Tugas Akhir Jurusan Teknik Mesin - Fakultas Teknik UM
Not a member yet
    307 research outputs found

    Dapur Kowi Efisien Bahan Bakar Dilengkapi Burner Dengan Bahan Bakar Penambah Oli Bekas.

    No full text
    ABSTRAK   Salah satu proses pendaur ulangan logam khususnya alumunium adalah melalui proses pengecoran. Dalam pengecoran logam diperlukan dapur pelebur sebagai sarana untuk melebur logam. Pembakaran yang dilakukan untuk peleburan logam non-ferro khususnya alumunium, pada umumnya menggunakan burner dengan bahan bakar minyak. Melonjaknya harga minyak mendorong industri peleburan logam skala kecil dan lembaga pendidikan mengganti burner berbahan bakar minyak dengan burner berbahan bakar gas (LPG). Konversi bahan bakar minyak menjadi gas tersebut, dirasa perancang masih kurang efisien, karena dalam sekali peleburan alumunium dengan kapasitas ± 8 kg memerlukan gas LPG 12 kg. Selain itu, waktu yang diperlukan dalam peleburan alumunium hingga mencapai titik cair memerlukan waktu lebih dari 2 jam. Waktu yang begitu lama tersebut akan mengurangi produktivitas dan keefisienan pada pengecoran. Sedangkan biaya yang dikeluarkan untuk sekali pengecoran untuk bahan bakar gas LPG adalah Rp75.000,00, untuk bahan bakar minyak tanah adalah diatas Rp100.000,00. Dari hasil observasi yang dilakuakan di industri-industri dan lembaga pendidikan tersebut, data-data di atas merupakan suatu kendala yang signikan untuk diperbaharui. Untuk itu dibuat dapur kowi efisien bahan bakar dilengkapi burner dengan bahan bakar penambah oli bekas. Dapur ini selain efisien terhadap waktu, juga efisien bahan bakar, karena kowi terbuat dari besi stainless steel dan menggunakan bahan bakar LPG dan oli bekas. Tujuan dari pembuatan dapur ini adalah sebagai solusi untuk pengecoran yang lebih efisien. Selain itu, juga sebagai sarana pemanfaatan bahan b3 yaitu oli bekas. Dapur ini sangat bermanfaat bagi masyarakat karena dapat meningkatkan kegiatan produksi dibidang pengecoran dengan biaya yang relatif kecil, sebagai bukti berkembangnya ilmu pengetahuan dan teknologi, dan dapat memanfaatkan bahan b3 sebagai bahan bakar. Dapur peleburan ini dibuat dari semen tahan api yang rekatkan (cor) pada dinding, atap, dan dasar dapur. Dapur lebur mempunyai tinggi 50 cm, diameter luar 39 cm, dan diameter dalam 28 cm. Prinsip kerja dapur peleburan ini, yaitu dengan mengalirkan gas LPG sebagai bahan bakar untuk pemanasan ruang bakar yang didukung dengan tekanan udara dari blower yang digerakan oleh tenaga listrik. Setelah ruang bakar panas (memerah) oli bekas dikabutkan untuk melebur alumunium. Peleburan 15 kg alumunium menggunakan bahan bakar oli bekas diperlukan 5,5 liter (biaya Rp. 11.000,00), dan memerlukan waktu peleburan 83 menit. Dapur kowi efisien bahan bakar dilengkapi burner ini, dalam pengoperasianya sebaiknya mengikuti panduan prosedur pengoperasian, agar dalam proses pengecoran logam berjalan dengan baik

    PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN MATAKULIAH MESIN KONVERSI ENERGI I DI PROGRAM STUDI S1 PENDIDIKAN TEKNIK MESIN FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS NEGERI MALANG

    No full text
    ABSTRAK   Syarifudin, M, Amir. 2013. Pengembangan Media Pembelajaran Matakuliah Mesin Konversi Energi I Di Program Studi S1 Pendidikan Teknik Mesin Fakultas Teknik Universitas Negeri Malang. Skripsi, Jurusan Teknik Mesin Fakultas Teknik Universitas Negeri Malang. Pembimbing : (I) Dr. Tuwoso, M.P. (II). Dra. Hj.Widianti, M.Pd.   Kata kunci : Pengembangan, Media Pembelajaran, Mesin Konversi Energi I. Matakuliah Mesin Konversi Energi I merupakan matakuliah yang perlu diketahui, dipelajari dan dipahami oleh mahasiswa Program Studi S1 Pendidikan Teknik Mesin Fakultas Teknik Universitas Negeri Malang, karena matakuliah Mesin Konversi Energi I merupakan matakuliah inti teknik mesin (MITM) di S1 Program Studi Pendidikan Teknik Mesin Fakultas Teknik Universitas Negeri malang. Kegiatan pembelajaran membutuhkan sumber–sumber rujukan atau literatur yang memberikan kemudahan bagi pengguna dalam hal ini pengajar dan peserta didik. Selain buku sebagi sumber utama tentu sangat diperlukan sumber lain seperti jurnal, koran, majalah, pemanfaatan komputer dan media pembelajaran. Media yang digunakan dalam proses pembelajaran juga berfungsi sebagai alat penyampaian pesan, informasi dan pengetahuan dari pengajar kepada peserta didik Prosedur pengembangan media pembelajaran ini meliputi tiga tahap, Tahap pertama analisis isi membahas isi dari Ketel Uap Pipa Air berdasarkan pada pengajaran pada matakuliah Mesin Konversi Energi I. Tahap kedua membahas mengenai uji coba produk yang terdiri dari jenis data, subjek uji coba dan desain uji coba. Pada tahap ketiga membahas mengenai perbaikan dan perubahan pada media pembelajaran berdasarkan uji coba produk dan dari saran-saran dosen ahli dan mahasiswa keahlihan mesin. Media pembelajaran Ketel Uap Pipa Air ini dinyatakan layak oleh ahli materi, ahli media, serta uji coba kelompok kecil sebagai media pembelajaran pada mahasiswa program studi S1 Pendidiakan Teknik Mesin Fakultas Teknik Universitas Negeri Malang. Hal ini telah dibuktikan bahwa hasil perhitungan menunjukkan: (1) dari ahli materi menunjukkan tingkat kelayakan dengan persentase 72.5 % dengan kriteria tingkat keberhasilan cukup baik; (2) ahli media menunjukkan tingkat kelayakan dengan tingkat Persentase 87.5% dengan kriteria tingkat keberhasilan baik; (3) uji coba kelompok kecil menunjukkan tingkat kelayakan dengan persentase 81.8% dengan kriteria tingkat kelayakan baik. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa media ini dapat digunakan dalam kegiatan pembelajaran Mesin Konversi Energi I (Ketel Uap Pipa Air). Dari hasil uji coba dapat diketahui bahwa media pembelajaran yang dikembangkan memiliki kriteria menarik dan efektif, namun media pembelajaran ini masih bisa dikembangkan lagi sehingga mendapatkan produk yang lebih baik

    RANCANG BANGUN MESIN PENGERING SALE PISANG DENGAN ENERGI LISTRIK DAN PENGONTROL SUHU

    No full text
    ABSTRAK Rizal & Nanang. 2012. Mesin Pengering Sale Pisang Dengan Energi listrik Dan Pengontrol Suhu. Tugas Akhir. Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Drs. Sumarli, M.Pd., M.T, (2) Drs. Yuni Sunarto. Kata Kunci: Pisang, Sale Pisang, Sistem Otomatis, Pisang sale adalah pisang matang konsumsi yang telah dikeringkan. Pengeringan menyebakan kadar air turun dan secara relatif kadar gula naik. Warna pisang sale berkisar antara coklat muda sampai coklat kehitaman. Oleh karena itu proses pengeringan pada sale pisang sangatlah penting. Dalam hal ini panas pengeringan harus benar-benar konstan dan terorganisir. Maka pengeringan sale pisang dapat dilakukan menggunakan mesin pengering sebagai sumber energi alternatif apabila sumber energi pengeringan pada matahari tidak dapat dilakukan diakibatkan beberapa faktor antara lain, saat terjadinya hujan ataupun pergantian siang ke malam. Mesin pengerig sale pisang ini dilengkapi pengatur suhu agar tetap konstan dan dapat di program sesuai keinginan dengan menggunakan sistem kontrol otomatis pada thermometer. Dari desain mesin pengering sale pisang ini, diharapkan mampu menampung ± 2,55 kg buah pisang untuk memaksimalkan kondisi kadar air berkurang 20% selama proses pengeringan ± 10 jam sehinga sale pisang lebih efektif dan efisien

    RANCANG BANGUN MESIN PENCACAH RUMPUT GAJAH DAN BATANG PADI

    No full text
    ABSTRAK   Deni  &  Andi.  2012. Mesin  Pencacah  Rumput  Gajah  dan  Batang  Padi.  TugasAkhir.  Jurusan  Teknik  Mesin,  Fakultas  Teknik,  Universitas  Negeri  Malang.Pembimbing: (1) Dr. Tuwoso, M.P. (2) Drs. Abdul Qolik, M.M.,M,Pd   Kata Kunci: Rumput , Gajah, Batang Padi,dan Sapi. Rumput  gajah  dan  batang  padi merupakan  salah  satu  pakan  ternak  yangbanyak  mengandung  nutrisi  yang  tinggi  sehingga  banyak  ditanam  oleh  petaniternak khususnya di daerah pedesaan. Akibat semakin banyaknya kebutuhan akanrumput  gajah  dan  batang  padi  untuk  binatang  ternak maka  akan menimbulkanmasalah dalam hal pemberian makan  terhadap  ternak. Sebagai  contoh pada  sapiperah dimana sapi perah ini membutuhkan jumlah pakan sebanyak 20 – 25 % dariberat tubuhnya. Pada  dasarnya  para  peternak  kurang  mengetahui  teknologi  pengolahanpakan  ternak  meliputi  kegiatan  pengolahan  bahan  pakan  yang  bertujuanmeningkatkan  kualitas  nutrisi,  meningkatkan  daya  cerna  dan  memperpanjangmasa  simpan.  Pengolahan  pakan  ternak  dilakukan  dengan  dua  macam  yaitupengolahan  bahan  pakan  yang  dilakukan  secara  fisik  akan memberi  kemudahanbagi  ternak  yang mengkonsumsinya;  dan Peternak  harus melakukan  pengolahanfisik  terhadap  pakan  ternak  sebelum  memberikannya  kepada  ternak.  Peternakmembutuhkan  alat  yaitu mesin  pencacah  rumput  untuk mengolah  pakan  secarafisik  untuk  proses  persediaan  makan  terhadap  ternaknya  dan  juga  sebagaipenghancur  rumput  untuk  pakan  ternak.  Mesin  pencacah  rumput  gajah  inimenggunakan  daya  1  HP  untuk  menjalankan  siklus  kerja  mesin.    Mesin  inidirancang  dengan  dimensi  tidak  terlalu  besar  namun  mampu  untuk  mencacahrumput  dengan  hasil  300  kg/jam  sehingga  mampu  untuk  menyediakan  pakanternak bagi peternak sapi perah

    RANCANG BANGUN MESIN PENGERING SALE PISANG DENGAN ENERGI LISTRIK DAN PENGONTROL SUHU

    No full text
    ABSTRAK Rizal & Nanang. 2012. Mesin Pengering Sale Pisang Dengan Energi listrik Dan Pengontrol Suhu. Tugas Akhir. Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Drs. Sumarli, M.Pd., M.T, (2) Drs. Yuni Sunarto. Kata Kunci: Pisang, Sale Pisang, Sistem Otomatis, Pisang sale adalah pisang matang konsumsi yang telah dikeringkan. Pengeringan menyebakan kadar air turun dan secara relatif kadar gula naik. Warna pisang sale berkisar antara coklat muda sampai coklat kehitaman. Oleh karena itu proses pengeringan pada sale pisang sangatlah penting. Dalam hal ini panas pengeringan harus benar-benar konstan dan terorganisir. Maka pengeringan sale pisang dapat dilakukan menggunakan mesin pengering sebagai sumber energi alternatif apabila sumber energi pengeringan pada matahari tidak dapat dilakukan diakibatkan beberapa faktor antara lain, saat terjadinya hujan ataupun pergantian siang ke malam. Mesin pengerig sale pisang ini dilengkapi pengatur suhu agar tetap konstan dan dapat di program sesuai keinginan dengan menggunakan sistem kontrol otomatis pada thermometer. Dari desain mesin pengering sale pisang ini, diharapkan mampu menampung ± 2,55 kg buah pisang untuk memaksimalkan kondisi kadar air berkurang 20% selama proses pengeringan ± 10 jam sehinga sale pisang lebih efektif dan efisien

    Pengaruh Penggunaan Media Pembelajaran Berbasis Free Web Blog terhadap Hasil Belajar Kompetensi Memperbaiki Sistem Starter dan Pengisian Siswa Kelas XI Smk Negeri 1 Kediri

    No full text
    ABSTRAK   Wibowo, Adi. 2013. Pengaruh Penggunaan Media Pembelajaran Berbasis Free Web Blog terhadap Hasil Belajar Kompetensi Memperbaiki Sistem Starter dan Pengisian Siswa Kelas XI Smk Negeri 1 Kediri. Skripsi. Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr., H. Amat Nyoto, M.Pd., (II) Drs. H. Agus Sholah, M. Pd. Kata Kunci: media pembelajaran, free web blog, sistem starter dan pengisian, hasil belajar Pembelajaran yang menarik, efektif dan efisien merupakan tujuan pembelajaran yang menekankan pada penguasaan secara cepat dan tuntas.  Adanya media pada proses belajar mengajar, diharapkan dapat membantu guru dalam meningkatkan hasil belajar. Salah satu bentuk media pembelajaran yang akan digunakan pada penelitian kali ini adalah media pembelajaran berbasis free web blog. Dengan menggunakan media pembelajaran  ini, guru diharapkan  dapat  menyampaikan informasi dengan lebih mudah dan siswa dapat menangkap informasi pembelajaran secara maksimal. Penelitian ini termasuk penelitian eksperimental. Rancangan penelitian ini menggunakan rancangan penelitian eksperimen semu (quasi experiment). Penelitian ini menggunakan desain penelitian post-test design. Dalam desain ini, dilakukan pre-test untuk mendapatkan data kemampuan awal dari subyek penelitian sebelum pelaksanaan eksperimen. Setelah dilaksanakan eksperimen dilakukan kembali pengamatan terhadap subjek eksperimen menggunakan  post-test. Dengan diterapkannya penggunaan  media pembelajaran berbasis free web blog hasil belajar siswa kelas XI TKR 4 SMK Negeri 1 Kediri terdapat peningkatan.  Nilai rata-rata  pre-test kelas XI TKR 4 (eksperimen) yang awalnya 49 setelah mengikuti pembelajaran meningkat 15% menjadi 64 namun tidak berbeda secara signifikan dengan nilai rata-rata nilai siswa kelas XI TKR 3 (kontrol)  yang diajar dengan pembelajaran  konvensional yang awalnya 52 hanya meningkat 13% menjadi 65. Berdasarkan data hasil penelitian, maka disimpulkan bahwa pembelajaran dengan menggunakan media pembelajaran berbasis free web blog lebih menarik, namun belum signifikan meningkatkan hasil belajar siswa pada kompetensi memperbaiki sistem starter dan pengisian di  SMK Negeri 1 Kediri. Saran yang dapat diajukan dari penelitian ini agar media ini dikembangkan lebih lanjut sehingga bisa dijadikan pertimbangan untuk dijadikan media pembelajaran alternatif yang dapat meningkatkan hasil belajar

    PENERAPAN METODE PEMBELAJARAN BERBASIS PROYEK (PROJECT BASED LEARNING) UNTUK MENINGKATKAN KECAKAPAN TEKNIKAL MEMPERBAIKI SISTEM REM PADA PROGRAM KEAHLIAN TEKNIK OTOMOTIF DI SMK ”NASIONAL” MALANG

    No full text
    ABSTRAK   Priyoyuniawan,Rengga Rahmaniharto. 2013. Penerapan Metode Pembelajaran Berbasis Proyek (Project Based Learning) Untuk Meningkatkan Kecakapan Teknikal Memperbaiki Sistem rem Pada Program Keahlian Teknik Otomotif di SMK ”Nasional” Malang. Skripsi, Jurusan Teknik Mesin Fakultas Teknik Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Syarif Suhartadi, M.Pd dan (II) Drs Sumarli, M.Pd., M. T.   Kata Kunci: Pembelajaran Berbasis Proyek, Kecakapan Teknikal, Kompetensi Memperbaiki Sistem Rem Berdasarkan hasil observasi yang dilakukan di kelas XII TO 1 Program Keahlian Teknik Otomotif  SMK Nasional Malang  tanggal 1 Maret 2013 dan 21 Maret 2013, diketahui bahwa sebagian besar sistem pembelajaran masih menggunakan metode konvensional. Ciri utama pembelajaran konvensional adalah penggunaan  metode ceramah yang berlebihan dalam penyajian materi pelajaran dan pembelajaran berpusat pada guru. Hal tersebut berdampak pada unjuk kerja khususnya pada ranah kecakapan teknikal siswa siswa yang masih rendah, yaitu rata-rata skor tes 65,40 dan ketuntasan belajar klasikal hanya 65%. Untuk mengatasi masalah tersebut diperlukan metode pembelajaran yang dapat meningkatkan kecakapan teknikal siswa. Pembelajaran yang diterapkan dalam penelitian ini adalah pembelajaran kolaboratif dengan metode pembelajaran berbasis proyek (project based learning) Penelitian ini bertujuan untuk meningkatan kecakapan teknikal memper-baiki sistem rem siswa kelas XII Program Keahlian Teknik Otomotif di SMK Nasional Malang melalui penerapan metode pembelajaran berbasis proyek. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang terdiri atas dua siklus. Pengambilan data penelitian dilaksana-kan pada tanggal 22 Maret 2013 sampai tanggal 28 Maret 2013. Data penelitian kecakapan teknikal siswa berupa nilai yang diperoleh melalui hasil tes unjuk kerja setiap akhir siklus. Hasil penelitian penerapan metode pembelajaran berbasis proyek dapat meningkatkan kecakapan teknikal siswa meningkatkan hasil belajar siswa dari skor rata-rata kelas sebesar 65,40 dan ketuntasan klasikal 65% sebelum siklus I meningkat menjadi 68,40 dan ketuntasan klasikal 68% setelah siklus I dan meningkat lagi menjadi 99,60 dan ketuntasan klasikal 100% setelah siklus II. Dalam mempersiapkan pembelajaran berbasis proyek selain materi yang diajarkan harus sesuai, kondisi lingkungan perlu diperhatikan diantaranya pembentukan kelompok harus jelas dan pasti, keterkaitan antara guru dan murid serta peralatan yang dibutuhkan harus tersedia dan waktu yang digunakan harus cukup. ABSTRACT  Priyoyuniawan,Rengga Rahmaniharto.2013. The application of project based learning method to enhance technical skill in improving brake system in automotive engineering program at ‘Nasional’ Vocational High School Malang (SMK ‘Nasional’). Advisors: (1) ) Dr. Syarif Suhartadi, M.Pd and (2) Drs. Sumarli, M.Pd., M. T   Key words: Project based learning, technical skill, competency in improving brake system  Based on the results of observations made in class XII TO 1 Automotive Engineering Vocational Skills Program National Malang on March 1, 2013 and March 21, 2013, it is known that most of the learning systems are still using conventional methods. The main characteristic of conventional learning is the excessive use of lecture method in preparing learning materials and teacher-centered learning. It has an impact on performance especially in the realm of student technical skills of students is still low, with an average test score of 65.40 and completeness classical study only 65%. To overcome these problems required learning method that can improve the technical skills of students. Learning is applied in this research is collaborative learning with project-based learning methods (project based learning) This study aims to improve technical prowess treat mend brake system class XII students in the Automotive Engineering Program of the National SMK Malang through the implementation of project-based learning methods. This research is quantitative research design Classroom Action Research (CAR), which consists of two cycles. Data retrieval research was carried out on March 22, 2013 until March 28, 2013. Technical skills of research data in the form of grades students obtained through the performance test results the end of each cycle. The results applying project-based learning method can improve the technical skills of students improve student learning outcomes of the class average score was 65.40 and the classical completeness 65% before the first cycle increased to 68.40 and classical completeness 68% after the first cycle and increased again to 99,60 and 100% classical completeness after the second cycle. In preparing education based on the project the material have to be appropriate besides, the condition of the environment need to be attentioned to are the grouping must be clear and sure, good relationship between teacher and student, availableness of the equipment needed and enough using time

    MESIN PENCUCI PRINTED CIRCUIT BOARD

    No full text
    ABSTRAK Irwinsyah Pramana dan Yolan Regian Ardianto. 2013. Mesin Pencuci Printed Circuit Board. Tugas Akhir, Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang, Pembimbing: Imam Sudjono dan Prihanto Tri Hutomo   Mesin pencuci Printed Circuit Board (PCB) adalah mesin yang berfungsi membantu etching atau pelepasan tembaga dari nylon, dibantu dengan cairan asam yang bernama Ferric Cloritde. Tujuan dari proses Tugas Akhir ini adalah untuk membuat mesin pencuci PCB. Metode pembuatan mesin pencuci PCB dimulai dari menggambar rancangan manufaktur ; membuat job sheet perkomponen ; perhitungan bahan ; pembelian bahan utama. Langkah selanjutnya yaitu pengerjaan bahan melalui, proses pengelasan, pembubutan, kerja bangku dan kelistrikan. Tahapan terakhir dengan merakit komponen menjadi satu bagian. Hasil dari Tugas Akhir adalah mesin pencuci Printed Circuit Board yang siap untuk proses pencucian PCB. Berdasarkan uji diseminasi didapatkan hasil  lama waktu dan banyaknya Ferric Cloritde yang digunakan. Untuk waktu 20 menit menggunakan 2 ons Ferric Cloritde dengan air sebanyak 5 liter, untuk waktu 15 menit menggunakan 4 ons Ferric Cloritde dengan air sebanyak 5 liter, untuk waktu 10 menit menggunakan 6 ons Ferric Cloritde dengan air sebanyak 5 liter. Mesin ini juga dapat dimodifikasi ulang dan dikembangkan agar bisa dijadikan alat produksi yang mempermudah proses pencucian pada industri elektronika maupun instansi sekolah dan universitas. Kata Kunci: Printed Circuit Board, Mesin, Pencuci

    HUBUNGAN KONDISI SARANA DAN PRASARANA BELAJAR TERHADAP PRESTASI BELAJAR SISWA TEKNIK GAMBAR BANGUNAN DI SMK NASIOANAL MALANG

    No full text
    ABSTRAK   Rananggono, Tan Wigih. 2013. Hubungan Kondisi Sarana dan Prasarana Belajar Terhadap Prestasi Belajar Siswa Teknik Gambar Bangunan di SMK Nasional Malang. Skripsi, Program Studi S1 Pendidikan Teknik Bangunan Fakultas Teknik Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. R.M. Sugandi, S.T., M.T. (II) Drs. H. Bambang Widarta, M.T.   Kata kunci: Kondisi sarana, kondisi prasarana, prestasi belajar. Sarana adalah semua perangkat peralatan, bahan dan perabot yang secara langsung digunakan dalam proses pendidikan di sekolah, sedangkan prasarana adalah semua perangkat kelengkapan dasar yang secara tidak langsung menunjang pelaksanaan proses pembelajaran. Dijelaskan bahwa kondisi sarana dan prasarana belajar merupakan semua kondisi peralatan, bahan dan perabot yang secara langsung digunakan dalam proses pendidikan di sekolah dan semua kondisi perangkat kelengkapan dasar yang secara tidak langsung menunjang pelaksanaan proses pembelajaran, dalam dua hal tersebut apakah terdapat hubungan dengan prestasi belajar siswa. Prestasi belajar itu sendiri adalah hasil belajar siswa yang dapat diketahui dari tingkah laku, pengetahuan serta dapat dilihat dari hasil belajar di sekolah. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui hubungan kondisi sarana dan prasarana belajar siswa teknik gambar bangunan terhadap prestasi belajar siswa di SMK Nasional Malang. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif. Pengumpulan data dilakukan dengan cara angket dan dokumentasi terhadap siswa Teknik Gambar Bangunan. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif dengan menggunakan data kuantitatif Hasil penelitian ini, bahwa hipotesis (H0) diterima yaitu “ Tidak ada hubungan yang signifikan terhadap kondisi sarana dan prasarana dengan prestasi belajar siswa Teknik Gambar Bangunan di SMK Nasional Malang”. Kondisi sarana dan prasarana belajar di SMK Nasioanal Malang dinyatakan dalam angket dari pendapat siswa dalam keadaan baik dan prestasi belajar siswa diambil dari daftar nilai semester ganjil menyatakan bahwa hasil belajar siswa dari hasil nilai sumatif dalam keadaan cukup. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa kondisi sarana dan prasarana belajar siswa kompetensi keahlian Teknik Gambar Bangunan yang baik tidak berpengaruh signifikan terhadap prestasi belajar siswa di SMK Nasional Malang, hal tersebut dikarenakan banyak faktor yang mempengarui prestasi belajar yaitu Faktor dari dalam diri seseorang (intrinsic) dan Faktor dari luar seseorang (extrinsic

    Persepsi siswa tentang kompetensi guru SMK Canda Bhirawa Pare Kabupaten Kediri

    No full text
    ABSTRAK   Hidayatullah, Fahrial. 2012. Analisis Tingkat Kepuasan Siswa Jurusan Gambar Bangunan Terhadap Sarana dan Prasarana di SMK Negeri 6 Malang. Skripsi. Program Studi S1 Pendidikan Teknik Bangunan, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. H. Sugiyanto, S.T., M.T., (II) Ir. Dian Ariestadi, M.T.   Kata kunci: Kepuasan siswa, sarana dan prasarana Prestasi belajar yang baik tidak hanya dipengaruhi oleh faktor motivasi yang berasal dari dalam diri (intern), tetapi juga dipengaruhi oleh faktor yang berasal dari luar diri (ekstern) yaitu ditunjang dengan adanya sarana dan prasarana yang lengkap dan ideal. Sarana dan prasarana yang ideal akan memberikan rasa puas terhadap siswa karena harapan-harapan siswa yang berhubungan dengan fasilitas sekolah terpenuhi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kepuasan siswa terhadap sarana dan prasarana, yang meliputi: (1) perabot, (2) media pendidikan, (3) ruang kelas, (4) perpustakaan (5) laboratorium (6) ruang tata usaha (7) toilet (8) musholla (9) sarana olahraga dan usaha kesehatan sekolah (10) taman (11) kantin. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah semua populasi dijadikan sampel dengan jumlah sampel sebanyak 135 siswa. Teknik analisis yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif. Pengambilan data dilakukan di SMK Negeri 6 Malang, tanggal 11 Juni sampai 16 Juni 2012. Berdasarkan analisis data hasil penelitian dapat disajikan sebagai berikut: (1) kepuasan siswa terhadap perabot termasuk dalam kategori puas dengan prosentase sebesar 71,11%, (2) kepuasan siswa terhadap media pendidikan termasuk dalam kategori puas dengan prosentase sebesar 70,99%, (3) kepuasan siswa terhadap ruang kelas termasuk dalam kategori puas dengan prosentase sebesar 73,86%, (4) kepuasan siswa terhadap perpustakaan termasuk dalam kategori puas dengan prosentase 73,01%, (5) kepuasan siswa terhadap laboratorium termasuk dalam kategori puas dengan prosentase sebesar 76,67%. (6) kepuasan siswa terhadap ruang tata usaha termasuk dalam kategori puas dengan prosentase sebesar 74,07, (7) kepuasan siswa terhadap toilet termasuk dalam kategori kurang puas dengan prosentase sebesar 55,88%, (8) kepuasan siswa terhadap musholla termasuk dalam kategori puas dengan prosentase sebesar 76,48%, (9) kepuasan siswa terhadap sarana olahraga dan UKS termasuk dalam kategori puas dengan prosentase sebesar 76,39%, (10) kepuasan siswa terhadap taman termasuk dalam kategori puas dengan prosentase sebesar 76,16%, (11) kepuasan siswa terhadap kantin termasuk dalam kategori puas dengan prosentase sebesar 69,63%, (12) secara keseluruhan kepuasan siswa terhadap sarana dan prasarana termasuk dalam kategori puas dengan prosentase sebesar 72,12%. Adapun saran-saran berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan adalah: (1) Pihak sekolah hendaknya menyesuaikan sarana dan prasarana pendidikan sesuai standar nasional agar siswa merasa sangat puas dan maksimal saat digunakan. (2) Bagi peneliti lain, pada penelitian ini terbatas hanya kepuasan siswa terhadap sarana dan prasarana jurusan Gambar Bangunan di SMK Negeri 6 Malang, oleh karena itu perlu dilaksanakan penelitian selanjutnya guna memperluas bahasan penelitian. 

    0

    full texts

    307

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Tugas Akhir Jurusan Teknik Mesin - Fakultas Teknik UM
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇