Tugas Akhir Jurusan Teknik Mesin - Fakultas Teknik UM
Not a member yet
    307 research outputs found

    Perancangan Mesin Pengiris Singkong Tenaga Ganda

    No full text
    ABSTRAK   Faristya Anggella Putri dan Rahma Hidayati. 2016. Mesin Pengiris Singkong Tenaga Ganda. Tugas Akhir, Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Basuki, M.Pd. (II) Drs. Solichin, S.T., M.Kes   Kata Kunci: Singkong, pengiris, produksi. Singkong merupakan tanaman umbi-umbian yang mengandung karbohidrat. Masyarakat Indonesia sudah mengenal singkong sebagai bahan makanan, bahkan menjadikannya sebagai makanan pokok. Seiring dengan perkembangan jaman, olahan singkong menjadi semakin bervariatif, salah satunya adalah keripik. Permintaan konsumen semakin meningkat, sehingga produsen keripik singkong kewalahan untuk memenuhi permintaan konsumen. Pada awalnya pengirisan singkong dilakukan manual dengan memanfaatkan tenaga manusia. Pengerjaan secara manual ini dilakukan dengan cara mengiris singkong yang dipegang oleh para pekerja ke pisau yang sudah dipasang pada suatu meja kayu. Hasil irisan singkong yang dikerjakan secara manual sangat sedikit yaitu lebih kurang 18 kg/jam. Hasil ini tidak sebanding dengan permintaan konsumen, sehingga beberapa produsen keripik singkong mulai beralih dengan menggunakan mesin pengiris singkong. Mesin pengiris singkong tenaga ganda adalah suatu mesin pengiris dengan menggunakan penggerak motor listrik dan engkol pemutar manual. Engkol dapat digunakan ketika listrik padam, sehingga produsen tetap dapat memproduksi keripik. Kelebihan dari mesin pengiris singkong tenaga ganda ini pada desainnya yang portable, sehingga tidak memerlukan tempat yang luas untuk penempatannya, menggunakan tambahan engkol dengan sistem manual yang bertujuan agar mesin tetap dapat dioperasikan saat listrik padam, serta jumlah pisau pengiris dan tempat singkong berjumlah tiga, sehingga hasil produksi lebih banyak. Disamping mempunyai kelebihan, mesin ini juga mempunyai kekurangan yaitu apabila pisau tumpul maka harus memesan pisau dengan ukuran yang telah ditentukan karena pisau tidak dijual di pasaran. Selain itu apabila pekerja bekerja menggunakan tuas/engkol, maka tempat singkong yang digunakan hanya 1 saja sehingga tempat singkong yang lainnya tidak terpakai. Perawatan mesin pengiris singkong tenaga ganda ini cukup mudah. Setelah selesai menggunakan mesin, mesin cukup dilap dan dibersihkan dari sisa-sisa potongan singkong yang menempel menggunakan kain basah, memberikan pelumasan pada gear box dan rantai tiap satu bulan sekali sehingga mesin tetap bekerja dengan baik, serta mengganti komponen mesin yang rusak atau tidak layak pakai dengan komponen yang baru

    Rancang Bangun Mesin Sablon Gelas

    No full text
    ABSTRACT Khristi Aristo Adnaretha, Prakoso Dwi Dhimas, Kristiawan Dina, dan Hanggoro Yudhy Louis. 2013. Rancang Bangun Mesin Sablon Gelas. Tugas Akhir, Program Studi D3 Teknik Mesin, Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing : Drs. Djoni Bangun, M.Pd, Drs. Yuni Sunarto, M.PdKata Kunci : rancangan bangun mesin sablon gelas, udara, elektropneumatik, mikrokontroller, pneumatikSaat ini perkembangan industri penyablon di Indonesia terus mengalami peningkatan, khususnya pada industri penyablonan gelas. Hal ini mengakibatkan produksi sablon mengalami kemunduran karena tidak didukung oleh peralatan yang memadai untuk melakukan produksi dalam jumlah besar. Ini dikarenakan umumnya para produsen sablon gelas masih menggunakan alat atau mesin secara manual dalam proses penyablonan gelas.Berdasarkan permasalahan tersebut maka muncul ide atau gagasan untuk merancang sebuah alat kami sebut mesin sablon gelas. Mesin menggunakan 4 (empat) silinder pneumatic berdiameter antara 50 mm, 5 mm, dan 20 mm sebagai penggerak dan angin dari kompresor sebagai tenaga utama untuk menggerakan silinder. Penggunaan selenoid dibutuhkan sebagai terminal udara atau dengan kata lain sebagai pengalir udara ke silinder yang akan bergerak. Untuk mengatur gerakan silinder kami menggunakan elektropneumatik yang didalamnya terdapat mikrokontroller sebagai pengatur pergerakan silinder tersebut. Limit switch digunakan sebagai sensor tekan apabila limit switch tertekan oleh silinder maka silinder yang lain akan bergerak sesuai program yang telah dirancang Kelebihan dari alat ini adalah lebih efisien waktu, mempermudah dalam proses penyablonan untuk memenuhi pesanan sablon gelas yang banyak. Kontruksi dari mesin dibuat sesederhana mungkin, sehingga dapat menekan biaya pembuatan dan mudah dalam pengoperasiannya. Mesin ini mampu melakuan penyablon kurang lebih 2 (dua) gelas dalam 1 menit. Mesin ini menggunakan udara yang dihasilkan dari kompresor sehingga bisa dijamin mesin ini ramah lingkungan dan tidak menimbulkan polusi udar

    Hubungan Antara Sikap Siswa Dalam Mata Pelajaran Produktif dengan Interpersonal Skill Siswa pada Program Keahlian Teknik Kendaraan Ringan kelas X SMK Negeri 10 Malang

    No full text
    ABSTRAK   Saputra, Dandi A. 2015. Hubungan Antara Sikap Siswa Dalam Mata Pelajaran Produktif dengan Interpersonal Skill Siswa pada Program Keahlian Teknik Kendaraan Ringan kelas X SMK Negeri 10 Malang. Skripsi, Program Studi Pendidikan Teknik Otomotif, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Prof. Dr. H. Mardji, M.Kes., (II) Dr. Syarif Suhartadi, M.Pd   Kata Kunci: Sikap Siswa, Mata Pelajaran Produktif, Interpersonal Skill Dari hasil observasi awal pada kegiatan pembelajaran mata pelajaran produktif  di SMKN 10 Malang masih belum jelas bagaimana hubungan sikap siswa dalam mata pelajaran produktif dengan interpersonal skill siswa. Dari sini dapat dilihat bahwa sikap siswa dalam mata pelajaran produktif belum sepenuhnya sepadan dengan interpersonal skill yang dimiliki oleh lulusan SMK. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk  (1) mendiskripsikan sikap siswa dalam mata pelajaran produktif di SMK Negeri 10 Malang, (2) mendiskripsikan interpersonal skill siswa di SMK negeri 10 Malang, (3) mengetahui hubungan sikap siswa dalam mata pelajaran produktif dengan interpersonal skill siswa di SMK Negeri 10 Malang pada program teknik kendaraan ringan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif korelasional dengan menggunakan pendekatan kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas X SMK Negeri 10 Malang, sedangkan sampel yang digunakan sebanyak 102 siswa kelas X Program Teknik Kendaraan Ringan dengan metode pengambilan sampel menggunakan sampel acak berstrata proporsional. Metode pengambilan data yang digunakan dengan angket. Berdasarkan hasil analisis data dari sampel 102 siswa kelas X Teknik Kendaraan Ringan di SMK Negeri 10 Malang siswa golongkan tiga kelompok (1) kelompok dengan nilai sikap tinggi sebanyak 34 siswa (34,68%) dengan nilai rata-rata 8,81 diperoleh Fhitung  > F tabel, yaitu F hitungnya adalah  24,414 dan F tabelnya adalah 3,94,(2) dengan nilai sikap sedang sebanyak 34 siswa (34,68%) dengan nilai rata-rata 8,28 diperoleh Fhitung  > F tabel,  yaitu F hitungnya adalah  13,675 dan F tabelnya adalah 3,94 dan (3) kelompok dengan nilai sikap rendah sebanyak 34 siswa (34,68%) dengan nilai rata-rata 7,74 diperoleh Fhitung  > F tabel, yaitu F hitungnya adalah  7,760 dan F tabelnya adalah 3,94. Diketahui sebanyak 3 siswa (2,94%) memiliki interpersonal skill sangat tinggi, sebanyak 7 siswa (6,86%) memiliki interpersonal skill tinggi, sebanyak 10 siswa (9,80%) memiliki interpersonal skill cukup tinggi, sebanyak 43 siswa (42,16%) memiliki interpersonal skill sedang, sebanyak 23 siswa (22,55%) memiliki interpersonal skill cukup dan sebanyak 16 siswa (15,69%) memiliki intepersonal skill rendah. Dari hasil penghitungan F tabel diperoleh Fhitung sebesar 157,157 dengan taraf signifikan 0,000. Selain itu Fhitung  > F tabel, yaitu F hitungnya adalah  157,157 dan F tabelnya adalah 3,94 ; 157,157 > 3,94. Oleh karena itu, Ha yang berbunyi ada hubungan antara sikap siswa dalam mata pelajaran produktif dengan interpersonal skill siswa pada program teknik kendaraan ringan dapat diterima. Saran bagi siswa agar memperbaiki sikap selama mengikkuti mata pelajaran produktif sehingga ketika masuk dunia industri mudah untuk naik jenjang karirnya

    Mesin Poles Spesimen Metalurgi

    No full text
    ABSTRACT   Herwoto, Ilham Putra. dan Aziz, Muhammad Taufiq. 2013. Mesin Poles Spesimen Metalurgi. Tugas Akhir, Program Studi D3 Teknik Mesin, Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: Drs. Imam Sudjono, M.T Kata Kunci: pemolesan, motor listrik, inverter. Instansi pendidikan banyak yang mengajarkan teori tentang metalografi, salah satunya mereka mengerjakan proses pemolesan dengan alat manual. Hal tersebut dirasa kurang efisien sebab masih banyak menggunakan tenaga manusia, membutuhkan waktu dalam pengerjaan dan hasilnya kurang memadai. Oleh karena itu dirancanglah Mesin Poles Spesimen Metalurgi. Mesin ini menggunakan holder/pemegang benda uji sehingga mengurangi tenaga manusia. Untuk mengatur putaran motor menggunakan inverter sehingga dapat diatur putaran motor sesuai kebutuhan yaitu 0 rpm – 1500 rpm. Kontruksi dari mesin ini dibuat sesederhana mungkin, sehingga dapat menekan biaya pembuatan dan mudah dalam pengoperasiannya. Mesin ini mampu untuk melakukan proses pemolesan sehingga hasil permukaan benda uji halus, bebas goresan, mengkilap, dan menghilangkan ketidakteraturan permukaan benda uji. Mesin ini menggunakan sebuah motor listrik sebagai penggerak, piringan logam, dan sirkulasi air. Sehingga hasil pemolesan menjadi lebih halus, bebas goresan, mengkilap, dan menghilangkan ketidakteraturan permukaan benda uji

    Analisis Output Tegangan Sensor dan Input Tegangan Aktuator Berbagai Putaran pada Motor Honda Supra X 125 PGM FI.

    No full text
    ABSTRACT Analisis Output Tegangan Sensor dan Input Tegangan Aktuator Berbagai Putaran pada Motor Honda Supra X 125 PGM FI.Rudiyanto, Moch. 2016. Analisis Output Tegangan Sensor dan Input Tegangan Aktuator Berbagai Putaran pada Motor Honda Supra X 125 PGM FI. Skripsi, Program Studi Pendidikan Teknik Otomotif, Jurusan Teknik Mesin, Universitas Negeri Malang. Pembimbing:(1) Drs. H. Sumarli, M.Pd., M.T. (2) Drs. H. Imam Muda Nauri, S.T., M.T.Kata Kunci: Output Tegangan Sensor, Input Tegangan Aktuator Berbagai            Putaran.Sepeda motor merupakan alat transportasi yang banyak digunakan masyarakat Indonesia. Perkembangan dunia otomotif akhir-akhir ini juga mengalami kemajuan pesat. Diantaranya adanya teknologi EFI (Electronic Fuel Injection). Teknologi ini sudah diterapkan di motor Honda Supra X 125. Pada penelitian ini motor Honda Supra X 125 menjadi objek penelitian. Pada motor Honda Supra X 125 PGM FI ada beberapa sensor dan aktuator, antara lain: (1) Engine oil Temperature (EOT), (2) Crankshaft Position Sensor (CKP), (3) Manifold Absolute Pressure (MAP), (4) Throttle Position (TP), (5) Intake Air Temperature (IAT), (6) Fuel Injector.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui output tegangan sensor dan input tegangan aktuator dalam berbagai putaran pada Motor Honda Supra X 125 PGM FI. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Alat yang digunakan untuk mengukur putaran mesin dalam penelitian ini adalah Tachometer. Pada pengambilan data putaran mesin yang digunakan antara 1500 rpm sampai 10000 rpm dengan kenaikan 500 rpm. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan analisis deskriptif.Hasil analisis tegangan output MAP menunjukkan tegangan output terendah 1.57 volt pada rpm 1500 dan tegangan output tertinggi 2.79 volt pada rpm 10000. Selain itu, hasil analisis output tegangan TP menunjukkan tegangan output terendah 0.62 volt pada rpm 1500 dan tegangan output tertinggi 4.20 volt pada rpm 10000. Sementara itu, hasil analisis tegangan output IAT menunjukkan tegangan tertinggi 2.88 volt pada rpm 1500 dan tegangan output terendah 2.15 volt pada rpm 10000. Tambahan, hasil analisis tegangan output EOT menunjukkan tegangan tertinggi 2.88 volt pada rpm 1500 dan tegangan output terendah 0.54 volt pada rpm 10000. Selain itu, hasil analisis tegangan output CKP menunjukkan tegangan output terendah 0.16 volt pada rpm 1500 dan tegangan output tertinggi 0.50 volt pada rpm 10000. Hasil analisis tegangan input injektor menunjukkan tegangan terendah 0.28 volt pada rpm 1500 dan tegangan input tertinggi 2.53 volt pada rpm 10000. Hasil pengujian dapat disimpulkan bahwa kenaikan putaran mesin juga diikuti kenaikan tegangan output MAP sensor, TP sensor, CKP sensor dan Injektor. Kenaikan putaran mesin juga mengakibatkan penurunan tegangan pada sensor IAT dan sensor EOT. Sementara itu tidak semua sensor dan aktuator mengalami kenaikan atau penurunan tegangan yang diakibatkan oleh putaran mesin. Contohnya sensor TP yang dipengaruhi sudut buka katup, sensor IAT yang dipengaruhi temperatur udara pada intake dan sensor EOT yang dipengaruhi temperatur oli mesin

    Mesin Pengepres Ban Otomatis Dengan Timer Otomasi

    No full text
    ABSTRACT Arifandi, Faizal. dan Purnama, Hendra. 2013. Mesin Pengepres Ban Otomatis dengan system timer otomasi. Tugas Akhir, Program Studi D3 Teknik Mesin, Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: Drs. Solichin, S.T., M.KesKata Kunci: pnumatik, pemanas, timer.Pada kondisi saat ini teknologi tambal ban konvensional masih sangat sederhana atau masih dengan cara tradisional, untuk itu kami mengadakan penelitian terhadap bengkel tambal ban yang sudah ada di Mojokerto adalah sebagai poin -  poin yang kami jadikan acuan sebagai observasi di lapangan. Bengkel Tambal ban motor konvensional merupakan cara paling umum yang digunakan cara untuk menambal ban dalam kendaraan bermotor. Proses ini cukup memakan waktu dan tenaga. Yang diharapkan oleh tukang tambal adalah sebagai berikut : (1.) Proses penambalan yang cepat agar efisien. (2.) Hasil tambalan yang matang dengan baik. (3.) Tidak menggunakan tenaga yang banyak. (4.) Meningkatkan produktivitas ketika ramai.Oleh karena itu, dengan banyak munculnya jasa pengepres ban, maka diperlukan suatu mesin Pengepres ban otomatis dengan sistem timer otomasi bertenaga elektro pneumatik yang dapat digunakan para pengusaha untuk mempermudah proses pengepresan ban dan membuat pengepresan ban dengan lebih baik dan cepat sesuai dengan inovasi yang mereka buat. Hasil proses pres ban tidak kalah dengan cara konvensional. Komponen yang digunakan yaitu : (1.) Besi yang dipakai untuk rangka menggunakan besi jenis S35C. (2.) Pneumatic dengan diameter 50mm, panjang 100mm, dengan kekuatan 30 - 50 kg. (3.) Micro Control. (4.) Elemen pemanas yang digunakan adalah elemen pemanas setrika. Biaya yang diperlukan untuk perancangan mesin ini sekitar Rp. 5.090.000,-. Untuk perawatan mesin tidak terlalu susah yaitu hanya pengecekan kebersihan pada mesin, sehingga mesin bisa dipergunakan kembali dan awet.Mesin ini dapat mempercepat proses penambalan ban dan menghemat waktu pengepresan dimana press dilakukan dengan proses pneumatik dan tidak tersentuh tangan sama sekali. Oleh karena itu, hasil dari penambalan ban dengan pneumatik lebih mempersingkat waktu dan tenaga. Mesin ini sangat di butuhkan oleh bengkel ataupun penambal ban kecil dimana tidak memakan tempat dan waktu penambalan yang dapat dipersingkat

    SMARTRASH (Tempat Sampah Pemilah Otomatis)

    No full text
    ABSTRACT Nurwuriadi, Lucky Pradita Anggiat. dan Nabawi, Moch. Husein. 2013. Smartrash Tempat Sampah Pemilah Otomatis. Tugas Akhir, Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: Drs. H. Abdul Qolik, M.M., M.Pd. Kata Kunci: sampah organik, sampah anorganik, sensor warna, arduino, motor listrik DC.Perkembangan di bidang teknologi industri selama ini semakin maju dengan pesat. Hal tersebut berbanding lurus dengan limbah yang dihasilkan, terutama sampah. Kurang sadarnya masyarakat akan pentingnya membuang sampah pada tempatnya dan menyepelekan satu sampah adalah faktor utama permasalahan sampah. Oleh karena itu dirancanglah alat dengan nama Smartrash untuk mengatasi masalah sampah dan memisahkannya sebelum masuk ke TPA (Tempat Pembuangan Akhir).Smartrash adalah suatu mesin pemilah sampah secara otomatis dengan menggunakan sensor warna sebagai pembeda objek organik dan anorganik, untuk tenaga penggerak alat ini menggunakan motor listrik, dan menggunakan baterai sebagai sumber tenaganya. Spesifikasi mesin yang telah direncanakan adalah bahan untuk cover tempat sampah menggunakan plat stainless, yang terdapat hopper pada bagian atas dan memiliki dua pintu pemilah yang masing-masing digerakkan oleh motor listrik dengan rantai rol sebagi pemindah dayanya. Data objek yang berada di hopper akan dibaca oleh sensor warna, kemudian arduino sebagai mengolah data dari sensor warna yang akan diteruskan untuk menggerakkan motor listrik dan membuka salah satu pintu. Setelah sampah jatuh sesuai klasifikasinya, motor akan menutup pintu kembali.

    Analisis Waktu Penahanan Pada Proses Spheroidization Terhadap Ketangguhan Paduan Al-Si+Mg

    No full text
    Pemakaian  aluminium  khusus  pada  industri  otomotif terus  meningkat sejak  tahun  1980,  dan  terus  meningkat  seiring  meningkatnya jumlah  kendaraan  bermotor  di  Indonesia. Penggunaan  paduan  aluminium  untuk  komponen  otomotif dituntut  memiliki  kekuatan  yang  baik, yaitu dipadukan  dengan unsur-unsur  seperti:  Cu, Si,  Mg,  Zn,  Mn,  Ni,  dan  sebagainya. Mengolah bijih aluminium menjadi  logam aluminium (Al)  memerlukan  energi yang besar dan  biaya yang  mahal. Solusi utama untuk  mengatasi  hal  ini  adalah  dengan  melakukan  daur ulang. Karena  keterbatasan yang ada  seperti  pada  industri kecil, tidak semua menggunakan bahan baku murni, tetapi  memanfaatkan aluminium  sekrap  atau reject material untuk dituang ulang.               Tujuan penelitian untuk mengetahui hasil ketangguhan paduan Al-Si+Mg pada variasi waktu penahanan speroidization selama 4, 8, dan 12 jam, dan menganalisis hasil struktur mikro paduan Al-Si+Mg terhadap variasi waktu penahanan 4, 8, dan 12 jam. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini ialah rancangan penelitian eksperimental. Jenis pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian  kuantitatif.               Hasil penelitian diperoleh pada variasi penahanan pada proses spheroidization terhadap ketangguhan paduan Al-Si+Mg selama 4, 8, dan 12 jam. Hasil data ketangguhan logam yang tertinggi didapat pada holding time 12 jam yaitu 0,0973 Joule/mm2, dan hasil data ketangguhan logam yang terendah didapat pada holding time 4 jam yaitu 0,0183 Joule/mm2. Hasil struktur mikro semakin lama holding time jenis spheroidization maka ketangguhan aluminium akan semakin meningkat, dikarenakan semakin lama holding time akan membuat atom – atom semakin membesar serta aluminium, silikon, dan magnesium semakin homogen

    Minat dan Kesiapan dalam Bekerja, Berwirausaha serta Melanjutkan Studi Siswa Teknik Pemesinan SMK Kota Malang Pasca Melaksanakan Praktik Kerja Industri

    No full text
    Abstrak   Prianto, Carmei Slamet. 2015. Minat dan Kesiapan dalam Bekerja, Berwirausaha serta Melanjutkan Studi Siswa Teknik Pemesinan SMK Kota Malang Pasca Melaksanakan Praktik Kerja Industri. Skripsi, Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Waras, M.Pd. (II) Dr. H. Yoto, S.T., M.Pd., M.M   Kata Kunci: minat, kesiapan, bekerja, berwirausaha, melanjutkan studi.   Saat ini siswa SMK jurusan pemesinan merupakan generasi yang lahir sebagai generasi Z. Bekerja, berwirausaha atau melanjutkan studi merupakan tujuan akhir yang ingin diraih oleh setiap lulusan, termasuk lulusan SMK program studi pemesinan. Oleh karena itu, sebelum lulus siswa harus memiliki minat dan kesiapan dalam bekerja, berwirausaha atau melanjutkan studi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui minat dan kesiapan bekerja, berwirausaha serta melanjutkan studi siswa teknik pemesinan SMK Kota Malang pasca melaksanakan praktik kerja industri. Metode yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan jenis penelitian survei. Penelitian ini digolongkan sebagai penelitian deskriptif kuantitatif karena hanya memaparkan data yang diambil menggunakan angka dan dianalisis secara statistik. Hasil penelitian adalah (1) 83 (38,2%) siswa memiliki minat bekerja di industri pemesinan sesuai kompetensi, (2) 81 (37,3%) siswa memiliki minat berwirausaha di bidang pemesinan (3) 82 (37,8%) siswa memiliki minat melanjutkan studi di jurusan teknik pemesinan (4) 92 (42,4%) siswa memiliki kesiapan kerja berupa wawasan dunia kerja (5) 87 (40,1%) siswa sudah memiliki kesiapan berwirausaha berupa kesiapan keuangan (6) 88 (40,6%) siswa memiliki kesiapan untuk melanjutkan studi berupa kesiapan keuangan dan kompetensi akademik. Saran pada penelitian bagi siswa dapat dijadikan rujukan untuk meningkatkan pengetahuan atau pemahaman tentang dunia kerja, berwirausaha dan melanjutkan studi. Bagi Guru sebagai dasar untuk meningkatkan kualitas pembelajaran setiap memulai pembelajaran. Bagi Kepala Sekolah sebagai rujukan dalam mengambil kebijakan mengembangkan strategi untuk meningkatkan kompetensi akademik dan pengetahuan. Bagi Peneliti selanjutnya dapat mengembangkan lebih luas lagi indikator-indikator dan variabel serta populasi yang lebih luas tentang minat dan kesiapan dunia kerja, berwirausaha dan melanjutkan studi

    rancang bangun mesin peniris minyak kapasitas 5kg

    No full text
    Tujuan tugas akhir ini adalah merancang mesin peniris minyak kapasitas 5kg untuk mendapatkan hasil berupa gambar kerja dan menentukan komponen mesin peniris minyak kapasitas 5kg. Metode perancangan mesin peniris minyak kapasitas 5kg ialah dengan melakukan survei kebutuhan mesin peniris kapasitas 5kg, timbul permasalahan masih banyaknya kadar minyak pada keripik yang ditiriskan secara manual, kemudian melaksanakan perancangan konsep. Berdasarkan konsep, kemudian dirancang sebuah produk berupa desain gambar. Hasil tugas akhir ini adalah berupa desain atau rancangan mesin peniris minyak kapasitas 5kg yang dengan memanfaatkan gaya sentrifugal untuk penirisan minyaknya, komponen tabung putar peniris minyak dengan bahan stainless steel, komponen poros untuk menopang tabung peniris dengan ukuran diameter 26mm dan panjang 430mm dibuat oleh, puli dengan perbandingan 1/2 sebagai reducer pully tabung dengan pully motor 2/4 dari motor listrik 0,5 hp 1400 rpm menjadi 700 rpm. Kata Kunci: gambar kerja; metode perancangan; desain; perancangan; sentrifugal   ABSTRACT The purpose of this thesis is to design engine oil drainer 5kg capacity to obtain results in the form of working drawings and determine the components of the engine oil drainer capacity of 5kg. Oil drainer machine design method 5kg capacity is to conduct a survey needs drainer engine capacity of 5kg, there are still many problems arise oil content in the chips are drained manually, and then implement design concepts. Based on the concept, then designed a product in the form of design drawings. Results of this thesis is a design or engine design drainer oil capacity of 5kg that by utilizing centrifugal force to draining oil, tubular components rotate peniris oil with stainless steel materials, components shaft to prop tube drainer with a diameter of 26mm and length of 430mm made by, pulleys with a ratio of 1/2 as a reducer of motor pully pully tube with 2/4 of the electric motor 0.5 hp 1400 rpm to 700 rpm. Keywords: working drawings; design method; design; design; centrifuga

    0

    full texts

    307

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Tugas Akhir Jurusan Teknik Mesin - Fakultas Teknik UM
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇