Tugas Akhir Jurusan Teknik Mesin - Fakultas Teknik UM
Not a member yet
    307 research outputs found

    Mesin Pencetak dan Pemotong Adonan Makaroni Dengan Tenaga Pneumatik

    No full text
    ABSTRACT MESIN PENCETAK DAN PEMOTONG ADONAN MAKARONI DENGAN TENAGA PNEUMATIK Prasetya,Farif. Dan Putra,Ricsky. 2013. Mesin Pencetak dan Pemotong Adonan Makaroni dengan tenaga pneumatik. Tugas Akhir, Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing : Djonni BangunKata Kunci : makaroni,adonan,pneumatik.Perkembangan di bidang teknologi indrustri selama ini semakin maju dengan pesat. Ini dapat dilihat dari banyaknya indrustri-indrustri di segala bidang yang makin berkembang dan berinovasi mulai sekarang dari indrustriyang berskala kecil maupun berskala besar. Perkembangan ini seiring dengan era globalisasi yang dilalui oleh negara Indonesia untuk menjadi negara berkembang. Dari uraian masalah di atas maka penulis mencoba untuk merencanakan suatu alat yang tepat, dimana dengan alat ini nantinya akan dapat membantu mengefisienkan waktu dan tenaga agar dapat meningkatkan proses produksi makaroni. Alat ini nantinya akan menggunakan, pisau pemotong otomatis,serta ulir screw penekan sebagai pendorong, sedangkan tenaga penggeraknya menggunakan pneumatik yang kemudian ditransmisikan ke screw dan pisau pemotong juga digerakkan oleh poros screw.Mesin pencetakdaan pemotong makaroni dengan tenaga pneumatik ini menggunakan penggerak silinder pneumatik. Silinder pneumatik mendorong plat transmisi yang digunakan untuk menggerakan screw press dan poros pisau pemotong. Adonan masuk dari corong masuk tabung screw, kemudian di dorong oleh screw press menuju ke pencetak adonan. Setelah adonan keluar dari pencetak, adonan akan dipotong oleh pisau pemotong adonan. Pisau pemotong adonan makaroni digerakkan oleh poros screw. Mesin pencetak dan pemotong makaroni dengan tenaga pneumatik ini digerakkan oleh silinder pneumatik. Silinder untuk menggerakan screw dan poros screw dimanfaatkan untuk menggerakkan pisau pemotong

    Pengaruh Sikap Belajar dan Penguasaan Materi Mata Pelajaran Produktif Peserta Didik terhadap Hasil Praktik Uji Kompetensi Kejuruan (UKK) Jurusan Teknik Pemesinan SMK Negeri 2 Pasuruan

    No full text
    ABSTRACT Faisal, M. Andre. 2016.The Influence of Learning Attitudes and Student’s Productive Subject Mastery to the Vocational Competency Practice Test Results (UKK) Department of Mechanical Engineering SMK Negeri 2 Pasuruan. Thesis, Department of Mechanical Engineering, Faculty of Engineering, State University of Malang. Supervisor: (I) Dr. Hj. Widiyanti, M.Pd, Supervisor (II) Drs. Yuni Sunarto, M.Pd.Keywords: Learning Attitudes, Productive Subjects, UKKVocational Competency Test (UKK) is an evaluation of learning outcomes from students while studying in vocational high schools (SMK) and it can be used as a measuring instrument for students’ accomplisment and teachers in implementing the learning in a vocational school. The purpose of  competency test implementation is as an indicator of the achievement of standards competency, while for competency test stakeholder is used as information on the competency of the candidates. Student competency test implementation is according to the skill competency and it held before the national exam.This research conducted with the aim to see the influence between the learning attitude and productive subject mastery in UKK practices result. This research was quantitative and explanation research. The research was viewed from the explanation level which  included in the associative explanation study  level, to find whether there was influence or no and how big the influence of the independent variable on the dependent variable. The data collection was done by using the documentation on all of the variables and the population was all students whom was majoring in engineering techniques in XII grade SMK Pasuruan.Based on the analysis results of the data analysis, there were three conclusions : (1) the effect of learning attitudes toward the UKK practice result was 9.8587%; (2) the effect of mastery of the productive subject to the UKK practice result was 0.1688%; (3) the learning attitudes and productive subject mastery have significantly effect to the UKK practice result which was obtaining namely 10%.ABSTRAK Faishal, M. Andre. 2016. Pengaruh Sikap Belajar dan Penguasaan Materi Mata Pelajaran Produktif Peserta Didik terhadap Hasil Praktik Uji Kompetensi Kejuruan (UKK) Jurusan Teknik Pemesinan SMK Negeri 2 Pasuruan. Skripsi, Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Hj. Widiyanti, M.Pd, Pembimbing (II) Drs. Yuni Sunarto, M.Pd.Kata Kunci : Sikap Belajar, Mata Pelajaran Produktif, UKKUji Kompetensi Kejuruan (UKK) merupakan evaluasi hasil belajar peserta didik selama belajar di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) dan bisa dijadikan sebagai alat ukur keberhasilan siswa dan guru dalam melaksanakan pembelajaran di sebuah SMK. Tujuan dilaksanakan uji kompetensi adalah sebagai indikator ketercapaian standar kompetensi lulusan, sedangkan bagi stakeholder uji kompe-tensi dijadikan informasi atas kompetensi yang dimiliki calon tenaga kerja. Uji kompetensi siswa dilaksanakan sesuai dengan kompetensi keahliannya dan dilaksanakan sebelum ujian nasional.Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk melihat pengaruh antara sikap belajar dan penguasaan materi mata pelajaran produktif terhadap hasil praktik UKK. Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dan jenis penelitian ini menggu-nakan jenis penelitian explanasi. Apabila ditinjau dari tingkat explanasinya ter-masuk dalam penelitian tingkat explanasi asosiatif yaitu untuk menemukan ada tidaknya pengaruh, dan apabila ada, seberapa besar pengaruh variabel bebas ter-hadap variabel terikat. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan doku-mentasi pada seluruh variabel dengan populasinya adalah seluruh peserta didik jurusan teknik pemesinan kelas XII di SMK Negeri Pasuruan.  Berdasarkan hasil analisis hasil analisis data tersebut, diperoleh tiga kesim-pulan hasil penelitian sebagai berikut : (1) pengaruh sikap belajar terhadap hasil praktik UKK sebesar 9,8587%; (2) pengaruh penguasaan materi mata pelajaran produktif terhadap hasil praktik UKK sebesar 0,1688%; (3) sikap belajar dan penguasaan materi mata pelajaran produktif berpengaruh terhadap hasil praktik UKK secara signifikan sebesar 10%

    Mesin Pencetak Logo Kardus Timbul

    No full text
    ABSTRACT Fauzi, Abdul Rohman. Elfarid, Lutfi Yusril. dan Marzuki, Muhammad Zaenal. 2013. Mesin Pencetak Logo Kardus Timbul. Tugas Akhir, Progam Studi D3 Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing : Drs. H, Sunomo, M.PdKata Kunci : Pencetakan, Pneumatic, ConveyorDi dalam bidang usaha banayak industri yang menggunakan logo sebagai lambang industrinya. Salah satunya dalam pengemasan makanan dengan kotak kardus yang masih menggunakan logo sablon. Hal tersebut dirasa kurang maksimal karena logo sablon akan mudah tergores dengan kotak kardus lainnya sehingga logo yang terdapat pada kotak kardus akan cacat dan hasilnya tidak memadai. Oleh karena itu di rancangkanlah mesin pencetak logo kardus Timbul. Mesin ini dibuat untuk menyetak logo timbul dengan menggunakan silinder pneumatic sebagai penekan cetakan dan conveyor sebagai penggerak kardus untuk menuju pada cetakan. Untuk penekanan pada silinder pneumatic membutuhkan udara yang di hasilkan pada kompresor, daya tekanan volume udara yang dibutuhkan 18,396 liter. Kontruksi pada mesin ini dibuat sesederhana mungkin, sehingga dapat menekan biaya pembuatan dan mudah untuk pengoprasiannya. Mesin ini mampu untuk melakukan pencetakan yang timbul sehingga akan menjadi aman bila terkena goresan, bisa tahan lama, dan hasilnya akan memuaskan. Mesin ini menggunakan sebuah conveyor untuk menentukan gerak kotak kardus, sehingga pada pencetakannya akan lebih presisi pada permukaan kardus dan menghilangkan ketidak teraturan  pada logo di kotak kardus

    Pengaruh Penambahan Montmorillonite Terhadap Kekerasan dan Ketahanan Panas Bionanokomposit Bermatrik Tepung Tapioka

    No full text
    ABSTRACT Wahyuningtiyas, Nanang Eko. 2016. Pengaruh Penambahan Montmorillonite Terhadap Kekerasan dan Ketahanan Panas Bionanokomposit Bermatrik Tepung Tapioka. Skripsi, Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Heru Suryanto, S.T., M.T, (II) Dr. Sukarni S.T., M.T. Kata Kunci:       Bionanokomposit, tepung tapioka, montmorillonite, kekerasan,  thermogravimetry Permasalahan mengenai limbah plastik yang tidak mampu terurai dalam waktu cepat menjadi persoalan diseluruh dunia. Solusi yang telah ditawarkan yaitu dengan menggunakan plastik degradable. Penggunaan tepung tapioka sebagai bahan utama pembuatan plastik degradable memiliki potensi yang besar karena di Indonesia  terdapat berbagai tanaman penghasil  tepung tapioka. Tepung tapioka sebagai bahan utama pembuatan bionanokomposit.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan tepung tapioka, gliserol, dan montmorillonite yang efesien terhadap kekerasan dan ketahanan panas bionanokomposit bermatrik tepung tapioka, dan mengetahui jenis degradasi thermal. Metode penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode eksperimental dan eksploratif yaitu melakukan optimasi proses penambahan tepung tapioka, gliserol, dan montmorillonite dengan berbagai variasi untuk menghasilkan bionanokomposit yang potensial. Pegujian kekerasan bionanokomposit dilakukan dengan metode shore A dengan standar ASTM D 2240, analisis ketahanan panas dengan TGA dan pengamatan morfologi dengan SEM. Pada penelitian ini teknik analisis data menggunakan analisis data deskriptif. Berdasarkan hasil pengujian kekerasan bionanokomposit dengan penambahan tepung tapioka 2% dan 5% (b/v) mengalami peningkatan kekerasan dari 31,56 menjadi 67,99 skala shore A, sedangkan dengan penambahan gliserol 1,5% dan 3% (v/v) berturut-turut menyebabkan menurunnya kekerasan 73,4 menjadi 36,26 skala shore A, dan penambahan montmorillonite 2,5% dan 5% (b/b) mempunyai nilai kekerasan 74,54 dan 76,24 skala shore A. Penambahan montmorillonite 7,5% dan 10% (b/b) kekerasan bionanokomposit menurun menjadi 72,6 dan 69,5 skala shore A. Penambahan montmorillonite 10% (b/b) hasil pengujian thermogravimetric menunjukan ketahanan panas panas yang tinggi dikarenakan montmorillonite dapat menurunkan laju degradasi thermal dengan menyisakan massa yang lebih banyak, sehingga dapat meningkatkan ketahanan panas bionanokomposit, dikarenakan terdapat struktur eksfoliasi dan immiscible pada bionanokomposit

    Pengembangan Modul Pembelajaran Sistem Pengapian Elektronik Kelas XII Teknik Kendaraan Ringan Di SMK Nasional Malang

    No full text
    ABSTRAK Purnomo, Yohanes Billy. 2015. Pengembangan Modul Pembelajaran Sistem Pengapian Elektronik Kelas XII Teknik Kendaraan Ringan Di SMK Nasional Malang. Skripsi, Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Syarif Suhartadi, M.Pd. (II) Drs. Imam Muda Nauri, S.T., M.T. Kata Kunci: pengembangan, modul pembelajaran, sistem pengapian elektronik Pengembangan bahan ajar khususnya modul pelajaran produktifuntuk siswaSMK harus selalu dilakukan untuk menambah wawasan siswa terhadap perkembangan teknologi yang ada. Seperti pada sistem pengapian kendaraan selalu melakukan pembaharuan dari pengapian konvensional menjadi pengapian elektronik. Kenyataan yang ada di lapangan khususnya di SMK Nasional Malangprogram keahlian teknik kendaraan ringanmasih belum menggunakan materi modul yang update dengan teknologi sistem pengapian elektronik. Berkaitan dengan itu, maka perlu dilakukan pengembangan bahan ajar modul pada sistem pengapian elektronik.Penelitian pengembangan dilaksanakan dengan tujuan untukmenghasilkan bahan ajar cetak berupa modul sistem pengapian elektronik untuk kelas XII Teknik Kendaraan Ringan di SMK Nasional Malang dan menguji kelayakan modul pembelajaran sistem pengapian elektronik yang dikembangkan.Prosedur pengembangan yang digunakan mengacu pada model pengembangan Borg and Gall dengan mengambil 9 langkah dari 10 langkah yang ada, yaitu (1) penelitian dan pengumpulan data, (2) perencanaan produk, (3) pengembangan produk awal, (4) validasi ahli, (5) revisi validasi ahli, (6) validasi siswa, (7) revisi validasi siswa, (8) uji coba pemakaian, dan (9) revisi produk akhir.Hasil daripengembangan produk modul sistem pengapian elektronik ini menunjukan hasil yang valid berdasarkan hasil validasi ahli bidang studi dengan persentase 94,44%, hasil validasi ahli pembelajaran dengan persentase 80,26%, sehingga produk pengembangan dapat diujicobakan. Dari hasil uji coba kelompok kecil diperoleh persentase 90,63% dan uji coba kelompok besar diperoleh persentase 88,23%, sehingga produk pengembangan dinyatakan baik dan layak digunakan dalam pembelajaran di SMK Nasional Malang. Modul sistem pengapian elektronik ini memiliki kelemahan yaitu masih perlu dilakukan evaluasi dan uji coba pada subyek yang lebih luas agar modul sistem pengapian elektronik ini dapat digunakan pada skala yang lebih besar, dan diperlukan penelitian lebih lanjut untuk mengetahui keefektian produk yang dikembangkan. Sedangkan kelebihannya adalah pengembangan modul sistem pengapian elektronik ini belum pernah dilaksanakan di SMK Nasional Malang. Pada modul ini memuat materi sistem pengapian elektronik  pada mesin avanza yang termasuk menggunakan teknologi yang update, sehingga dapat digunakan untuk referensi belajar yang baru bagi siswa pada program keahlian teknik kendaraan ringan

    RANCANG BANGUN PENGEMBANGAN MESINPEMARUT KELAPA PORTABLE

    No full text
    ABSTRAK   Ezra Dody Ismawanto. 2015. Pengembangan TeknologiMesin Pemarut Kelapa Portable Sebagai Sarana membantu Industri Rumahan. Tugas Akhir, Progam Studi D3 Teknik Mesin Fakultas Teknik Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I)  Drs. Siswanto ,M.A. (II) Drs. Yuni Sunarto   Kata Kunci : Pengembangan Mesin Pemarut Kelapa Portable   Tugas Akhir Mesin Pemarut Kelapa Portable yang memiliki panjang 367 mm, lebar 175 mm, tinggi 345 mm, daya motor 1/4 HP, kapasitas mesin 5 kg/menit. Tujuan alat ini adalah alat yang digunakan untuk menyerut atau memarut bahan kelapa yang akan dijadikan bahan utama pengolahan makanan. Dalam pengoprasiannya mesin pemarut kelapa portable tersebut menggunakan pisau berbentuk tabung yang mempunyai gerigi sisi tajam yang menempel pada hoper in, prosesnya kelapa dimasukan pada hoper in dan didorong menggunakan tangan ketika kelapa melewati pisau yang menempel pada hoper akan terjadi penyerutan. Metode pengembangan alat ini adalah dapat diproduksi secara masal, dan dikembangkan dengan kapasitas yang lebih besar dengan daya yang sama. Hasil uji coba menunjukkan hasil serutannya baik dan sangat cepat dan efisien waktu. Kesimpulan: Mesin pemarut kelapa portable ini memiliki kapasitas 300 kg/jam dengan  daya 0,25 PK dapat dipergunakan oleh industri rumahan maupun UKM (Usaha Kecil Menengah) warung makan, dengan harga yang relatif murah, dan ukuran yang tidak terlalu besar dan praktis mesin pemarut kelapa portable ini bisa dimiliki oleh perseorangan atau kelompok

    Hubungan Fasilitas Praktikum Pengelasan dan Penerapan K3 dengan Prestasi Belajar Siswa di SMK Negeri 6 Malang

    No full text
    ABSTRAK Rizal, Samsul. 2014. Hubungan Fasilitas Praktikum Pengelasan Dan Penerapan Kesehatan dan Keselamatan Kerja Dengan Prestasi Belajar Siswa Di Smk Negeri 6 Malang. Skripisi, Jurusan Teknik Mesin Fakultas Teknik Universitas Negeri Malang. Pembimbing I: Dra. Anny Martiningsih, M.Kes. Pembimbing II: Drs. H. Putut Murdanto, ST., MT. Kata Kunci : fasilitas praktikum pengelasan, kesehatan dan keselamatan kerja, prestasi belajar Sistem pendidikan di SMK menuntut siswa mempunyai kemampuan-kemampuan yang berguna di dunia kerja nantinya. Salah satu kemampuan yang diharapkan dimiliki oleh siswa SMK jurusan pemesinan adalah kemampuan dalam mengelas. Kemampuan mengelas diberikan secara teori dan praktek pada siswa SMK. Kegitan belajar praktikum memiliki nilai tambah dalam kegiatan belajar siswa, karena siswa akan lebih memahami terhadap suatu pelajaran setelah melakukan praktikum. Beberapa faktor yang mempengaruhi prestasi belajar  dalam praktikum pengelasan adalah fasilitas praktikum pengelasan dan penerapan K3. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara fasilitas praktikum pengelasan di sekolah dengan prestasi belajar siswa di SMK Negeri 6 Malang, untuk mengetahui hubungan antara penerapan kesehatan dan keselamatan kerja (K3) dengan prestasi belajar siswa di SMK Negeri 6 Malang, dan untuk mengetahui hubungan antara fasilitas praktikum pengelasan dan penerapan kesehatan dan keselamatan kerja (K3) dengan prestasi belajar siswa di SMK Negeri 6 Malang. Jenis Penelitian yang digunakan dalam penelitian ini merupakan penelitian korelasional. Selanjutnya, Penelitian ini terdiri dari tiga variabel yaitu fasilitas praktikum pengelasan (X1)  dan  Penerapan K3 (X2)  sebagai variabel bebas, sedangkan prestasi belajar (Y) sebagai veriabel terikat. Teknik pengambilan sampelnya menggunakan proportional random sampling, sehingga jumlah sampel yang digunakan adalah 66 siswa kelas XI teknik pemesinan SMK Negeri 6 Malang. Untuk teknik pengumpulan datanya yaitu borang, angket, dan dokumentasi. Sedangkan analisis yang diterapkan dalam penelitian ini adalah uji asumsi klasik (uji normalitas, multikolinearitas, heteroskedastisitas, autokorelasi), regresi berganda, dan pengujian hipotesis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada pengaruh signifikan, baik secara parsial dan simultan antara fasilitas praktikum pengelasan dan penerapan K3 dengan prestasi belajar. Hal ini dibuktikan dengan nilai signifikan t variabel  X1 (fasilitas praktikum pengelasan) adalah sebesar 0,045 lebih kecil  dari nilai probabilitas 0,05 (5%), nilai signifikan signifikan t  variabel  X2 (K3) adalah sebesar 0,006 lebih kecil dari nilai probabilitas 0,05 (5%) dan nilai Fhitung sebesar 5,244 lebih besar dar Ftabel  sebesar 3,15 serta hasil analisis data diatas taraf signifikansi yang diperoleh adalah 0,008 dan lebih kecil dari 0,05 (5%)

    Pengaruh Penerapan Metode Pembelajaran Berbasis Masalah dan Bakat Mekanik terhadap Kecakapan Praktik Memelihara Sistem Kelistrikan Siswa SMK Paket Keahlian Teknik Kendaraan Ringan

    No full text
    ABSTRAK   Husada,A.Z.2015.Pengaruh Penerapan Metode Pembelajaran Berbasis Masalah dan Bakat Mekanik terhadap Kecakapan Praktik Memelihara Sistem Kelistrikan Siswa SMK Paket Keahlian Teknik Kendaraan Ringan. Skripsi, Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I)Dr. Dwi Agus Sudjimat, S.T., M.Pd, (II) Drs. Sumarli, M.Pd., M.T.   Kata Kunci:metode pembelajaran berbasis masalah, bakat mekanik, sistem kelistrikan, teknik kendaraan ringan. Sejalan dengan pemberlakuan kurikulum 2013, suatu pembelajaran menuntut adanya peningkatan dan penyeimbangan antara soft skill dan hard skill, sehingga dibutuhkan suatu metode pembelajaran yang tepat pada suatu mata pelajaran. Dalam hal ini metode pembelajaran berbasis masalah dianggap tepat sebagai solusinya. Selain itu dalam menentukan hasil suatu pembelajaran terdapat dua faktor yang mempengaruhi yaitu faktor internal dan eksternal. Bakat mekanik merupakansalah satu dari kedua faktor yang dapat mempengaruhi hasil pembelajaran mata pelajaran memelihara sistem kelistrikan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode penelitian quasi eksperimental. Rancangan penelitian menggunakanrancangan faktorial 2x2. Faktor pemilahnya adalah variabel moderator bakat mekanik siswa. Populasi dalam penelitian ini merupakan seluruh siswa TKR kelas XISMK. Sampel penelitian baik kelompok eksperimen maupun kelompok kontrol diambil darikelasyang sudah ada dengan teknik assignment random sampling. Data diambil dengan teknik observasi dan tes, selanjutnya dianalisis dengan menggunakan uji ANOVA dua jalur. Dari hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: (1) ada perbedaan kecakapan memelihara sistem kelistrikan antara kelompok siswa yang mengikuti pembelajaran menggunakan metode pembelajaran berbasis masalah dan kelompok siswa yang mengikuti pembelajaran kooperatif, (2) ada perbedaan kecakapan memelihara sistem kelistrikan antara kelompok siswa yang memiliki bakat mekanik tinggi dan kelompok siswa yang memiliki bakat mekanik rendah, (3) tidak terdapat interaksi antara metode pembelajaran dan bakat mekanik terhadap kecakapan memelihara sistem kelistrikan. Berdasarkan hasil penelitian, disarankan bagi peneliti selanjutnya, agar melakukan penelitian  pada pokok bahasan yang lainuntuk mengetahui lebih jelas tingkat keefektifan dari penggunaan metode pembelajaran berbasis masalah. Serta melakukan penelitian mengenai faktor-faktor lain yang dapat berinteraksi positif dengan metode pembelajaran

    Rancang Bangun Mesin Pengepres Cetakan Kue Dengan Menggunakan Sistem Penumatik

    No full text
    ABSTRAK   Muhaimin, Ahmad., Saputro, Andy. & Rachmatulla. 2015. Rancang Bangun Mesin Pengepres Cetakan Kue Dengan Menggunakan Sistem Penumatik. Tugas Akhir, Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing : (I) Drs. Yuni Sunarto, M.Pd. (II) Prihanto Tri Hutomo, S.T., M.T.   Kata Kunci : Pneumatic, Produktifitas, Mesin, Pengepres, Cetakan, Kue   Pembuatan mesin pengepres cetakan kue dengan menggunakan system pneumatic ini adalah membantu para pengusaha dalam membuat cetakan kue dengan mudah, cepat dan tentunya dapat meningkatkan kapasitas produksi setiap harinya. Pembuatan mesin ini dimulai dengan proses perancangan desain gambar dan perhitungan dan perencanaan mekanis mesin. Perhitungan dan perencanaan mekanis mesin ditujukan untuk mengetahui jenis bahan dan ukuran yang diperlukan dalam pembuatan mesin pengepres cetakan kue ini. Mesin ini menggunakan teknik pneumatic dimana tekanan operasi sepenuhnya didapatkan dari tekanan udara dari kompresor yang disalurkan ke dalam silinder pneumatic sehingga dapat melakukan proses kerja pengepresan kue. Setelah itu, pencarian bahan dan komponen yang terdapat dipasaran dan dilanjutkan pemasangan dan perakitan setiap komponen yang telah didapat sesuai dengan gambar rancangan mesin. Perawatan dan pemeliharaan mesin pengepres cetakan kue ini dilakukan dengan cara perawatan secara berkala yaitu harian, mingguan, dan bulanan setiap komponen-komponen utama yang terdapat pada mesin. Perawatan paling utama ditujukan kepada silinder pneumatic, cetakan utama, dan poros peluncur. Perawatan silinder dan cetakan dapat dilakukan dengan cara membersihkan  dengan kuas dan menyemprotkan udara bertekanan ke dalam cetakan dan silinder. Langkah ini untuk mencegah terdapatnya debu-debu metal yang dapat merusak setiap permukaan komponen

    PERANCANGAN MESIN PENGIRIS KERIPIK TEMPE OTOMATIS MENGGUNAKAN PISAU DISC

    No full text
    ABSTRAK   Prawira, Nebien Eka Herma Rukmana Putra. dan Romadhona, Sultan David. 2012. Mesin Pengiris Keripik Tempe Otomatis Menggunakan Pisau Disch. Tugas Akhir, Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Imam Sudjono, M.T. (II) Drs. Solichin, S.T., M.Kes.   Kata Kunci: pengiris keripik tempe, UKM, sistem pnuematic, relay. UKM (usaha kecil menengah) adalah salah satu usaha yang diharapkan dapat meningkatkan kualitas hidup masyarakat di Indonesia, salah satu peluang bisnis UKM yang dapat dilakukan adalah menjual dan memproduksi keripik tempe dimana keripik tempe merupakan suatu makanan yang cita rasanya melekat pada lidah masyarakat Indonesia, sehingga makanan keripik tempe menjadi suatu makanan yang cukup digemari oleh masyarakat Indonesia, dalam memproduksi keripik tempe yang baik perlu diperhatikan kualitas bahan, cita rasa yang pas dan potongan yang tipis sehingga kripik tempe renyah dan lezat disamping itu kemasan yang indah juga akan menarik perhatian konsumen, sehingga dalam membuat keripik tempe tidak hanya tergantung pada orang yang memasaknya saja melainkan juga pada orang yang mengiris dan orang yang mengepack. Mesin pengiris keripik tempe adalah suatu mesin yang dapat menjadi salah satu pilihan pengusaha bisnis UKM untuk menekan biaya proses produksi dan meningkatkan kualitas produksi, mesin pengiris keripik tempe otomatis menggunakan pisau disch adalah mesin pengiris keripik tempe yang dapat beroperasi secara otomatis dan tidak memerlukan banyak pekerja, mesin pengiris ini menggunakan pendorong dari motor listrik yang memutarkan ulir daya sehingga ulir daya menggerakan maju pesawat pendorong yang membawa nylon didalam rumah tempe dan secara otomatis mesin ini akan mendorong tempe  1 mm dan ketika tempe telah didorong  1 mm pisau disch yang bergerak maju karena didorong oleh piston pneumatik yang mana bertugas mengiris tempe, proses seperti ini akan terjadi secara berulang-ulang hingga tempe habis dan secara otomatis mesin akan kembali seperti posisi semula dan siap melakukan proses berikutnya. Spesifikasi mesin yang telah direncanakan adalah bahan untuk pisaunya terbuat dari stainless yang berdiameter 200 mm dengan tebal 1 mm, pisau ini digerakan oleh motor 20 V dengan RPM 180, pisau dan motor pemotong ditempatkan diatas slider yang mana slider ini bergerak maju dan mundur karena dorongan dan tarikan dari piston pneumatik dengan merk festo yang memiliki panjang langkah 300 mm dan berdiameter dalam 6 mm. Penggerak maju dari tempe adalah motor listrik 220 V dengan RPM 40, putaran motor lisrik ditransmisikan ke ulir daya dengan  sproket dan rantai no.40, dimana hasil putaran dari ulir daya nanti akan menggerakan pesawat pendorong maju dan mundur sesuai dengan arah putaran dari ulir daya, pesawat pendorong membawa nylon dengan diameter 60 mm dan panjang 400 mm dalam rumah tempe yang dibuat dari bahan steanless, yang mana nylon dalam rumah tempe ini difungsikan untuk berkontak langsung dengan tempe yang akan di iris. Sistem otomatis dari semua langkah mesin diatur oleh relay

    0

    full texts

    307

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Tugas Akhir Jurusan Teknik Mesin - Fakultas Teknik UM
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇