Tugas Akhir Jurusan Teknik Mesin - Fakultas Teknik UM
Not a member yet
    307 research outputs found

    perancangan sistem kelistrikan bodi standart kendaraan futura sebagai media pembelajaran di jurusan teknik mesin universitas negeri malang

    No full text
    ABSTRAK Rifai, Moh. Nanang.2019. PerancanganSistemKelistrikanBodiStandart       KendaraanFuturaSebagai Media Pembelajaran di JurusanTeknikMesinUniversitasNegeri Malang.Pembimbing Drs. Imam Muda N., S.T.,M.T Kata Kunci :SistemKelistrikanBodi, KendaraanFutura Perkembanganpadaduniaindustriotomotifsemakinpesatdenganadanyaperkembanganteknologitersebuttentunya juga diringidenganpekembangansumberdayamanusia yang dapatmengikutiperkembanganteknologi yang terjadisaatini. UntukmejawabtantangandiatasUniversitasNegeri Malang secaraKhusuJurusanTeknikMesinmelaluiprogrmstudi D3 Mesinotomotifmelakukanbanyaktrobaosanuntukmenciptakantenagaatausumberdayamanusia yang dibutuhkanpadaduniaindustri. Untukmenciptakansumberdayamanusia yang kompetendibidangnyasayamemilihmembuat trainer kelistrikanbodi yang bergunasebagaimedaibelajarmahasiswa yang bergunauntukmengasahketerampilandankecekatandalambelajarsistemkelistrikanstandartpadakendaraankhususnyamobil. Langkahawaluntukmembuat trainer kelistrikanbodistandartyaitu: Memcarireferensi, rancanganawal, memilihkomponen, merakitkomponen, membuattempatkomponen, danpengujiansistemkelistrikanbodisertamenganalisikekurang yang belumterdapatpada traine

    Perancangan Rectifier pada Sistem Pengisian sebagai Medua Pembelajaran di Jurusan Pendidikan Vokasi, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang

    No full text
    ABSTRAK   Gledy Amanda . 2018 Perancangan Rectifier pada Sistem Pengisian sebagai Media Pembelajaran di Jurusan Pendidikan Vokasi, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Tugas Akhir, Prodi D3 Mesin Otomotif, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: Drs. Imam Muda Nauri, S.T., M.T.   Kata Kunci: sistem pengisian, media pembelajaran, rectifier Elektronika daya merupakan bidang elektronik yang sangat luas dan cepat perkembangannya, seiring dengan perkembangan teknologi, banyak komponen baru elektronika yang telah ditemukan dan sangat bermanfaat. Sebagai contoh rectifier adalah alat sebagai penyearah arus dimana arus tegangan  dari baterai AC diubah menjadi tegangan DC. Tujuan dari tugas akhir ini untuk merancang rectifier pada sistem pengisian sebagai media pembelajaran di Jurusan Pendidikan Vokasi. Metode di perlukan sebagai dasar untuk perancangan. Adapun beberapa metode yang dapat digunakan  untuk perencanaan rectifier pada trainer engine stand Toyota Avanza sebagai media pembelajaran adalah mencari referensi yang terkait dengan sistem pengisian, membuat rancangan awal  (draft design), memilih komponen – komponen sesuai dengan spesifikasi yang akan dibuat, merakit komponen – komponen pada sistem pengisian, pengujian rectifier pada sistem pengisian. Hasil dari perancangan rectifier yaitu; (1) bahan dasar yang digunakan germanium, silikon; (2) karakteristik rectifier jenis thyristor. Setelah thyristor telah berubah “ON” dan melewati arus kearah depan (anoda positif), sinyal gerbang kehilangan semua control karena tindakan lekat regenerative dari dua transistor internal. Pada mesin Toyota Avanza menggunakan rectifier tipe thyristor yang cara kerjanya sebagai penyearah arus dari alternator dari AC menjadi DC; (3) tipe thyristor baru bisa menembus atau mengalirkan arus tegangan ketika lebih dari 0,7 volt.  Ketika proses pembelahan rectifier dianjurkan lebih teliti dan lebih berhati – hati. Karena rectifier itu sendiri memiliki bentuk fisik yang kecil dan rapuh. Oleh karena itu sangat mudah sekali patah atau rusak ketika terjadi kesalahan pada saat proses pembelahan rectifier

    Perancangan Radiator padaEngine Stand (EFI) Toyota Avanzatipe K3-VE sebagai Media Pembelajaran diJurusan Pendidikan Vokasi Prodi D3 teknik Otomotif FakultasTeknikUniversitasNegeri Malang

    No full text
    ABSTRAK   Alfian, Andri.2018. Perancangan Radiator pada Engine Stand (EFI) Toyota Avanza tipe K3-VE sebagai Media Pembelajaran di Jurusan Pendidikan Vokasi Prodi D3 Mesin Otomotif Fakultas Teknik Universitas Negeri Malang. Program Studi D3 Mesin Otomotif Fakultas Teknik Universitas Negeri Malang. Dosen pembimbing:  Drs. Partono M.Pd.   Kata Kunci: sistem pendingin, media pembelajaran,radiator Pada umumnya sistem pendingin air digunakan pada kendaraan mobil, dan hanya sebagian kecil mobil menggunakan sistem pendingin udara. Meskipun mesin menggunakan sistem pendinginan air, sebenarnya menggunakan juga udara secara tidak langsung sebagai pendingin. Tujuan perancangan radiator yaitu untuk mengetahui perancangan radiator pada sistem pendinginan, mengetahui prinsip kerja radiator,dan melakukan perhitungan pada komponen radiator. Ada beberapametode yangdigunakanuntukperencanaanperancangan radiator sebagai media pembelajaran adalah membuat rancangan awal. Didalammetodeini, penulismerancangdesainawal radiator serta merakit komponen-komponen radiator yang terdiri dari selang radiator, reservoir tank, radiator cup, dan lain-lain. Hasil dari perhitungan radiator yaitu: (1) Temperature udara masuk radiator 30°C; (2) Temperature udara keluar radiator 45°C; (3) luas permukaan radiator 340,9 m²; (4) Luas permukaan radiator yang menyerappanas 28,59m²; (5) Temperature air danudara rata-rata pada radiator 48,50°C; (6) Volumetric coefficient of compactness 94,34 l/m; (7) Volume radiator 23,86 m³; (8) Jumlah air pendingin yang diperlukan 0,058 m³; (9) Kecepatan air 0,4 m/det; (9) Lebar tube 17 Mm; (10) Tinggi radiator 487 Mm. Pada mesin toyota avanza ini mempunyai kapasitas cairan radiator 4 liter coolant, kendaraan toyota telah diisi dengan Toyota SLLC di pabriknya. Cara kerjanya tergantung dari waterpump yang bekerja mengsirkulasikan air dariputaran mesin dan fungsi dari radiator adalah sebagai media pendingin melalui sirip-sirip dan hembusan udara. Sistem pendingin merupakan  hal yang sangat penting untuk diketahui.Karena dalam sistem pendingin tidak semua kalor bisa menjadi daya efektif atau energi efektif. Hal ini dilakukan supaya kalor yang dihasilkan tidak merusak mesin itu sendiri

    PERANCANGAN THERMOSTAT PADA SISTEM PENDINGINAN ENGINE STAND TOYOTA AVANZA SEBAGAI MEDIA PEMBELAJARAN DI JURUSAN PENDIDIKAN VOKASI PRODI D3 MESIN OTOMOTIF FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS NEGERI MALANG

    No full text
    ABSTRAK   Priyono, Muhhamad .2018 Perancangan Thermostat pada Sistem Pendinginan Engine Stand Toyota Avanza Sebagai Media Pembelajaran di Jurusan Pendidikan Vokasi, Prodi D3 Mesin Otomotif, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Tugas Akhir, Prodi D3 Mesin Otomotif, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang.Pembimbing:Drs. Partono M.Pd.   Kata Kunci:sistem pendingin, media pembelajaran, thermostat. Pendinginan pada mesin bakar sangat dibutuhkan untuk menghindari mesin dari overheat yang dapat merusak komponen-komponen mesin. Komponen yang sangat penting pada sistem pendingin yaitu thermostat. Thermostat berfungsi untuk menutup dan membuka jalur air yang akan melewati radiator. Tanpa thermostat mesin akan sulit mencapai suhu optimal. Tujuan perancangan thermostat yaitu untuk mengetahui perancangan thermostat radiator,mengetahui prinsip kerja dari thermostat, dan melakukan perhitungan pada komponen thermostat. Metode yang digunakan untuk perancangan thermostat yaitu membuat perancangan awal. Dalam metode ini, penulis merancang desain awal  thermostat serta merakit komponen-komponen thermostat yang terdiri dari pegas primer, pegas sekunder, piston, wax, gasket, dll. Hasil dari perhitungan katup thermostat yaitu; (1) beban maksimum pegas 3,14 ; (2) diameter pegas 2,2 mm; (3) tinggi pegas 35 mm; (4) volume silinder thermostat 21,2  (5) diameter gasket 50 mm; (6) jumlah coolantyang melewati thermostat 0,058 / detik; dan (7) kecepatan air 24 m/menit. Pada mesin Toyota avanza katup thermostat menggunakan tipe wax pelletyang cara kerjanya masih manual tergantung pada suhu mesin. Berdasarkan perhitungan data  bahwa  katup thermostat sangat penting untuk menjaga suhu optimal pada mesin. Oleh karena itu perlu dilakukan perawatan berkala pada thermostat supaya tidak terjadi kerusakan pada thermostat agar sistem pendingin pada mesin berjalan dengan baik

    ANALISIS KINETIKA PEMBAKARAN TEMPURUNG KELAPA (COCOUS NUCIFERA L.) DENGAN UJI THERMOGRAVIMETRIC

    No full text
    RINGKASAN Kebutuhan bahan bakar tiap tahun meningkat dengan seiring meningkatnya pertumbuhan penduduk dan kemajuan industri. Ketidakstabilan pasokan bahan bakar mengharuskan untuk mengembangkan bahan bakar alternatif. Biomassa tempurung kelapa merupakan bahan bakar alternatif dengan jumlah melimpah. Menurut APCC (Asia Pacific Coconut Community) menunjukkan bahwa produksi buah kelapa nasional sebanyak 15,5 miliar butir/tahun. Oleh karena itu, perlu adanya penanganan tempurung kelapa sebagai bahan bakar alternatif dilihat dari uji thermogravimetrik. Pengujian thermogravimetric merupakan perlakuan panas pada sampel yang menghasilkan sebuah grafik. Pengujian ini bertujuan untuk mengetahui pola dekomposisi pembakaran. Hasil dekomposisi akan menghasilkan suatu energi aktivasi dan parameter termodinamika. Pengujian thermogravimetrik menggunakan alat thermogravimetric analyzer dengan berat sampel 10 mg, flowrate 100ml/min, range temperature 25-1000°C dan variasi laju pemanasan 10, 20, 30 dan 40°C/min. Model isokonversional dipilih karena pada penelitian ini menggunakan variasi heating rate 10, 20, 30 dan 40°C/min. Model isoconversional lebih disukai oleh peneliti karena cukup fleksibel untuk memungkinkan perubahan dalam mekanisme selama reaksi dan meminimalkan perpindahan massa dengan penggunaan beberapa laju pemanasan. Model isokonversional untuk perhitungan energi aktivasi menggunakan metode Flynn Wall Ozawa, Vyazovkin dan Starink. Hasil menunjukkan bahwa tempurung kelapa terdekomposisi menjadi 3 tahap. Tahap pertama merupakan tahap pengeringan atau pelepasan kadar air, tahap kedua merupakan tahap pelepasan volatil, dan tahap ketiga merupakan tahap pembakaran arang. Energi aktivasi yang didapatkan sebesar 138,23 kJ/mol untuk metode Flynn Wall Ozawa, 154,265 kJ/mol untuk metode Vyazovkin dan 152,717 kJ/mol untuk metode Starink. Hasil parameter termodinamika tempurung kelapa menunjukkan hasil faktor pra-eksponensial sebesar 1,7356 1012 s-1, entalpi sebesar 133,280 kJ/mol, energi bebas gibbs sebesar 156,150 kJ/mol dan entropi sebesar -36,81 J/mol

    Perancangan Konversi Engine Gasoline menjadi Engine Etanol dengan Melakukan Desain Ulang Konstruksi Mekanisme Katup.

    No full text
    ABSTRAK   Prakerti, Ahmad. 2018. Perancangan Konversi Engine Gasoline menjadi Engine Etanol dengan Melakukan Desain Ulang Konstruksi Mekanisme Katup. Tugas Akhir. Jurusan Pendidikan Vokasi Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing : Drs. H. Sumarli, M.Pd., M.T.   Kata Kunci : perancangan, engine, etanol, katup, pegas katup, cam shaft Permasalahan tentang bahan bakar fosil yang mengemuka pada tahun-tahun ini adalah  permasalahan tentang menipisnya jumlah bahan bakar fosil. Saat ini dirasa sangatlah penting untuk melanjutkan usaha pengembangan teknologi berbahan bakar alternatif yaitu etanol. Pemanfaatan etanol sebagai pengganti bahan bakar diharapkan mampu mengurangi konsumsi pemakaian bahan bakar fosil. Dalam perancangan konversi engine gasoline manjadi engine etanol didasari pada beberapa aspek yaitu dengan melakukan desain ulang kontruksi katup, cam shaft, dan pegas katup. Perancangan konversi engine ini bertujuan untuk menyesuaikan karakteristik engine etanol yang berbeda dengan karakteristik dari engine gasoline. Proses perancangan engine dilakukan dengan berbagai tahapan yaitu menghitung, melakukan desain ulang dan melakukan manufaktur pembuatan. Proses perhitungan dilakukan secara manual dengan beberapa literatur yang tersedia. Proses desain ulang dilakukan dengan menggunakan software autodesk inventor. Proses manufaktur dilakukan dengan proses permesinan dengan acuan dsain yang telah dibuat. Hasil dari tugas akhir ini mengahasilkan sistem engine dengan menggunakan bahan bakar etanol yang telah dilakukan perubahan desain ulang konstruksi katup, cam shaft, dan pegas katup pada engine. Dalam perfoma engine sepeda motor juga mengalami peningkat dibandingkan menggunakan bahan bakar fosil. Konsumsi bahan bakar setelah dilakukan percobaan menggunakan bahan bakar fosil didapatkan hasil 38 km/l sedangkan menggunkan bahan bakar etanol didapatkan hasil 51 km/l dengan menggunkan engine yang sama. Hasil perancangan ini diharapkan jadi motivasi bagi pembaca untuk menciptakan engine dengan menggunakan bahan bakar terbarukan

    Rancang Bangun Teknologi Tepat Guna MesinProduksi Bata Merah Menggunakan Sistem Pemotong Manual

    No full text
    RINGKASAN Pradana, Alif Satrian. 2018. Rancang Bangun Teknologi Tepat Guna MesinProduksi Bata Merah Menggunakan Sistem Pemotong Manual. Tugas Akhir.Program Studi D3 Teknik Mesin. Fakultas Teknik Universitas Negeri Malang. Pembimbing: Drs. Suwarno, M.Pd.   Kata kunci: tanah liat, batu bata, meja pemotong Batu bata merah merupakan salah satu jenis bahan dasar pembangunan rumah yang sangat umum digunakan, dari zaman dahulu hingga zaman modern batu bata merah masih menjadi salah satu bahan wajib dalam pembangunan rumah maupun gedung perkantoran. Bata merah masih digunakan daripada bata ringan atau batako karena selain sudah teruji kekuatannya, material pembentuknya tidak susah. Dengan dibuatnya mesin pencetak batu bata merah ini diharapkan mampu meningkatkan jumlah produksi batu bata merah dan meningkatkan perkenomian industri skala menengah. Tujuan dari rancang bangun ini adalah untuk membuat mesin produksi bata merah yang efisien dan mampu meningkatkan kapasitas produksi. Metode yang digunakan dalam perancangan mesin ini meliputi,  pemilihan komponen-komponen untuk membuat mesin pencetak batu bata, melakukan perhitungan agar mendapat hasil maksimal, mendesain mesin pencetak batu bata, serta membuat komponen-komponen mesin berdasarkan hasil perhitungan dan desain mesin pencetak batu bata.  Hasil perancangan mesin batu bata ini digerakkan menggunakan motor bensin dengan daya 5,5 hp dan kecepatan putar pengaduknya 400 rpm, dengan diameter pully motor 77 mm sedangkan diameter pully pada pengaduk berdiameter 101 mm. Mesin pencetak batu bata ini menggunakan sabuk V tipe A yang mempunyai panjang 673,659 mm dan lebar 12,5 mm. Sesuai dengan hasil perhitungan, poros menggunakan bahan S35C dengan diameter 25mm. Untuk pemilihan bantalan, diameter poros menyesuaikan bantalan yang ada dipasaran. Pemilihan bantalan menggunakan nomor 6005 dengan diameter 25 mm. Jenis meja pemotong menggunakan sistem sliding. Mesin pencetak batu bata merah ini memiliki kapasitas produksi 102 buah/jam. Hasil tersebut lebih efisien dibandingkan dengan pembuatan bata merah secara manual yang hanya menghasilkan 10 buah/jam

    PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN SISTEM PEMBUANGAN PADA ENGINE TRAINER TOYOTA AVANZA K3VE VVTI 1300CC

    No full text
    Abstrak   Muharom, Afif. 2017. Pengembangan Media Pembelajaran Sistem Pembuangan pada Engine Trainer Toyota Avanza K3-VE VVTI 1300cc. Tugas akhir, Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: Drs. Ir. Eko Edi Poerwanto, S.E., M.Pd., M.M.   Kata Kunci: media pembelajaran, sistem pembuangan, engine trainer, toyota  avanza.   Seiring dengan perkembangan teknologi saat ini menjadikan teknologi otomotif juga semakin berkembang terutama alat transportasi. Alat transportasi adalah solusi terbaik yang dibuat untuk manusia menuju suatu tempat dengan mudah. Terutama mobil yang sering digunakan untuk mencapai lokasi yang jauh dan pemilik akan dibuat nyaman di perjalanan. Dalam sebuah kendaraan terdapat sistem yang penting sebagai saluran untuk mengeluarkan gas sisa hasil pembakaran. Sistem tersebut adalah sistem emisi gas buang. Sistem emisi gas buang merupakan sistem untuk mengalirkan gas pembakaran dari dalam silinder ke udara luar tampa mengurangi tenaga yang digasilkan motor dan tidak mengganggu lingkungan baik yang berupa polusi suara maupun udara. Di dalam mesin terdapat proses pembakaran, reaksi pembakaran,dan aspek pendukung proses pembakaran untuk menunjang terjadinya emisi gas buang dan dihasilkan emisi gas buang yaitu senyawa hidrokarbon (HC), carbon monoksida (CO), karbon dioksida (CO2), oksigen (O2), dan NOX. Untuk memenuhi standar emisi gas buang maka harus memenuhi standar emisi yang berdasarkan peraturan mentri lingkungan hidup, tentang ambang batas emisi gas buang kendaraan bermotor tipe baru. Proses yang terjadi pada sistem pembuangan mesin Toyota Avanza K3VE VVTI 1300CC yaitu pada saat pembuangan gas hasil pembakaran pada ruang bakar oleh piston di keluarkan ke exhaust manifold yang selanjutnya menyambung ke satu pipa yang selanjutnya dibaca atau dideteksi oleh oksigen sensor untuk memeriksa kandungan gas buang hasil pembakaran pada tiap tiap silinder secara keseluruhan. Selanjutnya setelah melewati pipa yang terdapat oksigen sensor gas buang melewati catalytic converter, dimana catalytic converter ini berfungsi untuk mereduksi NOx (Nitrogen monoksida), CO (Karbon dioksida), dan HC (Hidrokarbon). Setelah melalui catalytic converter gas buang akan masuk kedalam komponen yang dinamakan muffler yang berfungsi mereduksi suara yang dihasilkan oleh hasil pembakaran yang berikutnya tersambung ke tail pipe atau pipa ujung yang biasanya kita dapat lihat langsung dari kendaraan. Komponen sistem emisi gas buang yang bekerja memproses gas sisa hasil pembakaran agar hasil pembakaran tidak berbahaya bagi lingkungan dan udara. Komponen tersebut yaitu Exhaust Manifold, Sensor O2, Down Pipe, Catalytic Converter, Muffler dan Tail Pipe. Exhaust Manifold berfungsi untuk membuang gas sisa dari kepala silinder ke knalpot. Sensor O2 berfungsi untuk mendeteksi sisa hasil pembakaran di saluran Exhaust manifold. Down Pipe berfungsi untuk menghubungkan antara Exhaust Manifold dengan Catalytic Converter yang berfungsi untuk menyaring gas buang supaya lebih ramah lingkungan. Muffler berfungsi untuk mengurangi noise/kebisingan suara yang muncul dari proses pembakaran mesin. Tail Pipe merupakan komponen terakhir yang ada pada sistem emisi gas buang yang berfungsi untuk mengeluarkan gas sisa hasil pembakaran. Dibuatlah Pengembangan Media Pembelajaran Sistem Pembuangan pada Engine Trainer Toyota Avanza K3-VE VVTI 1300cc dengan tujuan untuk mengetahui proses terjadinya sistem pembuangan pada emisi gas buang, komponen- komponen yang terdapat pada emisi gas buang, dan mengetahui cara merawat dan memeriksa komponen emisi gas buang agar terhindar dari kerusakan

    Rancang Bangun Mesin Pemisah Serat Pelepah Pisang

    No full text
    RINGKASAN   Rochim, Ahmad Nur. 2018. Rancang Bangun Mesin Pemisah Serat Pelepah Pisang. Program Studi Diploma 3 Teknik Mesin,Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang.Pembimbing:  Dr. H. Yoto, S.T., M.Pd., M.M.   Kata Kunci : pohon pisang, perancangan mesin, pembuatan mesin, unjuk kinerja,   perawatan mesin  Pohon pisang atau pelepah pisang cenderung tidak dimanfaatkan setelah pemaneman buahnya. Hal ini bisa menimbulkan dampak pencemaran lingkungan karena akan semakin banyak limbah lingkungan hidup. Selain itu serat pelepah pisang juga dapat dimanfaatkan sebagai bahan komposit. Komposit sekarang  mengalami kemajuan yang sangat meningkat di dalam bidang pembuatan sepeda, speart part otomotif, bodi kapal dan bodi pesawat terbang. Untuk mengurangi pencemaran lingkungan dilakukan perancangan mesin pemisah serat pelepah pisang , yang memiliki beberapa desain dan rancangan yang dibuat memiliki perbedaan dari spesifikasi mesin pemisah serat yang telah ada. Hal ini bertujuan untuk membuat mesin pemisah serat yang memiliki ukuran dan kapasitas yang lebih kecil dari mesin yang sudah ada. Beberapa bagian yang  yang membedakan mesin yang dirancang dengan mesin yang sudah ada yaitu bentuk pisau penyerat yang dipasang dengan memiliki sudut kemiringan dan bentuk dari penjepit pelepah pisang berbentuk plat datar yang ujungnya memiliki sisi miring. Untuk proses pembuatan mesin pemisah serat pelepah pisang, terdapat beberapa langkah yang dilakukan mulai dari penentuan jenis bahan/material, proses machining pada material sampai proses pengecatan pada mesin. Dari hasil perancangan yang telah dilakukan mesin pemisah serat ini memiliki 14 komponen dasar. Komponen itu terdiri dari tutup mesin, plat penjepit, bantalan, puli mesin, sabuk V-belt, saklar mesin, corong keluar, tutup puli, motor penggerak, puli motor,dudukan motor, baut penyetel ketinggian motor, dan rangka mesin Unjuk kerja mesin pemisah serat memerlukan motor listrik dengan daya 0,75 HP, dengan ukuran dari bahan pelepah pisang (P x L x T) 1000 mm x 100 mm x 10 mm dan berat pelepah pisang adalah 1,5 kg. Dengan waktu yang dibutuhkan untuk melakukan proses pemisahan serat pelepah pisang pada unjuk kerja mesin pemisah serat ini selama 2 menit. Perawatan pada mesin pemisah serat ini dibagi menjadi 3 yang meliputi, pertama perawatan harian dilakukan pada setiap selesai melakukan proses kerja menggunakan mesin, kedua perawatan mingguan dilakukan untuk pemeriksaan komponen mesin yang bergesekan atau yang lain, ketiga perawatan bulanan dilakukan bertujuan untuk memeriksa komponen yang kemungkinan mengalami kerusakan dan perlu untuk dilakukan proses perbaikan atau penggantian komponen

    Rancang Bangun Mesin Pembuatan Mie dengan Sistem Pneumatik

    No full text
    RINGKASAN   Suwardo, Mukhamad. 2018. RancangBangunMesinPembuat Mie denganSistemPotongPneumatik. Tugas Akhir, Program Studi Diploma III TeknikMesin. JurusanPendidikanVokasi, FakultasTeknik, UniversitasNegeri Malang. Pembimbing: Drs Imam Sudjono M.T.   Kata Kunci: mesin mie, perancanganmesin, pembuatanmesin, pneumatik               Perkembanganteknologi di zaman sekarangini semakinmajudenganbanyaknya teknologi alternatif baru yang ditemukan. Proses memanfaatkanteknologisangatmenunjangkeefektifansuatuperkerjaan,misalnyadalam prosespembuatanmie zaman dulualat yang digunakanhanyaalatkonvensional yang berbentukgilinganmanual, sementara zaman sekarang sudah menggunakan mesin. Mie adalahmakanan yang terbuatdaricampurantepungterigu, tepungtapioka, telur, air danbahancampuranlainnyaadajuga yang menambahkanbahanlainyasebagai rasa atauwarnadalammietersebut.Denganseiringperkembanganteknologi dan banyaknya konsumen yang semakin padat makadariitumesinpembuatmie yang lebihefektifharusdiciptakan agar proses produksilebihcepatmakadiperlukanmesinpembuatmiedengansistempotongpneumatik, mesininimelakukanpemotongansecaraotomatisdanmemilikipemindahhasilpotongmenggunakan conveyor. Rancangbangunmesininidilakukandengantahapanyaituperencanaangambarmesindanpenjelasankomponen. Analisisteknikmeliputidaya motor, torsi kapaitassertakontruksimesinnya.             Prinsipkerjamesininiberbedadenganmesinpembuatmielainnya, perbedaan padasistempotong menggunakanpneumatikdan conveyor untukmemudahkandalamproduksimie, dalammesinpembuatmieinitelahditentukan proses perhitungandandiperolehhasilkapsitasmesin 24 kg/jam, denganspesifikasi motor mesin 0,75 HP, putaran motor 1400 rpm, panjangmesin 975 mm, lebarmesin 32 mm dantinggimesin 605 mm.             Pada proses pembuatanmesinmieini, pemilihanbahanuntukkomponenmesinadalahhalpertama yang dilakukan. Seperti pada komponen rol pemipih dan pembentuk mie terbuat dari bahanstainlesssteel, untuk bahan conveyor setelah dibentuk mie terbuat dari kulit sintesis,ketiga komponen tersebut bersentuhan langsung dari adonan mie sampai terbentuknya mie yang di potong-potong.Karena itumesin ini harus terjagakehigienisannya dan ketikadikosumsi terjaminkebersihan dan kesehatan konsumenya.Perawatan yang dilakukan dalam mesin dibagi 3 meliputi: perawatan harian, perawatan mingguan, serta bulanan. Dalammesininibiaya yang dikeluarmesinmiedengansistempotongpneumatikinidenganrincian total biayapembelianbakuadalahRp 7.334.000.-, keuntungan 20% sebesarRp 1.466.800,- ,sertabiayappn 10% adalahRp 733.400,- sehingga total dalam proses pembuatanmesinmiedengansistempototngpneumatikiniadalahRp 9.534.200,

    0

    full texts

    307

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Tugas Akhir Jurusan Teknik Mesin - Fakultas Teknik UM
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇