses sintering 1000 ºC. Material uji yang digunakan dalam penelitian ini adalah manganese oxide (MnO) dan Iron oxideFe2O3. MnO dan Fe2O3 yang dipilih berbentuk serbuk berukuran mikro, merupakan inovasi baru untuk menghasilkan material oksida berukuran nano, dimana proses yang lazim digunakan dalam proses Co-precipitionmenggunakan solvent dengan material oksida campuran untuk menghasilkan material oksida. Pelaksanaan penelitian dilakukan di laboratorium Nano Reaearch and Advaced Meterials Universitas Negeri Malang dan laboratorium Bersama Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Negeri Malang. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis data berupa data tabel, grafik dan morfologi. Temperatur sintering yang digunakan dalam penelitian ini sebesar 1000 ºC dengan variasi waktu 120 menit, 180 menit dan 240 menit. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perbedaan waktu sintering berpengaruh terhadap fasa dan morfologi dari manganese Ferrite. Pengaruh variasi waktu dalam proses sintering menunjukkan perkembangan fasa dan morfologi dari MnFe2O4 dengan variasi waktu 240 menit. Perubahan fasa MnFe2O4 120 menit, 180 menit dan 240 menit menunjukkan perubahan ukuran butir kristal sebesar 84.187nm, 60.113 nm, dan 60.093 nm Perubahan tersebut sangat signifikan, karenaMnFe2O4 setelah mengalami sintesis dengan variasi waktu sintering morfologi butirannya berubah menjadi bulat dengan terdapat aglomerasi partikel yang diendapkan pada membran butirMnFe2O4, serta ditunjukkan ukuran butirannya yang berbeda. Perubahan fasa dan morfologi dari MnO dan Fe2O3berukuran mikro menjadi nano telah berhasil. Hasil dari perubahan tersebut dipengaruhi oleh sintesis dengan metodeCo-precipition, proses crushing, dan variasi sintering time. Berdasarkan keadaan ini disarankan bagi peneliti selanjutnya yang akan melakukan penelitian yang sama dengan menggunakan metode Co-precipition, untuk melakukan variasi waktu sintering dan variasi waktu stirring

    Partisipasi Industri dalam Meningkatkan Mutu Lulusan Siswa Kelas Honda Studi Kasus di SMK Turen Program Keahliah Teknik Sepeda Motor

    No full text
    ABSTRAK   Wijaya, Eko Yusup Edi. 2017. Partisipasi Industri dalam Meningkatkan Mutu Lulusan Siswa Kelas Honda Studi Kasus di SMK Turen Program Keahliah Teknik Sepeda Motor. Skripsi, Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Drs. Partono, M.Pd. (2) Drs. Ir. Eko Edi Poerwanto, S.E., M.Pd., M.M.   Kata Kunci: Partisipasi industri, mutu lulusan, kelas honda, SMK   Kelas honda adalah realisasi dari program kelas industri yang merupakan program pengadaan kelas khusus dalam lingkungan sekolah dengan budaya industri. Kelas ini dikelola secara bersama antara sekolah dengan Industri. Dari model/sistem pengelolaan bersama tersebut akan tercipta iklim belajar yang baru yang menjamin mutu pendidikan siswa. Program ini disinyalir menjadi program yang paling optimal dalam meningkatkan mutu lulusan di sekolah, karena industri juga ikut dalam KBM (Kegiatan Belajar Mengajar) di dalam kelas. Dari pernyataan di atas dapat diambil kesimpulan bahwa jika sekolah menginginkan adanya peningkatan pada mutu pendidikannya, maka harus melakukan salah program kerjasama dengan industri melalui kelas industri. Namun, dewasa ini tahapan-tahapan yang harus dilalui oleh sekolah untuk membangun kerjasama dengan industri mulai dari pra kerjasama sampai evaluasi kerjasama belum terpublikasikan secara jelas dan otentik. Pemilihan SMK Turen sebagai tempat penelitian karena SMK Turen telah memiliki standar ISO, siswa kelas honda yang memiliki prestasi cukup baik dalam berbagai kompetisi siswa SMK, dan telah mendapatkan kepercayaan dari pihak MPM sebagai sekolah rujukan dalam kelas industri honda. Oleh karena itu, penelitian ini dirancang untuk mengetahui (1) menjelaskan persiapan pelaksanaan membentuk kerja sama kelas industri honda yang disepakati di SMK Turen, (2) menjelaskan penyusunan kurikulum kelas industri honda yang digunakan di SMK Turen (3) menjelaskan penyiapan instruktur atau guru yang ada di kelas industri honda SMK Turen, (4) menjelaskan sistem pembelajaran yang dilaksanakan pada kelas industri honda di SMK Turen, (5) menjelaskan pelaksanaan uji kompetensi pada kelas industri honda di SMK Turen, dan (6) menjelaskan penyaluran dan penyerapan lulusan siswa kelas industri honda di SMK Turen. Partisipasi masyarakat di dalam pendidikan merupakan bentuk kepedulian terhadap baik tidaknya mutu pendidikan. Sekolah dan industri harus memiliki hubungan yang sangat erat dalam mencapai tujuan pendidikan secara efektif dan efisien. Pengertian mutu dalam konteks pendidikan mengacu pada proses pendidikan dan hasil pendidikan. Mutu lulusan SMK dapat dilihat dari kualitas siswa setelah lulus untuk siap menjadi tenaga kerja sesuai kebutuhan industri atau berwirausaha. Salah satu upaya meningkatkan mutu pendidikan kejuruan adalah peningkatan keterkaitan dan kesepadanan (link and match) dalam pelaksanaannya diwujudkan dalam suatu model penyelenggaraan kelas industri. Kelas industri menjadi sangat penting karena yang memakai lulusan SMK adalah industri. Penelitian ini dilaksanakan menggunakan pendekatan kualitatif dengan rancangan studi kasus. Subjek  penelitian dipilih berdasarkan purposif sampling, yaitu (1) kepala SMK Turen, (2) wakil kepala SMK Turen bidang kurikulum, (3) kepala program teknik sepeda motor, (4) wakil kepala SMK Turen bidang humas, dan (5) instruktur kelas honda SMK Turen. Teknik pengambilan data menggunakan wawancara, dokumentasi dan observasi. Teknik analisis data dalam penelitian ini menggunakan triangulasi (triangulation) dari segi sumber, metode, dan teori. Hasil penelitian diketahui bahwa (1) langkah awal yang dilakukan SMK Turen untuk membentuk kerjasama kelas industri adalah dengan melakukan pendekatan melalui kunjungan ke industri. Setelah ada respon baik dari industri langkah selanjutnya adalah mengirim proposal kerjasama kelas industri, (2) model kurikulum yang digunakan di kelas honda dan telah disepakati oleh industri maupun sekolah adalah model kurikulum sinkronisasi atau yang umum disebut dengan kurikulum implementatif. Urutan pembentukan kuriukulum ini yang pertama adalah dengan melakukan persiapan bersama antara industri dan sekolah dengan berkoordinasi kepada dinas pendidikan untuk merumuskan kurikulum implementatif. Hal-hal yang dilakukan dalam persiapan itu adalah mendiskusikan bersama pertimbangan-pertimbangan dari sekolah maupun industri untuk pembentukan kurikulum implementatif sesuai dengan kebbutuhan industri, (3) guru yang ditekankan dapat mengajar di kelas honda adalah guru yang sudah pernah mengikuti pelatihan di industri dan lulus pelatihan tersebut. Proses pelatihan guru dilakukan secara berkala oleh industri seiring dengan berjalannya kelas industri honda di SMK Turen, (4) kelas industri dan kelas reguler memiliki perbedaan dalam muatan kurikulumnya. Hal itu juga menyebabkan sistem pembelajaran antara kedua kelas memiliki perbedaan. Perbedaan sistem pembelajaran terletak di waktu dan model pembelajarannya. Kelas industri memiliki waktu jam belajar tambahan yang dilaksanakan diluar jam pembelajaran umum dengan instruktur instruktur dari honda. Model pembelajaran di kelas industri dominan pelaksanaan praktik karena siswa dalam kelas industri juga dituntut untuk mengusai kompetensi khusus yang dibutuhkan industri terkait, (5) model uji kompetensi yang diterapkan di kelas honda SMK Turen dilaksanakan dua kali. Uji komtenensi pertama dilaksanakan oleh pihak sekolah dengan partisipasi dari industri sebagai penanggung jawab melalui Ahass terdekat. Uji kompetensi kedua dilaksanakan di MPM Sidoarjo. Sertifikat uji kompetensi pertama dikeluarkan oleh sekolah bersama Ahass Panji Putra Hanjaya Turen dan uji kompetensi kedua dikeluarkan oleh MPM, dan (6) penyerapan lulusan kelas honda dilakukan oleh industri melalui recruitment tenaga kerja. Proses recruitment dilakukan di industri langsung dan pihak industri datang di sekolah. Hasil penelitian ini dapat dijadikan rujukan SMK dan industri untuk memulai kerjasama kelas industri. Saran yang diberikan oleh penulis yaitu (1) SMK (Sekolah Menengah Kejuruan) yang belum melaksanakan kebijakan link and match disarankan untuk segera melaksanakannya dengan melakukan kerjasama dengan industri khususnya dalam kerjasama kelas industri, (2) industri-industri disarankan untuk lebih kooperatif dengan membuka peluang yang lebih lebar untuk SMK yang akan memulai kerjasama kelas industri. Karena melalui kerjasama industri juga mendapat keuntungan dengan adanya lulusan SMK yang bermutu sesuai kebutuhan, (3) pemerintah disarankan untuk lebih giat lagi dalam melakukan sosialisasi pada SMK untuk membentuk kerjasama dengan industri terutama kerjasama kelas industri, (4) Universitas Negeri Malang juga disarankan tetap istiqomah dalam melakukan penelitian yang sejenis untuk menciptakan iklim pembelajaran kelas yang terpadu dan terintegrasi. Universitas Negeri Malang juga disarankan untuk tetap memonitor perkembangan pendidikan di Indonesia khusunya teknik mesin pada pendidikan di SMK, (5) mahasiswa disarankan untuk lebih memperdalam pembahasan sub fokus penelitian dalam penelitian ini untuk dengan menjadikannya penelitian tunggal. Hal itu dimaksudkan untuk lebih mendapatkan informasi yang lengkap dan konkrit terkait model pelaksanaan kerjasama sekolah dan industri khususnya dalam kerjasama kelas industri

    Rancang Bangun Mesin Pencetak Bricket Sistem Pneumatik

    No full text
    ABSTRAK   Ammar. 2018. Rancang Bangun Mesin Pencetak Bricket Sistem Pneumatik. Tugas Akhir. Program Studi D3 Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: Drs.H. Abdul Qolik M.M.,M.Pd Kata kunci:sistem pneumatik, bricket, perkembangan Dalam dunia industri perkembngan dalam sisitem teknologi pneumatik juga berkembang pesat dan permintaan konsumen selalu meningkat. Dengan menggunakan sistem teknologi pneumatik dapat menggantikan mesin dengan sitem konvensional yang membutuhkan pekerjaan yang cepat, tepat, dan efisien. Pada perkembangan industri bricket tidak memungkinkan dengan pemanfaatan bricket yang terus meningkat maka dibutuhkan sistem teknologi pneumatik yang dapat membantu dalam kecepatan, ketepatan, dan efisiensi dalam membuat bricket. Pembuatan mesin ini bertujuan untuk (1) menghasilkan konstruksi mesin pencetak bricket yang kuat, kokoh, aman, dan efisien. (2)Mengetahui proses kerja mesin pencetak bricket. (3)Mengetahui besar kapasitas produksi yang di hasilkan oleh mesin pencetak bricket ini. Tiga rumusan masalah diajukan dan berhubungan dengan ketiga tujuan perencanaan. Perancangan mesin pencetak bricket dilakukan dengan tahapan yaitu perencanaan dan penjelasan komponen utama mesin, rancangan konsep produk (gambar kerja). Analisis teknik meliputi analisis daya, torsi yang terjadipada poros dan kontruksi rangka. Tenaga penggerak mesin pencetak bricket menggunakan kompressor yang disesuaikan dengan kemampuan pneumatik yang digunakan. Hasil rancangan menghasilkan mesin pencetak bricket dengan spesifikas iukuran panjang 500, lebar 500 dan tinggi 1000 mm. Kontruksi rangka terbuat dari bahan astm a36 ukuran 60 mm x 60 mm x 4 mm dengan bahan St 42 untuk cetakan bricket. Pada cetakan mesin ini dilengkapi dengan 4 buah cetakan yang berbentk silinder dengan diameter 52 mm dan tirus 2º disetiap lubang cetakan Pada mesin pencetak bricket ini memiliki 4 cetakan yang membuat produksi semakin meningkat dan dalam produksi 1 jam dapat menghasilkan kurang lebih 360 bricket bila digunakan dengan maksimal. Pada mesin ini memiliki daya listrik 75 watt. Dengan kapasitas produksi yang disebutkan maka keuntungan yang didapatkan membantu produksi dalam keefektifanwaktu produksi, dan hasil cetak yang rapi dan waktu yang efisien

    HUBUNGAN KOMPETENSI GURU DAN MOTIVASI BELAJAR SISWA DENGAN ETOS KERJA SISWA DALAM PRAKTIKUM MATA PELAJARAN PEMELIHARAAN MESIN KENDARAAN RINGAN KELAS XI TKR DI SMKN 2 PASURUAN

    No full text
    ABSTRAK   Sembodo, Dwi. 2018. Hubungan Kompetensi Guru dan Motivasi Belajar Siswa Terhadap Etos Kerja Siswa Dalam Praktikum Mata Pelajaran Pemeliharaan Mesin Kendaraan Ringan Siswa Kelas XI SMKN 2 Pasuruan. Skripsi, Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang.  Pembimbing: (1) Dr. Yoto, S.T., M.Pd., M.M. (2) Dr. Widiyanti, M.Pd.   Kata Kunci : Kompetensi guru, motivasi belajar siswa, etos kerja Keberhasilan seseorang di dunia kerja tidak dapat dilepaskan dari faktor internal dan faktor eksternal yang dimiliki oleh setiap individu. Pendidikan di SMK membekali siswanya dengan pengetahuan, sikap dan keterampilan yang dibutuhkan oleh dunia kerja, sikap dalam bekerja merupakan faktor yang sangat dibutuhkan di dunia kerja untuk meningkatkan produktifitas dalam bekerja. Motivasi dalam belajar merupakan hal yang penting selain faktor pendidik yang kompeten untuk meningkatkan hasil belajar sikap. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan kompetensi guru dan motivasi belajar siswa dengan etos kerja siswa dalam praktikum pada mata pelajaran pemeliharaan mesin kendaraan ringan. Penelitian ini menggunakan pendekatan inferensial dengan metode studi hubungan kausal. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini sebesar 83 siswa dari populasi total yaitu 105 siswa kelas XI TKR di SMK Negeri 2 Pasuruan. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan metode path analysis dengan bantuan aplikasi SPSS versi 24. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kontribusi kompetensi pedagogik terhadap motivasi intrinsik sebesar 18,82%, kontribusi kompetensi profesional terhadap motivasi intrinsik sebesar 16,11%, kontribusi kompetensi sosial terhadap motivasi intrinsik sebesar 14,04%, kontribusi kompetensi kepribadian terhadap motivasi intrinsik sebesar 12,94%, kontribusi kompetensi pedagogik terhadap motivasi ekstrinsik sebesar 19,74%, kontribusi kompetensi profesional terhadap motivasi ekstrinsik sebesar 16,46%, kontribusi kompetensi sosial terhadap motivasi ekstrinsik sebesar 14,09%, kontribusi kompetensi kepribadian terhadap motivasi ekstrinsik sebesar 13,91%, kontribusi kompetensi pedagogik terhadap etos kerja sebesar 6,22%, kontribusi kompetensi profesional terhadap etos kerja sebesar 5,56%, kontribusi kompetensi sosial terhadap etos kerja sebesar 4,26%, kontribusi kompetensi kepribadian terhadap etos kerja sebesar 4,94%, kontribusi motivasi intrinsik terhadap etos kerja sebesar 15,12%, kontribusi motivasi ekstrinsik terhadap etos kerja sebesar 14%, kontribusi kompetensi guru terhadap etos kerja sebesar 20,98%, kontribusi motivasi belajar terhadap etos kerja sebesar 29,12%. Bagi peneliti selanjutnya diharapkan untuk dapat lebih mengembangkan faktor-faktor yang dapat mempengaruhi etos kerja diluar faktor yang sudah diteliti contohnya bakat, minat, dan ketrampilan. Penambahan populasi sangat disarankan agar hasil penelitian bermanfaat untuk kalangan yang lebih luas

    PERANCANGAN KATUP MASUK DAN KATUP BUANG PADA MEKANISME KATUP ENGINE STAND TOYOTA AVANZA SEBAGAI MEDIA PEMBELAJARAN

    No full text
    ABSTRAK   Ma’arif, Lutfi. 2018. Perancangan Katup Masuk dan Katup Buang pada Mekanisme Katup Engine Stand Toyota Avanza sebagai media pemelajaran. Tugas Akhir, jurusan Pedidikan Vokasi, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing : Drs. Partono, M.Pd.   Kata Kunci: katup masuk, katup buang, media pembelajaran, Toyota Avanza. Katup hanya terdapat pada motor empat langkah, sedangkan motor dua langkah umumnya tidak memakai katup. Katup pada motor empat langkah terpasang pada kepala silinder. Tugas katup untuk membuka dan menutup ruang bakar. Setiap silinder dilengkapi dengan dua jenis katup (isap dan buang) Pembukaan dan penutupan kedua katup ini diatur dengan sebuah poros yang disebut poros cam (camshaft). Tujuan perancangan katup masuk dan katup buang ini untuk mengetahui prinsip kerja dari katup masuk dan katup buang, melakukan perhitungan terhadap komponen – komponen pada katup masuk dan katup buang mesin Toyota Avanza K3-VE. Metode yang digunakam untuk perancangan katup masuk dan katup buang yaitu, membuat perancangan awal. Dalam metode ini, penulis merancang desain awal sebuah rancangan komponen - komponen katup masuk dan katup buang, serta merakit komponen – komponen katup masuk dan katup buang pada mekanisme katup. Hasil dari perhitungan katup masuk dan katup buang yaitu: (1) hasil perhitungan percepatan aliran gas 615,44 (2) ketebalan tepi katup 1,42 mm (3) panjang katup 103,62 mm (4) daya tahan elastisitas pegas katup 100,48 kg (5) diameter pegas katup 2,94 mm, pada mesin Toyota Avanza K3-VE. Katup mesin Toyota Avanza K3-VE menggunakan timing belt sebagai penerus putaran dari poros engkol menuju poros cam, jumlah katup ada 16 buah dengan katup masuk 2 dan katup buang 2 untuk setiap silinder dengan teknologi VVT-i (variable valve Timing Intelligent). Berdasarkan hasil perhitungan data, menyarankan bahwa Katup masuk dan katup buang pada sistem mekanisme katup merupakan hal yang sangat penting untuk membantu kinerja mesin. Oleh karena itu, dalam sistem katup masuk dan katup buang ini perlu diadakan pengecekan secara berkala, agar sistem bisa bekerja dengan baik

    Perancangan Torque Conventer pada Trainer Transmisi Otomatis sebagai Media Pembelajaran

    No full text
    RINGKASAN Prayogi, Setiyo. 2018. Perancangan Torque Conventer pada Trainer Transmisi Otomatis sebagai Media Pembelajaran. Tugas Akhir. D3 Teknik Otomotif, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing : Drs. H. Sumarli, M.Pd., M.T.   Kata Kunci : perancangan, transmisi, torque converter, pompa, turbin. Kinerja mesin sangat berpengaruh dengan penyetelan-penyetelan yang dilakukan oleh manusia (mekanik). Ketika penyetelan masih dilakukan secara mekanik/konvensional, maka akan sangat rawan sekali terjadi salah perhitungan di dalam penyetelan. Kesalahan dalam perhitungan itulah yang akan membuat kinerja mesin akan terganggu. Dalam hal ini, merujuk pada salah satu metode pembelajaran pada mesin transmisi yang juga sering terjadi penyetelan di dalamnya yaitu torque conventer pada transmisi matic. Tujuan saya merancang trainer transmisi otomatis supaya dapat di gunakan sebagai media belajar bagi mahasiswa teknik otomotif dan semoga bermanfaat bagi mahasiswa teknik otomotif. Proses perancangan engine dilakukan dengan berbagai tahapan yaitu menghitung dan melakukan desain ulang. Proses perhitungan dilakukan secara manual dengan beberapa literatur yang tersedia sebagai komponen utama pada perhitungan pompa dan turbin torque conventer. Proses desain ulang dilakukan dengan menggunakan software autocad berdasarkan hasil perhitungan dimensi-dimensi pompa dan turbin. Hasil dari tugas akhir ini menghasilkan perhitungan dimensi-dimensi pompa dan turbin serta jumlah sudu didapat dari data spesifikasi torque converter dengan putaran mesin 6000 rpm dengan daya maksimum 6000 Hp. Jadi pada perancangan saya, jumlah sudu di pompa dan turbin yang saya gunakan berjumlah 20, sedangkan jumlah sudu pada pompa dan turbin pada toyota vios berjumlah 15. Sehingga daya dan kecepatan pada perancangan saya lebih besar dari pada daya dan kecepatan pada transmisi toyota vios karena jumlah sudu pada perancangan yang saya gunakan lebih banyak. Hasil dari perancangan ini diharapkan dapat dijadikan sebagai bahan pembelajaran atau referensi dalam menganalisis cara kerja, khususnya pada torque conventer di transmisi matic

    Pengembangan Media Pembelajaran Engine Stand SistemPengapian Toyota Avanza.

    No full text
    Abstrak   Kata Kunci: media pembelajaran, Engine Stand,SistemPengapian, Toyota Avanza, K3-VE   Mesin Toyota Avanza merupakan jenis motor bakar empat langkah yang menggunakan bahan bakar bensin. Motor merupakan sebutan dari mesin yang mengubah tenaga panas menjadi tenaga gerak. Pengubahan tenaga panas menjadi tenaga gerak didalam mesin disebut mesin pembakaran dalam (Internal Combustion Chamber). Pada motor bensin, Loncatanbungaapipadabusidiperlukanuntukmenyalakancampuranudarabahanbakar yang telahdikompresikanolehtorak di dalamsilinder. Sistempengapianpada auto mobilberfungsiunukmenaikkanteganganbateraimenjadi 10 KV ataulebihdenganmempergunakan ignition coil dankemudianmembagi-bagikantegangantinggitersebutkemasing-masingbusimelalui distributor dankabeltegangantinggi. Sistempengapianberfungsiuntukmenghasilkanpercikanbungaapi yang kuatdantepatuntukmembakarcampuranbahanbakardanudara didalamruangbakar.Untukmemperolehpembakarancampuranbahanbakar-udara yang palingefektif, harusdilengkapibeberapaperalatantambahan yang dapatmerubahsaatpengapiansesuaidenganrpm danbebanmesin (perubahansudutporosengkol di mana masing-masingbusimenyala).Apabilasistempengapiantidakbekerja, makamesinakanmati. Olehkarenaitusistempengapianharusmempunyaiketahanan yang cukupuntukmenahangetarandanpanas yang dibangkitkanolehmesin, demikian jugategangantinggi yang dibangkitkanolehsistem. Direct ignition system terdiridaripower transistor/Igniter yangdijalankanolehsinyaldari ECU untukmengontrolwaktupengapiandankoilpengapiandanmenginduksitegangantinggiberdasarkankerjapemutusan (intermitting) padapower transistor/igniter. Tegangantinggiyang di induksikandarikoilpengapiandikirimkespark plug melaluimasing-masingspark plug untukmembuatloncatanbungaapisehinggacampuranbahanbakardanudara yang bertekananakanterbakar di dalamruangbakar. ECU menentukansaatpengapiandanmengirimkansinyalpengapian (IGT) untuksetiapsilinder.Menggunakan signal IGT, ECU meng ON danOFF kanpower transistor yang adadidalamigniter, dengan ON dan OFFarus yang kecoil primary. Saataruskekoil primer diputus, tegangantinggiakandihasilkanpadakoilsekunderdanteganganinidigunakankebusiuntukmenghasilkanbungaapididalamsilinder. Bersamaan ECUmemutusaruskecoil primary, igniter mengirimsinyalkonfirmasipengapian (IGF) ke ECU. Analisis data yang adadapatdisimpulkandarihasilpemeriksaankomponensistempengapiandirect ignition system (DIS) tersebutmasihdalamangkaspesifikasiatauharusmelakukanpenggantiankomponen.Pemeriksaankomponenmeliputipemeriksaanteganganbaterai, pemeriksaansekering, pemeriksaankerenggangancelahbusi, pemeriksaanjarakloncatanapibusi, pemeriksaantahananignition coil denganigniter, pemeriksaan tahanancamshaft position sensor, pemeriksaantahanancrankshaft positionsensor, PemeriksaanteganganElectronic Control Module (ECM). Dari hasilpemeriksaankomponensistempengapian DIS Toyota Avanza K3-VEsecara visual terdapatkomponendengankondisimasihbaikdanmemenuhistandarspesifikasi yang tercantumpadamanual book service sistempengapian Toyota Avanza K3-VE

    Perancangan Sistem Starter pada Mesin Toyota Avanza

    No full text
    Abstrak   Kata kunci:hasil perancangan, perancangan sistem starter, toyota avanza   Perkembangan ilmu pengetahuan yang dianggap cukup pesat adalah di bidang Teknologi Terapan khususnya otomotif. Perkembangan teknologi otomotif selalu mengikuti kemajuan IPTEK dan tuntutan konsumen. Pada perkembangannya mangacu tiga hal pokok yaitu kenyamanan, keamanan dan ramah lingkungan, diantara perkembangan pada auto mobil yang paling pesat adalah sistem kelistrikan. Salah satu sistem kelistrikan yang penting bagi jalannya mesin adalah sistem starter. Pada tugas akhir ini penulis akan membahas (1) pengertian dan prinsip kerja motor starter, (2) konstruksi dan fungsi komponen sistem starter, (3) cara kerja sistem starter, (4) cara merancang sistem starter. Hasil kajian penulis mengenai sistem starter bahwa sistem starer menggunakan daya listrik dari baterai sebagai sumber utama. Baterai digunakan untuk mensuplai arus listrik ke komponen listrik lainnya. Sistem starter ini akan menghidupkan mesin dengan mengalirkan listrik ke motor starter yang akan dirubah menjadi gaya gerak berupa putaran oleh motor starter. Daya putar akan di salurkan oleh motor starter melalui pinion. Daya putar motor starter pada pinion ini selanjutnya disalurkan ke poros engkol mesin melalui flywheel (roda gila). Beberapa saran yang penulis ajukan terkait sistem starter adalah jangan melakukan start lebih dari 5 detik untuk menghindari kerusakan starter. Disamping itu, peliharalah baterai dengan baikkarena merupakan komponen penting sistem starter

    Pemanfaatan Sistem Pneumatik Pada Mesin Pencetak Bricket Sebagai Energi Alternatif

    No full text
    ABSTRAK   Mardiyanto, Nanang Tri. 2018. Pemanfaatan Sistem Pneumatik Pada Mesin Pencetak Bricket Sebagai Energi Alternatif. Tugas Akhir. Program Studi D3 Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: Drs.H. Abdul Qolik M.M.,M.Pd   Kata kunci:sistem pneumatik, bricket, perkembangan Pada sebuah industri penggunaan teknologi sistem pneumatik sudah banyak membantu pekerjaan, karena perkembangan mesin pada saat ini sangat pesat yang membutuh proses pekerjaan cepat dan efisien. Dalam industri bricket juga mengalami perkembangan atas pemanfaatan bricket yang dapat menjadi energi alternatif.Pembuatan mesin ini bertujuan untuk (1) menghasilkan konstruksi mesin pencetak bricket yang kuat, kokoh, aman, dan efisien. (2)Mengetahui proses kerja mesin pencetak bricket. (3)Mengetahui besar kapasitas produksi yang di hasilkan oleh mesin pencetak bricket ini. Tiga rumusan masalah diajukan dan berhubungan dengan ketiga tujuan perencanaan. Perancangan mesin pencetak bricket dilakukan dengan tahapan yaitu perencanaan dan penjelasan komponen utama mesin, rancangan konsep produk(gambar kerja). Analisis teknik meliputi analisis daya, torsi yang terjadipada poros dan kontruksi rangka. Tenaga penggerak mesin pencetak bricket menggunakan kompressor yang disesuaikan dengan kemampuan pneumatik yang digunakan. Hasil rancangan menghasilkan mesin pencetak bricket dengan spesifikasi ukuran panjang500, lebar 500 dantinggi1000 mm. Kapasitas produksi mesin pencetak bricket4 buah cetakan dengan menggunakan sistem pneumatik. Kontruksi rangka terbuat dari bahan astm a36 ukuran60 mm x60 mm x4 mm dengan bahan St 42 untuk cetakan bricket. Taksiran harga jual untuk mesin pencetak bricketini senilaiRp8.925.180,00. Pada mesin pencetak bricket ini memiliki 4 cetakan yang membuat produksi semakin meningkat dan dalam produksi 1 jam dapat menghasilkan kurang lebih 360 bricket bila digunakan dengan maksimal. Pada mesin ini memiliki daya listrik 75 watt. Dengan kapasitas produksi yang disebutkan maka keuntungan yang didapatkanmeningkatnya produksi, hasil cetak yang rapi dan waktu yang efesien

    0

    full texts

    307

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Tugas Akhir Jurusan Teknik Mesin - Fakultas Teknik UM
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇