Tugas Akhir Jurusan Teknik Mesin - Fakultas Teknik UM
Not a member yet
    307 research outputs found

    MESIN PENGGILING PAKAN TERNAK

    No full text
    ABSTRAK   Torsi inersi dihitung berdasarkan gaya yang dibutuhkan untukmenggerakkan masing-masing elemen, yang digerakkan oleh motor.Torsi Inersia.Bila suatu benda dalam keadaan diam diputar pada sumbunya sampaimencapai putaran konstan, maka akan timbul torsi inersia yang merupakan akibatdari adanya momen inersia benda tersebut dan adanya percepatan sudut sebelumbenda tersebut berputar konstan.Untuk mencari torsi inersia terlebih dahulu dicari momen inersia darielemen yang  akan diputar tersebut dengan besarnya momen inersia untuk benda-benda yang umum dapat dilihat pada lampiran.Untuk mencari besarnya percepatan sudut (α ), Daya motor adalah daya yang  dibutuhkan untuk membuat mekanismebergerak.Daya P adalah daya rata-rata yang diperlukan sehingga harus dibagidengan efisiensi mekanis  η  dari system transmisi untuk mendapatkan dayapenggerak mula-mula yang dibutuhkan. Daya yang besar mungkin dibutuhkanpada saat start, atau mungkin beban yang besar terus bekerja setelah start. Dengandemikina sering dibutuhkan koreksi  rata-rata yang diperlukan denganmenggunakan faktor koreksi pada perencanaan. Jika  P adalah daya nominal  output dari motor penggerak, maka fungsimacam factor keamanan biasanya dapat diambil dalam perancanaan, sehinggakoreksi pertama dapat diambil kecil. Jika faktor koreksi adalah   fc   (terlampir)

    Mesin pemasah keripik secara otomatis

    No full text
    ABSTRAK   Kurniawan, Johan Edi dan Saputro, M. Erik. 2013. Mesin Pemasah Keripik Secara Otomatis. Tugas Akhir, Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang, Pembimbing: (I) Drs. Imam Sodjono, M.T. (II) Drs. Siswanto, M.A.   Kata Kunci: Keripik, Mesin, Pemasahan, Otomatis. Kripik merupakan jenis makanan ringan yang cukup digemari dikalangan masyarakat Indonesia. Saat ini industri keripik sudah meluas di daerah-daerah Indonesia. Pengolahan kripik dapat diolah dengan menggunakan mesin pemasah atau pengiris. Rancang bangun mesin ini dengan sistem otomatis atau pneumatic yang dapat memasah menjadi tipis-tipis. Proses pemasahan ini adalah pada saat motor dan kompresor dalam keadaan menyala, maka motor akan menggerakkan poros pisau dengan perantara puli motor, sabuk, puli mesin, setelah poros pisau bergerak maka akan menggerakkan pisau. Kompresor akan menekan silinder pneumatic yang mendorong bahan baku masuk kedalam ruang mesin dan seketika akan dipasah oleh pisau, dan selanjutnya akan keluar dari ruang mesin. Dengan dibuatnya mesin ini diharapkan proses pembuatan keripik menjadi lebih cepat dan produksi keripik dapat dilakukan dengan kapasitas besar. Mesin ini dapat memproduksi 120 kg/jam dengan hasil potongan 37.440 potong/jam. Mesin ini diharapkan juga dapat dikembangkan agar menjadi suatu alat produksi yang mempermudah pada proses pemasahan pada industri keripik

    rancang bangun mesin pencacah plastik

    No full text
    ABSTRAK   Mada dan Mahar.2013.Mesin Perajang Plastik. Untuk Mempermudah dan Meningkatkan Produktivitas Pengepakan dan Daur Ulang SampahPlastik. Tugas Akhir, Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik,Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. H. Sumarli, M.Pd.,M.T.  (II) Drs. Maftuchin Romlie, M.Pd.   Kata kunci : Plastik, Produktivitas Di kota Malang penggunaan plastik berkembang sangat pesat, halini dapat dilihat dari banyaknya penggunaan peralatan yang terbuat dariplastik. Oleh karena itu, sebagian dari masyarakat yang ada dikota malangmelihat prospek ini dapat dijadikan lahan pekerjaan yang dapatmenghasilkan uang. Pak Edi adalah salah satu contoh pengusaha pengepulsampah anorganik, pak Edi mendapatkan sampah dari setoran parapenyetor sampah, pemulung dan juga dari orang-orang yang langsungmenjualnya ke pak Edi. Pada uunya pak Edi membeli sampah dari sampahplastik dari penyetor seharga Rp. 3000,- per kilogramnya, dan seharinyapak Edi bisa mendaptkan kurang lebih 300 kg sampah plastik. Sampahplastik tersebut tidak di proses sendiri melainkan di jual ke pabrik daurulang di surabaya dengan harga Rp. 3500 / kg, untuk diolah kembalimenjadi bahan baku plastik. Sebelum proses pengiriman sampah, pak Edi dan 4 karyawannyamemilah-milah terlebih dahulu berdasarkan jenis sampah. Misal sampahbotol plastik dimasukan ke dalam satu wadah tersendiri, begitu jugasampah gelas plastik dan juga sampah plastik lainya juga di letakkan padawadah yang berbeda. Dari hasil observasi kami pada pengepul sampah yaitu pak Ediyang berada di daerah pasar baru Dinoyo, kami menemukan fakta bahwatidak adanya mesin pengolahan sampah yang bisa mencacah sampahplastik menjadi bentuk yang lebih kecil, sehingga dalam pengiriman danpengepakan akan lebih mudah dan hemat tempat. Dalam segi ekonomijuga menguntungkan, karena mesin ini menggunakan motor 1 hp dengantegangan 220 V sehingga hemat energi. Manfaat lainya dari mesin iniadalah membuat pengepakan plastik menjadi hemat tempat dan padaproses pengiriman sampah menjadi lebih banyak karena sampah sudahenjadi bentuk serpihan atau bentuknya lebih kecil dari semula. Dari segisumber daya manusia tidak perlu lagi karyawan yang semula 4 oranguntuk memilah sampah menjadi hanya 2 orang, karena sampah tidak perludipilah lagi dan langsung dicacah dan dikemas. Selain itu juga adakemungkinan harga penjualan ke pabrik akan lebih mahal karena sampahsudah berbentuk serpihan kecil

    PENGARUH MODEL KAMPUH DAN JENIS FILLER METAL TERHADAP KEKUATAN UJI TARIK PADA BAHAN STAINLESS STEEL AISI 304 MENGGUNAKAN PENGELASAN TIG

    No full text
    ABSTRAK   Kurniawan, Dedi. 2013. Pengaruh Model Kampuh dan Jenis Filler Metal Terhadap Kekuatan Uji Tarik Pada Bahan Stainless Steel AISI 304 Menggunakan Pengelasan TIG. Skripsi, Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Solichin, S.T., M.Kes. dan (II) Prihanto Tri Hutomo, S.T., M.T.   Kata Kunci: TIG, Model kampuh, filler metal, Tarik. Las busur logam tidak dapat diabaikan dalam perencanaan bangunan dan telah memberikan  sumbangan  dalam  modernisasi  bangunan baja. Gas  Tungsten  Arc Welding atau  Tungsten  Inert Gas (TIG)  adalah  jenis  las  listrik  yang menggunakan bahan  tungsten  sebagai  elektroda  yang  tidak  terkonsumsi.  Elektroda  ini  digunakan hanya  untuk menghasilkan  busur  nyala  listrik. Bahan  penambah  berupa  batang  las (rod), yang dicairkan oleh busur nyala tersebut , mengisi kampuh bahan induk. Tujuan dari penelitian ini yaitu Untuk mengetahui apakah ada pengaruh model kampuh terhadap kekuatan hasil uji tarik pada bahan stainless steel AISI 304menggunakan Pengelasan TIG. Untuk mengetahui apakah ada pengaruh jenis filler metal terhadap kekuatan hasil uji tarik pada bahan stainless steel AISI 304 menggunakan Pengelasan TIG. Untuk mengetahui apakah ada pengaruh model kampuh dan jenis filler metal terhadap kekuatan hasil uji tarik pada bahan stainless steel AISI 304 menggunakan Pengelasan TIG. Dalam  proses  pengelasan  TIG  (Tungsten  Inert  Gas)  tidak  terlepas  dari pengaruh  jenis  kampuh  dan  jenis  filler metal  yang  digunakan  untuk  mendapatkan hasil  yang  maksimal.  Untuk  itu  dalam  penelitian  ini  menggunakan  variabel  jenis kampuh (kampuh K dan kampuh X) dan jenis filler metal (ER 308 L dan ER 316 L) sebagai pengaruh terhadap hasil uji kekuatan tarik yang terjadi. Penelitian ini termasuk penelitian kuantitatif, bersifat eksperimental, dimaksudkan untuk memperoleh deskripsi tentang kecenderungan perubahan kekuatan tarik stainless steel AISI 304 karena pengaruh  model kampuh (kampuh K, dan kampuh X) dan jenis filler metal ER 308 L dan ER 316 L  pada proses las TIG. Rancangan yang digunakan 2x2 yaitu dua model kampuh dan dua jenis filler metal dengan menggunakan sampel sebanyak 12 spesimen. Dari hasil analisis data yang dilakukan untuk Hipotesis Pengaruh Model Kampuh Terhadap Kekuatan Tarik Stainless Steel 304 diperoleh kesimpulan bahwa JK 0,304 > 0,05 sehingga hipotesis nihil diterima. Kekuatan Tarik hasil las TIG (Tungsten Inert Gas) pada bahan stainless steel 304 dengan menggunakan jenis kampuh (K dan X) tidak mempunyai perbedaan yang berarti, Sedangkan untuk hipotesis Pengaruh Jenis Filler Metal terhadap Kekuatan Tarik Bahan Stainless Steel304 Ditinjau dari taraf signifikansinya yang digunakan yaitu 0,05 diperoleh kesimpulan bahwa JF 0,290 > 0,05 sehingga hipotesis nihil diterima. Kekuatan Tarikhasil las TIG (Tungsten Inert Gas) pada bahan stainless steel 304 dengan menggunakan jenis filler metal (ER 308 L dan ER 316 L) tidak mempunyai perbedaan yang berarti. Pengaruh Interaksi antara Model kampuh dan Jenis filler metal terhadap Kekuatan Uji Tarik Bahan Stainless Steel AISI 304 Dilihat dari taraf signifikasi yang digunakan yaitu 0,05%, diperoleh kesimpulan bahwa JK*JF 0,085 > 0,05 sehingga Hipotesis Nihil (H0) diterima dan (H1) ditolak, kekuatan tarik hasil las TIG (Tungsten Inert Gas) pada bahan stainless steel AISI 304 dengan interaksi antarajenis kampuh dan jenis filler metal tidak mempunyai perbedaan yang berarti. Kesimpulan tidak ada pengaruh yang signifikan antara jenis kampuh terhadap kekuatan Tarik hasil las TIG (Tungsten Inert Gas) pada bahan stainless steel 304. Tidak ada pengaruh yang signifikan antara jenis filler metal terhadap kekuatan Tarik hasil las TIG (Tungsten Inert Gas) pada bahan stainless steel 304. yang berarti tidak ada pengaruh yang signifikan antara model kampuh dan jenis filler metal terhadap kekuatan uji tarik bahan Stainless Steel AISI 304 menggunakan pengelasan TIG. Saran: untuk proses pengelasan yang menggunakan jenis baja stainless steel melalui proses las TIG disarankan untuk menggunakan jenis filler metal ER 308 L selain lebih kuat filler ini juga lebih mudah di dapatkan dipasaran. Perlu dilakukan penelitian lanjutan antara lain: (1) setelah selesai pengelasan hendaknya benda kerjadilakukan uji non destruktif untuk mengetahui cacat las sebelum dilakukan uji tarik.(2) untuk pengembangan penelitian mengenai pengelasan yang menggambarkan keadaan logam las ditinjau dari pengujian yang yang lain

    Pengaruh Model Pembelajaran Jigsaw dan Ekspositori terhadap Hasil Belajar Siswa Kelas XI Teknik Pemesinan Pada Mata Pelajaran Praktik Mesin Bubut di SMK Negeri 6 Malang

    No full text
    ABSTRAK     Ujjaj, Farizy. 2013. Pengaruh Model Pembelajaran Jigsaw dan Ekspositori terhadap Hasil Belajar Siswa Kelas XI Teknik Pemesinan Pada Mata Pelajaran Praktik Mesin Bubut di SMK Negeri 6 Malang . Skripsi, Jurusan Teknik Mesin Fakultas Teknik Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dra. Hj. Widiyanti, M.Pd ., (II) Drs. Yuni Sunarto.   Kata Kunci: Hasil belajar, Model Pembelajaran Jigsaw, Model Pembelajaran Ekspositori, Praktik Mesin Bubut.   Dalam sebuah proses pembelajaran bertujuan untuk membuat peserta didik menjadi belajar. Hasil pengamatan di kelas XI program keahlian Teknik Pemesinan SMK Negeri 6 Malang, proses pembelajaran khususnya pada mata pelajaran praktik mesin bubut yang dilakukan guru masih cenderung menggunakan model pembelajaran ekspositori yang bertipe teacher centered sehingga selama proses pembelajaran berlangsung siswa cenderung pasif dan kurang memperhatikan dalam proses pembelajaran. Dalam upaya menyelesaikan permasalahan tersebut dibutuhkan model pembelajaran yang efektif, efisien dan lebih bersifat student centered. Salah satu model pembelajaran yang bersifat student centered adalah model pembelajaran Jigsaw.   Penelitian ini dirancang sebagai penelitian eksperimental semu(quasy experimental design). Populasi dalam penelitian adalah seluruh siswa kelas XI Teknik Pemesinan SMKN 6 Malang Tahun ajaran 2012/2013 yang terdiri dari 3 kelas yakni kelas XI TMP1, XI TMP 2, dan XI TMP 3Pengambilan sampel pada penelitian ini menggunakan tekniksampel kelompok (cluster sample).Sampel penelitian adalah siswa kelas XI sebanyak 2 kelas, satu kelas diajar  dengan pembelajaran Jigsaw dan satu kelas dengan pembelajara ekspositori.Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah instrument pembelajaran model Jigsaw, instrumen pembelajaran model ekspositori dan instrumen pengukuran hasil belajar, untuk instrument hasil belajar ranah kognitif menggunakan pre tes dan postes sedangkan untuk ranah psikomotorik menggunakan lembar jobsheet, benda kerja siswa sebagai hasil belajar.   Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada perbedaan hasil belajar antara siswa yang diajar dengan model pembelajaran Jigsawdengan siswa yang diajar dengan model ekspositori. Hasil belajar siswa yang diajar dengan model pembelajaran Jigsaw lebih tinggi daripada siswa yang diajar dengan ekspositori. Untuk hasil belajar ranah kognitif, diperoleh nilai rata-rata kelas eksperimen (89,42) lebih tinggi dai kelas kontrol (86,28) dengan selisih sebesar 3,14 poin. Sedangkan untuk hasil belajar ranah psikomotorik, diperoleh nilai ratarata kelas eksperimen (89,51) lebih tinggi dari kelas kontrol (85,51) dengan selisih sebesar 4 poin. Sehingga disimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran jigsaw dapat meningkatkan hasil belajar (ranah kognitif dan psikomotorik) siswa pada kompetensi "melakukan pekerjaan dengan mesin bubut"

    Rancang Bangun Mesin Peragi Singkong Dengan Menggunakan Sistem Air Flow

    No full text
    ABSTRAK   Kurniawan, Anggi Jaya Indra. 2013. Rancang Bangun Mesin Peragi  Singkong Dengan Menggunakan Sistem Air Flow. Tugas Akhir. Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik. Pembimbing (1) Drs. Basuki, M.Pd, (2) Prihanto Tri Hutomo, S.T., M.T.   Kata kunci: rancang bangun, mesin peragi, singkong, air flow. Mesin peragi singkong merupakan alat peragi yang difungsikan untuk menaburkan ragi pada singkong yang akan dibutuhkan untuk membuat tape singkong secara merata.Mesin ini dioptimalkan untuk proses peragian dimana umumnya masih menggunakan cara tradisional (manual). Dari hasil peragi singkong yang dilakukan menggunakan mesin ini didapatkan waktu proses peragian yang ideal. Hasil peragian yang ideal didapatkan dari metode penggunaan system Air Flow yaitu menggunakan Blower yang ditenagai oleh sebuah motor listrik

    Pengembangan Media Pembelajaran Otomotif Berbasis Web Moodle Kompetensi Dasar Mengidentifikasi Sistem Bahan bakar Bensin dan Komponennya untuk Siswa Kelas XI Teknik Kendaraan Ringan di SMK Islam 1 Blitar.

    No full text
    ABSTRAK Irawan, Dani. 2012. Pengembangan Media Pembelajaran Otomotif Berbasis Web Moodle Kompetensi Dasar Mengidentifikasi Sistem Bahan bakar Bensin dan Komponennya untuk Siswa Kelas XI Teknik Kendaraan Ringan di SMK Islam 1 Blitar.Skripsi. JurusanTeknikMesin,Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Partono, M.Pd.,(II) Dra.Anny Martiningsih, M.Kes.   Kata Kunci : web, moodle, media pembelajaran, sistem bahan bakar bensin Penggunaan media pembelajaran sangat bermanfaat bagi guru dalam membantu penyampaian informasi dalam proses belajar. Tanpa menggunakan media yang menarik maka hasil belajar siswa tidak akan maksimal. Hal tersebut terjadi pada pembelajaran kompetensi dasar “Mengidentifikasi Sistem Bahan Bakar Bensin” di SMK Islam 1 Blitar. Pembelajaran dikelas bersifat klasikal atau konvensional yang membuat para siswa kurang aktif dan kurang termotivasi dalam kegiatan pembelajaran. Disisi lain kemampuan para siswa dalam mengakses internet sudah menjadi hal yang biasa dan tidak asing lagi, selain itu dukungan sarana prasarana yang dimiliki oleh sekolah berupa ruang komputer, sambungan internet dari telepon kabel (wifi) dan modem dari operator telepon seluler dapat dimanfaatkan sebagai media pembelajaran berbasis web dengan aplikasi moodle. Tujuan dari penelitian pengembangan ini adalah: (1) Menghasilkan media pembelajaran otomotif berbasis web moodle,(2) Mengetahui hasil validasi produk media pembelajaran otomotif berbasis web moodle. Metode penelitian pengembangan yang digunakan mengadopsi dari tahapan ADDIE yaitu: (1) analysis, (2) design, (3) development ,(4)implementation, dan (5) evaluation. Instrumen pengumpul data yang digunakan dalam penelitian pengembangan ini berupa kuisioner yang diberikan kepada ahli media,ahli materi, dan uji coba lapangan berupa pretest dan posttest terhadap 25 orang siswa. Jenis data yang diperoleh berupa data kualitatif hasil wawancara pada tahap analysis dan data kuantitatif untuk meniliai kevalidan produk media yang dihasilkan. Hasil validasi ahli media menunjukan skor 89,7%,validasi ahli materi menunjukan skor 91, uji coba perorangan mendapat skor 97,1%. Sedangkan hasil preetest dan postest yang dilakukan pada uji lapangan mampu meningkatkan prestasi belajar siswa dengan rata-rata kenaikan 16,54%. Kesimpulan dari penilaian keseluruhan media pembelajaran yang dikembangkan adalah valid dengan rata-rata penilain 91,04% dan layak digunakan. Hasil direvisi media ini meliputi:(1) tampilan background, (2) tampilan petunjuk penggunaan (3) warna teks. Beberapa saran pengembangan produk media pembelajaran berbasis web moodle meliputi (1) Penggunaan media pembelajaran yang dikembangkan tidak hanya terbatas pada teknik kendaraan ringan saja akan tetapi juga pada kompetensi keahlian yang lain, (2) media pembelajaran yang dikembangkan tidak hanya secara offline akan tetapi juga online, (3) peneliti selanjutnya dapat melakukan implementation dan evaluation terhadap media tersebut

    Pengaruh Pendinginan Hasil Las Mig (Metal Inert Gas) Dengan Berbagai Media Pendingin Terhadap Kekerasan Jalur Las Dan Sekitarnya

    No full text
    ABSTRAK   Rizal, Khoirur A. 2013 Pengaruh Pendinginan Hasil Las Mig  (Metal  Inert Gas)Dengan  Berbagai  Media  Pendingin  Terhadap  Kekerasan  Jalur  Las  DanSekitarnya.  Skripsi,  Jurusan  Teknik  Mesin,  Fakultas  Teknik,  UniveritasNegeri Malang. Pembimbing  (I) Drs. Wahono, S.T., M. Pd., (II) Drs.  , HAbdul Qolik, M. M., M. Pd   Kata Kunci:  Baja  St  41,  las MIG,  logam  las,  daerah  HAZ,  media  pendingin,kekerasan. Pengelasan MIG merupakan proses penyambungan dua material logamatau lebih menjadi satu melalui proses pencairan setempat, dengan menggunakanelektroda gulungan (filler metal) yang sama dengan logam dasarnya (base metal)dan menggunakan gas pelindung (inert gas ). Las MIG (Metal Inert Gas)merupakan las busur gas yang menggunakan kawat las sekaligus sebagaielektroda. Elektroda tersebut berupa gulungan kawat ( rol ) yang gerakannyadiatur oleh motor listrik. Daerah las-lasan terdiri dari tiga bagian yaitu: daerah logam las, daerahpengaruh panas atau heat affected zone disingkat menjadi HAZ dan logaminduk yang tak terpengaruhi panas. Daerah logam las adalah bagian dari logamyang pada waktu pengelasan mencair dan kemudian membeku. Komposisi logamlas terdiri dari komponen logam induk dan bahan tambah dari elektroda. Daerahpengaruh panas atau heat affected zone (HAZ) adalah logam dasar yangbersebelahan dengan logam las yang selama proses pengelasan mengalami siklustermal pemanasan dan pendinginan cepat sehingga daerah ini yang paling kritisdari sambungan las. Logam induk adalah bagian logam dasar di mana panas dansuhu pengelasan tidak menyebabkan terjadinya perubahan-perubahan struktur dansifat. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui: (1) Nilai kekerasanhasil pengelasan MIG dengan media pendingin air PDAM pada baja St 41 di jalurlas dan sekitarnya, (2) Nilai kekerasan hasil pengelasan MIG dengan mediapendingin air garam pada baja St 41 di jalur las dan sekitarnya, (3) Nilaikekerasan hasil pengelasan MIG dengan media pendingin Oli pada baja St 41 dijalur las dan sekitarnya, dan (4) Apakah terdapat perbedaan nilai kekerasan hasilpengelasan MIG dengan media pendingin air PDAM, air garam dan oli pada bajaSt 41 di jalur las dan sekitarnya. Penelitan ini menggunakan teknik analisis anava data hasil uji normal laludengan uji regresi. Hasil penelitian rata-rata nilai kekerasan tertinggi pada mediapendingin yang berbeda, yakni pada media air garam mencapai 79,802 HRBkemudian media air PDAM 78,923 HRB, lalu media oli 75,128 HRB yangsemakin rendah. Laju pendinginan berpengaruh terhadap nilai kekerasan dalampengelasan baja St 41, semakin cepat laju pendinginan nilai kekerasan semakintinggi

    Rancang Bangun Meja Las Pipa Berbagai Posisi Pengelasan standart AWS

    No full text
    ABSTRAK   Irwanto, Dardi & Suasono, Andi, Nurma. 2013. Rancang Bangun Meja Las Pipa Berbagai Posisi Pengelasan standart AWS. Tugas Akhir, Jurusan Teknik mesin, Fakultas Mesin, Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Solichin, Drs., S.T..,M.Kes, (II) Imam Sudjono, Drs., M.T.   Kata Kunci : Meja Las Pipa, Pengelasan Standart AWS Pengelasan (welding) adalah salah satu teknik penyambungan logam dengan cara mencairkan sebagian logam induk dan logam pengis dengan atau tanpa tekanan dan dengan atau tanpa logam penambah dan menghasilkan sambungan yang continue. Lingkup penggunaan teknik pengelasan dalam kontruksi sangat luas, meliputi perkapalan, jembatan, rangkabaja, bejanatekan, pipapesat, pipa saluran dan sebagainya. Disamping untuk pembuatan, proses las dapat juga dipergunakan untuk reparasi misalnya untuk mengisi lubang-lubang pada coran. Membuat lapisan las pada perkakas mempertebal bagian-bagian yang sudah aus dan macam-macam reparasi lainnya. Pada pengelasan sambungan pipa ada syarat sudut kemiringan yang harus dipenuhi saat melakukan pengelasan. Tujuan dari mesin ini untuk mempermudah cara pengerjaan las pipa dengan membuat meja las pipa yang mengaplikasikan pencekam mesin bubut guna membantu para mahasiswa Teknik Mesin-Fakulta

    PENGEMBANGAN DAN PENERAPAN MODUL PEMBELAJARAN MATAKULIAH KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA PADA MAHASISWA S1 PENDIDIKAN TEKNIK MESIN UNIVERSITAS NEGERI MALANG

    No full text
    ABSTRAK Husin, Muhammad. 2012. Pengembangan dan Penerapan Modul Pembelajaran Matakuliah Keselamatan dan Kesehatan Kerja pada mahasiswa S1 Pendidikan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Skipsi, Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs.Solichin, S.T., M.Kes. dan (II) Dra. Widiyandti, M.Pd. Kata Kunci: Pengembangan modul, Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3), dan efektifitas modul Keselamatan  dan Kesehatan Kerja merupakan salah satu matakuliah yang ada di Jurusan Teknik Mesin Universitas Negeri Malang. Pelaksanaan pembelajaran Keselamatan dan Kesehatan Kerja yang dilaksanakan saat ini masih dengan sistem pembelajaran yang masih dengan baca tulis, dengan dosen menerangkan mahasiswa mencatat saja, tanpa ada media pembelajaran yang mendukung, referensi yang digunakan untuk belajar juga masih terbatas. Oleh karena itu perlu adanya media pembelajaran matakuliah Keselamatan dan Kesehatan Kerja yang mendukung dan mempermudah mahasiswa untuk belajar, media yang ada harus sesuai dengan materi pokok yang akan dikaji dalam matakuliah Keselamatan dan Kesehatan Kerja pada S1 Pendidikan Teknik Mesin. Pengembangan produk bertujuan untuk: 1) mengembangkan modul pembelajaran pada Mata Diklat (K3) khususnya pada Sub Kompetensi Mengikuti Prosedur Tempat Kerja dan Memberikan Umpan Balik tentang K3, 2) menghasikan modul pembelajaran pada Mata Diklat (K3) yang berkualitas, 3) mengetahui tingkat kelayakan modul ajar K3 yang telah dikembangkan. Pengembangan ini menggunakan model pengembangan menurut Sugiyono dengan pengembangan tersebut memenuhi kriteria validitas pengujian pada ahli materi, ahli media, dan pemakai. Adapun langkah-langkah penelitian dan pengembangan adalah sebagai berikut: pencarian potensi dan masalah, pengumpulan data, pembuatan desain produk, validasi desain, revisi desain, uji coba produk, revisi produk, uji coba produk, revisi produk, dan produk masal. Hasil dari penelitian ini yaitu berupa: 1) modul pembelajaran K3, yang telah teruji/ berkualitas menurut ahli media, ahli materi dan kelompok uji coba menyatakan modul dapat dipahami dan dilaksanakan sehingga dapat digunakan sebagai media dalam membantu proses pembelajaran K3. Kualitas modul menurut mahasiswa, mahasiswa dapat dipahami dan menyatakan modul baik digunakan dalam proses belajar mengajar pada Mata Diklat K3, 2) pencapaian hasil uji coba dengan menggunakan instrument validitas dengan persentase 85 – 100 % dikatakan valid

    0

    full texts

    307

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Tugas Akhir Jurusan Teknik Mesin - Fakultas Teknik UM
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇