Tugas Akhir Jurusan Teknik Mesin - Fakultas Teknik UM
Not a member yet
    307 research outputs found

    Rancang Bangun Mesin Press Jeruk Otomatis Bertenaga Pneumatik

    No full text
    ABSTRACT Mochammad Juni Kurniawan dan Rizqi Nur Muhammad. 2013. Rancang Bangun Mesin Press Jeruk Otomatis Bertenaga Pneumatik. Tugas Akhir, Program Studi D3 Teknik Mesin, Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing : Drs.Yuni Sunarto M. Pd.Kata Kunci: jeruk, pneumatik, produksiPerkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi semakin meningkat. Dewasa ini berbagai jenis industri kecil menengah bermunculan di Indonesia. Perkembangan industri ini terjadi akibat banyaknya permintaan masyarakat akan pemenuhan kebutuhan barang dan jasa. Salah satu industri yang meningkat dan tidak pernah sepi peminatnya adalah industri jus jeruk yang kini telah banyak mengalami perkembangan, sifat antioksidan dari jus jeruk membuat kulit segar, cantik dan muda tampak dengan mencegah efek penuaan. Selain itu, antioksidan dengan kombinasi vitamin C melindungi sel-sel kulit dari pengaruh radikal bebas. Dengan demikian, meminum satu gelas jus jeruk setiap hari adalah cara terbaik untuk menjaga kesegaran dan daya tarik kulit untuk waktu yang lama. Pesatnya perkembangan industri dan pemasaran bisnis jus minuman segar di Indonesia baik di kota kecil maupun kota besar, dan banyaknya metode pembuatan oleh berbagai macam jenis industri yang sama serta inovasi kreasi yang dilakukan oleh pelaku industri maka perlu di berlakukannya suatu terobosan alat untuk mempermudah proses produksi tersebut. Oleh sebab itu perlu adanya suatu pembaruan teknologi dalam alat pembuat jus jeruk ini, menggunakan sistem pneumatik menjadi salah satu alternative dari pembaruan alat pembuat jus ini. Pneumatik berasal dari bahasa Yunani, yaitu ‘pneuma’ yang berarti napas atau udara. Istilah pneumatik selalu berhubungan dengan teknik penggunaan udara bertekanan, baik tekanan di atas 1 atmosfer maupun tekanan di bawah 1 atmosfer (vacum). Dalam hal ini silinder pneumatik akan dijadikan sarana untuk mengepress jeruk agar sari jeruk keluar, kelebihan dari sistem pneumatik adalah ramah lingkungan mengingat sumberdaya dari pneumatik itu sendiri adalah angin. Dengan adanya permasalahan yang timbul tersebut, perlu dibuat suatu mesin yang dapat mengatasi dan meminimalisir pengeluaran tenaga yang berlebih pada operator kerja. Oleh sebab itu perlu dibuatnya mesin pengepress jeruk otomatis bertenaga pneumatik dan tetap memiliki control yang akurat dalam pengerjaan pembuatan jus jeruk itu sendiri dan dapat mempersingkat waktu, meningkatkan mutu serta kualitas jus jeruk sehingga jus dapat tetap dalam kondisi higienis

    Rancang Bangun Mesin Hot Printing Kartu Undangan Otomatif dengan Energi Elektro Pneumatik

    No full text
    ABSTRACT Kurniawan Widya Doni. Nurdiansyah Gilang. dan Rubani Burhanudin Muhammad. 2013. Rancang Bangun Mesin Hot Printing Kartu Undangan  Otomatis Dengan Energi Elektro Pneumatik. Tugas Akhir, Program Studi D3 Teknik Mesin, Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: Drs. Imam Sudjono, M.TKata Kunci: silinder pneumatik, hot printing, otomatis.Saat ini banyak instansi pendidikan yang mempelajari dan mengajarkan teori tentang sistem kerja pneumatik. Dalam dunia pendidikan salah satunya adalah matakuliah sistem  otomasi dan instrumentasi dan untuk dunia pelatihan kerja  dalam  bidang percetakan atau printing yang masih menggunakan teknologi manual, sehingga menginspirasi untuk melakukan pengembangan yang lebih modern dan efisien dari segi waktu, biaya, dan segi tenaga manusia. Sistem pneumatik telah banyak digunakan di dunia industri. Tapi, penggunaan mesin ini masih jarang digunakan di Indonesia untuk proses pembuatan pencetakan motif kartu undangan, sablon kaos, sablon kardus, kalender. Oleh karena itu dirancanglah Mesin Hot Printing Kartu Undangan  Otomatis Dengan Energi Elektro Pneumatik. Mesin ini menggunakan sistem kerja silinder piston dan mikro kontrol. Dengan pemberian timing 5 detik, proses stamping dengan suhu 120ºC sampai 130ºC yang sesuai sehingga, menghasilkan produk yang sangat baik.Penggunaan sistem pneumatik sebagai media proses pencetakan motif kartu undangan diharapkan dapat membantu meringankan kerja dan menjadi sarana untuk memepermudah pekerjaan para pelaku usaha di bidang pembuatan kartu undangan, sablon kaos, kalender. Pembuatan mesin hot printing otomatis ini bertujuan untuk memberikan  kemudahan bagi para pengusaha untuk membuat kartu undangan lebih cepat dengan khualitas lebih baik sesuai dengan pesanan para pengusaha percetakan kartu undangan, sablon kaos, dan kalender. Mesin hot printing ini sangat efisien karena tidak membutuhkan banyak tenaga dan waktu kerja, namun memiliki hasil yang lebih baik dan sangat mudah dalam pengoperasiannya.  Kontruksi dari mesin ini dibuat sederhana mungkin namun tidak melupakan unsur estetika dan tetap mengutamakan khualitas hasil, sehingga dapat menekan biaya pembuatan dan mudah dalam pengoperasiannya. Mesin ini mampu untuk melakukan proses printing kartu undangan. Dari hasil percobaan yang telah dilakukan, mesin mampu menghasilkan 480 sampai 720 kartu selama 1 jam dengan baik. Untuk suhu panas pada heater mampu mencapai 150ºC lebih dalam memanaskan tinta. Dalam hal ini suhu dibatasi oleh komponen mikro kontrol. Tinta dan pencetak dapat menhasilkan printing dengan sempurna apabila di lakukan printing selama 6 detik dengan suhu yang berkisar antara 120ºC sampai 130ºC

    Rancang Bangun Mesin Injection Molding Untuk Pembuatan Asesoris Pin

    No full text
    ABSTRACT Rancang Bangun Mesin Injection Molding Untuk Pembuatan Asesoris PinDimas Aditya Putra Sudirman. Wildanun Nafis. Dan Yanuar Fatchullah. 2013. Rancang Bangun Mesin Injection Molding untuk Pembuatan Asesoris Pin. Tugas Akhir, Program Studi D3 Teknik Mesin, Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: Drs. Imam Sudjono, M.TKata Kunci: silinder pneumatik, injection molding, asesoris pin. Asesoris pin merupakan jenis asesoris yang terbuat dari bahan plastik banyak diminati sebagai cindera mata, ciri khas instansi dan variasi untuk busana. Proses pembuatan bahan asesoris pin menggunakan proses injection molding. Salah satu cara untuk mempermudah penjual dalam memproduksi pin sendiri adalah dengan cara membuat mesin injection molding dengan desain baru yang memiliki dimensi yang lebih kecil dari mesin injection molding yang telah ada dan sumber tenaga yang lebih efisien dalam mesin tersebut. Salah satu sistem yang sudah banyak digunakan dalam dunia industri yaitu sistem pneumatik. Oleh karena itu dirancang Mesin Injection Molding untuk Pembuatan Asesoris Pin. Mesin ini menggunakan sistem kerja silinder piston pneumatik, motor dc, pemanas elektrik, dan mikro kontrol. Proses pencairan plastik diatur dengan suhu 230° sampai 250° yang sesuai dan didorong oleh screw lalu diinjeksikan dengan silinder piston pneumatik ke dalam cetakan. Dalam hal ini suhu dan waktu motor dibatasi oleh komponen mikro kontrol. Penggunaan sistem pneumatik sebagai media proses injection molding diharapakan dapat membantu meringankan kerja dan menjadi sarana untuk mempermudah  pekerjaan para pelaku usaha dibidang pembuatan asesoris pin. Mesin Injection Molding untuk Pembuatan Asesoris Pin ini sangat efisien karena memiliki dimensi yang kecil, tidak membutuhkan banyak tenaga, perawatan yang mudah, namun memiliki hasil yang baik dan mudah dalam pengoperasiannya

    Mesin Press Cup Plastik Untuk Kemasan Minuman Dengan Sistem Pneumatik

    No full text
    ABSTRACT Sidi Purnama Yulianto Andreas, Wijaya Messa Asriandi, dan Septiyawan Tri Dody. 2013. Mesin Press Cup Plastik Untuk Kemasan Minuman Dengan Sistem Pneumatik. Tugas Akhir, Program Studi D3 Teknik Mesin, Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: Drs. Basuki M.Pd.Kata Kunci: press cup plastik, pneumatic, produk, wadahPada jaman sekarang banyak bermunculan produk-produk minuman atau makanan dalam wadah yang bertujuan memudahkan konsumen untuk membawa dan awet dalam waktu yang panjang serta menjaga kualitas dari produk makanan dan minuman tersebut. Wadah yang digunakan haruslah aman serta memiliki kualitas yang terjamin, sehingga tidak berdampak buruk bagi konsumen. Umumnya wadah plastik yang digunakan adalah plastik jenis Polipropilena (PP) yang dikenal sebagai bahan sesuai dengan wadah pangan.Meningkatnya kebutuhan akan wadah plastik di berbagai industri khususnya minuman kemasan mulai dari yang kecil sampai besar. Produsen minuman kemasan, khususnya produsen minuman rumahan (home industry) yang semakin banyak memerlukan cup plastik yang murah dan alat yang mudah digunakan. Mesin press cup plastik untuk kemasan minuman dengan sistem pneumatik merupakan pilihan yang baik, karena pemakaian pneumatik yang bersumber pada udara sehingga tingkat pengeluaran yang lebih efisien, murah, dan mudah didapat inilah sebagai alternatif. Susunan dari mesin ini dibuat dengan sederhana dan mempermudah penggunaannya sehingga dapat menekan biaya pembuatan cup plastik. Pengendalian mesin hanya menggunakan micro control yang dibuat mudah digunakan serta tidak perlu keahlian khusus untuk mengoperasikan mesin ini. Oleh sebab itu dengan dibuatnya mesin ini dapat meminimalisir pengeluaran produsen dan meningkatkan daya saing produsen, karena wadah plastik tersebut dapat diganti-ganti sesuai dengan keinginan

    Optimalisasi Penerapan Kesehatan dan Keselamatan Kerja Terhadap Keselamatan Kerja Karyawan PLTA Sutami

    No full text
    ABSTRAK   Produktivitas kerja karyawan merupakan faktor utama bagi suatu perusahaan dalam mencapai tujuan yang diinginkan perusahaan. Ada beberapa faktor yang berpengaruh pada peningkatan produktivitas kerja karyawan, antara lain: keselamatan dan kesehatan kerja (K3) serta lingkungan kerja. Dengan memperhatikan keselamatan dan kesehatan kerja (K3) diharapkan dapat meningkatkan keselamatan kerja karyawan dalam melaksanakan pekerjaannya.   Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perencanaan program optimalisasi keselamatan dan kesehatan kerja terhadap karyawan PLTA Sutami, untuk mengetahui penerapan keselamatan dan kesehatan kerja di PLTA Sutami, untuk mengetahui system manajemen keselamatan dan kesehatan kerja terhadap karyawan PLTA Sutami.   Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskrpitif, dengan data yang diperoleh melalui observasi, wawancara dan angket. Hasil penelitian terhadap perencanaan K3 sudah berjalan dengan baik, penerapan K3 juga berjalan dengan baik dan sistem manjemen K3 juga berjalan dengan baik. Saran penulis perencanaan,penerapan dan sistem manajemen perlu dipertahankan serta ditingkatkan dan perlu pembenahan dalam hal pergantian jam kerja

    Mesin Filling Dan Cup Sealer Tenaga Pneumatik Untuk Segala Minuman Dalam Cup

    No full text
    ABSTRACT Setyawan, Hari. & Jamaludin, Muchamad. 2016. Mesin  Filling  Dan Cup SealerTenaga Pneumatik  Untuk  Segala  Minuman  Dalam Cup. Tugas Akhir,Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas  Negeri  Malang, Pembimbing : Drs. Yuni Sunarto, M.Pd. Kata Kunci : Filling, Sealer, Cup, Pneumatik Pembuatan mesin filling dan cup sealer tenaga pneumatik untuk segalaminuman  ini adalah untuk membantu para pengusaha khususnya pengusaha segalajenis minuman dalam cup untuk memepermudah pekerjaan dalam meningkatkankapasitas produksi. Pembuatan mesin ini dimulai dengan proses perancangan desain gambar selanjutnya perhitungan dan yang terakhir perencanaan mekanis mesin. Perhitungandan perencanaan mekanis mesin ditujukan untuk mengetahui jenis bahan dan ukuranyang diperlukan dalam pembuatan mesin filling dan cup sealer ini. Mesin inimenggunakan 2 jenis teknik yaitu teknik motor AC dan pneumatic. Poros motor ACyang terhubung dengan poros  roller plastik  berputar sehingga menggerakkan rollerplastik. Sedangkan pneumatik dimana tekanan operasi sepenuhnya didapatkan daritekanan udara kompresor yang disalurkan ke dalam silinder pneumatik sehinggadapat melakukan proses kerja cup sealer. Setelah itu, pencarian bahan dan komponenyang terdapat dipasaran dan dilanjutkan pemasangan dan perakitan setiap komponenyang telah didapat sesuai dengan gambar rancangan mesin. Perawatan dan pemeliharaan mesin filling dan  cup sealer ini dilakukandengan cara perawatan secara berkala yaitu harian, mingguan, dan bulanan setiapkomponen-komponen utama yang terdapat pada mesin. Perawatan paling utamaditujukan kepada silinder pneumatik, poros penyangga cup house, cup house, tandon,elemen pemanas dan pisau. Perawatan silinder dan cup house bisa dilakukan dengancara membersihkanya dengan kuas dan membersihkanya dengan tekanan udara kedalam cup house. Langkah ini untuk mencegah terdapatnya debu-debu metal ataupun debu non-metal yang dapat merusak setiap komponen

    Mesin Penebar Pakan Ikan Semi Otomatis Sistem Sentrifugal Dengan Tenaga “Solar Cell”.

    No full text
    ABSTRACT Wicaksono, Daru eko. dan Wibowo, Rachmanial Wicaksono. 2013. Mesin Penebar Pakan Ikan Semi Otomatis sistem Sentrifugal dengan teaga “solar cell”. Tugas Akhir, Program Studi D3 Teknik Mesin, Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: Drs. Wahono, S.ST , M.PdKata Kunci: panel surya, motor listrik, baterai, scc (solar charger control).Dalam perkembangan teknologi yang semakin maju sekarang ini banyak industri-industri maupun pendidikan yang menngunakan alat maupun mesin yang digunakan secara otomatis. Salah satu yaitu memanfaatkan energi matahari dengan menggunakan energi solar cell atau tenaga surya. Dalam hal ini dirancanglah mesin penebar pakan ikan semi otomatis dengan menggunakan energi solar cell yang dirasa lebih efisien dan mudah untuk digunakan. Sehingga dapat mengurangi tenaga manusia, mesin ini dirancang dengan menggunakan penggerak motor listrik DC dan panel surya sbagai tenaga utam penggerak motor. Kemudian dari panel surya yang menangkap sinar matahari disimpan oleh baterai untuk menghindari baterai terisi overlod digunakan solar charger control sebagai pengatur arus yang masuk ke baterai.Kontruksi dari mesin ini dibuat sesederhana mungkin, sehingga dapat menekan biaya pembuatan dan mudah dalam pengoperasiannya. Mesin ini mampu untuk melakukan proses penebaran pakan ikan secara merata, dan pada pengoperasianyan mesin tidak terlalu sulit karena hanya dengan menekan tombol on/off pada mesin yang sudah ada. Mesin ini menggunakan sebuah motor listrik sebagai penggerak, panel suraya sebagai penanagkap sinar matahari, scc (solar charger control) dan baterai. Tujuan dari perancangan ini adalah 1) Untuk menghasilkan rangcangan awal (draft design), 2) Untuk menghasilkan rancangan teknik (engineering design), Untuk menghasilkan rancangan manufaktur (manufactur design), 4) Untuk mendiskripsikan komponen mesin berdasarkan rancangan mesin penebar pakan ikan sistem sentrifugal semi otomatis dengan energi “solar cell”.Metode rancang bangun mesin penebar pakan ikan yaitu pertama melakukan observasi didesa Bangsri Kecamatan Kabupaten Blitar yang terdapat banyak petani ikan, kedua membuat studi pustaka untuk mengkaji kegunaan mesin, ketiga melakukan interview kepada petani ikan apakah membutuhkan alat atau mesin tepat guna yang memudahkan pekerjaan mereka, keempat menguji kelayakan mesin agar dapat digunakan dengan aman. Hasil dari rancang bangun mesin penebar pakan ikan dengan energi “solar cell” tersebut adalah gambar mesin dan komponen-komponen dengan spesifikasi sebagai berikut: menggunakan Motor DC 1/8 Hp, Panel Surya 20 Wp, scc, Baterai VRLA, dengan kapasitas tabung 10-15 kg dengan waktu pengisian baterai 6 jam pengecasan dibawah terik sinar matahari untuk waktu  pemakaian sekitar 30-50 menit

    Analisis Pengaruh Variasi Temperatur Pengecoran HPDC Terhadap Tingkat Ketangguhan Al-Si Cu

    No full text
    ABSTRACT Analisis Pengaruh Variasi Temperatur Pengecoran HPDC Terhadap Tingkat Ketangguhan Al-Si Cu.Muhammad Ilham Aryakusuma Assaat, Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Negeri MalangE-mail: [email protected] merupakan proses pembentukan dari bahan logam. Ada beberapa proses yang diperlukan untuk mencapai hasil yang diinginkan. Seiring perkembangan zaman yang semakin moderen, jenis pengecoran yang dikembangkan juga semakin bervariasi. Salah satu jenis pengecoran yang banyak digunakan pada pabrik-pabrik pengecoran logam dan besi ialah jenis pengecoran High Pressure Die Casting (HPDC). Alasan pemakaian cetakan logam sebagai pengganti cetakan pasir ialah karena kebutuhan dunia industri terhadap logam dan besi begitu banyak sehingga  estimasi waktu dan kualitas coran menjadi keunggulan tersendiri pada pengecoran HPDC ini. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh temperatur tuang dengan bahan paduan aluminium-tembaga pada pengecoran HPDC terhadap tingkat ketangguhan hasil coran. Selain itu juga penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kandungan yang ada pada hasil coran dan melihat bentuk patahan dari pengujian ketangguhan.Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimental yang melihat hasil dari sebuah perlakuan terhadap suatu kelompok spesimen. Setelah diberikan perlakuan, spesimen akan dianalisa dimulai dari pelepasan hasil coran dari cetakan logam, pengujian ketangguhan (impact test) pada setiap spesimen, dan juga foto mikro untuk melihat struktur yang terkandung pada hasil coran. Selain itu dilakukan pula analisa bentuk patahan yang terjadi setelah pengujian ketangguhan. Berdasarkan hasil penelitian yang diperoleh dari uji ketangguhan bahan paduan aluminium-tembaga menunjukan spesimen temperatur tuang 900˚C pada pengecoran HPDC memiliki nilai ketangguhan tertinggi yaitu sebesar 0,079 Joule/mm2 , hasil ini diperkuat juga oleh bentuk patahan saat uji ketangguhan dimana bentuk patahan yang terjadi pada spesimen ini merupakan bentuk patahan yang sangat getas. Adapun data yang hasil kualitas yang dang diperoleh saat foto mikro menunjukan bahwa spesimen temperatur tuang 900 ˚C memiliki kandungan aluminum dan tembaga yang terlihat lebih solid dan lebih menyatu dengan struktur yang lainnya.   Kata kunci:Pengecoran HPDC (High Pressure Die Casting), temperatur tuang, ketangguhan baha

    ANALISIS VARIASI BUTIR PASIR PEMBUATAN CETAKAN GREEN SAND MOLD DAN JENIS BAHAN PENGIKAT TERHADAP PERMEABILITAS CETAKAN

    No full text
    ABSTRACT Sujiwo, Iqbal Haudli. 2016. Analisis Variasi Butir Pasir Pembuatan Cetakan Green Sand Mold dan Jenis Bahan Pengikat terhadap Permeabilitas Cetakan. Skripsi, Program Studi S1 Pendidikan Teknik Mesin, Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs., H. Putut Murdanto, S.T., M.T, (II) Drs. Wahono, S.ST., M.Pd.Kata Kunci: Green Sand Mold, Butir Pasir, Bahan Pengikat, Permeabilitas.Green Sand Mold adalah jenis cetakan dalam pengecoran logam berbahan baku pasir yang diberi pengikat dan memiliki kandungan air. Pengikat cetakan pasir yang umum digunakan adalah bentonit. Selama ini telah banyak penelitian yang membuktikan bahwa bentonit merupakan pengikat ideal bagi cetakan pasir, tetapi harga bentonit dipasaran tinggi. Produksi limbah tetes tebu masih banyak  dimanfaatkan oleh petani sebagai pupuk organik dan makanan tambahan ternak serta sebagai bahan tambahan pada pabrik penyedap rasa (MSG), walaupun jauh sebelumnya tetes juga digunakan oleh masyarakat sebagai bahan campuran: pembuat pot tanaman, spesi dinding maupun pasangan pondasi. Dalam penelitian ini, tetes tebu dimanfaatkan sebagai bahan additive untuk perbaikan sifat-sifat mekanis pada tanah lempung. Beberapa alasan pemilihan tetes tebu: Tetes tebu mudah didapat dengan harga yang sangat murah, mempunyai sifat cair dan lengket serta kekentalan dapat diatur sesuai dengan keinginan melalui penambahan air, mampu berinteraksi dengan tanah melalui pori-pori dan viskositasnya mampu merekatkan partikel-partikel tanah menjadi lebih solid dan dapat mengeras, sehingga diharapkan mampu membentuk kekuatan tanah baru. Begitu juga dengan semen portland dimanfaatkan untuk campuran pembuatan dinding ataupun untuk bangunan. Berdasarkan alasan tersebut maka secara teori, tetes tebu dan semen portland dapat digunakan sebagai pengikat cetakan pasir.Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penggunaan variasi mesh  dan jenis bahan pengikat sebagai campuran pembuatan cetakan green sand mold terhadap permeabilitas dengan bentuk pre-experimental model one-shot case study. Green sand mold diberi treatment variasi butir basir dan jenis  pengikat yang berbeda berupa bentonit, semen portland dan tetes tebu. Langkah pengujian diawali dengan pengujian permeabilitas. Pengujian permeabilitas menggunakan Permeability Tester untuk mengetahui volume udara yang berhasil dialirkan cetakan tiap menit (ml/cm3menit). Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan diperoleh dua informasi penting. Pertama, nilai permeabilitas terendah dimiliki oleh cetakan pasir dengan campuran a) 85% Pasir sungai mesh 40 dengan bahan pengikat semen portland, b) 85% Pasir sungai mesh 50 dengan bahan pengikat semen portland. Hal ini disebabkan kadar ataupun bahan pengikat semen portland seimbang dengan variasi mesh diatas, sehingga ruang antar butir pasir semakin sempit diisi oleh kedua pengikat tersebut. Meskipun nilai permeabilitas yang dimiliki cetakan ini terendah, tetapi permeabilitasnya paling ideal diantara dua perlakuan lain (antara 50-170 ml/cm3menit). Kedua, Hasil penelitian menunjukkan bahwa Permeabilitas dari semua cetakan hanya ada dua spesimen yang memnuhi nilai permeabilitas ideal. Hal ini disebabkan karena pengaruh beberapa faktor yang menyebabkan permeabilitas tinggi maupun turun, yaitu bentuk pasir, besaran butir pasir, kadar pengikat, jenis pengikat dan cara pembuatanya.ABSTRACT Sujiwo, Iqbal Haudli. 2016. The Variation Analysis of Grain Sand Size for Green Sand Mold and The Binding Material Type against the Mould Permeability. Thesis, Mechanical Engineering Department, Mechanical Engineering Program, Faculty of Engineering, State University of Malang. Advisors: (I) Drs., H. Putut Murdanto, S.T., M.T, (II) Drs. Wahono, S.ST., M.Pd.Keywords: Green Sand Mold, Grain Sand, Materials Fastener , Permeability.Green Sand Mold is a type of molding into foundry which is has a basic material of sand which is given by binder and it contains of water. The binder cast of sand which is commonly used is bentonite. All this time, there are a lot of researchs give many proof that bentonite is one of the ideal binder cast of sand, but the price of bentonite is expensive. The production of  molasses is still widely used by farmers as an organic fertilizer and supplementary feeding of livestock and also as an additional materials for factory-flavor enhancer (MSG), although much earlier molasses are also used by the many societies as a mixture-materials like: plants pot maker,the species of walls or a pair of foundation. In this research, the molasses are used as an additive materials for  improvement of the mechanical character of clay. There are some reasons for selecting molasses: molasses are obtainable in a low prices easily, it has a liquid characteristic and sticky and also the viscosity can be arranged according to your preferences with addition of water, able to interact with the ground through the pores and the viscosity are able glueing soil particles become more solid and can be solidified, so that it can be create fervency of the new soil. In line with portland cement that is used for compounding of making wall or building. Based on these reasons, this theory, molasses and portland cement can be used as a binder cast of sand.This research is aimed to analyze the use variety of mesh and any types of binders as an ingredients for making  green sand molds concerning permeability with the shape of pre - experimental model one -shot case study . Green sand mold is applied by basir grain variation and different types of binders such as bentonite , portland cement and molasses . The step of the test is begun with permeability trial . Permeability trial is using permeability tester to determine the volume of air which is successfully pointed mold in every minute (cm3/minutes) . Based on the research that has been practiced, there are two important informations. First , the lowest value of permeability is owned by sand cast with a mixture of a) 85 % sand mesh 40 with material for binder of portland cement, b) 85%  sand mesh 50  with material binder of portland cement . This is caused grade or material binder of portland cement are balance with a variety of mesh above , so that the space between the grains of sand are getting narrower filled by the two of binders . Although the permeability value of this cast having the lowest grade , but they have an most ideal permeability between the two of other treatments ( between 50-170 ml / cm3 minutes). Second, the result of this research show that the permeability of all the cast only have two of the specimens that complete the ideal permeability value. This case is caused the influence of some factors that causing the high or low permeability, and they are sand shape, quantity of grain sand, grade of binder, the types of binder, and the way how to produce

    Mesin Perajang Rumput Gajah dan Jerami Dengan Sistem Rolling Untuk Pakan Sapi

    No full text
    Kebutuhan jumlah pakan akan rumput gajah terus meningkat, sebagai contoh sapi perah yang membutuhkan jumlah pakan sebanyak 20-25% dari berat tubuhnya. Untuk memudahkan hewan ternak dalam mengkonsumsi rumput gajah tersebut maka diperlukan proses pemotongan. Pemotongan dengan cara manual dianggap kurang efisien dalam proses perajangan, sehingga diperlukan sebuah alat yang mampu untuk bekerja secara cepat dan menghasilkan lebih banyak potongan rumput gajah dalam waktu yang singkat. Oleh sebab itu, perlu dilakukan pembuatan mesin perajang rumput gajah dan jerami dengan sistem rolling untuk pakan sapi dengan kapasitas 100 kg/jam.             Tujuan dari pembuatan mesin ini adalah (1). Mengetahui konstruksi dari mesin perajang rumput gajah, (2). Mengetahui berbagai komponen yang digunakan pada mesin perajang rumput gajah, (3). Mengetahui berapa kapasitas perajangan dari mesin perajang rumput gajah.             Untuk membuat mesin perajang rumput gajah ini diperlukan beberapa perhitungan meliputi pisau perajang, poros pisau, poros penggerak roll, pemilihan bantalan, perencanaan sabuk poros pisau, perencanaan sabuk poros penggerak roll, perencanaan roda gigi, roll, serta kapasitas potong mesin perajang rumput gajah.              Prinsip kerja yang digunakan dalam mesin perajang rumput gajah ini ialah menekan tombol ON, maka motorlistrik akan menggerakkan sabuk V yang diteruskan pada puli untuk memutar poros pisau. Berputarnya poros pisau akan membuat puli kecil yang satu poros dengan pisau tersebut ikut berputar yang diteruskan putarannya menggunakan sabuk V yang kedua, untuk memutar puli pada poros penggerak rol. Putaran yang dihasilkan rol berfungsi untuk memasukkan rumput gajah pada bidang potong pisau

    0

    full texts

    307

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Tugas Akhir Jurusan Teknik Mesin - Fakultas Teknik UM
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇