Tugas Akhir Jurusan Teknik Mesin - Fakultas Teknik UM
Not a member yet
    307 research outputs found

    Perancangan Alat Pemisah Beras Utuh dan Beras Pecah Dengan Sistem Ayakan

    No full text
    Romdhoni, Hamdan. Dan Rosyadi, Imron. 2011. Perancangan Alat Pemisah Beras Utuh Dan Beras Pecah Dengan Sistem Ayakan. Tugas Akhir Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing : (1) Drs. Basuki, M.Pd, (II) Drs. H. Djonni Bangun, M.Pd.Kata kunci : Kualitas, alat pengayak, kapasitas, harga jualPada umumnya kualitas beras setelah proses penggilingan tidak semuanya utuh. Jika beras tersebut langsung dijual maka harga jualnya tidak terlalu tinggi. Maka dari itu, perlu dilakukan sebuah proses penyortiran beras utuh dan beras pecah dengan menggunakan ayakan.Penyortiran beras akan lebih cepat dan efisien jika menggunakan mesin, jika dengan cara manual maka akan membutuhkan waktu yang lama. Semoga pembuatan alat ini bisa bermanfaat bagi perusahaan penggilingan padi dan rumah tangga, juga diharapkan dapat meningkatkan perekonomian rakyat.Mesin ini dibuat berdasarkan contoh desain yang sudah ada. Setalah desain dibuat diadakan bahan baku dan komponen standar. Selanjutnya mesin dikerjakan dengan proses yang meliputi : pengelasan, pengeboran, dan kerja bangku. Setelah itu mesin dirakit sesuai dengan desain yang telah dibuat.Mesin pemisah beras utuh dan beras pecah ini mempunyai kapasitas produksi kurang lebih sekitar 175 kg/jam. Pembuatan alat ini membutuhkan biaya sebesar Rp 2.658.360,- dan harga jual alat Rp 2.924.500,-

    Mesin Pemotong Lontongan Kerupuk Otomatis dengan Sistem Pneumatik

    No full text
    ABSTRAK   Umumnya hasil potongan lontongan kerupuk yang dihasilkan dari alat pemotong yang sudah ada, tidak seragam dan kualitas potongannya tidak bagus. Jika hasil potongan ini digunakan dalam produksi dengan jumlah yang besar akan sangat berpengaruh pada jumlah bahan yang digunakan, karena hasil potongan yang kurang seragam akan membuat perbedaan pada jumlah bahan yang digunakan antara proses pemotongan satu dengan yang lainnya. Maka dari itu, perlu digunakan alat pemotong yang dapat menghasilkan potongan dengan kualitas yang seragam anatara proses pemotongan satu dengan yang lainnya. Proses pemotongan lontongan kerupuk akan lebih efektif jika menggunakan mesin, karena mesin yang sudah ada di pasaran masih menggunakan cara manual dalam pemotongan lontongan kerupuk dan tidak efektif dalam hal waktu dan hasil potongan yang dihasilkan. Semoga pembuatan alat ini bisa bermanfaat bagi industri kecil menengah yang bergerak pada industri kerupuk, juga diharapkan dapat meningkatkan perekonomian rakyat. Mesin ini dibuat berdasarkan contoh mesin pemotong yang masih menggunakan cara manual dan merubahnya menjadi cara otomatis dengan menggunakan sistem pneumatik sebagai pendorong dan penekan pemotong lontongan kerupuk dengan gaya tekan 6 bar. Setelah desain dibuat, diadakan bahan baku dan komponen standard. Selanjutnya mesin dikerjakan dengan proses yang meliputi: pengelasan, pengeboran, dan kerja bangku. Setelah itu mesin dirakit sesuai dengan desain yang telah dibuat. Mesin pemotong lontongan kerupuk otomatis dengan sistem pneumatik ini mempunyai kapasitas produksi yaitu 1 lontongan dengan ukuran diameter 6 cm dan panjang 20 cm dapat menjadi 100 potongan dengan tebal 2 mm dengan hasil yang seragam, proses pemotongan 20 detik/lontongan sehingga dapat menghasilkan 18.000 potongan/jam. Pembuatan mesin ini membutuhkan biaya sebesar RpRp 3.744.000,- dan harga jual alat Rp 4.925.000,-. Kata kunci: Mesin Pemotong , Lontongan Kerupuk, Otomatis, Sistem Pneumati

    Analisis Laju Korosi, Kekuatan Tarik dan Struktur Mikro Pada Baja Karbon Sedang Dengan Proses Heat Treatment Menggunakan Media Pendingin H2SO4

    No full text
    file:///D:/DEPAN/Word/A5%20-%20ABSTRAK.doc

    Perancangan Alat Pemisah Beras Utuh dan Beras Pecah Dengan Sistem Ayakan

    No full text
    Romdhoni, Hamdan. Dan Rosyadi, Imron. 2011. Perancangan Alat Pemisah Beras Utuh Dan Beras Pecah Dengan Sistem Ayakan. Tugas Akhir Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing : (1) Drs. Basuki, M.Pd, (II) Drs. H. Djonni Bangun, M.Pd.Kata kunci : Kualitas, alat pengayak, kapasitas, harga jualPada umumnya kualitas beras setelah proses penggilingan tidak semuanya utuh. Jika beras tersebut langsung dijual maka harga jualnya tidak terlalu tinggi. Maka dari itu, perlu dilakukan sebuah proses penyortiran beras utuh dan beras pecah dengan menggunakan ayakan.Penyortiran beras akan lebih cepat dan efisien jika menggunakan mesin, jika dengan cara manual maka akan membutuhkan waktu yang lama. Semoga pembuatan alat ini bisa bermanfaat bagi perusahaan penggilingan padi dan rumah tangga, juga diharapkan dapat meningkatkan perekonomian rakyat.Mesin ini dibuat berdasarkan contoh desain yang sudah ada. Setalah desain dibuat diadakan bahan baku dan komponen standar. Selanjutnya mesin dikerjakan dengan proses yang meliputi : pengelasan, pengeboran, dan kerja bangku. Setelah itu mesin dirakit sesuai dengan desain yang telah dibuat.Mesin pemisah beras utuh dan beras pecah ini mempunyai kapasitas produksi kurang lebih sekitar 175 kg/jam. Pembuatan alat ini membutuhkan biaya sebesar Rp 2.658.360,- dan harga jual alat Rp 2.924.500,-

    Rancang Bangun Mesin Penghancur Jagung Kapasitas 40 Kg/Jam Dengan Blower.

    No full text
    ABSTRAK   Pungki Haris Krismawan.2014. Rancang Bangun Mesin Penghancur Jagung Kapasitas 40 Kg/Jam Dengan Blower.Tugas Akhir, Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing:(I) Drs. Sunomo, M. Pd (II) Drs. Djoni Bangun , M.Pd   Kata kunci : pembuatan, penghancur, jagung, tumbukan Mesin penghancur jagung yang sudah ada di pasaran memiliki kapasitas penghancuran yang kurang mencukupi, sehingga dalam hal ini tujuan pembuatan alat ini untuk menangani kelemahan dari mesin yang sudah ada di pasaran tersebut. Sistem kerja mesin ini menggunakan sistem tumbukan, jadi di dalam silinder luar dan silinder dalam terdapat las-lasan besi, sehingga jagung yang masuk akan berputar dan terbentur pada besi dan akan hancur. Metode pembuatan meliputi perancangan mesin, pembuatan gambar, proses pemesinan yang meliputi : membubut, mengebor, mengelas, menggerinda, kerja bangku serta perakitan. Hasil berupa mesin penghancur jagung kapasitas 40 kg/jam. Harga jual mesin ini sebesar Rp 2.102.073,- dan modal akan kembali setelah mesin ini beroperasi selama 23 hari dengan 8 jam kerja setiap harinya

    Mesin Pelempar Pakan Ikan Otomatis Dengan Sistem Pneumatik

    No full text
    ABSTRAK Moh. Fathul Mu'iin & Mohammad Syahrurrozy A. Mesin Pelempar Pakan Ikan Otomatis Dengan Sistem Pneumatik. Tugas Akhir, Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang 2014. Pembimbing : (I) Muhammad Alfian Mizar, (II) Siswanto   Didalam perkembangan teknology di dunia industri (tambak, kolam pengembangbiakan ikan) selalu dibutuhkan suatu alat untuk menjalankan aktivitas pekerjaan dengan kapasitas yang besar, salah satunya adalah alat pemberi pakan ikan. Dengan adanya alat pemberi pakan ikan ini maka dapat memberi makan ikan dengan kapasitas yang banyak dan efisien. Namun selama ini alat untuk memberi makan ikan dengan otomatis untuk luasan tambak atau kolam belum terjumpai. sehingga dalam perancangan ini dibuat rancang bangun Mesin Pelempar Pakan Ikan Otomatis Dengan Sistem Pneumatik berkapasitas 1 kg/menit, yang mempunyai nilai ekonomis lebih rendah serta efektif dan efisien. Pemakaian mesin ini harus dipasang ke sumber listrik karena menggunakan rangkaian listrik untuk menggerakkan motor wiper dan kompresor secara otomatis, yang prinsip kerjanya mengaktifkan kompresor sebagai sumber tekanan udara dan rangkaian AC-DC 24volt untuk motor wiper. Gerak motor wiper dimanfaatkan sebagai gerakan kanan ke kiri dan sebaliknya untuk menentukan sudut lemparan pakan, secara bersamaan gerakkan motor wiper akan berhenti ketika menyentuh limit switch kemudian membuka selenoid valve yang menyebabkan udara dari kompresor memberi tekanan pada pakan ikan untuk dapat terlempar. Penambahan auto timer untuk mengatur kapasitas lemparan pakan dan waktu pengoperasian pemberian makan pada ikan. Konsep perancangan dapat tepat dan benar maka dibutuhkan gambar perencanaan mesin. Gambar yang baik yaitu gambar yang mampu memberikan informasi tentang produk yang akan dirancang. Dari hasil pengujian didapatkan data bahwa kemampuan maksimum Mesin Pelempar Pakan Ikan Otomatis Dengan Sistem Pneumatik mencapai 60 kg/jam. Dengan dimensi mesin tersebut P x L x T adalah 400 mm x 300 mm x 900 mm, mesin pelempar pakan otomatis mempunyai peralatan tambahan tombol ON/OFF, tabung tempat pakan ikan dengan kapasitas 12 kg. Dalam perancangan dan pembuatan mesin pelempar pakan ikan otomatis dengan sistem pneumatik supaya lebih baik lagi di masa mendatang diantaranya untuk menjaga keawetan mesin yang dirancang, harus diperhatikan sistem perawatan dan pelumasan komponen-komponen mesin, untuk meningkatkan kualitas mesin, harus dilakukan beberapa perbaikan agar mesin yang dihasilkan lebih tepat guna. Kata kunci : poros, bantalan, gambar, motor wiper,

    PENGARUH PENGGUNAAN TURBOCYCLONE PADA HONDA SUPRA X 125 PGM FI TERHADAP EMISI GAS BUANG (CO DAN HC) SEBAGAI INOVASI MATERI PEMBELAJARAN TEKNIK SEPEDA MOTOR SMK

    No full text
    ABSTRAK   Ihwanudin, M. 2014. Pengaruh Penggunaan Turbocyclone pada Honda Supra X 125 PGM FI terhadap Emisi Gas Buang (CO dan HC) sebagai Inovasi Materi Pembelajaran Teknik Sepeda Motor SMK. Skripsi, Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Drs. H. Agus Sholah, M.Pd., (II) Dra. Anny Martiningsih, M.Kes.   Kata Kunci: Turbocyclone, Emisi Gas Buang, Inovasi Materi Pembelajaran. Emisi gas buang merupakan gas yang dihasilkan dari pembakaran kendaraan. Gas tersebut mengandung beberapa senyawa yang berbahaya bagi kesehatan. Senyawa tersebut diantaranya adalah karbonmonoksida (CO) dan hidrokarbon (HC). Jumlah produksi kendaraan sepeda motor terus meningkat dari tahun ke tahun, Direktorat jendral perhubungan darat dalam angka 2013 mencatat mulai tahun 2007 hingga 2012 terdapat jumlah sepeda motor 74.613.566 unit kendaraan. Tiap tahun tercatat rata-rata kenaikan jumlah kendaraan sepeda motor sebesar 12,2 %. Dua diantara bahan cemar yang terkandung dalam gas buang kendaraan tersebut adalah adalah karbonmonoksida (CO) dan hidrokarbon (HC). Tujuan penelitian ini adalah untuk (1) mengetahui adanya pengaruh kadar emisi gas buang karbonmonoksida (CO) antara mesin yang tidak menggunakan turbocyclone dengan mesin yang menggunakan turbocyclone; (2) mengetahui adanya pengaruh kadar emisi gas buang hidrokarbon (HC) antara mesin yang tidak menggunakan turbocyclone dengan mesin yang menggunakan turbocyclone. Objek penelitian ini menggunakan mesin sepeda motor supra x 125 PGM FI. Rancangan penelitian yang digunakan adalah Penelitian Deskriptif Eksperimental. Penelitian dilakukan di laboratorium otomotif VEDC Malang. Alat Gas Analizer yang digunakan untuk menguji hipotesis dalam penelitian ini adalah Infrared Multigas Tecnotest model 488. Teknik pengambilan data yang dilakukan adalah pretest post test control group design. Analisis normalitas data menggunakan model One Sampel Kolomogrov-smirnov Test. Analisis homogenitas data menggunakan model Levene Test. Analisis data uji hipotesis yang digunakan adalah two tail test dengan tingkat kepercayaan 95% atau taraf signifikansi 0,05. Hasil penelitian adalah sebagai berikut, selisih keseluruhan kadar emisi gas buang CO yang terjadi antara mesin standart dengan mesin menggunakan turbocyclone pada putaran mesin 1500 rpm, 3000 rpm dan 5000 rpm secara berurutan sebesar 0,03 % vol CO, 0,23125 % vol CO dan 0,0525 % vol CO. Sedangkan pada kadar emisi gas buang HC yang terjadi antara mesin standart dengan mesin menggunakan turbocyclone pada putaran mesin 1500 rpm, 3000 rpm, 5000 rpm secara berurutan sebesar 39,75 ppm, 15,25 ppm, 20,125 ppm. Analisis data kadar CO dengan menggunakan model two-tailed test menunjukkan nilai signifikansi 0,002 5000 rpm) masih dibutuhkan penelitian lebih lanjut secara lebih detail untuk mengetahui pengaruh emisi gas buang. Saran berdasarkan temuan penelitian ini adalah sebagai berikut, (1) Bagi sekolah dan universitas, hasil penelitian ini dapat dijadikan referensi ilmu pengetahuan khususnya pada bidang kajian emisi gas buang (CO dan HC), namun perlu dilakukan penelitian lebih lanjut untuk mengetahui selisih kadar (CO dan HC) pada putaran tinggi mesin injeksi ( > 5000 rpm). (2) guru mata pelajaran SMK, dari hasil penelitian ini dapat dijadikan ilmu pengetahuan tambahan dan dapat dijadikan inovasi materi pembelajaran khususnya pada kompetensi dasar memperbaiki gangguan sistim emisi gas buang pada pembelajaran di sekolah menengah kejuruan (SMK).

    RANCANG BANGUN MESIN PENGIRIS TEMPE SEBAGAI BAHAN DASAR KERIPIK TEMPE DENGAN PENGGERAK MOTOR LISTRIK DAN SISTEM PNEUMATIK

    No full text
    ABSTRAK   Febianto, Ahmad Faisal.dan Rofiudin, Ahmad. 2011.Mesin Pengiris Tempe sebagai Bahan Dasar Keripik Tempe dengan Penggerak Motor Listrik dan Memanfaatkan System Pnuematic. Tugas Akhir, Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Prihanto Tri Hutomo, S.T., M.T.,(II) Didik Nurhadi, S.Pd.,M.Pd.   Kata Kunci: pengiris tempe, motor listrik DC wipro, sistem pnuematic, UKM. Kualitas produk berpengaruh kuat dalam menentukan kesuksesan UKM (Usaha Kecil Menengah) yang bergerakdi bidang kuliner. Kualitas produk turut dipengaruhi olehvariasi yang ada pada bahan baku, salah satu bahan bakunya yaitu tempe. Untuk mendapatkan kualitas potongan kripik tempe yang bagus tentunya harus memenuhi kriteria irisan yang tipis, apabila irisan tidak tipis akan berpengaruh pada rasa kripik tempe tersebut. Dengan persyaratan kriteria irisan tempe yang telah ditentukan maka otomatis pada saat pengirisan tempe harus diperhatikan dengan baik. Oleh karena itu dirancanglah mesin pengiris tempe untuk menghemat energi dalam mengiris tempe dan meningkatkan kualitas produk para pelaku UKM. Mesin pengiris tempe adalah suatu mesin pengiris dengan sistem penggeraknya seperti pengirisan tempe manual, yang digerakkan dengan motor listrik dan menggunakan sistem pnuematik yang berfungsi sebagai pendorong tempe. Spesifikasi mesin yang telah direncanakan adalah Bahan untuk pisaunya terbuat dari baja yang berbentuk persegi panjang dengan ukuran 240 x 40 mm yang digerakkan dengan poros engkol yang dibuat manual dan memanfaatkan motor listrik DC wipro sebagai penggeraknya, poros engkol disambung dengan puli lalu disambungkan dengan belt pada puli motor listrik. Dalam sistem pnuematik mempunyai panjang 250 mm yang berfungsi untuk mendorong tempe ke pisau pengiris, untuk kapasitas pengirisan tempe 240 irisan dalam 1 jamnya, tempe berbentuk tabung yang berdiameter 80 mm dan panjang 150 mm. Untuk sistem pendorongnya menggunakan silinder pnuematic yang bermerk festo yang memiliki panjang 250 mm. Menggunakan tahanan yang berfungsi untuk mengukur ketebalan tempe yang akan dipotong oleh mata pisau, maka mesin ini dapat dimanfaatkan oleh para pelaku UKM untuk meningkatkan kapasitas produksi dan menghemat waktu untuk produksinya

    KETERSEDIAAN SARANA DAN PRASARANA PADA RUANG PRAKTIK PROGRAM KEAHLIAN TEKNIK PEMESINAN BERDASARKAN KETENTUAN BSNP (Studi Kasus Di SMK Nasional Malang)

    No full text
    ABSTRAK   Purnomo. 2013. Ketersediaan Sarana dan Prasarana Pada Ruang Praktik Progam Keahlian Teknik Pemesinan Berdasarkan Ketentuan BSNP(Studi Kasus Di SMK Nasional Malang). Skripsi, Program Studi Pendidikan Teknik Mesin Jurusan Teknik Mesin Fakultas Teknik Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Prof. H. Ahmad Sonhadji K.H., M.A, Ph.D,  (II) Drs. Suharmanto M.Pd.   Kata kunci: Sarana dan Prasarana, Standar BSNP, Program Teknik Pemesinan,    SMK Sarana dan prasarana merupakan salah satu komponen yang sangat penting dalam penyelenggaraan sebuah sekolah kejuruan (SMK). Kelengkapan sarana praktikum di sebuah bengkel mekanik otomotif dapat dijadikan salah satu indikator tentang seberapa jauh keefektifan kegiatan pembelajaran dalam kompetensi keahlian tersebut, khususnya pada kegiatan praktikum di dalamnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ketersediaan sarana dan prasarana pada ruang praktik Program Keahlian Teknik Pemesinan SMK Nasional Malang. penelitian ini difokuskan untuk meleiti 7 ruang atau area kerja berdasarkan stndar yang tealh di tentukan oleh BSNP, yaitu area kerja bangku, area kerja pengukuran dan pengujian logam, area kerja mesin bubut, area kerja mesin frais, area kerja mesin gerinda, ruang pengepasan, dan runag penyimpanan dan instruktur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat ketersediaan sarana dan prasarana pada ruang praktik pemesina SMK Nasional Malang adalah, area kerja bangku 75%, area kerja pengukuran dan pengujian logam 0%, area kerja mesin bubut 62,5%, area kerja mesin frais 50%, area kerja mesin gerinda 25%, ruang pengepasan 0%, dan ruang penyimpanan dan instruktur 100%. Dari hasil penelitian, ketidak lengkapan sarana dikarenakan keterbatasan dana untuk pembelian alat, sedangkan ketidak tersediaan prasarana yang sesuai standar dikareanakan rasio peserta didik yang tidak memadai dengan kapasitas ruangan yang terbatas. Dari hasil penelitian tersebut, dapat ditarik beberapa kesimpulan bahwa sarana dan prasarana yang terdapat pada ruang Praktik Program Keahlian Teknik Pemesinan SMK Nasional Malang masih belum memenuhi standar minimum yang telah di tentukan oleh BSNP. Kondisi ini dikarenakan keterbatasan dana untuk memenuhi standar yang ada dan keterbatasan lahan yang dimiliki SMK tersebut. Sehingga memerlukan waktu untuk memenuhi standar sarana dan prasarana yang telah ditentukan oleh BSNP

    Analisis Variasi Bahan Pengikat dalam Pasir Cetak Malang terhadap Kekuatan Pasir Cetak dan Permeabilitas

    No full text
    ABSTRAK Susmarinda, Seylvia Higiana. 2014. Analisis Variasi Bahan Pengikat dalam Pasir Cetak Malang terhadap Kekuatan Pasir Cetak dan Permeabilitas.Skripsi, Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. H. Putut Murdanto, S.T., M.T., (II) Rr. Poppy Puspitasari, S.Pd., M.T., Ph.D   Kata Kunci: pasircetak, kekuatan,permeabilitas Pasir cetak merupakan salah satu komponen yang paling penting pada proses pengecoran logam. Pengikat adalah bahan yang digunakan untuk mengikat butiran-butiran pasir cetak. Fungsi utama bahan pengikat yaitu untuk mengikat atau pengikat dari cetakan pasir. Fungsi lainnya adalah untuk mengembangkan kekuatan yang tetap dan kemampuan mampu bentuk yang baik. Kekuatan cetakan berbeda-beda menurut jenis dan jumlah pengikat serta kadar air. Cacat-cacat pengecoran yang umum terjadi adalah kekerasan permukaan, cacat porositas di dalam coran dan cacat-cacat yang disebabkan oleh runtuhnya cetakan. Kekuatan adalah kemampuan suatu bahan untuk menerima beban maksimal tanpa mengalami patah. Permeabilitas adalah kemampuan suatu pasir cetak untuk dialiri fluida udara dengan volume dan panjang tertentu tiap satuan luas penumpang dalam satuan waktu. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bahan pengikat manakah yang dapat menghasilkan kekuatan pasir cetak yang paling tinggi, untukmengetahui bahan pengikat mana yang memiliki permeabilitas yang paling tinggi. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif, jenis pendekatan eksperimental, dan teknik analisis data menggunakan analisis dekriptif. Analisis deskriptif digunakan untuk menganalisis kekuatan tekan pasir cetak, kekuatan geser pasir cetak, kekuatan tarik pasir cetak dan permeabilitas pasir cetak dari masing-masing bahan pengikat. Obyek dalam penelitian ini adalah benda uji pasir cetak basah dan benda uji pasir cetak kering yang diberiperlakuan. Spesimen pengujian dengan bahan pembentuknya adalah pasir malang, air, dan bahan pengikat. Komposisi pasir malang, air dibuat tetap, bahan pengikat dibuat bervariasi jenisnya yaitu bentonit, tepung kanji, lumpur lapindo dan semen portland. Berdasarkan analisis data tersebut, diperoleh empat simpulan hasil penelitian sebagai berikut: (1)kekuatan tekan basah yang paling tinggi adalah semen portland sebesar 1,7 (N/cm2) atau 16,96 Psi, kekuatan tekan kering yang paling tinggi adalah semen portland sebesar 26,2 (N/cm2) atau 37,99 Psi; (2) kekuatan geser basah yang paling tinggi adalah lumpur lapindo sebesar 3,43 (N/cm2) atau 4,97 Psi, kekuatan geser kering yang paling tinggi adalah tepung kanji sebesar 18,16  (N/cm2) 26,33 Psi; (3)kekuatan tarik basah yang paling tinggi adalah tepung kanji sebesar 0,85 (N/cm2) atau 1,23 Psi. kekuatan tarik kering yang paling tinggi adalah tepung kanji sebesar 1,73 (N/cm2) atau 2,5 Psi; (4) permeabilitas yang tertinggi sampai yang terendah adalah bentonit sebesar 500 (ml/cm3menit),lumpur lapindo 390 (ml/cm3menit), semen portland350 (ml/cm3menit), tepung kanji 180 (ml/cm3menit)

    0

    full texts

    307

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Tugas Akhir Jurusan Teknik Mesin - Fakultas Teknik UM
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇